.My BOY.

Author: Park Ona

Cast: ChanBaek, slight KrisTao, HunHan, Kaisoo, and more.

Genre: Romance, Comedy

Rating: M

Summary: Byun Baekhyun, mahasiswi Sungkyunkwan tingkat akhir, menolak dijodohkan karena ingin bebas. Hidupnya yang serampangan dan urakan menjadi pelampiasannya di tengah rasa kesepiannya. Tak ada seorang pun namja yang mampu menaklukkan hatinya. Kecuali 'orang itu'. Mampukah Baekhyun mengatasi permasalahannya?

Warning: Genderswitch, OOC, typo, tidak sesuai EYD.

.

.

Don't like Don't read

.

Give me review please

.

Be Good Readers, NO PLAGIAT

.

Happy Reading

.

.

Chap 3

Senyuman manis mengembang dibibir yeoja 40 tahunan yang sedang duduk di balkon kamar. Di pangkuannya terdapat potret 2 orang namja kecil yang tampak berbeda. Yang tinggi sedang tertawa dan lainnya menekuk wajahnya. Keduanya memegang kain putih yang membentang. Yeoja berkebangsaan China dulunya itu mengulas foto tersebut.

"Sedang apa sayang?" sepasang lengan kekar melingkar di leher jenjangnya disertai suara berat pemiliknya. Yeoja itu tersentak lalu memukul pelan lengan kekar yang memeluknya posesif.

"Myunnie, kau mengagetkanku!"

Orang yang ditegur—namja berusia 45 tahun—tersenyum dan mencium pipi mulus sang istri yang telah memberinya 2 anak lelaki tampan. "Aku sudah menegurnya sejak masuk kamar ini sayang, tapi kau malah asyik dengan duniamu sendiri. apa yang kau buat hm?" pandangannya beralih ke pangkuan sang istri. "Melihat album foto anak-anak?"

Yeoja itu tersenyum dan menampilkan cekungan di kedua pipinya. "Mereka sudah besar, bahkan sebentar lagi akan menikah. Sepertinya baru kemarin aku melahirkan dan mendengar tangisan mereka."

Namja itu beralih duduk di hadapan sang istri dan memegang lembut kedua tangannya. Ia menundukkan kepala, menciumi telapak tangan halus, dan menariknya untuk menyentuh pipinya. "Sudah saatnya kau melepaskan mereka. Aku melihatmu resah belakangan ini. Ada apa hm?"

"Tidak ada sayang." Yeoja itu tersenyum.

"Aku sudah hidup bersamamu selama 24 tahun dan aku mengenalmu selama 26 tahun. Apa belum cukup bagiku untuk tahu segalanya tentangmu?"

"Kau terlalu puitis tuan Kim Joonmyeon."

"Dan sekarang ceritakan masalahmu Kim Yixing."

Yixing, istri Joonmyeon, menghela nafas. Ia menatap langit sore yang indah. "Ini mengenai Baekhyun, calon istri Chanyeol."

Joonmyeon mengerutkan dahi. "Ada apa dengan anak Yi Fan?"

"Ada yang berbeda dengannya."

Joonmyeon menarik tangan sang istri ke atas, memintanya untuk berdiri, lalu memposisikan tubuh sang istri di atas pangkuannya. Ia menghirup aroma lavender lembut dari tubuh sang istri yang bersandar di dada bidangnya."Ceritakanlah."

Yixing mengeratkan pelukan sang suami di perutnya yang sedikit berisi sambil memandang hamparan bangunan Seoul di depannya. "Hari itu …"

.Flashback ON.

CKLEK

"Jumma Xing…." Suara cempreng menyapa gendang telinganya. Ia tersenyum pada gadis kecil yang mendongak di depan pintu.

"Hai eonnie" yeoja bertubuh semampai berdiri dibelakang gadis kecil yang berteriak tadi sambil menggendong seorang bayi mungil.

"Ah, halo Tao, Baekhyun dan Sehun. Ayo silahkan masuk." Yixing berjalan ke samping pintu memberi jalan bagi ketiga tamunya. Baekhyun yang masih berumur 4 tahun langsung berlari masuk ke dalam ruang tamu keluarga Kim tersebut.

"Jumma, oppa…"

Yixing mendekati gadis kecil yang mengenakan dress blue polkadot dipadu dengan stocking putih yang membalut kaki mungilnya dan sepatu pink lembut. Tangannya mengelus surai yang diikat kecil membentuk apple hair. "Oppa ada dikamarnya, Baekhyun sayang. Oppa bilang tak mau diganggu karena ada temannya."

"Tapi oppa janji mau belmain cama Baekkie hali ini…"

Yixing tersenyum mendengar ocehan anak pertama keluarga Wu. "Tunggu teman oppa pulang ya sayang. Setelah itu Baekkie boleh main dengan oppa sepuasnya. Bagaimana?"

Baekhyun mengangguk dan menghampiri eommanya. "Eomma, Baekkie tunggu oppa celecai belajal yah. Baekkie mau main cama Cehun dan Kai."

