Author note : Saya menyadari kalau tata bahasa dalam cerita ini sama sekali tidak sempurna, banyak typo dan spasi yang salah, serta kata-kata tidak jelas yang bertele-tele. Dan walau dengan banyaknya kekurangan, saya berharap pembaca masih bisa tenggelam, merasakan perasaan para cast dan menghidupkan karakter baekhyun dan chanyeol dalam cerita ini.

Omong-omong ffn memang menghilangkan tanda yang ditulis ya, seperti bintang, pagar, dll. format penulisan cerita saya jadi berantakan.

Saya tidak akan meluruskan persepsi para pembaca sebelum cerita ini berakhir, karena saya ingin pembaca menerka dan berharap pada plot yang tidak biasa, dan saya tahu akan ada beberapa orang yang akan kecewa dengan jalan cerita ini.

Dan terakhir, terima kasih banyak untuk memberi cerita ini hati, waktu, favourite, dan review. Saranghamnida

Eka915, Ice Freya, parkbyundie, WinterJun09, Chanbaek769, Guest baekkicott, inspirit7starlight, Chanyeoltidakmesum, SHINeexo, doeO.O, ssuhoshnet, park kkuma, Baek13erry, Park Beichan, cici fu, Park Aeri-shi, baekyeol1097, Guest kyukyu, Guest ceye04, dan RatedMLovers614.

Alert : Saya ingin menyelesaikan cerita ini sebelum exo comeback, saya sudah lelah dengan code-code dan teori-teori, SMent and exo kill me slowly because they keep reap my money and my life. L juga akan menerbitkan ff baru sambil menunggu mubank ina, but still with chanbaek as the main cast because they are too damn hot and look good together. Can't wait for mubank ina and wish exo will kill it cause the ticket's price is killing too.

Hari-hari terakhir puasa, tetap semangat ya! ff nya dibaca setelah berbuka. ingat kalau Lebaran akan datang dan berlalu, Liburan akan datang dan berlalu juga.

selamat membaca :)

THE EXCEPTION

Bab III : Involved

Baekhyun masih merasa bahwa dirinya sedang bermimpi dan berharap bahwa sewaktu-waktu dirinya akan terbangun di kamar sederhana miliknya di rumah keluarga byun, berharap bahwa apa yang telah dialaminya hanya sebuah bayangan hasil frustasi berkepanjangan. Tapi tidak. Pagi ini baekhyun terbangun lagi di kamar asing, salah satu kamar di rumah seorang park chanyeol. Kamarnya sangat indah dan mewah, bahkan jauh dari kamarnya dulu yang menurutnya sudah cukup berlebihan. Desain rumah ini sangatlah park chanyeol, setiap sudutnya didominasi oleh warna hitam dan merah, sangat maskulin, misterius, dan indah. Baekhyun harus benar-benar bersusah payah untuk menghilangkan pikirannya mengenai kamar utama, kamar park chanyeol. Selama baekhyun tidak berada di sekitar park chanyeol, dia akan tetap bisa berfikir jernih dan memblokade pikiran tak senonohnya, meski kadang itu juga tetap tidak mungkin. Baekhyun benci saat dirinya bergidik ngeri membayangkan park chanyeol memenuhi kebutuhan seksnya dengan wanita sewaan, atau jangan-jangan dia punya kekasih atau simpanan.

Karena semua ini sangatlah aneh, tidak ada yang berubah dalam hidup baekhyun setelah menyandang nama park. Setelah pernikahan yang bahkan tidak bisa dia benar-benar ingat, baekhyun dibawa pulang ke sebuah rumah indah di pinggiran kota seoul oleh park chanyeol dan diperlakukan seperti seorang tamu. Bukan suami, teman, bahkan jika itu cuma berpura-pura, baekhyun seperti orang asing, seperti benda yang dibeli dan dibawa pulang lalu diletakkan begitu saja. Tidak ada skinship bahkan perbincangan.

