My teacher My angel
Chapter 2
Disclaimer: Naruto © Kishimoto Masashi
Rated: T
Genre: romance friendship
Summary: Sasuke harus menerima kenyataan bahwa dia kini mencintai guru sekolahnya sendiri.
Happy Reading ^^ v
"DASAR COWOK MENYEBALKAAAAN." Teriak Sakura yang telah sampai di ruangannya, setelah tadi bertengkar dengan murid yang bernama Uchiha Sasuke, Sakura langsung berjalan menuju ruangannya dengan emosi yang tinggi. Untung saja ini masih jam pelajaran, jika tidak pasti para murid akan mendengar suaranya yang cempreng.
Ohh, jangan lupa dengan ke empat sepupunya yang mengidap CousinComplex. Entah apa yang akan di lakukan ke empat sepupunya itu jika mengetahuinya.
Apalagi jika Gaara dan Ino sampai tahu, memang di bandingkan ke empat sepupunya, hanya Gaara dan Ino yang paling overprotective pada Sakura. Jika Temari dan Kankurou akan menanggapi masalah dengan kepala dingin, lain halnya dengan Gaara dan Ino. Mereka akan langsung menghajar siapa saja yang berani mengganggu Sakura bahkan jika itu guru sekalipun. Pernah sekali seorang guru pria berani menggoda Sakura bahkan ingin menyentuh wajahnya di hadapan mereka, saat pulang sekolah tanpa basa-basi Gaara dan Ino langsung menghajar guru tersebut. Tentu saja hal itu tak di ketahui Sakura.
"Itu akibat jika kau berani menggoda Sakura kami." Itulah yang di ucapkan Ino setelah menghajar guru itu. Sedangkan Gaara hanya tersenyum puas melihat korbannya yang sudah Babak belur. Sejak saat itu, tak ada yang berani menggoda Sakura di depan mereka lagi.
~back to story~
"Kenapa bisa ada manusia yang hidup seperti dia? Dasar pantat ayam menyebalkan, berani sekali dia menyebutku bodoh dan jidat. Jika saja dia bukan seorang murid sudah aku robek-robek mulutnya itu. Dasar pantat ayam sial." Ujar Sakura sambil melampiaskan emosinya dengan menusuk-nusuk gambar ayam dengan pisau.
KRIIIING
"Eh, sudah istirahat rupanya. Lebih baik aku menyiapakan bekal buat mereka dari pada aku memikirkan pantat ayam itu." Kata sakura yang beranjak untuk menyiapkan bekal untuk para sepupunya.
TOK TOK TOK
"Iya masuk." 'Tumben mereka datang mengetuk pintu dulu.' Gumam sakura yang menyangka para sepupunya yang datang.
"Permisi sensei, aku ingin izin istirahat di sini."
"Ah iya, silah- AHHH KAUUU." Teriak Sakura setelah melihat siapa yang masuk ke ruangannya. Siapa lagi kalau bukan Uchiha Sasuke.
"Ohh, rupanya kau betul-betul guru kesehatan di sini ya? Jidat sensei." Ucap Sasuke sambil menyeringai.
"Grrr, KAUU. Ayam menyebalkaaan." Yah, sepertinya emosi Sakura kembali naik.
"Hn, aku sedang tak ingin berdebat denganmu." Ucap Sasuke dengan datar, namun jika di lihat seksama, wajahnya agak pucat dan mengalir keringat di dahinya.
Hal itu tak luput dari pengamatan Sakura, jiwa penolongnya langsung muncul melihat Sasuke yang pucat. Emosinya se akan meluap begitu saja.
"Kau baik-baik saja? Wajahmu pucat, kau sudah makan?" Kata Sakura sambil memegang kening Sasuke, sedangkan Sasuke merasa wajahnya memanas di perlakukan seperti itu.
DEG DEG DEG
'Kenapa dengan diriku?' Ucap Sasuke yang memegang dadanya.
"A-aku tidak apa-apa."
"Baiklah, kalau begitu aku ak- KYAAAA."
BRUKK
'Eh, kok tidak sakit?' Gumam Sakura dalam hati.
