GANBATTEEE, Rock Lee!

( LeeNata Version )

.

.

.

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Pairing: Rock Lee x Hinata

Rated: T

Genre: Romance, Hurt

Terinspirasi dari Film

ITAZURA NA KISS! ( J-Drama, 1996 )

WARNING:

Typo(s), AU, OOC, Alur berantakan, EYD amburadul, Garing. dilema joness dll.

Don't like don't read!

Summary:

Kisah cinta pemuda nyentrik yang terjerat 'love at first sign'dengan gadis jenius primadona KHS, berawal dari ciuman tak disengaja. Apakah Rock lee mampu menaklukkan hati sang Hyuga Hinata?

"Love happens by accident. Happening so suddenly... it may cause injury to the heart."

- Chinese Proverb-

.

.

Happy reading ~~~

.

.

xXxXx

Chapter 3

- Love Formula -

Seorang pemuda tampak menyelusuri gua dengan senter yang menyorot ke depan di tangannya. Rasa takut kadang sedikit menggelutinya namun terus saja, dengan semangat membara dan berapi-api Lee selalu menepis rasa takutnya sejauh mungkin. Lee terus fokus mencari tujuan ia datang kesini. Punggungnya masih tegap meskipun tas ransel yang berat masih tergendong dipunggungnya. Udara dingin dan lembab dalam gua telah menyelimuti tubuhnya.

Pakaian camping yang tebal dan semua pelaratan yang lengkap membuat Lee optimis akan berhasil melewati gua ini. Ia terus menatap peta yang dipengangnya, dan menerangkan permukaan peta itu dengan senter ditangan kanannya. Setelah mendapat kesimpulan dari peta itu, ia kembali menerangi jalannya.

Dan binggo! Apa yang dia cari sedari tadi telah ia temukan. Sebuah lorong yang menghubungkan jalannya menuju ruangan terdalam dan terahasia dari gua itu telah terpampang didepan matanya. Petunjuk terakhir dari peta rahasia yang digenggamnya saat ini sudah dia penuhi. Harta karun baginya telah ia temukan sekarang.

Sigap saja Lee langsung memasuki lorong gelap itu tanpa ada sedikitpun rasa takut dibenaknya. Sebuah batu berwarna coklat yang berbentuk menyerupai meja berada dipusat ruangan itu. Lee langsung mendekatinya. Sebotol cairan berwarna merah jambu dengan kertas kuning yang lapuk tersedia dimeja itu, tertutupi oleh debu yang tebalnya bukan main.

KAU TELAH MENEMUKAN RAMUAN CINTA TERMUJARAB DI DUNIA

TEMUKAN CINTA SEJATIMU DAN JANGAN SAMPAI MENYESAL

-USE IT WELL-

Lee menggulung kertas kuning yang lapuk itu setelah membacanya. Kemudian ia meraih ramuan cinta tersebut dengan tangannya yang menembus debu yang tebalnya bukan main menutupi botol ramuan cinta itu. Ia masukan saja botol itu ke dalam ranselnya. Dengan perasaan puas dan bangga ia menghembuskan nafas puasnya. Menghirup udara dingin dan lembab di gua paling bersejarah ini. Kemudian melanjutkan perjalanan keluar dari sini.

-000-

Di perjalanan pulang, Lee lega karena ia menemukan setitik cahaya yang berarti ia telah menemukan titik jalan keluar dari gua. ia mempercepat jalannya menuju titik cahaya itu. Ya, ia senang karena telah berhasil keluar dari gua yang menyimpan banyak rahasia sekaligus jalannya sangat membingungkan itu.

FLASHBACK ON

Diatap sekolah saat jam istirahat ada tiga siswa yang sedang bersantai disana sembari menunggu waktu istirahat usai, siswa bertubuh gempal sedang tiduran dibangku yang kebetuian disediakan diatap sambil memejamkan matanya entah tidur beneran atau sekedar menikmati semilir angin yang menerpa terasa sejuk bikin ngantuk, siswa berambut coklat pendek yang punya gigi taring sedang membaca buku entah buku apa sambil duduk dikursi lainnya disampingnya ada siswa berambut nyentrik model BOB sedang mendengarkan musik dengan handset terpasang ditelinganya, yap mereka adalah LEE cs sedang berkumpul menikmati semilir angin diatap.

"Eh.. Lee, kurasa kau butuh buku ini.." kata kiba sembari menyodorkan buku yang tidak terlalu tebal dengan sampul bertuliskan kaligrafi berjudul "APA SAJA RAHASIA YANG KAU TAK TAU TENTANG CINTA?" . Judulnya memang menarik perhatian Lee.

"Boleh ku pinjam? sepertinya menarik.." ucap lee yang sepertinya mulai penasaran isi buku tersebut.