Tao membalasnya dengan senyuman. "Ya sayang."

.

"Ah Baekhyun, kamu dari mana sayang? Ahjumma dan eomma mencarimu tadi kemana-mana."

Baekhyun hanya diam. Ia menatap ke depan dengan pandangan kosong.

"Baekhyun sayang, ada apa nak?"

"Eommaaa…. syukurlah Baekhyun bersamamu."

Chanyeol berlari menuruni tangga dan menemukan eommanya yang berjongkok di depan Baekhyun. "Eomma, tadi Baekhyun menggangguku. Aku jadi tak bisa belajar sama Dara noona," adu Chanyeol.

"Benarkah itu sayang?" Yixing menatap Baekhyun menunggu jawaban.

Baekhyun hanya menatap Chanyeol dengan tajam. "Baekhyun benci oppa!" Baekhyun berjalan meninggalkan Yixing dan Chanyeol di dapur menuju ruang tengah tempat Sehun dan Jongin bermain.

"Apa yang terjadi Channie?"

Chanyeol mengangkat bahunya dan kembali ke kamarnya. "Eomma, bilang sama Baekhyun jangan menggangguku. Dan aku tak mau seorang pun mengetuk pintu kamarku!"

BLAM

.

Yixing mengerutkan dahi saat melihat Tao sudah siap untuk pulang. Ia baru kembali ke ruang tengah tempat Sehun dan Jongin bermain, setelah mengambil salad buah di dapur.

"Tao, apa yang terjadi?"

"Ah eonnie, baru saja aku mau menemuimu di dapur. Baekhyun tiba-tiba merengek minta pulang." Tao menoleh ke arah Baekhyun yang sedang mengelus pipi Sehun yang tertidur di bawah bersama Jongin.

"Pulang? Kenapa cepat sekali?" Yixing meletakkan salad buah di meja dan berjongkok di sebelah Baekhyun yang asyik dengan Sehun.

"Baekkie kenapa mau cepat pulang? Apa tadi oppa memarahimu?"

Baekhyun menggeleng. "Ani."

Yixing terkejut mendengar jawaban Baekhyun, tidak biasanya gadis kecil ini menjawab pertanyaan dengan singkat. "Apa oppa memarahimu sayang?"

Baekhyun menggeleng.

"Cerita pada ahjumma."

Baekhyun hanya diam. Ia kembali memainkan rambut halus Sehun yang sedikit panjang. Jongin yang sedang menghisap dot menatapnya penuh antusias, sesekali ikut menyentuh Sehun yang tertidur pulas di sampingnya.

Tao berjongkok di sebelah Yixing. " Aku juga sudah membujuknya tadi untuk memberitahu apa yang terjadi, tapi dia hanya diam saja. Baekhyun hanya bilang dia mau pulang. Entahlah apa yang terjadi padanya, padahal tadi dia yang bersemangat datang kemari."

Yixing hanya diam dan membantu Tao berkemas.

"Kami pulang dulu. Gomawo atas hari ini Yixing dan maafkan Baekhyun ku atas sikapnya." Tao mengelus surai Baekhyun berharap anak perempuannya itu meminta maaf kepada Yixing tapi Baekhyun hanya diam di samping eommanya.

"Lain kali main ke sini lagi ya Baekhyun. Ahjumma janji lain kali oppa pasti akan bermain dengan Baekhyun sepuasnya." Yixing mencubit pelan pipi chubby Baekhyun membuat gadis itu tersenyum menampilkan eye smile.

"Aigoo, kau menggemaskan Baekhyunnie." Yixing kembali berdiri. "Hati-hati Tao. Dah Baekhyun, dah Sehun…"

.Flashback END.

"Itu hanya permasalahan anak kecil sayang. Tak usah dipikirkan."

"Tapi sejak saat itu ia tak pernah berkunjung kemari sayang. Terakhir kali saat ia duduk di bangku kelas 6 SD sebelum kita pindah ke Jepang. Itupun hanya untuk mengantarkan kue buatan Tao. Dan waktu kita berjumpa dengannya beberapa minggu lalu, dia sangat canggung dengan kita. Dia seperti orang lain."

"Mungkin hanya perasaanmu saja sayang." Joonmyeon mengecup pipi istrinya.

"Perasaan seorang ibu itu tak pernah salah Suho. Ada sesuatu yang terjadi dengan Baekhyun. Dan penyebabnya adalah Chanyeol. Berulang kali aku bertanya padanya, ia bilang tidak tahu. Bahkan untuk membicarakan pernikahannya saja ia selalu lari. Padahal waktunya sudah dekat."

Joonmyeon mengulas senyum di bibirnya. Istrinya ini sangat perasa dan sensitif. Apalagi menyangkut keluarga dan anak-anaknya. "Kau tenang saja. Chanyeol sudah dewasa. Ia bisa menentukan hidupnya sendiri. Karena itu aku membiarkannya hidup sebagai gelandangan. Tapi dia tetap dalam pengawasanku."

