It's Just Fanfiction

Pair : Kibum x Yesung

If You Don't Like Please Don't Read.

Warning : Boys Love, Typo (s), Super Crack Pair.

Buat anak Kecil gak disarankan untuk baca. Meskipun gak ada adegan Vulgar yang terlalu ekstrim tapi ff ini Ratenya tetap masuk M :p

~ Love So Perfect~

Enjoy ^^

Chapter Three

.

.

.

Ready

.

.

Cek it out :D

.

.

Seperti pagi-pagi sebelumnya dimana Yesung yang selalu menyiapkan sarapan untuk sang suami yang kini ditambah dengan adik ipar yang begitu menyayanginya.

Tapi entah kenapa hari ini sepertinya yesung merasakan ada yang tidak beres dengan tubuhnya. Kepalanya pusing, tubuhnya lemas tapi ia tak ingin manja dan tetap bertahan menjalani kewajibannya seperti biasa.

" Hyung kau sakit ya?" Tegur Ryeowook saat melihat yesung yang sesekali seperti mengurut pelipisnya. Ditambah lagi wajah manis itu tak secerah biasanya dan dengan sekali lihat saja kita bisa tau jikalau namja manis itu sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.

Kibum pun sontak menoleh mendengar pertanyaan yang ditujukan Ryeowook untuk yesung. Suami macam apa dia yang tidak menyadari keadaan istrinya. Bahkan tadi malam mereka sempat bercinta, tapi kibum benar-benar tak menyadari Kondisi kesehatan Yesung yang sebenarnya terlihat menurun.

Namja tampan itu bangkit dari posisinya untuk menghampiri yesung. Tangannya terulur untuk menyentuh kening yesung " Kau sakit?" Bisiknya.

Yesung menggeleng pelan seraya menepis pelan tangan kibum dari keningnya " Aku tidak apa-apa! Hanya sedikit pusing saja, nanti juga sembuh" Dia benar-benar keras kepala bukan?

Kibum membuang nafas perlahan lalu tanpa meminta Izin dari yesung, langsung saja ia angkat tubuh yang melemah itu bergaya bridal " Kalau sakit tak perlu dipaksakan! Masih banyak maid yang kubayar untuk menyiapkan makanan untukku" Decak Kibum yang sarat akan nada cemas, ia bawa yesung menuju kamar mereka yang berada di lantai dua.

Wajah yesung merona (?) Tentu saja. Meskipun terkesan dingin tapi bukankah ini termasuk romantis karena Kibum begitu menghawatirkannya, mungkin.

" Ta-tapi kan! Kau "

" Sudah jangan banyak bicara! Mau kupanggilkan dokter atau tidak?" Dengan pelan ia rebahkan tubuh yesung diatas ranjang " Wajahmu pucat! Apa kau tidak pernah makan huh? Bahkan aku baru menyadari kalau kau terlihat sangat kurus jika dibandingkan pertama kali aku membawamu kesini"

Wajah yesung semakin merah. Apa ini sungguhan? Atau hanya halusinasinya saja? Kibum mencemaskannya.

" Mi-mianhe sudah memuatmu khawatir" Takut yesung.

Kibum menatap tajam yesung yang tengah berbaring diranjang mereka. Dalam keadaan seperti ini masih sempat-sempatnya namja ini meminta maaf fikirnya.

" Ak-aku mmmpphhh"

Tidak tahan melihat yesung yang terlihat ketakutan, langsung saja ia bungkam bibir istrinya itu dengan bibirnya membuat yesung membulatkan mata karena terkejut. Namja manis itu mengerjab beberapa kali dan hanya menatap polos suaminya saat kibum sedikit menjauhkan wajahnya dari wajah yesung " Jangan cerewet dan aku tak menyuruhmu meminta maaf"

Yesung hanya mengangguk pelan tak ingin membantah lagi.

" Apa yang kau rasakan? Apa hanya pusing? Atau ada yang lain?"

Yesung terlihat sedikit berfikir dan meskipun wajah manis itu terlihat pucat~~ tapi sungguh menggemaskan dengan raut seperti itu " Agak mual juga.. Sepertinya aku masuk angin"

" Hem~~ baiklah! Aku akan menjagamu sampai dokter datang kesini" Kibum menyelimuti yesung hingga sebatas dada. Namja tampan itu menyingkap anak rambut yang menutupi kening yesung lalu ia kecup kening yesung lembut.

Yesung bersumpah ini benar-benar sesuatu yang tidak bisa ia terima dengan akal sehatnya. Kenapa kibum jadi begitu baik seperti ini. Apa suaminya ini salah makan? Atau kepalanya terbentur sesuatu makanya dia jadi sebaik ini?

Klek

Perhatian kibum teralih tat kala mendengar suara pintu terbuka. Hingga muncul namja tampan berwajah oriental dengan pakaian serba putih dan Kita pasti tau pekerjaannya hanya dengan melihat pakaian yang ia kenakan.

" Han gege" Sapa Kibum tersenyum pada dokter yang sepertinya sudah ia kenal sangat dekat itu.

Sang dokter pun balas tersenyum. Ia melangkah pelan menuju ranjang dimana ada Kibum dan Yesung. Meletakkan tas yang berisikan peralatan kedokterannya yang berada diatas meja sebelah ranjang " Apa yang kau rasakan Yesung-sshi?" Tanya dokter sambil mengisyaratkan Kibum untuk sedikit bergeser dari posisinya.

" Kepalaku pusing, perutku juga mual! Tapi tidak ingin muntah."

Dokter mengernyit ketika stetoskopnya telah menempel di perut yesung.

