Naruto : The Legend of Ninja
By New Akatsuki
.
Disclaimer : Massasi Kishimoto
.
Warn : typo, abal-abal, gaje, OOC, and many more
.
.
.
Enjoy it
.
Akademi ninja Konoha, tempat belajar bagi orang-orang yang ingin menjadi, tempat ini sudah lama berdiri dan banyak melahirkan ninja-ninja berbakat di desa Konoha. Saat anak berumur 5 tahun maka dia dapat belajar untuk jadi ninja disini baik dari klan ninja maupun dari masyarakat biasa, mereka maka belajar bagai mana menjadi ninja selama 7 tahun dan pada kelulusannya aka nada sebuah tes untuk menentukan apakah mereka pantas menjadi ninja. Pada salah satu kelas diakademi, dikelas itu bias dikatakan sangat rebut, sebagian anak laki-laki sedang berbamain didalam ruang tersebut, ada yang sedang tidur, ada yang sedang asik makan, dan anak perempuannya, ada yang sedang bergosip ria ada yang sedang bercanda dengan teman sebangkunya, bahkan ada yang sedang rebut karna memperebutkan seorang anak laki-laki yang memiliki rambut seperti pantat ayam dengan warna raven yang memandang mereka dengan pandangan kesal
" Hey pig minggir, Sasuke-kun ingin berdua saja dengan ku" kata anak perempuan yang memiliki warna rambut seperti permen " Benarkan Sasuke-kun " sambungnya
" Kau yang minggir jidat, akulah yang diinginkan Sasuke-kun bukannya kau" balas anak perempuan yang satunya, dia memiliki rambut berwarna pirang pucat yang diikat ekor berdua terus adumulut. Dilain sisi kini ada dua anak perempuan yang sedang berbicara dengan santai, yang satu memilki rambut panjang sampai punggung dan berwarna merah sedangkan yang satunya memilki rambut yang sedikit pendek dengan rambut berwarna biru, mereka adalah Uzumaki Yui dan Hyuga Hinata. Perbicaraan mereka terhenti ketika pintu kelas terbuka menampilkan seorang lelaki yang memiliki luka melintang dihidungnya, dia adalah Iruka sensai, guru yang banyak disukai oleh muridnya karena memilki sifat yang baik.
Para murid langsung kembali kebangku mereka masing-masing termasuk dua anak perempuan yang sedang adumulut tadi. Ketika Iruka sensai memasuki kelas tersebut, ada seorang anak laki-laki yang mengikutinya dibelakang. anak laki-laki itu memiliki rambut berwarna kuning cerah dengan gaya spike, memilki mata berwarna biru langit yang indah, dia memakai baju kaos berwarna merah tua dan jaket berlengan panjang berwarna hitam dengan motif dua garis berwarna merah di bagian dada kanan jaketnya dan motif symbol Uzumaki dibelakang jaketnya, resleting jaketnya dia biarkan terbuka, dia juga memakai celana panjang dengan warna hitam. Pandangan para muridpun tertuju pada anak laki-laki tersebut,
"Nii-san " ucap Yui yang lebih ditujukan kepada dirinya sendiri.
"Nii-san?" kata Hinata dengan tatapan bingung terhadap Yui. pertanyaan Hinata terpotong oleh ucapan Iruka-sensai yang nenyuruh mereka semua diam. Setelah semua murid diam, Iruka melanjutkan oerkataannya
"Baiklah, hari ini kalian akan mendapatkan teman baru, jadi bapak harap kalian dapat berteman dengannya" kemudian Iruka mengalihkan pandangannya kepada murid baru tersebut "Tolong perkenalkan dirimu " kata Iruka
"Perkenalkan nama saya Uzumaki Naruto, mohon bantuannya " kata Naruto sambil beberapa murid yang terkejut mendengar nama klan Naruto karena nama klannya sama dengan klan Yui.
'jadi begitu ya' batin Hinata karna sekarang dia tau mengapa Yui memanggil Naruto dengan sebutan nii-san. Kemudian Iruka menyuruh Naruto untuk duduk, Naruto pun berjalan ketempat duduknya, sebelum sampai ketempatnya, ada seseorang yang menepuk pundaknya dia pun mengalihkan pandangannya keorang tersebut
"Hey namaku Inuzuka Kiba" ucap anak tersebut yang bernama Kiba sambil menyodorka tanganya. Narutopun menjabat tangannya
" Uzumaki Naruto " kata Naruto
"Aku Akamichi Chouji " kata anak yang berada dibelakang Kiba. Anak tersebut memiliki tubuh yang bisa dibilang sedikit gendut "Dan dia adalah Nara Sikamaru" sambungnya sambil menunjuk anak disebelahnya yang sedang tidur.