"Sekarang kamu akan tinggal di sini, katakan semua kebutuhanmu pada kim jongdae dan dia akan menyediakannya untukmu. ", satu kalimat dari chanyeol sebelum meninggalkan baekhyun yang masih termenung sejak pernikahannya dan bahkan tak lagi menemui baekhyun sampai sekarang.

Baekhyun baru benar-benar keluar dari blank spot nya pagi ini dan telah mempertimbangkan sebanyak mungkin hal yang ia mampu, dan semakin dia sadar, semakin tidak masuk akal semua ini. Ia tidak bisa hanya menenggelamkan diri dalam pekerjaan dan hidup seperti barang yang tidak diharapkan di rumah chanyeol. Memang terlalu banyak hal yang membingungkan, bahkan baekhyun tidak mengerti bagaimanakah perasaannya yang sesungguhnya saat ini. Sedih, marah, sakit, pusing, terkejut, terkesima, tapi tidak dengan suka. Baekhyun tidak akan menangis saat ini. Belum, dia adalah seoranglaki-laki.

Baekhyun melihat cincin emas putih dengan aksen hitam tegas di jari manisnya, cincinnya bahkan sangat chanyeol, mengikatnya, baekhyun terkesan dengan cincin yang dipilih chanyeol, cincin design boucheron paris yang pasti sangat mahal. Mempertimbangkan semuanya, baekhyun mesti meluruskan semuanya dengan park chanyeol. Dia harus menghadapi kemanapun jalan ini akan membawanya karena mau tak mau, dia sekarang adalah seorang park.

-the exception-

Sekarang sudah lewat tengah malam dan chanyeol belum juga pulang. Baekhyun sudah bertanya pada jongdae jam berapa kira-kira chanyeol selesai kerja dan menyiapkan diri, dia sesikit terkejut karena chanyeol selalu berangkat sangat pagi dan pulang sangat larut bahkan di akhir pekan seperti ini. Jelas kenapa chanyeol bisa jadi sangat kaya, jika selalu seperti ini apa chanyeol bahkan punya kehidupan.

Suara gerbang terbuka dan baekhyun mendengar suara mobil berhenti di luar. Itu pasti chanyeol, terbukti pintu terbuka dan menampilkan sosok tinggi itu berjalan tegap semempesona sebanyak yang baekhyun bisa ingat. Dan reaksi tubuh baekhyun sama sekali tidak berubah saat di berada di sekitar chanyeol, aliran listrik itu menyala dan menyengat seluruh tubuhnya tapi dia harus tetap berpikir jernih. Dia harus melakukan ini.

Saat melihat sosok baekhyun duduk di ruang tamu, sekilas ada raut kaget di wajah chanyeol tapi dengan segera dia mengembalikan kembali ekspresinya menjadi raut andalannya, datar. Chanyeol hari ini memakai kemeja putih tulang dan dasi kuning menyala, jas dan celananya berwarna hitam, pakaiannya tampak mahal dan indah, baekhyun tak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya karena pakaian chanyeol adalah setelan dari salah satu design buatannya, hati baekhyun menghangat pada hal kecil itu.

Tersenyum, baekhyun menghampiri chanyeol yang berdiri berhenti di dekatnya. Bahkan sudah selarut ini chanyeol tampak segar, rapi, mempesona seakan dia baru akan berangkat memulai hari. Rambutnya tidak ditata klimis, sedikit keluar dari jalur, namun itu membuat chanyeol bahkan lebih menawan.

"Hai." baekhyun memecah keheningan di antara mereka lalu mengulurkan tangannya membantu chanyeol agar melepas jasnya. Baekhyun tidak mengerti dengan ekspresi chanyeol saat ini, bahkan tidak bisa menerka bagaimana suasana hati chanyeol.

"ehm. Hai. " suara chanyeol yang berat di malam hari membuat tubuh baekhyun menegang.

