My Friend, My Love

::

::

Cast : Ryeowook and Yesung

Genre : Friendship, School Life.

::

::

Happy Reading!

::

Pagi ini, kota seoul sedang tidak bersahabat. Hujan melanda yang melanda dari dini hari hingga pagi ini belum juga berhenti, menambahkan hawa dingin yang membuat orang malas beraktifitas. Termasuk namja manis ini, Ryeowook.

Dari tadi, bunyi alarm yang ada dikamar ini berbunyitanpa henti. Mendengar suara yang yang membuatnya terganggu, ryeowook segera mematikannya dan bangun dari tidurnya.

:::::::

Dengan mata setengah terpejam, ryeowook keluar dari kamar menuju lantai satu atau lebih tepat menuju meja makan.

Tanpa ia sadari, ada beberapa orang menatapnya dengan tatapan geli.

"Wae? Apa ada yang lucu? kenapa umma melihatku begitu?" tanya ryeowook saat melihat umma tengah menahan tawanya.

"Hey bocah. Kau tidak lihat ada orang asing di rumahmu ini?" tanya seseorang pada ryeowook.

Ryeowook menatap sekeliling ruang makan itu. "Tidak ada yang aneh. Hanya ada umma, yesung hyung, kyuhyun, sungmin hyung dan minhyun." Ucap ryeowook santai sambil menggedikkan bahunya, lalu kembali meminum air yang sudah di ruangnya ke dalam gelas. Tak lama..

Byuur

Ia kembali menatap sekeliling dengan mata yang melebar lucu. betapa terkejutnya ia melihat ada orang asing yang meihatnya sambil tertawa.

"Kau sudah sadar?" pertanyaan sinis mengalihkan pandangan ryeowook ke arah suara.

Ryeowook hanya menatapnya datar. Dan ia tersenyum saat melihat hyung kesayangannya.

"Sungmin hyung.. bogoshippo~" ryeowook segera memeluk hyungnya –sungmin-.

"Nado Wookie~" saat mereka asik dengan acara saling –merindukan-, suara deheman seseorang mengehentikan acara mereka.

"Kau mengganggu suasana." Ryeowook melepaskan pelukannya pada sungmin sambil memajukan bibirnya. Sedangkan sungmin hanya tersenyum melihat kelakuan dongsaengnya yang tak pernah berubah.

"Hey bocah. Kau tidak sekolah?" tanya orang itu lagi.

"Hey aku bukan bocah! Kau yang bocah. Asalkan kau tau saja, aku lebih tua darimu." Ucap ryeowook segit.

"Tapi, aku sudah lulus dan sudah menikah Kim Ryeowook." ryeowook menatap menatap orang itu dengan tajam.

"Jika kau tidak bersiap-siap, maka yesung hyung akan meninggalkanmu." Lanjut orang itu sambil tersenyum, atau lebih tepatnya menyeringai.

Ryeowook yang mendengar nama 'Yesung', segera mengalihkan tatapannya ke arah seorang namja yang duduk di samping kyuhyun.

"Awas kau nanti kyuhyun!" ucap ryeowook. "hyung, tunggu sebentar oke!" yesung menganggukan kepalanya sebagai jawaban. Dan ryeowook segera berlari ke lantai 2, tapi sebelum itu ryeowook memukul kepala kyuhyun.

"Hey bocah! Awas kau!" semua orang tertawa melihat tingkah ryeowook dan kyuhyun.

"Chagiya~ appo~" kyuhyun langsung bersikap manja kepada sang istri-sungmin.

"Dasar manja." Suara lain yang sedikit cempreg menyahut perkataan kyuhyun.

"Kalau kau iri bilang saja minhyun." Ucap kyuhyun mengejek pada bocah yang berumur sekitar 6 tahun itu. sedangkan sang bocah hanya memanyunkan bibir mungilnya.

"Umma~" kini sang bocah yang mengadu dan membuat semua orang yang ada di sana tertawa.

