Note : yosh, ketauan dah reader yang mesum #plakk padahal authornya sendiri juga mesum. Hehehe terima kasih atas dukungannya di chapter-chapter sebelumnya, liburan saya malah habiskan di kampus... fyuh~ pertandingan di depan mata. Oke, lupakan itu. Review yang di tinggalkan membuat saya semangat dan mengerti dengan tugas saya sebagai pembuat FF ini. saya tak boleh terlalu lama menggantungkan perasaan para reader (saya juga pernah menjadi reader lho dulu dengan nama yang slalu ganti-ganti #plakkk pada akhirnya berlabuh juga ingin nulis FF kaya septia nunna dan kawan-kawan.)

Warning! : BAHASA FULGAR! UNDERAGE HARAP MENYINGKIR. I'VE WARN YOU, GUYS.

Sekali lagi terima kasih bagi yang sudah review, favs atau follow.

Happy Reading

Sebuah mobil mewah melaju dengan kecepatan kencang membelah jalanan seoul yang masih ramai meski waktu telah menunjukkan pukul 11.30pm KST.

Terlihat sang yeoja mencondongkan tubuhnya ke arah sang namja yang sedang menyetir, tangannya yang lentik terus saja meraba atau lebih tepatnya menggoda sang namja dengan mengelus dadanya. Nafas yang terhembus seperti desahan yang sengaja Ia arahkan pada leher sang namja.

"kau nakal, sangat ingin ku telanjangi eh...?" desis sang namja tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan.

"uhm..." jawab sang yeoja disertai desahan dan sengaja menyentuh pelan selangkangan namja di sampingnya dengan gerakan yang melayang.

"tsk..." decak sang namja dan menarik yeoja itu duduk di pangkuannya saat lampu merah di jalanan sepi menghentikkan perjalanan mereka menuju aprtement untuk sesaat.

Dengan tatapan yang menggoda dan tangan yang melingkar di leher sang namja, si yeoja menarik kepala namja tersebut menuju belahan dadanya. Mendesah tertahan saat hidung si namja yang dingin menyentuh kulit mulus belahan dadanya. Dengan sensual si yeoja menekankan duduknya, membuat sesuatu yang berada di selangkangan namja yang memangkunya semakin berkedut liar.

Tawaran yang menggiurkan. Perlahan si namja mengecup dengan mesra belahan dada yang berada di depan wajahnya. Tangannya tak mau diam mengelus pinggang yeoja di pangkuannya. Membantu si yeoja menekan selangkangannya yang berteriak minta di puaskan saat ini juga.

Perlahan si namja mendongakkan wajahnya dan menarik dagu si yeoja untuk menunduk dan langsung meraup bibir merah menyala yang sedikit terbuka itu. Melumat dengan kasar saat belahan bibir itu terasa sangat manis dan memabukkan di indra pengecapnya, tangan kanannya merayap dengan pelan menuju dada kiri si yeoja dan meremas dada tersebut yang menghasilkan desahan si yeoja yang teredam di mulut karena kegiatan saling melumat bibir itu. Tangan kirinya tak mau kalah, dengan seduktif mengelus paha dalam yang semakin merambat menuju daerah wanita si yeoja yang masih tertutupi cd.

Dengan lembut sang yeoja melepas ciuman panas mereka dan melenguh dengan seksi saat merasakan tangan yang besar dan hangat meraba daerah wanitanya. Menekan tangan tersebut membuatnya semakin tertekan dan menghasilkan lenguhan yang lebih erotis.

"cukup..." ujar si namja dan memindahkan kembali sang yeoja yang hanya bisa bersandar dengan lemas pada sandaran kursi mobil.

Menekan seluruh hasrat yang ada, namja itu berusaha fokus kembali menyetir mengacuhkan tatapan sayu yang sangat mengundang dari yeoja di sebelahnya.

Sesampainya di basemant apartement miliknya namja itu segera turun dan menarik dengan sedikit kasar yeoja yang duduk di sebelahnya tadi.

