Disclaimer : yang pasti punya Takahashi rumiko-sensei (kalo ini punya saya, bakal ada sekuelnya -_-)
please enjoy to the fullest :D
CHAPTER 3
Angin berhembus kencang menerbangkan kelopak bunga serta daun pohon yang berguguran siang itu. Dilangit terlihat beberapa ekor burung terbang tinggi sambil mengejar kawanan burung lainnya.
Sesshomaru bersandar di bawah pohon momiji yang rindang. Di depannya ada hamparan padang bunga yang luas. Tak jauh dari tempat istirahatnya terdengar gemericik air yang mengalir. Sesshomaru menatap padang bunga itu dengan pandangan yang jauh.
"Sesshomaru-sama, saya akan mengambilkan air untuk anda." Ucap Jaken kemudian dengan langkah tergesa ia pergi mencari sumber air.
Sesshomaru seolah tak mendengar perkataan kappa youkai tersebut. Matanya masih terpaku melihat padang bunga di hadapannya.
Lagi-lagi, pikirannya kembali mengingat peristiwa kematian seorang youkai wanita bermata ruby. Senyuman yang diberikan youkai itu pada saat-saat terakhirnya – benar-benar indah. Walau begitu, entah kenapa hatinya merasakan sesuatu. Sesuatu yang sudah lama dilupakannya.
Kemarahan dan kesedihan.
Beberapa helai kelopak bunga putih jatuh ke arahnya. Tangan kanan daiyoukai bermata kuning emas itu diulurkan sehingga tiga helai kelopak bunga mendarat di telapak tangannya.
Ia memandangi kelopak-kelopak itu untuk beberapa saat dan kemudian membiarkannya terbang kembali tertiup angin.
Youkai angin berambut hitam panjang bergelombang itu menampakkan wajah yang sedikit merasa tak puas dengan perlakuan seorang youkai berambut biru. Ya, siapa lagi kalau bukan Mizuki. Youkai laki-laki yang sudah dianggapnya masuk dalam kategori 'teman'.
Akhirnya kagura sampai di sebuah air terjun yang tak terlalu besar dikelilingi oleh pepohonan hijau. Bulu putih sebagai alat terbangnya itu mengecil menjadi seukuran jari telunjuk. Kemudian ia sematkan di pita putih rambutnya.
"Dasar mizuki sialan, setidaknya ia bisa memberi tahu bagaimana ciri-ciri daiyoukai bernama Sesshomaru itu kepadaku!" umpatnya.
Ia kembali mengingat bagaimana cengiran yang diberikan youkai air tersebut ketika ia menanyakan ciri fisik Sesshomaru, lalu pergi menyelam sambil berteriak 'aku sedang sibuk, lain kali aku beri tahu!'. Padahal seingatnya, Mizuki-lah yang memanggil dirinya untuk bertemu.
SREK. SREK.
Bunyi gesekan ranting patah terdengar dari arah belakangnya. Kagura sedikit terlonjak melihat ada yang menghampirinya.
Huh, kukira siapa batinnya.
"Heh heh heh, aniki lihat! Di depan kita ada seorang wanita cantik!" seru seorang oni berbadan besar berwarna hijau. Di atasnya terdapat sebuah tanduk pada bagian tengah kepalanya yang botak.
"Benar katamu!" sahut seorang lagi dengan ciri fisik yang hampir sama tapi ia memiliki dua buah tanduk di kepalanya. "Hei, onna! Sedang apa kau sendirian di tempat ini? Lebih baik kau pergi bersama kami saja!"
"Lalu kita akan makan youkai perempuan itu!" bisik oni yang bertanduk satu kepada oni di sebelahnya.
Kagura yang melihat gelagat ganjil dari dua ekor oni raksasa di depannya, mengeluarkan kipas putih – dengan garis merah sebagai coraknya – dan bersiap untuk menyerang oni-oni tersebut.
"Mengapa aku harus pergi dengan makhluk jelek seperti kalian?! Lebih baik kalian saja yang pergi dari sini, dasar pengganggu!" ejek Kagura pada kedua oni itu.
Tidak terima dikata-katai seperti itu, dua raksasa bertubuh hijau itu mengeluarkan senjata dari besi dengan duri-duri tajam di pinggirnya. "Mulutmu lancang sekali, onna!". Mereka menyerang kagura namun wanita itu berhasil menghindar. Kemudian ia mengayunkan kipasnya ke arah lawannya.
"Fūjin no mai!"
Hembusan angin yang menyerupai sabetan bulan sabit berhasil memotong tubuh oni bertanduk satu hingga terbelah menjadi tiga bagian.
"Ah, Goji!" seru oni bertanduk dua ke saudaranya yang sudah mati. "Omae..." geramnya.
Oni tersebut semakin beringas menyerang kagura. Mau tak mau Kagura harus dapat bergerak lebih cepat menghindari besi pemukul yang diayunkan lawannya.
Karena badan oni berwarna hijau itu besar, ia kesulitan mengejar gerakan Kagura yang gesit. Ketika melihat ada celah dalam gerakan lawannya, Kagura sekali lagi mengayunkan kipasnya ke arah oni tersebut.
Akhirnya, oni yang tak sempat mengelak dari serangan pisau angin berbentuk bulan sabit itu ambruk dengan badan terpisah. Sedikit cipratan darah oni itu mengenai beberapa bagian wajah Kagura.
