I'll Walk You Home
.
.
.
Park Chanyeol & Byun Baekhyun
.
.
Demam ditambah Baekhyun adalah baby brat, Chanyeol tahu itu dan ia sama sekali tidak masalah jika Baekhyun menempelinya seperti seekor koala. Sayangnya saat Baekhyun dalam mode baby bratnya Chanyeol punya beberapa meeting urgent yang tidak bisa ditinggalkan sampai kemudian ia berkahir dengan didiamkan selama beberapa hari. Semua bujukannya dianggap angin lalu dan ia hanya punya satu senjata terakhir untuk Baekhyunnya luluh, a warm camp.
WARN: Ini GS! GS! GS! Age-gap. Hati-hati salah lapak. Jika tidak suka please tekan tombol x dipojok kanan atas.
.
.
.
Cup!
Cup!
Cup!
"Aish, Park bodoh. Berhenti menciumku!"
Apa Baekhyun pernah bilang jika Chanyeol itu menyebalkan? Atau pernahkah ia memberikan pria kelewat tinggi itu julukan si penebar janji palsu dan semacamnya? Guys, jika belum. Tolong ingatkan Baekhyun berikan Chanyeol satu untuk ia gunakan sebagai nama tengah. Kira-kira apa yang cocok ya?
Park Pembual Chanyeol,
Park Mesum Chanyeol,
Park Pendusta Chanyeol atau,
"Park Brengsek Chanyeol. Hei.. Hei.. Bee. Siapa yang mengajarimu mengumpat hm?"
Lagi, Baekhyun mendelik kemudian menyentakan tangan Chanyeol yang sedari tadi melingkari pinggangnya. Apa sih maunya pria tua ini? Saat Baekhyun bilang jangan pergi ia malah pergi dan saat Baekhyun bilang pergi sana, pria ini malah menempelinya seperti parasit. Cih, maaf saja. Baekhyun enggan ditempeli parasit merugikan macam Park Chanyeol.
Chanyeol mengerang dalam hati. Oh well, ini bermula disuatu pagi saat istri manjanya itu terserang demam, persis seperti putri sulungnya, -Kyungsoo, Baekhyun menempelinya semalaman dan akan merengek-rengek seperti bocah tk jika ditinggalkan beberapa detik saja. Sebenarnya Chanyeol tidak keberatan sama sekali, ia sudah biasa meladeni para putri manja terserang demam yang tingkahnya mendadak seperti balita yang baru tumbuh gigi.
Namun saat itu ia punya meeting urgent dengan clientnya dari German, client yang sangat penting dan pertemuan mereka tidak bisa diwakilkan pada siapapun. Dengan sangat menyesal, Chanyeol meninggalkan Baekhyun yang masih bergelung dengan tubuh hangat diranjang mereka dan meninggalkan note yang ia tempelkan dilampu tidur. Ia sudah siap jika konsekuensinya didiamkan istri manjanya itu.
Namun siapa tahu jika merajuknya Park Baekhyun bisa berlangsung lebih dari 3 hari? Oh yeah, hari ini ia resmi diacuhkan selama 4 hari. Ada yang bisa memberi saran bagus untuk membujuk Baekbeenya yang merajuk?
Beri ponsel baru?
Chanyeol sudah berikan ponsel Apple keluaran terbaru yang Baekhyun minta, tapi istrinya itu hanya melirik tak berminat.
Ajak pergi berlibur?
Lebah manis itu malah menatap tajam dan menyuguhkan punggungnya semalaman.
Ia goda seperti biasa?
Baekhyun malah menatapnya sadis dengan perkataan menusuknya yang biasa, berhentilah melancarkan terror seksualmu padaku, Ahjussi. Terror seksual? Hei.. Kenapa Baekhyun memperlakukannya seolah ia adalah seorang pedofil?
Malam ini Chanyeol sudah berniat untuk mendapatkan maaf Baekhyun jadi tolong doakan agar usahanya dipermudah."Bee, mau pergi kencan denganku?" oke, jangan tatap Chanyeol begitu. Ini adalah kali pertamanya ia mengajak seorang gadis berekencan setelah hampir 19 tahun menyendiri. Kaku? Masa bodoh, yang penting ia utarakan saja niatnya ini.
Baekhyun yang masih sibuk dengan laptopnya melempar tatapan tak berminat,"Kau berniat membuat demamku makin parah atau bagaimana sih Park?"
Salah lagi kan? Tapi yah, ia tidak boleh menyerah.
Chanyeol kembali bergerak menempeli istri mungilnya dan kali ini mengunci pelukannya dipinggang Baekhyun tanpa mau melepaskan diri meski gadis itu sudah berusaha menyingkirkan tangannya berkali-kali,"Kencan denganku ya, kencan dengan dosenmu saja bisa masa dengan suamimu sendiri tidak bisa sih, Bee?"
"Yaish.. Menjijikan,"
"Hahh.. Tahu begini aku biarkan si German menyebalkan itu menunggu seharian. Aku tidak tahan didiamkan Baekbeeku yang imut ini. Bee.. Baekbee.. Mumumumu~"
Diam-diam Baekhyun tersenyum dengan pipi merona, beruntung kini Chanyeol sedang sibuk menempel di punggunnya karena jika tidak, Baekhyun pastikan ia akan dirayu lebih parah lagi. Oh yeah.. Si Park Ahjussi ini memang menyebalkan, bagaimana bisa gombalan murahannya itu berefek juga? Baekhyun rasa otaknya makin miring beberapa derajat akibat demam tinggi 3 hari lalu.
"Baek, kau mau pergi ke Afrika?"