Yixing memiringkan tubuhnya, "Myunnie, aku merindukan Chanyeol. Bisakah kau membawanya kemari?"

"Tentu. Dengan satu syarat." Joonmyeon mengelus paha mulus istrinya menyingkap rok yang dikenakannya. "Aku butuh bantuanmu sayang. Dia sudah bangun."

Yixing membulatkan matanya. Ia memang merasa sesuatu mengganjal di bottomnya saat duduk dipangkuan sang suami. Tapi ia mengabaikannya karena sibuk memikirkan Baekhyun.

"Tidak Myunnie. Aku sedang kedatangan tamu."

Joonmyeon mengerucutkan bibir,"Ayolah sayang... kau bisa blowjob atau handjob."

Wajah Yixing memerah. Meskipun sudah sering melakukannya, ia tetap saja merasa malu bila sang suami yang meminta. "Ini di tempat umum Myunnie."

"Tempat umum apanya? Ini dirumah kita sendiri."

"Kau tak lihat? Didepanmu hamparan Seoul sayang. Kalau ada yang melihat kita bagaimana?"

Joonmyeon tersenyum mendengar pernyataan istrinya, "Kita tinggal di atas gunung sayang, lagipula pemandangan di sini indah. Kau tak mau menikmati ini bersamaku hm?"

Yixing menghela napas. Memang susah menentang keinginan suaminya ini. Wajah malaikatnya menyembunyikan sifat aslinya yang tegas, keras kepala dan pervert. Yixing turun dari pangkuan suaminya. Ia memijat pelan 'milik' sang suami yang membuahinya.

"Ahh…"

"Sudah tegang dari tadi rupanya."

"Itu karena kau sayang. Ia merindukanmu."

"Pervert! Baru minggu lalu kita melakukannya."

"Tapi ia ahhh… buka saja. Aku butuh mulutmu Lay."

Yixing berjongkok di depan suaminya setelah membebaskan Suho kecil di sana. "Kau merindukan eomma sayang?"

"Ahh… masukkan Lay. Dia nggghh" Joonmyeon menutup matanya menikmati jilatan demi jilatan lidah Yixing. Service yang diberikan istrinya selalu memuaskan. Tak heran ia sangat mencintai yeoja berdimple manis ini.

"Lagiihh, Ohh"

Yixing memaju-mundurkan kepalanya. Memasukkan batang panjang milik sang suami. Menjilat, mengulum, mengisap, seperti sebatang lollipop. Tak lupa ia menggelitik pangkal penis itu dengan kedua tangannya. Membuat sang suami menggelinjang nikmat.

"I wanna come babeehh"

Yixing merasakan penis itu semakin membesar dan memenuhi rongga mulutnya. Ia semakin mempercepat gerakannya meskipun terkadang ingin muntah karena ujung penisnya menyentuh langit-langit mulutnya sangking besarnya.

CROT

NYESS

Cairan semen putih keluar memenuhi mulut Yixing, ia menelannya sebanyak mungkin. Sebagian meluber keluar mulutnya karena tak muat.

UHUK

Yixing mengeluarkan penis suaminya dan menutup mulutnya dengan telapak tangan agar cairan suami tak tumpah. Joonmyeon langsung menarik Yixing dan mendudukkannya di pangkuannya lagi. lalu mencium lembut sang istri, berbagi cairan cintanya.

"Nghhh" Yixing mendesah di sela-sela ciuman. Tangannya sudah mengalung di leher namja pemilik Kim Corp.

Joonmyeon memiringkan kepalanya ke kanan dan kekiri, menikmati bibir lembut sang istri yang meskipun hampir mencapai setengah abad masih tetap manis dan lembut. Ia meremas kedua payudara Yixing dari luar. Keduanya larut dalam ciuman panas yang cukup lama. Tak mempedulikan seseorang yang telah melihat adegan itu diseberang sana.

"Wow, dasar tidak ingat umur. Tontonan live nih, hihihi," seorang namja berambut blonde tertawa melihat dari teropongnya.

GREP

"Ada apa Soojung?"

"Aku merindukanmu."

Namja itu tampak berpikir. Sepertinya sex di rooftop tidak buruk. CHUP

"Ngghhh…. Ouhhh Kaii"

.

.

.

Baekhyun berdiri di depan sebuah toko sembako yang tak seberapa besar. Toko ini dikelola sepasang suami istri paruh baya dan beberapa karyawannya. Baekhyun sedikit berjinjit dan melongok ke dalam. Berharap apakah orang yang tinggal dengannya selama ini sudah kembali dari mengantar barangnya ke luar kota. Tingkahnya itu dilihat oleh si istri pedangang.

"Ada yang bisa saya bantu agasshi?" tanya istri pedagang menghampiri Baekhyun.

"Hm… annyeong ahjumma. Saya kemari mencari Chanyeol. Dia bilang akan keluar kota menemani ahjussi mengantarkan barang. Apa mereka belum pulang?"

