annyeong haseyooo... *bungkukin badan*
Young kembali lagi dengan chapter 3 yang kayaknya dikit banget. miann...
hajiman, Young ucapin makasih buat semua review yang banyak banget manfaatnya bagi Young...
jaa, silahkan dibaca...
.
.
.
Sweet mistake
Pairing: KyuMin, KyuMi, SiMin (?), and other
Genre: romance, friendship
Warning: gaje, abal, YAOI, nggak penting tapi penting (?), penggunaan EYD yang semaunya sendiri.
Disclaimer: member Suju adalah milik ortu mereka dan sedang mengikat kontrak dengan SMEnt. Tapi KyuMin sah milik author *digiles ELF*
##########################
Chapter 3
Sungmin masih berlari sekuat tenaga mengelilingi bandara. Sesekali kepalanya menoleh ke kanan dan ke kiri, mencari sosok namja tinggi dan senyuman yang khas itu.
Dibelakangnya Kyuhyun ikut berlarian dengan nafas yang sudah ngos-ngosan. Sudah berkali-kali dia mengingatkan pada hyungnya untuk tenang. Tapi memang sepertinya hal itu tidak akan berhasil.
''Dimana kau Choi Siwon...'' geram Sungmin sambil menoleh ke sekeliling. Air matanya kembali menumpuk di kedua matanya.
''Hyung! Santai sedikit, hyung! Siwon hyung pasti ketemu kok!'' teriak Kyuhyun yang tetap mengekor di belakang Sungmin yang terus meracau.
''Siwon! Kau dimana?'' teriak Sungmin lemah. Nafasnya sudah ngos-ngosan. Tapi dia tetap memaksakan diri untuk berlari. ''SIWOONN...!''
''Minnie? Itu kau?''
Sebuah suara membuat Sungmin dan Kyuhyun menoleh cepat. Dilihatnya sesosok namja tinggi yang tengah membawa segelas kopi panas dan koper yang tengah memandang bingung kearah mereka.
Sungmin menggigit bibir bawahnya. Air mata mulai berjatuhan. Dari tadi dia mencari, dari tadi dia berlarian, bingung, cemas, kalau-kalau dia tidak sempat mengucapkan salam perpisahan.
''SIWONNIEE...!'' Sungmin berhambur memeluk Siwon yang terkaget dengan tingkah Sungmin. Di dengarnya isakan Sungmin yang ada di rangkulannya.
''Kau jahat! Kenapa mendadak memberitahuku kalau kau akan pindah, hah? Kau pikir aku nggak kaget apa? Swiss itu jauh, pabbo! Kupikir aku nggak bisa melihatmu untuk yang terakhir kalinya... Kupikir aku nggak sempat mengucapkan salam perpisahan padamu. Kupikirr... kupikirrr... hiks.'' Sungmin terus meracau.
Siwon mengelus rambut Sungmin lembut. ''Mian Minnie. Aku betul-betul nggak bermaksud untuk berbuat begini. Mianhae... aku cuma nggak mau merepotkanmu.'' ujar Siwon lembut sambil tetap mengusap rambut Sungmin.
Sungmin mendongak kesal. Ditatapnya mata namja tampan itu. ''Kau itu penting untukku, Siwonnie! Kau nggak perlu merasa sungkan padaku...''
''Ne. Aku tahu. Jeongmal mianhae, Minnie-ah''
Sungmin menatap Siwon lekat. "Memangnya untuk apa kau tiba-tiba pergi ke Swiss?" tanyanya penasaran. Namja imut itu memiring-miringkan kepalanya bingung, membuatnya makin imut.
Siwon mengacak rambut pirang Sungmin pelan. "Appa menyuruhku belajar bisnis di sana. Kau tahu kan hanya aku satu-satunya harapan keluargaku." jawab Siwon lembut.
"Lalu Jiwon?"
"Minnie-ah, Jiwon kan yeoja. Kau ini bagaimana sih" Sungmin terkekeh, tapi detik berikutnya dia kembali menatap Siwon serius.
