Main Cast :

Oh Sehun a.k.a Sehun – Xi Luhan a.k.a Luhan

Kim Junmyeon a.k.a Suho – Zhang Yixing a.k.a Lay

Support Cast :

EXO Couple Official - Find by yourself ^^

Ratting :
PG-17

Leight : Part 3 of …. [?]

WARNING...! EXO Fanfiction YAOI...!
Gak suka,, segera klik EXIT ^^

FF ini murni bikinan author..! ^^
No COPAS…! No PLAGIAT…! No SILENT READER..! ^^

Review Jusseyo…. #PakeAegyo

Buiinnggg buuiinngg~~~

Happy read…!

Review Part 2 -

"Lalu apa yang akan kamu lakukan, Luhan-ssi? Sudah jelas dikatakan di awal, jangan ada kekerasan antar sesama member." Sangat tajam ucapan sang manajer. Luhan tersenyum miris, ia menatap Sehun sekilas. Dan memberikan senyum lembutnya.

Sehun sedikit terkejut melihatnya. Hey, ini semua berawal darinya dan mengapa Luhan yang harus bicara dengan manajernya? Sehun mengepalkan tangannya. Seakan mengerti apa yang akan terjadi selanjutnya.

Luhan menatap manajernya lagi.. "Hyung, aku akan keluar dari EXO segera…" "MWOOOOOOOO…..?"

.

.

.

.

.

.

.

.

Kalimat yang baru saja keluar dariu bibir tipis namja bernama Luhan itu sontak membuat semua orang yang berada disana membulatkan matanya sempurna.

"Apa maksudmu LUHAN! Jangan bercanda!" Kris akhirnya angkat bicara.

Luhan hanya bisa memberikan senyum tipis padanya. Sesaat kemudian ia menatap manajer hyungnya itu.

"Kamu yakin Luhan-ssi? Keputusan ini tidak main-main. Kamu keluar berarti membatalkan kontrakmu sendiri. Dan kamu tahu resikonya." Manajer exo tersebut tampak menghembuskan nafas beratnya mendengar keputusan Luhan.

"Hyung.. Mianhae.. aku akan urus semuanya." Ucap Luhan lirih.

"Andwae hyung, jebal, jangan bicara seperti ini." Kai mendekati Luhan dan mencengkram bahu namja yang lebih kecil darinya itu. Luhan hanya diam menatapnya dan menampilkan senyum lembutnya.

"Haaahhh… Sebaiknya kita lanjutkan ini di dorm saja, sebentar lagi kalian On Stage bukan? Lebih baik kalian siap-siap saja. Dan ingat jangan menampilkan ekspresi yang mencurigakan bagi fans." Ucap manajer EXO sambil mengurut kening kepalanya. Ini sungguh memusingkan baginya.

Akhirnya EXO satu-persatu meninggalkan gedung SM itu. Tampak Luhan berjalan bersama Baekhyun dan D.O sedangkan Sehun masih setia berada di sebelah Suho. Raut wajah Sehun sangat sulit diterka. Manajer EXO berjalan paling belakang.

"Minho, Taemin, aku mohon kalian sembunyikan hal ini dari siapapun. Hanya kalian yang mengetahuinya." Ucap manajer EXO saat melewati Minho dan Taemin. Kedua namja itu hanya bisa menganggukan kepalanya. Manajer EXO membungkukkan badannya sesaat pada mereka dan pamit pergi menyusul EXO.

"Hyung, aku harap masalahnya cepat selesai tanpa harus Luhan hyung keluar." Taemin menggenggam tangan Minho. Minho menatap namja disebelahnya tersebut, dan diusapnya pelan surai rambut Taemin lembut.

"Gwaenchana, aku yakin semuanya akan membaik."

.

.

.

.

.

"Nan deug daego neon minyeo!"

"Kyyyaaaaaaaa…"

"EXO" "EXO"

Suara studio itu sangat bising setelah perform EXO yang membawakan lagu andalannya WOLF itu.

"Hanna dul set, WE ARE ONE, Annyeong haseyo, EXO imnida!"

"Kyaaaaa!" "Suhooo!" "Krriisss!" "Luhaann" "Laaayy" "Kaaaiii" "Seehhuunn" "Chheeenn" "Xiuumiin" "Chanyeoll!" "Baeekhyuun" "Taaaooo!" "Diiooooo!"

Fans di dalam studio itu terus menerus memanggil idola mereka masing-masing. EXO masih berada di atas stagenya. Mereka sedang bercengkrama dengan MC saat itu. Sesekali mereka tertawa bersama. EXO sangat professional, mereka dengan lihai memperlihatkan ekspresi yang biasa dan tersenyum walau sebenarnya terdapat suatu masalah besar di dalamnya.

"Bagaimana jika kalian melakukan sesuatu untuk para fans kalian disini..?" ucap MC itu. Sontak semua fans yang ada disana langsung menjerit histeris. Semuanya hampir meneriakkan couple couple idolanya.

"Sepertinya menarik. Apa yang harus kami lakukan?" ucap Suho kepada MC.

"Bagaimana jika, salah satu couple dari kalian melakukan aegyo? Eum,, sepertinya aku melihat dibelakang sana ada banner HunHan Couple. Bagaimana jika HunHan couple yang melakukannya?" tampak MC itu menunjuk ke arah kumpulan fans, dan menemukan banner bergambar HunHan Couple.

