My Lovely Anti-fan

.

.

By

Jlee96

Cast

Lee Jihoon

Kwon Soonyoung

.

.

.

Chapter 3

(anti) Fansigning

.

.

Pagi yang cerah di hari Sabtu. Pukul sembilan pagi Wonwoo sedang sarapan di rumahnya. Moodnya sedang baik hari ini. Tentu saja, dirinya akan bertemu 'suami' yang sudah dirindukannya. Berlebihan memang, padahal Wonwoo baru bertemu 'suami' nya itu dua minggu lalu waktu konser.

Wonwoo memang terbiasa pergi sendiri jika ingin melihat SVT. Dia tidak pernah mengajak Jihoon sekalipun. Dirinya tahu, jika sahabatnya itu tidak menyukai hal-hal seperti itu. Jihoon akan lebih suka dirinya diajak menonton penyanyi solo senior ketimbang melihat kumpulan laki-laki tampan di televisi. Aneh memang.

Sampai kemarin, Wonwoo mengajak Jihoon untuk menemaninya datang ke fansigning. Bukan apa-apa, Wonwoo hanya ingin mengajak Jihoon untuk sesekali melihat laki-laki tampan saja. Tetapi usaha apapun Jihoon tetap menolaknya. Huh memang dasar keras kepala.

"Tiket yang aku kasih... diapakan Jihoon ya?"

Teringat dengan tiket malangnya, Wonwoo menekuk mukanya. Pasalnya tiket itu didapatnya susah payah. Dia harus rela berjam-jam menunggu didepan laptopnya sampai penjualan tiket dibuka. Dan benar saja, tidak sampai lima menit tiket itu sudah ludes terjual. Untung saja dia masih dapat dua tiket. Tetapi sayang, Wonwoo tidak tahu tiketnya yang satu kabarnya bagaimana.

'ddrtt... ddrrrttt'

Ponsel Wonwoo bergetar. Layarnya bertuliskan 'Jihoonie' sebagai penelepon. Wonwoo mengernyitkan alisnya bingung. Ada apa dengan sahabatnya itu? Apa dia mengubah pikirannya? Tapi itu tidak mungkin sih mengingat bagaimana sifat Jihoon.

"Yeoboseyo"

Tetapi tidak ada balasan setelahnya. Wonwoo bingung, sahabatnya menelepon tetapi tidak ada suara disebrang sana. Apa Jihoon sedang mempermainkan Wonwoo? Baru saja Wonwoo ingin memanggil Jihoon, tetapi sebuah suara hampir membuatnya terjatuh dari kursinya.

"Wonwoo, kapan fansigningnya dimulai? Aku akan menemanimu"

"Apa? Kau...serius?"

Terdengar helaan nafas disana. Mungkin Jihoon sedang ragu-ragu disana pikir Wonwoo.

"Ji, kalau tidak mau tidak apa. Aku bisa sen-"

"Tidak"

"..."

"Aku akan menemanimu. Kau jadi menjemputku kan?"

"O-oke aku kesana sekarang. Tunggu aku"

'Pip'

Wonwoo masih tidak percaya apa yang barusan dia dengar. Jihoon memutuskan untuk menemaninya hari ini. Jihoon akan datang bersamanya. Jihoon yang keras kepala dan menyebalkan itu akhirnya menemaninya ke fansigning.

"Woaaaa...!"

Senang. Itulah yang Wonwoo rasakan saat ini. Bagaimana tidak senang, sahabatmu yang keras kepala dan bersihkeras untuk tidak ikut dengan sendirinya dia bilang akan ikut. Langsung saja Wonwoo bangkit dan bersiap-siap untuk pergi kerumah Jihoon. Moodnya bertambah baik hari ini, karena pada akhirnya dia akan pergi dengan Jihoon.

Hanya butuh waktu sepuluh menit, Wonwoo sudah sampai didepan rumah Jihoon. Wonwoo berlari dari rumahnya yang hanya berbeda tiga blok dengan rumah Jihoon. Begitu pintu dibuka, Wonwoo langsung masuk dan menerjang Jihoon.

"Yak Lee Jihoon! Yang ditelepon tadi benar kan? Kau tidak bercanda kan? Kau tidak akan berubah pikiran lagi kan? Iya kan?"