Beberapa karyawan toko menoleh dan curi-curi dengar percakapan mereka. Tapi hal itu dikacaukan oleh tatapan tajam bos mereka yang menyuruh untuk kembali bekerja.

Istri pedagang itu tersenyum setelah memberi tatapan maut pada pekerjanya. "Mereka masih belum kembali agasshi. Mungkin sekitar 2 atau 3 hari lagi."

"Begitukah? Hm… gomawo atas informasinya ahjumma." Baekhyun menunduk. "Annyeong."

"Annyeong. Hati-hati agasshi."

Baekhyun membalikkan badan dan berjalan perlahan meninggalkan toko tersebut. Ia mengeratkan tali tas punggungnya. Sudah 3 hari Chanyeol menghilang setelah berkata akan keluar kota bersama bosnya untuk mengantar barang. Baekhyun merasa sedikit kesepian. Baekhyun merasa ada yang kurang. Biasanya apartemennya selalu ramai dengan adanya Chanyeol. Kini terasa lain seperti sebelumnya. Kaki kecilnya melangkah menuju mobil yang sudah berubah cat merah. Masuk kedalam dan melaju dengan kecepatan sedang.

.

.

.

Jongin memelankan Audi R4 miliknya ketika melihat lampu bewarna merah di ujung sana. Ia berdecak kesal setelah melihat antrian panjang didepannya. "Ck, sial!" rambut blonde itu seketika berhamburan.

Jongin menoleh ke arah kiri jalan. Pagar bangunan yang terbuat dari besi tebal berbaris-baris membuatnya melihat keadaan di dalam sana. Bangunan dengan banyak orang di dalamnya, yang sepantaran dengannya, berlalu lalang di lahan luas tersebut. Jongin membaca tulisan yang ada di depan bangunan di tengah-tengah area itu.

"Sungkyunkwan. Sungkyunkwan. Sung…. Ah, si mata bulat!" Ia membelok menuju universitas terkenal di Seoul itu.

.

.

"Sampai di sini Kyungsoo. Dah Kyungsoo"

"Dah Ren-ah"

"Sampai bertemu besok Kyungsoo"

"Iya. Dah Gong Chan"

Kyungsoo melambaikan tangannya pada kedua temannya yang berpisah setelah mengurus administrasi kuliah. Sebentar lagi mereka akan lulus, karena itu Kyungsoo dan Baekhyun hampir setiap hari mendatangi kampusnya untuk mengurusnya. Kyungsoo berpisah dengan Baekhyun karena ia dipanggil salah satu dosen untuk persiapan pidato saat upacara kelulusan nanti. Baekhyun menyuruhnya untuk pulang duluan karena takut Kyungsoo akan diganggu oleh namja-namja nakal di kampusnya. Kyungsoo menurut dan mengikuti dua temannya yang juga mau pulang.

Kyungsoo berjalan menuju pintu gerbang kampusnya sambil bersenandung dan menunduk. Sesekali ia tersenyum ketika lagu yang dinyanyikannya bernada ceria. Saat ia mendongakkan kepalanya, ia melihat seorang namja berdiri di samping mobilnya sambil melambaikan tangan. Kyungsoo berhenti. Ia menatap ke kanan dan kekiri, tak ada orang di dekatnya. Ia melihat namja itu masih melambai sambil tersenyum. Kyungsoo mengernyit. Ia mengangkat bahu dan kembali berjalan sambil bersenandung.

"Salmyeosi immatchun Xneun kiss, donggeurake aneun Oneun hug, hoksi beolsseo…"

"Suaramu sangat merdu"

"HUWAAA" Kyungsoo mundur beberapa langkah. Ia memegangi dadanya dan menatap orang didepannya.

"Hahahaha, kau lucu." Seorang namja tampak tertawa melihatnya terkejut.

"Tidak ada yang lucu! Minggir aku mau lewat!" ia meniru kata-kata Baekhyun ketika sahabatnya itu diganggu orang. Ia berusaha untuk terlihat galak walaupun keringat dingin sudah mengucur dari dahinya.

"Aku akan mengantarmu pulang."

O.O "Kau siapa?"

"Aigoo, kau melupakanku? Kau tak ingat aku? Aku Jongin, Kim Jongin. Namja yang membeli ice cappuchino di kafe mu waktu itu."

Kyungsoo berpikir. "Ooo…. Si hitam, jelek, bibir tebal, seperti kata Baekhyun yah?"

Jongin membelalakkan matanya. "Siapa yang mengatakannya padamu?! Tunggu. Baekhyun? Apa dia yang bersamamu waktu itu?"

Kyungsoo mengangguk. "Dia temanku. Teman baikku."

Jongin menepuk dahinya. "Astagaa, pantas rasanya aku mengenalnya. Itu memang noona. Dimana sekarang Baekhyun noona?"

"Dia masih ada urusan. Aku mau pulang. Dah…"

"Hei, tunggu. Pulang bersamaku saja."