" Apa kau juga tak berselera makan?"

" Yah, kalau makan yang ada perutku bertambah mual, dokter"

" Sebenarnya dia sakit apa gege?" Serobot kibum tak sabar karena melihat dokter itu menyentuh-nyentuh istrinya membuat hatinya panas, cemburu di tempat yang tidak pas sepertinya.

" Ehem~! Aku belum yakin sebelum melakukan tes lebih Lanjut" Dokter itu menjeda kalimat untuk mengeluarkan beberapa obat dari dalam tas nya " Diagnosa sementara Yesung-sshi sedang hamil"

Hening! Yesung mau pun Kibum masih belum menangkap ucapan dokter karena dokter itu mengucapkannya terdengar samar dan tak terlalu serius.

" Besok datanglah kerumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut" " Dan~~ obat ini diminum setelah makan oke" Dokter meletakkan beberapa obat diatas meja.

" Jadi dia sakit apa?" Kibum masih penasaran.

" Huft~~ Dia hamil Kibum-ah! Tapi aku belum bisa memastikannya"

Kibum terperangah! Hei istrinya itu namja. Bagaimana bisa Ha~mil.

" Ha-hamil?" Gumam yesung " A-ak-ku hamil?"

" Diagnosa sementara Yesung-sshi"

" Aku akan punya anak?" Kibum masih belum percaya dengan apa yang ia dengar dan tak pernah membayangkan kalau istri namjanya bisa hamil.

" Besok datang kerumah sakit! Kalian harus datang berdua" Dokter menyentuh pundak kibum dan berlalu meninggalkan pasangan suami istri itu berdua.

Fikiran mereka berdua berkecamuk. Bagaimana mungkin Yesung bisa hamil, bukankah dia juga namja seperti Kibum?

" Aku akan punya anak?" Lirih kibum sekali lagi, namja tampan itu terlihat blank yang mulai menyiratkan ketakutan dihati yesung.

Bagaimana jika benar ia hamil? Apa yang akan kibum lakukan padanya setelah ini. Kalau Kibum membuangnya bagaimana?

" Maafkan aku! Aku sama sekali tidak tau jika akan seperti ini" Yesung berucap dengan wajah yang tertunduk begitu dalam, tangannya sibuk meremas selimut saking takutnya " Maafkan aku"

Greeeppppp

Yesung terlonjak saat tiba-tiba Kibum memeluknya begitu erat namun tak sampai membuat yesung tersakiti " Aku bahagia yesung! Jeongmal"

" Ki-kibum-sshi?"

" Jangan panggil aku seperti itu. Aku nampyeonmu baby, panggil aku yeobo" Bisik Kibum " Terima kasih! Jika benar malaikat itu sedang tumbuh di rahimmu aku benar-benar berterima kasih! Aku mencintaimu"

Degh~~

Apa yesung tak salah dengar! Kibum bilang mencintainya. Apa telinganya sedang bermasalah? Tuhan~~ apa aku sedang bermimpi?

" Aku mencintaimu Yesung! Aku bersumpah~~"

Hati yesung menghangat namun terasa sedikit sesak. Ia benar-benar ingin menangis sekarang. Bahkan ia tak pernah bermimpi untuk mendapatkan cinta dari suaminya ini dan sekarang rasanya benar-benar tak pernah terbayangkan.

Tanpa ia sadari air matanya mengalir begitu saja " Apa aku sedang bermimpi?" Isaknya pelan " Apa kau sedang membohongiku tuan hiks hiks"

Kibum melepaskan pelukannya. Tangannya terulur menghapus air mata yang membuat wajah istrinya basah lalu ia kecup kelopak mata yesung bergantian " Ini bukan mimpi dan aku sama sekali tidak membohongimu! Perasaan ini sudah ada sejak pertama kali aku menyentuhmu. Tapi~~" Kibum menjeda kalimatnya. Namja tampan itu tersenyum kecil karena menyadari kebodohannya " Tapi aku terlalu sombong untuk mengakui kalau aku telah jatuh dalam pesonamu, istriku"

" Tapi aku hanya namja yang"

" Sssshhhhh~~ bahkan kau lebih berharga dari apapun dan masalalu itu sebaiknya tak usah diingat lagi. Panti asuhan itu sudah benar-benar kulepaskan untukmu"

Dan lagi-lagi lelehan air mata yang mengalir dipipi yesung menjadi semakin deras. Tuhan benar-benar menyayanginya.

" Gomawo" Lirihnya.

" Saranghae Kim Yesung" Kibum menempelkan keningnya dengan kening yesung dan memejamkan mata ketika hidung mereka saling bersentuhan.

.

.

.

.

Mentari pagi menyapa saat pasangan suami istri itu masih begitu asik dengan mimpi mereka.

Diranjang berukuran besar ini mereka tidur didalam selimut yang sama. Dimana sitampan yang memeluk istrinya begitu posesive dan si manis yang terlalu nyaman didalam pelukan si tampan yang begitu hangat.

Simanis terjaga dan mendongak untuk melihat wajah tampan suaminya. Dia tersenyum manis lalu mencium dagu sang suami hingga membuat sang suami mengulum senyum meskipun dengan mata yang masih terpejam.

" Morning baby," Sapa Kibum dan sedikit merunduk untuk melihat wajah manis sang istri yang terlihat begitu menggemaskan meskipun baru bangun tidur " Cepat sekali bangunnya sayang! Ini masih terlalu pagi"

" Uwk" dan ketika kibum hendak mencium bibir yesung tiba-tiba ia merasa mual dan langsung bergerak dari posisi berbaringnya, bergegas untuk lari kekamar mandi yang berada dikamar mereka.