-000-

Dikamar Lee mulai membaca sedikit isi dari buku yang mungkin akan seru tadi. Dan di tengah tengah tulisan yang sangat banyak ada sub bab yang menarik perhatiannya " 7 RAMUAN CINTA YANG BELUM TERSENTUH OLEH TANGAN MANUSIA " Lee membaca sub bab itu sampai habis. Ramuan ramuan itu tentu saja tersimpan di tempat tempat yang sulit digapai oleh manusia, namun tertulis disitu, bahwa " hanyalah seseorang yang memiliki rasa cinta yang murni dan tulus dari hati yang bisa mendapatkannya. Ketujuh ramuan itu tersebar di seluruh dunia, ada yang tersimpan di gurun Sahara Afrika, ada yang terkubur didalam tumpukan salju gunung Everest Himalaya, ada yang tersembunyi di dalam hutan di Greenland Denmark, di dekat air terjun Niagara, terkubur di bawah tanah Washington DC Amerika Serikat sedalam 12 km, di pantai laut merah, dan yang terakhir adalah di sebuah gua terpencil yang terletak di Pulau Jeju".

Hanya di Pulau Jeju. Tempat itu sangatlah dekat. Lee pikir ini hanya lelucon, tapi Lee berusaha untuk meyakinkan dirinya agar ia tidak bertindak bodoh.

Bagi Lee, bertindak bodoh adalah melewatkan kesempatan emas ini tanpa membuktikannya sama sekali. Jadi keputusan yang ia ambil adalah membuktikannya dengan pergi ke tempat tersebut, tentu dengan membawa peta petunjuk sebagai pemandu yang ia temukan dibalik halaman buku tersebut.

"ah ommo…. Apakah aku bermimpi? Apakah aku sudah gila mempercayai tulisan dari buku tua milik kiba?"

Tiktoktiktok….. detik detik jam terdengar sementara Lee masih fokus berfikir.

"R-Ramuan cinta? Aku kira itu hanya ada di dongeng saja. Ah tahun 2017 masih adakah orang yang percaya dengan hal hal seperti itu?"

Tiktoktiktok…. Mata pemuda itu berjelalat keseluruh sisi kamarnya, termasuk foto Hinata gadis pujaan hatinya. Wajah cantik alami yang sangat amat lee kagumi dan cintai.

"bisakah ramuan itu aku tujukan padamu, hinata chan?" gumam lee memerah.

Sebuah ide fantastis yang luar biasa datang secara gilang gemilang di benak lee. Besok pagi, ia akan pergi ke Pulau Jeju untuk berpetualang mencari ramuan cinta itu.

FLASHBACK OFF

Dan sekarang Lee telah berhasil menemukan ramuannya, dan ternyata semua ini bukan lelucon.

Lee melepas tas ranselnya dengan hati hati, tentu saja karena di dalam tas itu ada kartu matinya. Ya, ramuan cinta yang dengan amat susah payah ia perjuangkan. Dan malam ini, ia akan membaca lebih jauh semua hal yang berhubungan dengan ramuan itu.

" Prinsip kerja ketujuh ramuan ini sebenarnya sama. Kau hanya perlu meminum ramuan ini sekali sampai habis, dan katakan harapanmu. Ingatlah bahwa ini adalah ramuan cinta. Lakukan dengan hati yang tulus dan murni karena ketulusan hati tak pernah bisa terbalas"

"Hah… penggunaannya mudah. Aku mnegerti setiap kalimat dari petunjuk itu. Tapi…. Ah minum ramuan ini sekali sampai habis? Jadi ramuan ini hanya bisa dipakai sekali. Tujuh kali kalau aku mau mengunjungi gurun sahara, laut merah, gunung everest , Niagara, hutan di Greenland, dan Washington DC. T-Tidaakk harus aku apakan ramuan ini? Akankah aku tujukan pada hinata?"

Lee menimbang nimbang keputusannya. Terus berpikir dengan netral dan logis, sesekali memandang wajah yang memberikannya semangat dan insprasi itu di meja kamarnya. Lagi lagi wajah itu menggiurkan Lee.

Lee ingin memilikinya, tapi melihat realita ia tau itu mustahil. Hanya dengan cara tak lazim inilah ia bisa memilikinya.

"mungkin aku memang sudah gila!"

GLEKKGLEKGLEK

Lee meneguk ramuan berwarna merah jambu itu, setelah menelannya ia pun menyebutkan harapannya.

"aku harap, Hinata dan aku bisa saling mencintai…. Untuk selamanya"

Kruyuk..kyuuueeeyu…u..uuuk.. perut pemuda itu mulai terlilit, mulas dan rasa tak asing mulai menderanya. efek samping yang ditimbulkan oleh ramuan cinta termujarab di dunia. Tidak ada tanda tanda perubahan di tubuh lee, semuanya sama sekali tak berubah. Cuma detik itu juga seakan akan lee hanya baru saja meminum obat pencahar berwarna merah jambu yang rasanya hambar dia langsung menuju ke kamar mandi memenuhi panggilan alam.

