CAN © Choi RinRi
Main Cast : [Kim Jongwoon & Kim Ryeowook]
YeWook couple, always.
Rated : T
Disclaimer : Super Junior is belongs to God.
Genre : Romance, Friendship.
Warning : Shounen-ai, OOC, School life.
.
.
[Chapter 3]
nb: twitter mode inside.
.
.
Twitter Beranda | Mention | Profile | Tweet
Tuesday 31st July 2012
ryeong9 (Wookie)
Hahh… Jika mengingat kejadian siang tadi, rasanya ingin sekali untuk memilih memakan saja bungkus permen itu! Masa orientasi benar-benar menyebalkan! Aku benci namja berkepala besar ituuuuuuuuuuuuuuuu!
15 sec ago via Twitter for Android
.
AllRiseSilver (Monkey)
Ya, selamat malam ikan sayang :* RT donghae151086: Jinjja? Yasudah, lebih baik segera tidur, ya? Ini sudah larut malam, monkey… :) RT AllRiseSilver: Belum, tapi sepertinya aku akan segera tidur. Aku sudah mengantuk -,- RT donghae151086: sayang, kau sudah tidur? AllRiseSilver
5 mins ago via TwitPal
.
siwon407 (ChoiSiwon)
Good night beautiful World :) Sleep well!
8 mins ago via Twitter for IPhone
.
ryeong9 (Wookie)
Hyung… Kau jahat sekali :"( RT ImSMl: Hahaha… Bahkan hingga kini aku tak bisa berhenti tertawa jika mengingat bagaimana Wookie dengan hebohnya menari perut saat di sekolah siang tadi. Hahahaha!
10 mins ago via Twitter for Android
.
ikmubmik (Kim Kibum)
Lelah. Selamat tidur.
14 mins ago via Twitter for Android
.
imSMl (Minnie Mouse)
Hahaha… Bahkan hingga kini aku tak bisa berhenti tertawa jika mengingat bagaimana Wookie dengan hebohnya menari perut di tengah lapangan. Hahahaha!
13 mins ago via Twitter for Android
.
"Hahh…" Ryeowook menghela nafas panjang saat tubuh mungilnya mendarat begitu saja di atas ranjang. Diliriknya jam kecil yang terdapat di atas meja nakas di samping ranjangnya tersebut. Sudah larut malam. Tapi ia tak juga merasakan ingin cepat tidur. Kedua matanya masih terjaga hingga kini. Dan itu cukup membuat Ryeowook kelabakan mengingat besok pagi ia masih harus mengikuti masa 'penyiksaan' di sekolah barunya tersebut.
"Huh… Bahkan Minnie hyung sampai membuat tweet seperti ini! Menjengkelkan!" Keluhnya. "Ini sudah malam, tapi masih saja Minnie hyung membahasnya!" Tatapannya beralih pada layar handphone androidnya tersebut. Layar yang menampilkan sebuah layanan jejaring social yang pamornya kini tengah tinggi. Baik itu kalangan anak-anak, remaja, bahkan sampai ke orang dewasa sekalipun. Ya, Twitter kini tengah digilai banyak masyarakat. Termasuk Ryeowook.
Waktu sudah menunjukan pukul 11malam, pantas saja jika timeline terasa lenggang. Hanya beberapa 'penghuni' timeline yang masi berkeliaran. Itu pun hanya untuk sekedar meng-tweet ucapan selamat malam ataupun selamat tidur.
Jari-jari kecilnya bergerak lincah, menekan tombol-tombol abjad ataupun navigasi handphonenya tersebut. Mengetik beberapa kata sebagai wujud penyampaian kekesalan hatinya. Sepertinya bisa dikatakan Twitter adalah buku diary versi modern.
.
Mention
shfly3424 (Y)
Jangan mengeluh, itu hanya di awal saja. Aku yakin, kau pasti bisa melewati semua ini! Kau harus tetap semangat, ne? Fighting! :) RT ryeong9: Hahh… Jika mengingat kejadian siang tadi, rasanya ingin sekali untuk memilih memakan saja bungkus permen itu! Masa orientasi benar-benar menyebalkan! Aku benci namja berkepala besar ituuuuuuuuuuuuuuuu!
1 mins ago via TwitPal
.
