Mr. Snake

Author : ˜°✰Amaniah Sani✰°˜

Title : Mr. Snake

Disclaimer : Naruto ©Masashi Khisimoto

Pairing : Sasu Saku

Genre : romance, tragedy

Casts : Haruno Sakura, Uchiha Sasuke, Haruno Kizashi, Haruno Mebuki, Ino Yamanaka, Kabuto, Tsunade.

Rating :T

Category : AU

Story by : "⋆Harunia – chan⋆ "

.

Auhor : Amaniah Sanii.^ Disc : Naruto ©Masashi Khisimoto.^

Rated : T.^ Genre : romance/tragedy/ hurt.^ SasuSaku.^ AU, OOC, typo(s).

# _H03

Twitter : Amaniahsani_03

Blog :

Chapter 3

"bolehkah aku tanya sesuatu?" Tanya Sakura hati-hati yang sudah duduk diteras gubuk kecil itu.

"silahkan" balas Sasuke yang berdiri dihadapannya.

"kenapa kau tinggal disini? Kenapa tidak tinggal didesa saja? Kata orang-orang desa disini ada siluman ular. Apa kau tak takut?" Tanya Sakura bertubi-tubi. Sasuke yang mendengarnya sangat terkejut, namun sikapnya sama sekali tak menunjukkan.

"siluman ular?" kini Sasuke yang bertanya..

"iya, siluman ular itu sudah membunuh seorang anak kecil, sekitar 10 tahun yang lalu.." jelas Sakura. Kini onyx itu membulat mendengar perkataan Sakura, maksudnya apa? Membunuh?

"apa kau percaya?" Tanya Sasuke yang menatap intens, Sasuke sedikit terkejut saat melihat tatapan Sasuke itu.

"ya..ya aku juga tak tahu, padahal kan itu sudah sangat lama sekali.." jawab gadis pink itu sedikit gugup, perlahan langkah Sasuke mendekati gadis bersurai pink yang sudah berdiri, ditatapnya emerald miliknya.

"dengar ya Sakura, siluman ular itu tak pernah membunuh siapapun" ujar Sasuke yang terlihat sangat serius itu, wajahnya pun sangat dekat saat berbicara dengan Sakura.

"ba..bagaimana kau tau..?" ucap Sakura yang sedikit gugup sekaligus takut itu.

"karna kalau begitu, aku sudah mati" jawab Sasuke sambil memalingkan wajahnya dari Sakura.

Sakura hanya diam saat mendengarnya. Namun ia sempat heran dengan kalimat Sasuke barusan. 'ular itu tidak membunuh siapapun? Berarti siluman ular itu benar-benar ada?' pikir Sakura.

"apakah lukamu sudah sembuh?" Tanya Sasuke yang sontak membuat Sakura terkejut, bagaimana tak terkejut… gadis pink Itu terus memikirkan hal-hal yang masih sangat tak dimengertinya itu.

"su..sudah kok…" jawab Sakura gugup.

Sudah hampir dua hari Sakura berada dihutan ini, ia sangat senang karena tanaman obat yang ia inginkan ada disana, namun ia sedikit kecewa karena sama sekali tak melihat siluman ular yang dikatakan penduduk desa, apakah semua itu hanya mitos? Atau memang ular itu tak mau menunjukkan dirinya kalau ada manusia?. Bukan kah siluman ular itu membunuh manusia? Seharusnya dari awal Sakura kehutan itu, ia sudah dihadapi oleh ular itu… keadaan ini sangat mengganjal dihati Sakura..

.

.

Terik matahari yang sangat panas membuat Sakura berdiam diri didalam gubuk Sasuke, ia bermaksud akan pulang sore ini saja. Ia terus memikirkan hal yang sama sekali masalahnya belum terpecahkan. Dengan duduk ditepi tempat tidur bambu itu ia terus memikirkannya, tanpa disadari perutnya berbunyi, ya Sakura lapar..

"aku lapar… tapi makanan yang kubawa sudah habis" gumam Sakura yang terus merasakan sensasi suara perutnya itu.