Kibum pun ikut bangkit dan mengejar istrinya. Kasihan melihat yesung yang terlihat menderita di fase ngidam seperti ini. Setiap pagi kerjaannya hanya muntah-muntah tidak jelas, dan untuk makan pun rasanya sulit karena setiap makanan yang hendak yesung masukkan kedalam mulutnya pasti takkan pernah sampai masuk kedalam kerongkongannya.

" Uwek~uwek!"

Kibum mengurut leher yesung berharap bisa sedikit meringankan rasa mual yang mendera yesung meskipun mungkin tidak ada efek sampingnya sama sekali " Apa perlu kupanggilkan han gege kesini baby?"

Yesung menggeleng pelan " Tidak usah yeobo~~ bukankah sudah biasa seperti ini." Yesung membasuh mulutnya dengan air yang mengalir dari keran lalu berbalik untuk meyakinkan kibum kalau semua baik-baik saja.

Kibum menghela nafas panjang " Baikla~~h! Lalu sekarang masih mual atau tidak?"

Dan lagi-lagi yesung menggeleng pelan namun kini dengan senyum yang tersemat indah diwajah manisnya. Seketika itu ia melingkarkan kedua tangannya dileher Kibum lalu mengecup ringan bibir suaminya sebagai pengganti morning Kiss yang tadinya sempat terganggu.

" Huh! Istriku memang yang terbaik" Kibum pun langsung mengangkat tubuh yesung, membawanya keluar dari kamar mandi bergaya bridal. Bukankah mereka terlihat begitu romantis?

" Suamiku juga yang terbaik" Yesung tersenyum ceria diatas gendongan Kibum " Dan yang paling tampan sedunia."

Kibum tertawa kecil akan racauan polos istrinya. Semoga kebahagiaan ini tak hanya sementara saja.

.

.

.

.

.

Keluarga Yang bahagia dimana tengah menantikan sang buah hati yang akan lahir kedunia beberapa bulan lagi.

Perutnya terlihat mulai membuncit diusia kandungannya yang telah masuk dalam angka 5 bulan.

Kibum mengusap-usap perut istrinya sambil berbaring dibelakang istrinya. Yah mereka sedang menghabiskan malam diatas ranjang didalam kamar dengan suhu yang tak terlalu dingin. Dagunya ia tumpukan di bahu Yesung, lengan kekarnya dijadikan sandaran kepala yesung tak memperdulikan pegal yang akan menderanya jika dalam keadaan seperti itu dalam waktu yang cukup lama.

Yesung menghela nafas pelan lalu berbalik dan menyaman kan posisinya untuk masuk kedalam pelukan kibum. Ia sesapkan wajahnya didada bidang sang suami untuk menghirup aroma maskulin yang selalu mampu membuatnya terbuai.

" Dingin huh?" Bisik Kibum seraya menarik selimut untuk membungkus dirinya dan Yesung.

Yesung menggeleng pelan. Tangannya terulur memeluk perut kibum meskipun sedikit kesusahan karena terhalang perut buncitnya " Hanya merindukan suamiku" Bisiknya lirih.

Kibum tersenyum lembut. Yah! Semenjak hamil yesung memang selalu manja, malah kadang meminta sesuatu yang tak wajar dan membuat Kibum sakit kepala. Tapi demi malaikatnya ini apapun tak masalah baginya.

Kibum membalas pelukan Yesung " Ehm~~ Bukankah dari tadi aku disini huh?" Godanya.

Yesung mendongak hingga hidung mancungnya bersentuhan dengan dagu Kibum " Memangnya tidak boleh?" Tanyanya yang mulai sarat akan nada kesal. Bibirnya mengerucut seperti paruh burung, matanya menatap kibum sebal dan tangannnya memukul pelan dada kibum.

Kibum tertawa kecil seraya meraih tangan yesung lalu menciumnya lembut " Boleh saya~~ng siapa bilang tidak boleh huh?"

" Lalu kenapa bertanya?"

" Ya ampu~~n begitu saja marah huh? Tidak boleh seperti itu... Aku kan hanya ingin tau saja sayang" Kibum mencubit gemas pipi gempal yesung lalu menciumnya " Tidak mengantuk?"

Yesung bangkit dari posisi berbaringnya dan duduk diatas ranjang diikuti oleh Kibum " Aku ingin susu" Rengeknya " Buatkan aku susu arrachi!"

Melihat wajah ceria itu Kibum sama sekali tak tega untuk mengatakan 'Tidak' . Namja tampan mendesah pelan " Baikla~~h. Tunggu disini aku buatkan seben"

" Aniyo~~ aku ikut" Yesung mencengkram pergelangan tangan Kibum ketika suaminya itu hendak turun dari ranjang " Aku tidak mau sendirian!"

Kibum mengernyit lalu setelahnya ia pun menuruti kemauan Istrinya " Kajja!" Ajaknya.

Namun bukannya bangkit Yesung malah menggelengkan kepalanya beberapa kali.

" Huh? Katanya mau ikut"

" Hem~~ gendo...ng" Rengek yesung sekali lagi seraya merentangkan tangannya berharap sahutan dari Kibum.

Dan sekali lagi Kibum hanya menghela nafas karena ia tak mungkin bisa menolak apa yang yesung ingin kan. Ia pun mencoba tersenyum lalu berniat mengangkat tubuh mungil istrinya namun ketika tangan Kibum hendak meraihnya sekali lagi Yesung menolak.