"akh... kangin oppa, tunggu..." jerit si yeoja saat sadar bajunya berantakan dan namja yang menariknya yang ternyata Kangin itu malah membiarkannya saja.

"ayolah, Jung Yesung... aku sudah tak sabar..." desahnya seraya menggendong ala bridal si yeoja yang ternyata adalah Yesung.

"oppa... sudah tak sabar eoh...?" desah Yesung di telinga kanan Kangin.

"tentu saja..." sambar Kangin dan setelahnya kembali memagut bibir manis tersebut.

.

Dengan lembut Kangin menidurkan Yesung di kasurnya dan seketika itu menindihnya.

"ahhh... aku begitu berharap kau dapat memuaskanku..." tekan Kangin dengan intens di depan wajah Yesung yang hanya di jawab dengan tatapan yang semakin menggoda. Perlahan tangan besarnya membuka satu persatu kain yang melekat di tubuh Yesung, dimulai dengan dressnya yang langsung membuat Yesung hampir naked dengan hanya memakai bra hitam dan cd hitam yang sangat kontras dengan kulit mulus seputih salju milik Yesung.

Tertegun dengan pemandangan di depannya membuat Kangin menelan ludahnya kasar dan tanpa sadar tangannya bergerak memainkan dua gunung kembar di dada Yesung.

"ahnnn..." desah Yesung seraya menggeliatkan tubuh polosnya saat Kangin bermain dengan dadanya. Dengan lembut Yesung menarik kepala Kangin dan mencium bibirnya.

Suara kecipak nyaring terdengar di apartement mewah tersebut menandakan betapa bergairahnya mereka. Dengan menggoda, tangan Kangin yang mengganggur perlahan merambat menuju paha dalam Yesung yang berada di bawah kungkungannya. Mengelus secara perlahan dan menggoda daerah sensitif di tengahnya dengan menggesekkan satu jarinya disana dan memasukkan jari tengahnya yang menghasilkan lenguhan keras dari Yesung dan membuat ciuman panas mereka terhenti.

"putih dan mulus..." ujar Kangin di dekat telinga Yesung. "dan ini semua milikku..." tekan Kangin lagi.

"anhhh..." jari itu menekan klitorisnya membuatnya tak bisa berpikir dengan jernih dan hanya bisa mendesah. "ya, milikmu..." jawab Yesung dengan desahan. Tangan kanan Yesung memegang pergelangan tangan Kangin dan membuat jari tengah Kangin yang tengah berada di dalam vaginanya semakin menusuk masuk kedalam. "arghhhh... more..." desah Yesung sesaat setelah spotnya tersentuh oleh jari Kangin.

Kangin sudah benar-benar tak tahan, dengan cepat mulutnya menghisap dengan rakus dada ranum yang begitu sintal di hadapannya. Terus menghisapnya dengan kuat seakan menginginkan sesuatu keluar dari nipple tersebut membuat Yesung terus mendesahkan namanya dan tangannya yang meremas rambut Kangin bermaksud mencari pelampiasan dari 2 titik sensitifnya yang di serang secara bersamaan.

"anhhhhh..." desahan tertahan keluar kembali dari mulut Yesung saat Kangin menambahkan satu jarinya memasuki vagina Yesung.

Tubuh yang terlonjak akibat serangan jari-jarinya serta dada yang membusung karena kenikmatan adalah hal pertama yang Kangin lihat sesaat setelah berhenti untuk menghisap payudara Yesung.

Perlahan Kangin menarik jarinya keluar. Menghasilkan erangan kecewa dari Yesung dan membuat Kangin tersenyum. "kau akan segera mendapatkan yang lebih bisa memuaskan vagina laparmu, sayang..." desah Kangin sambil berdiri dan perlahan membuka pakaian yang masih melekat sempurna di tubuh atletisnya.

"ahh... Kangin..." desah Yesung. tanpa aba-aba Yesung menarik Kangin sesaat setelah namja itu selesai membuka semua pakaiannya, dan mendorongnya pelan ke arah ranjang dan menindihnya. Woman On Top.