Semua member EXO tertegun sejenak. Bagaimana mungkin HunHan melakukan fans service di situasi yang seperti ini. Tetapi sedetik kemudian Luhan maju kedepan dan menarik tangan Sehun untuk mengikutinya. Sehun sedikit terkejut melihatnya. Tetapi Sehun akhirnya mengikuti langkah Luhan dengan masih bergenggaman tangan bersama.

Semua fans yang ada distudio semakin riuh melihatnya. Teriakan yang terdengar semain kencang. Luhan tersenyum sesaat pada Sehun, Sehun berusaha tersenyum pada Luhan tetapi wajahnya terkesan aneh, langsung saja Luhan tertawa melihatnya.

"Buing~ Buiinngg~" kedua tangan Luhan menggenggam dan mengarah ke kedua pipi Sehun dan bergerak di pipi Sehun seperti gaya Aegyo BiungBuing biasanya tetapi bukan di pipinya sendiri, tetapi di pipi Sehun.. Sehun tersenyum sungkan atas kelakuan Luhan padanya. Tetapi untuk para fans yang melihatnya sungguh menghebohkan. Banyak kilatan cahaya kamera yang mengambil gambar HunHan moment saat itu. Belum lagi teriakan yang terdengar semakin nyaring saja.

Luhan terkekeh pada Sehun yang canggung saat itu. Dan sesaat kemudian, tangan Luhan kembali menggenggam tangan Sehun dan kembali ke belakang dimana member yang lain berdiri dan baru melepaskannya. Sehun melirik Luhan sekilas. Senyum itu masih menghiasi bibir tipisnya. Sehun mengepalkan kedua tangannya yang sedikit bergetar menyadari sebentar lagi ia akan kehilangan hyungnya itu.

-FLASHBACK-

Saat ini EXO sedang berada di perjalanan menuju gedung tempat mereka akan perform selanjutnya. Suasana masih sangat hening dan canggung akibat keputusan Luhan yang akan keluar dari EXO tadi. Baekhyun yang duduk bersama Luhan hanya bisa memeluk bahu Luhan. Begitu juga D.O yang dari tadi menepuk-nepuk pelan lengan Luhan.

"Luhan, aku sudah mendapat pesan dari CEO SMent tentang keputusanmu itu." Manajer EXO akhirnya buka suara. Luhan tampak menatap Manajernya yang sedang menyetir itu. Dan lainnya mendengarkan dengan serius, begitu pula Sehun yang duduk di belakang.

"Semua terserah padamu, tetapi keputusan itu harus kamu serahkan setelah 2 minggu dari sekarang. Dan dalam 2 minggu ini, kamu harus merasakan hidup tanpa EXO terlebih dahulu." Jelas sang manajer dengan nafas berat yang dia keluarkan pada akhir kalimatnya.

"Maksud hyung?" Suho yang berada disebelah manajernya itu sedikit bingung dengan perkataan sang manajer. Sedangkan Luhan tersenyum dan menunduk. Tampaknya dia tahu arti dari kalimat manajer hyungnya itu.

"Luhan harus merasakan menjadi orang biasa 2 minggu ini. Dan dengan merasakan hidup orang biasa setelah menjadi seperti sekarang, sehingga ia dapat memilih mana yang ia inginkan. Tetap menjadi EXO atau keluar dari EXO. Jadi dia tidak akan melakukan semua jadwal EXO selama 2 minggu. Dan dia juga harus keluar dari dorm EXO selama 2 minggu itu."

"MWORAGO? Hyung jangan bercanda!" Xiumin yang sedari tadi diam, akhirnya buka suara. Sedangkan member lainnya masih tertegun mendengar penuturan sang Manajer. Tampak Sehun membulatkan matanya penuh.

"Aku tidak bercanda. Ini memang yang harus Luhan lakukan dengan keputusannya. Pihak SMent tidak bisa mengeluarkannya dengan ringan. Luhan-ssi, apa pendapatmu?" Manajer itu menatap Luhan sekilas melalui spion tengah mobil yang sedang ia kendarai.

Dengan masih tertunduk, Luhan tersenyum tipis, "Aku akan keluar dari dorm nanti setelah perform"

"Hyung, jebal, jangan seperti ini." Baekhyun yang disebelahnya menahan isakan yang sudah akan keluar itu mati-matian. Luhan hanya tersenyum tipis.

Semua member terdiam sampai akhirnya EXO sampai di gedung tempat performnya.

-Flasback OFF-

.

.

.

.

.

-Dorm EXO-

Semua member EXO minus Luhan berkumpul di ruang tengah. Kris yang duduk di sebelah Tao dan Suho yang dari tadi menggenggam tangan Lay disebelahnya. Chen selalu mengusap-usap pundak Xiumin disebelahnya untuk menenangkan hatinya, dan chanyeol yang merangkul pundak Baekhyun. Kai dan D.O yang duduk bersebelahan dan terakhir Sehun yang berdiri bersandar di tembok.

Krriieett…

Suara pintu terbuka itu membuat semua pandangan mata member EXO menuju ke arah pintu itu. Disana, yang baru saja keluar dari sebuah kamar bertuliskan HunHan, terdapat seoarang namja mungil dengan tas ransel MCM di pudaknya dan juga tas agak besar di tangannya, tersenyum lembut pada semua member yang tengah menatapnya.

Kris melangkah mendekati Luhan, "Jebal, masih ada waktu untuk membatalkan semuanya, Han.." ucapnya seraya memegang kedua pundak namja yang ternyata Luhan itu.

Luhan tersenyum dan menggeleng lembut pada Kris dan Kris hanya bisa menghembuskan nafas panjang melihatnya. Luhan memang berwatak keras, tidak semudah itu Kris mempengaruhinya untuk tidak keluar dari dorm ataupun dari EXO sendiri.