"Hey, bisa minggir? Kau berat."
1detik
2detik
3detik
BLUSH
"Eh, ma-maaf."
SREEEKK..
"Saki, mana bekal- EHH, SIAPA KAU?" Ucap Ino yang baru masuk ke ruang kesehatan dengan wajah horrornya. Bagaimana tidak, saat ini Ino melihat Sakura dengan seorang murid laki-laki, dan lagi posisi Sasuke yang tidur di bawah lantai dan Sakura yang berada di atas Sasuke. Tentu saja hal ini membuat Ino yang baru datang lansung berpikir yang tidak-tidak.
"HEH, kau siapa? Apa yang lakukan pada Saki hah?" Ujar Ino dengan murka.
"Ino, ada apa sih? Berisik tahu." Kata Temari yang baru masuk di ruang kesehatan dan di ikuti ke dua adiknya.
"Ka-kalian, lihat ituu~" Ucap Ino sambil menunjuk Sasuke dan Sakura yang masih dengan posisi yang sama.
JGERR
Entah dari mana asal suara petir itu, namun terlihat bahwa Temari, Kankurou dan Gaara memandang mereka dengan wajah horror. Bahkan Gaara sudah menunjukkan aura hitam yang berarti kalian harus waspada jika suatu waktu Gaara akan meledak.
"Bisa kau menyingkir dari badanku? Aku tak mau membuat mereka salah paham." Kata Sasuke yang memecah keheningan.
"I-iya, maaf." Ujar Sakura gugup dan bangkit dari badan Sasuke.
"Kau, apa yang kau lakukan pada Sakura HAH?" Kata Ino yang menunjuk-nunjuk di wajah Sasuke.
"Aku tak melakukan apa-apa padanya, dianya sendiri yang jatuh." Kata Sasuke cuek sambil membela diri.
GREP
"Apa yang kau lakukan Merah?" Ujar Sasuke dingin pada Gaara yang saat ini mencengkram bajunya.
"Gaara-kun, hentikan. Kalian salah paham." Kata Sakura yang melerai Gaara dengan mata berkaca-kaca. Namun Gaara tak peduli, dia semakin menatap dingin pada orang yang macam-macam pada sepupu kesayangannya.
"Sakura, cepat jelaskan apa yang kalian lakukan tadi? Dan kenapa dia bisa ada di sini?" Ucap Ino dengan murka.
"Bisa kau jelaskan apa yang terjadi Saku-chan? Biar si satu ini bisa diam." Ujar Temari yang menunjuk ino.
"Diam kau pirang, sudah tentu pria ini mau berbuat mesum."
TUING
Seperempat siku-siku muncul di dahi Sasuke, siapa yang tidak kesal jika niatnya ingin menolong malah di bilang mesum?
"HEY, KAU JUGA PIRANG BAKA. Kau itu terlalu berisik." Ujar Temari tidak terima.
"Apa kau bilang?"
"Saku-chan, sebaiknya kau menjelaskan apa yang terjadi sebelum mereka adu mulut lagi." Kata Kankurou yang sejak tadi diam akhirnya angkat bicara juga.
"Begini, tadi sa-saat aku mau ambil selimut buat Sasuke a-aku tersandung. La-lalu hiks~ Sa-Sasuke mencoba me-menolongku. Ta-tapi dia malah ikut jatuh. Hiks, ma-maafkan aku." Kata Sakura yang mulai terisak, Temari yang melihat ini langsung memeluk Sakura mencoba menenangkannya.
"Lihat apa yang kalian lakukan? Kalian membuat Saku-chan menangis." Ujar Kankurou marah. Ya, Sakura memang tidak tahan melihat kekerasan. Apalagi jika seseorang yang di sayanginya terlibat. Sudah pasti dia akan menangis.
"Maafkan aku Saku-chan." Kata Gaara akhirnya melepas cengkramannya pada Sasuke dan mengelus kepala Sakura yang tingginya hanya sampai di bahunya.
"Maaf Saki." Kata Ino yang langsung memeluk Sakura.