Baekhyun mendelik horror pada Chanyeol yang kini duduk bersila didepannya. Oh tidak.. Sepertinya bukan ia yang miring, suami tampannya yang kelewat tinggi itulah yang miring. Apa katanya barusan? Pergi ke Afrika? Apa suami tampannya ini terbentur lalu otaknya mengalami pergeseran? Tolong jangan, dia masih berhutang bermangkuk-mangkuk ice cream pada Baekhyun!
"Ahjussi, apa kau sehat? Kalau mau jadi makan malam singa lapar pergi saja sendiri.."
Serius, apa sih yang ada diotak si Park idiot ini? Baekhyun paham mungkin suaminya ini tidak punya banyak pengalaman menggombali gadis karena bisa saja yang digombali si Park idiot ini adalah perempuan tua. Tapi masalah membujuk.. Oh ayolah Kenapa semua bujukannya itu absurd semua? Pergi ke Afrika? Eyy yang benar saja!
"Hei Bee, kau berlebihan. Lagipula kita kan melihat mereka dari dalam mobil mana bisa dijadikan makan malam hum?"
Benturkan Baekhyun saja tolong!
"Ayolah Bee, mungki disana kita bisa bertemu baby Cheetah yang baru lahir. Kemarin aku lihat ada beberapa induk Cheetah yang sudah melahirkan."
Fix!
Ingatkan Baekhyun untuk telepon psikiater besok. Suami tampannya ini perlu segera disadarkan!
"Nikahi saja induk si bayi Cheetah supaya kau tidak perlu susah-susah pergi ke Afrika, Chanyeol."
Chanyeol merengut tidak tahu umur, maka tidak salah Baekhyun selalu mengatainya tua karena nyatanya pria ini memang perlu disadarkan. Oke baiklah, katakan pada Baekhyun pria dewasa mana yang masih suka merajuk dan merengek-rengek minta disuapi makan siang? Atau suami mana yang dengan anehnya merengek-rengek minta pergi ke Afrika? Oh well, harusnya kan pria ini mengajaknya pergi ke pulau tropis seperti Maldives, Bali ataupun apalah. Ini Afrika, oh tolong.
"Bee, mau ya?"
Demi koleksi boneka pororo yang sudah seperti gunung di kamar Park Kyungsoo, enyahkan pria tidak tahu diri ini darinya!
Baekhyun yang sudah lelah direcoki kini sudah merengut hebat, jemari lentiknya yang tadinya sibuk diatas keyboard kini beralih bersidekap didada dan Park Baekhyun dalam mode merajuk manja berubah kedalam mode ibu tirinya yang mengesalkan.
"Kenapa kita tidak pergi berlibur ke kutub sekalian, Park? Aku yakin anak sulung manjamu itu pasti akan melompat-lompat kegirangan seperti kucing diberi ikan karena dipertemukan dengan kembarannya."
"Kau benar-benar ibu pengertian, Bee! Tunggu sebentar, aku akan telepon Jongdae untuk mengosongkan jadwalku beberapa hari."
"Coba saja telepon! Kubuat tidur diluar kau Park!"
Chanyeol menutup bibirnya rapat-rapat dan menggeleng atas deathglare yang diberikan istrinya. Sudah bisa kita simpulkan jika Park Baekhyun dan Park Chanyeol, mereka memang benar-benar pasangan yang miring.
Terlepas dari perdebatan sengit mereka yang kerap muncul dibeberapa situasi, sebenarnya Baekhyun dan Chanyeol itu adalah pasangan yang romantis. Lihatlah mereka, puas dengan topik seputar pinguin dan bayi Cheetah kini mereka berbaring tenang diatas ranjang well, secara teknis hanya Chanyeol yang berbaring diatas ranjang mereka karena kini, Baekhyun sudah berada ditempat favoritnya yang biasa. Dimana? Oh guys, tentu saja diatas tubuh Park Chanyeol yang penuh gumpalan daging berotot. Obrolan tidak bermamfaat mereka pun kini berganti dengan wejangan Chanyeol untuk istrinya yang masih labil dan kelewat manja.
Pria itu menyampaikan bujukannya dengan lembut, diringi dengan usapan hangat disepanjang punggung sempit sang istri juga musik klasik yang diputar dari mp3 player dikamar mereka. Dan sepertinya Baekhyun salah jika menganggap suami tingginya itu tidak berbakat dalam urusan bujuk membujuk, buktinya saat dijanjikan nonton konser cold play pertengahan bulan depan ia luluh dengan mudah. Oh well, yang tadi itu mungkin hanya pemanasan Bee, mana mungkin Chief executive officer ternama sekelas Park Chanyeol tidak pandai membujuk kan?
Oke.. Oke.. Baekhyun mengaku kalah. Chanyeolnya ini memang pandai membujuk.
"Kenapa tidak ikut kemah dengan Kyungsoo?"
Saat suara huskynya kembali terdengar Baekhyun nyaris terlelap namun ketika saraf otaknya merespon cepat topik yang diangkat, Baekhyun terjaga sepenuhnya. Pergi kemah, itu topik yang senstitif untuknya.
Beberapa hari setelah luka dan memarnya membaik dan ia bisa berjalan dengan benar, anak tirinya yang kelewat gemar mencebik dan melotot lucu itu meminta izin untuk pergi kemah bersama teman sekelas. Harusnya ia diajak bukan? Tapi ya, kalian tahu kan jika ia tidak punya banyak teman lagipula yang pergi kemah hanya teman-teman Kyungsoo saja. Nah kalau sudah begitu pastinya Baekhyun tidak diajak, mana mau si pinguin manja itu membocorkan rahasia mereka? Cukup saja Jong In yang tahu, teman-teman mereka jangan. Begitu katanya.
