AUTHOR : LEE EUN SAN
TITLE : I THINK I'M IN LOVE
GENRE : ROMANCE, DRAMA
LENGTH : CHAPTERED (?)
MAIN CAST :
*KIM JONGIN / KAI
*DO KYUNGSOO / DO
*AND THE OTHERS….
DISCLAIMERS
Semua tokoh yang main disini bukan punya aku, aku Cuma pinjem nama-nama mereka aja. selebihnya mereka milik diri mereka sendiri, keluarga dan tuhan YME.
SUMMARY
Dua orang yang dipertemukan dengan cara yang tak biasa, menjalani kehidupan dengan kejadian luar biasa, mungkinkah akhirnya keduanya akan bahagia disaat keduanya menyadari bahwa awal pertemuan mereka tak ada landasan cinta di bawahnya?
Kaisoo again, rate T, and always GS!
Pujian tak pernah lepas dari kyungsoo saat ia merasakan masakan-msakan selanjutnya. Rasa puas jelas tergambar di wajah jongin saat ia melihat rona bahagia di wajah kyungsoo.
"aku akan melakukan apapun untuk membuat senyuman itu mucul di wajahmu, baby soo,," batin jongin.
.
.
.
Part three begin…
Selesai acara makan siang mereka, jongin segera mengantarkan kyungsoo pulang. Sesampainya dirumah jongin yang sebenarnya berniat langsung pamit harus mengurungkan niatnya karena ayah kyungsoo memaksanya untuk tinggal sampai makan malam. Jadilah kini jongin menghabiskan sisa waktunya untuk menemani ayah kyungsoo bermain catur di halaman belakang rumah.
"jonginnie.. apa kau senang bertunangan dengan kyungie,,?" kata tuan do sambil menjalankan pionnya.
"eum,, itu… emm,,,tentu appa. Kyungsoo gadis yang baik." Jawab jongin berusaha senormal mungkin.
Tuan do mengulum senyumnya pelan. "syukurlah, aku kira kau tak menyukainya." Katanya lagi.
Keduanya kembali diam dan larut kedalam permainan yang menguras otak itu.
"eum,, tapi bolehkan aku bertanya satu hal appa?" kata jongin
Tuan do mendongakkan kepalanya"tentu, apa itu?"
"kenapa appa begitu yakin untuk memilihku? Apakah appa tidak khawatir kyungsoo tidak akan bahagia denganku?"
Tuan Do menggengam tangan jongin lembut. "seorang orang tua tak akan pernah melakukan sesuatu hal tanpa pertimbanagan jonginie. Apa lagi ini semua menyangkut kebahagian anaknya. Aku memilihmu tentu karena aku sudah benar-benar yakin padamu. Kau fikir aku asal melakukannya,eoh?" jelas tuan do.
"b,,bukan begitu appa, hanya saja aku merasa ini terlalu mendadak. Mungkin tidak apa-apa untukku, tapi aku tak tahu dengan kyungsoo. Apa kah dia benar-banar menginginkan pertunagan ini?" Kata jongin lagi.
"mungkin sekarang kyungsoo belum menyadarinya tapi aku yakin suatu saat dia akan merasa bersyukur telah memilikimu, jonginie. Aku mohon bersabarlah,ne." katanya sambil lagi-lagi tersenyum.
"sabar? Yah,, kurasa kata itulah yang harus aku ingat di otakku jika menyangkut segela hal tentang kyungsoo." Batin jongin.
Cukup lama kedua namja beda usia itu larut dalam permainan mereka sampai tak mereka sadari malam sudah mulai menjelang.
"tsskk,, yeobo,, kau selalu saja lupa waktu jika kau sudah bermain dengan benda menyebalkan itu!" tegur sebah suara yang jongin yakin adalah ibu kyungsoo aka istri tuan do.
Tuan do menatap istrinya sambil menunjukan cengiran lebarnya "hehe,, kau tahu saja, yeobo,," katanya
Nyonya do memutar matanya malas. "oh, ayolah tuan Do Jong woon, aku sudah menjadi istrimu hampir dua puluh tahun jadi aku hafal semua kebiasaanmu diluar kepala. Sudah ayo cepat masuk. Makan malam sudah siap." Perintahnya kemudian berlalu meninggalkan jongin dan tuan do.
Tuan do menatap jongin lembut " kau tahu jonginie…memiliki seorang istri itu menyenangkan tapi kalau cerewetnya sudah muncul,, aiigoo,, mereka menyeramkan." Kata taun do sambil terkekeh pelan
"yeobo,,,!" teriak nyonya do sekali lagi
"benar bukan?" kata tuan do lalu terkekeh bersama jongin.