"woooo~ aku suka posisi ini..." desis Kangin seraya menarik Yesung semakin menindih tubuhnya. Tanpa aba-aba mereka berbagi ciuman kembali ya mari saja sebut sebagai french kiss. Saling tarik ulur lidah dan menyesap bibir lawan membuat saliva entah milik siapa meleleh di dagu Yesung.

Yesung menundukkan kepalanya dengan sensual menuju selangkangan Kangin. Perlahan di sentuhnya dengan ragu penis besar serta panjang yang telah berdiri tegak serta menantang untuk di puaskan, ingat dia masih pemula. Merasakan otot penis yang begitu terasa di telapak tangannya yang lembut membuatnya yakin penis ini bisa memuaskannya.

Tangannya yang lentik perlahan melakukan gerakan seperti mengocok terhadap penis tersebut menghasilkan geraman tertahan dari Kangin. Dengan sensual Yesung menjilat kepala penis yang terlihat seperti jamur tersebut, menggoda Kangin untuk memrintahnya melakukan sesuatu.

"kulum penisku, Jung Yesung..." perintah Kangin mutlak sarat akan nafsu yang menyelimuti tubuhnya.

Dan tanpa bantahan Yesung melakukan tersebut, memasukkan penis Kangin kedalam mulutnya yang hanya masuk seperempat membuat sebagian penisnya harus puas hanya dengan tangannya.

Hangat. Itulah yang Kangin rasakan di kepala penisnya apalagi saat mulut kecil tersebut mulai mengulum dan menghisap dengan berbagai macam godaan pada penisnya.

"akhhh..." desahan kecewa keluar dari mulut Kangin saat Yesung menjauhkan mulutnya dari penis big size miliknya. Sedikit membenarkan posisinya sekarang, Kangin menyandarkan punggung pada headbednya dengan Yesung duduk di pangkuannya menghadap ke arahnya serta pantatnya yang menekan penisnya.

Pelan, Yesung mengangkat pinggulnya dan menurunkannya tepat di atas penis Kangin. Menahan perih, Yesung menggigit bibir bawahnya seraya mendongakkan kepalanya dan kembali menurunkan tubuhnya perlahan membuat vaginanya semakin melahap penis big size milik Kangin.

Dengan lembut Kangin menarik tangan Yesung untuk mengalung dilehernya. Saat baru masuk setengah, kangin merasa kepala penisnya terhalangi oleh sesuatu yang sangat tipis. 'tak mungkin dia masih virgin kan? Jika dia saja sangat bernai menggodaku tadi' ya itu pikiran yang terlintas di kepala Kangin.

Memegang pinggang ramping tersebut dan menekannya ke bawah menghasilkan jeritan Yesung.

"ahhh... sakit..." lirih Yesung seraya mencengkram rambut belakang Kangin yang terjangkau oleh tangannya. Menahan sakit yang di rasakan mencoba untuk tak terisak tapi matanya yang mulai berkaca-kaca menjelaskan.

Ouh shit, Kangin terkejut sekarang saat melihat darah yang mengalir di selangkangannya di tambah dengan mata yang berkaca-kaca itu membuatnya kelabakan harus melakukan apa.

"shhh... tahan sebentar..." bujuk Kangin seraya mengusap pinggang Yesung dan menarik Yesung menuju dekapannya. "tak akan sakit lagi..." lanjut Kangin masih membujuk Yesung. dan perlahan Kangin mulai merangsang Yesung yang berada di atasnya, mencoba menghilangkan sakit yang di rasakan gadisnya tersebut.

Di kecupinya seluruh wajah memerah Yesung, sungguh sangat manis gadis yang berada dalam pangkuannya ini. Cantik? Tak di ragukan lagi, Jung Yesung memang cantik. Jenius? Tsk, jangan abaikan darah Jung yang mengalir dalam tubuhnya. Sexy? Cih, lihat saja Mommy nya yang pernah menjadi seorang aktris internasional karena kesexy-annya sebelum berakhir di pelukan Jung Yunho. Polos? Harus Kangin akui, Jung Yesung memang gadis yang polos dan baik hanya saja itu semua tertutupi oleh sifatnya yang berubah semenjak sang Mommy pergi meninggalkannya.