"Uzumaki Naruto" balas Naruto
"Naruto, apa hubuganmu dengan Yui" pertanyaan yang diutarakan oleh Kiba hanya dibalas oleh senyuman dari Naruto tapi Kiba tau kalau Naruto akan menjawab pertanyaannya. Chouji juga menunggu apa yang akan dikatakan oleh Naruto
"Dia adikku " pernyataan dari Naruto membuat mereka terkejut pasalnya yang mereka tau selama ini Yui tidak memiliki saudara. Sasuke yang mendengarpun juga terkejut tapi dengan cepat dia sembunyikan 'dia kakak Yui' batinnya
"Bukankah_" perkataan Kiba terpaksa terhenti sebab mereka ditegur oleh guru Iruka. Narutopun kembali berjalan ketempatnya. Kemudian pelajaranpun dimulai.
.
.
.
.
Setelah pelajaran yang membosankan bagi kebanyakan murid selesai, karena waktunya bagi murid istirahat, para murid banyak yang keluar dari kelasnya baik untuk bermain ataupun untuk makan, tapi ada juga murid yang masih betah dikelas.
"Nii-san" Yui berlari menuju ketempat Naruto yang sedang berbicara kepada teman barunya. "Kenapa nii-san tidak memberitahuku kalau nii-san akan sekolah disini" Naruto hanya tersenyum mendengar itu, bukannya dia tidak ingin memberitahukan tenteng ini tapi dia sengaja tidak memberitahukannya.
"Aku sengaja tidak memberitahukannya Yui-chan, anggap saja sebagai kejutan" mendengar perkataan Naruto yang terkesan santai Yui hanya memasang wajah cemberut.
"Aku tidak menyangka kalau kalian bersaudara" Naruto dan Yui mengalihkan pandangannya kepada Kiba "Apa waktu kecil kalian terpisah" mendengar itu Yui mengangguk
"Bagaimana ceritanya" kali ini bukan Kiba yang memberikan pertanyaan melainkan Ino, Yui hanya memberi pandangan terhadap Naruto. Setelah penjelasan dari Naruto mereka mengganti topic pembicaraan mereka, eantah mengapa Naruto sangat mudah akrab dengan teman-teman baru.
"Naruto, kau ingin ikut dengan kami " Kiba, anak yang sangat cepat akrab dengan Naruto mencoba mengajak Naruto untuk ikut dengan mereka.
"Baiklah" kemudian Naruto kemudian Naruto mengalihkan pandangannya kepada Yui "Yui-chan, kau mau ikut" anak perempuan yang sedang ditatap Naruto itu hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban, setelah itu Naruto keluar bersama teman temannya.
.
.
TLN
.
"Nii-san kenapa kita kesini " setelah pelajaran akademi selesai dan para murid pulang kerumah mereka masing-masing, Naruto mengajak Yui kesuatu tempat, dan sekarang mereka disini dibukit yang terletak dibelakang akademi, bukit yang dibawahnya terdapat patung wajah para Hokage.
"Kita kesini untuk berlatih Yui-chan" mendengar kata berlatih Yui langsung bersemangat
"Berlatih apa nii-san" Naruto yang melihat betapa semangatnya adiknya hanya tersenyum, dia sadar bahwa adiknya ini terkadang sangat berlebihan menanggapi sesuatu. "Apakah kita akan berlatih ninjutsu, sebaiknya cepat nii-san, aku sudah tidak sabar"
"Sebelum berlatih kita harus melakukan pemanasan Yui-chan, itu dapat membuat latihan kita berjalan dengan lancar" mendengar itu, wajah Yui manjadi cemberut kemudian saat mendengar apa yang Naruto katakana selanjutnya membuatnya terkejut "Untuk pemanasannya kita harus push-up, sit-up, yang masing-masing 20 kali dan berlari disekitar sini selama 15 menit" belum sempat untuk Yui protes, Naruto sudah berlari sebagai pemanasan awal
"Nii-san" Yui yang mengikuti Naruto dibelakang mencoba untuk berbicara pada Naruto tapi Naruto tetap berlari
Setelah berlari dengan waktu sekitar 15 menit, mereka melakukan pemanasan yang kedua, Naruto yang laki-laki dengant cepat menyelesaikannya. Sekarang dia sedang duduk dibawah pohon yang rindang sedangkan Yui masih berusaha menyelesaikan pemanasannya. Naruto saat ini membaca sebuah gulungan yang sengaja dia bawa dari rumahnya.