"Apa kamu sudah makan malam? Aku akan menyiapkannya, atau kamu mau pergi mandi dulu?" baekhyun berusaha mempertahankan senyumnya. Jangan terpengaruh. Jangan terpengaruh. Baekhyun mengulang mantra di dalam hatinya.

"Tidak, sudah. Aku sudah makan dan mandi sebelum pulang. Kenapa kamu masih terjaga?", Baekhyun mendengus, Chanyeol bahkan terdengar seperti sama sekali tidak terpengaruh pada keberadaannya. Chanyeol mengangkat alis kirinya.

"Aku ingin tahu kenapa kamu menghindariku. " ya, ini baekhyun. Sekarang atau tidak sama sekali.

"Apa maksudmu? Aku tidak menghindarimu." chanyeol menatap baekhyun tajam, baekhyun menelan ludah lalu mendengus lagi, mendekap erat jas chanyeol yang ada di tangannya.

"Sejak kamu membawaku ke rumah ini dari gereja satu minggu lalu, kita tidak pernah bertemu lagi. Kamu berangkat pagi-pagi buta, pulang sangat larut, aku, aku di sini, bingung, kita tidak, tidak... ", baekhyun ingin mengeluarkan semua hal yang mengganjal hatinya, tapi dia tidak bisa. Menarik nafas menenangkan diri, baekhyun duduk di sofa.

"Ini akan lebih baik dilakukan sambil duduk. Aku ingin bicara denganmu. Kita harus bicara. ", baekhyun menurunkan nada bicaranya.

Chanyeol masih memasang ekspresi datarnya dan duduk di samping baekhyun. Terlalu santai dibanding dengan keadaan baekhyun yang kalut dengan detakkan jantungnya yang serasa membuatnya akan meledak.

"Aku tahu kamu membenciku, tapi aku tidak akan menceraikanmu," ketegasan dan kalimat yang keluar dari mulut chanyeol membuat baekhyun terkejut hingga bola matanya melotot seakan mau keluar dari kelopaknya.

"Aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan chanyeol-si, siapa yang membenci siapa? dan perceraian apa? Aku cuma mau bicara. Aku ingin kita meluruskan apa yang ada di antara kita, karena kenyataannya sekarang aku adalah park baekhyun." baekhyun berharap dia terdengar normal. Baekhyun melihat chanyeol sedikit lebih santai dan menyeringai sekilas namun sekarang wajahnya kembali datar. Apa baekhyun salah melihat?

"Ya. Jadi park baekhyun, apa kamu menginginkan sesuatu? Kamu bisa mengatakannya pada jongdae, dia bisa menyediakan semuanya untuk kamu. " Park Chanyeol benar-benar terdengar seperti seorang pebisnis. Dia benar-benar memprovokasi lawan bicaranya. Tapi baekhyun tidak akan gentar, tidak setelah sejauh ini.

"Kim jongdae memang selalu berada di dekatku, menjadi bodyguard, sopir, dan pelayan pribadi, dia sangat membantu, terima kasih. Dia juga selalu memberitahuku tentang kegiatanmu, Tuan park sedang pergi kesini, tuan park sedang begini, ini terasa kim jongdae lah yang menikahiku. " baekhyun akan memberi tahu chanyeol segalanya.

"Aku tidak mengerti, aku kira kamu tidak mau bertemu denganku, dan aku tidak ingin memberikan kamu lebih banyak alasan kamu untuk lebih membenciku. " chanyeol memberi jawaban yang tidak disangka oleh seorang baekhyun.

"Aku tidak pernah membencimu chanyeol-sii, jangan bicara seolah-olah kamu mengenalku dan tahu perasaanku. Kita bahkan baru benar-benar bertemu tiga kali ini, aku sama sekali tidak mengenalmu, aku tidak tahu apa-apa, aku..." inilah kenyataannya, kenyataan bahwa baekhyun yang sama sekali tidak mengenal chanyeol adalah alasan utama semua ketakutan dan kekalutan di dadanya. Baekhyun melihat sebuah kilatan di mata chanyeol, hal yang tidak akan pernah diketahui baekhyun.