Tubuh Jihoon diguncangkan oleh Wonwoo membuatnya menjadi agak pusing. Jihoon meronta tetapi dihiraukan oleh Wonwoo.

"Wonwoo lepaskan aku dulu"

"Ah iya maafkan aku"

Jihoon membola matanya malas. Berjalan masuk ke arah ruang tamu, dibelakangnya ada Wonwoo yang mengekori Jihoon. Tidak ingin membuat Jihoon berubah pikiran lagi, Wonwoo hanya diam dan menurut saja pada Jihoon.

Mereka berdua duduk berdampingan di sofa. Rumah Jihoon sepi, sudah dipastikan kakaknya sedang tak berada di rumah. Suasana agak canggung untuk Jihoon. Dirinya masih tidak percaya apa yang tadi dia katakan pada Wonwoo.

"Ji?"

"Hmm"

"Kau benar-benar akan menemaniku hari ini kan?"

"Ya"

"Yes! Kalau begitu bersiaplah. Kita akan pergi berbelanja hari ini"

"Ha? Bukannya kita akan ke fansigning?"

"Memang, sebelum itu aku ingin membeli baju baru. Kau tentunya masih ingatkan kita akan bertemu siapa? Kita akan bertemu 'suami' ku. Aku tidak ingin penampilanku buruk dihadapannya. Setidaknya aku harus sempurna"

"Terserah kau saja"

"Dan kau... kau juga harus membeli baju baru. Tidak ada protes! Kau harus berpakaian dengan baik hari ini Jihoon"

Jihoon hanya menghela napasnya. Pasrah dengan keinginan sahabatnya itu karena Jihoon tidak ingin membuat Wonwoo menjadi sedih lagi.

"Jjaa! Ayo kita berangkat"

.

.

.

Sekarang, Jihoon dan Wonwoo sedang duduk bersama ribuan penggemar yang lain. Setelah dirinya ditarik paksa oleh Wonwoo berputa-putar didalam pusat perbelanjaan untuk mencari baju untuk dipakainya ke acara ini. Wonwoo memakai sweater berwarna baby blue yang panjang lengannya sampai menutupi sebagian telapak tangannya. Kaki kurusnya dibalut ripped jeans dan tak lupa beanie berwarna putih kesayangannya bertengger manis dikepalanya. Sahabatnya itu benar-benar manis hari ini.

Lalu bagaimana Jihoon? Dia hanya memakai sweater putih polos kebesaran dan celana pendek hitam selutut. Dia juga hanya memakai sneakers putih untuk kakinya. Simple tetapi tetap manis. Karena buat Jihoon, dirinya tidak perlu bersusah payah memperhatikan penampilan untuk orang yang tidak dia suka sama sekali.

Didalam gedung acara sangat berisik, terang saja semua yang ada disini berteriak kencang mengelu-elukan sang idola tak terkecual Wonwoo. Pemuda itu sudah berteriak kegirangan sekitar sepuluh menit yang lalu. Dia terus berteriak memanggil-manggil sang 'suami'. Siapa lagi kalau bukan Kim Mingyu.

Pandangan Jihoon mengedar. Banyak sekali yang datang ke fansigning hari ini. Walau dominan yang datang adalah perempuan tetapi banyak juga laki-laki yang datang. Ada sekitar dua puluh orang lebih termasuk dirinya dan Wonwoo.

Jihoon menoleh kearah Wonwoo karena dirinya baru saja mendengar suara teriakan tertahan dari sebelahnya. Sahabatnya itu sedang menatap ponsel dengan mata berbinar.

"Ada apa?"

"Ji, lihat ini? Katanya hari ini akan penampilan spesial"

"Kau berlebihan"

"Aku tidak berlebihan. Disini dikatakan akan ada penampilan solo dari masing-masing member dan yang paling penting adalah mereka akan menarik penggemar yang beruntung untuk naik keatas panggung! Ya Tuhan Jihoon! Berarti hanya akan ada tujuh orang yang ditarik keatas sana! Aduh aku harus bagaimana? Kalau Mingyu tidak melihatku bagaimana? Aduh Jihoon bagaimana ini?"

Jihoon tidak habis pikir dengan sahabatnya itu. Dirinya tidak sanggup lagi mendengar segala ocehan yang keluar dari bibir Wonwoo. Wonwoo memang terkadang orang yang cerewet, tetapi yang Jihoon tahu Wonwoo tidak pernah mengoceh histeris seperti ini.