"nghhh... oppa..." suara desahan Yesung serta gerakan tubuhnya yang seperti gelisah menyadarkan Kangin dari acara menilai Jung Yesung.

"apa?" tanya Kangin seraya mengelus pinggang dan punggung Yesung dengan tangannya yang menganggur. Tapi, yang terjadi berikutnya malah membuat Kangin harus meredam geraman nikmatnya sendiri.

Jung Yesung, tengah menarikan tubuhnya dengan begitu indah dan erotis. Dengan tangannya yang berpegangan pada bahu kekarnya, Yesung tengah menaik turunkan tubuhnya dengan secara menggoda. Payudara yang bergerak dengan indah di depan wajahnya seakan mengundangnya untuk melahap, melumat dan menghisap nipple tegang tersebut. Dengan tangan yang melingkar di pinggang Yesung perlahan Kangin mendekati dada tersebut dan secara lembut melahap nipple di depannya, melumat dan menghisapnya secara menggoda menghasilkan lenguhan yang terdengar begitu frustasi dari si pemilik nipple.

"oppa... more~hh..." desah Yesung frustasi dan menekan kepala Kangin dengan tangannya serta menuntun tangan Kangin yang menganggur untuk memanjakan nipplenya yang lain.

Seringaian tercetak jelas di bibir Kangin. Dengan tiba-tiba Kangin membalikkan keadaan, sehingga kini Yesung berada di bawahnya. Dalam kungkungan tubuh besarnya. Mengangkat kepalanya dari dada gadis di bawahnya, menatap intens onyx yang kini tengah menatapnya dengan sayu. Kangin merasa penisnya benar-benar ingin meledak hanya karena melihat tatapan gadis ini. 'shit, tatapannya benar-benar menggoda seakan menjeritkan Ia minta di perkosa dengan kasar' jerit Kangin dalam hatinya.

Menegakkan tubuhnya, Kangin memegang pinggan Yesung dan mulai mengeluarkan penisnya dengan pelan membuat tatapan Yesung semakin memohon minta di puaskan. Tanpa aba-aba, Kangin menghujamkan kembali penisnya ke dalam vagina Yesung dengan hentakan keras dan dalam membuat Yesung mendesah karena titik nikmatnya tersentuh dengan begitu kasar.

"ahhh.. therehhh~... harder please..." oh Jung Yesung, kau salah jika memohon seperti itu karena permohonan itu membuat Kangin semakin brutal dan bernafsu untuk membuatmu tak berdaya dalam pelukannya.

"as your wish, princess..." jawab Kangin dengan nada penuh nafsu.

Kangin terus menggerakkan pinggangnya maju mundur, menghentak dengan keras. Mencoba meraih kenikmatan surga dunia yang selalu di nikmatinya. Menyentuh dengan secara brutal namun konstan titik nikmat seorang Jung Yesung membuatnya seperti cacing kepanasan yang tak tahan dengan nikmat yang terus mendera raganya.

"ahhh... kanginhhh, ak-akkuu tak tahhan..." jerit Yesung, dada yang membusung, kepala yang terdongak dengan mata yang terbalik dan lidah yang menjulur dengan saliva yang berceceran menandakan jika seorang Jung Yesung benar-benar merasakan nikmat yang sulit di gambarkan dengan rangkaian kata.

"ughh... tahhan.." geram Kangin seraya semakin menyentakkan penisnya semakin ke dalam. menggenggam tangan Yesung yang tadinya mencengkram dengan kuat kain kasur berusaha mencari pegangan yang kuat karena tak tahan dengan nikmat yang terus mndera tubuhnya.

"kanginhhh... aku tak tahhhan sungguh..." desah Yesung seraya menguatkan kedutan di vaginanya membuat Kangin semakin kelabakan ingin segera memuntahkan spermanya.

"arghhh... Yesunghh~" geram Kangin seraya menusukkan kembali penisnya dengan lebih brutal membuat ranjang yang menjadi tempat mereka have a sex semakin berdecit mengerikan.