Kagura mengelap noda darah tersebut dengan punggung tangannya. "Merepotkan."
Youkai pengendali angin itu berjalan ke arah air terjun. Lalu, ia membasuh tangan dan wajahnya.
Masih sibuk dengan kegiatannya, Kagura tidak menyadari bahwa ada seorang youkai pendek yang memperhatikannya semenjak ia mengalahkan oni bertanduk satu tadi.
Mata youkai yang sudah bulat itu menjadi semakin bulat tatkala ia dapat melihat dengan jelas wajah youkai angin yang ada di dekat air terjun tersebut.
Lagi, terdengar bunyi ranting patah dari belakangnya. Youkai angin berkimono merah marun dengan motif kupu-kupu putih itu membalikkan badannya dengan cepat. "Siapa?" ucapnya setengah berteriak.
Kappa youkai itu menunjuk ke arah kagura dengan ekspresi wajah tak percaya, "K-kau!"
Kagura memandangnya dengan curiga.
"Kenapa...bisa...hidup kembali?"
Kagura melihat kappa youkai itu dengan pandangan bingung. Apa katanya tadi? Hidup kembali? Memangnya aku sudah mati, heh pikir Kagura.
"Siapa kau dan apa maksud ucapan tadi?" tanya Kagura sambil berjalan mendekati youkai hijau itu.
"Ja – jangan mendekat!" seru Jaken. "Kagura, kau tidak mengenaliku?"
"Baru kali ini aku melihat kappa youkai seperti dirimu." Jawab Kagura, "Bagaimana kau bisa tahu namaku?"
"Mungkinkah ini artinya Naraku juga hidup kembali?" tanya Jaken kepada dirinya sendiri, ia tidak membalas pertanyaan kaze youkai tersebut.
"Hah, Naraku?" Kagura semakin tidak mengerti dengan perkataan youkai di depannya.
Tiba-tiba langit yang semula cerah berubah mendung seperti akan turun badai. Kagura mendongak ke atas. Perasaannya menjadi tidak enak, dan merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi.
"Cih!". Diambilnya bulu putih di rambutnya yang kemudian menjadi besar. Ia segera melompat ke atasnya dan terbang ke langit.
"Oh – hei, tunggu!" teriak Jaken. Namun, Kagura tidak menoleh dan terus saja terbang ke arah awan yang lebih gelap berkumpul.
Sesshomaru membuka matanya perlahan dan melihat ke langit. Seingatnya, warna langit sebelum ia menutup mata untuk beristirahat sebentar masih cerah. Tapi lihat sekarang, langit sudah menjadi gelap dan cahaya matahari tidak dapat menembus awan hitam tebal.
Ia kemudian berdiri. Mata emasnya masih menatap ke langit. Namun tiba-tiba, penglihatannya menangkap sesuatu di atas sana yang sedang terbang. Benda putih yang terlihat seperti bulu besar dan ada seseorang di atasnya.
Ia ingat seseorang yang juga menggunakan benda itu.
"Sesshomaru-sama!" seru Jaken yang menghampiri dirinya.
"Gomen, Sesshomaru-sama! Anda jadi menunggu lama. Tadi saya bertemu dengan youkai penyihir angin bawahan Naraku yang sudah mati itu!" jelas Kappa youkai tersebut.
Sesshomaru menatap pengikutnya itu. Youkai penyihir angin?
"Sa-saya tidak berbohong, Sesshomaru-sama. Saya tadi bertemu dengan youkai itu di dekat air terjun. Tapi anehnya, dia tidak mengenali saya."
Sesshomaru terdiam sebentar. Lalu ia melihat ke arah padang bunga di hadapannya. Angin kencang bertiup menerbangkan kelopak bunga dan dedaunan yang dilaluinya.
- To be Continued -
it'll get more interesting on the next chapter.
Hang around, readers :D
then, follow the story... (if you haven't read the 1st chapter, please read after this :D) v
Author's note :
Hontou gomennasai minna-san...
sebenarnya saya sudah menulis untuk chapter2 selanjutnya, tapi karena kesibukan akademik dan saya juga lebih aktif di tumblr dan blogger, akhirnya saya 'hampir' mengabaikan akun ini T_T
tapi demi para readers yg sudah meluangkan waktunya untuk membaca fic gaje saya, saya akan berusaha...karena "sikon" sangat mendukung... ^.^ yay! happy holidays!
jangan lupa untuk melaksanakan ibadah puasa, dll ya.
Oh ya! buat reply para reader yang ga log in, saya balas disini ya ^,^
Jerza Lovers : Umm, ano, boleh saya panggil Jerza-san? hehe, makasih banyak atas dukungannya ya, saya sangat terharu membaca review dari jerza-san (lebay). Untuk next chappie dalam waktu dekat akan saya posting lagi. Mata ashita!
Sesshokagu : Makasih udah R&R. Sessho ketemu kagura (hihihi) ada lagi kok nantinya...
Kayuchan : Iya nih, saya ingin menambahkan fic sesshoxkagu yang sangat minim apalagi yang indonesia nya. makasih udah R&R.
Kagurse : Ok, nih lanjutannya. ditunggu komennya yak ;)
Saa, R&R Puh-lisss (red: please/onegai?)