"oke, pertama kita sama-sama salah persepsi, aku minta maaf untuk itu, kedua, kamu mencoba mengatakan padaku kalau kamu ingin mengenalku, dan ketiga, kamu butuh bicara. ", Chanyeol meluruskan kalimat baekhyun. Wajah pebisnisnya sudah tanggal, baekhyun sekarang melihat seorang chanyeol yang sebenarnya.

"ya, itulah maksudku. Untuk saling tahu, kita mesti berterus terang satu sama lain. Aku tidak akan memaksamu menceritakan rahasia atau hal yang tak mau kamu bicarakan, aku sudah kamu nikahi, jadi perlakukan aku sebagai suami, ini etikatku, aku tidak mau hidup dalam suasana seperti ini lebih lama lagi. " baekhyun berharap pemilihan kata-katanya tepat.

"Jadi, kamu ingin membangun sebuah keluarga yang bahagia? Pasangan dengan hasrat mungkin? ", chanyeol mendekati baekhyun dan menyeringai tidak senonoh.

"YA! Apa? Tidak! Maksudku, ya, kita sekarang adalah keluarga tapi aku, aku tidak, tidak..." baekhyun kehilangan kata-katanya bergidik merasakan kabut pekat di sekitar mereka seakan kabut itu mengandung obat perangsang. Nafas baekhyun sangat berat saat chanyeol semakin dekat dengan dengannya, bahkan saat chanyeol menjauhkan dirinya dari baekhyun, ia masih larut dalam hipnotis kabut itu.

"Oke." chanyeol masih menyeringai.

"Aku tahu semua hal tak masuk akal ini sudah menjadi hal biasa di kalangan ini, jadi aku tidak akan menanyakan kenapa, yang sudah biarlah sudah, dan huaaahhh. " baekhyun merasa pipinya memerah saat tak bisa menahan dirinya untuk menguap. Chanyeol melihatnya dengan tatapan tidak suka.

"Cukup, kita akan bicara lagi besok. Kamu biasa tidur jam sepuluh, ini sudah jam satu.", Chanyeol mengambil jasnya dari pangkuan baekhyun dan menunjuk kamar tidur.

"tidak, kita bisa tetap bicara, aku bukan anak kecil yang memiliki jam tidur, lagipula besok hari minggu ", baekhyun tersinggung karena merasa chanyeol tidak benar-benar menghiraukan dia.

"Aku sangat sadar kamu bukan anak kecil melihat bagaimana tubuh dan mulutmu itu, tapi kamu harus tidur sekarang. Seperti yang kamu katakan, besok hari minggu, aku akan seharian di rumah dan kita bisa membicarakannya besok, dan kamu punya waktu seharian untuk meneriakkiku." chanyeol menyeringai dan beranjak meninggalkan baekhyun.

Baekhyun mendengus, lalu ingat pada salah satu rencananya. Dengan tubuh gemetar, dia menarik nafas, ya baekhyun, sekaranglah. Kamu baekhyun, kamu kuat.

"Dan Chanyeol-sii, aku tadi sudah bilang kalau aku adalah suamimu kan? ", Chanyeol menoleh pada baekhyun dan melihat baekhyun menelan ludahnya kasar.

"Jadi kita mesti tidur bersama. "

-the exception-

Ketika kamu membuat pengecualian, perjuangkan. -anonymous

-the exception-

Baekhyun sekarang mengutuk otaknya dan ide tolol tentang tidur dengan chanyeol. Kenyataannya dia tidak tidur sama sekali malahan baekhyun merasa hampir mati karena menderita blueball semalaman. Baekhyun yang akhirnya jatuh tertidur selama dua jam, bangun dengan celana basah karena mimpi tak senonohnya, dan dia berharap chanyeol tidak menyadari itu atau dia bisa benar-benar tidak akan bisa melihat chanyeol lagi karena terlalu malu.