"Oke, Luhan sudah siap. Luhan silahkan tunggu di luar, sebentar lagi aku antarkan ke apartemen barumu. Dan untuk kalian semua, sebentar lagi akan datang salah satu pengurus SMent untuk memberikan penjelasan untuk kalian. Jadi tunggulah." Ucap sang manajer, dan setelahnya ia dan Luhan keluar dari dorm. Luhan berhenti sesaat di depan pintu keluar dorm itu, ia membalikan badannya untuk melihat membernya. Semua member EXO menatap Luhan dengan sendu. Luhan tersenyum tipis.

"Tetaplah tersenyum kalian, aku pergi dulu. Annyeong" Luhan membungkukkan badannya dan berbalik untuk menyusul manajernya.

Blam.

Pintu itu tertutup. Tidak ada lagi Luhan di dalam dorm. Dia pergi. Baekhyun langsung terisak di pelukan Chanyeol, begitu pula Lay yang semakin erat menggenggam tangan Suho. Kris dan Xiumin tengah merangkul pundak masing-masing pasangannya. Hanya Kai, D.O, dan Sehun yang terdiam di tempatnya.

Kriieett…

"Annyeong Haseyo. Saya assisten CEO SMent, saya akan menjelaskan perihal kepergian Xiao Luhan" seorang yeoja masuk dan ternyata adalah orang yang dimaksud oleh Manajer EXO tadi. Semua member EXO segera memperhatikan assisten yeoja itu dengan serius. Walau di raut wajah mereka masih terpampang bekas liquid yang menetes meratapi Luhan yang sudah meninggalkan mereka.

"Xiao Luhan, mengambil keputusan untuk keluar, oleh karena itu pihak manajemen SMent memberikan masa peralihan untuknya. Selama 2 minggu Xiao Luhan dilarang ikut jadwal EXO dimanapun, dan termasuk pula tinggal dalam dorm EXO ini. Dan perihal ini akan disembunyikan dari masyarakat luar dengan mengatakan Luhan jatuh sakit dan tidak bisa mengikuti jadwal EXO selama 2 minggu ini." Ucap Yeoja itu sambil membaca selembar kertas yang berisi keputusan pihak manajemen SMent terhadap EXO.

"Member EXO dilarang mengetahui keberadaan Xiao Luhan untuk masa 2 minggu ini. Kami menyembunyikan keberadaan Xiao Luhan dari semua member EXO, dan hal ini hanya diketahui oleh manajer EXO dan pihak pengurus SMent saja. Kami terpaksa memutuskan hubungan kalian. Saya telah menahan smartphone Luhan, dan saat ini Luhan memakai HP dengan nomor baru yang tidak diketahui siapapun termasuk manajer EXO, hanya CEO SMent pengurus tinggi SMent saja yang mengetahuinya." Lanjut asissten yeoja itu. Semua member EXO membulatkan matanya mendengarkan penuturan yeoja itu. Dan itu termasuk Sehun.

"Dan untuk member EXO, akan ada sedikit perubahan. Untuk sementara, couple official HunHan akan dihapus dari daftar selama 2 minggu, dan pengganti resmi couple official fans service yang akan dilakukan oleh Sehun dan Lay. HunLay akan mengisi kekosongan HunHan couple. Dan hal ini akan berlanjut jika Xiao Luhan resmi keluar dari EXO."

"APAAA?" Suho yang dari tadi diam, seakan tak percaya dengan penuturan terakhir asissten yeoja itu.

"Sekian dari kami, selebihnya akan disampaikan oleh manajer kalian. Annyeong Higeseyo" assisten yeoja itu membungkuk dan pamit pergi.

"APA-APAAN INI SEMUA HAAAH!" Suho semakin emosi melihat kenyataan Lay yang dipasangkan dengan Sehun disaat Luhan pergi. Genggaman tangan Suho sontak terlepas dari tengan Lay dan Lay hanya bisa tertegun melihat situasi yangs semakin buruk ini.

Brrruuukkk!

"Ini semua ulahmu! Kau terlalu egois SEHUN! Bahkan kamu tak mengeluarkan sepatah katapun saat Luhan hyung keluar!" Kai mendorong Sehun hingga menubruk tembok keras, mengunci leher Sehun di dinding dengan lengan tangannya. Sehun tertegun dan terbatuk-batuk mengingat lehernya yang sedikit tercekik lengan Kai.

"Jongin hentikan!" Chen berusaha menarik Kai menjauh dari Sehun tetapi nihil, Kai masih tetap ditempatnya. Dan Sehun semakin terbatuk.

"KIM JONGIN LEPASKAN TANGANMU!" Lay bangkit dan mendorong kuat Kai hingga Kai mundur bebrapa langkah.

"APA? Hyung membelanya? HYUNG SADAR DIA YANG MENYEBABKAN SEMUA INI? TAPI MENGAPA LUHAN HYUNG YANG HARUS PERGI?" dengan emosi yang membuncah, Kai menatap tajam Lay dan Sehun.

"Hyung paham perasaanmu, tapi jangan memakai emosi!" Lay tak kalah emosi melihat tingkah Kai yang anarkis.

Sehun terdiam, dan sesaat kemudian dia melangkah meninggalkan semuanya menuju kamarnya.

BLAMMM!

Kai yang kesal melihatnya, ia menendang kursi yang berada di dekatnya. D.O bangkit dan menenangkan Kai dengan membawanya keluar untuk mencari udara segar.