Dan sebenarnya Baekhyun malas membahas masalah ini, lagipula ia baik-baik saja menghabiskan libur panjangnya diatas ranjang dengan tubuh demam. Setidaknya tidak ada mahluk bermata bulat yang menganggu tidurnya seperti biasa, oh guys siapa lagi jika bukan Park Kyungsoo, si anak tiri yang tingkahnya lebih menyeramkan dari ibu tiri. Tapi sepertinya suaminya itu tak mengerti, jadilah Baekhyun berkilah seraya memainkan jemarinya diatas dada Chanyeol agar pria itu tidak tahu alasan yang sebenarnya.
"Saat Kyungsoo pergi aku kan demam. Memang kau akan beri izin untuk aku pergi?"
Nah, kerja bagus Baek!
Chanyeol mengangguk kemudian mengecup bibirnya sekilas. Well, untuk yang terakhir, itu sudah jadi kebiasaan akut Chanyeol yang akan sulit dihilangkan jadi biarkan saja. Protes pun tak akan ada gunanya.
"Benar juga, tapi Baek. Kau bahkan tidak minta izin sebelumnya. Jujur padaku, kau tidak diajak ya?"
Ugh! Bagaimana bisa tebakannya itu seratus persen benar?!
Baekhyun menunduk dengan wajah memerah, malu karena Chanyeol berhasil tahu ia tidak punya banyak teman dikampusnya. Memang benar, sejak semester satu sampai sekarang orang yang ia kenal di kampus bisa dihitung dengan jari. Itu pun sebenarnya hanya kenal, ia akan bertukar sapa dan saling melempar senyum saat bertemu dan tidak pernah terlibat obrolan yang panjang. Ia memang tidak pandai berkomunikasi namun sebelumnya itu tidak pernah jadi masalah, tapi kenapa sekarang ia tiba-tiba merasa sedih?
Ugh, ini ulah Park Chanyeol!
"Aku memang tidak diajak. Kenapa?! Mau mengataiku menyedihkan karena tidak punya teman huh?!"
"Sewot sekali,"
Merasa mood istrinya kembali buruk, sebelah tangan Chanyeol mengeratkan pelukannya ditubuh mungil itu sedangkan tangannya yang lain bergerak merapihkan surai kehitaman yang jatuh menutupi matanya,"Membuat pertemanan memang tidak mudah bagi sebagian orang dan kita tidak bisa salahkan siapapun untuk itu. Tapi Bee, cobalah untuk bergabung dengan Kyungsoo dan teman-temannya. Kau ini menyenangkan tahu,"
Bukannya mengangguk, gadis cerewet itu malah mengerucutkan bibir merahnya,"Menyenangkan apanya?! Kau pikir menyenangkan itu saat aku dijambak putrimu yang kesal karena aku buat teman-temannya tahu kalau aku ini ibu tirinya? Oh Chan, kenapa kau jadi kedengaran seperti ayah tiri sih?"
Baekhyun yang bersungut-sungut selalu nampak menggemaskan di mata Chanyeol,"Memangnya salah jika teman-temanmu tahu?"
"Chan, please. Kalau mereka semua tahu untuk apa kita buat private wedding huh?"
Chanyeol tak bisa menahan diri untuk terkekeh jadilah ia dapatkan satu cubitan kasih sayang yang mendarat tepat diotot perutnya yang terik,
"Jangan tertawa idiot!"
"Maaf Bee, habisnya istriku ini lucu sekali sih. Aku jadi tidak tahan untuk men—Oke tidak akan sayang," Chanyeol mengangkat tangannya tinggi-tinggi saat gadis itu melempar glare padanya,"Kalau begitu kau akan ikut denganku besok."
"Jadi manequin cantik dikantormu lagi? Oh tidak terima kasih, lebih baik aku cari cara agar selamat dari ocehan putrimu yang akan pulang."
"Kau akan tahu besok sayang. Sekarang tidurlah dan jangan lupa mimpikan aku."
"Menjijikan Park!"
"Masa bodoh."
"Ya!"
"Tidur Baek,"
"Tidak mau aku—"
"Ssshh.. Tidur atau kucium?"
Park Chanyeol idiot ugh!
"Naah, sleep tight Bee."
Baekhyun menumpukan wajahnya diatas dada Chanyeol yang berdetak teratur. Pria tua ini memang menyebalkan tapi meski Baekhyun merutu kini senyum sumringahnya tak bisa lagi ia tahan. Park Chanyeol sangat manis ia jadi—
Cup!
"Jangan sering-sering mengancamku atau ku kebiri kau Park."
Ow, Baek. Aku tidak akan macam-macam.
.
.
.
.
Hari yang sibuk kembali menjelang, namun Baekhyun enggan beranjak dari gulungan selimutnya yang hangat. Dan Park Chanyeol? Oh jangan tanyakan lagi, si morning person itu bahkan sudah buat keributan sejak pukul 6 tadi, kurang kerjaan memang tapi jangan panggil ia Park Chanyeol jika tidak berbuat begitu. Jadwal Baekhyun dimulai nanti siang, jadi pagi ini berniat memulihkan kesehatannya dengan tidur penuh tanpa gangguan apapun. Namun niat itu harus batal saat pintu kaca kamar mandi bergeser dan suara bising khas suaminya yang kelewat hiperaktif kembali terdengar, Baekhyun mendengus untuk itu.
"Bee, bangun sayang. Bukankah kau punya jadwal hari ini?"