"Eh? Ternyata masih ada yang online?" Ucap Ryeowook saat membaca sebuah tweet. "Y? Hanya Y? Hemat sekali display name miliknya itu." Gumam Ryeowook. Tanpa ia sadari kedua ujung bibirnya terangkat. Hanya dengan membaca retweet-an dari account bernama 'Y' itu cukup membuat mood baiknya kembali datang.
Seingatnya, ia belum pernah mem-follow account tersebut.
"Gomawo, sepertinya kita belum saling mem-follow?" Gumam Ryeowook disela asyiknya ia mengetik kalimat yang akan ia katakan pada account tersebut. Ryeowook pun perlu beberapa kali untuk menghafal uname account tersebut.
shfly3424… Nama yang terlalu rumit.
Setelah mengirim mention tersebut, sekelebat rasa penasaran pun timbul. Iseng, ia pun meng-klik nama account tersebut. Dan terpampanglah timeline account tersebut.
"Hey, apakah orang ini tak memiliki niat untuk bermain Twitter?" Ucapnya saat mendapati Avatar atau bisa disebut foto profil berupa telur. Avatar seorang pemula. "Dan Bionya… apa itu?" Lagi-lagi Ryeowook dibuat berdecak tak mengerti.
Apa yang kau lihat?
"Dasar aneh! Tapi… Kenapa dia dapat memiliki jumlah followers yang begitu banyak? Padahal ia sendiri tak meng-follow satupun account Twitter." Tanya namja manis itu pada dirinya sendiri. "Hah… Apa peduliku!" Dan setelahnya Ryeowook pun kembali terfokus. Larut dalam beberapa percakapan dengan account bernama 'Y' tersebut.
.
shfly3424 (Y)
Aku sudah memfollowmu :) followback ya. RT ryeong9: Gomawo :) Sepertinya kita belum saling mem-follow? shfly3424
3 mins ago via TwitPal
.
Begitulah isi mention yang Ryeowook dapatkan selanjutnya. Ah, account itu memfollownya? Ini tandanya ia menjadi following pertama account itu, kan? Dan Ryeowook tentu saja senang.
.
shfly3424 (Y)
Hey, lihat isi direst message milikmu, sekarang. ryeong9
1 mins ago via TwitPal
.
Dan saat Ryeowook membacanya, ia bergumam dan bingung. Direct message? Memang ada apa dengan pesan masuknya itu? Tapi tak banyak berpikir, ia pun menurut dan mengecek isi direct messagenya.
.
shfly3434 (Y)
411-2408-2106-13 ini nomor ponselku, dan aku menunggu pesan darimu secepatnya.
.
"Ya! Apa maksudnya?!"
.
.
"Lama!" Ryeowook mengoceh, kedua tangannya melipat di depan dada dan wajahnya tertekuk sebal. Dalam hidupnya, ia menggaris bawahi bahwa menunggu adalah kegiatan yang paling dibencinya dan tak akan pernah mau dilakukannya. Dan sekarang, ia benar-benar harus bersabar dan menunggu agar bisa masuk ke dalam sekolah.
Sungmin menggeleng pelan. Sahabatnya itu memang cerewet, walau ia mengakui bahwa ia pun sama persis dengan Ryeowook. "Wookie ah! Jangan berbicara terus!" protesnya, membuat Ryeowook diam dengan bibir yang mengatup. "Kalau kau tidak bangun telat, pasti kita tak akan berada di dalam barisan murid yang datang terlambat seperti ini!" lanjutnya.
Kening Ryeowook mengkerut mendengarnya. Ia tidak terima, dan ia harus protes. "Kenapa aku yang disalahkan, sih?" katanya, nadanya terdengar sinis. Begitulah Kim Ryeowook jika tak ingin disalahkan.
"Memang benar, kan!" jawab Sungmin tak mau kalah.
"Kita datang terlambat lagi karena hyung yang berjalan terlalu lambat! Hyung berjalan seperti siput yang keberatan beban!"
Kedua mata bulat Sungmin semakin membulat, hatinya mencelos dan jika Ryeowook ingin tahu ia sedikit tertohok saat pemuda kecil itu mengatainya siput, mungkin ia akan menerimanya, hanya saja kata 'keberatan beban'nya lah yang membuatnya tak terima. Ryeowook ini terlalu polos atau apa?
"Ya! Jadi kau menuduh tubuh berisiku ini penyebab lambatnya ketika aku berjalan? Begitu?" Sungmin keluar dari barisan dan berdiri menghadap Ryeowook yang berada di depannya.