"Nii-san, apa itu" setelah menyelesaikan seseutu yang melelahkan bagi Yui, dia berjalan ketempat kakaknya berada tapi saat melihat kakaknya membaca seseatu dia menjadi penasaran.
"Apa kau sudah bisa menggunakan cakra" bukannya menjawab Naruto malah memberi pertanyaan kepada Yui, yang dibalas oleh anggukan oleh Yui "Apa kau bisa menggunakan jutsu" sambung Naruto
"Aku bisa jutsu hange dan " ada rasa bangga di hati Yui ketika dia mengucapkan itu karna tidak banyak yang bisa melakukan itu saat seusia sama seperti dirinya
"Bagus kalau begitu, ini yang akan kamu pelajari hari ini " Naruto kemudian melempar gulungan yang dia pegang kepada Yui yang dengan mudah ditangkap Yui
"Kagebunshin no jutsu ?" Yui merasa bingung dengan jutsu sekaligus takut karena jutsu bunshin saja dia belum mengusainya. Kemudian dia merasa ada yang salah terhadap ucapan kakaknya
"kamu? Jadi hanya aku yang akan belajar jutsu ini nii-san" Naruto hanya menggelang melihat tingkah Yui, kemudian dia melakukan segel tangan sederhana yaitu dengan menyilangkan jari tengah dan telunjuk tangan kanannya dengen tangan kirinya
"Kagebunshin no jutsu" terjadi ledakan asap disebelah kiri dan kanan Naruto setelah asap itu menghilang, kini Yui dapat melihat dua orang yang sangat mirip dengan Naruto. Itu membuat Yui sedikit terkejut
"Nii-san sudah menguasainya ? " Naruto hanya tersenyum untuk menanggapi ucapan Yui "Tapi bagaimana_"
"Sudahlah Yui" perkataan Yui dipotong oleh Naruto, itu membuat Yui sedikit kesal " Sebaiknya coba kau praktekkan " mendengar itu Yui pun melakukan segel tangan yang sama dengan Naruto
"Kagebunshin no jutsu " setelah itu dia mengeluarkan cakranya, kemudian muncul kumpulan asap menutupi pandangan Naruto. Setelah kumpulan asap menghilang disana hanya ada Yui yang berdiri senderian, percobaan pertama gagal. Yui terus mencoba akan tetapi dia selalu gagal
Naruto terus memandang Yui yang terus mencoba kagebunshin no jutsu walaupun dia terus gagal, kemudian Naruto memejamkan matanya,
ketika dia membuka matanya dia sudah berada disebuah padang rumput yang luas, didepan ada sebuah air terjun yang sangat indah. Dia kemudian berjalan menuju air terjun tersebut, dia tidak menghentikan langkahnya ketika didepannya ada aliran sungai. Sekarang dia berjalan diatas aliran air sungai tersebut sampai kedepan air terjun dia berhenti sebentar untuk memandang air terjun tersebut. Kemudian dia berjalan memasuki air terjun tersebut yang ternyata ada sebuah gua dibelakang air terjun tersebut. Ketika Naruto melewatinya, bajunya tidak basah walaupun yang dia lewati adalah air. Keadaan gua dibalik air terjun tersebut sangat gelap, Naruto tidak bisa melihat apa-apa disana.
"Naruto" sepasang mata yang sangat besar menyala ditengah gelapnya gua, mata berwarna keemasan dengan pupil vertical memandang Naruto dengan tajam "Sudah lama kau tidak berkunjung kesini" suara yang mengerikan terdengar diseluruh gua.
