WO AI NI MY DEVIL

SL Baby99

HunHan

T+ Semi M

Luhan yang kesal karena sekolahnya terlalu pun mencari ruangan yang enak untuknya tidur./ Sepertinya ini markas yang tepat -Luhan/ Berani-beraninya dia memasuki Ruanganku -Sehun

OOC,Typo(s),Yaoi, Tak sesuai EYD,Alur gaje,Lime,Lemon,Cerita pasaran,Cerita jaka sembung bikin Mual.

I TOLD YOU BEFORE YOU READ THIS FF

ITS YAOI IF YOU NOT LIKE DONT READ OKEY!

Chapter 3

2015 SL Baby99 present .

.

.

.

Second

.

.

.

...

Luhan tak tahu ini dimana?
Tapi,iya yakin bahwa ini adalah sebuah taman. Dan mengapa ia bisa berada di sini?
Luhan berjalan menyusuri jalan paping block yang ada ini sebenarnya sama dengan taman pada umumnya.
Hanya saja di sini sepi tak ada seorang pun selain Luhan.
Dan luhan melihat bunga merah pudar namun mempesona di pinggiran pagar taman.
Lalu ada seekor kupu-kupu terbang mendekatinya.
Kupu-kupu itu terbang di depan wajah luhan sebelum hinggap di bungan itu.
Kupu-kupu itu begitu indah.
Sayapnya berwarna biru dengan garis motif hitam dan motif emas.
Luhan ingin menyentuhnya.
Dengan itu di ulurkan tangan mungil itu untuk menyentuk sang bidadari terbang itu.
Namun,
"Jangan sentuh dia! "

Sebuah seruan menghentikan pergerakan luhan.
Tangannya lantas berhenti begitu saja di udara.
Luhan menolehkan seorang namja yang lebih tinggi darinya dengan baju serba putih.
luhan tidak bisa melihat wajah namja itu.
Ia hanya bisa melihat bibirnya saja.
Dan namja itu kini berada tepat di depannya dengan jarak 3 meter kurang lebih.
"Kenapa aku tidak boleh menyentuhnya? "

"Karena dia akan musnah "

Dan setelah itu namja itu menghilang begitu saja.
Luhan kebingungan.
Tidak ini bukan berada di dunia dongeng yang apapun hal mustahil bisa terjadi.
Luhan berlari mencari namja itu.
Hingga luhan melihat sebuah sosok yang berdiri tak jauh darinya sedang menghadap ke danau yang ada di taman itu.
Luhan menambah kecepatan berlarinya untuk menghampiri namja itu.
Namun Ia tidak tahu bahwa tanah di sekitar danau itu adalah turunan alhasil luhan kaget dan meluncur dengan kencang.
"AAAAAAA "

Namja itu membalikan badannya setelah mendengar teriakan melengking yang memasuki indra pendengaranya.
Dan

.

.

.

CHU

Luhan tidak tahu apa yang terjadi setelahnya.
Hanya saja sekarang tubuhnya ada di atas tubuh seseorang yang luhan yakini namja yang tadi bertemu dengannya.
Tapi,
Luhan tidak tahu ini benar atau nyata.
Pasalnya ada sebuah benda lunak dan lembut menempel tepat di bibirnya.
Luhan tidak tahu itu ia menutup matanya sekarang.
Dan setelah itu.

...

.

.

.

"LUHAN AYO BANGUN ! "Seruan memekikan telinga terdengar di dalam rumah keluarga Xi.
Dan seruan itu berasal dari seorang yeoja paruhbaya namun masih terlihat montok di usianya yang sudah tak lagi muda.
Sungmin nama yeoja itu.
Dan dengan itu mimpi luhan runtuh sudah.
Karena kaget oleh teriakan eommanya luhan lantas langsung membuka paksa kedua bola mata rusanya, Dan

IYA EOMMA Serunya lalu duduk di atas kasurnya.

.

.

.

.

.
Luhan berjalan gontai ke sekolahnya.
tidak tahu apa yang terjadi.
Hanya saja beberapa hari terakhir ia merasa sangat aneh.
Dengan perasaan seperti ada seseorang yang mengikutinya.
Dengan persaan seperti ada yang memperhatikannya.
Hingga mimpi-mimpi aneh yang luhan tidak pernah alami sebelumnya.
Tapi letak anehnya adalah seseorang yang sama itu muncul di mimpinya.
Tapi hingga sekarang luhan tidak mengetahui bagaimana wajah namja itu karena luhan hanya bisa melihat bibirnya saja.
Sebenarnya apa yang terjadi?
Bukan apa-apa sebenarnya.
Hanya saja ia terlalu risih akan semua itu.
Kalau dipikir-pikir kejadian semua itu berlangsung setelah ia memasuki ruangan kosong yang di kiranya sebuah kelas yang tak terpakai lagi.

