PremithaEvi Kujyou : hehe sebenarnya ini bukan sequel, gomen ya Prem :)

Lia : oke Lia chan. Ini dia bonusnya.

Chachichachi : Arigatou Chi chan, ini ada chap bonusnya semoga Chi suka ya.

.

.

Disclaimer : Kamichama Karin By Koge Donbo

Story : Malam Minggu Karin

Pairing : Kazune Kujyo & Karin Hanazono.

Warning : Gaje, Typo, ancur, ngak nyambung, sulit dimengerti, OOT, dll.

.

.

HAPPY READING

Selamat membaca Fic aneh ini ya..., semoga aja ngak akan menimbulkan efek pusing berkelanjutan :D

.

.

KARIN POV

Matahari pagi bersinar terik menghiasi hamparan rumput yang luas. Hembusan semilir angin menerpa lembut kulit ku. Hawa dingin musim dingin mulai terasa.

"Hah..., akhirnya aku bisa liburan." Ucap ku riang.

"Karin chan, bukankah liburannya masih besok?" kata Himeka lembut.

"Hehehe, Himeka chan apa yang akan terjadi jika aku bolos saja hari ini." Ucap ku kepada Himeka dengan menunjukkan senyum licik ku.

JDUAK ... "itai." Ku elus-elus kepala ku yang malang.

"Aku tidak akan pernah membiarkan mu melakukan itu." Ujar Kazune tiba-tiba.

Ngomong-ngomong aku tidak tahu dari mana datangnya Kazune. Perasaan tadi aku berangkat sekolah hanya bersama Himeka, tapi entah darimana Kazune langsung muncul di belakang ku dengan memberikan ku salam hangat berupa jitakan di kepala. Dasar hantu.

"Kazune kun, itai yo." Ujar ku cemberut.

"Himeka, tadi pagi kamu tidak sarapan?" tanya Kazune pada Himeka.

"Heh, aku diacuhkan." Ucap ku dalam hati.

"Belum, tadi pagi waktu himeka dan Kazusa chan mau masak, tahu-tahu kulkasnya sudah kosong. Jadi mau tidak mau kami semua tidak sarapan." jawab Himeka.

"Kenapa kulkas bisa sampai kosong?" tanya Kazune kemudian. Eh yang ditanya jadi hanya Himeka? Lalu aku bagaimana?

"Himeka juga tidak tahu Kazune kun." Balas jawab Himeka.

"Jadi begitu." Kata Kazune kemudian. Ternyata aku memang enggak dianggap penting ya hiks.

"Kalau begitu aku duluan ya Himeka chan, Kazune kun, aku mau segera ke kantin." Ucap ku sambil berlari meninggalkan Kazune dan Himeka.

Terserahlah jika Kazune kun tidak memperhatikan ku, yang terpenting sekarang adalah makanan. Aku harus segera mendapatkan makanan karena aku sudah sangat lapar. Apalagi kemarin malam aku hanya makan sedikit gara-gara habis berdebat dengan Kazune kun. Kalau saja kemarin aku makan cukup banyak mungkin aku tidak akan selapar ini.

"KANTIN I AM COMING." Teriak ku semangat.

Dengan riang kulangkahkan kaki ku menuju salah satu tempat favorit ku di sekolahan ini. Aku sudah dapat memikirkan apa saja yang akan aku beli dan dimana aku akan memakannya. Senyum ku masih terus merekah sampai aku melihat sebuah papan pengumuman mengerikan yang terpampang jelas di depan Kantin.

KANTIN TUTUP SEHARI SEBELUM LIBURAN MUSIM DINGIN

SEKIAN ATAS PERHATIANNYA DAN TERIMAKASIH

Tertanda Ibu Kantin

"HEEEE..., TIDAAAKKKK"

.

.

.

Didalam Kelas :

"Nee Karin chan, kamu kenapa?" tanya Himeka dengan wajah polosnya.

"Hiks..hiks... aku akan mati Himeka chan ... akan mati huwaaaaaa." Tangis ku dan aku langsung memeluk tubuh Himeka.