Sementara didepan pintu, terlihat laki-laki berlensa onyx sedang memandang gadis pink itu. Sepertinya ia tahu apa yang Sakura rasakan, karena sedari tadi ia melihat Sakura terus memegangi perutnya itu. Jenjang kakinya yang jekar itu pun menghampiri gadis yang sedang menahan lapar itu.

"apakah kau lapar Sakura?" Tanya Sasuke yang sama sekali tak berekspresi itu.

"iya… tapi makananku sudah habis.." jawab Sakura sedikit murung.

"aku akan berburu untukmu…" ujarnya yang langsung pergi meninggalkan Sakura, Sakura hanya memandang punggung Sasuke yang sudah keluar gubuk.

.

.

.

"Sakura cepat kesini…" teriak Sasuke pada Sakura yang berada didalam, Sakura yang mendengar panggilan laki-laki berambut raven itu pun langsung keluar.

"ini.. sebaiknya kau bersihkan, aku akan menyalakan api.." ucap Sasuke seraya menyodorkan seekor ayam mati yang telah diburunya itu ke Sakura. Sakura pun langsung menghampiri dan mengambil ayam itu.

"ayam hutan ya…" gumamnya mengambil ayam mati itu. Namun emeraldnya kini berarah kewajah Sasuke, dilihatnya ada bercak darah disekitar bibir Sasuke..

"bibirmu berdarah Sasuke.." Sakura pun sedikit panic, diusapnya darah itu menggunakan ibu jarinya. Sasuke yang menyadari perlakuan Sakura hanya diam sembari menatap emeraldnya yang terlihat panic.

"aku tak apa.." ucap Sasuke yang langsung menggenggam tangan mungil Sakura yang sedang mengusap darah yang bersarang dibibirnya itu. Perlahan Sakura menurunkan tangannya, namun tangan kekar Sasuke masih terus menggenggamnya. Entah apa yang terjadi, dua remaja itu saling bertatapan satu sama lain. Sakura merasakan sesuatu, Sasuke pun tak berbeda jauh.

"maaf.." ujar Sasuke yang langsung melepaskan tangan Sakura, Sakura saat ini masih terdiam, terlihat ada rona merah dipipi mulusnya.

Darah yang berada dibibir Sasuke kini sudah menghilang, tapi anehnya tak ada sama sekali bekas luka disana. Sakura pun tak menyadari itu.

Akhirnya mereka pun melakukan kegiatannya masing-masing, Sasuke sedang menyalakan api untuk membakar ayam yang ia buru tadi, sementara Sakura pergi kesungai yang tak jauh dari sana, benar… didekat gubuk Sasuke memang ada sungai, mungkin Sasuke telah merencanakan sebelum membangun gubuk kecil itu, karena manusia takkan bisa jauh dari air bukan?...

Suara air sungai yang mengalir, burung-burung yang tak hentinya berkicau, membuat hutan itu tak terasa sunyi. Sakura yang sedang membersihkan bulu-bulu ayam untuk santapannya nanti, entah mengapa pandangannya tertuju kealiran sungai itu, anehnya sesekali wajah cantik itu terus menampilkan sebuah senyuman.

"sudah selesai…" gumam Sakura pelan setelah sekian lama membersihkan bulu-bulu ayam itu. Kini gadis pink itu pun kembali ketempat Sasuke.

Dilihatnya laki-laki yang memiliki rambut hitam pekat itu tengah sibuk memasukkan kayu-kayu kedalam api. Sebuah garis lengkung kini terukir diwajah gadis yang memiliki rambut merah muda itu lagi.

"Sakura.. sudah selesai?" ucap Sasuke yang menyadari kalau Sakura sudah berdiri dibelakangnya.

"iya.." jawab Sakura senang dan langsung menghampiri Sasuke.

Sasuke pun menanggapi ayam yang diberikan Sakura, ia juga langsung memotong-motong ayam itu menjadi beberapa bagian. Selepas itu, ayam itu langsung dibakarnya diatas bara api yang dibuat Sasuke tadi.