''Jangan lakukan lagi. Aku sangat khawatir. Dan... selamat jalan'' ujar Sungmin lirih. Siwon mengangguk dan tersenyum. Dikecupnya dahi Sungmin sejenak, membuat Sungmin menegang.
''Aku pergi'' ujar Siwon, lalu beralih menatap Kyuhyun yang sedaritadi hanya berdiri mematung. ''Aku berangkat dulu, Kyu. Jaga Minnie baik-baik.''
Kyuhyun mengangguk tenang. ''Ne. Hati-hati, Siwon hyung. Minnie hyung akan kujaga kok...'' jawab Kyuhyun. Matanya menerawang. Diliriknya Sungmin yang berdiri tidak jauh darinya. Hatinya sesak melihat Sungmin yang seperti itu pada Siwon. Ia tahu, dia tidak berhak melarang Sungmin karena Sungmin memang milik Siwon. Pacar Siwon. Tapi di satu sisi dia tidak menerima kenyataan itu.
##########################
''Jadi, kau kemarin mengantar Siwon bersama Kyuhyun?'' tanya Ryeowook. Sungmin mengangguk.
Saat ini mereka sedang berada di sebuah kafe karena hari ini libur.
''Aku kaget begitu tahu Siwon pindah. Lagipula dia nggak kasih berita ke siapapun selain kamu kan hyung.'' sahut Henry sembari melahap banana split-nya.
''Yaahh... aku juga kaget sih. Mianhae, aku nggak kasih kabar ke kalian. Habisnya Siwonnie kelihatan buru-buru banget. Umma dan Appanya juga kelihatan gelisah'' ujar Sungmin sambil mengerucutkan bibirnya yang membuatnya bertambah imut.
''Gwenchana, Hyung'' jawab Henry sambil tersenyum. Dia menoleh kearah Ryeowook yang sibuk berkutat dengan handphone-nya. ''Ya! Wookie hyung! Sedang apa kau?''
Ryeowook langsung kaget dan gelagapan. ''aish, Henry. Kau membuatku kaget saja.'' ujar Ryeowook sengit. Henry nyengir.
"Lalu? Apa yang kau lakukan hyung? Kok lihat handphone sampe melotot-melotot gitu?" tanya Henry lagi dengan tampang penasarannya yang super imut. Ryeowook hanya cengar-cengir. "YA! HYUNG!" bentaknya sambil menggembungkan pipinya karena sebal.
Sungmin menyeruput jus strawberry-nya sambil sesekali melirik Ryeowook. "Paling-paling lagi sms-an sama pacarnya." celetuk Sungmin cuek.
Henry langsung menganga tidak percaya. Dilihatnya Ryeowook secara seksama. "Jadi ada juga yang suka sama Wookie hyu-"
BLETAK!
Satu pukulan telak melayang di kepala mochi (?) Henry. Namja chubby itu langsung memegangi kepalanya dan meringis kesakitan. Dia mendelik marah kearah Ryeowook. "Sakit, hyung!"
"Rasakan itu," balas Ryeowook. Dia menatap jengkel kearah Sungmin. "Jangan bilang-bilang, dong."
"Mian. Reflek."
Trrrtt
Sungmin merasa handphone-nya bergetar. Cepat-cepat dia merogoh saku celananya dan mengangkat telepon itu. ''Yoboseyo?''
''Minnie hyung? Kau dimana sekarang?'' mata Sungmin membulat. Kyuhyun yang meneleponnya.
''Ada apa Kyu? Aku sedang di kafe bersama Wookie dan Henry.'' jawab Sungmin sambil melirik kedua namja yang kini menatapnya serius.
Suara Kyuhyun terlihat gusar. ''Ng.. Begini hyung. Kau ada waktu sekarang nggak?'' tanya Kyuhyun. Mendengarnya Sungmin sedikit memerah. Dia sudah berpikir macam-macam.
''M-memangnya kenapa, Kyu?''
''Temani aku ke supermarket ya, hyung! Appa dan umma pergi ke Busan. Heechul hyung menginap di rumah temannya. Jadi aku sendirian, hyung...''