" Dibelakang chagiya~ Bukan didepan" Yesung memaksa kibum untuk berbalik lalu naik ke atas pungkung suaminya. Ia peluk erat leher Kibum " Kajja" Cerianya.

" Heuh! Apa tidak apa-apa seperti itu? Kasihan baby yang ada didalam perut chagi~~"

" Baby Gwenchana~~ Dia baik-baik saja didalam sini! " Yesung membelai perutnya sendiri " Kajja~~ Baby sudah tidak sabar ingin minum susu, Daddy~~" Yesung mengeratkan pelukannya dileher kibum memaksa agar suaminya segera bergegas membawanya.

Kibum tergelak kecil lalu benar-benar bergerak kedapur. Membuatkan susu untuk yesung.

.

.

.

" Kya~~ Yesung-ie noona! Apa kabar keponakanku hari ini" Ryeowook berhambur memeluk yesung yang tengah duduk manis menunggu Kibum selesai membuatkannya susu.

" Ya! Sejak kapan aku jadi Noona Ryeowok-ie ah" Yesung memukul pelan kepala Ryeowook " Kau dari mana saja huh?"

Ryeowook melepaskan pelukannya. Wajah imutnya terlihat begitu cerah dan ceria " Aku tadi~~ hem!"

" Huh?"

" Tadi aku pergi ke Sungai Han bersama Sungmin hyung"

" Eh! Bukankah Pinky Boy itu sudah menikah" Kibum datang dengan segelas susu lalu memberikannya pada Yesung " Jangan katakan kau berniat merebut suami orang huh?"

Ryeowook mendengus dengan bibir yang terpout sangat sempurna " Dia sudah bercerai hyung! ternyata Istrinya itu tidak baik. Hanya menginginkan Harta orang tua minnie hyung saja"

" Cih! Lalu dia kembali padamu begitu?" Cibir Kibum.

" Yah, tidak masalah. Toh aku dan dia masih saling mencintai kan?"

Kibum memutar bola matanya malas " Terserah kau sajalah" desahnya lalu mengembalikan perhatiannya pada Yesung dan sedikit terkejut karena susu Istrinya telah tandas. Sepertinya Yesung benar-benar kehausan " Wa~~h baby. Haus ya?"

" Hem~~" Yesung mengangguk lucu " Kajja Kita tidur lagi"

" Baiklah!" Kibum mengangkat Yesung tanpa permisi " Bye Ryeowook-ie...Cepatlah menikah agar kau tau bagaimana rasanya seperti ini, " Lalu ia kecup pipi yesung untuk membuat Ryeowook semakin sebal.

" Jangan menggodanya~~" Kekeh yesung seraya mencubit pelan lengan Kibum.

Kibum Hanya tertawa dan melenggang pergi membiarkan Ryeowook sendirian disana.

" Yah, yah~~ sebentar lagi aku akan menikah," Desahnya lalu iapun memutuskan untuk kekamarnya.

.

.

.

Pagi hari dimana selalu tugas sang Istri untuk melayani Suami tercintanya. Yesung berdiri dihadapan Kibum seraya memperbaiki Dasi Suaminya. Tangan mungilnya bergerak-gerak, raut wajahnya kadang berubah-ubah yang malah membuat Kibum menjadi gemas.

~Chu~

Dikecupnya bibir yesung yang tengah mengerucut karena terlalu serius membetulkan dasinya.

" Ya! Hais~ diamlah sebentar tuan besar" Decak yesung karena merasa pekerjaannya di ganggu oleh sang suami.

" Tidak akan! Aku suka seperti ini"

~Chu, chu, chu~ Berniat membuat yesung bertambah kesal namja tampan itu mencium bibir yesung berkali-kali.

" Ya!" Yesung memukul pelan bahu Kibum " Kapan aku selesainya kalau seperti ini? rrrrr "

Kibum bersidekap " Siapa suruh kau tidak menciumku tadi?" Menyipit kejam dan yesung tau hal itu dilakukan kibum hanya untuk menakut-nakuti dirinya saja " Jatah Morning Kiss Ku mana?"

" Huft~~ Cium saja tembok" Yesung yang sudah terlanjur kesal pun akhirnya berbalik setelah menyelesaikan prakarya nya pada Dasi kibum " Aku kebawah dulu, menyiapkan sarapan untuk"

Greeepppp

Ketika hendak melangkah. Kibum menghalau langkah yesung dengan memeluk istri manis nya itu dari belakang " Aku belum mengizinkanmu Pergi Kim Yesung-sshi" Ia hembuskan nafas hangatnya di curuk leher yesung membuat namja manis itu bergidik ngeri " Kau harus dihukum karena tak mengacuhkan suamimu"

" Tapi aku harus membuatkanmu sarapan Kibum-ah" Yesung meronta kecil berusaha melepaskan diri dari Kibum " Kau juga harus kekantorkan?"

" Terlambat sedikit kan tidak apa-apa" Kibum mulai menciummi leher yesung, memberi beberapa Kiss mark dileher yesung " Perusahaan itu milik kita sayang" Tangannya mulai nakal masuk kedalam piyama yesung dan bermain dengan niple istrinya.

" Kibum-ahhhh" Yesung menggelinjang seraya mendesah karena sentuhan suaminya. Ini masih sangat pagi Kibum-sshi :3.

" Hem~~ sebentar saja baby! tidak akan lama" Kibum membawa yesung mundur dan mendaratkan bokongnya diatas ranjang dengan yesung yang berada diatas pangkuannya.

Bibirnya tak henti-hentinya menciumi leher yesung. Menyingkap piyama yesung dan turun menciumi bahunya.

