Disclaimer: Masashi Kishimoto owns Naruto forever
Fearless©selaladrews
Pairing : SasuSaku
Rated: T
Warning: OOC, AU, typo(s), alur gaje, terlalu cepet, dll
~Kesempurnaan Hanya Milik Tuhan Yang Maha Esa~
Summary:
Aku takut akan semua hal. Aku takut akan semua orang. Aku takut tersakiti. Aku takut merasakan kehilangan. Aku takut. Aku akan selalu takut. Tapi kau datang di saat yang tepat. Semua rasa takutku seakan sirna oleh kehadiranmu.
.
.
.
Sasuke berjalan ke luar kelas dengan menaruh kedua tangannya di saku celana. Sakura masih memerhatikannya. Ia sungguh menawan. Siapa sebenarnya Uchiha ini? mengapa Ia sangat familiar dengan wajahnya, matanya, bahkan tabiatnya yang bisa dikatakan agak buruk? Batinnya dalam hati.
.
.
.
There's something 'bout the way
The street looks when it's just rained
There's a glow off the pavement
you walk me to the car
And you know I wanna ask you to dance right there
In the middle of the parking lot
.
.
.
'Sial! Mengapa hujan ini tidak mereda juga? Bagaimana caranya aku pulang? Ugh!' rutuk Sakura dalam hati. Sakura sedang berdiri di lobby sekolah mengenakan sweater merah marun dan menunggu hujan mereda, tetapi keberuntungan sedang tidak berpihak kepadanya. Tidak mungkin juga ia mengganggu Kaa-sannya yang sedang dinas di Kyoto. Ino? Tidak mungkin. Dia pasti sedang sibuk dengan magangnya di Konoha International Hospital.
Sakura mendengar suara cipratan air. Mungkin ada seseorang yang menginjak genangan air, pikirnya. Lalu, ia merasa ada yang menarik paksa tangannya dan membuat Sakura menoleh ke belakang. Betapa terkejutnya Sakura ketika melihat mata onyx hitam sekelam malam itu. Sakura tidak bisa mengalihkan pandangannya pada mata onyx itu. Emeraldnya sudah terperosot jatuh dalam jurang onyx yang tak berdasar.
"Hn, kau belum pulang?"
"…"
"Sakura?" panggil Sasuke sambil mengibaskan tangannya di depan wajah Sakura.
"Eh, belum," jawab Sakura sekenanya.
"Mau kuantar?"
"Apa? Err.. maksudku, apa tidak me-merepotkan?"
"Hn, tidak, hitungan ketiga kita berlari ke tempat parkir," pinta Sasuke yang hanya dibalas dengan anggukan Sakura.
"1..2..3.."
Sasuke berlari menerjang hujan ssambil menggenggam tangan Sakura. Baru kali ini Sakura merasa nikmatnya hujan. Sakura melepas genggamannya dengan Sasuke. Sasuke yang merasa tangannya kosong dengan segera menghentikan larinya dan menoleh ke belakang.
Ia melihat Sakura menengadahkan kepala dan merentangkan kedua lengannya lebar-lebar. Sakura memejamkan matanya. Sasuke buru-buru menemui Sakura, tetapi setelah melihat kehangatan dan kenikmatan di wajah Sakura, ia mengikuti Sakura. Memejamkan mata, merentangkan kedua lengannya dan menengadahkan kepala. Mereka berdua sedang menikmati rahmat Tuhan. Tidak peduli seberapa dinginnya air hujan yang menusuk permukaan kulit mereka. Mereka terus melakukan ritual itu sambil berputar-putar. Setelah Sasuke puas menikmati air hujan, ia membuka matanya perlahan-lahan. Ia melihat Sakura terbaring di tanah yang basah dan lembab. Sasuke segera mengangkat Sakura dan mendudukkannya di kursi penumpang.
.
We're driving down the road
I wonder if you know
I'm tryin' so hard not to get caught up now
But you're just so cool
Run your hands through your hair
Absent mindedly making me want you
So baby drive slow
'til we run out of road in this one horse town
I wanna stay right here in this passenger's seat
You put your eyes on me
In this moment now capture it, remember it
.
"Enghh," Sasuke mendengar lenguhan lembut Sakura dan segera duduk di sisi ranjang king size di kamarnya.
"Kau baik-baik saja?" Tanya sasuke dengan sedikit nada kekhawatiran.
"A-aku di mana?" Tanya Sakura.
"Kau di rummahku. Setelah bermain hujan-hujanan tadi, kau pingsan,"
"Kenapa kau membawaku ke sini, Uchiha-san?"
"Aku tidak tahu rumahmu dimana," jawab Sasuke sekenanya.