Kyungsoo tampak menimang-nimang.

"Tenang saja. Aku bukan orang jahat. Kajja," Jongin menarik tangan Kyungsoo dan mendudukkannya di kursi sebelah pengemudi, lalu menjalankan mobilnya.

.

.

.

"…Meskipun kita sudah keluar dari universitas ini, bukan berarti perjuangan kita akan berhenti. Ini merupakan langkah awal untuk membuka lembaran kehidupan berikutnya. Mungkin kita akan terpisah jarak, tapi itu semua tak menghalangi kita untuk menyatukan diri dan kembali berkumpul di sini suatu saat ini. Ingatlah teman-temanku semuanya, kita adalah satu. We are One. Fighting! Demikian sambutan saya. Sekian dan terima kasih."

PROK PROK PROK

Tepukan tangan riuh menyambut Baekhyun setelah ia mengakhiri sambutannya. Sebagai siswi peraih indek prestasi kumulatif terbaik, ia ditunjuk memberikan sambutan mewakili teman-temannya.

"Akhirnya Baekhyun lulus. Sekarang dia seorang arsitek, Kris," lirih Tao, eomma Baekhyun sambil menghapus airmatanya haru.

"Iya sayang. Aku sudah menunggunya," balas appa Baekhyun sambil tersenyum bangga.

"Kau lihat hyung, noona memang yang terbaik." Salah satu tamu undangan ikut bertepuk tangan. Meski tempat duduknya di barisan paling belakang, tapi wajah cantik Baekhyun masih bisa terlihat melalui proyektor yang terpasang di depan.

"Dia memang Baekhyunku." Namja di sampingnya berdiri sambil mengancingkan jasnya yang terbuka.

"Mau kemana hyung?"

"Kembali jadi si pengemis." Namja itu tersenyum dan meninggalkan si blonde.

"Ya, ya, ya. Hanya duniamu saja yang kau urus!"

.

.

.

Baekhyun pulang ke apartemen pada malam harinya. Ia baru saja melewati pesta kelulusan dengan keluarga, teman-teman, tetangga dan juga Chanyeol. Tapi namja itu minta ijin pulang lebih cepat karena sedang tak enak badan. Mungkin efek keluar kotanya, pikir Baekhyun.

Baekhyun mengambil kantong es dan mengisinya dengan es kotak setelah berganti baju. Lalu membawa segelas ginseng merah yang dibawanya dari rumah, jaga-jaga jika Chanyeol sakit. Ia menerobos masuk kamar Chanyeol yang tidak terkunci.

"Kau baik-baik saja?" Baekhyun menarik kursi di meja belajar dan duduk di samping tempat tidur setelah melihat Chanyeol bergulung dengan selimutnya.

"Aku tidak apa-apa Baekhyun. Aku hanya lelah," jawabnya. Ya lelah. Lelah karena mengurusi urusan kantornya yang tak selesai-selesai dan memikirkan kebohongan apa lagi yang dibuat besok. Makan, mandi, dan tidur pun dilakukan di kantor. Dirinya butuh ranjang empuk untuk meluruskan punggungnya yang tertekuk di sofa selama satu minggu.

"Bangunlah. Aku membawa ginseng merah dari eomma. Ini bisa meningkatkan staminamu."

Chanyeol mendudukkan dirinya dan menikmati cairan yang masih hangat itu. "Aku tidak demam Baekhyun. Singkirkan kantong es itu."

"Aku belum mengecek suhumu."

"Aku tidak sakit Baekhyun. Sungguh. Aku hanya butuh istirahat dan akan pulih esok hari."

Baekhyun menghela napas lalu berdiri. "Terserah kau saja."

"Oia Baekhyun, aku akan keluar kota lagi selama sebulan. Aku berangkat 2 hari lagi."

"Sebulan? Kenapa lama sekali?"

"Bosku ingin mengunjungi gudangnya di sana."

"Ke mana kali ini?"

"Jeju."

"Terserah." Baekhyun menutup pintu putih tersebut.

Chanyeol kembali membaringkan tubuhnya dan menatap langit-langit. "Membohongimu lagi. Maaf, tapi aku harus melakukannya."

.

.

.

Baekhyun mendudukkan dirinya di salah satu tempat duduk yang ada di kantin. Hari ini ia kembali ke kampus untuk mengurus ijazahnya. Karena buru-buru setelah mengantar koran pagi, ia tak sempat sarapan. Terpaksa ia harus menunggu jam makan siang untuk mendapatkan menu makanan yang disukainya di kantin, pasta Hot Tuna dengan jus strawberry.

"Teman-teman aku punya berita baru." Seorang yeoja berambut ekor kuda membuka suara di antara ke empat yeoja yang sedang menikmati makan siang berjarak satu meja di depan Baekhyun.

"Apa itu?" tanya temannya yang berambut panjang terurai.

"Kalian tahu Kang Jiyoung? Mahasiswi jurusan ekonomi yang terkenal pendiam itu?"