"Aku tahu maksudmu baekhyun, kiita akan memindahkan barang-barangmu ke kamar ini besok dan kita akan tidur di sini bersama, tapi aku tidak ingin kamu memaksakan diri agar merasa nyaman denganku. " nada rendah itu membuat pipi baekhyun merona. Dan dengan pengertian, Chanyeol tidur di kursi santai yang ada di sisi ranjang berukuran king itu.

Duduk dan berusaha menyadarkan pikirannya, baekhyun melihat sekeliling kamar, jam menunjuk angka delapan. Kamar park chanyeol, darah memenuhi wajah baekhyun membuatnya semerah tomat karena benar-benar terasa malu. Kamar park chanyeol beraroma park chanyeol, semacam dessert kue kering coklat dan cemara, serta rempah-rempah, bau yang sangat jantan, baekhyun bisa menghirup bau ini selamanya dan tetap mabuk kepayang. Desain dan furniturenya jantan, tegas, seperti pemiliknya. Tirainya besar hitam menutup jendela besar yang mengarah langsung ke taman halaman belakang. Kamarnya pun sangat luas dan terhubung dengan lemari atau ruang ganti yang sangat besar dan sebuah kamar mandi.

Dan soal kamar mandi, pintu berwarna coklat tua itu secara mendadak terbuka dan menampakkan sosok Park Chanyeol dengan hanya menggunakan handuk putih sepinggang, syaraf baekhyun benar-benar terbakar. Tidak sedikitpun daging berlebihan ditubuh park chanyeol yang terekspos, hanya lempengan otot kerasnya yang terasah. Perutnya seperti papan penggilas cucian dan otot pada panggulnya berbentuk V sangat seksi sekali yang biasa kyungsoo sebut 'the Loin of Apollo'. Dada chanyeol licin tanpa bulu membuat baekhyun memikirkan apakah dia memang tidak memilikinya atau melakukan wax. Park Chanyeol murni pria primitif, perwujudan dari semua yang baekhyun dambakan, khayalkan, dan harapkan sebagai pria. Dan semoga park chanyeol tidak melihat celana bagian diantara paha baekhyun menggelembung tidak senonohnya, oh, mukanya semakin merah dan baekhyun tidak bisa mengendalikan bagaimana raut wajahnya sekarang terlihat.

"Oh, kamu sudah bangun? Apa kamu tidur nyenyak semalam? Kamu tidak apa-apa? Mukamu sangat merah baekhyun. ", Chanyeol berjalan menuju ranjang dimana baekhyun duduk.

"Maaf, permisi, aku harus ke kamar mandi.", ya, persetan dengan pertanyaan chanyeol, persetan dengan tubuh indah yang tak adil itu. Baekhyun benar-benar membutuhkan pelepasan, dia akan melakukannya di kamar mandi, dengan tangannya.

-the exception-

Dan seperti yang dijanjikan chanyeol semalam, mereka berdua benar-benar berbicara hari minggu itu. Baekhyun tidak mau menghujani pertanyaan-pertanyaan untuk chanyeol, dia membiarkan kaki-laki dominan membagi apa yang ingin dia bagi dengan baekhyun, meski tidak banyak, kebanyakkan tentang bisnisnya yang berjalan sekarang. Baekhyun juga membahas tentang pengaturan rumah, dan bagaimana saling menghormati pasangan, yaitu tidak akan berhubungan dengan orang lain, dan Chanyeol mengejek baekhyun dengan mengatakan kalau baekhyun menjadi tipe suami posesif, dan baekhyun malu mengakui kalau dia tidak suka pada ide Chanyeol tidur bersama orang lain.

Lalu tentang bagaimana mereka akan memperlakukan satu sama lain, penggunaan bahasa non formal, paggilan, baekhyun awalnya ingin memberi embel-embel hyung untuk chanyeol mengingat umur mereka yang terpaut jauh, delapan tahun, tapi chanyeol tidak suka dipanggil hyung oleh baekhyun, jadi mereka akan menjadi teman, saling memanggil dengan nama depan.