.

.

.

.
Luhan penasaran dengan ruangan itu.
Ia harus mencari sesuatu yang bisa menjawab semua kejadian aneh yang menimpanya hari-hari terakhir ini.
Luhan sudah tidak tahan.
Dan disinilah luhan.
Di dalam ruangan kosong bekas ruang kelas yang tak lagi terpakai.
Yang berada tepat di pojok sekolahnya.
Pintu ruangan itu dibukanya lebar-lebar jaga-jaga kala ada sesuatu yang mengharuskannya berlari menjauh dari sana.
Luhan menatap hati-hati seluruh sudut ruangan itu.
Tak ada yang aneh dari ruangan ini.
Hanya saja di dalam sini terasa lebih sejuk.
Luhan terus meneliti ruangan itu.
Ia melihat meja yang waktu itu pernah menjadi sandaranya saat tidur.
Dan entah kenapa luhan tertarik untuk melihat-lihat bangku-bangku yang berada di samping jendela.
Meja yang pernah luhan gunakan berada dua meja lain dari sana Barisan disamping jendela- hingga ia melihat sebuah meja ke tiga barisan itu dari arah depan.
Meja itu tampak berbeda dari meja lain.
Meja itu bersih tanpa setitik coretan disana.
Biasanya anak-anak sekolah sepertinya sering sekali sengaja atau tidak sengaja menulis-nulis meja mereka dengan kalimat-kalimat tidak penting bahkan rumus-rumus membosankan seperti rumus matematika.
Tapi di meja itu tak ada coretan apapun selain sebuah tulisan.
"Wu Shixun"

Luhan membaca tulisan yang ada di meja baris ketiga yang berdekatan dengan jendela.
"Apa yang kau lakukan di sini?"

Tiba-tiba seseorang mengagetkanya.
Orang itu seorang namja tampan dengan pakaian yang sama dengan luhan dan bername tag Oh Sehun Luhan diam saja saat namja itu melangkah ke arahnya.
Tidak kah kalian pikir namja ini seorang manusia?
Bagaimana bisa ada seorang namja setampan itu?
Bagaimana bisa ada mata setajam hewan paling setia di dunia Elang- seperti itu?
Bagaimana bisa adah pahatan wajah sesempurna wajah rupawan seperti itu?
Luhan seakan terhipnotis akan sosok namja tampan itu.
Sehun bingung kenapa luhan diam saja.
Akhirnya namja tampan itu mengulang pertanyaanya.
"Apa yang kau lakukan di sini?"

Luhan harus jawab apa?
Tidak mungkin ia bilang 'Aku sedang mencari hantu yang akhir-akhir ini menguntitku 'Ah~ Luhan masih cukup waras untuk di cap sebagai orang gila asal kalian tahu saja.
"Aku...Em Hanya Ya aku hanya melihat-lihat saja "

Luhan tersenyum lebar yang sudah pasti senyum di paksakan untuk menutupi kegugupannya.
"Kau tahu kelas ini sudah di tutup dari beberapa tahun tak ada yang di perbolehkan masuk ke dalam sini "Ucap sehun.
Luhan terdiam.
Apa iya kelas ini sudah di tutup?
Maksudnya kenapa kelas ini di tutup dan tak ada seorangpun yang boleh memasukinya?
Luhan tak habis pikir akan hal itu.
Tapi Bukan itu masalahnya?
Masalahnya adalah kenapa namja tampan bername tag Oh Sehun itu juga disini?
"Lalu apa yang kau sendiri lakukan disini? "

"Aku ingin mengambil kursi karena kelasku kekurangan satu kursi "

"Kenapa tidak di kelas lain saja?"

"Karena kelas lain sudah penuh dan tak ada kursi yang hanya ruangan ini yang mempunyai bangku tak terpakai dan sedikit dekat dengan kelasku"

Namja tampan itu menjelaskan alasannya pada luhan.
Luhan hanya terseyum canggung.
Dan setelah itu ia pergi berlalu meninggalkan kelas misterius itu tanpa melihat seringai yang tercetak di bibir namja bername tag Oh Sehun itu.
"Jadilah miliku akan ku beri tahu semuanya padamu"

Dan setelah itu namja tampan itu menghilang bak di tiup angin.