"Arigatou, Uchiha-san,"
"Hn, Sasuke saja,"
"Ah, i-iya. Arigatou Sasuke-san," ucap Sakura terdengar sedikit canggung
"Hn,"
'Mengapa hanya Hn? Dasar pantat ayam baka! Oh, Tuhan, mengapa aku selalu ingin mendapatkan perhatian Uchiha itu? Apa mungkin aku jatuh cinta padanya?' Tanya Sakura pada dirinya sendiri.
Sakura menunduk dan memperhatikan pakaian yang tengah ia kenakan. 'Bukan milikku,' pikirnya. Apa mungkin yang mengganti pakaianku adalah Uchiha itu? Tuhan apa yang baru saja kupikirkan.
"Ayame yang menggantikan pakaianmu. Itu piyama sepupuku, Shion, dia sering menginap di rumahku jadi dia meninggalkan beberapa baju miliknya di sini," jawab Sasuke seolah tahu apa yang dipikirkan Sakura.
"Err, a-arigatou, Sa-Sasuke-san," jawab Sakura tergagap.
"Hn,"
Sempat terjadi jeda yang sangat lama sampai akhirnya Sasuke yang memulai pembicaraan, "Aku ke bawah, jika kau butuh sesuatu panggil saja Ayame,"
"Hmm," jawab Sakura disertai anggukan kepalanya.
Kamar dengan cat putih gading melapisi dinding kamar Sasuke yang terlihat mewah dan bernuansa klasik. Di sebelah ranjangnya ada dua meja kecil yang di atasnya terdapat beberapa bingkai fotonya dan keluarganya. Di sudut ruangan terdapat rak buku bergaya klasik. Sakura melangkahkan kakinya menuju rak buku tersebut. Sakura terkagum-kagum karena hampir semua buku favoritnya ada di sini. Sakura mengambil novel karya Suzanne Collins yang berjudul Mockingjay. Ia membacanya dari awal, karena Sakura belum sempat membeli sekuel The Hunger Games yang ketiga ini di toko buku.
Setelah merasa panas dan lelah di matanya, Ia menyudahi membaca novel tersebut. Ia berjalan ke meja belajar Sasuke dimana ada Macbook, iPod, buku-buku pelajaran, dan lain-lain. Ada satu yang menarik perhatian Sakura, yaitu album foto.
Sakura membuka lembar demi lembar album foto tersebut. Ia menemukan satu foto yang membuatnya sangat terkejut. Ada anak laki-laki bermata onyx yang ia duga adalah Sasuke kecil, dan sebelahnya mirip dengan Sasuke, bermata onyx dan berambut hitam, tetapi lebih tinggi. 'Mungkin kakaknya,' pikir Sakura. Dan yang berdiri di tengah adalah gadis bersurai merah muda sebahu dan bermata emerald seperti Sakura. 'Siapa gadis ini?' Pikirnya.
Cklek
Sakura terlonjak dan menjatuhkan album itu dari genggamannya. Seorang gadis berusia sekitar 20-an memasuki kamar mewah Sasuke.
"Ah, gomennasai Haruno-san, saya datang untuk mengantarkan ini,"
"Aa, tidak apa-apa, ngomong-ngomong, siapa namamu?" Tanya Sakura sambil tersenyum simpul.
"Saya Ayame, kepala asisten rumah tangga di sini,"
"Oh, salam kenal Ayame-san,"
"Eh, i-ia, panggil Ayame saja nona Haruno-san,"
"Baiklah,"
"Saya letakkan di sini saja supnya, nona,"
"Aa, arigatou, Ayame," ucap Sakura tulus.
"Hm, douitta,"
Sakura melihat nampan berisi sup yang menurutnya terlalu banyak tomat. Mungkin selera rumah ini berbeda dengan selera rumahnya. Pendampingnya ada garlic bread, yang terlihat lezat. Dan minumnya, teh hangat jahe yang hangat dan menenangkan. Sakura menyantap bersih makanannya. Setelah selesai dengan appetizernya, ia menyeruput teh hangat jahe dari cawannya. Rasa hangat menjalar melewati kerongkongan dan masuk ke lambungnya. Sembari menyeruput teh dari cawannya, ia masih memikirkan Sasuke. Siapa dia? Mengapa dia muncul ke dalam kehidupannya dengan sangat cepat dan sangat menguras pikirannya. Mengapa mimpi tentang masa kecilnya bersama sasuke selalu datang setiap malam? Mengapa ia tidak bisa mengingat siapa itu Sasuke? Sosok Sasuke tampak begitu jelas dalam mimpinya, tetapi setelah ia bangun dari tidurnya, semua menghilang. Seolah-olah mimpi itu ditelan oleh bumi yang fana ini.