"Apa maksud Karin chan? Himeka tidak mengerti?"

"Hiks...hiks, aku sudah tamat." Ucap ku tanpa tenaga. Kulepaskan pelukan ku dari Himeka.

"Himeka chan, apa kamu tidak lapar?" tanya ku kemudian sembari mengusap air mata ku yang sempat menetes.

"Belum Karin chan, soalnya kemarin himeka cukup makan banyak jadi sekarang Himeka masih belum lapar." Jawab nya santai yang semakin memperburuk keadaan ku.

Taklama kemudian Kazusa datang bersama Jin dan Michiru.

"Ohayou Minna." Sapa Jin dan Kazusa bersamaan.

"Ohayou Himeka." Sapa Michiru.

"Ohayou Michi kun." Balas sapa Himeka.

Michiru kemudian berjalan mendekati ku.

"OHAYOU KARIN KUJYO SAN." Teriaknya keras sampai telinga ku sakit.

Kurasa Michiru mau menggoda ku tapi aku tidak punya tenaga untuk menanggapi nya.

"Yo." Jawab ku lemas dengan sedikit mengangkat tangan ku.

"he~ Hanazono san tidak biasanya. Kenapa tidak bereaksi seperti biasanya?" tanya Michiru kemudian.

"Aku tidak punya tenaga." Ucapku lemas. Aku langsung berjalan gontai menuju bagku ku dan langsung saja ku jatuhkan kepalaku ke atas meja.

DUK , kepala ku membentur meja dan rasanya sakit, tapi aku tidak punya tenaga untuk merintih kesakitan.

"Karin chan, kamu baik kan?" tanya Kazusa sembari memegang kening ku.

"Tidak." Jawab ku singkat.

"Karin chan, kamu lapar ya?" tanya Kazusa kemudian. Aku hanya bisa mengangguk pelan.

"Jin kun, mana roti yang tadi?" ujar Kazusa.

"Roti." Ucap ku spontan dengan mata berbinar menatap Kazusa dan kemudian ku alihkan perhatian ku ke arah Jin yang tengah menggeledah tasnya.

"Mana Jin kun?" Kazusa kemudian langsung menghampiri Jin.

"Tidak ada." Ujar Jin pelan.

"Ha" klek... hancur hati ku.

"aku benar-benar akan mati." Gumam ku dan air mata ku tiba-tiba saja mengalir.

"Karin chan jangan menangis." Ucap Himeka Khawatir.

"Karin chan, tenanglah kami akan segera mencarikan makanan untuk mu." Ucap Kazusa panik.

"Iya Karin tenanglah." Tambah Jin.

"Hanazono san, kuatkan diri mu, kamu pasti bisa." Kata Michiru menyemangati ku.

"TIDAK hiks..hiks, perut ku benar-benar sakit hiks, rasanya nya perih hiks hiks." Tangis ku sembari memegangi perut ku.

"Dasar gadis payah."

Lagi-lagi suara ini. Hanya satu orang yang mungkin mengatai ku seperti itu dalam kondisi ku saat ini.

"Apa mau mu Kazune kun hiks hiks." Ucap ku kesal.

"Kau tidak akan mati hanya gara-gara tidak sarapan." Ucapnya dingin.

"Kau es batu jahat." Ucap ku kesal dengan air mata yang semakin mengalir. Ku alihkan tatapan ku dari Kazune kun.

"Dasar payah, aku hanya ingin menolong mu tapi kamu justru mengejek ku. Ini untuk mu." Ujarnya.

Kembali ku alihkan tatapan ke arah Kazune, dan aku dapat melihat sebuah donat yang masih utuh. Donat dengan taburan misis coklat dan keju di atas nya.

"Donat." Kutatap donat itu layaknya seorang anak kecil.

"Aku hanya bisa mendapatkan satu donat ini. Jika kamu masih..."

