Vocaloid © Yamaha, Crypton
Genre : Romance/Drama
Rated : T
Celebrity Love © Kuro 'Kumi' Mikan || Kuro
Summary : Kagamine Rin seorang artis yang tengah naik daun digossipkan oleh seorang artis yang juga sedang naik daun, bagaimana kelanjutan nya? Mind to RnR?
Seorang artis sedang berjalan menuju tempat konser Kagamine Rin. Dengan anggun dan menawan, sang artis berambut blonde ini menarik perhatian para fans dan wartawan yang berada di tempat itu.
"Rin, kau dari mana saja?" Tanya manager Rin.
"Bukan urusan mu." Jawab Rin datar.
"Jadi Rin, apakah benar mengenai gossip bahwa anda berpacaran dengan Kagami Len?" Tanya salah satu wartawan.
Rin memilih untuk bungkam dan tetap berjalan menuju tempat duduk yang sudah disediakan untuk jumpa fans.
"Kyaa! Rin!"
"Go Kagamine go Rin!"
"Rin, jadi lah pacar ku!"
Ya! Itu semua merupakan teriakan para fans dari seorang Kagamine Rin.
"Terima kasih semua nya. Berkat adanya dukungan dari kalian, saya telah mencapai mesa-masa kejayaan saya. Terima kasih karna kalian telah mengidolakan saya." Ucap Rin pada acara jumpa fans.
Tak terasa waktu menunjukkan pukul 06.00 sore, ya! Itu berarti sekarang seorang Kagamine Rin, artis yang sedang di tunggu-tunggu harus mengisi rangkaian acara konser tersebut.
Tokyo, 24/4 2.33 AM
Seorang gadis berambut blonde berjalan dengan sempoyongan. Ia menelusuri jalan apartemen dengan tatapan sayu. Bau alcohol sangat menyengat.
Sekarang Kagamine Rin sang artis ternama sedang mengetuk sebuah pintu apartemen. Seorang laki-laki berambut blonde yang seumuran dengan Rin membukan pintu nya. Betapa kaget nya laki-laki itu melihat Rin yang tak lain kekasih nya berada di depan kamar apartemen nya, dengan bau alcohol yang sangat menyengat. Ya, Rin menyebutkan pada pemilik supir taksi yang ia tumpangi taksi nya bahwa tujuan nya adalah apartemen Suroiga, apartemen tempat Len tinggal.
"Halo Le..n.." Rin pun jatuh ke pelukan Len yang berada tepat di depan nya. Untung nya Len dengan sigap memegang tubuh Rin yang akan terantuk lantai apartemen dengan sangat keras.
"Rin, kau tak apa-apa?" Tanya Len. Rin hanya bisa memejamkan matanya. Sepertinya ia tengah terlelap.
"Hah, kau ini."
Len mengangkat tubuh Rin yang tengah terlelap menuju kamar tidur nya. Tubuh Rin kini terbaring manis di ranjang tidur Len. Saat Len ingin pergi untuk tidur di sofa, sebuah tangan merangkul nya.
"Len, jangan pergi. Temani aku. Aku takut~" Terdengar suara di dekat Len.
"Baiklah." Jawab Len, lalu segera menuju ke arah sisi ranjang nya yang lain. Ia membaringkan tubuhnya di sebelah Rin, lalu Rin memeluk nya dengan sangat erat.
Tokyo, 25/4 10.03 AM
Kagamine Rin kini bangun dengan bugar nya. Disaat yang bersamaan Len masuk ke kamar dan membawakan sepiring roti isi dengan isi jeruk, dan segelas susu.
"Pagi Rinny~" Sapa Len.
"E-eh? Sedang apa kau disini?" Tanya Rin kaget.
"Ini kamar tidur di apartemen ku sayang~" Jawab Len dengan santai.
"Loh? Kenapa aku ada disini?" Tanya Rin penasaran.
"Itu karena tadi malam kau mabuk, dan datang kesini. Tadi nya aku ingin mengatar mu pulang, namun waktu menunjukan pukul setengah tiga pagi, jadi aku mengurungkan niat ku dan membiarkan mu menginap disini." Jelas Len panjang lebar.
Rin hanya ber-'ooh' ria. "Sekarang giliran ku bertanya. Kenapa tadi malam kau mabuk?" Tanya Len.
"Eh? Seingat ku, aku diajak teman lama ku untuk minum di tempat konser saat selesai konser, bersama manager. Setelah itu aku tak ingat apa-apa." Jawab Rin apa adanya.
"Berarti kau meminum alcohol. Sudah, sekarang makan sarapan ini. Aku akan menyiapkan air panas untuk mu mandi pagi ini." Ucap Len yang kemudian berdiri dari kasur yang diduduki nya.