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::: My Friend, My Love :::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Hanya keheningan yang tercipta di dalam mobil yesung. Mereka berdua sibuk dengan pikiran masing-masing. Tanpa terasa, mereka telah tiba di sekolah mereka berdua.

Yesung memakirkan mobilnya di halaman parkir 'SMA Sapphire'. Saat ryeowook akan keluar, yesung menahannya.

"Tunggu sebentar." Lalu ia mengambi sebuah payung dan turun dari mobilnya.

Ia berjalan menuju pintu sebelah, dan membukannya untuk ryeowook.

"aku tidak mau kau sakit. Nanti tidak ada yang akan membuatkanku bekal siang untukku." Ucap yesung. Ryeowook membalasnya dengan tatapan tajam ala dirinya.

"sudah berapa kali kau mengeluarkan tatapan itu wookie?" tanya yesung disela tawanya. "sudah ratusan kali!." Ucap ryeowook ketus.

Ryeowook keluar dari mobil yesung dan berdiri disamping namja itu. dan mereka berdua berlalu dari parkiran menuju kelas mereka masing-masing.

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::: My Friend, My Love :::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Mereka berjalan berdampingan menuju kelas mereka yang berada di lantai yang sama. Namun, langkah mereka terhentikan oleh suara seorang yeoja.

"Yesung oppa." Yesung dan ryeowook mengalihkan pandangan mereka ke arah suara. Ryeowook sedikit membungkukkan badannya kepada yeoja yang memanggi yesung.

"Oppa, bisakah kita bicara sebentar?" ucap yeoja itu kepada yesung. Kemudian yesung melirik ke arah ryeowook. ryeowook yang menyadarinya, membungkukkan badannya dan segera pergi dari sana.

"Lebih baik kita bicara di ruang musiknya saja." yesung mengikuti yeoja itu menuju ruangan yang dikatannya.

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::: My Friend, My Love :::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Ryeowook berjalan gontai ke kelasnya, sesekali memikirkan yesung.

Apa yang mereka lakukan, seperti itulah yang membayang didalam kepala ryeowook.

"hei ryeowook-ah!" ryeowook terkejut saat seseorang berteriak di samping telinganya. "yaaah! Minri-ah, bisakah kau tidak berteriak eoh?" sedangkan gadis itu hanya mengeluarkan cengiran polosnya.

"maaf oke. Nah sekarang, dimana yesung sunbae?" ryeowook kembali melanjutkan langkahnya menuju ruang kelasnya. "dia lagi bersama kekasihnya." Ucap ryeowook sedikit sedih.

"ah~. Sepertinya... ah tidak jadi." Ryeowook menatap minri penasaran. "sepertinya apa?" tanya ryeowook. "tidak ada." Jawab minri melangkah menjauh dari ryeowook. "yaaahh! Minri beritahu aku!" ryeowook pun berlari mengejar minri yang tengah berlari menjauh dari ryeowook.

::: skip :::

Saat semua siswa sedang melakukan kegiatan belajar, seseorang masuk yang sebelumnya telah mengucap salam.

"Permisi seonsae, aku harus menyampaikan sesuatu."

"ah, baiklah yesung-ssi." Ternyata seseorang itu ada Yesung, murid tingkat akhir.

"Selamat pagi semua, Maaf jika saya menggaggu kegiatan belajar kalian. Saya disini akan menyampaikan sebuah pengumuman, yaitu kita akan melaksanakan kegiatan perkemahan. Sebenarnya, kegiatan ini dilakukan sebagai hadiah untuk kelas tiga tingkat akhir karena kami sebentar lagi akan melaksanakan ujian akhir. Tetapi kami sepakat untuk mengajak junior-junior kami ikut berpatisipasi dalam kegiatan ini."

"maaf sunbae, apa kami diwajibkan ikut?"

"Ini tidak diwajibkan, tetapi lebih baik jika kalian semua ikut berpatisipasi agar sebagai seru."