"Hey Wonwoo kapan acara dimulai?"

"Sekitar lima belas menit lagi, kenapa? Kau tidak ingin pulang sekarang kan?"

"Tidak, aku ingin ketoilet sebentar"

"Baiklah. Dan jangan coba-coba kabur. Aku akan marah padamu kalau itu benar terjadi"

"Tenang saja, aku tidak akan kabur"

Dirinya bangkit dan meninggalkan aula tersebut. Mengitari gedung tersebut mencari toilet terdekat. Sampai akhirnya Jihoon melihat ada toilet yang terletak agak kebelakang. Jihoon masuk kedalam salah satu bilik dan menuntaskan urusannya.

Lalu keluar dan berdiri didepan wastafel. Mencuci tangan dan membasuh wajahnya dengan santai, tak tahu jika dirinya sedang diawasi seseorang yang berada dipojok toilet. Orang tersebut menyeringai saat melihat Jihoon sedang berdiri tak jauh dari hadapannya.

"Kau datang eoh?"

Sebuah suara menghentikan aktivitas Jihoon. Dirinya melirik kearah sumber suara dan benar saja. Disana, dipojok toilet berdiri seseorang yang Jihoon benci siapa lagi kalau bukan Soonyoung. Soonyoung mendekat dan mensejajarkan tubuhnya disamping Jihoon.

"Sebegitu rindunya kah kau padaku hingga repot datang kesini?"

Tak ada jawaban dari Jihoon. Dirinya sibuk mengeringkan tangannya dan ingin bergegas pergi sebelum lengannya dicegat dengan lengan yang lain.

"Apa maumu?"

"Mau ku? Aku ingin kau menemaniku disini"

"A-apa maksudmu?"

Soonyoung tidak menjawab. Dirinya maju mendekati Jihoon. Tetapi Jihoon terus melangkah mundur menjauh dari tubuh Soonyoung. Naas, saat Jihoon ingin terus menjauh dari Soonyoung tubuhnya tak dapat bergerak lagi. Dirinya sudah menempel di dinding dan tak ada celah untuk terlepas dari Soonyoung.

"Kau takut hm? Jangan takut, aku tidak kasar. Hanya sedikit... menggigit?"

Jihoon menelan ludahnya kasar. Tidak ingin mendengarkan seluruh perkataan ambigu Soonyoung. Matanya menatap Soonyoung dengan penuh kebencian.

"Jangan menatapku seperti itu manis"

"Lepaskan aku"

"Lepaskan? Bahkan aku tidak memegangmu barang seinci pun. Lalu apa yang harus kulepas?"

Kesal, ingin rasanya meninju orang dihadapannya tetapi Jihoon tidak bisa. Pikiran dan tubuhnya tak sejalan. Jantungnya berdegub dua kali lebih kencang dari biasanya. Jihoon tak mengerti tetapi dalam pikirannya yang lain dia merasa tatapan Soonyoung sangat seksi dan mendominasi sekarang.

'Haish Lee Jihoon apa yang sedang kau pikirkan eoh?'

"Kupikir kau anti fans kami. Tetapi kenapa kau ada disini hm? Mencariku?"

"Aku memang anti fans mu. Dan aku hanya menemani sahabatku"

"Oh berarti hari ini adalah anti-fansigning dong"

"Apa?"

"Jelas-jelas kau tidak suka pada kami, tetapi kau tetap datang kesini dengan alasan menemani sahabtmu"

"Itu bukan urusanmu"

"Benarkah? Kalau begitu, aku akan menunggumu nanti. Sampai jumpa nanti mungil"

Soonyoung mengusak rambut Jihoon sebelum pergi. Hingga dirinya sampai dipintu toilet dan menoleh sebentar kearah Jihoon. Mengerlingkan mata dan memperlihatkan seringaian andalannya. Jihoon? Pemuda itu hanya bisa menatap kepergian Soonyoung.

"Sial! Apa-apaan dirinya itu? kenapa juga aku berpikir bahwa dirinya seksi tadi? Otakku benar-benar kacau hari ini"

Jihoon keluar dari toilet setelah membasuh mukanya kembali. Kembali ketempat duduknya yang berada disamping Wonwoo. Mengabaikan Wonwoo yang bertanya dari mana saja dia, karena acara baru saja dimulai.