"Arigatou." Ucapku langsung memeluk Kazune kun. "Arigatou Kazune kun, kamu adalah dewa penolong ku. Hontouni Arigatou." Ucap ku semakin mempererat pelukan ku. Akupun segera melepaskan pelukan ku dan ku ambil donat yang ada di tangan Kazune kun. Ku buka bungkus donat ini dan ku makan dengan lahap.

"Oishii..." Ujar ku dengan senyum yang merekah. Dengan lahapnya ku makan donat ini sampai tak tersisa.

"Hah, aku terselamatkan. Oke sekarang aku bisa mengikuti upacara penutupan. Tenaga ku sudah terisi 20%." Tambah ku.

"Karin chan sudah bisa kembali semangat?" Ucap Kazusa yang terlihat keheranan dengan tingkah ku.

"hehehe," senyum ku merekah."tentu saja. Ini semua berkat dewa penyelamat ku, Kazune Kujyo kun." Balas ku dengan merangkul Kazune kun dari belakang.

"Karin chan, terlihat sangat manis." Ucap Himeka dengan wajah yang berseri-seri.

"Hanazono san terlihat seperti anak kecil, dan Kazune puft.." Michiru berkata sambil menahan tawanya, tapi aku tidak mengerti memangnya Kazune kun kenapa?.

"heh Kazune kun kenapa?" aku lantas melepaskan rangkulan ku dan bergegas melihat Kazune kun dari depan.

"Hmb? Kurasa tidak ada yang aneh dari Kazune kun." Jawab ku apa adanya.

Entah kenapa saat aku mengatakan itu Himeka, Kazusa, jin dan Michiru malah tertawa.

"Aku tidak mengerti. Kazune kun, memangnya apa yang lucu?" tanya ku kepada Kazune kun.

"Ti-tidak ada." Ujarnya pelan dan kemudian menundukkan wajahnya.

"He~ benarkah?" balas ku.

"Karin chan." Panggil Kazusa.

"HAIK." Jawab ku semangat.

"Karin chan, menurut mu onii chan ku sekarang penampilannya seperti apa?" tanyanya kemudian.

"Hmb," aku kembali memeperhatikan Kazune kun."menurut ku Kazune kun hari ini sangat baik sekali, sudah ganteng, keren, berbakat, pintar, pokoknya hari ini Kazune kun perfect banget." Jawab ku dengan mengangkat kedua jempol ku.

"hahahaha," Jin kun tertawa lepas."sabar ya Kazune, kuatkan hati mu. Sekarang kesadaran Karin hanya ada 20% jadi kuat kan diri mu hahaha."

"Memangnya Kazune kun kenapa? Apa Kazune kun terluka?" tanya ku dengan melihat wajah Kazune kun yang masih tertunduk.

"APA YANG KAU LAKUKAN BAKA." Teriaknya keras saat kuarahkan wajah ku tepat ke wajah Kazune kun.

"Kazune kun, telingaku bisa sakit." Ujar ku sembari mengelus-elus telinga ku yang malang. "Eh tunggu dulu,"kembali ku tatap wajah Kazune kun yang saat ini tengah menatap ku.

"HEEE, wajah Kazune kun sangat merah, Kazune kun sedang sakit." Ucap ku terkejut.

Saat aku mengatakan itu wajah Kazune kun semakin memerah, dan dia lantas memalingkan wajahnya dari ku.

"Kazune kun, matte." Ujar ku. Aku langsung memegang kedua pipi Kazune kun dengan kedua tangan ku.

"Kazune kun, sepertinya Kazune kun sedang demam. Wajah Kazune kun sangat merah dan hangat." Ujar ku khawatir. "Kazune kun sebaiknya istirahat saja di UKS." Pinta ku kemudian.

Hahahahahahahahahaha (Himeka, Kazusa, Michiru dan Jin tertawa bersamaan)

"Aduh duh, aku sudah tidak tahan lagi. Perut ku jadi sakit." Ucap Michiru sambil memegangi perutnya.

"Aku juga, aduh stop Karin chan." Ujar Kazusa.