Baekhyun juga berusaha mengembalikan sebuah kartu kredit hitam yang diberi chanyeol melalui jongdae. Baekhyun berkata pada chanyeol kalau bisnisnya berjalan baik, dia sudah membayar pengeluarannya sendiri jadi dia tidak membutuhkan itu tapi chanyeol malah menjadi sangat marah dan bereaksi berlebihan dan tetap memaksa baekhyun untuk menghabiskan semua uangnya karena Chanyeol bekerja keras, jadi baekhyun menerima kartu kredit itu berkata dalam hati bahwa dia juga tak akan memakainya dan mengurungkan niat untuk meminta chanyeol berhenti membuat jongdae mengikutinya kemanapun karena takut chanyeol akan marah lagi. Sesekali baekhyun akan menjauhkan diri dari chanyeol jika merasa tak nyaman karena pesona chanyeol yang sangat berpengaruh buruk pada baekhyun.

Satu topik yang sedari tadi belum diangkat oleh baekhyun maupun chanyeol, yaitu tentang keluarga chanyeol. Baekhyun sudah memancing-mancing chanyeol dengan menceritakan tentang keluarga byun, tapi chanyeol sama sekali tidak mengatakan apapun. Dan tahu apa yang aneh? Adalah tak ada satupun keluarga chanyeol yang datang di pernikahan kecil dan sepi mereka. Baekhyun merasa ada yang tidak benar, jadi dia bertanya pada chanyeol bagaimana baekhyun akan bertemu keluarga park.

"tidak, jangan pernah kamu menemui mereka. Kamu menjadi park karena aku dan kamu tidak butuh mereka.", suara chanyeol keras dan membuat takut baekhyun. Baekhyun menyadari kalau chanyeol punya temperamen buruk namun entah mengapa hanya dengan berbicara dengannya, baekhyun merasakan bahwa chanyeol memiliki banyak sisi baik.

Sisa hari minggu itu dihabiskan baekhyun dan chanyeol melakukan sebuah 'date'. Sebenarnya park chanyeol diundang salah satu kolega bisnisnya untuk menghadiri pesta perayaan yang sangat mewah dan besar, chanyeol berkata kalau dia ingin memperkenalkan baekhyun secara resmi pada dunia karena sejak pernikahan kecil itu mereka tidak pernah kelihatan bersama dan membuat banyak orang mengira kalau pernikahan mereka cuma sekedar bohong atau gosip. Tapi baekhyun selalu tidak nyaman dengan pesta semacam itu jadi dia benar-benar menolak chanyeol dan membiat mereka pergi kencan yang menurutnya sangat menyenangkan. Baekhyun selalu ingin pergi dan menikmati kencan seperti orang biasa, jadi chanyeol dan baekhyun meninggalkan rumah dengan taksi dan pergi ke tempat biasa walau baekhyun tahu di belakang mereka ada pasukan bodyguard chanyeol yang mengawasi, baekhyun hanya bisa memutar matanya malas.

Baekhyun suka melihat ekspresi terkesan chanyeol saat kencan orang biasanya. Mereka pergi nonton film action yang baru dirilis, membeli popcorn porsi jumbo yang paling mahal dan beberapa camilan yang sedikit berat seperti tacos dan hotdog sehingga mereka berdua menarik perhatian karena terlihat seperti orang yang menawarkan camilan. Setelah itu mereka berjalan menyusuri sungai han dan membeli toppokki dan sweet-potato rebus di pinggir jalan dimana mereka membayar sepuluh kali lipat dari harga aslinya karena pedagangnya tidak menerima pembayaran dengan kartu dan uang kembaliannya terlalu banyak. Dan chanyeol selalu mengomentari tentang terlalu murahnya orang-orang itu menawarkan dagangannya. Baekhyun hanya tidak bisa berhenti tersenyum hari itu. Chanyeol tidak seburuk yang dia pikirkan, pernikahan juga tidak seburuk yang ia kira. Ya, semua hal memiliki pengecualian. Chanyeol, pengecualian untuk baekhyun, dan baekhyun berharap kalau dirinya menjadi pengecualiannya juga untuk chanyeol. Entah mengapa baekhyun ingin chanyeol tidak menyesal memilihnya sebagai suami.