Sungmin mengangguk-angguk mendengar penjelasan Kyuhyun. Ia menelan ludah. Berusaha menanyakan satu hal. ''Ha-hanya kita berdua, Kyu?''
''Ajak Wookie hyung dan Henry ya, hyung! Semakin rame kan semakin asyik! Aku juga akan ajak Zhou Mi hyung!'' seru Kyuhyun semangat. Sungmin tertawa hambar. Ia tersenyum kecut.
''Z-Zhou Mi juga ikut, Kyu? Baiklah, akan kuajak Wookie dan Henry juga. Ne, Kyu. Kutunggu di kafe biasa kita makan. Annyeong...''
Sungmin meletakkan handphonennya dan menatap kedua namja yang kini menatapnya penasaran.
''Kyu minta ditemani beli makanan di supermaket. Kalian ikut ya...''
Ryeowook dan Henry saling pandang. Mereka beranggapan kalau sebaiknya mereka tidak ikut agar kedua teman kecil ini semakin dekat.
''Zhou Mi juga ikut kok...'' sahut Sungmin lirih. Ia menundukkan kepalanya, menghindari tatapan kedua temannya yang iba.
##########################
''LHO? Kui Xian? Kenapa mereka semua ada di sini?'' seru Zhou Mi kaget sambil menunjuk kearah Sungmin, Henry dan Ryeowook saat mereka bertemu di supermarket.
''Jaga tanganmu, Zhou Mi.'' sentak Ryeowook jutek. Zhou Mi terdiam sesaat. Kaget karena disentak orang yang baru dikenalnya itu.
''K-kau...''
Kyuhyun cengengesan. ''Kan kalau rame-rame lebih asyik, hyung! Lagipula aku nggak suka keluar berdua bareng hyung''
''Wa-waeyo Kyu?'' Zhou Mi nampak shock mendengar ucapan Kyuhyun.
''Habisnya hyung suka rangkul-rangkul nggak jelas gitu. Aku jadi risih. Iya kan, Minnie hyung?'' jawab Kyuhyun sambil merangkul Sungmin dari belakang.
Sungmin langsung memerah. Dirasakannya hembusan nafas Kyuhyun di tengkuknya saat Kyu meletakkan kepalanya di bahu Sungmin.
''Ya! Cho Kyuhyun! Itu kau rangkul-rangkul Sungmin kan! Lalu kenapa melarangku, hah?'' teriak Zhou Mi kesal. Jelas dia tidak suka penampakan seperti itu.
''Oh, iya ya'' ucapnya polos. Tapi detik berikutnya dia mempererat dekapannya. ''Tapi nggak apa deh. Minnie hyung kan beda...'' jawab Kyuhyun enteng. Wajah Sungmin semakin memerah. Dibelakangnya, Ryeowook dan Henry saling pandang dan tersenyum.
Henry mengambil inisiatif untuk menarik lengan gege-nya itu. ''Mimi-ge sama aku aja. Biar Kyu sama Wookie hyung dan Minnie hyung. Mereka berdua lebih membantu daripada Mimi-ge.'' ujar Henry santai sambil menggeret Zhou Mi menjauh.
''A-apa maksudmu, Henli-ah?'' tanya Zhou Mi kesal. Dia jelas tidak terima dikatakan tidak berguna. Henry tersenyum manis.
''Wookie hyung ketua klub masak di sekolah. Sudah pasti sangat membantu saat memilih makanan kan. Kalau Minnie hyung sih bisa diandalkan dalam hal apa saja. Lha Mimi-ge? Bedain jahe sama ginseng aja susah. Mana bisa diajak kayak begituan.''
Muka Zhou Mi memerah. Perkataan dongsaengnya itu sedikit banyak menohok hatinya.
''Jadi sekarang kita cari permen aja, oke?'' Henry terus menarik lengan Zhou Mi. Zhou Mi hanya menghela nafas dan mengangguk pasrah.