Keduanya masuk dan langsung menuju ruang makan dimana semua keluarga sudah menunggu. Ada nyonya Do, kyungsoo dan sanghun adik lelaki kyungsoo yang masih berumur 14 tahun.
"appa lama, aku kan sudah lapar…" rengek sanghun.
"tsskk, makanan saja yang ada di otakmu itu!" omel kyungsoo.
"tsskk, diam saja kau pendek!" balas sanghun tak terima.
"aku tidak pendek!" kata kyungsoo balik kesal.
Sanghun mendecih "cishh, badan setinggi itu tak mau disebut pendek lalu apa? Kerdil,eoh?" balas sanghun
"yak!/ "mwo..?" pertengkaran kyungsoo dan sanghun membaut jongin tersenyum geli.
"aigo.. berhenti berdebat di meja makan!" teriak nyonya do frustasi.
"dia yang mulai omma!" rengek kedua kakak beradik itu manja.
Nyonya do memijit pelipisnya pelan "astaga,, sebenarnya dosa apa yang kau lakuakn di masa lalu Do Ryeowook?" kata nyonya do sambil mengelus dadanya.
Jongin tersenyum melihat kehangatan keluarga kyungsoo yang menurutnya menarik.
"maafkan kelakuan keluarga kami ya jonginie.." kata nyonya do tak enak hati
"ah,, bukan masalah omma, aku justru senang bisa melihat ini. Aku jarang sekali bisa berkumpul bersama mom dan dad jika mereka sudah sibuk mengurusi bisnis." Cerita jongin.
"ah,, syuukurlah. Baiklah kalau begitu ayo duduk dan makan." Kata nyonya do.
Seenyuman tak pernah luput dari wajah jongin selama dia menikmati makan malam bersama keluarga kyungsoo. Seuasana hangat ini benar-benar membuatnya senang.
"suatu saat nanti aku akan membuat suasana seperti ini didalam keluargaku.." tekad jongin dalam batin.
"jonginie.."
"ya, appa."
"aku sudah bicarakan masalah ini pada kedua orang tuamua, dan kami juga sudah sepakat menyetujuinya. Jadi aku ingin mendengar pendapat kalian sekarang." Kata tuan do.
"tentang apa itu appa?" Tanya jongin
"pernikahan kalian."
"uhuk,,.uhuk,," kyungsoo yang sedang mengunyah makanan mendadak tersedak saat ayahnya membicaran masalah pernikahan.
"p,,per..pernikahan?" gagap kyungsoo.
Ayahnya mengangguk "ya, pernikahanmu dan jongin." Jawabnya santai.
Kyungsoo membulatkan mata bulatnya lebar "mwo? Apa sih maksud appa?" kata kyungsoo setengah berteriak.
"jadi begini, mengingat kyungsoo akan berangkat ke amerika untuk melanjutkan kuliahnya maka kami putuskan untuk segera menikahkan kyungsoo denganmu jonginie. Seb.."
"tunggu dulu appa! Apa hubunganya aku ke amerika dengan pernikahan?" potong kyungsoo.
Tuan do menghela nafasnya pelan "apa kau fikir appa dan omma tega melepaskan kau hidup sendirian di negeri orang,eoh! Setidaknya jika kau sudah menikah appa dan omma akan jauh lebih tenang karena ada yang menjagamu." Jawab tuan do.
"tapi aku kan bisa tinggal di asrama,appa!" jawab kyungsoo tak mau kalah.
"tidak! Appa sudah putuskan kau harus menikah dengan jongin."
"appa,," rengek kyungsoo.
"menikah atau batal kuliah!" putus taun do final.
Kyungsoo membanting sendoknya kesal. "appa menyebalkan!" kata kyungsoo lalu berlari meninggalkan meja makan.
"appa tidak perlu seperti itu pada kyungsoo." Kata jongin
"hhh,, dia memang sangtt keras kepala. Maaf atas tindakannya tadi,ne jonginie.." kata nyonya do tak enak hati.
"it's okay omma. Aku justru yang merasa tak enak pada kyungsoo. Bagaimana kalau aku saja yang bicara pada kyungsoo?" tawar jongin.
"eh? Kau mau mencoba bicara pada nenek sihir itu?" kata sanghun cuek
"tsskk! Do sanghun jaga bicaramu!" omel nyonya do pada putra bungsunya.