.

.

.

Fansigning sudah berlangsung selama lima belas menit. SVT baru saja menyanyikan lagunya yang berjudul Mansae yang menurut Jihoon lagu itu lumayan. Lumayan, setelah mendengar orang yang sudah hampir melecehkannya ditoilet menyanyi langsung didepan para penggemarnya. Jihoon tidak memungkiri bahwa suara Soonyoung itu lumayan untuk seorang yang tidak punya sopan santun.

Diliriknya Wonwoo yang sedang berteriak kencang menyerukan nama Kim Mingyu berkali-kali bersama penggemar. Sesekali menyerukan nama member yang lain, tetapi tetap saja nama Kim Mingyu yang sering Jihoon dengar.

"Ji, kau ikut mengantri kan?"

"Mengantri?"

"Iya, kau ikut mengantri untuk tanda tangan kan?"

"Tidak"

"Ayolah Ji, temani aku ya ya?"

"Aku malas Wonwoo. Aku tak tertarik"

"Kau menyebalkan"

"Wonwoo, aku benar-benar malas"

"Sekaliiii saja. Ya ya?"

Jihoon diam. Berpikir apakah dirinya harus menuruti keinginan sang sahabat yang kesekian kalinya. Masalahnya, Jihoon sangat malas jika nanti bersitatap dengan Soonyoung lagi disana. Dia tidak ingin menambah rusak moodnya untuk hari ini.

"Jihoon aku mohon... ya? Sekali saja, untuk hari ini saja"

"Baiklah"

"Yeay, kau yang terbaik"

Seketika Wonwoo langsung mendekap tubuh Jihoon. Tuhan, semoga Jihoon akan baik-baik saja untuk beberapa waktu kedepan. Dirinya benar-benar ingin pergi dari tempat ini kalau saja dia sudah tidak sayang dengan sahabatnya itu. Dirinya berulang kali mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja. Semua akan lekas selesai.

Benar, semua baik-baik saja sebelum dirinya kini kembali berhadapan dengan Soonyoung. Jihoon kini sudah berada tepat dihadapan Soonyoung dengan meja sebagai pembatasnya. Soonyoung menyeringai saat tahu orang yang dihadapannya adalah si mungil.

"Kita bertemu lagi"

"Diam"

"Kau menyuruhku diam? Semua orang yang datang kesini sangat senang jika aku ajak bicara bahkan sahabatmu itu, kenapa kau menyuruhku diam?"

"Bodoh"

"Ah benar juga. Ini kan anti-fansigning mu yang pertama. Bagaimana aku bisa lupa? Sekarang siapa namamu manis?"

Jihoon tidak mengerti, pipinya terasa menghangat setelah Soonyoung memanggilnya manis. Berkali-kali Jihoon meyakinkan diri bahwa itu adalah efek amarahnya pada Soonyoung bukan efek dirinya tersipu malu karena dipuji oleh orang didepannya ini. Hell, Jihoon masih membencinya.

"Tidak perlu kau jawab. Aku sudah tahu namamu Hoonie"

"Terserah"

"Aku suka namamu, mirip denganku. Soon dan Hoon. Serasi bukan?"

"Aku tak peduli. Cepat selesaikan pekerjaanmu Hoshi-shi"

"Kenapa kau memanggilku dengan namestage? Biasanya ada panggilan sayang. Bagaimana dengan Soon? Nanti aku juga akan memanggilmu dengan Hoon. Bagaimana?"

"Aku tidak butuh dan cepatlah"

"Tidak usah terburu-buru. Kau tidak lihat sahabatmu itu"

Jihoon melirik ke sebelah kanannya. Wonwoo sedang berbincang dengan Mingyu hingga pipinya merona, tak lupa tangan mereka saling bertaut mesra. Bisa Jihoon tebak, keduanya pasti sedang melayangkan kata-kata pujian dan gombalan-gombalan manis pada satu sama lain. Jihoon berpikir pasti Wonwoo senang sekali hari ini.

"Kau melamun?"

"..."

"Kurasa mereka berdua sebentar lagi resmi berkencan"

"Apa maksudmu?"

"Mingyu itu suka dengan sahabatmu sejak malam waktu itu aku menabraknya"

"Kurang ajar"

"Hah?"