Sakura beranjak dari kursinya dan menatap keluar jendela. Badai besar telah melanda Konoha. Hujan yang lebat disertai angin kencang melanda Konoha. 'Bagaimana ia bisa pulang?' Tanyanya dalam hati. Langit Konoha malam ini sangaat gelap dan tak berbintang. Seperti warna iris Sasuke. Sial mengapa Sakura lagi-lagi memikirkan nama itu?
.
Well you stood there with me in the doorway
My hands shake
I'm not usually this way but
You pull me in and I'm a little more brave
It's the first kiss,
It's flawless,
Really something,
It's fearless
.
Pintu terbuka dan muncul sosok Sasuke di baliknya. Sakura masih menatap keluar jendela dengan pandangan kosong. Sasuke merasa gelisah dengan kedatangannya kembali ke Konoha. Karena Sakura masih belum bisa mengingat apapun. Menurut diagnosa dr. Kurenai, dokter pribadi keluarga Uchiha, Sakura mengalami hilang ingatan sebagian, dimana penderitanya tidak dapat mengingat sebagian ingatannya. Dan salah satunya adalah Sasuke. Ia melupakan kenangan masa kecilnya bersama Sasuke. Hal yang hanya diingatnya adalah kecelakaan naas yang merenggut nyawa kedua orangtuanya, dan sahabat kecil Sakura, Gaara. Lelaki yang membuat Sasuke takut saat ia dan keluarga akan berangkat ke Pennsylvania. Sasuke takut saat ia kembali, Sakura menjadi milik Gaara. Maka dari itu, Sasuke kembali ke Konoha untuk menjemput gadisnya, dan memberitahu semuanya.
Sakura merasakan kehadiran seseorang di belakangnya. Sasuke, memerhatikan Sakura dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Sasuke berjalan ke arah Sakura perlahan. Setelah sampai tepat di hadapan Sakura, menekan jarak yang memisahkan mereka. Sasuke menyentuh pipi Sakura, melepaskan segala rindu yang membuncah pada dirinya. Tidak ada kilatan tajam dari onyx Sasuke yang biasa dirasakan Sakura, hanya tatapan sendu dan redup serta kerinduan yang dalam. Emerald Sakura menatap onyx Sasuke dengan lembut dan menenangkan. Sasuke menempelkan keningnya pada kening Sakura. Tidak ada jarak lagi di antara mereka. Sakura berharap waktu berhenti saat itu juga. Sasuke dan Sakura memejamkan mata, bibir Sasuke menyentuh bibir Sakura. Lembut tanpa nafsu. Ciuman pertama bagi mereka berdua. Sakura membalas ciuman Sasuke sama lembutnya dan membuka matanya perlahan. Betapa terkejutnya Sakura ketika emeraldnya melihat onyx Sasuke yang menatapnya penuh cinta. Jantung Sakura berdetak kencang, darahnya berdesir membuat wajahnya memanas. Tetapi ciuman itu terus berlanjut. Tangan Sasuke meraih tangan Sakura dan mengalungkannya di lehernya. Tangan kekar Sasuke menyentuh pinggang Sakura dan menariknya dalam dekapan Sasuke. Sakura menaikkan tangannya ke raven Sasuke. Meremas rambut lembutnya dengan kasih dan sayang.
Sakura mengakhiri ciuman mereka sepihak, karena ia membutuhkan pasokan oksigen. Keduanya terlihat kekurangan napas. Sakura menarik napas berat, lalu menatap Sasuke. Onyx Sasuke menatapnya sendu. Emerald sakura yang biasanya terlihat cerah, kini meredup. Ia memeluk Sasuke sambil mengusap punggungnya menenangkan. Sasuke balas memeluk Sakura dan meletakkan kepalanya di sela leher dan bahu Sakura. Menghirup aroma cherry yang selama ini ia rindukan. Rasa hangat menjalar di tubuhnya. Gadisnya yang selama ini jauh darinya, yang bahkan telah melupakannya, kini tengah memeluknya, hangat dan menenangkan. Ia rindu pada gadisnya. Gadis yang selama ini mengisi relung hatinya. Miris rasanya karena Sakura tidak mengingatnya akibat kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orangtuanya sepuluh tahun lalu. Tuhan tolong hentikan waktu sekarang juga!
Lagi-lagi Sakura yang melepas pelukan mereka lebih dulu. Sakura tersenyum menenangkan Sasuke dan menepuk pelan pundak Sasuke.
"Ku harap kita berteman sekarang," ucap Sakura enteng sambil tersenyum simpul.
'Aku menginginkan elbih, Sakura. Aku ingin kau menjadi teman hidupku,' jawab Sasuke dalam hati tentunya
Tok
Tok
Tok
Seseorang menginterupsi mereka. Sakura membuka pintu dan ternyata Ayame.
"Hai, Ayame, ada apa?"