Jongin menggusak lembut kepala sanghun "ya,, dan aku rasa aku tahu bagaimana caranya membujuknya." Kata jongin yakin.
"eum,, terdengr meyakinkan… baiklah cobalah kalau begitu tapi jangan menyesal ya." Katanya lagi.
Jongin tersenyum "seorang kim jongin tak pernah kalah, adik kecil." Katanya bangga.
Sanghun mendecih pelan "baiklah,baiklah tuan sok pintar cobalah dulu kau lakukan jika kau benar-benar berhasil membuat nenek bawal itu menurut pada saran appa, maka aku bersedia menuruti keinginanmu." Kata sanghun.
"baik, aku terima tantnganmu. Tapi ingat janjimu. Kau harus menurut padaku, arra!" kata jongin
"tsskk, ne,ne. tapi jika kau gagal kau harus memberikan semua yang aku minta, deal?"sanghun mengulurkan tanganya
Jongin menyambut tangan addik kyungsoo itu erat "okay, we have a deal."
.
.
Jongin mendekati kyungsoo yang sedang asik menguman tak jelas di bawah pohon disekitar taman belakang rumahnya.
"hai.." sapa jongin.
Kyungsoo menatap jengah kerah jongin. "tsskk, kau lagi…" katanya bosan.
"boleh aku duduk?"
"kalau aku katakan tidak apa kau mau pergi dari sini?" jawab kyungsoo ketus.
Jongin mengendikkan bahunya "tidak juga sih…" jawabnya
Kyungsoo mendengus "hhh,, lalu untuk apa kau meminta izin, kalau begitu!"
"hanya basa-basi,, masa kau tak tahu itu." Katanya lalu mendudukan tubuhnya tak jauh dari kyungsoo.
"eum,, bisa kita bicara masalah tadi?"
"masalah apa? Aku tak merasa memiliki masalah denganmu." Kyungsoo terlihat begitu cuek pada jongin
"benarkah? Hhh,, sayang sekali padahal aku punya sesuatu yang bisa menolongmu sebenarnya" pancing jongin.
Kyungsoo menoleh kearah jongin "apa maksudmu?"
"katanya kau tak mau peduli?" balas jongin
"tsskk,,, cepat katakan apa maksudmu tadi! Hhh…. Kau ini benar-benar.. aigoo…"keluh kyungsoo sambil mengacak kepalanya kesal.
"ahahahah, tenanglah sedikit. Baiklah,baiklah aku akan mengatakannya."
"ayahmu meminta kita menikah jika kau mau kuliah di amerika bukan?" Tanya jongin
Kyungsoo mengangguk "ya, tapi aku tak mau menikah sekarang. Apa lagi denganmu. Pertunagan itu saja sudah membuatku pusing." Jawab kyungsoo ketus
"tsskk,,, dengarkan aku dulu." Potong jongin.
Kyungsoo mendengus "arra,, baiklah lanjutkan.."
"sekarang aku ingin bertanya padamu, apa kau serius ingin melanjutkan kuliahmu disana?"
"tentu saja. Stanford university adalah kampus impianku. Aku sudah menghabiskan banyak waktuku untuk bisa masuk kesana dan saat kesempatan ini terbuka untukku mana mungkin aku akan menyia-nyiakannya?" jawab kyungsoo semangat.
Jongin mengangguk paham. "baik kalau begitu. Melihat dari tekad besarmu aku tahu kau memang bersungguh-sungguh maka dari itu aku akan membantumu." Kata jongin
Binar mata kyungsoo mendadak menguar indah "jeongmal?"
Jongin mengangguk "tentu."
"waahh,,,, asiikk… eh? Tapi kau akan melakukan apa?"
"kita menikah saja." Kata jongin enteng
Kyungsoo mendelik marah pada jongin "MWO? APA KAU SUDAH SINTING? MENIKAH EMPHHMM,,," sebelum kyungsoo menyelesaikan kalimatnya jongin buru-buru membekap mulut mungil kyungsoo dengan tangannya.
"eemmhpph, lepphhaasmmppphhaaannnn…bahhhbboohhmm( lepaskan babo)" kata kyungsoo smabil terus berontak
"tsskk… kau diam dulu baru aku lepaskan."
Kyungsoo mengangguk karena tak ada pilihan. Melihat kyungsoo sudah sedikit tenang jongin melepaskan bekapannya.
Kyungsoo mendelik sadis kearah jongin."kau mau membunhku,eoh?"