"Hm, aku maafkan. Tapi jangan di ulang lagi ya?" Ucap Sakura yang menghapus air matanya dan akhirnya tersenyum. Kelima orang yang berada di ruangan itu mernafas lega melihat Sakura tersenyum lagi.
Eh tunggu..
Lima?
Apakah Sasuke juga termasuk? Entahlah, melihat wajah Sakura yang tersenyum seperti itu membuat hatinya lega dan nyaman. Namun, segera dia menepis pikiran itu.
"Eh, Sasuke kau mau ke mana?" Kata Sakura yang melihat Sasuke mulai beranjak dari tempat ini.
"Keluar."
GREP
"Hey, apa yang kau lakukan?" Kata Sasuke yang tangannya di tahan oleh Sakura
"Kau pasti belum makankan? Ayo, makan bersama kami." Kata Sakura yang tersenyum manis.
"Saki, buat apa dia di kasih makan? Kita di sini sudah banyak, makanannya tidak cukup untuk kita semua." Kata Ino sewot.
"Bilang saja kau tidak ingin mengurangi porsimu PIG." Kata Temari cuek.
"Berisik."
"Terima kasih, tapi aku ti-".
KRUYUUUUK~
"Humb- Hahahahaha"
Mereka semua tertawa(minus Gaara dan Sasuke) mendengar suara itu dan sukses membuat Uchiha Sasuke yang harga dirinya tinggi jadi malu.
"Kalau lapar bilang saja, pakai gengsi segala. Dasar Uchiha." Kata Kankurou di sela tawanya.
"Urusai."
"Hihihi, sudah-sudah ayo duduk. Kita mulai makan. Hey Ino, berdo'a dulu sebelum makan." Kata Sakura yang masih cekikan.
"Aku sudah lapar, kalian terlalu lama."
Dan acara makan itu terus berlanjut.
#SkipTime(Pulang sekolah)
"Hey Saku-chan, kenapa tadi kau bisa bersama Uchiha itu?" Kata Kankurou sedang menyetir mobil. Saat ini mereka yang sudah pulang sekolah berada di mobil Kankurou, posisi mereka saat ini adalah Kankurou yang menyetir serta Gaara yang di sampingnya, Sakura di tengah serta Ino dan Temari berada di samping kanan dan kiri Sakura. Meskipun Sakura yang lebih dewasa, tapi tak ada dari mereka satupun yang berani naik mobil yang di kemudikan Sakura. Entahlah, hanya Tuhan dan Author yang tahu. :P
"Katanya tadi dia mau istirahat, dan saat aku jatuh dia yang ingin mau menolongku malah ikut jatuh juga. Memang kalian kenal dengan Sasuke?" Kata Sakura polos.
"Kau tidak kenal dengan Uchiha itu Sakura?" Tanya Temari, namun hanya di jawab gelengan kepala oleh Sakura yang menanndakan dia tidak tahu.
GYUUUT ~
"Adu-du-duh, Ittai. Ino-chan, lepass~." Ucap Sakura yang saat ini pipinya di cubit oleh Ino.
"Siapa suruh kau terlalu Lemot Saki."
"Akukan memang tidak tahu Ino~" Kata Sakura kesal yang akhirnya berhasil melepaskan cubitan Ino. Alhasil pipinya yang chubby malah bengkak.
"Keluarga Uchiha itu adalah keluarga politikus, sejak dari Uchiha Madara sampai sekarang. Keluarga mereka terkenal akan pemerintahan yang bijaksana. Maka dari itu mereka selalu terpilih jadi politisi. Termasuk Ayah si Sasuke itu." Kata Temari menjelaskan.
"Jadi jika Sasuke lulus nanti dia akan ikut di bidang Politik juga?" Tanya Sakura yang masih penasaran.
"Belum tentu." Jawab Kankurou.
"Eh kenapa?"
"Entahlah, banyak yang akan mengira seperti itu. Namun jika di lihat baik-baik Sasuke sepertinya tidak tertarik di bidang politik. Apalagi saat ini Nii-sannya malah terjun di dunia bisnis. Sehingga aku masih ragu tentang masalah itu. " Jelas kankurou dengan serius.
"Yang pasti jangan buat masalah dengannya Saku-chan." Kata Gaara dengan serius.