Xiumin menghampiri Chen dan mengusap punggungnya lembut. Sedangkan Baekhyun sudah menangis di pelukan Chanyeol. Lay perlahan melangkahkan kakinya menuju kamar Sehun, kamar HunHan kemarin.

"Yixing, lebih baik jangan mengganggunya dulu." Kris mencegah langkah Lay yang menghampiri kamar Sehun.

"Aniyo hyung, aku harus menemaninya. Hyung dengar sendiri kata assisten noona tadi, untuk sementara akulah couplenya, menurutku, aku harus menenangkannya." Ucap Lay

"MWO? Lay, ini perasaanku saja, atau kamu senang dengan keputusan noona tadi? Apa kamu lebih memilih menjadi couplenya?" Suho berdiri dari duduknya dan menatap tajam Lay yang sudah berada di depan kamar Sehun.

"Hyung, aku harap kamu mengerti. Saat ini, peranku bukan hanya SuLay, tapi juga HunLay." Lay membalikkan badannya dan masuk ke kamar Sehun meninggalkan Suho yang tertegun mendengarnya.

"DAMN!" Suho mengacak-acak rambutnya frustasi dan akhirnya melangkah ke kamarnya serta membanting pintunya kasar.

BLAAAAMMM!

"Tak ada lagikah yang lebih rumit dari ini?" gumam Kris yang kemudian dihampiri Tao yang menenangkannya.

"Gege, gege bisa mengatasi ini, Tao yakin itu." Ucap Tao sambil menepuk pundak Kris pelan.

.

.

.

.

.

.

"Hunnie.." Lay yang baru menutup pintu kamar Sehun, segera menghampiri Sehun yang terduduk diam di sebelah jendela kamarnya.

Sehun diam. Bahkan dia tak melihat Lay sama sekali. Lay menghembuskan nafas panjangnya. Lay semakin mendekat ke Sehun dan setelahnya memegang pundak Sehun.

"Hyung paham perasaanmu. Jangan memendamnya sendiri."

"Hyung tidak paham sama sekali. Biarkan aku sendiri." Ucap Sehun lemah.

"Bagaimana hyung bisa membiarkanmu sendiri? Biarkan hyung disini bersama hunnie, ne?" ucap Lay lembut.

Sehun yang awalnya diam acuh, membalikkan tubuhnya menatap Lay yang tersenyum kepadanya. Sedetik kemudian, Sehun memeluk Lay erat.

"Nappeun, Luhan hyung babo.. hikss…" dan pada akhirnya tangis itu pecah juga. Lay menghembuskan nafasnya pelang. Tangannya terangkat membelai punggung Sehun.

"Kenapa baru sekarang kamu bicara hunnie?" Sehun tidak membalasnya. Semakin erat ia memeluk Lay dalam dekapannya. Bahu Sehun bergetar hebat. Lay masih terus membelai lembut punggung Sehun.

"Tidurlah sekarang, hyung yakin, Luhan hyung akan kembali." Ucap Lay lembut. Sehun mengangguk dan setelahnya melepaskan pelukannya. Lay menggandeng Sehun menuju kasurnya. Lay duduk di pinggir kasur Sehun, menunggu Sehun tertidur.

'Ya, Luhan hyung akan kembali, jika kamu tidak egois untuk tidak menahannya pergi lagi, hunnie' batin Lay. Pada akhirnya Lay tidur dengan posisi duduk di tepi kasur Sehun.

.

.

.

.

.

.

Sudah 3 hari semenjak kepergian Luhan dari dorm EXO. Maka sudah 3 hari pula EXO perform tanpa Luhan. Sampai saat ini, EXO masih bisa menutupi kenyataan jika Luhan akan keluar dari EXO dihadapan fans mereka. Mereka masih berusaha tersenyum dengan tulus walau di dalam hati masing-masing member sudah tidak dapat ditebak lagi antara sedih, sakit, bingung ataupun marah.

Selama 3 hari ini, Lay semakin dekat dengan Sehun. selain dikarenakan pihak SMent yang memberi keputusan memunculkan couple HunLay, hanya Lay yang tahu isi hati Sehun yang sebenarnya. Sehun selalu bersama Lay kemanapun. Shipper HunLay pun semakin tumbuh di kalangan EXO fans. Suatu keuntungan bagi SMent untuk mengalihkan perhatian fans tentang menghilangnya Luhan.

Tapi hal ini berbanding terbalik dengan Suho. Suho semakin jauh dengan Lay dalam 3 hari ini. Suho memang selalu memberikan senyum guardian angel-nya di hadapan media. Tetapi dibalik itu, Suho menjadi tertutup. Dia bahkan memilih berdiam di kamarnya sendiri daripada berkumpul dengan member lain. Lay dalam 3 hari ini memang menempati kamar Sehun.

"Yi, er, san,, WE ARE ONE! Ta da hou, wo shi EXO!"

EXO minus Luhan saat ini sedang menghadiri acara CHINA BIG LOVE CONCERT (anggaplah Luhan tidak datang di acara ini, ok reader?). Mereka berada di China untuk perform CBLC ini. Semua member masih saja berusaha tersenyum palsu di hadapan para fans China mereka.

"Dimana Luhan?" ucap MC kepada EXO

"Luhan gege saat ini sedang sakit, dan terpaksa untuk tidak bisa datang." Jelas Chen pada MC yang dibalas dengan "Ooohh" oleh semua fans disana.