Setelah mendengar penjelasan dari yesung, semua murid saling berbicara kepada teman sebangku ataupun teman dekat mereka tentang kegiatan ini.

"baiklah, saya ucapkan terimakasih atas perhatian kalian semua. Bagi yang ikut berpatisipasi, kalian bisa mendaftarkan nama kalian di ruang osis. tapi akan lebih seru jika kalian semua ikut."

Setelah mengucap salam dan terimakasih, yesung keluar dari ruangan tanpa ia ketahui ryeowook tengah menatapnya dengan pandangan sendu.

"ryeowook-ah, kau ikut kegiatan perkemahan ini kan?." Ryeowook tersadardari lamunannya saat mendengar suara sang sahabatnya.

"sepertinya tidak." Balasnya cuek dan kembali mengerjakan catatannya yang tertunda tadi. Sedangkan minri, menatap ryeowook kesal.

"kenapa?"

"tidak ada. Lebih baik aku tidur dirumah dan pergi berbelanja bersama eomma." Minri hanya mendengus kesal saat mendengar jawaban sang sahabat yang menurutnya sangat menyebalkan ini.

"Terserah.!"

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::: My Friend, My Love :::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Ryeowook berjalan menuju atap sekolah. Hari ini dia memilih bolos karena memikirkan sesuatu. Saat ia tiba di atap sekolah, ia dikejutkan dengan seseorang yang duduk dibangku tempat ia biasa duduk.

"eh, yesung hyung? Apa yang sedang kau lakukan disini?" ryeowook berjalan kearah yesung yang tengah menatap kedepan. Entah apa yang ia lihat.

"kau sendiri, apa yang kau lakukan disini?" yesung membalikan pertanyaan yang diberikan ryeowook kepadanya.

"aku membolos. Kau juga membolos hyung?" yesung hanya tertawa mendengar pertanyaan ryeowook.

"yah. Seperti itulah."

Setelahnya hening menyelimuti mereka berdua. Yesung sibuk dengan pikirannya dan begitupun dengan ryeowook.

"hah~ aku lelah."

Ryeowook sedikit terkejut saat yesung tiba-tiba berbaring dan meletakkan kepalanya di pahanya.

"kau keberatan?" tanya yesung saat menyadari tubuh ryeowook sedikit kaku.

"tidak. Tidak sama sekali." Ucap ryeowook yang kini telah rileks. Hanya suara angin yang terdengar. Yesung telah jatuh tertidur, dan ryeowook... namja manis itu tengah menikmati dunianya sendiri, terlihat dikedua telinga telah terpasang erphone yang terhubung dengan ponsel yang ada digenggamannya.

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::: My Friend, My Love :::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Ryeowook terbangun dari tidurnya. Namun, ada sesuatu yang aneh disini.

Sejak kapan ia tidur dalam posisi terbaring? Bukankah dia tadi tertidur dengan posisi duduk?

Langsung saja ryeowook bangun dari posisinya -berbaring.

"Kau sudah bangun?" yesung berdiri untuk merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku, karena lama dalam posisi duduk.

"Hyung kasihan melihatmu tidur dalam posisi duduk wookie~" yesung mencoba menjelaskan pertanyaan yang ryeowook lempar padanya lewat tatapannya.

"Sudah hampir malam, ayo kita pulang." yesung menarik tangan ryeowook dengan lembut.

::: Skip :::

Saat ini berada di dalam mobil keheningan yang tercipta di dalam mobil itu.

Mobil yesung berhenti di depan rumah yang terlihat sederhana. Rumah itu adalah rumah ryeowook.

"Gomawo Hyung." ucap ryeowook, sedangkan yesung hanya membalasnya dengan senyum kecil. Saat ryeowook akan membuka pintu, ia teringat sesuatu.

"Hyung" panggil ryeowook pada yesung.

"Hm?" yesung hanya membalas dengan gumaman pelan.