Tidak Baekhyun pungkiri inilah salah satu manfaat menikahi Park Chanyeol, selain jadi ayah protektif juga suami posesif pria itu punya banyak profesi sampingan dan yang salah satunya adalah alarm berjalan. Belakangan ini Baekhyun tidak perlu menyetel alarmnya seperti biasa karena secara otomatis pria itu akan mengingatkannya tentang jadwal kuliah setiap bangun tidur dan itu dilakukannya berulang-ulang sampai Baekhyun benar-benar bangun dan pergi mandi. Multi fungsi bukan?
"Bee, bangun cepat."
"Ngaah! Berisik Ahjussi, kuliahku baru mulai nanti siang tahu!"
Hebatnya lagi, meski reaksi yang didapat darinya tetap galak Chanyeol tidak menyerah dan terus berisik sampai siputri tidur itu benar-benar bangun."Ayo bangun, Bee. Kau ini pemalas sekali."
"Memangnya kau baru tahu?"
Chanyeol berdecak kesal, istrinya ini benar-benar selalu menguji kesabarannya."Mandi atau kumandikan, Baek."
Ancaman Chanyeol bagai angin lalu ditelinganya, seeraya mengetatkan selimutnya baekhyun berguling dan memunggungi pria itu,"Mandikan saja jika kau punya waktu, Chan."
"Jangan salahkan aku." Tanpa banyak bicara Chanyeol menaiki ranjang dan menyibak selimut yang menggulung Baekhyun dengan kasar, ia mengulas senyum miringnya saat Baekhyun menatapnya dengan mata membulat.
Gawat! "C-Chan, kau harus pergi kerja."
"Tidak Baekhyun sayang, bukankah barusan kau minta dimandikan? Tentu saja aku akan memandikanmu," pria itu mengerling nakal,"Dengan senang hati."
"Chanyeol turunkan aku! Turunkan! Tolong!"
"Daddy!"
.
"Kau kusut sekali, Byun."
Baekhyun mendelik Kyungsoo yang duduk disampingnya,"Yang kusut itu kau anak pinguin. Tidak lihat seberapa besar kantung matamu? Pergi tidur, jika tidak induk burung hantu bisa membawamu karena mengira kau kawanan mereka yang kabur."
Bukannya marah seperti biasa, Kyungsoo malah terkekeh geli dan kini mengambil alih snack yang ada ditangan Baekhyun,"Dimana Daddy? Apa niatku untuk menganggu kalian berhasil?"
"Menyebalkan kau burung hantu. Tahu dari mana jika ayahmu dan aku sedang having fun? Kau benar-benar penganggu,"
"Eyy Baek, kau ini masih bocah. Jangan berani-berani lagi menggoda ayahku dengan minta dimandikan."
Ugh, dasar anak tiri.
Ekspresi Baekhyun dipenuhi awan mendung yang bergulung-gulung. Karena apa? Oh tentu saja karena Park Kyungsoo yang entah muncul dari mana dan tiba-tiba menyeruduk masuk kedalam kamarnya dengan Chanyeol saat pria itu menggendongnya ke kamar mandi. Pinguin kelewat pendek itu menggerutu histeris dan berakhir dengan Baekhyun yang ditinggalkan sendiri. Menyebalkan sekali bukan si duo Park ini? Geez, jika saja bukan karena Park Chanyeol ingin Baekhyun lempar bulat-bulat si burung hantu mengesalkan itu.
Sebenarnya Kyungsoo memang sengaja, ia baru pulang tadi pagi dan kepala maid yang menyambutnya mengatakan jika Daddynya belum pergi ke kantor, firasatnya jelek dan itu terbukti saat ia melihat ayahnya itu menggendong si ibu tiri untuk pergi ke kamar mandi. Well, Kyungsoo tidak mau punya adik, ingat? Jadilah ia menjerit ngeri lalu menyeret ayahnya keluar kamar. Dan ia geli sendiri melihat Baekhyun yang mencebik dan terlihat mendung, bibirnya gatal untuk tidak menggoda jadilah,
"Hei, Baek. Pergi kemah itu seru loh, sayang kau tidak diajak. Jika saja kau—"
"Bodo."
Tawa Kyungsoo meledak saat Baekhyun enatapnya tajam dengan bibir mencebik."Ahahaha.. hahaha.. Sumpah Baek, barusan itu kau kelihatan menyedihkan sekali. Hahaha.."
"Park Kyungsoo menyebalkan!"
Brug!
"Ya Ibu tiri!"
Mengabaikan Kyungsoo yang sibuk merintih akibat lemparan mautnya, Baekhyun berjalan dengan kaki yang menghentak kesal juga bibir tipisnya yang tidak berhenti menggerutu, ia melewati paviliun begitu saja dan hendak melewati gerbang utama jika saja lengannya tidak dicengkram tiba-tiba dan tubuhnya dihentak kebelakang.
"Pergi denganku, Bee."
"Tidak mau Chan! Lepas ish! Lepaskan!"
Oh well, itu Chanyeol dengan tarikannnya sangar kuat dan usaha Baekhyun untuk berontak sia-sia hingga kini Baekhyun berakhir terpojok disudut mobil dengan Park Chanyeol yang hanya beberapa centi didepannya.
"Mun-Mundur, Chanyeol."
Siapapun tolong aku!
Pria itu kukuh, tak bergerak walaupun Baekhyun sudah mencoba untuk mendorong dadanya berkali-kali. Tubuhnya berubas sekeras baja dan tatapannya bak minyak panas yang buat Baekhyun terbakar dan merasa licin. Oh! Park Chanyeol diluar outfit formalnya buat nafas Baekhyun sesak!