Kemudian tangannya sedikit memaksa wajah yesung agar menghadap dirinya lalu melumat kecil bibir yesung.

Yesung semakin terbuai. Suaminya ini memang selalu berhasil membuatnya seperti melayang.

.

.

.

.

" Mau kemana Ryeowook-ie ah?" Yesung meletakkan majalah fashion yang ia baca saat ryeowook menghampiri dirinya.

" Mau menemaniku hyung? Aku memerlukan pendapatmu untuk memilihkan kado yang pas untuk hadiah ulang tahun minnie hyung" Ryeowook mendudukkan dirinya disisi yesung.

Yesung terlihat berfikir lalu tersenyum setelahnya " Aku izin pada Kibum dulu arrachi"

Ryeowook mengangguk pelan " Hem~~ cepatlah hyung. Jam makan siang nanti kita ke perusahaan, aku ada janji dengan Kibum hyung."

Yesung langsung menyambar Ponselnya dan mulai mendial nomor suaminya.

Tu~~~t

Klek

'Yeoboseyo'

" Chagiya~~ Ryeowook-ie minta aku menemaninya membeli kado untuk sungmin. Bolehkan aku pergi dengan Ryeowook-ie?"

' Boleh! Tapi hati-hati ne baby~~ jangan terlalu lelah,

" Ne Chagiya"

' Nanti Ikut kekantor bersama Ryeowook-ie agar kita pulang bersama'

" Oke Bosss! Saranghae"

'Nado'

Flip

Yesung memutuskan Line telp nya lalu meletakkannya kembali ke posisi semula " Kajja! Kibum-ie sudah memberiku Izin"

" Oke... :D"

Dan mereka pun bergegas meninggalkan rumah sesuai dengan apa yang telah mereka rencanakan..

.

.

.

Kibum menatap jengah namja yang tengah memaki-makinya dengan berapi-api.

Kibum yang memang terkenal bengis dan Kejam, tak memandang siapapun yang tak ia rasa sesuai dengan hatinya maka orang itu akan dia babat sampai habis.

Harta namja itu telah habis karena kalah bermain judi. Dia meminjam uang dari Kibum dan karena tak sanggup membayar hutang maka Kibum mengambil alih seluruh aset namja bodoh itu, bukan hal sulit untuknya.

" Kim Kibum~ Kau akan mati ditanganku" Geram namja itu yang langsung dihadang oleh bodyguard Kibum. Tubuhnya dihempas sangat keras oleh namja-namja bertubuh kekar itu.

" Cih! Kau fikir kau siapa huh?" Kibum menendang kaki namja itu dengan jijik " Bawa dia keluar" Perintah Kibum dengan sangat kejam.

Dan dengan tanpa berperikemanusiaan namja itu di seret oleh bodyguard Kibum keluar dari ruangannya.

" Shit! Berani-beraninya dia" Desis kibum.

Kangin hanya memperhatikan saja kemarahan tuan besarnya. Setidaknya hanya disini saja ia melihat wajah bengis tuan besarnya. Dan saat dirumah kibum pun bisa bertransformasi menjadi suami yang baik untuk istrinya.

Drrrtt drtttt

Getaran Ponsel kibum membuatnya terlonjak dan hampir saja ia membuang ponselnya jika saja tak melihat nama siapa yang tertera disana. Sejenak riak mukanya berubah teduh lalu ia pun menekan tombok Ok untuk menerima panggilan yang ternyata adalah istrinya tersebut.

" Baby" Sapanya.

'Chagiya~~ istrimu yang paling manis ini sudah menunggu didepan.'

Kibum tertawa kecil mendengar racauan polos istrinya " Iya sayang..Tunggu aku! Aku akan keluar, jangan kemana-mana arrachi"

' Iya tuan Besar~~'

Dan setelah menutup line telp nya kibum pun bergegas meninggalkan ruangannya diikuti oleh kangin dibelakangnya.

.

.

.

Yesung menunggu suaminya di mobil bersama Ryeowook. Menunggu dengan tenang karena Kibum sedang menuju dirinya.

Entah kenapa perasaannya hari ini tidak karuan. Dadanya terasa berat tanpa tau apa penyebabnya.

Berkali-kali ia membuang nafas berharap perasannya kembali tenang. Mungkin dia terlalu merindukan Kibum fikirnya.

Saat menangkap siluet sang suami yang ditemani oleh beberapa bodyguard membuat perasaannya sedikit lapang. Ia buka kaca pintu mobil hendak mengelukan nama suami hingga

Degh

Siapa yang ia lihat? Ada seseorang yang tengah mengarahkan ujung pistol kearah suaminya. Yah, yesung yakin pistol itu ke arah suaminya. Ini buruk.

Dia bingung harus berbuat apa. Fikirannya kalut sekarang. Jangan sampai peluru itu sampai kepada Kibum, dia harus menyelamatkan suaminya.

Yesung membuka pintu mobil. Matanya mengarah pada Namja yang tengah mengarahkan pistol ke arah Kibum dan Kibum bergantian.

" Hyung! Tunggu disini saja" Ryeowook memandang yesung bingung. Apa lagi raut wajah kakak iparnya ini terlihat panik dan ketakutan.

Namun Ucapan Ryeowook tak diindahkan Yesung karena prioritas utamanya adalah Kibum.

" Hyung!" Ryeowok berteriak saat Yesung berlari hendak menghampiri kibum " Yesung Hyung"

Mendengar teriakan Ryeowook perhatian Kibum pun teralih pada dongsaengnya dan Yesung yang berlari kecil menghampirinya dengan langkah susah payah " Baby apa yang"

Greeeppppp

Zwwwiiiinngggg

Kibum terdiam saat tiba-tiba yesung memeluknya " Baby" Ucapnya sedikit terkejut dan belum mengetahui ada sesuatu yang terjadi pada istrinya.