"Apakah itu salah" dengan santai Naruto menjawab, seperti tidak merasa takut dengan pandangan tajam dan suara yang mengerikan makhluk yang ada didepannya "Bagaimana keadaanmu"
"Keadaanku semakin membaik, sepertinya sudah 20 persen kekuatanku kembali" suara yang bisa membuat orang lain ketakutan itu kembali memenuhi gua tempat Naruto sekarang berada "Kau kesini bukan hanya untuk menanyakan keadaanku kan?" mendengar itu Naruto kemudian tersenyum
"Aku kesini ingin meminta saranmu"melihat tatapan tertarik dari lawan bicaranya, Naruto melanjutkan perkataannya "Tentang latihan ini" makhluk itu tau apa yang dimaksud oleh Naruto
"Kau ingin aku memberikan saran? " Setelah melihat anggukan Naruto, makhluk itu memejamkan matanya. "HA…HA…HA…" tawa yang begitu keras terdengar sampai Naruto harus menutup kupingnya untuk mengurangi dampak dari tawa tersebut
"HA…HA… kau lucu Naruto" tawanya berhenti saat melihat tatapan serius dari Naruto, "baiklah, sebenarnya tanpa saran dariku, kau sudah tau apa yang bisa kau lakukan Naruto…"
"Saranku untuknya hanya motivasi, dia kurang motivasi Naruto" mendengar itu Naruto terssenyum kemudian dia berbalik menuju tempat keluar, tapi sebelum dia keluar dia mengucapkan sesuatu yang membuat makhkuk yang berada dibelakangnya tersenyum (walaupun senyumannya tidak bisa dilihat karena gua yang gelap
"Terima kasih Ryuga"
.
.
Naruto kembali membuka matanya, sekarang dia berada dibukit tempat dia latihan tadi didepannya dia melihat Yui masih mencoba jutsu yang dia berikan. Bisa dia lihat kalau Yui sangat kelelahan
"Kenapa gagal terus " dari perkataan itu bisa terlihat kalau Yui sangat frustasi
"Yui" Yui mengalihkan perhatiannya ketika dia mendengar Naruto memanggil dirinya " Coba bayangkan saat ini orang yang kau sayangi dalam bahaya " mendengar itu Yui sempat bingung tapi dia melakukan apa yang Naruto katakan.
Dia memejamkan matanya dan membayangkan bahwa saat ini nii-sannya sedang dikepung banyak orang yang membawa senjata, salah satu dari mereka maju dan ingin menyerang nii-sannya. ketika dia membuka mata
"Kagebunshin no jutsu" apa yang Naruto lihat saat ini membuat dia terkejut, sekarang didepanya dia melihat ratusan Yui yang saat ini memandang dirinya dengan senyum yang lebar diwajahnya. Tak berapa lama kemudian bunshin-bunshin Yui menghilang. Kini hanya ada Yui yang berdiri seorang diri dengan wajah tersenyum kepada Naruto
"Nii-san kau lihat, aku berhasil" pandangan Yui saat ini mulai buram, dia mulai tidak bisa menjaga keseimbangannya pada saat dia terjatuh dia siap merasakan sakit saat dia membentur tanah tapi dia tidak merasakan itu karena ada yang menahanya agar dia tidak membentur tanah. Dia dapat melihat wajah kakaknya walaupun samar-samar dan perkataan dari kakaknya membuatnya tersenyum
"Kau sangat hebat Yui-chan" Naruto kemudian mengangkat Yui kepunggungnya, dan berjalan meninggalkan tempat latihan mereka.
Hari sudah sore bahkan sebentar lagi akan malam. Naruto terus berjalan menuju apartemennya dengan membawa Yui dipunggungnya, saat melewati sebuah danau, Naruto melihat seorang anak laki-laki yang dia tau bernama Uchiha Sasuke. Dia tidak terlalu akrab dengan Sasuke sebab Sasuke terlalu tertutup, menurutnya Sasuke adalah anak yang cerdas, berbakat, dan tampan sehingga dia banyak memilki fans di kelas tapi ada sesuatu yang membuat Naruto cemas yaitu kegelapan yang dia rasakan dari Sasuke, kegelapan yang sangant besar.