"Apakah ada sesuatu yang hyung pikirkan?" tanya ryeowook. Yesung tidak langsung menjawab. Membuat ryeowook menghembuskan nafasnya.

"Hah~. Jika kau tak mau mengatakannya, tidak apa." saat ryeowook akan membuka pintu mobil, suara yesung menghentikannya.

"Hubunganku dengannya sudah berakhir" ucap yesung tanpa mengalihkan pandangannya ke depan. Ryeowook hanya diam mendengarkan ucapan yesung.

"Katanya, dia sudah tidak mencintaiku." Dengan sekali gerakan, ryeowook memeluk yesung.

"Sudah yakin, hyung akan mendapatkan yang lebih baik darinya." yesung membalas pelukan ryeowook sambil saja ryeowook tidak tau.

"Ya. Sebaiknya kau segera masuk. Besok hyung akan menjemputmu." ryeowook melepaskan pelukannya.

"hati-hati hyung." ryeowook turun dari mobil yesung. Setelah itu, yesung langsung melajukan mobilnya meninggal kediaman ryeowook.

Clek

"Aku pulang." ryeowook melihat sekeliling rumahnya. 'kemana semua orang?' iner ryeowook.

"Umma... Appa... Sungmin hyung... Kyuhyun..." ryeowook mencoba memanggil semua penghuni , tidak ada sahutan.

Ponsel ryeowook bergetar menandakan ada pesan masuk.

'From : Umma'
Subject : Wookie~ maaf tidak memberitahukanmu, sekarang kami pergi ke rumah hyungmu kerena ada yang harus kami urus. Jaga dirimu baik-baik sayang~.Kalau kau takut sendiri, hubungi saja yesung.'

Ryeowook mengehembuskan nafasnya dan kembali menyimpan ponselnya ke dalam saku celana sekolahnya.

.

Ryeowook telah selesai membersihkan memakai piyama sutra berwarna ungu dengan motif jerapah. Terlihat seperti eerr..Anak-anak.

Saat ryeowook ingin menutup tirai jendela kamarnya, ia baru menyadari bahwa di luar sedang hujan.

"Hujan~ semoga tidak ada petir."

Namun, beberapa menit kemudian ryeowook di kejutkan dengan suara petir yang sangat kuat.

Dengan otomatis, ryeowook menutup kedua telinga karena terkejut. dengan cepat, ia menghubungi seseorang.

"Yeoboseo, minri-ah, kau bisa menginap di rumah ku?"

'Yeoboseo ryeoowok-ah, maaf.. aku sekarang dirumah pamanku. Maaf ryeowook-ah'

"Ah~ , tidak apa-apa."

Ryeowook menghela nafas. Kembali ia menghubungi seseorang yang selalu bersamanya -yesung.

"Hyung, bisakah hyung temani aku?"

Kini Yesung berada di dalam kamar ryeowook. Tentu saja untuk menemani dongsaeng tercintanya.

"Hyung, jika kau mengantuk, tidur saja. Aku akan menyusul nanti." ucap ryeowook tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang ia baca.

"Hm." yesung masih tetap dengan kegiatannya. -Memainkan ponselnya-.

yang terjadi di ruangan itu.

Tak lama, yesung meletakkan ponselnya dan bersiap-siap untuk tidur, namun diurungkannya karena ia melihat ryeowook yang sudah tertidur dalam kondiri duduk. Dan itu pasti tidak nyaman.

Segera ia memperbaiki posisi tidur ryeowook dengan benar. Setelah itu, ia kembali membaringkan tubuhnya. Saat akan menutup mata, suara petir yang sangat besar, membuat ia membuka mata da mendengar teriakan ryeowook.

"ada apa wookie?" tanya yesung.

"Hyung, temani aku tidur di sini. ya~" yesung menghembuskan nafas beratnya. Dan ia mengangguk sebagai jawaban.

"baiklah." yesung mengambil posisi di samping ryeowook dan mendekapnya dengan erat.