"Suruh teman satu grupmu itu menjauh dari sahabatku. Aku tidak ingin sahabatku menjadi korban permainan para artis yang tidak bertanggung jawab"

"Woah tunggu-tunggu, kami apa?"

"Artis tak bertanggung jawab"

"Dengar, aku tidak masalah jika kau membenci kami tetapi ingat satu hal. Jangan pernah menyebarkan rumor tak berarti seperti itu. Ini milikmu"

Setelah berkata seperti itu, Soonyoung memberikan album yang sudah ditanda tanganinya lalu menyapa penggemar lain tanpa melihat Jihoon lagi. Jihoon sedikit merasa bersalah karena ucapannya mungkin melukai perasaan Soonyoung. Tetapi Jihoon tak meminta maaf. Rasa egonya yang tinggi membuat dirinya bergeser dari hadapan Soonyoung begitu saja.

'Dia seorang idol. Dia sering mendengar perkataan seperti itu. Dia sudah terbiasa, biarkan saja. Toh aku membencinya'

Begitu seterusnya. Jihoon meyakinkan dirinya bahwa perkataannya tidak perlu dipikirkan dan dirinya tidak perlu meminta maaf kepada Soonyoung. Tetapi tetap tidak bisa. Sesekali Jihoon melirik kearah Soonyoung dan melihat pemuda sipit itu sedang bergurau dengan temannya yang lain.

Jihoon berpikir bahwa Soonyoung tidak pernah benar-benar memperdulikannya. Siapa sih Jihoon? Hanya anti-fan yang seharusnya disingkirkan dari muka bumi. Bukan seperti penggemarnya yang lain, penggemar yang setia dengan idolanya, bersusah senang bersama, dan saling mencintai walau belum tentu nama mereka akan diingat oleh sang idola.

Jihoon masih tahu diri. Dirinya yang memulai lebih dulu hubungan buruk seperti ini. Dirinya yang terlebih dahulu mengumumkan bahwa telah membenci Soonyoung tanpa alasan yang jelas. Tetapi, Jihoon tetaplah Jihoon. Keras kepala dan cenderung egois. Dirinya tetap tidak ingin meminta maaf atau memperbaiki hubungannya dengan Soonyoung walau dirinya tahu dia salah.

"Jihoon, kau tak apa? Sejak meminta tanda tangan tadi kau terus melamun"

"Aku baik"

"Apa acaranya membosankan? Maaf jika kau tak menyukainya"

"Tidak, ini bukan salahmu. Acaranya bagus, aku hanya lelah"

"Baiklah"

Wonwoo bukannya tidak menyadarinya. Dia sudah menyadari jika Jihoon agak berubah setelah dirinya berhadapan dengan Soonyoung. Wonwoo hanya takut jika sesuatu terjadi dengan Jihoon. Tetapi sahabatnya itu tidak ingin membicarakan masalahnya.

Acara hampir selesai. Seluruh anggota SVT telah membawakan lagu spesial bersama penggemar yang beruntung. Bahkan Wonwoo ditarik Mingyu keatas panggung untuk menemaninya. Jihoon tak berhenti-hentinya tersenyum melihat Wonwoo yang merasa senang hari ini. Tidak sia-sia Wonwoo berjam-jam memilih pakaian agar terlihat sempurna dan lihat hasilnya. 'suami' yang sangat disayanginya itu membawanya naik keatas panggung.

Tinggal satu orang lagi yang akan menampilkan lagu spesialnya. Orang yang sedari tadi berputar-putar dipikiran Jihoon. Kwon Soonyoung. Pemuda sipit itu kini naik keatas panggung. Teriakan penggemar menggema keseluruh penjuru ruangan. Tak sabar menunggu siapa yang akan menjadi penggemar beruntung yang terakhir hari ini.

"Sebelum aku memulai spesial stage, aku ingin mengumumkan sesuatu"

Bisik-bisik penggemar mulai beradu. Menebak-nebak apayang akan disampaikan oleh pemuda sipit itu. Pandangan Jihoon dan Soonyoung bertemu. Soonyoung menatap Jihoon lama dengan wajah datarnya, matanya menyiratkan sesuatu yang sulit diartikan Jihoon. Lalu kemudian Soonyoung tersenyum tipis.

