Chapter 3 datang…
Maaf kalo minna-san menunggu lama
Hm.. sepertinya banyak yang pro IchiRuki ya,
Fic ini cukup menyiksa Rukia Fc dan IchiRuki fc *kena death glare dari Ichiruki fc*
Tapi tenang aja, Shicchi akan menepati janji Shicchi. Jadi, jangan lupa Ripyu….
Soooooo, minna-san sabarlah menanti menyatunya IchiRuki, and happy Reading ******
Speial Thanks To :
Ishikawa Miharu 150696
Sora chand
Sagara Ryuuki
-KiluMakiko-chan-
Hikaru Kurochiki
Jess kuchiki
Aya-kuchiki
Zizi KiraHira Hibiki
"Hm, Inoue. Ada satu yang ingin ku katakan padamu. Kuharap aku punya jawaban yang bagus darimu." Kata Ichigo. Orihime hanya mengangguk.
"Kau… mau menjadi pacarku?"
Disclaimer : Bleach © Tite Kubo
Fic ini © Kurosaki Shicchi
I Love Him, She Love Him Too
Chapter 3
The Cheating
Suasana dirumah itu hening, Orihime masih terkejut dengan ucapan yang baru saja Ichigo lontarkan kepadanya. Hatinya senang bukan main. Bagaimana dia tidak senang kalau orang yang diam-diam dia sukai mengatakan perasaannya kepadanya?
"Inoue," panggil Ichigo lagi. Hatinya mulai merasakan adanya perasaan menyesal telah mengatakan hal itu, karena dia tau. Hatinya mengarah ke Rukia. Tapi mengucapkan cinta kepada Inoue. Dia sungguh bingung.
"Ku-kurosaki-kun, aku…," Orihime tergagap sambil memainkan ujung syalnya.
"Tidak apa-apa kalau kau tidak mau menjawabnya," kata Ichigo tersenyum. Orihime terkejut kemudian memeluk tangan kekar Ichigo.
"Aku sangat ingin menjadi pacarmu, Kurosaki-kun. Aku kaget karena selama ini aku berfikir kalau kau menyukai Kuchiki-san," kata Orihime tersenyum. Ichigo tersentak kaget. Rukia. Dia melupakan gadis itu sejenak. Bagaimana perasaannya kalau mengetahui hal ini?
"Ehem," kata Ichigo pelan. Orihime hanya tertawa kecil.
Pagi itu di Karakura High School, Rukia yang sedang berjalan menuju gerbang sekolah melihat Momo berjalan ke arahnya dengan wajah murung.
"Ohayou Momo-chan," kata Rukia melambai. Namun lambaian itu dia turunkan lagi setelah melihat expressi momo.
"D-doshite, momo-chan?" Tanya Rukia memegang lembut tangan Momo. Momo kemudian menatap mata violet Rukia.
"Rukia-chan, apa kau sudah mendengar kabar baru-baru ini di sekolah ini?" Tanya Momo dengan perasaan cemas. Rukia mengangkat satu alisnya kemudian menggeleng. Kekhawatiran Momo semakin menjadi-jadi.
"Rukia-chan, Orihime-chan dan Kurosaki-san sudah jadian." Kata Momo pelan. Namun seorang Kuchiki itu telah mendengarnya. Matanya terbelalak. Hingga dia tak menyadari kalau tasnya sudah tergeletak di tanah.
"Ru-rukia-chan," panggil Momo cemas. Dia sudah mengetahui apa yang akan terjadi bila kabar ini bisa sampai ke telinga Rukia.
"Eh, Momo-chan. Itu bukannya berita bagus? Akhirnya si jeruk itu dapat pacar juga," kata Rukia tertawa. Momo tau persis kalau tawa Rukia itu karena di paksakan.
"Ru-ki-a-cha..,"
"Ne, Momo-chan. Waktunya kita masuk ke kelas. Bukankah kita akan ke lapangan main basket? Ayo. Aku sudah tidak sabar." Kata Rukia lalu berjalan cepat-cepat meninggalkan Momo.
"Rukia-chan memang tak pandai menyembunyikan kesedihannya," kata Momo pada dirinya sendiri.