"makanya kau jangan berteriak"
"siapa yang tidak kaget dengang ucapanmu itu, dasar bodoh."
"tsskk,, makanya kalau ada orang yang sedang bicara itu jangan kau potong seenaknya."
"tsskk, memang kau mau mengatakan apa?"
"jadi begini, untuk bisa mewujudkan impianmu kuliah di Stanford aku bisa membantumu. Aku akan menyetujui pernikahan kita. Tapi kau tak perlu khawatir karena kita hanya akan melakukanya saat di depan orang tua dan orang-orang terdekat kita saja. Selebihnya kita berdua adalah priabadi yang bebas. Kau boleh melakukan apa saja semaumu, begitu juga sebaliknya."
"maksudmu kita menikah pura-pura?"
"yah,, bisa dikatakan begitu,,, bagaimana kau mau tidak?" tawar jongin.
Kyungsoo terlihat berfikir sebentar. "ini hanya pura-pura bukan? Aku masih bisa melakukan apapun yang aku suka? Toh di amerika tak banyak yang aku kenal? Jadi apa salahnya menerima ini?" batinnya
"eumm,, baiklah aku setuju. Tapi kau tidak bohong kan?"
Jongin menatap kyungsoo. "memangnya wajahku ini terlihat seperti penipu?"
"tidak juga sih,,ya sudah pokoknya aku setuju. Tapi kau harus janji bahwa ini semua hanya pura-pura. Ingat pura-pura!"
"tak perlu kau ulangi, aku juga sudah paham nona. Baiklah. Mulai sekarang kita sepakat untuk menjalani ini."
"oke, deal."
Kyungsoo dan jongin mulai mendiskusikan langkah apa saja yang akan mereka ambil untuk memuluskan acara mereka. Mulai dari kesepakatan mengenai apa-apa saja yang boleh dan tidak mereka lakuaknselama pernikahan pura-pura mereka sampai dimana mereka akan tinggal.
"baiklah kita sudah sepakat, kita tidak boleh mencampuri urusan pribadi, tidak menuntut kontak fisik, dan bertindak mesra hanya di hadapan orang tuan dan kerabat terdekat." Kata jongin
Kyungsoo mengangguk pelan "ya.."
"dan mengenai tempat tinggal kita akan menggunakan salah satu apartementku yang kurasa dekat dengan kampusmu."
"baiklah, terdengar bagus." Jawab kyungsoo.
Keduanya berjabat tangan sepakat.
"baiklah, sekarang sebaiknya kita masuk kedalam dan mengatakan ini pada kedua orang tuamu."
"oke!"
Kyungsoo dan jongin berjalan beriringan menuju rumah kyungsoo. Mereka mengarahkan langkahnya ke ruang keluarga dimana semuanya sedang asik duduk sambil menonton acara tivi.
"appa,,"
Tuan do menoleh saat mendengar suara kyungsoo yang memanggilnya "eum.." jawabnya
"itu,, eumm,,, aku…" kyungsoo terlihat sedikit gugup.
"kami akan menikah appa…." Jongin menggengam tangan kyungsoo lalu menatap yakin kearah tuan do.
Meski sempat terkejut tuan do tersenyum "benarkah?"
Kyungsoo menganguk pelan.
"omonna,,, ini berita yang baik… akau harus segera mengabari heenim eonnie tentang berita ini." Kata nyonya do girang. Dia langsung meyambar ponsel dan menghubungi ibu jongin.
Ayah kyungsoo menatap lembut putrinya itu "benar apa yang jongin katakan barusan kyungie?"
Kyungsoo mengangguk lagi.
"ahahah,, bagus, sekali,,, ini bagus sekali,,," kata taun do riang.
Dia berdiri dari kursinya lalu memeluk kyungso dan jongin bersamaan. "ahahhaha, aku tahu suatu saat aku dan hangeng hyung akan jadi saudara. Dan aku senang akhirnya semua itu bukan hanya sekedar impian sekarang."
Melihat ayahnya terlihat begitu senang memebuat hati kyungsoo tak enak "maafkan aku appa."
"hhh…..apa yang aku lakukan ini sudah benar? Entahlah….."
TBC
Hihihih.. konflik mulai muncul nih,, gimana ya kehidupan rumah tangga 'pura-pura' kaisoo kopel nantinya?
Mau pada tahu? Makanya stay tune terus ama ini ff,ne.
Sehabis baca aku harap kalian pada kasih komen, ne.
See ya..
Lee Eun San
EunhyukLegalWife