"Aku tidak akan menarik penggemar naik keatas panggung"

Sontak para penggemar berteriak ricuh. Mempertanyakan ada apa gerangan Kwon Soonyoung tidak ingin membawa penggemar naik keatas panggung. Jihoon juga ikut bingung. Tidak mengerti dengan tindakan Soonyoung.

"Aku tidak ingin menarik penggemar karena aku takut seseorang akan cemburu nantinya. Lalu kenapa tidak orang itu saja yang aku tarik?"

Jeda sebentar. Penggemar ikut bertanya-tanya siapa orang yang dimaksud dengan Soonyoung. Jihoon hanya diam dan tetap melihat lurus kearah Soonyoung. Mengabaikan suara Wonwoo yang juga ikut bertanya mengenai orang tersebut.

Sekali lagi Soonyoung menatap Jihoon. Tatapan yang berbeda dari sebelumnya. Sorot matanya melembut dan ada seberkas senyum diwajah Soonyoung. Sambil terus menatap Jihoon, Soonyoung melanjutkan kalimat terkhirnya. Kalimat yang tidak pernah terlintas di benak Jihoon sebelumnya.

"Orang yang baru-baru ini kutemui, orang yang akhir-akhir ini selalu dipikiranku, menggangguku. Orang termanis yang pernah kutemui. Aku tidak mengajaknya untuk naik karena orang itu, orang yang membenciku karena suatu alasan yang tidak kuketahui. Lagu ini kupersembahkan untuknya"

Setelah itu lampu mulai padam. Hanya satu lampu panggung yang menyala. Lampu yang tepat berada diatas Soonyoung. Lagu mulai mengalun memenuhi ruangan. Jihoon tahu lagu ini. Lagu How Can I Love You milik Junsu.

How can I love you,
Do you know?
Can you tell me?
So my heart can fill in with your heart,
Can you open the way?

How can I stand with you
It has already started
I can't stop
When I open my eyes, I can only see you
You became my everything
Oh Love

Jihoon terdiam. Dirinya tidak ingin menyimpulkan apa-apa. Perkataan Soonyoung tadi ataupun tentang lagu yang dinyanyikannya. Jihoon tidak ingin berharap jika orang yang dimaksud adalah dirinya. Dirinya baru saja mencap Soonyoung dan grupnya sebagai artis tak bertanggung jawab. Jihoon yakin ini hanya akal-akalan Soonyoung untuk mempermainkannya.

Everyday I'll give you all of my love
This is my first love
How can I express it?
Everyday I'll give you all of my heart
Words I prepared for you
I can say them with confidence
Even though you've stopped in fear
I love you

Lagu terus mengalun dengan merdu. Seluruh orang disini terhanyut dengan suara lembut Soonyoung. Tak terkecuali Jihoon. Dirinya tak menampik jika kerja jantungnya terus meningkat seiring dengan nyanyian Soonyoung. Jihoon menggelengkan kepalanya cepat. Tidak ingin berpikiran yang macam-macam. Tidak, Jihoon tidak mungkin luluh dengan Soonyoung secepat ini. Dia yakin dirinya masih membencinya.

How can I stand with you
Close your eyes,
I am next to you
Will you take a step to me
So I can touch your cheeks?
Oh Love

Everyday I'll give you all of my love
This is my first love
How can I express it?
Everyday I'll give you all of my heart
Words I prepared for you
I can say them with confidence
Even though you've stopped in fear
I love you

.

.

.

Jihoon duduk diam diatas kasurnya. Masih berputar-putar kejadian beberapa waktu lalu yang dialaminya. Terekam jelas dalam memorinya. Setengah sadar dia menepuk pipi chubynya, berharap apa yang terjadi beberapa waktu lalu semuanya hanya mimpi.

Kejadian dimana tepat sebelum dirinya berdiri dari tempat duduknya dan berlari keluar gedung acara itu tanpa menghiraukan panggilan sahabatnya. Pulang kerumah dan langsung masuk kekamarnya. Tak memperdulikan kakaknya yang mengajaknya makan malam.

Flashback

Soonyoung sukses menyelesaikan spesial stagenya dengan tepuk tangan riuh dari penggemar. Memberi hormat dan senyum terbaik yang ia miliki. Tak lupa ucapan terima kasih Soonyoung lontarkan.