-the exception-

Kemarin adalah hari yang menyenangkan. Baekhyun bangun pagi ini lebih dulu dari chanyeol. Dia bangun dengan semangat membara walau masih tetap harus meredakan libidonya sendiri di kamar mandi, suatu hal yang tidak mungkin untuk tidak merasa terangsang saat berada di sekitar park chanyeol. Baekhyun tidak mengharapkan ia akan bercinta dengan chanyeol karena itu akan menjadi sebuah lompatan yang terlalu besar untuknya, ia juga meragukan kalau chanyeol merasa terangsang juga pada kehadirannya seperti ia terangsang pada kehadiran chanyeol. Apalagi posisi tubuh chanyeol yang tidur meringkuk memperjelas otot tubuhnya, baekhyun tertawa kecil karena dia mengira kalau chanyeol sudah bangun padahal nyatanya dia masih tidur, tidur dengan mata terbuka. Memperhatikan wajah chanyeol yang tidur seperti anak kecil membuat hati baekhyun menghangat. Semuanya masih seperti hari sebelumnya dimana chanyeol tidur di kursi santai dan dia di ranjang, mereka berdua sangat lelah setelah sampai dari kencan seharian mereka. namun keadaan semakin terasa hangat dan membaik. Baekhyun tidak lagi merasa sangat asing, dan mereka setidaknya akan berteman dan mencoba akrab dengan satu sama lain.

Baekhyun terpaksa membangunkan chanyeol karena ini sudah jam delapan dan bahkan biasanya chanyeol sudah meninggalkan rumah pukul enam pagi. Baekhyun tidak tahu jadwal chanyeol tapi ini adalah hari senin. Dan saat mata besar itu benar-benar terbuka secara harfiah, baekhyun terpaku karena melihat chanyeol melompat berdiri dan mengumpat tentang terlambat pada rapat pagi. Baekhyun terbahak-bahak saat chanyeol terburu-buru masuk ke kamar mandi lalu berinisiatif untuk mengambilkan setelan kerja chanyeol di lemari super besar yang sekarang juga diisi pakaiannya. Baekhyun terkesan pada banyaknya setelan hasil designnya yang dibeli chanyeol, bahkan desain pertama yang ia buatpun chanyeol memilikinya, entah mengapa dia merasa kalau chanyeol memang sudah tahu tentang diri baekhyun terlalu lama.

Mengambil kemeja putih, jas hitam, celana hitam, dasi coklat tua, bahkan tidak lupa sebuah penjepit dasi berlian salah satu koleksi chanyeol, baekhyun meletakkan barang-barang itu di ranjang lalu pergi keluar kamar untuk melihat bagaimana sarapan akan disajikan, dia juga berencana akan menelpon ibunya dan kyungsoo pagi ini.

-the exception-

Baekhyun sudah duduk di ruang makan menunggu chanyeol keluar kamar untuk sarapan bersama saat mendengar sebuah mobil berhenti di depan teras lalu terdengar keras bantingan pintu utama. Baekhyun segera menuju ruang tamu untuk melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi, perampokkan, pedobrakkan, atau seorang tamu...

Chanyeol sudah berdiri dengan seorang perempuan yang terlihat kesetanan di ruang tamu saat baekhyun datang. Dan sebuah tamparan keras mendarat di pipi chanyeol dengan diikuti teriakan primitif yang membuat jantung baekhyun melompat.

"DASAR LAKI-LAKI TAK TAHU DIRI! BAGAIMANA KAMU BISA MENIKAH TIBA-TIBA DAN TAK MENGATAKAN APAPUN PADAKU!! "

tbc

Bab IV akan diposting hari jumat