Yesung merasakan ada rasa panas dan nyeri di bagian punggungnya. Tapi~~ ia berusaha menepis rasa nyeri itu dan mencoba tersenyum ketika mendongak untuk memandang wajah kibum " Yeobo~~" Lirihnya menangkup pipi kibum dengan kedua tangannya. Namun sesaat kemudian punggungnya terasa semakin nyeri.

" Baby Gwencha"

Sreekkk

Yesung melemah dan tak sadarkan diri. Hampir merosot jika saja Kibum tak meraih tubuh istrinya. Sesaat Kibum mengernyit ketika tangannya merasakan sesuatu yang aneh dipunggung Yesung. Saat ia mengangkat tangannya jantungnya bagai berhenti memompa, pupil matanya membesar karena telapak tangannya telah dipenuhi lumuran darah yang berasal dari punggung yesung.

" YESUNG! " Kibum berteriak seperti orang gila karena frustasi melihat darah yang berasal dari punggung yesung

Kangin Langsung mengejar orang Yang ia curigai telah menembak istri tuan besarnya

" Aaaarrrhhhhhgg Aku takkan melepaskan siapapun yang sudah berbuat seperti ini pada istriku" Kibum menggila, kemarahannya bahkan tak bisa diukur besarnya namun beserta kemarahan itu ia bawa tubuh yesung yang begitu lemah untuk ia tolong sebelum segalanya terlambat atau ia akan kehilangan dua orang yang ia cintai sekaligus.

Blammm

" Kerumah sakit sekarang Ryeowook-ie ah" Panik kibum setelah masuk kedalam mobil dongsaengnya.

Ryeowook sempat terpaku melihat kakak iparnya yang sekarat namun ia lekas tersadar dan segera melaju mobil secepatnya karena ia pun takut kehilangan.

" Baby, bertahan sayang. Bertahanlah, kau pasti kuat" Kibum memeluk yesung, menangis sejadi-jadinya.

Melihat yesung memejamkan mata dengan deruan nafas yang begitu berat membuatnya serasa hampir mati karena ketakutan. Bagamana kalau yesung tidak selamat, apa yang terjadi padanya jika jiwa dua malaikatnya tak bisa ia selamatkan.

" CEPATLAH RYEOWOOK! KAU TIDAK LIHAT ISTRIKU SEDANG SEKARAT" Hanya mampu berteriak karena entah kenapa jarak kerumah sakit menjadi begitu jauh fikirnya.

" I-iya hyung. Ini sudah paling cepat" Sahut Ryeowook dengan nada gemetar.

" Uhuk" Yesung terbatuk dan muncratan darah dari mulutnya membuat bola mata Kibum menjadi terbelalak " Hhhhhhhhhhhh" Nafasnya pun mulai tersenggal.

Kibum mengusap ceceran darah yang mengalir dari sudut bibir yesung. Air matanya semakin deras melihat penyiksaan itu. Kenapa harus Yesung, kenapa tidak dirinya saja " Kumohon selamat kan istri dan Anakku Tuha~~n" Do'a nya dalam hati karena lidahnya bagai kelu hendak mengucapkan satu katapun.

" Selamatkan Yesung-ie hyung, Tuhan. Selamatkan juga bayi yang ada didalam kandungannya" Sambil fokus pada setirnya, Ryeowook sesekali terlihat menyekai air matanya.

.

.

.

.

" Habisi mereka semua" Sambil menunggu kabar tentang yesung Kibum menghubungi Kangin yang tengah berurusan dengan orang yang membuat Yesungnya sekarat.

Bukan perihal yang sulit bagi mereka untuk mengetahui siapa saja yang selalu mengusik kehidupan dan bisnis mereka. Hanya dengan menjentikkan jari dan segala akan selesai sesuai dengan apa yang mereka inginkan.

Dua namja itu menunggu dengan was-was. Perasaan Kibum benar-benar tidak karuan sekarang. Apa lagi yang ia dengar bahwa tak hanya satu tembakan yang menembus punggung Yesung.

" Ini semua pasti ulah musuhmu hyung" Desis ryeowook " Kau lihat kan sekarang. Ini semua karena ulahmu, kau terlalu suka mencari musuh dan ini yang kau dapatkan" Ryeowook merosot bersandarkan tembok. Namja mungil itu menangis tersedu-sedu karena memang dia begitu mencintai yesung yang telah ia anggap bagai saudara kandungnya sendiri " Awas kalau sampai terjadi sesuatu pada mereka, aku takkan pernah memaafkanmu"

Hanya diam, menangis tanpa suara. Ryeowook benar karena ini adalah kesalahannya. Kalau sampai terjadi sesuatu pada anak dan istrinya bahkan kibum pun mungkin takkan mampu untuk memaafkan dirinya sendiri.

" Yesung Hyung" Tangis Ryeowook tersedu " Bertahanlah, Aku tidak ingin kehilangan kakak dan Keponakanku hiks hiks"

Kasihan melihat dongsaengnya yang begitu rapuh Kibum beringsut memeluknya, meskipun dia pun tak kalah rapuhnya dari Ryeowook tapi dia masih bisa untuk setidaknya sedikit lebih tegar dari Ryeowook " Dia pasti akan baik-baik saja" Bisik Kibum menenangkan

Ryeowook membalas pelukan Kibum, menangis di bahunya " Aku takut Hyung. Aku takut kehilangan malaikat yang sudah memberi keindahan di keluarga Kita, aku benar-benar takut. Dia orang yang sangat baik, dia juga yang paling mengerti segala keluh kesahku."