"Aku tahu dia. Dia artis kan? Kalau tak salah anggota KARA yah?" si pipi tembam membuka suaranya

"Kau benar. Dia memang misterius." Yeoja berambut pendek dan bertubuh paling tinggi di antara keempatnya berbicara.

"Kabarnya dia bertunangan dengan Kim Yu Kwon. Itu loh rapper yang tergabung di Block B."

"Jinjja?" si rambut panjang dan si tembam kaget.

"Ah, sudah biasa," sahut si jangkung.

"Hei, hei, mereka tidak disetujui awalnya," si ekor kuda menikmati makanannya.

"Kenapa? Bukankah mereka sama-sama artis terkenal? Banyak uang?"

"Kabarnya orang tua Jiyoung tidak merestui karena latar belakang U-Kwon oppa. Karena dia itu rapper. Menurut orang tua Jiyoung, rapper itu identik dengan kekerasan dan dunia malam."

"Ah, itu hanya pemikiran lama."

"Terus bagaimana mereka bisa tunangan?"

"Kabarnya Jiyoung hamil dengan U-Kwon oppa dan akhirnya orangtuanya merestui hubungan mereka untuk menutup malu."

"Ihh, jauh-jauh deh," si tembam mengusap kedua punggung tangannya.

"Makanya kalau mau main pake pengaman."

"Ah, aku jadi merindukan Sehun oppa," celetuk si jangkung.

"Bukankah kau baru diputuskan olehnya, Jinri?"

"Iya sih. Meskipun hanya one night stand, tapi juniornya Sehun oppa itu masih teringat di kepalaku. Panjang, lentur, besar, dan manis. Big dick. Yummy"

"IIKKKHHH…" ketiganya berhenti makan.

"Kami sedang makan tau. Itu jorok!," teriak si rambut lurus.

"Biarin. Serasa memakan sosis raksasa. Mulutku sampai penuh dibuatnya, apalagi saat ia memasuki hole. Ohh…. Aku tak sanggup membayangkannya."

"Cukup. Kau membuat kami mual!" si ekor kuda menghentikan makannya.

"Hei, kudengar Sehun dan Luhan eonnie pacaran." celetuk si rambut lurus.

"MWO? ANDWAEE!"

"Kenapa? Mereka kan cocok. Sehun tampan, Luhan eonnie cantik."

"Sehun hanya milikku!"

"Dia sudah jadi mantanmu Choi Jinri!"

"Bagaimana bisa keduanya pacaran?"

"Bukankah ada gosip kalau Luhan eonnie itu selingkuhannya dosen kita? Kudengar nilainya membaik karena tidur dengan salah satu dari mereka."

"Itu tak benar Kwon Sohyun. Itu hanya gosip yang disebarkan mantan namjachingunya karena ia tak mendapat hole Luhan eonnie."

"Benarkah itu Jin Hyewon?"

Si rambut ekor kuda hanya mengangguk. "Kasihan Luhan eonnie. Gara-gara itu ia tak berpacaran hampir setahun terakhir hingga berpacaran dengan Sehun. Beruntung sekali si albino itu."

"Paling-paling hanya one night stand aja."

"Tapi kudengar Baekhyun eonnie tidak menyetujui mereka."

"JINJJA? Eonnieku yang cantik itu tidak menyetujuinya? Kau pasti bercanda kan Lee Hyeri?"

"Dia tomboy dan cuek. Dia bahkan berkelahi dengan Luhan eonnie beberapa minggu lalu. Baekhyun eonnie tidak setuju karena sifat Luhan eonnie yang seperti itu."

"Lalu?"

"Entahlah. Yang pasti keduanya masih pacaran. Bahkan sudah beberapa kali nge-sex," Hyeri mengolok Jinri yang mempoutkan bibirnya.

"Cih, dasar!"

"Hahahahha… ups!" Hyewon terdiam saat ia menoleh ke belakang melihat Baekhyun yang menatap mereka dengan tajam. Ketiga temannya ikut terdiam. Sontak semuanya bergegas meninggalkan kantin.

"Ah, aku sudah kenyang. Aku duluan yah. Ayo Hyeri," Jinri menyeret Hyeri yang meminum jusnya.

"Sebentar. Jusku…" Hyeri menghabiskan jus melonnya.

"Aku mau ke toilet." Jinri melesat ke toilet di sudut kantin.

"Kalian duluan saja. aku mau ke ruang dosen." Sohyun langsung berlari keluar.

Baekhyun hanya menggelengkan kepala. "Kalau bukan ayah kalian karyawan di kantor appa, sudah ku gilas kalian."

.

.

.

Kampus sudah sepi di sore hari. Kebanyakan mahasiswa sudah pulang ke rumah. Hanya 5% yang tinggal karena ada kuliah sore dan tugas lainnya. Sinar mentari sore membias melewati jendela kaca membentuk kiasan nan magis di lantai. Baekhyun mempercepat langkahnya. Ia ketiduran di perpustakaan dan baru terbangun pukul 5.30 sore. Baekhyun sedikit berlari mengingat ia berada di lantai 5. Tidak ada lift disini, jadi ia menggunakan kakinya untuk menuruni ratusan anak tangga.