"Maafkan Kyungsoo, Baek."
Ugg Park Kyungsoo lagi! Park Kyungsoo lagi! Kenapa terus saja si pinguin berwajah bulat berulah padanya?! Baekhyun kesal setengah mati. Kenapa semua perdebatan mereka harus berasal dari Park Kyungsoo? Nyaah.. Park Kyungsoo menyebalkan!
"Aku akan menegurnya agar dia tidak keterlaluan padamu,"
Baekhyun diam, enggan menjawab dan malah melempar tatapannya kesamping. Terlalu malas meladeni Chanyeol yang selalu membela Kyungsoo. Maklum saja guys, mommy muda ini kan masih merajuk karena ditinggal bekerja saat sedang sakit jadi yaa, kalian tahu lah. Baru saat melihat Chanyeol membelokan kemudinya kearah berlawanan dengan jalan menuju kampus Baekhyun menegakan tubuhnya dan melempar tatapan curiga,
"Ini bukan arah untuk ke kampus Chanyeol."
Si jangkung itu hanya mengulas senyum tipis yang menampilkan kedua dimplenya yang manis,"Memang siapa yang berniat mengantarmu ke kampus?"
"Yah! Cepat putar balik! Aku harus kuliah idiot!"
"Never, Bee."
.
"Chanyeol pulangg.. Chan~ Chanyeol-aahh~"
Mereka melewati perjalanan yang cukup panjang hingga Chanyeol beberapa kali singgah dibeberapa stasiun pengisian bahan bakar, senja mulai turun dan Baekhyun semakin gelisah dalam duduknya,"Chan, serius kau mau bawa aku kemana? Kenapa yang kita lewati sedari tadi hanya hutan gelap? Bisakah kita pulang saja, please Chaan.."
Oh well, itu Baekhyun dalam mode yang lebih tenang err dalam mode ketakutan terasa lebih tepat, pasalnya sedari tadi gadis bermata sipit ini tidak pernah mau diam hingga Chayeo harus menepikan mobilnya beberapa saat hanya untuk menyumpal bibir cerewetnya dengan bibir. Sebagai hasil Baekhyun memang diam, namun Chanyeol harus merasa puas saat satu cubitan penuh kasih sayang mendarat diatas otot perutnya yang terik.
"Chan~ Chanyeol apa cubitanku sakit?"
Lihatlah tingkah merajuknya yang mulai masuk tahap antiklimaks, Baekhyunnya ini lucunya keterlaluan!
"Maafkan aku Chan, tapi ini mulai gelap bisakah kita pulang saja?"
Maafkan aku, Baek. Sedikit lagi saja, eoh?
"Chanyeol hikss katakan sesuatu jangan diam saja.. Hikss Chanyeol!"
"Bee kau menangis?" Chanyeol berseru heboh saat tangannya yang digelayuti Baekhyun mulai basah dengan air mata gadis itu. Ya ampun, ia keterlaluan!
"Hikss.. Gelap Chanyeol kau mau bawa aku kemana? Aku mau pulang, pulang Chan hikss.. pulang~"
Kalau Baekhyun sudah merengek-rengek dengan mata penuh air mata Chanyeol menyerah, ia lemah. Ia melepaskan sebelah tangannya dari roda kemudi kemudian membawa Baekhyun untuk merapat kearahnya,"Sssh.. Maafkan aku tapi sebentar lagi kita sampai. Jika kau takut tidurlah dibahuku dan jangan lihat kemana pun."
Karena kini Baekhyun sedang berada dalam mode anak baik-baik maka ia hanya mengangguk dengan bibir mencebik dan mengubur wajah dalam-dalam didada Chanyeol. Sedikitnya Chanyeol menyesal mendiamkan Baekhyun saat istrinya itu mulai merengek-rengek, tujuannya memang itu tapi tiba-tiba saja otak brengseknya mulai berpikir yang tidak-tidak dengan berencana membuat Baekhyun merengek sedikit lebih lama.
Yah, Chanyeol tahu itu salah jadilah biarkan ia menebus kesalahannya dengan membiarkan Baekhyun tidur selama perjalanan dan saat sampai ditujuan nanti, akan ia tebus semua air mata Baekbeenya yang berharga.
Sebentar lagi, Baek.
.
.
Gemercik air terdengar tenang, desau hewan malam bersahut-sahutan dan suhu makin turun. Ruangan itu nyaris gelap, hanya ada satu lampu tidur kecil yang menyala dengan jendela yang tak tertutupi gordyn. Baekhyun yang berbaring diatas ranjang bergerak gelisah, tubuhnya menggeliat tak karuan dan saat sadar ia hanya terlelap sendirian tubuh mungilnya tersentak dan ia nyaris berteriak ketakutan.
"C-Chan? Chanyeol?"
Gema suaranya terdengar nyaring dan Baekhyun tidak bisa menahan tubuhnya untuk tidak bergetar. Tempat ini terasa mengerikan dan Baekhyun benci karena ia hanya sendirian, berbekal dengan nyala dari layar ponselnya ia turun dari atas ranjang dan menerjang pintu.