.

.

.

.

.

"AAAAKKKGGHHH"

Luhan berteriak kala sesuatu yang besar dan panjang memaksa masuk ke lubang perawannya.
Airmatanya bergilir jatuh menuruni pipinya.
Dan Benda besar dan panjang itu sudah tertanam penuh di lubangnya.
"Sssttt...Jangan tidak akan lama Eugghh"

Sehun menenagkan namja cantik yang sedang di garapnya dengan lenguhan nikmat di akhir kalimatnya.
Pasalnya lubang ketat luhan dengan sangat kurang ajar meremas penisnya seakan-akan memakan penis besarnya itu.
Perlahan sehun mengeluarkan penis besarnya dari lubang luhan dan kembali memasukannya ke dalam lubang ketat itu.
Dan itu membuat sensasi nikmat bagi luhan yang kini rasa sakit di lubangnya tergantikan oleh rasa nikmat yang menderanya.
"Ooocchhh...Terlalu Besar Aaahhh "

"Apa eunghh yanghh terlaluhh Bessttt sar..ssstt sayanghh?"

"Kauuhh...AAAKKHH Yahhh di situ tusuk Aahh"

Luhan mendesah keras saat penis besar sehun menghantam tepat pada luhan tidak bisa mendeskripsikan kenikmatan itu.
Dan desahan serta racauan terus saja bersahut-sahutan setelahnya.
Sehun terus menghajar lubang nakal itu dengan penis semakin cepat ketika di rasanya bibitnya mulai berontak dari dalam penisnya itu.
Luhan hanya bisa pasrah ketika sehun terus saja menghujamkan benda besar .Luhan rasa Lubangnya telah melebar ukuran milik sehun itu sangat-sangat jumbo.
Bisa di pastikan setelah pasti tidak akan bisa berjalan dengan baik selama beberapa hari kedepan.

.

.

.

.

.

"AAAKKHHH"

Luhan terbagun dari mimpi anehnya.
Ia mendudukan dirinya di atas ranjangnya dengan peluh yang membanjiri seluruh badanya dan mendapati selangkanya basah.
Oh kalian tidak tahu bahwa ia baru saja bermimpi bercinta dengan namja yang baru ia temui tadi pagi.
Luhan akui namja itu tampan dan sangat mempesona.
Tapi,
Hey,tidak bisakah ia bermimpi lain selain bermimpi bercinta dengan namja itu?
Diliriknya jam dinding yang sekarang menunjukan pukul 02:32 Ouh luhan jadi merasa seperti pengantin baru yang baru saja menyelesaikan acara malam pertama dengan suaminya.
Tanpa di ketahui luhan sosok yang tidak bisa ia lihat ada di sampingnya tengah menatapnya puas.
Sosok itu Sehun- hanya tersenyum puas.
Bila untuk luhan itu hanya untuknya itu adalah Kalian tidak tahu bahwa di dunia ini memiliki beberapa dimensi antar dimensi lain mempunyai batasan-batas tertentu.
Sehun tentu saja bisa melihat luhan meski luhan tak bisa melihatnya.
Pergerakan dan tingkah lakunya bisa di rasakan luhan tanpa bisa dilihat oleh namja cantik itu.
Dan baru saja ia bercinta dengan namja cantik bermata rusa itu dengan cara memasukan luhan ke dimensi hanya dimensi itu yang bisa di masuki semua mahluk termasuk dirinya yang tak mempunyai raga namun masih terjebak di dunia.
Ia sungguh puas setelah berhasil mengagahi manusia imut di sampingnya ini.
Luhan merasa pusing jika ia memikirkan mimpi itu.
Luhan hendak berdiri namun namja cantik itu kembali terduduk di kasurnya.
Ouch kenapa bagian bawahnya sakit sekali?
Rasanya lubangnya seperti robek?
Kenapa?
Apa yang terjadi?
Luhan berpikir ini ada hubungannya dengan mimpi tadi?
Tapi kenapa mimpi itu berimbas pada dunia nyata?
Seandainya itu benar-benar terjadi luhan tidak mungkin masih berpakaian lengkap seperti ini?
Ini sangat aneh?
Kenapa bisa seperti itu?

.

.

.

.

.

.

TBC