"Apa maksudmu Gaara-kun?"
"Entahlah, aku hanya tak suka saja dengan tatapannya padamu. Membuatku serasa ingin memukulnya." Kata Gaara dengan kesal, namun seperti ada kecemburuan pada nada bicaranya.
"Kenapa Gaara-kun bicara seperti itu? Bukankah Kalian dan Ino-chan sekelas?" Tanya Sakura yang heran.
"Saki, meskipun kami sekelas bukan berarti kami akrab padanya. Dan lagi, benar apa kata Gaara, jangan berurusan dengan Uchiha itu." Kata Ino yang baru kali ini terlihat serius. Sakura yang mendengarnya hanya mengernyit heran.
#Sementara itu(di tempat Sasuke)
"Hatchuuuu~"
"Hey Sasuke, kau baik-baik saja?" Tanya seorang berpakaian guru dan berambut panjang yang sedang memilah berkas-berkas yang ada di mejanya.
"Yah, aku baik-baik saja Orochimaru. Entahlah, seperti ada yang membicarakanku di luar sana." Kata Sasuke yang mengusap-usap hidungnya.
"Hey, jika di sekolah panggil aku Sensei atau kau bisa memanggilku Jii-san. Dan lagi, kau itu populer Sasuke. Jadi wajar kau di bicarakan di luar sana." Kata Orochimaru terkekeh pelan.
"Aku malas memanggil Sensei atau Jii-san pada orang yang kerjanya hanya mendengarkan music klasik." Kata Sasuke dengan nada malas. Tentu saja Orochimaru kesal mendengar dirinya di remehkan.
"Hey, begini-begini aku sudah menyandang status Dokter. Dan lagi, aku juga adalah Guru senior di sini jadi hormatilah aku sedikit Sasuke."
"Lalu kenapa kau tidak jadi dosen saja di universitas ternama? Jangan kira aku tidak tahu dengan tawaran itu Orochimaru." Kata Sasuke sinis.
"Aku bisa saja jika ingin, tapi jadi dosen itu merepotkan." Ujar Orochimaru cuek dan kembali memilah-milah berkasnya.
"Bilang saja kau tidak ingin berbagi ilmumu pada orang lain. Karena jika di sini kau hanya mengajarkan biologi standar." Ucap Sasuke meremehkan. Namun bukannya marah, terlintas ide jahil di kepala Orochimaru agar membuat muridnya, atau bisa kita sebut Cucunya ini. Yah, Orochimaru dan Kakek Sasuke(Madara) adalah Saudara beda Ibu. Namun, umur mereka berbeda 25tahun di karenakan ayahnya menikah lagi. Tapi, di usianya yang 55tahun dia masih seperti pria berusia 30 tahun.
"Ohh, jadi kau masih ngambek karena aku tidak mengajarkanmu tentang penelitian yang di Suna itu ya? Aih, kau lucu sekali Sasu-chan." Kata Orochimaru dengan seringai jahilnya.
"Berisik." Kata Sasuke sambil beranjak dari ruangan itu, sedangkan Orochimaru tertawa terbahak-bahak melihat tingkah cucu Nii-sannya itu.
#SkipTime(Malamnya di rumah Sakura)
"AYO SEMUANYA, MAKAN MALAM SIAP."
Terdengar suara cempreng Sakura dari arah ruang makan. Saat ini Sakura yang di bantu Temari sedang menyiapkan makan malam, terlihat Ino yang baca buku fashion, serta Gaara dan Kankurou yang asyik bermain game menghentikan aktivitas mereka dan berlari menuju ruang makan.
"Kalian cuci tangan dulu, habis itu baru boleh menyentuh makanan." Kata Temari saat melihat Ino, Gaara dan Kankurou yang langsung ingin mencomot makanan.
"Baiklah." Ujar mereka bersamaan.
"Temari-chan, tolong bawa puding yang di kulkas itu ya? Mereka pasti suka." Kata Sakura yang bersemangat.
"Jangan terlalu memanjakan mereka Saku-chan. Mereka akan kebiasaan jika kau terus memanjakan bocah-bocah itu. Setiap hari cuma tahu makan saja, tidak pernah mau membantu." Kata Temari kesal.