"Chanyeol-aah"
Baekhyun memanggil-manggil Chanyeol dengan suaranya yang bergetar namun yang ia dengar hanya gaung suaranya sendiri. Ia menggeret ketakutan, rumah ini terlalu besar dengan furniture berwarna gading disetiap sudutnya dan ia sendirian. Diam-diam Baekhyun mengerut penuh ketakutan. Langkah kaki mungilnya terlihat berat untuk dibawa berlari, namun menguatkan tekad ia berlari menuju pintu dan membuka pintu cepat-cepat,
"C-Chan—"
Gadis itu mematung beberapa saat. Pikirnya, saat ia keluar dari balik pintu hutan belantara dan jurang curamlah yang akan menjadi pemandangan utama, tapi apa-apaan ini? Apa yang sedang Park Chanyeol bodoh lakukan dengan kapak dan kayu-kayu bakar didepan sana.
"Hai, Bee. Sudah bangun?"
Park Chanyeol memang tidak terduga dan ia selalu berubah-ubah setiap menit sesuai dengan kemauan hidungnya yang kelewat tinggi. Menyebalkan memang. Detik sebelumnya pria itu begitu menyebalkan dengan segala rengekannya, lalu detik berikutnya ia menjadi tak terbaca dengan diamnya dan terakhir, bagaimana bisa pria itu melelehkannya dengan mudah bak lilin dicucul korek api?
Katakan, bagaimana Baekhyun tidak leleh jika ia disambut dengan senyuman manis penuh feromon juga kejutan menyenangkan yang tidak pernah ia duga-duga. Baekhyun tak bisa menahan senyumnya agar tidak terlalu lebar saat iris kelamnya menatap atap tenda juga api unggung yang masih menyala-nyala dan menyapanya dengan hangat. Jangan lupakan selimut tebal yang melingkupi tubuhnya dari udara dingin.
Kemah berdua dimalam musim panas, bukankah itu romantis? Oh bagaimana bisa pria tua itu membuat pipinya merah merona begini?! Memalukaan!
"Ini coklatmu, Bee. Apa kau menunggu lama?"
Si tersangka pembuat kekacauan dijantung Baekhyun datang dengan dua mug coklat hangat, penampilan casualnya sudah terlihat berantakan dengan keringat yang mengucur dipelipis juga didahinya namun hal itu tak mengurangi kadar ketampanan Park Chanyeol didepan Byun Baekhyun. Pria itu justru terlihat makin mempesona dengan lengan long sleveenya yang digulung asal juga keringat dikening seksinya. Demi apa wajahnya memerah lagi ugh!
"Bee wajahmu merah, apa disini sangat dingin? Kau mau kita masuk saja?"
Tidak! Tidak!
Baekhyun menggeleng ribut dengan satu mug coklat ditangannya,"Jangan masuk, Chan. Aku tidak mau."
Mendapati tingkah istrinya sudah kembali kedalam mode normal Chanyeol tersenyum tipis, ia meletakan mungnya diluar tenda kemudian menyelusup masuk kedalam selimut kemudian memeluk Baekhyun dari belakang,"Kau suka kejutanku?" ia berbisik manis ditelinga Baekhyun yang kontras memerah.
Gadis itu merona parah dan mengangguk malu-malu, ugh! Park Chanyeol menyebalkan! Kenapa Ahjussi ini bisa bertingkah sebegini manis ugh!
"Maaf karena aku belum bisa mengatur waktuku untuk pergi berlibur, Bee."
Kecupan ringan yang Chanyeol layangkan disepanjang pelipisnya membuat Baekhyun kembali merona,"Tidak apa-apa, Chan. Aku mengerti kok,"
"Kenapa kau jadi diam sih, Bee? Kau sangat terpesona dengan kejutanku hum?"
Dasar perusak suasana. Baekhyun mencebik kemudian meminum coklatnya yang menghangat,"Bisa kau diam saja, Park? Suara mu merusak suasana."
Chanyeol tak bisa menahan tawanya saat suara ketus Baekhyun mulai kembali terdengar. Bukannya ia tak suka dengan tingkah Baekhyun yang malu-malu tapi feromon gadis kelewat menarik ini saat sedang malu-malu tingginya minta ampun dan Chanyeol tidak akan sanggup menahan diri. Dan parahnya lagi, kenapa gadis itu malah berbalik menghadapnya dan tersenyum dengan matanya yang penuh kilauan, oh Park Baekhyun!
"Chan bisakah kita tinggal disini beberapa hari?"
"Err.. Baek, tolong jangan pasang wajah seperti itu. Itu berefek pada adikku dibawah sana,"
Baekhyun melototo horror,"Perusak suasana! Bisa tidak sih kau hilang pikiran kotormu sejenak saat denganku Ahjussi? Ini camping musim panas terbaikku dan apa kau berniat merusaknya huh?"
Mendapati sahutan tidak menyenangkan bukannya membuat Chanyeol merasa marah atau bersalah, pria itu malah terkekeh dan dengan sengaja membaringkan tubuhnya hingga Baekhyun yang berada diatasnya ikut berbaring, ia dekap gadis itu erat-erat dan memandang langit malam yang penuh bintang,"Salahmu menikahi pria dewasa yang kelebihan hormon, Bee. Bisakah kau terima saja dan tidak usah protes?"
Gadis itu merengut tak terima,"Tapi di klausulnya—"
"Ssshh.." Chanyeol meletakan telunjuknya dibibir Baekhyun dan menatapnya dalam,"Jangan merusak suasana dengan menyebutkan klausul bodoh itu, sayang."
Baekhyun mencebik kemudian menarik wajahnya mundur,"Enak saja, tidak bisa. Pokoknya jika Ahjussi ini masih suka pergi clubbing dan kelayapan tengah malam tidak akan pernah ada seks dalam pernikahan kita."