Alasan ini sudah menjadi alasan resmi yang harus dikeluarkan oleh EXO jika ditanya keberadaan Luhan. Tampak Baekhyun dan D.O menggigit bibir bawahnya. Mereka sangat membenci hal ini, membohongi fans bagi mereka adalah hal yang sangat jahat.

Acara terus berlangsung walau tanpa Luhan. Banyak tawa yang keluar dari bibir EXO, mereka masih saja berusaha terlihat menikmati acaranya itu dengan tertawa dan senyum palsu mereka. Fans China yang menonton langsung acara itu tak henti-hentinya meneriakkan nama idola masing-masing.

"Baiklah, selanjutnya kita akan memainkan game yang cukup menarik! Disini EXO akan memainkan game yang cukup menantang! PEPERO GAME!" ucap MC itu yang membuat fans berteriak riuh mendenarnya. Semua member EXO tertegun sejenak mendengarnya, tetapi sedetik kemudian mereka tertawa dan lagi-lagi harus berusaha menikmati semua yang sudah dirancang manajemen CBLC ini.

Pasangan pertama yang maju ternyata Suho dan Tao. Kris yang mendengar nama Tao disandingkan dengan Suho, sedikit terkejut. Sesaat ia mengepalkan tangannya, tetapi dia sadar keberadannya kini diatas stage, banyak kamera yang mengarah kepadanya. Kris menghela nafas dan ikut tersenyum palsu melihat Tao dan Suho melakukan Pepero Game itu.

Mata Kris membulat penuh saat melihat Chen yang mendorong kepala Suho dan Tao sehingga tidak sengaja terjadi Kiss diantara mereka. Kris membuka mulutnya, tidak percaya dengan kelakuan Chen baru saja. Terlihat Suho dan Tao yang canggung sendiri. Sedangkan fans yang melihat itu semakin teriak histeris. Kris hanya bisa memendam emosinya melihat Chen dan Suho, dan pada akhirnya ia kembali tertawa palsu.

Pasangan berikutnya, tanpa terduga adalah Sehun dan juga Lay! Masing-masing member EXO yang mendengarnya langsung saling pandang. Haruskah Sehun dan Lay melakukannya? Dan jawabannya, Sehun dan Lay melakukannya!

Suho memandang HunLay tajam dari arah belakang mereka. Tidak bisa dibendung emosinya. Tangannya mengepal kuat. Pada akhirnya Xiumin mendekati Suho. Dia merangkul Suho dan berakting tertawa melihat HunLay. Suho sedikit tersadar saat itu. Ia mengerti maksud Xiumin hanya menyuruhnya untuk menahan emosinya dan tetap tertawa di depan fans mereka. Suho menatap HunLay yang semakin dekat jarak kedua wajah mereka, dan mencoba tertawa pahit.

Brruukkk..

"Maaf.."

"Lain kali pakai mata jika jalan! Ah sial aku kelihangan momen HunLay!" salah satu fans China itu berteriak cukup nyaring akibat tubuhnya yang ditabrak oleh fans lain yang tiba-tiba berbalik mundur.

Sehun memalingkan wajahnya mendengar suara nyaring itu. Posisi fans itu memang masih terbilang di depan, tetapi berada di sisi samping panggung. Disana terlihat fans EXO yang mencoba membelah keramaian fans yang heboh setelah melihat pepero game HunLay. Fans berambut hitam itu terlihat kesusahan menerobos keluar dari kepungan fans di belakangnya.

Lay menepuk pundak Sehun dan mengajaknya tertawa setelah melakukan pepero game itu. Sehun tertawa sesaat bersama Lay disebelahnya. Sedetik kemudian, ia melihat lagi kearah fans tadi. Ternyata fans itu masih kesusahan menerobos kerumunan fans. Sehun menyipitkan matanya untuk memperjelas penglihatannya. Dan sedetik setelahnya matanya membulat penuh.

'itu kan…?' batin Sehun.

.

.

.

.

.

Braaakk!

"APA MAKSUDMU KIM JONGDAE? Mengapa kamu dengan sengaja mendorong Suho dan Tao hingga mereka melakukan kiss saat pepero game kemarin eoh?" EXO yang baru saja sampai di dorm mereka setelah melakukan penerbangan balik korea langsung menghiasi suasana dorm mereka dengan emosi. Siapa lagi jika bukan Kris yang memulainya. Kris memang sengaja menahan emosinya sejak di china kepada Chen. Dan setibanya di dorm, ia langsung meluapkan emosinya.

"Kriss! Biarkan kita mendengar alasan Chen dulu!" xiumin menengahi. Dalam 3 hari ini, Suho tampak acuh dengan keadaan EXO yang membuat Xiumin sebagai member tertua harus turun tangan juga. Sama seperti saat ini, Suho hanya duduk diam melihat Kris yang tiba-tiba menggebrak meja di depan Chen yang sedang duduk juga.

"Hyung, aku hanya ingin membuat suasana berubah! Tidak sadarkah hyung suasana disana sangat kaku? Tak bisakah kita tertawa lepas untuk sejenak?" Chen berdiri dan engkat bicara juga.

"Dengan memperlihatkan kisseu eoh? JENIUS SEKALI DIRIMU KIM JONGDAE!" Kris semakin jengah dengan sikap Chen yang menurutnya tidak ingin disalahkan.

"Gege, hentikan semuanya, aku dan Suho hyung paham dengan tindakan Chen Hyung.." Tao menghampiri Kris dan mencoba menenangkannya.