Dada Kibum semakin sesak mendengar racauan dongsaengnya ini. Semua yang ryeowook katakan memang benar. Yesung lah yang memberi cahaya di keluarga mereka seperti bidadari Surga yang Tuhan Hadiahkan untuk mereka berdua dan bagaimana jika sampai bidadari itu Tuhan Ambil dari mereka. Pasti mereka akan benar-benar hancur.

" Aku yakin dia dan Baby akan baik-baik saja" Bujuk Kibum " Dia akan sedih jika melihatmu seperti ini."

Klek

Perhatian mereka teralih ke arah Pintu. Seorang dokter berparas cina menghampiri mereka seraya membuka masker yang menutupi Wajah tampannya.

" Bagaimana Keadaan Yesung, ge?" Serobot Kibum. Dia benar-benar dihantui Rasa cemas yang serasa ingin membunuhnya.

Dokter yang ber name tag Tan Hangeng itu menghela nafas seraya menyeka keringat yang mengucur deras dari dahinya " Pelurunya sudah berhasil dikeluarkan dan untung saja kedua peluru itu tak sampai menembus rahimnya Kibum-ah"

Tulang-tulang Kibum serasa lemah mendengar ucapan dokter, antara lega dan ketakutan akan keadaan anak dan istrinya. Dia menangis tersedu-sedu karena Tuhan benar-benar memberinya kesempatan dan tak jadi merenggut belahan Jiwanya " Ryeowook-ie" Kibum berhambur memeluk Ryeowook untuk menangis bersama dongsaengnya, menumpahkan kelegaan mereka bersama-sama " Dia kuat bukan? Anak dan Istriku pasti akan baik-baik saja"

" Ne Hyung. Dia akan baik-baik saja"

.

.

.

.

Samar-sama yesung menelisik ruang serba putih ini. Dia dimana? Ini bukan kamarnya bersama Kibum. Dia mengernyit ketika merasakan nyeri dibagian punggungnya. Ah benar saja, terakhir yang ia ingat adalah punggungnya terkena tembakan saat dia hendak menyelamatkan suaminya. Sontak matanya membesar karena teringat Kibum. Bagaimana keadaan suaminya? Apa semuanya baik-baik saja?

Kemana semua orang? Kenapa dia hanya sendirian disini. Kibum, Ryeowook, Kangin. Kemana mereka? Yesung takut sesuatu yang buruk terjadi pada mereka.

Namja manis itu berusaha untuk bangkit dari pembaringannya dan sama sekali tak mengindahkan rasa nyeri yang begitu menyiksa bagian punggungnya. Dia ingin bertemu kibum, dia mencemaskan suaminya.

Klek

Sreeekkk

Karangan bunga yang Kibum bawa terlepas dari tangannya melihat malaikat cantiknya telah terduduk diatas ranjang. Tak lagi tidur seperti saat terakhir ia tinggalkan beberapa waktu yang lalu.

" Ye-yeobo-ya?" Lirih kibum, ia langkahkan kakinya menuju ranjang Yesung " Kau sudah bangun baby"

Yesung tersenyum disela-sela kesakitannya, mampu bernafas lega karena yang difikirannya tak benar-benar terjadi. Bahkan suaminya terlihat begitu baik, tanpa kurang suatu apapun juga " Yeobo-ya, kau tidak apa-apa kan?" Tanya Yesung ketika Kibum sudah benar-benar dekat dengan dirinya " Apa kau terluka" Tangannya terulur menyentuh pipi Kibum untuk membelainya.

" Harusnya aku yang bertanya seperti itu baby~~ Kenapa huh? Kenapa kau mengorbankan dirimu seperti itu hiks" Kibum terisak ketika teringat bagaimana jika sampai ia kehilangan Yesung " Aku sangat takut Tuhan merenggutmu dariku, merenggut kalian."

Yesung mencondongkan tubuhnya untuk memeluk kibum, menenggelamkan wajahnya didada bidang kibum. Tidur beberapa waktu membuatnya benar-benar merindukan suami yang teramat sangat ia cintai ini " Aku pun takut kehilanganmu dan tak sempat berfikir apapun lagi selain berlari dan menyelamatkanmu saat itu" Ujarnya lirih

" Aku mencintaimu!" Kibum mengeratkan pelukannya " Jangan pernah melakukan hal seperti itu lagi, jangan membuatku takut lagi kumohon"

Yesung hanya menganggukkan kepala dalam pelukan suaminya " Ne, Yeobo-ya. Jeongmal mianhamnida hum"

" Heum" Mereka pun larut dalam kerinduan yang meleburkan segala rasa haru yang melingkupi perasaan mereka berdua. Cinta yang memberikan kebahagiaan dan dilingkupi air mata diantara kesakitan yang mereka alami.

Indahnya pernikahan yang berawal sebuah kesakitan dan kekejaman namun dicairkan oleh kebaikan hati malaikat indah yang mampu menghangatkan hati seorang iblis tak berperasaan.

.

.

.

4bulan kemudian

" Sakit yeobo-ya! Sakit sekali" Yesung mengerang kesakitan, dia mengalami kontraksi dua jam yang lalu dan sedang menunggu Operasi yang akan dilakukan beberapa menit lagi.