Oh ya, tentang klausul bodoh yang dibuat atas usul Baekhyun sebelum pernikahan mereka. Klausul itu dibuat saat Chanyeol mengunjungi Baekhyun yang masih dirumah sakit dengan jamnya yang biasa, tengah malam. Baekhyun tentu saja bertanya-tanya kenapa pria itu selalu datang tengah malam dan pergi saat Baekhyun bangun saat itu jawaban Chanyeol sederhana,
'Aku ini pria dewasa, Baek. Kau tahu kan kemana para pria dewasa pergi tengah malam begini?'
Baekhyun mencebik atas ucapan Chanyeol dan mengancam menolak rencana pernikahan mereka hingga akhirnya Chanyeol harus berjuang keras untuk membujuknya dan dibuatlah klausul bodoh itu. Jika Chanyeol pikir-pikir kenapa ia haus bertindak kekanakan juga? Kenapa pula ia harus menuruti Baekhyun saat itu? Ah, Chanyeol ingat binar yang menyilaukan juga kilatan yang menggemaskan dari mata Baekhyun malam itu. Mungkin puppy eyesnya itulah yang buat ia luluh dan mengikuti ingin gadis itu.
Bunyi klausul yang Baekhyun maksud adalah, tidak ada seks jika pihak penyetuju belum berhenti dari dunia malamnya. Chanyeol geli sendiri, ucapannya malam itu hanya main-main lagipula mana pernah ia pergi ke club. Sejak Kyungsoo lahir ia berhenti total dari seluruh kenakalan masa mudanya dan fokus mengurusi bayi merahnya. Jangan menghabiskan malam di club baru sampai ke ujung pintu saja Kyungsoo sudah merengek minta ditemani tidur. Baekhyunnya ini memang seenaknya sendiri.
"Tapi ngomong-ngomong, Baek. Sebulan ini aku selalu pulang kerumah tepat waktu dan tidak pernah pergi clubbing."
"Jadi?"
"Jadi bisakah aku meminta malam pertamaku sekarang?"
Baekhyun mendongak dan tersenyum manis buat Chanyeol girang bukan main hanya saja,"Sepertinya tidak, Chan. Tubuh besarmu ini sangat enak dipeluk jadi bisa biarkan aku tidur dan menikmati sisa waktu camping kita ini?"
Chanyeol melayu sayu,"Oh Bee.. Kau tega sekali padaku. Padahal jika kau bolehkan tubuhku bisa memberi rasa enak yang lebih loh,"
Sayangnya Baekhyun hanya melengos tidak peduli,"Maaf aku tidak berminat, Chan."
"Bee, ayolah.. Bagaimana dengan making out?"
Baekhyun tetap menggeleng kukuh,"Kau akan meminta lebih Chanyeol sayang~"
Pria itu mengerang frustasi,"Ayolah Bee.. Satu kali saja, aku janji. Mau ya?"
Baekhyun yang nyaris terlelap kini kembali terjaga kemudian membawa tubuhnya untuk duduk diatas perut Chanyeol. Gadis itu menatap Chanyeol tajam dengan bibir yang mencebik lucu,"Nafsu memang tidak berakal. Kau berniat meniduriku di alam terbuka, Park? Yang benar saja, ugh."
Senyum lebar Chanyeol tak bisa ditahan,"Tutup saja tendanya. Atau tidak kita bisa masuk kedalam rumah, Bee."
"Tetap tidak mau." Baekhyun kukuh dengan matanya yang menyipit sedangkan Chanyeol yang sudah diburu bisikan hatinya kini mulai bertingkah lebih dengan mulai merayapkan tangannya menuju pinggang dan perut Baekhyun.
"Kau yakin? Ini momen yang pas, Bee. Akan sulit mencari kesempatan yang sama saat kita pulang ke Seoul setelah ini kau akan sibuk menjelang ujian tengah semester. Waktu kita akan berkurang banyak,"
Ucapan Chanyeol terdengar menggoda tapi walau dengan begitu Baekhyun masih enggan untuk larut dan kini malah menahan kedua tangan Chanyeol yang menyusup dibalik blousenya."Jangan buat dirimu sendiri tersiksa, Chan. Kau ingat apa Mama Park bilang? Aku tidak boleh hamil sebelum lulus lagipula apa jadinya jika Kyungsoo tahu."
"Oh Baekkie sayang, kita tidak sedang berencana untuk membuatmu hamil sekarang. Hanya untuk mengurangi stress mungkin? Belakangan ini perubahan moodmu sangat ekstrim dan lagi, Kyungsoo tidak akan tahu jika kau tidak cerita apa-apa."
Baekhyun mencebik dan semakin mengeratkan kuncian tangannya saat tangan Chanyeol mulai kembali berulah dibalik blousenya."Tidak mau, Chan."
"Seandainya adik kecilku bisa tidur lagi dengan kalimat itu aku akan menurut, Baek. Tapi.."
Baekhyun tidak punya kesempatan saat Chanyeol mengantungkan ucapannya dan tiba-tiba saja menyentakan tubuhnya hingga kini posisi mereka terbalik. Pria itu mengukung tubuhnya dan mengunci semua gerakannya dengan mudah hingga Baekhyun kesulitan menelan ludahnya sendiri karena Chanyeol menyeringai tampan kemudian melepaskan long slevenya melalui kepala.
"C-Chan, ten-tendanya—" suara Baekhyun tercekat ditenggorokan hingga yang terdengar hanya cicitan lemah yang buat seringai Chanyeol semakin terulas lebar."Kau benar sayang, tunggu sebentar."
Srek!
Pintu tenda ditutup dan Chanyeol kembali mendesak Baekhyun yang kini mulai beringsut ke sudut tenda,"Kemarilah Bee, tenda ini sempit."