BROOOTTT... BROOO..TTT... OOOTTT

"Eunghh.. dasar kiba! A..AaahhH..."

Setelah 15 menit tersiksa dikamar mandi Lee pun keluar. Pemuda itu tampak lelah dan mengantuk, ia tertidur dan menunggu kejaiban apa yang akan datang kepadanya nanti.

-000-

Pagi telah datang, kamar Lee yang jendelanya masih tertutup rapat belum juga terkena sinar matahari pagi. Lee masih tertidur dan buku yang semalam ia baca masih terbuka di atas tempat tidurnya.

"Lee…. Bangunlah Lee… Ayah, paman dan bibi harus pergi sekarang. Kau jaga rumah baik baik Ya "

"jangan lupa mengunci pintu kalau kau mau pergi, dan jangan lupa matikan kompor!"

"jangan bangun terlalu siang Lee, dan jangan lupa sarapan"

Masih pagi, tapi suara ayahnya sudah menggelegar di rumah ini. Lèe sudah tak kaget lagi dengan hal seperti ini karena ia tau betul sifat alami yang tak bisa hilang dari ayahnya itu. Lee yang jadi terbangun karena suara keras dari bawah langsung menyadarkan dirinya, mengucak matanya yang sedikit terlihat sayu, lalu dengan sempoyongan karena masih mengantuk, ia buka pintu kamarnya dan menuruni tangga. Karena kamarnya terletak di lantai atas. Tapi yang ia lihat dibawah, tak ada orang disana, Ayah, Paman hiashi dan Bibinya sudah pergi. Untuk apa ayahnya memanggilnya untuk turun kalau begitu ia turun mereka malah sudah pergi. Kemudian Lee kembali naik ke atas untuk melanjutkan tidurnya.

Tok..tok.. tok..

"Ayahnya pasti meninggalkan sesuatu, biarlah dia mengambilnya sendiri"

Lee menghiraukan ketukan pintu kamarnya yang tadi berbunyi. Dan membiarkan ayahnya membukanya sendiri.

Tok..tok..tok..

"aisshh mengapa ayah tak buka saja pintunya sendiri!"

Lee pun membuka pintu kamarnya masih dengan sempoyongan, tapi bagai tersambar petir dan kejatuhan komet Halley. Pemuda itu terkejut bukan main. Seorang gadis cantik dan manis berdiri di hadapannya, tersenyum indah menatap dirinya.

Senyum yang indah itu terlihat mempesona di wajahnya yang bukan main cantiknya. Lee tak yakin ia sudah sepenuhnya bangun, Dia kira, ia masih bermimpi diatas tempat tidurnya dan belum mendengar teriakan ayahnya pagi tadi. Ia menepuk pipinya, mencubit tangannya, memaksa jiwanya untuk kembali ke realita dunia ini.

Ternyata tidak, ia sadar dan ia tidak bermimpi. Hinata hyuga pujaaan hatinya tengah berdiri di hadapannya sekarang juga. Tersenyum sumringah kepadanya.

BRAAKKK

Lee menutup pintu kamarnya, seakan belum siap mendapatkan keajaiban ini. Seakan belum siap bertemu dengan Hinata. Seakan belum percaya harapannya terkabul. Seakan belum percaya bahwa ia dan hinata akan saling mencintai. Ia menepuk nepuk jidatnya untuk menyadarkan dirinya.

"T-Tidak mungkin… "

Lee memberanikan dirinya untuk membuka pintunya lagi, dan sosok gadis itu masih berdiri ditempatnya tadi, dengan senyum yang sama.

"selamat pagi Lee-kun.."

Hinata mengucapkan kalimat pertamanya pada Lee tanpa mengurangi sedikit pun senyumannya.

"selamat pagi… Hinata-san"

"aku menyukaimu.. Rock Lee.."

"W-WhhaaatttTTt? ah.. Hinata-chaan.."

"aku menyukaimu, maukah kau menjadi kekasihku?"

"HaaaHh?… aku.."

"kau harus menjadi kekasihku Lee-kun. Karena kau menyukaiku"

"yaa.. hinata chan… aku.. bersedia" kata Lee memejamkan matanya dengan wajah memerah dan posisi tubuh hendak memeluk gadis itu.

"Hey! hentikan tampang bodohmu itu. kau seperti om-om mesum! aku kemari untuk memberimu ini."

Alis mata gadis itu terangkat satu, bingung dengan tingkah si pemuda lebay fanaticnya itu.

'Ehh... jadi ini cuma imajinasiku saja?' batin Lee yang mulai bersikap biasa, malu dengan tingkah gajenya..

"Ckk..Dasar! B..A..K..A..!!!" kata hinata meninggalkan Lee dengan tatapan aneh.

POOR Lee...

.

.

to be continued...

Review pleasee and don't be a silent reader..