Jinakkan Mereka
.
.
.
.
Disclaimer : Dance with Devil ©Samako Natsu
Yo yo yo kita mulai fanfic pada hari ini
Sudah chapter tiga aja, apakah ada yang kangen ama Yuka-chan setelah lama tak update, huhuhuhu maaf sekali…
Yuka-chan biasanya buat cerita fanfic banyak saat liburan sekolah atau pas senggang begitu jadilah saat inilah yang kalian tunggu nih wkwkwkw
Disini Ritsuka sedang bersembunyi di sebuah hutan gelap dari kejaran teman teman sekolah sendiri yang masih dimantrai oleh sihir Urie meskipun iblis tersebut sudah mati, apakah Ritsuka bisa menyelamatkan diri?
Kita langsung aja guys scroll ke bawah yak
.
.
Good Reading
.
.
.
"Ada apa denganmu kenapa kau menangis?"
Suara lemah dan serak itu mengkagetkan Ritsuka, Tidak ada suara dekapan kaki maupun angin berlalu, kepalanya mendongak ke atas, penasaran siapa yang berbicara dengannya
Seorang laki laki misterius berambut biru tua berantakan, mengenakan pakaian kuno jas berwarna hitam, menatap Ritsuka dengan tatapan aneh dan misterius
"Anu.., kau.., kau.. siapa?" tanya Ritsuka gemetaran
Lelaki itu tidak menjawab meskipun tadinya ia sempat bertanya, ia membalas pertanyaan Ritsuka dengan senyum anehnya, membuat Ritsuka sedikit takut padanya..
"Ehm.., kalau kau tidak keberatan dan …, jika aku mengganggumu aku akan pergi dari sini.., permisi"
Ritsuka bangkit dari tempatnya, ia berusaha tidak memandang tepat ke wajah lelaki aneh itu dengan menunduk ke bawah. Ritsuka sangat takut padanya, ia rasa ada yang aneh dengan laki laki itu.
Namun, saat ia akan melangkahkan kakinya lagi, laki laki itu memegang tangan Ritsuka dengan keras lalu dengan wajah masih tersenyum, ia menarik Ritsuka, "Eeeeh…, tunggu.., apa yang akan kau lakukan?"
Laki laki itu masih tidak menjawab dan terus menarik Ritsuka masuk ke dalam hutan yang gelap dan dingin tersebut, gadis itu terus melawan dengan berusaha melepaskan genggamannya, namun lelaki itu sangat kuat dan sangat kasar Ritsuka merasa tangannya sedang dirantai oleh lelaki misterius itu.
"Kau ingin membawaku kemana?" tanya Ritsuka sambil berusaha menyeimbangkan jalan
Lalu ia teringat akan perkataan Roen, bahwa semua manusia disini kecuali dirinya, sudah dimantrai oleh para iblis tersebut. Dan laki laki ini, ia penasaran siapa'kah dia apakah dia juga dimantrai oleh iblis lain?
Mereka berdua semakin masuk di dalam hutan, kegelapan tidak dapat mereka hindari bahkan sinar bulanpun tidak bisa masuk diantara pohon pohon. Sangat gelap gulita disini. Membuat Ritsuka semakin kuatir dan ketakutan
Beberapa waktu kemudian, lelaki itu berhenti lalu ia melepaskan tangan Ritsuka dan membelakanginya
"Dengarkan aku, siapa kau? Mengapa kau membawaku kemari?" emosi Ritsuka, ia memandang sekitarku benar-benar sepi dan gelap.
Lelaki itu tidak menjawab dan malah berjalan menjauhi Ritsuka, "Hey tunggu" ia berusaha menghentikannya namun laki laki itu menghilang dibalik kegelapan
"Sialan…, sekarang bagaimana aku bisa kembali ke kota ini.., aku harus segera membunuh ibis iblis sialan itu dan menyelamatkan semua" ucap Ritsuka sambil berjalan perlahan juga memegang pepohonan yang ada tanpa memperdulikan lelaki itu yang kini sudah menghilang entah kemana
"Tolong aku seseorangpun tolong aku.." saat Ritsuka sedang berusaha mencari jalan keluar, ia mendengar suara seorang gadis lain, terdengar ia memanggil Ritsuka dari belakang..