Tanpa Naruto sadari, Sasuke menatap mereka, ada rasa iri dihati Sasuke saat melihat kedekatan Naruto dengan Yui. Itu mengingatkannya kepada seseorang yang membuat dirinya seperti sekarang ini, orang yang dulu paling dia cintai yang kemudian berubah menjadi orang yang paling dia benci
Naruto sekarang sudah sampai diapartementnya dia merebahkan Yui ditempat tidur milik Yui kemudian dia berjalan kedapur untuk menyiapkan makan malam untuknya dan Yui. Setelah selesai memasak dan menyiapkan dimeja makan dia berjalan kekamar Yui tapi sebelum sampai kekamarnya, Yui sudah keluar dari kamarnya.
"Makan malam sudah siap Yui-chan" mendengar itu Yui langsung bersemangat kemudian, mereka menuju dapur bersama-sama. Makanan mereka mala mini sangat sederhana hanya ramen cup yang ditambah dengan sedikit sayuran tapi tetap saja dimakan oleh Yui dengan lahap mungkin karena dia benar-benar kelelahan. Setelah selesai makan Naruto pergi kekamar mandi sedangkan Yui membersihkan meja makan yang sedikit kotor.
Kini Naruto sedang duduk sambil memandang sebuah gulungan yang ada ditangan, dia melepaskan jaket yang dia kenakan sehingga kini dia hanya memakai baju kaos merahnya. Kemudian dari kamar mandi keluar Yui dengan pakaian santainya yaitu baju kaos berwarna hitam tanpa lengan sehingga menampilkan tangannya yang putih tanpa cacat dan celana pendek berwarna senada dengan bajunya. Dia berjalan ketempat Naruto dan duduk dikursi yang letaknya didepan Naruto.
"Nii-san" Naruto berhenti sejenak untuk melihat orang yang memanggilnya "Apa yang sedang Nii-san lakukan"
"Aku sedang mempelajari salah satu jutsu buatan Tou-san" Naruto memandang Yui dengan khawatir karena setelah mmendengar perkataan Naruto tadi membuat wajah Yui murung "ada apa Yui"
"Nii-san tau kedua orangtua kitakan" Ada sesuatu dalam sinar mata Yui yang membuat lidah Naruto terasa kelu, hingga dia hanya bisa mengangguk untuk menjawab pertanyaan adiknya itu.
"J-jadi, aku mau bertanya…" suara Yui semakin mengecil sampai hanya berupa bisikan. "Sebenarnya siapa Tou-chan dan Kaa-chan?"
"Maafkan aku Yui, aku tidak bisa " Yui tersentak saat mendengar apa yang Naruto katakan. Dia ingin tau siapa orangtuanya tapi kenapa kakaknya tidak ingin memberitahukannya "Belum saatnya Yui"
"Tapi kenapa "Dia berbisik dengan suara hampir pecah seakan dia sedang menahan diri agar tidak menangis. "Kenapa Nii-san"
"Kau akan tau saat kau sudah siap Yui" Naruto memandang Yui dengan penuh keyakina dan perkataan Naruto selanjutnya bisa membuat Yui sedikit tenang "saat itu aku sendiri yang akan memberi taumu"
.
.
TLN
.
Pagi adalah awal bagi setiap makhluk hidup melakukan aktivitasnya. Ada yang pergi kepasar untuk membeli keperluan, ataupun untuk berjualan, ada yang pergi bekerja baik sebagai tukang kayu ataupun berkebun, ada yang berolah raga ataupun hanya untuk jalan-jalan, bahkan ada yang hanya tidur-tiduran saja dirumah.
Di jalan desa Konoha kini terlihat dua orang anak laki-laki dan perempuan yang sedang berjalan bersama yang satu memakai jaket berwarna hitam dengan symbol Uzumaki dibelakangnya dan celana panjang yang berwarna senada dengan bajunya, rambut yang berwarna kuning cerah yang berantakan bergerak pelan karena angin yang berhembus. Sedangkan anak perempuan yang ada disebelahnya memakai baju berwarna merah dengan symbol Uzumaki dibelakangnya dan celana pendek berwarna putih. Rambut yang berwarna merah dia biarkan terurai. Mereka berdua berjalan menuju akademi ninja, tempat mereka menuntut ilmu yang berkaitan dengan ninja
"Nii-san apa hari ini kita akan latihan lagi" suara yang terdengar dari anak perempuan tersebut terdengar bersemangat. Anak laki-laki yang berada disampiang anak perempuan tersebut hanya mengangguk "Hari ini berlatih apa"
"Kau akan tau nanti Yui-chan" wajah Yui langsung cemberut mendengar perkataan Naruto
….