"Ish! Chanyeol pakai bajumu! Kenapa kau jadi mesum begini sih?!"
"Aku butuh dihangatkan dengan cintamu Baek."
Grep!
Tidak ada kesempatan, Baekhyun mengerang dalam hati saat tubuhnya didekap erat-erat dan ia dihujami kecupan-kecupan ringan diseluruh bagian wajahnya. Cih, Park Chanyeol memang lihai bermain dengan nafsu!
"Ugh! Chanyeol!"
Baekhyun berseru berisik saat Chanyeol meloloskan blousenya dengan mudah,"Jangan terlalu keras. Paman dan bibi Kang bisa curiga."
"Bagaimana tidak curiga! Apa kau tidak lihat bayanganmu yang sedang diatasku tercetak jelas sedari tadi. Kau mau dicap tetangga mesum huh?"
Dan Chanyeol menanggapi protesan itu dengan santai,"Ini dihalaman belakang, Baek. Mana bisa ada tetangga yang tahu jika ini nyaris pagi buta dan villa ini dibenteng tinggi-tinggi. Dan biar saja bayangannya tercetak bukankah itu seksi?"
"Eunghh.."
Baekhyun melenguh saat Chanyeol mengusap tubuh atasnya yang hanya berbalut bra sambil lalu,"Sshh.. A-aah!" ia memekik terkejut saat sebelah tangan pria itu meremas dadanya dibalik bra."Serius Chanyeol, ini pengalaman pertamaku dan kau akan melakukannya dialam terbuka?" wajahnya terlihat panik dan Chanyeol bersumpah Baekhyun terlihat semakin menggoda.
"Ini akan jadi pengalaman yang paling hebat, Baek. Jadi bisakah kau berhenti protes dan mendesah saja?"
" Chan—Ahh.. Chanyeol!"
.
.
.
Akan sulit menghentikan Park Chanyeol yang diburu nafsu, pria itu terlalu lihai dan Baekhyun yang belum punya pengalaman apapun akhirnya ikut terbuai dalam kecupan-kecupan panas yang melejitkan gairahnya semakin tinggi. Dibawah cahaya remang yang berasal dari api unggun yang nyaris padam, Baekhyun mendesah tertahan atas segala perilaku Chanyeol yang membuat perutnya menegang berkali-kali hingga memuntahkan cairan kental diantara kedua pahanya.
"Ugh— C—Chan.. Ap-apa yang kau lakukan disana-aah.."
Chanyeol keterlaluan karena semua sentuhannya buat Baekhyun kesulitan untuk membedakan yang mana desahan dan ucapan, tubuhnya terlalu terbuai dengan sentuhan Chanyeol hingga Baekhyun rasa otaknya mulai rusak. Pria itu terlalu pandai menemukan titik sensitifnya hingga Baekhyun melengkungkan punggungnya berkali-kali dan berakhir dengan lenguhan panjang yang buat Chanyeol semakin semangat.
"Chan! O-Oh!"
"Aku akan masuk, Bee."
Saat penyatuan mereka mencapai tahap inti Baekhyun terisak kesakitan dan dengan sabar Chanyeol menahan gerakan tubuhnya untuk membiarkan tubuh istrinya itu menerima tubuhnya. Rasanya sangat sakit tapi ia paham jika Baekhyun lebih kesakitan, jadi barulah saat gadis itu mulai terbiasa dan bisa mengendalikan dirinya Chanyeol bergerak pelan dan berbisik panas ditelinga Baekhyun,
"Mendesahlah untukku, Bee."
Pergerumulan mereka malam itu benar-benar panas hingga disela-sela desahannya Baekhyun mengerang dalam hati. Menyesal ia mengatai Chanyeol tua, menyesal pula ia mengingat ucapannya tempo hari yang menyepelekan Chanyeol hingga pria itu berkoar-koar sanggup menyetubuhinya selama 23 jam nyatanya hari ini pria itu membalasnya tuntas. Hentakannya terlalu kuat sampai-sampai Baekhyun harus memeluk bahunya erat-erat, Park Chanyeol dan gairahnya terlalu gila. Pria itu terlalu panas dan saat pencapaian pertamanya datang, Baekhyun sudah terlalu lemas untuk sekedar menyela.
Dan saat bibir panas pria itu lagi-lagi menggumuli payudaranya yang penuh bercak, Baekhyun tahu itu belum berakhir.
"Satu kali ya sayang."
Selamatkan Baekhyun tolong!
.
.
.
.
To Be Continue
muehehe.. maljum loh gaess
wkwk dari beberapa review ch 2 kemarin ada yg minta naena kan nah? *nyegir ala jong in*
sorry gaes gue tahu ini gak ada anget-angetnya sama sekali TT apalah daya sekian lama gue coba ternyata gue gak bisa bikin adegan enci hahaha..
by the way review kalian chap kemarin tuh bikin gue ngakak sendiri lah.. pake semacem duda ganas segala wkwk
ff gue ini absurd sumpah dan sebenernya gue gak pede buat publish chap ini tapi kapan lagi gue ada insprirasi buat bikin agedan naenanyaaa? TT ini payah banget yaa gue tau -' tapi demi cabee ijo apa maksudnya Oh albino sehoon ngelive terus pamer paahaaa? apa maksudnyaa? mau bales incess beijing yang tebar foto lagi mandi yaa? duh ampun raja LDR cembokuran pisaannya -' haha
Terakhir guys, setelah gue ngehasilin ch ini gue stuck coba.. gue harus apa ini? See yaa.. Semoga gue bisa dapet ide cemerlang buat chap depan dadaaah
\kaboor/