"Sudah, tidurlah kembali".Yesung menyanyikan lagu sebagai pengantar tidur untuk ryeowook. Tak lama ia mendengar dengkuran halus menandakan ryeowook telah terlelap.

Tak lama, Yesung pun menyusul ryeowook ke alam mimpi.

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::: My Friend, My Love :::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Pagi cerah yang di sambut oleh kicauan burung yang sering matahari memasuki sebuah kamar yang dihuni oleh 2 namja yang masih bergulung di bawah selimut.

Ryeowook mencoba membuka matanya saat merasakan cahaya matahari mengenai mata indahnya.

Ryeowook menatap sepasang tangan yang melingkar di ingat kejadian tadi malam yang membuat yesung tidur dengannya.

Dengan perlahan, ia menyingkirkan tangan yesung agar tidak mengganggu tidur namja itu. Setelah bebas, ia segera membersihkan diri kemudian membuat sarapan untuk yesung dan dirinya.

Untung hari ini adalah hari sabtu. Jadi, ia tidak masalah membiarkan yesung tidur lebih lama. Karena di sekolahnya, khusus hari sabtu mereka masuk lebih lama dari biasanya.

::: Skip :::

Yesung bangun dari dari acara tidurnya saat ia mencium bau masakan yang sangat lezat. Ia langsung turun dari ranjang ryeowook dan menuju dapur di rumah keluarga ryeowook. Tapi sebelumnya ia membasuh mukanya agar terlihat segar.

"Kau sedang masak apa wookie?" yesung langsung mendudukan dirinya di kursi meja makan.

"eh? Hyung sudah bangun?" ryeowook mematikan api kompor setelah ia menyalin nasi goreng buatannya ke dalam piring.

" ~ hyung sudah lama tidak makan masakan mu wookie." ujar yesung saat melihat nasi goreng kesukaannya tersaji di depannnya.

"Kau berlebihan Jong , setelah hyung mandi, baru nasi goreng ini ku beri padamu." ryeowook langsung mengambil sarapan yesung, dan membuat yesung menekukkan wajahnya kesal.

"Hah~ kau bukan saengku, sudahku-", "Sudah di apakan yesung hyung?" ucapan yesung terputus saat ryeowook menyela ucapannya.

"Haha tidak ada." segera yesung melangkahkan kakinya menuju kamar ryeowook.

Ah, mereka sudah terbiasanya seperti itu. Terkadang ryeowook asal masuk ke kamar yesung tanpa permisi dulu pada pemilik kamar. Atau, saat ia menginap di rumah yesung, ia akan mandi di kamar mandi yang ada di kamar milik namja tampan itu. Dan begitupun sebaliknya.

..
...

Yesung sudah selesai mandi dan ia terlihat sudah rapi dengan seragam sekolah yang sama dengan ryeowook. Ia sudah duduk di samping ryeowook yang tengah menunggunya.

"Mana sarapanku?" tanya yesung pada ryeowook. Ryeowook pun memberikan sarapan -nasi goreng kepada namja tampan itu.

Mereka saparan ditemani kesunyian. Hingga yesung membuka pembicaraanya terlebih dulu.

"Nanti sore, temani hyung membeli perlengkapan berkemah bisa?" tanya yesung pada ryeowook. Yang di tanya hanya menganggukan kepalanya menandakan 'iya'.

"Kau tidak ikut acara itu?" kembali yesung bertanya. Ryeowook menggelengkan saja yesung membulatkan matanya yang sipit itu.

"Yaak! Mana boleh begitu! Kau harus ikut." ryeowook menatap yesung bingung.

"Kenapa hyung meng'haruskan aku ikut?" tanya ryeowook. "Karena..Kau harus ada di samping ku." ucap yesung santai.

"Aku tidak mau!" ucap ryeowook tegas.

"Kau harus ikut!"

"Tidak!"

"Harus!"

"Aish terserah kau hyung" ryeowook langsung beranjak dari meja makan terlebih dulu, lalu ia mengambil tas sekolahnya dan keluar dari rumahnya.