"KKEUNDAE, AKU YANG TIDAK PAHAM, ZITAO-Ssi!" Kris yang emosi tanpa sadar membentak Tao. Tao terkejut melihat reaksi Kris yang benar-benar emosi itu.

"ARRGGHH Siaaall!" Kris mengacak rambutnya frustasi dan melangkah pergi ke kamarnya.

BLLLAAAAMMMM!

"Biar aku yang urus.." Tao berbisik kepada member yang lain dan setelahnya ia pun menyusul Kris di kamarnya. Semua member yang melihat itu hanya menghembuskan nafas.

"Hyung, bisakah aku melihat cameramu? Hyung biasa mengambil gambar kumpulan fans bukan?" Sehun tiba-tiba menghampiri Lay yang duduk di sebelah Suho. Lay tersenyum sesaat dan mengambil cameranya dalam tasnya.

Tiba-tiba Suho yang berada di sebelah Lay berdiri dan pergi menuju kamarnya.

BLLLAAAAMMMM!

Lay menatap pintu kamar Suho yang baru saja tertutup dengan kasar itu. Sejenak ia menghembuskan nafas panjang melihatnya. Sepertinya Suho sangat tidak menyukai kedekatan Lay dan Sehun akhir-akhir ini.

"Ini cameranya.." ucap Lay sembari menyerahkan camera itu pada Sehun. Sehun mengambilnya dan mengucapkan terima kasih pada Lay. Setelahnya Sehun melangkahkan kakinya menuju balkon dormnya itu sambil membawa camera digital milik Lay.

Sehun terlihat seperti sedang mengotak-atik camera berwarna ungu milik Lay itu. Tatapan mata Sehun bisa dibilang serius memperhatikan gambar yang muncul di camera Lay. Lay memiliki kebiasaan memotret fans disekitar EXO.

Sehun masih saja memencet tombol next untuk melihat semua gambar dalam waktu 2 hari ini. Matanya tajam melihat satu persatu gambar yang muncul. sampai akhirnya tangannya berhenti memencet tombol next dan beralih pada tombol power. Sehun menyandarkan tubuhnya pada dinding balkon. Wajahnya terangkat menatap langit. Dan terdapat seutas senyum di sudut bibir namja itu.

.

.

.

.

.

"Sebenarnya Luhan sakit apa? Ini sudah 6 hari sejak Luhan tidak muncul di public, apakah penyakitnya parah?"

EXO saat ini sedang melakukan interview dengan salah satu stasiun TV swasta Korea. Dan ini sudah memasuki hari ke 6 sejak Luhan keluar dari dorm EXO.

"Penyakit Luhan hyung tidak parah. Doakan yang terbaik saja untuk Luhan hyung." Chanyeol menjawab pertanyaan MC itu dengan tersenyum, sebenarnya ia pun tak mengetahui keadaan Luhan selama 6 hari ini. Tetapi EXO masih harus terus menyembunyikan fakta bahwa Luhan tengah proses keluar dari EXO.

Satu jam kemudian interview itu berakhir. EXO tampak memberi hormat pada semua kru yang telah membantu acara interview itu. Dan akhirnya EXO melangkah keluar dari studio dan gedung itu.

"Apa kamu sudah mulai gila eum? Aku lihat daritadi kamu selalu tersenyum." Lay berbisik kepada Sehun saat mereka melangkah keluar gedung. Sehun menatap Lay sejenak.

"Ani.. Entahlah.." ujar Sehun sambil senyum kembali. Sehun memang dari kemarin sering tersenyum sendiri. Lay tertawa melihat tingkah Sehun ini. Tanpa Lay sadari Suho sedang menatapnya. Antara marah, sedih, cemburu dan yang pasti… kesepian…

"KEMBALIKAN LUHAN!"

Sebuah teriakan itu membuat semua member EXO yang akan memasuki mobilnya terkejut. Semua langsung melihat pada kerumunan fans yang sedang sibuk memfoto EXO itu. Tampaknya kerumunan fans itu juga terkejut sejenak. Mereka sibuk menatap satu sama lain mencari siapa pemilik suara tadi. Tetapi kumpulan fans yang sangat banyak itu membuat sulit menemukan siapa pelakunya.

Tiba-tiba terlihat sebuah tangan terangkat dengan menggenggam benda bulat berwarna merah diantara para fans itu. Tangan itu berayun kebelakang. D.O seakan mengerti apa yang akan terjadi langsung berteriak pada Sehun dan Lay yang berada paling depan dan lurus dengan fan itu.

"Awaaasss!"

Drrraap drraappp drraaappp…

BUUAAAKKKK!

Sebuah tomat sukses menghantam kepala namja itu. Pelaku pelamparan tomat itu langsung ditangkap oleh fans EXO yang berada di sebelahnya. Sedangkan EXO yang masih tertegun melihat kejadian itu, dengan cepat ditarik masuk kedalam gedung kembali oleh petugas stasiun TV tersebut. Dalam keadaan diri Sehun yang ditarik paksa petugas untuk masuk kembali ke gedung, pandangannya terarah pada namja yang berlumuran tomat itu. Namja yang tadi tiba-tiba berlari ke depan Sehun dan melindungi Sehun dan Lay dari lemparan Tomat itu. Mata Sehun terus saja menatap namja itu sampai akhirnya pandangannya terhalangi dinding gedung stasiun TV itu yang berarti ia telah masuk ke dalam gedung.

.

.

.

.

.

"APA MAKSUDMU MELEMPARI OPPADEUL DENGAN TOMAT HAH?" semua fans yang geram dengan pelaku pelemparan itu segera mengerubungi sang pelaku.