"Ya, memang begitulah Kuchiki, tapi kau juga sama seperti dia. Tak bisa menyembunyikan perasaanmu," kata Hitsugaya yang berjalan mendekatinya. Momo kaget langsung blushing melihat Hitsugaya tersenyum ke arahnya.
"Hi-Hitsugaya-kun? Ohayou," kata Momo tersenyum paksa. Dia malu.
"Jangan pasang wajah yang seperti itu, sayang. Kau jadi terlihat lucu sekali," kata Hitsugaya enteng menambah semburat di pipi Momo.
"Mou, Hitsugaya-kun. Jangan panggil aku dengan sebutan itu," Kata Momo menggembungkan pipinya.
"Kenapa? Kita 'kan sudah resmi jadian? Apa salah jika aku panggil sayang?" seru Hitsugaya tak terima.
"Huh, baru jadian tiga hari tau!" kata Momo
"Pfft, yang penting aku sudah ber-status pacarmu. Sudahlah, kita ke kelas. Nanti di hukum Kaien-sensei kalau telat." Kata Hitsugaya setelah memberikan Momo ciuman hangat di pipinya.
"H-hei, Tunggu aku…" kata Momo berteriak menyusul kekasihnya ke ruangan kelas.
Rukia memasuki ruangan kelas itu. Tak seperti biasanya, kelas itu mengerumuni seorang wanita. Ya, wanita. Orihime Inoue yang baru saja mengabarkan tentang hubungan barunya dengan Ichigo.
"Waaah, Omedetou Orihime-san, aku jadi iri….," kata seorang wanita yang antusias mendengar kata-kata Orihime.
"Iya ya, aku tak menyangka. Aku malah berfikir selama ini Kurosaki-kun menyukai Kuchiki-san,"kata Orihime tertawa kecil.
"Hmmm, aku juga sempat berfikir hal yang seperti itu." Kata temannya lagi.
"Ehm, ehm," panggil Rukia yang merasa kalau namanya di sebut. Semua mata menoleh pada Rukia. Ada yang kaget, ada yang malah menganggap enteng Rukia, dan ada juga yang pergi.
"Kuchiki-san," panggil Orihime sambil mendekati gadis bermata violet itu. Rukia hanya tersenyum.
"Selamat ya, Inoue," kata Rukia tersenyum karena paksa. Namun lawan bicaranya tak menyadari hal itu. Dia hanya tersenyum ceria.
"Arigatou, Kuchiki-san" kata Orihime tersenyum manis. Namun siapa sangka kalau ternyata lawan bicaranya itu memendam rasa cemburu pada gadis itu. Mereka tetap berbincang sampai lelaki yang mereka bicarakan datang. Kurosaki Ichigo. Lelaki itu datang menghampiri Orihime seraya memberikan senyuman terbaiknya. Sesaat lelaki itu melirik gadis mungil berambut hitam bermata violet.
"Ohayou Rukia," kata Ichigo memberi salam. Rukia hanya mengangguk dan tersenyum.
"Omedetou, Ichigo. Kau kalau jadian dengan Orihime teraktir kami dong," kata Rukia.
"Ahaha, kau ini. Bisa saja, Rukia. Baiklah, Toushiro sedang menungguku di ruangan ganti baju, jadi sampai jumpa di lapangan ya." Kata Ichigo lalu pergi meuju ruang ganti pria.
* * * * * * * * * *
Kaien-sensei mulai membentuk team dalam permainan basket kali ini. Para laki-laki di kelas mereka saja yang berminat mau bermain basket. Apa boleh buat, Kaien-sensei hanya membentuk dua team.
"Team sebelah kiri saya berketuakan Kurosaki Ichigo. Dan beberapa anggota. Hitsugaya Toushiro, Abarai Renji, Hisagi Shuuhei dan Uryuu Ishida." Kata Kaien-sensei. Beberapa wanita meneriaki nama Toushiro.
"Sepertinya akan ada yang mempunyai banyak saingan nih," kata Rukia sambil menyikut lengan Momo.