"Terima kasih. Sebenarnya masih ada yang ingin aku sampaikan"

Seketika seluruh orang menjadi diam. Menunggu sang idola melanjutkan perkataanya. Soonyoung menatap Jihoon untuk yang kesekian kalinya. Memandangnya seperti tak ada hari esok.

"Aku harap kalian semua dapat menerimanya dan mendukungku"

Jihoon tidak mengerti arah pembicaraan Soonyoung. Dirinya tak tenang, perasaannya sudah tidak enak sejak Soonyoung muncul diatas panggung tadi. Kini dirinya bertambah risih karena Soonyoung selalu melirik kearahnya sejak tadi. Tetapi Soonyoung sepertinya enggan untuk mengalihkan pandangannya dari Jihoon.

"Aku akan mengatakannya sekali. Jika pada malam yang indah ini dihadapan seluruh penggemar yang aku banggakan. Aku Kwon Soonyoung menyatakan bahwa, telah resmi berpacaran dengan pemuda manis disana. Lee Jihoon"

.

.

.

TBC

OMG... ini adalah chapter terpanjang yang aku buat. Hoho gimana kejutannya? Ngga asik kannn hehe... sebenernya gatau juga chapter ini bisa disebut ada kejutannya atau ngga? Ah aku suka banget sama lagunya junsu yang ost dots... bayangin hoshi nyanyi itu... aduh merinding sendiri

Gimana chapter 3 nya? Terima kasih ya yang udah sempet-sempetin baca, apalagi ditambah review, fav, follow dan sebagainya.. hehe

Maaf-maaf nih kalau ada typo atau semakin aneh ceritanya... pikiranku selalu bercabang-cabang dari inti ceritanya hehehe.. harap maklum..

Author lagi seneng banget karena fansign kemarin soonhoon duduk sebelahan dan ada moment... langsung dijadiin cover deh *pamer hehehe

Balasan review...

Phigukie : Aduh nasib Mingyu gimana ya... belum tahu gimana nasib dia kedepannya... ciee geregetan ya? Apalagi author yang nulis? Udah gakuku ganana sama momennya hehe.. terima kasih ya sudah mau review^^

newtrie12 : Aku usahakan fast update kok... hehe tiketnya udah dipake Jihoon tuh.. terima kasih sudah review~

Karuhi Hatsune : Udah kebaca dong reaksi hoshi gimana? Eaa... sudah dilanjut kok.. terima kasih sudah review..

Re-Panda68 : Gimana Jihoon jadi antifans? Hoshi suka duluan ngga ya? Menurut kamu gimana nih setelah baca chapter 3 nya? Terima kasih loh sudah mau review..

shmnlv : Sudah dilanjut ya... authornya juga suka ngaku-ngaku kalo Wonu suami aku kok hehe tapi kayaknya dia lebih milih si item.. T.T terima kasih review nya^^

adore96 : Gapapa kok... sans aja sama authornya.. aku juga ngeliat mereka berdua tuh seru banget kalau lagi kumpul hehe... wonu ooc biar tambah greget okeyyy.. terima kasih loh reviewnya^^

Iceu Doger : fansigning udah dipublish nihhh... wonu emang suka gitu.. hehe terima kasih reviewnya~

BumBumJin : Makasih loh udah nyempetin baca hehe.. memang benci dan cinta itu beda tipis, author pernah kok *curhat ... kasian adeknya ngga diturutin kakaknya (authornya juga gitu) hehe terima kasih reviewnya^^

oomuoMingyu : Aduh authornya dibilang kece *nge-fly hehe luv luv juga buat kamu.. chap 3 nya sudah update nih.. gimana soonhoon dan meanie nya? Sorry nih kalau kejutannya tidak sesuai dengan harapan kamu hehe authornya kadang suka php.. terima kasih loh~

aqizakura : Iya nih lagi bisa update kilat sampe chap 3 hehe.. rasa penasarannya udah kebayar dong kalo sudah baca chap 3 nya... terima kasih sudah review^^

KwonJihoon : Chap selanjutnya sudah ada... aduh hoshinya jera ngga ya? Hehe terima kasih sudah meriview..

Shyshyshy : Jihoonnya kualat ngga yaa... mungkin... hehe terima kasih reviewnya~

Terima kasih... Mohon tunggu chap selanjutnya ya... luv dari author buat semua readers setia...

Goodbye~