"APA KAMU SASAENG FANS EXO? ATAU TOXIC? JAWAB!" tangan sang pelaku itu masih saja di cengkram erat oleh fans EXO agar dia tidak kabur.

"Haaahh, daripada kalian menawan aku, lebih baik kalian cegah LUHAN OPPA KELUAR UNTUK DARI EXO! BODOH!" pelaku itu berteriak pada kumpulan fans EXO.

"APA MAKSUDMU HAH? KAMU SASAENG FANS?" Tanya salah satu fans.

"YA AKU SASAENG FANS LUHAN OPPA, dan AKU SUDAH TAU LUHAN OPPA INGIN KELUAR DARI EXO KARENA HUNLAY ITU!" penjelasan pelaku yang ternyata sasaeng fans pas sebelum ia ditarik petugas keamanan itu sontak membuat para fans EXO yang mendengarnya terkejut bukan main. Sedangkan sasaeng fans itu telah dibawa petugas menuju pihak berwenang.

.

.

.

.

.

Kabar keluarnya Luhan dari EXO pun dengan cepat menyebar ke seluruh pelosok dunia. Ini adalah tugas yang sangat sulit untuk pihak SMent untuk menanganinya.

"XIAO LUHAN tidak keluar dari EXO, dia hanya beristirahat dari sakitnya." Berkali-kali pihak SMent mengklarifikasi berita tersebut. Pihak EXO juga terus-menerus mendapat pertanyaan yang sama. Dan mereka hanya bisa memberikan klarifikasi seperti yang dikeluarkan pihak SMent.

Fans mulai menggunjing adanya HunLay couple itu. Keberadaannya yang muncul setelah Luhan menghilang itu menguatkan opini bahwa Luhan telah keluar dan itu dikarenakan adanya HunLay couple. Tampak Sehun maupun Lay frustasi mendengarnya. Banyak cercaan yang diterima keduanya hanya dalam jangka waktu 2 hari setelah peristiwa pelemparan tomat itu.

Kemanapun EXO keluar, selalu dikawal keamanan yang sangat ketat agar terhindar dari serbuan paparazzi ataupun fans yang ingin kejelasan posisi Luhan itu.

Terpuruknya Lay maupun Sehun itu membuat semua member EXO merasa iba. Kepedulian mereka menghilangkan emosi yang sempat terjadi diantara para member. Kai mulai memperhatikan Sehun lagi, Kris yang selalu memberi support pada Lay. Semuanya memberikan kepeduliannya pada Sehun dan Lay. Tapi hanya Suho yang masih bertahan untuk jarang berbicara dengan HunLay itu.

.

.

.

.

.

"Annyeong haseyo…."

Sehun, Lay dan yang lain membalikan badannya menatap tamu dorm mereka yang baru saja datang. Di depan pintu itu berdiri Taemin yang tersenyum cerah dan dibelakangnya berdiri Minho dengan gaya kharismanya.

"Hyung… Silahkan masuk…" Kai mempersilahkan Taemin dan Minho untuk masuk. Akhirnya 2Min couple itu masuk. Dan dengan lincah dan lucunya [?] Taemin melangkah mendekati HunLay dan langsung menyerobot duduk di antara keduanya.

"Aigoo wajah kalian seram sekali eoh?" Ucap Taemin dengan aura aegyo yang kuat dan menatap Sehun maupun Lay bergantian. Melihat itu Sehun dan Lay terkekeh pada Taemin. Taemin pun membalas kekehan mereka.

"Berhubung SHINee sedang free, dan bocah satu itu terbebas dari WGMnya, kami berencana mengajak kalian keluar refreshing sejenak." Ucap Minho kepada HunLay, Taemin mengerucutkan bibirnya sebal.

"Ya hyung! Aku bukan bocah!" balas Taemin yang membuat semua orang disana tertawa. Sejenak kehadiran 2min di dorm EXO memberikan sedikit warna cerah didalamnya.

"Tapi hyung, mana mungkin kami bisa keluar tanpa menarik perhatian fans? Apalagi dengan beredarnya rumor akhir-akhir ini…" ucap Sehun lesu pada Minho. Minho tersenyum mendengarnya.

"Tenang saja.. Jjaaaaaannnggg!" Taemin mengeluarkan dua buah topi dan dua buah masker dari tasnya. Sehun dan Lay tertawa melihatnya dan kemudian menerima topi dan masker dari Taemin itu.

"kajja berangkat,, Annyeong!" setelah memakai topi dan masker, Taemin menarik lengan Sehun dan Lay keluar dan juga berpamitan pada member EXO yang lain. Minho hanya geleng-geleng melihat tingkah Taemin, dia akhirnya berpamitan juga.

"Ah Taemin hyung tega tidak mengajakku.." Kai merajuk setelah kepergian Taemin, Minho, Sehun dan Lay pada D.O,, D.O terkekeh melihatnya. Yang lain juga tampaknya ikut tertawa mendengarnya. Dan itu lagi-lagi minus Suho yang langsung pergi ke kamarnya. Menyendiri.

.

.

.

.

.

Keempat namja itu jalan-jalan di tengah kota yang ramai. Sesuai perkiraan, fans tidak ada yang menyadari mereka. Maka dengan lepas, keempat namja itu berjalan kaki menyusuri keramaian kota Seoul ini.