"Maaf mengganggu tuan, nona, ada Naruto-sama di bawah,"
"Hn, suruh dia tunggu sebentar,"
"Baik, tuan,"
Sasuke baru saja akan melangkahkan kakinya. Namun, Sakura memanggilnya dan membuatnya menghentikan langkahnya.
"Sasuke, aku ingin pulang. Aku tidak ingin membuat Kaa-san khawatir,"
"Hn,telepon saja Kaa-san mu. Di luar sedang terjadi badai,"
"Eh, ba-baiklah,"
Sial! Pikir Sakura. Berapa lama lagi ia akan berada di sini? Mengapa Ia dengan mudahnya mau menuruti perintah Uchiha ayam itu?
.
.
00
.
.
"Hai, Teme! Aku rindu padamu!" sambut Naruto saat Sasuke sudah tiba di lantai bawah.
Otomatis, Sasuke menutup kedua telinganya sambil mengumpat tidak jelas. "Hn, ada apa kau ke sini, Dobe?"
Naruto menautkan alisnya, "APAA?! Kau bertanya ada apa? Sahabatmu datang berkunjung tetapi kau malah tidak menyambutnya sama sekali? Dasar chicken butt!"
"Muka rubah!"
"Chicken butt!"
"Hn, muka rubah," balas Sasuke datar.
Wanita yang berada di sebelah Naruto hanya terkikik geli melihat kelakuan mereka berdua. Mereka melihat gadis itu secara bersamaan, dan sontak membuat wajahnya merona karena malu.
"Oh, iya, perkenalkan dia tunanganku, Hyuuga Hinata,"
"Hn, Uchiha Sasuke,"
"Teme, ada sesuatu penting yang perlu aku sampaikan, ini tentang Sakura,"
"Hn, kita bicarakan di perpustakaanku saja,"
"Hinata-chan, ayo, ikut kami,"
"I-iya Naruto-kun,"
.
.
BRAK
Sakura yang sedari tadi menguping pembicaraan mereka terjatuh. Lutunya terasa lemas. Semakin ia berusaha untuk mengingat semuanya, semakin terasa sakit di bagian kepala dan perasaannya. Apa yang sebenarnya terjadi? Sakura memutar otak untuk berpikir, tetapi ia tidak menemukan titik temunya. Siapa Sasuke? Siapa pemuda yang membuat jantungnya berdetak lebih kencang, membuat darahnya berdesir hebat setiap kali berada di dekatnya? Siapa dia?
.
.
.
.
.
.
~TBC~
Author's Area:
Huwaaa T.T ini dia chap 3 yang dapat saya persembahkan untuk minna-san. Semoga sasusaku nya udah kerasa yaa *puppy eyes. Di sini setting nya cumin di mansion sasuke aja, maaf banget kalo alurnya terlalu lambat di chap ini *nangis guling-guling. Untuk chap-chap depan saya gabisa janji untuk update kilat soalnya bulan ini bakal banyak banget try out sm pemantapan di sekolah T_T *curcol/plak. Terimakasih buat para senpai yang sudah meluangkan waktunya untuk mengisi kolom review saya :D terimakasih juga buat silent reader yang belum sempat mengisi kolom review saya ^^ sekarang saya mau balas review dari chap 2, buat yg login bisa cek PM ya, cekidot:
sasusaku kira: iya jadi ceritanya mereka itu temen kecil. Iya nih sasu kpn bertindaknya? (sasuke: ape lu?) terimakasih atas revienya ya kira-chan, main-main lagi ke fict ini ;) mind to RnR? ^^
fishyhae : huwaa terimakasih pujiannya hae-san :') *terharu. Maaf ya saya gabisa update kilat karena alasan di atas TT trimakasih udah maen ke sini :D mind to RnR? ^^
mako-chan : kalo hubungan gaara sama saku nya udah jelas banget kan di chap kemarin, mereka itu temen kecil, tapi kalo sama saku, kasi tau ga yaaa? hehe *plak . terimakasih atas reviewnya mako-chan :D mind to RnR?
Guest: iya ini udah lanjut :D mind to RnR? ^^
Hina-chan: kebetulan saya sendiri belieber dan selenator, tapi mengagumi karya taylor swift :) kalo judul fict ini memang terinspirasi dari fearless agunya tay ^^ trus kalo Pennsylvania itu soalnya saya lagi baca novel yang settingnya di Pennsylvania hehe :D trimakasih reviewnya yaa hina-chan :} mind to RnR? ^^
Segitu dulu dari saya, minna-san ^^ sampai ketemu di chap selanjutnya yang mungkin gabisa saya update kilat tapi saya akan berusaha update 2 atau 3 minggu lagi *plak. saya masih perlu review berupa saran, masukan, dan kritik yang membangun.(syukur kalo ada yang fave atau follow^^)
Mind to RnR?^^