TAP

"Tidak itu tidak mungkin."

"Ku mohon percayalah padaku."

Baekhyun mengedarkan pandangannya. Ia mendengar suara ribut-ribut.

"Nggak. Itu bohong. Kau pasti bohong kan?!"

"Aku tidak berbohong Sehunna. Aku punya buktinya."

Baekhyun mengerutkan dahi ketika melihat bayangan dua orang di ujung koridor. "Sehun?"

"Kau bohong Xi Luhan!"

"Untuk apa aku membohongimu Oh Sehun!"

Baekhyun melangkah mendekat tanpa sepengetahuan keduanya. Ia bersandar di balik dinding terdekat.

"Bukankah waktu kita hanya bermain dua kali tanpa pengaman?"

"Hiks... sudah kubilang wktu itu obatku habis dan kau memaksaku melakukannya. Hiks... inilah akibatnya. Aku hamil dan ini anakmu Sehun."

Mata Baekhyun membulat mendengarnya. "Luhan hamil anak Sehun?"

"Tidak. Kau pasti berbohong. Bukankah kau sering tidur sama namja lain. Pasti itu anak mereka. Yah, pasti begitu."

"Sehina itukah aku dimatamu Wu Sehun? Hiks... hiks... Bukankah kau bilang kau mencintaiku dan akan menerimaku apa adanya? Hiks hiks setelah semuanya terjadi kau ingin membuangku?"

"Bu... bukan begitu Luhan. A... aku. Aku mencintaimu. Sungguh. Tapi aku belum siap kalau seperti ini. Aku ... Aarrgghh..."

"Hiks... hiks... aku hanya ingin kau tahu ini anakmu Sehun. Ingatlah, aku tak pernah tidur dengan namja lain sejak setahun lalu. Hanya kau yang menyetubuhiku tanpa pengaman. Hiks... kalau pun kau tidak mau menerimanya tak masalah. Aku akan membesarkannya sendirian. Hiks... Hiks... hiks..."

Luhan melewati Baekhyun sambil menangis. Ia tak menyadari adanya orang ketiga yang mendengar pembicaraan mereka.

"Aarrrgghhh, sial!" Sehun mengacak memukul dinding di sekitarnya. Ia berjalan ke arah yang sebaliknya.

.

.

.

Sehun menutup matanya menikmati semilir angin sore . Nafasnya sudah tenang dibanding saat ia mendatangi atap kampusnya. Perkataan yeojachingunya masih terngiang di telinganya. Ternyata apa yang dikatakan oleh noonanya hari itu menjadi kenyataan.

KRIETT

"Aku tak ingin bertemu denganmu Luhan."

Hening

1 menit

2 menit

5 menit

Sehun menoleh ke belakang. Matanya membesar melihat siapa yang datang. "Noona?"

BUGH

"Aww..." Namja pucat itu memegangi kepalanya yang baru dipukul dengan gulungan kertas tebal.

"Ini untuk Luhan."

BUGH

BUGH

DUAGH

"Ampunn noona. Ampunn..." Sehun mengangkat kedua telapak tangan melindungi wajah dan tubuhnya. Ia meringkuk dilantai dihadiahi pukulan plus tendangan bertubi-tubi dari Baekhyun.

"Apa yang harus ku lakukan pada namja brengsek sepertimu, adikku tersayang?!" Baekhyun berkacak pinggang.

Sehun membetulkan posisinya dan duduk kembali di tempat semula. Ia tersenyum melihat noonanya dengan wajah memar.

"Kau tak merindukanku noona?" Sehun merentangkan tangannya ke udara.

Baekhyun memutar mata malas. "Anggap saja itu balasan waktu itu dan hukumanku untuk anakmu." Baekhyun duduk di sebelahnya.

"Noona... Noona mendengarnya?"

"Kalau mau berkelahi jangan di koridor, pabo! Seluruh kampus bisa tau!" Baekhyun menjitak Sehun. Namja berambut platina itu mengusap kepalanya yang terasa nyeri.

"Sejak kapan anak laki-laki keluarga Wu jadi pecundang? Memalukan!"

Sehun menatap noona yang berjarak 4 tahun darinya. Ia tersenyum lirih. Kata-kata itu menyinggungnya tapi ia tahu di balik itu yeoja berwajah baby face ini sangat menyayanginya.

"Kau benar noona. Inilah akhir Wu Sehun."

"Ck, akhir dari suatu hal bisa jadi awal yang baru."

"Aku menyerah. Aku belum siap noona. Appa akan membunuhku jika dia tau. Dan noona akan terkena imbasnya."

Baekhyun memandang sang adik yang menunduk. Tersirat kepasrahan di sana. Tak tahu apa yang harus diperbuat.

"Masalah appa serahkan padaku."