Rin segera menggenggam erat pergelangan tangan Len, lalu berkata "Suapin~" dengan puppy eyes nya.
Len hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah kekasihnya itu. Len pun duduk kembali pada kasur tempat Rin, dan menyuapi Rin dengan sarapan pagi yang dibuat nya itu.
"..nyemm..enak Len!" Seru Rin ditengah aktifitas makan nya itu.
"Siapa dulu dong, Len gitu loh." Jawab Len dengan PD nya.
Setelah selesai menyuapi Rin makan. Len pun berjalan menuju kamar mandi dan mulai menyiapkan air hangat untuk mandi Rin. Ia juga menyiapkan peralatan mandi untuk Rin.
"Air hangat sudah siap nona~" Ucap Len yang baru saja keluar dari kamar mandi. Kebetulan letak kamar mandi nya berada di dalam kamar tidur Len.
"Bagaimana dengan baju dan pakaian dalam ganti ku?" Tanya Rin.
"Bukankah kau pernah taruh di lemari baju di kamar tidur tamu apartemen ku? Kau bisa pakai itu." Jawab Len, dulu Rin juga pernah menginap di apartemen Len, lalu meninggalkan beberapa baju dan pakaian dalam nya di lemari baju ruang tamu untuk berjaga-jaga juka Rin lupa membawa baju saat di apartemen Len.
"Ohh iya, ku ambil dulu." Balas Rin, kini ia berlari kecil menuju lemari di kamar tamu apartemen Len.
Rin berjalan menuju kamar mandi yang sudah disiapkan air hangat oleh Len. Ia kini sedang membasuh tubuh nya.
Tokyo, 25/4 10.32 AM
"Len dimana orang tua mu sekarang?" Tanya Rin yang berjalan dari dapur ke sofa ruang tamu yang sedang di duduki Len, dengan tangan yang penuh dengan jeruk.
"Mereka di New York." Jawab Len yang mengalihkan pandangan nya dari televisi ke arah Rin.
"Kalau kau?" Tanya Len pada Rin yang berada di samping nya dan sedang asik dengan jeruk nya.
"Sama." Jawab Rin singkat.
"Ohh. Hmm, apa seminggu ini kau ada jadwal?" Tanya Len.
"Hmm, sepengetahuan ku, tidak ada. Memang kenapa?"
"Bagus, aku ingin mengajak mu ke New York untuk menemui orang tua kita, dan membahas pertunangan kita."
"E-eh? Kapan?" Tanya Rin yg baru saja tersendak mendengar perkataan Len itu.
"Minum dulu ini." Balas Len yang sedang mengelus-elus punggung Rin dan memberikan nya minum yang berada di meja depan sofa yang ia duduki.
"Kita akan pergi hari ini." Lanjut Len.
"E-eh? Tiket nya?"
"Sudah ku pesan. Nanti kita akan berangkat pukul 04.00 sore. Jadi sekarang ku antar kau ke apartemen mu, lalu kita segera ke bandara. Jarak Bandara lumayan jauh kan."
"Hmm, baiklah."
Len bangkit dari posisi duduk nya, lalu berjalan ke kamar nya. Saat keluar dari kamar nya, ia membawa sebuah koper yang berisi baju dan peralatan nya yang lain, serta kunci mobil, oh tak lupa ia membawa tiket tujuan New York, Amerika untuk diri nya dan Rin.
"Ayo kita berangkat." Ajak Len.
Rin pun mengikuti Len di belakang nya. Saat di mobil mereka berbincang mengenai keberangkatan mereka yang bersama-sama, itu pasti akan mengundang gossip baru lagi. Maka dari itu, Rin mau pun Len memakai kaca mata hitam, topi , dan jaket untuk menutupi identitas mereka.
Tokyo, 25/4 03.44 PM
Sepasang kekasih sedang berjalan menuju loket pemeriksaan tiket. Tak perlu waktu yang cukup lama, mereka segera bergegas menuju pesawat tepat waktu. Rin dan Len sudah sering menaiki pesawat untuk mengisi acara di berbagai kota maupun negara. Jadi tak ada yang perlu di takuti saat dalam pesawat.
"Len, kapan kita sampai di New York?" Tanya Rin yang terlihat ngantuk.
"Kira-kira 4 jam lagi." Jawab Len yang memasang head set nya.
"Ehm, kalau begitu aku tidur dulu." Ucap Rin, lalu menyenderkan kepalanya pada lengan Len dan menutup matanya untuk tidur.
