Mask
Canon
Erwin tak tahu dimana letak lucunya ketika Pixis tertawa sambil mengatakan jika "topeng" yang ia kenakan sebenarnya tidak cocok. Ekspresinya seperti yang lain juga—mau itu cuma kepura-puraan atau tidak. Senyum dan tawa Hanji tak selamanya berarti kebahagiaan. Bisa jadi itu karena obsesi gilanya baru saja menemukan jalan untuk tersalurkan ("Titan! Titan!"). Pun Rivaille—meskipun ia tak tahu harus berkomentar seperti apa tentang yang satu ini.
Lalu kenapa pria tua itu menanggap lucu ekspresi wajahnya?
Ambilah contoh—Erwin langsung menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap ke arah wajah Mike dengan wajah serius nan seksama. Bukankah sama saja? Bagaimana cara mata mereka memandang, atau raut wajah yang ditunjukan. Itu pikirnya, sambil memegang setiap inchi wajah Mike dari kelopak mata, hidung, pipi, dagu—Pria berkumis itu segera menangkap pergelangan tangannya dan kemudian menghela nafas.
"Ini wajahku." Bukan berarti ia tak mengerti maksudnya.
Erwin membalasnya dengan senyuman.
"Ya, aku tahu."
End
A/n: Terima kasih atas kesediaanya membaca! :D