"Eh?" Ryeowook mengerjapkan kedua matanya, bingung. "Hyung yang berbicara seperti itu, ya. Bukan aku." kata Ryeowook, lalu mengangkat bahunya santai dan mencoba memperhatikan barisan , mengkira-kira harus berapa lama lagi ia menunggu, walaupun pandangannya dihalangi oleh tubuh berisi yang seksi milik Sungmin (kata Sungminnya sendiri).
"Tapi secara tidak langsung kau menyindirku, Wookie!" Sungmin berkali-kali menghantak-hentakkan kakinya. Tanpa menyadari perbuatannya tadi cukup menarik perhatian beberapa murid lainnya yang sedang berbaris dan juga staf Osis yang sedang berjaga di depan gerbang.
"Hyung! Sudah kubilang kan kalau aku-"
"Ya! Kalian berdua diam!"
Baik Sungmin maupun Ryeowook, keduanya sama-sama terdiam saat mendengar teriakan yang mereka tahu itu ditujukkan pada mereka yang berbuat keributan. Dan yang terpenting, mereka juga tahu bahwa suara itu milik sang wakil ketua Osis, Cho Kyuhyun. Mereka awalnya memang kaget, namun akhirnya memilih diam, mencari aman katanya.
Setelah perdebatan tak penting dan Ryeowook yang kembali mengoceh walau tak seheboh tadi, akhirnya mereka pun berada di barisan depan. Dengan Ryeowook yang lebih dulu dan Sungmin di belakangnya menunggu giliran.
"Dasi terlalu panjang, pemasangan pita yang tak teratur," Kyuhyun mangut-mangut, menyebutkan apa saja kesalahan Ryeowook hari ini. "Keluar dari barisan dan benarkan tampilanmu." Lanjutnya.
Ryeowook mendesah kecewa, dengan terpaksa ia pun menyisi dari barisan. Kemudian membetulkan apa saja yang dianggap salah oleh Kyuhyun.
Dan sekarang giliran Sungmin, dengan tergesa-gesa ia pun membetulkan tampilannya. Setelah merasa rapi, dengan yakin ia pun melangkahkan kakinya satu langkah ke depan. Tepat dua langkah di depan Kyuhyun.
"Hmm…" Kyuhyun tak kunjung berbicara, justru hanya bergumam sembari memperhatikan Sungmin dengan seksama. Sebelah tangannya yang melingkar di pinggangnya dan tangan lainnya terjulur mengusap dagunya, masih sembari memperhatikan Sungmin dari atas hingga bawah lalu begitu seterusnya. Dan jujur, Sungmin merasa sedikit risih diperhatikan seperti itu.
"Kau, keluar barisan."
"M-mwo?" kata Sungmin bingung, "Apa kesalahanku? Sepertinya tampilanku tak ada yang salah dan terlihat rapi!" Bela Sungmin.
"Wajahmu, ada yang salah dengan wajahmu." Penuturan tadi tentu saja membuat Sungmin heran.
"Wajah?" tanya Sungmin, sembari mengusap pelan area wajahnya. Kyuhyun mengangguk singkat.
"Ya! Dengar, kau itu seorang namja, tapi kenapa wajahmu manis sekali? Itu kesalahan pertamamu." Sontak saja mendengar itu membuat Sungmin terlonjak kaget. Tapi untuk beberapa detik kemudian, wajahnya terlihat merona. Ia anggap ini adalah sebuah pujian, walau tidak menurut Kyuhyun.
"Ap-apa? Tapi aku-"
"Jangan menyela omongan orang! Dengarkan!" Bentak Kyuhyun, membuat Sungmin saat itu juga terdiam. "Dan yang kedua, wajahmu itu manis, tapi kenapa kau memasang ekspressi masam seperti itu? Itu kesalahan keduamu. Jadi, kau sudah tau 'kan? Sekarang, cepat keluar barisan! Perbaiki kesalahanmu!"
"Hah? Tap-tapi-"
"Cepat keluar barisan!"
"Ya!"
Dengan sedikit menghentakkan kaki dan menggerutu kesal, Sungmin pun terpaksa keluar dari barisan dan bergabung dengan murid-murid lainnya yang kini tengah sibuk membetulkan tampilan pakaian mereka.
Apa yang harus ia perbaiki sekarang?
"Ini konyol! Benar-benar konyol! Grrrrrr!"
.
.