Taemin dengan asyiknya bercanda dengan Minho di taman kota. Mereka memang memutuskan untuk beristiharat di taman kota. Sehun dan Lay duduk di sebelah Taemin dan Minho yang daritadi tertawa-tawa sendiri dengan gurauan mereka. Sesekali Sehun dan Lay ikut tertawa melihat kekonyolan Taemin itu. Yang mereka sadari, Taemin dan Minho berusaha membuat Sehun dan Lay untuk melupakan persoalan mereka sejenak.

Sehun menebarkan pandangannya melihat sekeliling taman ini. Ia tersenyum sekilas. Sudah lama ia tak datang disini. Terakhir kali ia datang kesini dengan Luhan hyung untuk membeli bubble tea kesukaannya. Sehun tersenyum lagi mengingatnya.

"Hyung, maaf aku ingin membeli bubble tea dulu, ne?" ucap Sehun pada Taemin, Minho dan Lay yang asyik bergurau itu. Ketiga namja itu mengangguk dan setelahnya Sehun pergi menuju kedai Bubble Tea tempat dimana dulu ia dan Luhan pergi.

Tap.. tap.. tap… tap….

Langkah Sehun terhenti tiba-tiba..

Bruuukk…

"Yaa! Jangan tiba-tiba berhenti sepeti itu!" ucap seorang yeoja.
"Ma..maaff.."

Sehun terkekeh. Suara beberapa meter dibelakangnya itu membuatnya terkekeh sejenak. Sehun memejamkan matanya dan tersenyum. Dan kembali melangkahkan kakinya.

'Babo…' bati Sehun

Tiba-tiba Sehun membalikan tubuhnya. Ia melihat seorang yeoja yang masih mengomel sendiri berjalan ke arahnya. Dan dibelakang yeoja itu, berjalan seorang namja berambut hitam dengan topi putih dengan tergesa-gesa mejauh dari tempat Sehun berdiri.

Sehun kembali menarik senyumnya.

'Babo,,,,' batinnya lagi.

Akhirnya Sehun melangkahkan kakinya mengikuti langkah namja itu sambil tersenyum. Tampaknya namja berambut hitam itu tak menyadari Sehun mengikutinya.

Lay yang sedang bersama Minho dan Taemin sekilas melihat Sehun yang berjalan menjauh dari kedai bubble tea. Lay memiringkan kepalanya bingung. Akhirnya ia memutuskan untuk mengikuti Sehun dan pamit kepada Taemin dan memberi jarak agar Sehun tidak mengetahui keberadaannya.

Sehun masih saja mengikuti namja berambut hitam dan bertopi itu. Langkahnya berhenti. Dilihatnya namja itu sedang ingin menyebrang jalan. Sehun tersenyum. Dan pada akhirnya ia membalikan badannya. Dan saat itu juga ia sadar ada motor yang sedang melaju kencang ke arah namja tadi. Sehun membulatkan matanya. Ia langsung melihat arah namja tadi. Namja itu masih ditengah jalan. Dan tanpa babibu, Sehun berlari menuju namja itu.

Ckkkiiitttttttt…

Srreeettt… "ige mwo…."

BRRRUUUAAAAKKKKK!

Sebuah masker dan topi terlempar,

"HUNNIIIEEEE!" jerit Lay yang sampai ketelinga Taemin dan Minho. Lay segera berlari menuju Sehun yang tergeletak di tengah jalan dan menyusul 2min di belakangnya.

Namja berambut hitam itu berada di pelukan Sehun. Posisi namja itu berada di atas Sehun. Sedetik kemudian, namja itu merasakan sentuhan tangan di atas masker yang menutupi pipinya. Matanya membulat sempurna melihat siapa pemilik tangan itu.

"Boo..ddoohh… Sudaah menge..erti..ii tidaakk bisaa ..brrangg.. sendi..rrii,, tetaapp.. sajaa mela..kukaaan..nyaa." Sehun terbata mengucapkan kata-katanya. Darah terus keluar dari dahinya. Tangannya masih memegang lembut pipi berlapis masker namja yang tengah memulatkan matanya memandang Sehun yang terkapar.

"Sejaakk.. kappaan kamu .. nyaa?" Namja itu bicara.

Sehun tersenyum. Pas sebelum motor itu menghantam tubuh namja itu, Sehun membawa namja itu kedalam dekapannya dan menarik tubuh namja berlawanan arah dengan arah motor. Alhasil tubuh Sehunlah yang tertabrak, sedangkan si namja hanya terluka lecet dalam dekapan Sehun.

" .." mata Sehun sedikit demi sedikit mulai tertutup. Namja bermasker itu masih tertegun melihat darah yang keluar dari dahi Sehun.

Draap draap..

Lay, Taemin dan Minho berhenti tepat disisi Sehun dan Namja tadi. Lay tampak shock melihat keadaan Sehun. sedangkan Minho langsung mengambil HPnya untuk menghubungi rumah sakit dan juga manajer EXO.

Namja yang diselamatkan Sehun itu bergetar hebat melihat Sehun. Sehun masih mengelus pipi namja itu dan tersenyum ditengah kesadarannya yang menipis.

"Kem…ba..li..laah..hhh" setelah kata itu Sehun kehilangan kesadarannya. Tangannya terjatuh dari pipi namja itu.. dengan jatuhnya tangan Sehun, jatuhlah pula masker namja yang ditolong Sehun itu.

Dan namja yang diselamatkan Sehun itu adalah..

LUHAN….

.

.

.

.

.

.

TBC

Bagaimana nasib Sehun setelah tertabrak? Apa keputusan final Luhan, keluar atau kembali ke EXO? Bagaimana pula dengan nasib Lay dan Suho..?

Tunggu BETWEEN Part 4 ne..?