Tangan Kibum tak pernah melepaskan genggamannya dari tangan Yesung, memberi semangat agar Istrinya itu lebih kuat dan melahirkan anak yang lucu untuknya " Sabar chagiya~~ Sebentar lagi operasi akan dilakukan" Bujuknya membelai-belai kening yesung yang berkeringat " Aku disini menemanimu sayang"

" Huh, huh! Aku tidak sanggup lagi Kibum-ie, rasanya benar-benar sakit" Racau yesung kesakitan seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.

Dokter dan perawat hilir mudik membawa segala peralatan untuk Operasi.

Namun hal itu sama sekali tak membuat Kibum terganggu dan tetap membujuk dan memberi ketenangan pada Istrinya. Hanya sedikit lagi kebahagiaannya dan Yesung akan benar-benar utuh.

" Kau harus memberinya semangat, karena kalau sampai dia melemah itu akan sangat berbahaya untuk keselamatan anak dan istrimu" Bisik Hanggeng.

Kibum yang mengerti Interupsi Hanggeng mengangguk faham dan kembali membujuk istrinya yang terlihat semakin menderita dan kesakitan.

Operasi berjalan dengan sangat tenang, dokter melakukan segalanya dengan sangat ahli dan Yesung meskipun sakit namun demi buah hatinya dia selalu berusaha untuk kuat. Apalagi kibum tak pernah luruh memberinya semangat yang membuatnya yakin kalau dia sangat bisa melahirkan Buah cinta mereka ini.

" Owek~~Owekkk"

Suara tangis bayi membuat jantung Kibum berdesir. Dia dan Yesung saling pandang penuh haru karena malaikat kecil mereka menangis dengan sangat keras.

" Kau dengar itu sayang! Aegya kita menangis" Kibum mencondongkan wajahnya untuk mencium kening yesung.

" Aku tak sabar ingin melihatnya" Bisik Yesung lirih dan begitu lelah. Meskipun tak meliharka seperti yeoja dan pembedahan perutnya tertutup oleh tirai namun tak dapat Yesung pungkiri bahwa ia benar-benar kelelahan.

" Dia sedang dibersihkan baby"

" Selamat, anak kalian Yeoja, tapi wajahnya sangat mirip dengan Daddy nya" Hangeng menepuk pelan pundak Kibum lalu kembali ke tempatnya karena pekerjaannya menjahit perut yesung belum selesai sambil menunggu anak Kibum dan Yesung yang tengah dibersihkan oleh perawat.

" Gamsahamnida ge" Sahut Kibum lalu kembali menemani yesung yang perlahan memejamkan matanya karena lelah. Pengaruh obat bius membuatnya mengantuk setelah tadinya ia berjuang melawan rasa kantuk yang begitu menyiksa dirinya.

Kibum membiarkan Istrinya beristirahat, memandangi wajah bidadari cantiknya itu dan berujar didalam hatinya bahwa Tuhan itu memang sangat baik memberikannya harta sebesar ini.

.

.

.

" Hyung! Dia benar-benar Cantik" Ryeowook menggendong Bayi Yeoja mungil anak kibum dan Yesung, menatap lembut bayi yang begitu cantik itu lalu mencium pipi kemerahannya dengan begitu sayang

Kibum dan Yesung tersenyum melihat bayi mereka yang digendong Ryeowook.

" Kalian sudah memberinya nama?" Tanya ryeowook

" Aku sudah memikirkannya sejak lama" Sahut kibum yang duduk disisi ranjang menemani Yesung " Victoria, bukanka itu nama yang sangat bagus?"

Yesung mendongak untuk memandang Wajah tampan suaminya " Nama yang bagus Yeobo-ya" Senyum yesung begitu manis " Secantik anak kita"

Kibum mencondongkan wajahnya untuk mengecup lembut kening yesung hingga yesung memejamkan matanya untuk menikmati ciuman lembut itu " Terima kasih untuk kebahagiaan yang kau berikan padaku ini Baby! Maafkan aku karena dulu aku sempat membuatmu menderita dan ketakutan" Sesal Kibum mengingat bagaimana dulu ia terhadap yesung ketika mereka baru menikah dan bagaimana mereka bisa menikah " Aku sempat berfikir buruk tentangmu, menganggapmu namja murahan yang tidak punya harga diri karena minta untuk dinikahi. Maafkan aku" Kibum memeluk Yesung erat.

Yesung tersenyum dan tenggelam dalam pelukan Kibum " Heum, aku memaafkanmu suamiku! Waktu itu aku terlalu kalut dan " Yesung terkekeh geli ketika mengingat masa lalu itu " Nekat" ringisnya.

" Tapi karena Kenekatan itu aku mendapatkan seorang Istri yang baik dan Cantik sepertimu" Kibum mencubit gemas hidung yesung lalu menciumnya.

" Dan juga bayi cantik ini" Sambung Ryeowook ceria " Victoria~~ Ini Samchon, Ryeowook-ie samchon"

Kebahagiaan Yang utuh untuk keluarga Kecil mereka dan Berharap Kebahagiaan ini abadi dan tak ada habisnya sama sekali.

~End~

.

.

.

Alurnya memang cepat kog, karena ini di post di grup and tiap part kemaren pendek-pendek hhehehehe.

Masih banyak FF yang Aku post di grup tapi mau re post disini tuh rasanya ampu…n banget. Kena Sindrom paling berbahaya didunia, malassss

Thanks For Review Chap sebelumnya,

Kim Eun Seob, ajib4ff, Chelse, wonkyuwonkyu, Mylovelyyeye, Natsume Yuka, YeShaSparkClouds, purie sarie, SasaClouds, xelo, zakurafrezee, jeremy kim84, Satya, rikarika, Jy, Cloud,