"Ya! Disana masih banyak sampah, jangan menggerombol di satu tempat saja!" teriak seorang Osis pembimbing, saat melihat para juniornya lebih terlihat seperti sedang melakukan baris berbaris dibanding menyebar untuk memunguti sampah.
Setelah melakukan sarapan, murid-murid tersebut ditugaskan untuk membersihkan lingkungan sekolah. Mulai dari menyapu, membersihkan kaca kelas, memunguti sampah, sampai yang hanya pura-pura bekerja padahal hanya diam dan berjongkok pun ada.
Ryeowook pun melakukan hal yang sama, dan ia lebih memilih memunguti sampah dengan sekantung plastik hitam berukuran besar di tangannya. Ia lelah, tapi Osis pembimbing yang terus mengawasi gerak-gerik juniornya termasuk dirinya membuat tak bisa beristirahat untuk sekedar satu menit pun.
"Hyung, ayo kita kesana!" Ajak Ryeowook, membalikan badan namun orang yang ia ajak berbicara justru tidak ada. "Ya! Minnie hyung kemana?" bingungnya. Akhirnya ia pun dengan sedikit kesal berjalan sendirian menuju tempat yang tadi ditujunya, halaman sekolah.
Ryeowook menghela nafas, pemandangan di depannya tak sesuai seperti yang di perkirakannya. Awalnya ia ingin pergi kesini untuk menghindar dari pengawasan Osis, bersantai-santai setelahnya, tapi yang ada hanyalah pohon pinus yang menjulang tinggi dengan sampah yang tergeletak di sekitarnya. Dan itu tidak bisa disebut sedikit.
"Menyebalkan!" gerutunya. Dan bukannya memungutinya untuk dimasukan ke dalam plastik sampah, ia justru melempar asal beberapa sampah di sekitar pinus itu. Menyingkirkannya untuk menjauh. Kemudian menengok ke berbagai arah, dan ia bergumam 'aman' saat sudah memastikan bahwa tidak ada staf Osis yang mengamatinya. Barulah ia bisa beristirahat di bawah pohon yang tingginya berbeda jauh dengan tubuhnya itu.
"Hai, apa yang kau lakukan disini?" tanya Reowook, melipat kedua kakinya hingga membuatnya duduk bersila. Ah, sepertinya pemuda manis itu sedang memulai 'perbincangan' awalnya dengan pohon itu. "Aku ingin bercerita sedikit kepadamu, dengarkan aku." dan Ryeowook pun memulai cerita.
"Kau tahu, pohon? Aku sangat iri padamu, kau tak perlu merasakan bagaimana menyebalkannya masa orientasi. Kau tak perlu selama tiga hari mendapat bentakan-bentakan dari para seniorku yang menyebalkan itu!" dari rautnya, Ryeowok terlihat begitu serius. "Dan aku semakin iri padamu karena kau memiliki tubuh yang tinggi. Lihat, mungkin jika aku memiliki tinggi seperti mu, aku tak akan diberi nama 'kurcaci pendek' oleh namja menyeramkan itu!" lanjutnya bersungguh-sungguh.
Ck, demi-kepala-besar-Yesung! Siapapun yang melihat tingkah Ryeowook kini, pasti akan menganggap bahwa namja itu tidak waras.
Ryeowook terus saja berceloteh tak jelas, hingga celotehannya terhenti ketika kedua mata beriris coklat beningnya itu melihat sebuah bekas kaleng minuman soda. Kaleng minuman yang tergeletak tak jauh dari pohon pinus, si teman curhat barunya itu.
Kaleng minuman, mengingatkannya pada seorang namja yang pernah terkena lemparannya itu, Yesung. Ketua Osis di sekolahnya sendiri.
"Haha, kau tahu pinus ah? Kaleng ini mengingatkanku pada namja berkepala besar itu," Ryeowook memungut kaleng tersebut dan kembali duduk di tempat awal. "Rasanya aku ingin berguling-guling dijalanan ketika mengingat bagaimana tampangnya yang terlihat babbo saat terkena lemparanku itu, hahaha." ucap Ryeowook dramatis diiringi dengan suara tawanya yang terdengar begitu nyaring.
"Siapa yang kau sebut namja berkepala besar dan babbo itu, hum?"
Seketika Ryeowook merasa awan hitam menyelimuti kepalanya, jantungnya berdetak kencang dan ia meneguk ludahnya secara paksa. Sial, sial, rutuknya.
"Kurcaci pendek, berdiri dan berbalik! Tidak sopan membelakangi orang yang sedang berbicara denganmu!"