"puft... aku tidak pernah menyangka akan bisa melihat komedi konyol seperti ini hahahaha." Kata Jin disertai tawa.

"Kazune kun dan Karin chan sangat lucu." Ucap Himeka disertai senyum tipis.

"eto? Aku tidak mengerti." Kataku tanpa melepaskan tangan ku dari kedua pipi Kazune kun.

Krucuk~Krucuk...

"Aku lapar lagi." Ucap ku pelan sembari melepaskan tangan ku dari pipi Kazune kun.

"Himeka, Kazusa." Panggil Kazune kepada dua saudaranya itu, "Cepat bawa Karin pergi dari sini." Lanjut Kazune kun sambil menutupi wajahnya dengan tangannya.

"hahaha, Onii chan sudah menyerah ya hahahaha," ejek Kazusa. "Okelah, ayo Karin chan kita pergi." Ajak Kazusa pada ku.

"oke mumpung energi ku masih tersisa. Semoga saja aku bisa bertahan sampai upacara penutupan selesai." Doa ku.

"Karin chan ayo." Ajak Himeka kemudian.

"Hanya kita bertiga? Lalu Kazune kun, Michi kun, dan Jin kun bagaimana?" tanya ku polosnya.

"Hanazono san duluan saja, kami masih harus membantu Kazune kun." Jawab Michiru sambil melirik Kazune kun.

"Apa aku boleh membantu?" Tawar ku.

"TIDAK." Sahut Kazune kun keras. "Sudahlah, kau keluar saja." Lanjut Kazune kun.

Kazune kun langsung mendorong ku keluar dari kelas. Himeka dan Kazusa mengikuti ku dari belakang Kazune kun.

BRAK , Kazune kun langsung menutup pintu saat aku beserta Himeka dan Kazusa berada di luar kelas.

"Kazusa chan, Himeka chan, memangnya Kazune kun kenapa? Apa Kazune kun memang benar-benar sakit." Tanya ku kebingungan.

"Yang sedang sakit itu kamu Karin chan, bukan Onii chan ku." Jawab Kazusa dengan riang nya.

"Tapi aku tidak merasa sakit. Hanya saja aku sekarang mulai lapar lagi." Jawab ku jujur.

"Karin chan seharusnya setiap hari bertingkah seperti ini, pasti nanti Kazune kun tidak akan pernah mengejek Karin chan lagi." Ucap Himeka kemudian diakhiri dengan sebuah senyuman.

"He~benarkah? Tapi Kazune kun hari ini beda banget. Hari ini Kazune kun seperti malaikat yang sempurna." Ujar ku memuji Kazune kun.

"Hoi yang di luar, kami masih dapat mendengar dengan jelas apa yang kalian bicarakan lho." Ujar Jin dari dalam kelas.

"Hanazono san berhentilah memuji Kazune atau dia kan menjadi kepiting rebus lagi hahaha." Tambah Michiru."Eh iya-iya Kazune kun ampun." Ucap Michiru.

"Baiklah, kalau begitu kami pergi dulu ya. Oh ya kalau Kazune kun masih sakit, sebaiknya Kazune kun ke UKS saja." Ucap ku sedikit keras. "Ayo Himeka chan, Kazusa chan." Ajak ku.

Kami bertiga kemudian pergi menuju aula untuk mengikuti acara penutupan.

.

.

.

TBC to BONUS part 2 : KAZUNE POV

.

.

.

Hai, hai, hai Minna-san.

Gomen ya bonus Malam Minggu Karin datangnya telat banget.

Habis FFn ini emang aku buat penyegar pikiran ku aja. Jadi kalau aneh, ngak nyambung, gaje, atau apa pun tolong maklumi saja ya. Habis dengan menulis FFn ini aku bisa melepaskan kepenatan ku dari tugas-tugas yang sudah mengantri.

Eto, malah jadi curhat ya. Hehehe gomen ya Minna-san XD. Pokoknya jangan lupa buat REVIEW ya :)