"Hihihi, jangan begitu Temari-chan. Aku justru bersyukur mereka manja padaku. Itu artinya aku masih merasa di butuhkan." Kata Sakura yang tersenyum, namun seperti ada kesedihan di senyumannya.
"Kau bicara apa Saku-chan? Kau akan selalu menjadi bagian dari kami. Kami tak akan pernah meninggalkanmu." Kata Temari yang merangkul Sakura. Sakura yang mendengar itu hanya bisa tersenyum lembut.
"Saki~, boleh aku makan sekarang? Perutku lapar." Kata Ino yang sudah siap makan.
"Dasar rakus."
"Berisik kau panda merah."
"Baiklah ayo makan, ITTADAKIMASU."
"ITTADAKIMASU." Ucap mereka bersamaan dan memakan makanan mereka.
'Aku tahu Saki, kau masih menunggunya. Kau masih menunggu kepulangannya. Meski hal itu adalah hal yang mustahil.' Batin Ino saat melihat Sakura yang saat ini sedang tertawa akibat ulah Kankurou. Sebenarnya, saat tadi dia mendengarkan pembicaraan Sakura dan Temari. Namun, sejujurnya dia sendiri tak tahu harus bagaimana.
~My Teacher My angel~
"Apa maksud Gaara ya saat pulang tadi? Aku tak mengerti." Kata Sakura saat ini berada di depan cermin kamarnya. Sedangkan ke empat sepupunya sudah pulang 1jam yang lalu.
#Flashback
"Maksudmu apa Ino-chan?"
"Dia i-"
"Dia itu orang yang menhalalkan segala cara agar bisa menyingkirkan orang yang di anggapnya sebagai penganggu." Ucap Gaara yang memotong pembicaraan Ino, sedangkan Ino hanya bisa manyun namun membenarkan ucapan Gaara.
"HEY, Jangan memotong ucapanku PANDA." Kata Ino yang kesal pembicaraannya di potong. Sedangkan Gaara hanya cuek.
"Eh, benarkah? Tapi dia tak terlihat seperti itu." Kata Sakura yang tak mempercayai apa yang di ucapkan sepupunya itu.
"Sebenarnya lebih tepatnya Tou-san Sasuke, dia hanya tak ingin Sasuke membuat malu keluarga mereka."
"Maksudmu? Memang masalah apa yang di perbuatnya" Tanya Sakura penasaran.
"Kalau masalah itu lebih baik kau tak usah mencampurinya Saki. Nanti kau akan terlibat masalah." Ujar Ino memperingatkan. Sakura yang mendengarnya hanya bingung.
#EndFlashBack
'Sasuke pasti kesepian, tak ku sangka anak yang terlihat menyebalkan itu punya masalah yang rumit. Meskipun tak banyak, aku ingin membantunya.' Batin Sakura dalam hati sebelum berada di alam mimpi. Sepertinya, mulai detik ini Sakura akan bertekad untuk ikut campur dalam masalah ini. Entah apa yang akan di laluinya nanti.
To Be Continued
Author note:
Haiiiiii semuanyaaaaaa
Akhirnya next chapnya selesai. Ohh ya, maaf ya kalau chap ini suka nyinggung makanan? Soalnya author nulisnya sambil nahan lapar, hahahaha #plak#abaikan
Jika masih pendek dan ada yang kurang author minta maaf sebesar-besarnya. Di karenakan aku nulis fic ini sambil nahan emosi, maklum lagi dapat masalah di tempat kerja*malah curhat*
Ok, untuk satu chapter kedepannya aku akan membahas bagaimana hubungan Sakura dan Sasuke yang sudah ada feel di mulai. Lalu aku rencana memunculkan 1orang lagi yang akan jadi rivel Sasuke. Aku juga berencana nulis dari sudut pandang Ino, Temari, Kankurou dan Gaara di fic ini. 1orang satu chapter. Dan aku juga akan bahas masalah masa lalu Sakura di chap lainnya.#banyakbangetrencananya
RnR please? ^^