"Yaakk! Kim Ryeowook" otomatis yesung mengejar ryeowook yang sudah lebih dulu meninggalkannya.

::: Skip :::

Ryeowook terus berjalan tanpa mempedulikan teriakan yesung yang ada di sampingnya.

"Ya!Kim ryeowook cepat masuk!", "Tidak!" ucap ryeowook tanpa memandang yesung.

"atau aku memakai cara dulu agar kau mau masuk ke dalam mobil Kim Ryeowook?" ryeowook memutar badannya menghadap ke mobil yesung.

Dengan hentakan ryeowook masuk ke dalam mobil yesung. Namun yesung masih saja berteriak kesal.

"Siapa yang menyuruhmu duduk di belakang? Kau mau aku terlihat seperti supir? Cepat duduk di depan ryeowook." yesung kesal saat melihat ryeowook duduk di bangku belakang.

"Sudahlah hyung!?Aku sudah masuk ke dalam mobil menuruti perintahmu." ryeowook menggeram kesal dengan sifat yesung yang aneh.

"kau-" ucap yesung terputus karena ryeowook memotongnya.

"Cepat jalankan mobilnya Kim Jong Woon atau kita akan terlambat kerena mu!"

Dengan perasaan kesal, yesung meajukan mobilnya menuju sekolah mereka berdua.

Tanpa di ketahui yesung, ryeowook kini tengah tersenyum atau lebih tepatnya menahan ketawa karena melihat ekspresi yesung.

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::: My Friend, My Love :::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Setelah pulang sekolah, yesung membawa ryeowook ke sebuah mall terbesar diseoul. Mereka berjalan menyusuri gedung besar itu dengan yesung merangkul pundak ryeowook.Top of Form

Bottom of Form

"Hyung, kau akan mengajakku kemana?Dari tadi kita hanya berputar-putar tidak tentu arah."

Yesung yang mendengar keluhan ryeowook, segera menghentikan langkahnya dan menghadap ke arah ryeowook.

"Apa kau lelah?" tanya yesung. Ryeowook memandang yesung dengan pose berpikir.

"sedikit. Dan aku juga sedikit lapar." jawab ryeowook pada yesung.

"Ah baiklah. Setelah hyung menemukan apa yang hyung cari, kita akan makan malam." yesung kembali melangkahkan kakinya sambil menarik tangan kecil ryeowook menuju ke salah satu toko yang menjual alat-alat untuk berkemah.

:::::

Ryeowook kembali menghembuskan nafas bosan. Bagaimana tidak, dari setengah jam yang lalu, yesung belum juga mendapatkan yang ia inginkan.

"Hyung, apa masih lama?" tanya ryeowook saat melihat yesung duduk di sebelahnya.

"Sebentar lagi selesai wookie~" Ryeowook menyandarkan tubuhnya pada badan sofa yang ada di toko perhiasan.

Ya, saat ini yesung dan ryeowook tengah berada di toko perhiasaan yang sebelumnya mereka sudah singgah ke toko yang menjual alat-alat perkemahan.

"Ayolah hyung~ aku sudah lapar sekali~.Hyung, kau tidak kasihan dengan dongsaengmu ini?" ucap ryeowook sekaligus memasang aegyo andalannya.

"Hah~ baiklah. Kita makan malam dulu. Sehabis itu kita kembali ke sini lagi." ucap yesung.

Ryeowook berseru senang mendengar ucapan ryeowook. Akhirnya ia bisa juga mengsisi perutnya yang terasa kosong. Ryeowook mengajak yesung untuk makan di salah satu restoran China yang ada di gedung mewah ini.

::...::...::

Mereka berdua makan dengan tenang. Namun, ryeowook kembali teringat dengan pertanyaan yang ada di kepalanya.

"Hyung... Kau membeli cincin? Untuk siapa?" tanya ryeowook yang sedikit antusias.