"Hey Naruto, Yui-chan" saat mereka berada dipersimpangan jalan, mereka bertemu dengan Chouji dan Sikamaru yang sedang melambaikan tangannya pada mereka.
"Hey Sikamaru, Chouji" Yui balas melambai kepada mereka begitu juga dengan Naruto, kemudian mereka berjalan beriringan. Perjalan mereka penuh dengan pembicaraan yang menyenangkan sampai tidak terasa kalau mereka sudah sampai diakademi.
"Selamat pagi" setelah memasuki kelas, Yui berteriak menyapa orang yang ada dalam kelas. Naruto hanya menghela nafasnya melihat tingkah adiknya itu
"dasar merepotkan" seseorang yang berada disebelah kanan Naruto berucap dengan nada bosannya sedangkan orang yang ada disebelah kiri Naruto hanya tersenyum kemudian memakan makana yang dia bawa.
Mereka kemudian berjalan ketempat duduk mereka masing-masing, tak lama setelah itu masuklah seorang guru yang akan memberikan pelajaran kepada mereka.
.
.
Setelah pulang dari akademi, Yui dan Naruto pergi ke kedai ramen Ichiraku. mereka sekarang sedang duduk menunggu pesanan mereka.
"Pesanan datang" Mata Yui langsung berbinar ketika melihat pesanannya datang, dengan cepat Yui mengambil sumpit yang berada disampingnya begitu juga dengan Naruto
"Selamat makan" mereka makan dengan lahap
Setelah selesai makan dan membayar makanan, mereka kembali berjalan dengan tujuan bukit yang berada dibelakang akademi mereka berjalan dengan santai sambil sesekali berbicara. Tanpa terasa mereka sudah sampai ketempat tujuan, mereka langsung melakukan pemanasan dengan dosis yang sedikit bertambah dari hari sebelumnya.
"Jadi, apa yang akan kita pelajari hari ini Nii-san" Naruto kemudian mengeluarkan satu gulungan dari dalam bajunya kemudian dia membuka gulungan tersebut ada beberapa keheningan ketika Naruto membaca gulungan itu.
"Taijutsu dari klan Uzumaki" Mata Yui langsung berbinar ketika mendengar apa yang diktakan oleh Naruto "Tapi untuk sementara kita hanya akan mempelajari dasarnya saja dan k au juga akan belajar cara mengkontrol cakra"
"Bagaimana aku dapat belajar taijutsu dan control cakra sekaligus Nii-san"Mendengar itu Naruto hanya tersenyum
"Itulah gunanya kau belajar Kagebunshin Yui-chan" melihat tatapan bingung dari Yui, Naruto kemudian menjelaskan keunggulan dari jutsu Kagebunshin dibandingkan dengan jutsu bushin biasa. Setelah penjelasan dari Naruto, Yui pun membuat lima kagebunshin, dua untuk mempelajari taijutsu sedangkan sisanya belajar mengontrol cakra. Naruto juga menggunakan kagebunshin bahkan dia lebih banyak daripada Yui. Dua bunshin belajar taijutsu, satu mengajarkan Yui cara mengontrol cakra, dan sisanya pergi entah kemana. Yui belajar mengontrol cakra dengan cara meletakan daun di dahinya dan berusaha menempelkannya dengan bantuan cakra.
Latihan mereka hari ini berhasil dengan baik walaupun Yui hanya mampu menempelkan daun didahinya selama dua jam saja sedangkan taijutsu dapat dia kuasai dengan mudah. Sialnya bagi Naruto karena dia harus menggendong Yui lagi karena setelah selesai latihan, Yui kembali jatuh pingsan
.
.
.
Bersambung
Hey saya datang lagi dan semoga fic ini lebih bagus dari pada yang kemaren. Saya mau nanya apakah pair itu menentukan bagus atau tidaknya sebuah fic, karna menurut saya yang membuat fic itu bagus adalah jalan ceritanya. Di genre juga saya tulis adventure dan family jadi di fic ini mungkin tidak ada romance-nya (mungkin)
Terima kasih atas saran yang kalian berikan itu sangat bermanfaat bagi saya.
Fic ini masih jauh dari kata bagus, saya harap kalian dapat memberikan masukan kepada saya jadi mohon review-nya