Ritsukapun berbalik dan melihat perempuan itu terluka di tangan, kaki, bahkan sekujur tubuhnya seperti terkena pecutan tali, banyak darah berceceran di tubuhnya.
"Sebentar, aku akan kesana menghampirimu" namun saat Ritsuka akan menghampiri gadis itu, gadis malang tersebut sudah ditarik oleh cambuk hitam dibelakangnya di perutnya, "Haaaaaaaaaaaaaa, tolong aku"
"Aah tidak…," Ritsuka berlari mengejar gadis yang sudah diseret kesana kemari oleh cambuk hitam tersebut yang terlihat seperti akar hitam yang menjalar ke tubuhnya
"Tidak jangan lagi" teriak gadis itu melihat cambuk berwarna biru menyala, mulai mencabuki tubuhnya yang sudah terluka.."Haaaaa….sakit…sakit..jangan lagi kumohon"
Ritsuka tidak bisa melihat dengan jelas dimana tepatnya gadis itu, apalagi akar akar yang berbentuk seperti cambuk itu menggoyangkan tubuh gadis itu kesana kemari membuat Ritsuka susah untuk meraihnya.
"Aduh.., bagaimana ini? Bagaimana aku bisa menyelamatkan gadis itu"
"Hahahahahahaha…, hahahahahahaha" suara tawa aneh tiba tiba muncul
"Siapa itu? Siapa yang tertawa tadi?" tanya Ritsuka sambil berteriak dan memandang sekitarnya
"Hahahahahaha.., sangat menyenangkan.., sangat keren…, sangat luar biasa…" ucap yang ternyata berasal dari seorang laki laki yang menggeret Ritsuka ke tempat gelap gulita ini.
Gadis itu kembali dicambuk, tawa laki laki itu semakin kencang seakan menikmati suara kesakitan gadis itu, "Hahahahahaha.., cambuk gadis itu terus…, jangan biarkan ia bernafas dulu…, semakin berdarah semakin membuatku bergairah.., hahahahahaha"
Ritsuka sudah kehabisan kesabarannya, "Dasar kau, hentikan apa yang kau perbuat padanya" teriak Ritsuka emosi pada laki laki aneh tersebut
Laki laki itu berhenti tertawa lalu memandang Ritsuka dengan tatapan tajam namun juga aneh, ia berjalan mendekatinya lagi lalu memegangi dagu Ritsuka
"Aku bisa merasakan tangan dinginnya dan aura gelap di dekatnya, ada apa dengan cowok ini?" batin Ritsuka aneh
"Tidak ada yang bisa menghentikanku, tahu gadis kecil" bisiknya pelan dan lidahnya mulai menjilat telinga Ritsuka
Sontak perempuan itu langsung mundur sambil memegangi telinganya
"Karena aku adalah iblis hitam penguasa kegelapan dan aku sangat suka melihat orang orang menderita di depan mataku sendiri" Ritsuka menelan ludahnya memandang laki laki itu dengan badan sudah bergetar ketakutan
"Dan…, namaku adalah Shiki" sambung lelaki itu lalu tersenyum seperti iblis
"Jadi kau benar benar iblis ya?" tanya Ritsuka gemetaran, ia tidak menyangka bisa berada di tengah tempat tinggal iblis lain setelah keluar dari masalah sebelumnya kali ini ia harus berhadapan dengan iblis yang mungkin lebih kejam dibanding iblis satunya.