"hhmm.. Untuk seseorang." ucap yesung santai.

Ryeowook kembali membuka suaranya "apa untuk kekasih barumu?" tanya ryeowook hati-hati tidak ingin menyakiti hati sang hyung.

"Mungkin." ucap yesung tersenyum memandang ryeowook. Ryeowook kembali memandang makanannya .Tanpa yesung ketahui, ryeowook tengah tersenyum getir.

Skip

Setelah mengisi perut, mereka kembali ke tempat yesung memesan cincin.

"apakah sudah selesai?" tanya yesung pada seseorang yang berdiri di belakang meja etalase yang memperlihatkan berbagai macam perhiasan yang sangat indah.

"Sudah tuan. Mohon tunggu sebentar." wanita itupun beranjak menuju belakang untuk mengambil pesanan yesung. Tak butuh waktu lama, wanita itu kembali dengan membawa kotak kecil.

"Ini yang anda pesan tuan." wanita itu memberikan kotak berbentuk persegi yang dimana di dalamnya terdapat 2 buah cincin.

"Apakah dia kekasih tuan? Dia sungguh manis. Dan sangat serasi dengan diri anda." ucap wanita itu dengan senyum indah.

"Apa? Ah, kau salah noona, aku bukan kekasihnya. Aku hanya dongsaengnya." ucap ryeowook saat mendengar ucapan wanita itu.

"haha padahal kalian berdua sangat serasi" ucap wanita itu. Yesung menanggapinya hanya dengan senyum dan ryeowook tetap bergumam tidak jelas.

"Baiklah, terimakasih." yesung dan ryeowook meninggalkan toko itu yang sebelumnya mengucapkan terima kasih kepada wanita tadi.

:...::...:

Kini yesung dan ryeowook telah berada di perkarangan rumah yesung.

"Hyung, kenapa kau tidak mengantarkan ku pulang?Aku sudah mengantuk~" ryeowook menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi penumpang di samping yesung.

"Kau lupa? Besok kita akan berkemah. Dan semua keperluan mu sudah pada hyung. Jadi, hyung memutuskan kau menginap disini." ucap yesung menjelaskan.

"Hah~ terserah hyung saja." yesung keluar dari mobil dan ia membuka pintu untuk ryeowook.

"ayo keluar." ucap yesung. Ryeowook menggelengkan kepalanya."Baiklah. Ayo naik." ryeowook tersenyum.

Yesung mengendong ryeowook di punggungnya, karena ia tau ryeowook pasti lelah. Saat masuk ke rumah keluarga yesung, mereka di sambut oleh kedua orang tua yesung.

"Ada apa dengan wookie yesung?" tanya eomma yesung. "Dia hanya lelah eomma. Appa eomma kami ke atas duluan." pamit yesung pada kedua orang tuanya.

:::::

yesung membawa ryeowook ke kamarnya, dan membaringkan tubuh ryeowook ke ranjangnya.

"Sepertinya kau memang sangat lelah wookie." ucap yesung menatap wajah ryeowook yang sudah terlelap.

Yesung membersihkan dirinya terlebih dulu, sebelum menyusul ryeowook untuk tidur. Setelah itu, yesung membaringkan tubuhnya di samping ryeowook.

"Kau orang yang sangat hyung sayangi Ryeowookie~"

Yesung memeluk tubuh ryeowook dan menyusulnya ke alam mimpi yang indah.

::: T :::

::: B :::

::: C :::

"akhirnya saya bisa menyelesaikan ff ini. maaf jika ceritanya makin bingung, dan typo yang masih ada. soalnya ada beberapa kata yang hilang dan saya rombang. Dan maaf atas keterlambatan untuk mempublish ff ini T_T. Dan saya yakin kalian semua pasti tidak akan ada yang berminat untuk membaca ff ini kembali. Tapi, tak apa-apa.

Oh yang sudah membaca tolong review jangan lupa ^^ itu sangat penting untuk saya^^. Thank you..."

[ .2016]