"Tidur lah yang nyenyak." Balas Len yang kemudian memberi kecupan pada puncak kepala Rin yang tersandar di lengan nya. Semerbak harum jeruk tercium oleh Len.
New York, 25/4 10.03 PM
Pesawat yang di tumpangi Len dan Rin selamat sampai tujuan, kini mereka memilih untuk menginap di hotel karna sudah malam. Mereka memilih hotel yang terdapat di pusat kota New York. Mereka memilih untuk memesan 1 kamar.
Saat sampai di kamar, Rin segera membentangkan tubuhnya di kasur, "Emm, capek~!" Ucap nya.
"Bersihkan dulu dirimu, nanti kalau sudah baru tidur." Saran Len yang melihat tingkah Rin.
"Baik tuan." Segera Rin berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri nya.
Len kini sedang menonton televisi, ia melihat tayangan salah satu berita selebritis. Betapa kaget nya Len saat melihat salah satu berita yang tersiar kan. Berita itu menyatakan bahwa Len telah berbuat yang tidak-tidak pada Rin yang menyebabkan Rin hamil dan menghilang.
"Apa-apaan ini?" Kata Len dengan nada yang tinggi dan volume yang sedikit keras.
Disaat yang bersamaan, Rin sedang berjalan menuju tempat Len. "Ada apa Len?" Tanya Rin.
"Kau lihat berita ini!" Jawab Len dengan mengacungkan jari nya pada televisi yang menyiarkan gossip miring itu.
"APA?" Teriak Rin, mata nya terbelalak. Ia tidak menyangka bahwa diri nya akan terkena gossip separah itu.
"Aku harus menelpon manager untuk mengkonfirmasi." Dengan segera Rin mengambil handphone nya dan menelpon manager nya.
"Halo?" Sapa orang di seberang sana.
"Halo manager, ini aku Rin. Apa yang terjadi dengan pemberitaan sekarang? Kenapa aku di gossip kan dihamili oleh Kagami Len itu?" Oceh Rin pada sang manager.
"Jangan tanya aku. Tanya pada dirimu sendiri! Lagi pula, kenapa kau menghilang dari Tokyo?" Balas manager Rin tak mau kalah.
"Aku sedang berlibur untuk menenangkan pikiran ku, tapi aku malah di gossip kan yang tidak-tidak! Bagaimana aku bisa tenang? Segera buat jadwal konferensi pers 1 minggu lagi! Aku akan mengkonfirmasi semua nya!" Setelah berbicara seperti itu, Rin segera memutuskan sambungan telpon dengan manager nya.
"Rin, aku baru saja menelpon manager ku, kata nya gossip ini di sebarkan oleh seorang wanita yang menelpon salah satu kantor berita di Tokyo. Sekarang manager ku sedang mencari tau sang pelaku." Ucap Len yang juga baru selesai bercakap dengan manager nya melalui sambungan telepon.
"Jika ketahuan, akan ku tuntut dia!" Ujar Rin dengan emosi yang berkobar-kobar.
~TBC~
Author Kuro : Kumi kembali dengan mengupdate fict ini. Makasih banget buat yang udah kasih review. Sekarang bales review aja,
Dio anime lover : Makasih banget buat voting nya, soal mereka pisah ato ngak..hmm…baca kelanjutan nya terus deh. Soal ampe chap berapa, saya masih dukun amatiran jadi blum bisa ngeramal..hehe. thx for review.
Reeiikya 'Nananina' Zokuzoku : okeh, soal typo tadi saya juga nemu ==a. ms. Word nya nakal nih, kalo ga salah yang gadis jadi gadi. Soal konflik, baca kelanjutan nya terus deh, dijamin ndak bakal nyesel (PD GILE) hehe. Thx for review.
Rin 'Yaya-chan' Kagamine : Wahh..domo arigatoo…XD
Aku nda nyangka bisa di fav story sama fav author ku..XD skali lagi makasih..^^
Chiao-chan Kumikawa : Kyaa! Saya banyak typo lolos..okeh" makasih banyak buat masukan,kritik,saran dan laporan urup" yg nakal..makasih banget..
Ohh iya, karna saya itu author pelupa dan malas..jadi kea'a itu typo bakal abadi di fict ini..klo ada typo lagi silahkan lapor lagi saya menerima dengan senang hati.. mengeluh itu harusnya mengelus..XD makasih makasih..Salam Kumi..^^..
Author Kuro : Thx untuk review nya, jujur saya seneng bisa dapet review dari anda sekalian, jadi ga usah berlama-lama lagi soal nya saya orang nya pemalu dan males untuk basa basi lebih lanjut (itulah author kuro, beda dengan author mikan. Orang nya aja beda.) jadi….
~REVIEW PLEASE~