"Ru-rukia-chan," kata Momo bercampur blushing. Rukia hanya tertawa kecil hingga akhirnya pandangan mereka tertuju lagi ke arah lapangan.
"Kelompok kedua berketuakan Yasutora Sado. Yang beranggotakan Kira Izuru, Yumichika Ayuasegawa, Asano Keigo dan Ikkaku Madarame." Kata Kaien lagi.
"Hah? Yumichika? Apa dia yakin bisa main?" Tanya Chizuru tertawa.
"Huh, hal ini samasekali tidak cantik, hey Ikkaku, kenapa aku harus mengikuti pemainan kasar ini?" Tanya Yumichika yang ada di lapangan.
"Huh, kalau aku ikut, kau juga harus ikut. Lagipula jika kita bisa mengalahkan Kurosaki, Kenpachi-sensei akan bangga pada kita." Kata Ikkaku dengan semangat membara ber-background api.
"Huh, baiklah. Tapi aku takkan terlalu banyak bergerak. Itu akan membuatku keringatan," kata Yumichika.
Di bangku penonton, Rukia, Momo, Orihime melihat Ichigo dan Toushiro memiliki kerjasama yang bagus.
"Kurosaki-kun kalau bermain basket sangat keren sekali," kata Orihime terkagum-kagum dengan aksi Ichigo. Rukia dan Momo yang mendengarnya hanya terdiam.
"Hm," hanya itu yang dikatakan oleh Momo dan Rukia.
"Doushite, Ichigo? Aku berfikir selama ini kau mempunyai perasaan yang sama sepertiku, tapi kenapa…," kata Rukia dalam hati. Momo yang menyadarinya hanya melihat rukia dengan tatapan khawatir.
Bel tanda berakhirnya pelajaran telah berbunyi. Gadis mungil yang kini bersama temannya yang bermata Hazel itu telah terpisah menuju jalan pulang ke rumah masing-masing. Rukia yang kini melewati taman sempat berhenti berjalan saat Ichigo menarik tangannya.
"Ichi…,"
"Sssstt..," kata Ichigo mendaratkan jari telunjuknya ke bibir mungil Rukia.
"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Rukia heran. Ichigo hanya memasukkan kedua tangannya ke saku celana sekolahnya.
"Aku mau berbiara soal sesuatu antara kita saat ini, Rukia. Aku mencoba menghiraukan perasaan ini, namun perasaan ini seakan membunuhku," kata Ichigo memegang tangan Rukia. Rukia yang heran langsung melepas tangan Ichigo.
"Apa maumu?" kata Rukia sambil mengelus tangannya bekas pegangan Ichigo yang terbilang kasar.
"Aku…., bingung. Aku menaruh hati padamu. Tapi aku tak bisa meninggalkan Inoue, beritau aku apa yang harus aku lakukan?" kata Ichigo. Rukia yang mendengar pengakuan itu langsung terkejut.
"Na…nani?" kata Rukia kaget sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Tasnya kini berada di tanah.
"Dengarkan aku dulu, Rukia," Ichigo belum menyelesaikan ucapannya seorang Kuchiki sudah menamparnya.
"Aku.., tak ingin menjadi orang ketiga dalam hubunganmu dengan Inoue," kata Rukia. Ichigo hanya menunduk. Dia tahu, ini semua salah dia.
"AISHITEIRU , Rukia." Kata Ichigo memeluk Rukia dari belakang. Rukia yang kaget tidak melepaskan pelukannya. Karena di dalam lubuk hati Rukia ada seorang Ichigo Kurosaki.
"Kau juga merasakan hal yang sama kan?" kata Ichigo menjelajahi bibirnya di leher Rukia. Rukia hanya mendesah.
"Y-ya," kata Rukia lalu memutar posisinya menjadi berhadapan dengan Ichigo.
"Kau yakin hubungan kita ini tidak akan di ketahui oleh Inoue?" kata Rukia pelan. Ichigo hanya mengangguk pelan.
-Tsuzuku-
Nooooo….,
Ichi-nii selingkuh..,
kalo sama Rukia-nee sih Shicchi setuju *di rajam IchiHime fc*
Review please…., ^^