''Terserah apa katamu, Henli-ah''
##########################
''Kyu.'' ujar Sungmin lirih saat mereka sedang memilih buah-buahan. Kyuhyun yang sibuk memilih buah menoleh sesaat dan kembali memilih buah. ''Ne, hyung?'' tanyanya tanpa melihat Sungmin.
Sungmin nampak ragu untuk bertanya. Tapi lebih baik bertanya daripada hatinya terus tidak tenang, kan.
''Ta-tadi waktu kau memelukku, kau bilang aku beda. Apa maksudnya, Kyu?'' wajah Sungmin memerah. Dia malu dan takut untuk mendengar jawaban Kyuhyun.
Kyuhyun menghentikan aktivitasnya dan menoleh kearah Sungmin dan tersenyum lebar, sehingga membuat Sungmin memerah. ''Tentu beda, hyung. Kau kan orang yang penting untukku...''
''K-Kyuu...'' Sungmin merasa berbunga-bunga saat Kyuhyun mengatakan hal itu.
''Selama ini hyung yang mengajariku banyak hal. Pokoknya hyung itu hyungku yang paling baik deh.'' lanjut Kyuhyun. Senyum Sungmin menghilang perlahan.
Dia menunduk. ''Jadi begitu, Kyuu...'' gumam Sungmin lirih, namun Kyu tidak mendengarnya karena pergi menghampiri Ryeowook yang sibuk memarahi Zhou Mi dan Henry yang membeli banyak barang tidak penting.
Perlahan Sungmin merasakan sebuah cairan keluar dari lubang hidungnya. Terasa amis. Dia menyeka cairan itu dengan punggung tangannya. Darah! Sungmin hanya terdiam. Dia memandang punggung Kyuhyun dengan pandangan.
Dilihatnya Kyuhyun yang menoleh dan tersenyum kearahnya. Tapi beberapa saat kemudian Kyuhyun menyadari sesuatu pada wajah Sungmin. Tiba-tiba pandangan mata Sungmin menjadi buram. Dia masih bisa melihat raut wajah Kyuhyun yang kaget dan panik dan langsung menghampirinya.
''HYUUNG!''
Pandangan Sungmin menggelap. Hanya menyisakan teriak samar-samar dari seseorang yang terus memanggil namanya.
TBC
##########################
UWAAHHHH...
mianhae...
pendek banget yaa... dan yang pasti makin gaje aja nihh...
mian. miann...
LittleLiappe:
ini lanjutannya chingu...
ehehee...
kalo siwonnie ke indonesia udah pasti langsung young kerangkeng di kamar. hoho...
Ika UzumakiTeukHyukkie:
ini lanjutannya chingu. semoga suka :)
apa mochi suka mimi? young juga nggak tahu. hohoho #plakkk
alasan siwonnie ke swiss udah terjawab kan. ngg... kalo nggak salah sih. hehe *abaikan*
Rhie chan Aoi sora:
iya nih. minnie kasian ya. cup cup. *peluk-peluk minnie*
wuahhh? young nggak mau dihantuin. sereeemmm~~
ne, ini lanjutannya...
coldonechiibi:
mari kita cekek kyu, chingu! *dihajar sparkyu!*
eheheeee... makasih sarannya ya...
ini lanjutannya. happy reading... :)
af13knight:
young juga nggak terima mimi ma kyu pernah jadian. mending sama wookie (?)
ahahaaa... mimi memang terlahir untuk menyebalkan. hoho!
Neo Naruru Ryuu:
hahaha... ini lanjutannya chingu :)
setiap ngetik tulisan 'Zhou Mi' yang ada young geregetan! masih sebel sama rambut merahnya. *curcol* hohohoo...
siwonnie pergi ke swiss mau ngelamar young! #plakk
kalo nggak ke swiss nggak seru dong. sekalian jalan-jalan. heheee *abaikan*
baiklahhh...! sampai ketemu di chapter 4 ya... kalo ada yang nungguin sih. heheee...
kritik dan saran masih young tunggu.
dan jangan lupa,
R
E
V
I
E
W