"Mau kubuktikan.." ucap Shiki lalu ia dengan kekuatannya menarik tubuh gadis yang sedang dicambuk itu menghadap padanya, gadis itu masih terlilit akar akar hitam dengan posisi berdiri di samping Shiki
"Aku bisa membunuh gadis ini, sungguh di depan matamu langsung, jika kau benar benar tidak percaya padaku bahwa aku ini iblis"
"Apaaa? Tidak.., jangan lakukan itu.., jangan bunuh gadis itu.., baiklah..baiklah aku percaya kau ini iblis Shiki" mohon Ritsuka , sudah ia melihat teman teman lainnya bertingkah aneh kini ia tidak mau melihat seseorang mati di hadapannya meskipun ia tidak mengenalnya.
"Baguslah kalau begitu.., tapi maaf sekali permintaanmu tidak bisa kukabulkan.." lalu Shiki menggenggam tangannya sendiri dan terlihat meremas, lilitan akar di gadis itu semakin kencang membuat gadis itu sesak nafas
"Haah..apa yang kau lakukan?" tanya Ritsuka kaget melihat Shiki kembali menyiksa gadis itu
"Aku akan membunuhnya secara perlahan dengan membuatnya sesak nafas, hahahahahaha" jawab Shiki sambil terus menggenggam tangannya erat erat
"Tolong a…ku…, to….long…, a..ku" ronta gadis itu lalu dengan cepat gadis itupun mati karena kehabisan nafas
"Tidak….." teriak Ritsuka
"Hahahahahaha"
Ritsuka segera mendekati gadis itu, ia melihat kondisinya sudah tidak bisa ditolong lagi apalagi luka luka disekujur tubuhnya membuat memperburuk keadaan.
"SIalan kau.., aku akan segera membuatmu menyesal dengan apa yang kau lakukan" marah Ritsuka memandang Shiki dengan tatapan tajam
"Lantas kau mau apa..? membunuhku? Hahahahaha, kau saja tidak bisa melihat dengan jelas keberadaanku" ujar Shiki
"Aku bisa melihatmu" Ritsuka melihat sekelilingnya benar benar gelap, ia hanya melihat keberadaan Shinki sekilas karena sinar bulan yang sedikit menerangi hutan tersebut
"Dengan apakah kau bisa melihatku?"
"Aku akan menggunakan cahaya senter dari handphoneku" lalu Ritsuka mengambil handphone dari sakunya, ia menyalakan mode senter lalu mengarahkan langsung pada Shiki
"Aaaaaaaaaaaaaahhh… sialan jauhkan sinar itu dariku" bentak Shiki berusaha menutupi wajahnya dari sinar..
Ritsuka masih tetap mengarahkan senternya pada iblis itu, memandangnya sambil berpikir
"Sinar…., hutan.., gelap…ehm aku tahu kelemahanmu Shinki" ucap Ritsuka sambil tersenyum puas
"Apa yang ingin kau lakukan?" curiga Shiki
Sambil terus mengarahkan senter handphone ke arah iblis itu, Ritsuka mengambil suara dalam dalam lalu ia berteriak "CAHAYA"
Badan Shiki mulai berubah penuh dengan luka, ia mulai merasakan rasa sakit yang luar biasa disekujur tubuhnya, lalu tubuhnya perlahan mulai mengeluarkan cahaya seperti bintang, Kata kunci tersebut merubahnya menjadi sesosok bercahaya yang selama ini menjadi kelemahan Shiki
"Hahahahaha.., rasa sakit ini sangat menakjubkan"
"Tidak kusangka sakit ini…sakit yang kualami ini sangatlah luar biasa.., mungkin aku akan hilang sebentar lagi tapi setidaknya aku merasakan rasa sakit ini sekali dalam seumur hidupku, aku akan selalu mengingat hal ini"
Ritsuka melihat Shiki tidak hanya bercahaya lagi, semakin lama cahaya tersebut berubah menjadi api lalu membakarnya hidup hidup
Saat terbakarpun wajahnya masih tersenyum lebar seakan menikmati apa yang ia rasakan sekarang dan iapun musnah meninggalkan abu bakarnya di tempat
.
.
.
.
Bersambung
Jangan lupa Favorite, follow, dan review yak guys wkwkwkw, Arigatou Minna