Sehun menoleh. "Noona, appa bisa memarahimu nanti. Kau bisa dihukum. Aku tak mau!" Sehun memeluk tubuh mungil Baekhyun.

"Tenanglah. Tak ada yang mustahil bagi Wu Baekhyun."

Baekhyun menepuk pelan punggung Sehun. Memberikan ketenangan bagi sang adik yang beru berusia 19 tahun. Sehun semakin mempererat pelukannya membuat Baekhyun tersenyum. Kebiasaannya tetap tak berubah sejak dulu. Ia akan berlindung di belakang Baekhyun dan memeluk erat tubuh sang kakak untuk menghilangkan ketakutannya. Baekhyun membiarkan Sehun terus bersandar padanya hingga batas kemampuannya.

.

.

.

Sebuah mobil ... putih berhenti di lampu merah.

"Oppa, habis ini kita ke restauran yang ada di ujung jalan sana yah. Aku lapar..." rengek yeoja yang duduk di bangku penumpang.

"Baiklah."

"Oppa, terima kasih sudah menemaniku hari ini."

"Ya, sama-sama."

Namja itu tetap melihat ke depan tanpa memperhatikan ekspresi yeoja di sampingnya. "Ehh..." onyxnya menyipit memfokuskan bayangan di seberang sana. Sebuah karya Tuhan yang sangat dikaguminya. "Baekhyun?"

.

.

.

Chanyeol membuka pintu apartemen yang sudah ditinggalinya selama 2 bulan ini. Jam sudah menunjukkan pukul 23.00. Ia baru pulang dan menemukan keadaan yang sama seperti saat pertama kali ia datang. Bungkus snack berantakan disana-sini, botol plastik, minuman kaleng berhamburan di atas meja dan tv yang menyala. Ia menggelengkan kepala dan memungut satu per satu lalu membuangnya di tempat sampah. Setelah semuanya rapi, Chanyeol bermaksud mencari Baekhyun yang sejak tadi tak terlihat, padahal mobilnya terparkir di basement. Suara bedebum membuat Chanyeol menerobos masuk kamar Baekhyun yang gelap dan melihat yeoja itu tergeletak di lantai dengan botol disampingnya.

"Baekhyun, ada apa?"

Baekhyun mendongak dan menyeringai. "Kau… setubuhi aku!"

.

.

.

TBC

Huehhh, ceritanya aneh yah? Kurang panjang? Ona sengaja memotong bagian akhir karena membaca terlalu lama dan banyak itu melelahkan mata. Hehehe, semoga mata kalian tak cepat lelah. Ingat, membacalah di tempat yang pencahayaannya cukup dan jarak pandang 30 cm. Dan juga jangan membaca sambil berbaring. Aku tak mau mata kalian nantinya sakit karena membaca terlalu banyak. Kesehatan mata itu penting Lhoo :)

Ah, baru liat MVnya Troublemaker yang lagi hits jadi ngebayangin gimana kalo ChanBaek di posisi itu #yadongON khekhekhekkk. Yang dibawah 19y.o nggak boleh nonton yahh, tpi baca ff boleh. Huekekekkk…. Apa ini #plakk

Oia, maaf tak bisa membalas satu per satu review yang masuk karena sambutannya banyak ^^. Aku akan menjawab secara umum review kalian. Sekali lagi maafkan Ona #bowing

Yang suka jalan cerita, gaya bahasa & penulisan serta karakter toko Ona ucapin gomawo ^^. Ide ini sudah lama sebelum Ona bergabung di FFn dan aktif menulis. Ona sempat menunda menulisnya karena menikmati liburan di tempat nenek (selama ini Ona nggak perna ngerasain namanya holiday secara 'normal'). Jadi waktu Ona kembali ke asal (?) Ona langsung ngetik dan jadilah ff ini. Hehe…

Yang penasaran dengan ChanBaek dan kisah hidup mereka, ikuti terus jalan ceritanya. Ona usahain memberikan yang terbaik bagi kalian dengan update kilat. Tapi mohon maaf jika seandainya nanti Ona sedikit lama updatenya. Kita punya kesibukan masing-masing yang tidak bisa ditinggalkan karena itu Ona harap readersnim bersabar menunggu :3 NCnya maaf kalo kurang HOT, untuk ChanBaek bertahap yahh hehehe.

Yang penasaran dengan HunHan maupun tokoh lainnya, Ona selalu membuat part mereka di setiap cerita meskipun hanya sekilas karena ini fokus ke ChanBaek. Nggak ada perbedaan kok, hanya saling melengkapi.

Bagi readers yang meminta link video ChanBaek yang saya maksud di awal, sudah di PM masing-masing. Bagi yang belum mendapat PM Ona, silahkan PM lagi. Ona pelupa orangnya #pelukLay Selamat menonton dan mari berbagi cerita di PM #gosipModeON XD

Yang menunggu ceritanya lanjut, ini sudah Ona lanjutin ceritanya. Jangan lupa review yah… :3

Annyeong … :3