"aku akan pulang sore ini, Sasuke" ucap Sakura sebagai yang pertama bicara. Sementara Sasuke yang tengah membalik-balik daging ayam itu sejenak berhenti setelah mendengar perkataan Sakura.. pandangannya pun kearah gadis pink itu.

"apa kau akan kesini lagi?" Tanya Sasuke intens, Sakura hanya menatap balik onyx itu setelah beberapa saat kemudian berbicara.

"aku akan kesini lagi untuk menemuimu.." jawab Sakura tersenyum, Sasuke yang memandangnya sedikit melebarkan matanya.

"benarkah itu?" tanyanya lagi.

"yap, jadi kau harus menungguku ya.." jawab Sakura, lagi-lagi dengan senyuman manisnya yang membuat laki-laki didepannya menjadi terpesona.

"aku akan selalu menunggumu…" kini onyx dan emerald milik mereka saling menatap. Sasuke yang sangat mengagumi gadis didepannya itu kini merasa senang 'kau memang gadis itu Sakura' ujar inner Sasuke.

Setelah sekian lama mereka bercakap-cakap, akhirnya ayam yang mereka bakar matang juga, Sakura yang sedari tadi merasa lapar itu kini langsung melahap makanannya. Begitupun Sasuke yang tengah makan, namun pandangannya tetap kearah gadis pink itu.

.

.

.

.

Disebuah ruangan yang tak begitu besar, suasana disana sangat sejuk, ya mungkin karena ada kipas angin yang menyala disana. Gadis pink itu kini menduduki dirinya ke tepi tempat tidurnya, terlihat ia sangat kelelahan,

namun raut wajahnya malah menampilkan senyuman khasnya itu.

"ini semua tak sesuai perkiraanku.." ucap Sakura yang langsung membaringkan tubuhnya ke kasur.

"siluman ular itu tak kutemukan, malah seorang laki-laki yang aku temui.."

"…Sasuke…. Sebenarnya siapa kau? Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?.."

"…kau sama sekali tak asing buatku.."

Disela ucapannya yang entah ia katakan pada siapa, terdengar suara ketukan dipintu kamarnya. Sudah diduganya itu pasti ibunya.

"Sakura!" panggil Mebuki diselingi mengetuk pintu.

"ya bu..!" sahut Sakura yang sedikit mengeraskan suaranya.

"kau mandi dulu sana, habis itu makan…" pinta sang ibu.

"ya bu..!"

Gadis pink itu kembali menduduki dirinya ditepi tempat tidurnya. Tangan anggunnya kini menggapai sebuah kotak yang berisi tanaman obat yang ia bawa dari hutan tadi. Ada satu tanaman obat yang membuat Sakura tertarik, diambilah tanaman obat itu.

"tanaman obat ini…. Aku baru melihatnya.." gumam Sakura pelan sembari memandangi tanaman obat yang digenggamnya itu.

"…kegunaannya untuk apa ya? Dan kenapa tumbuh dihutan itu.. padahalkan sebelumnya tidak ada…"

"…sebaiknya aku bertanya pada Tsunade-sensei saja besok.." ucapnya lagi yang langsung berdiri dan keluar kamar.

» Ĥăřůňĭą «

Beberapa bunga-bunga yang tumbuh dihutan ini, namun ada satu bunga hampir tumbuh disetiap tempat-tempat dihutan. Warna dasar pink nya membuat tempat ini tak seperti hutan, melainkan layaknya taman bunga.

Tangan kekar itu memetik bunga yang terkenal dengan nama Sakura itu, dipandangannya lekat-lekat bunga itu, entah hipnotis atau apa, karena bunga itu laki-laki berambut raven itu menunjukkan sebuah senyuman.

"Sakura…" gumamnya pelan setelah menyebut nama itu, yang dilihatnya saat ini memang setangkai bunga Sakura, namun dipikirannya adalah seorang gadis yang bernama Sakura.

"aku akan selalu menunggumu… Sakura.."

» Ĥăřůňĭą «