"arggghhh... Kanginnnnnn..." jerit Yesung dengan tubuhnya yang menegang dan kaku saat sesuatu yang bening seperti lendir menyembur dari dalam vaginanya, membuat penis Kangin semakin lancar keluar masuk vaginanya.

"argghhh..." desah Kangin. "aku tak tahhann..." desis Kangin, dan dengan itu Ia menyusul Yesung. menyemburkan spermanya di dalam vagina Yesung. Membuat Yesung mendesah dengan kehangatan yang vaginanya terima, kehangatan itu menjalar menuju perutnya membuat perutnya terasa penuh dan mengirimkan sinyal yang menandakan kepuasan dan kenikmatan menuju otaknya.

Saat tak ada lagi yang keluar dari penisnya yang ternyata masih berdiri tegak tersebut, Kangin menidurkan tubuhnya di atas tubuh Yesung.

Tak risih dengan tubuh yang penuh keringat di atasnya. Yesung malah memeluk tubuh Kangin dan melingkarkan kakinya di pinggang Kangin dan membuat penis namja itu semakin masuk ke dalam.

"aku puas... kau yang terhebat." Ucap Kangin dengan terengah.

"ya... kau juga hebat. Aku lelah, ingin tidur..." jawab Yesung yang membuat Kangin terkekeh.

"baiklah..." sahut Kangin dan memutar tubuh mereka membuat Yesung berada di atas tubuhnya lebih tepatnya dalam pelukannya. Memeluk pinggang Yesung dan menarik selimut dengan kakinya lalu menutupi tubuh mereka berdua. "apa tak apa kita tidur seperti ini...?" tanya Kangin pada Yesung yang masih mencoba memejamkan matanya.

"ya tak apa. Penismu hangat, jadi biarkan Ia dalam vaginaku..." jawab Yesung dengan frontal membuat Kangin menyeringai.

"tapi jangan salahkan aku jika besok pagi kau langsung ku serang dengan brutal..." sahut Kangin dengan kekehan mesumnya tapi Yesung tak menyahutinya dan saat Kangin menengokkan kepalanya pada mata kepala Yesung yang berada di dadanya barulah Ia tahu jika gadis dalam pelukannya telah tertidur. Seulas senyum tipis tanpa sadar hadir di bibir Kangin. "Selamat tidur, semoga mimpi indah..." ujar Kangin pada Yesung yang tak mungkin di jawab, dan mengecup rambut Yesung dengan pelan. Melirik sekilas pada jam yang ada di dinding kamarnya 02.30am. hampir pagi, desahnya.

.

Sementara itu di Jung Mansion waktu yang sama.

Seorang namja paruh baya nampak mengamati taman di belakang rumahnya dari jendela ruang kerjanya di lantai 2 dengan sendu. "baby, kamu dimana? Apa kau marah pada Daddy eoh?" lirih namja tersebut. "kenapa belum pulang? Daddy khawatir denganmu, sayang..." lanjutnya seraya mengusap wajahnya dengan gusar.

Dia benar-benar tak tenang, anak gadis satu-satunya belum pulang sampai sekarang. Biasanya Yesung tak seperti ini paling telat Ia akan pulang pukul 12 malam tapi ini hampir pukul 3 dinihari. Dimana putri kesayangannya itu pergi.

Dengan langkah yang lesu, namja tersebut yang ternyata Jung Yunho melangkahkan kakinya menuju sofa yang berada dalam ruangannya dan merebahkan tubuh lelahnya disana. Memejamkan matanya sejenak dan mengenang kembali keluarganya, dan tak lama alam mimpi pun menjemputnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Ha-hallo... gommenasaii saya telat pake banget update nih fict, saya sibuk dengan organisasi... tapi akan saya usahakan update cepat. Dan bagaiman dengan lemonnya apa NC...? ya pokoknya itulah, sebenarnya saya gemetaran nulisnya.. hihihi

Oke saya harus meneruskan fict saya yang lain...

Terimakasih atas review nya maaf belum bisa balas, akan saya balas nanti di chapter depan.

Jangan lupa reviewnya

Jaa Ne...

Afifa Han