Dengan ragu Ryeowook menuruti ucapan Yesung, berdiri dan berbalik menghadap Yesung. Ia menundukan kepala, dan sesekali melihat ke arah Yesung yang hanya berjarak kurang lebih tiga langkah darinya dengan pandangan takut-takut.
"Kau belum menjawab pertanyaanku, kurcaci!" kata Yesung sambil menatap Ryeowook tajam, disilangkannya kedua tangannya tersebut di depan dada. "Jawab pertanyaanku, kurcaci!" katanya kemudian.
Ryeowook tetap saja diam tak bergeming. Sedari tadi namja manis itu hanya menundukan kepalanya dalam, dengan mulut yang juga terus menyerukan sumpah serapah untuk namja di hadapannya itu. Dan tindakan pembungkaman suara itu jelas saja membuat Yesung kesal sendiri.
"Hey, apa kau tuli, kurcaci? Aku bertanya padamu!" kali ini Yesung bertanya dengan nada yang terdengar lebih tinggi. Ia kesal.
"Ya, sunbae! Namaku Kim Ryeowook, bukan kurcaci!" Ucap Ryeowook penuh penekanan, setelah cukup lama terdiam akhirnya namja pemilik suara tenor itupun menjawab.
"Tapi name tag di seragammu tidak membenarkan perkatanmu." Yesung menjawabnya dengan santai, dan tatapannya yang terlihat malas mengarah pada juniornya itu. Ryeowook kini hanya bisa kembali mengeluarkan sumpah serapahnya dalam hati. Beradu argument dengan namja di depannya ini sama saja dengan mencari mati!
"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Yesung kembali dengan suaranya yang kini terdengar datar, seperti biasa.
"Ak-aku… aku sedang memunguti sampah, sunbae! Hehe… Ya, sampah hehehe." Ucap Ryeowook sembari memamerkan cengiran lebarnya yang terlihat aneh. Tak lupa ia pun menganggkat tinggi-tinggi plastik besar berwarna hitam yang menjadi tempat penampung sampah yang telah dipungutinya itu.
"Memunguti sampah? Yang memunguti sampah itu sebenarnya kau atau pohon pinus, huh?" sebuah senyum angkuh kini terlukis di wajah tampan namja berambut hitam itu. "S tadi aku memperhatikanmu, kau hanya diam dan duduk santai disini. Tidak sadar, ya?"
Habis sudah kata-kata pembelaan yang ingin dikeluarkan Ryeowook. Ia sudah tertangkap basah, dan ia kalah sekarang.
"Cepat bergabung dengan teman-temanmu di lapangan untuk menerima hukuman!" bentak Yesung.
"Tap-tapi aku-"
"Cepat!" Ryeowook sedikit memejamkan kedua matanya saat mendengar bentakan Yesung yang baginya cukup menggelegar itu, dan setelahnya ia pun meninggalkan Yesung dengan berlari kecil.
"Tunggu!" panggil Yesung tiba-tiba, membuat langkah Ryeowook yang setengah berlari terhenti. Ryeowook menautkan kedua alisnya bingung. Bukankah Yesung tadi menyuruhnya pergi?
"Kau pikir siapa yang akan membawa ini?" Tanya Yesung, kedua alisnya terangkat dan memberikan isyarat. Menunjuk sebuah kantung plastik yang tergeletak begitu saja di tanah. "Dan, apa kau akan berlari sambil memegang kaleng itu? Masukkan kedalam plastik atau kaleng itu akan ku ambil dan kulempar ke kepalamu, seperti yang kau lakukan padaku saat itu." sambungnya penuh ancaman. Membuat Ryeowook menelan ludahnya secara paksa, lagi.
Ck, ternyata Yesung masih menaruh dendam dengan Ryeowook.
"Ba-baik." tak ingin kepalanya menjadi korban, Ryeowook pun segera menghampiri kantung plastik hitam tersebut dan membawanya menuju lapangan. Tak lupa ia pun memasukan kaleng tersebut ke dalam plastik.
Ya, ayo mencari aman!
-OoO-
.
"Fiuh… angin disini sangat sejuk, tak salah aku lebih memilih kabur dari kegiatan operasi semut dan memilih bersembunyi di halaman belakang. Sangat menyenangkan tidur di rerumputan hijau, dibawah pohon rindang, dan ditemani angin semilir seperti ini. Hyaaa…" Ucap Sungmin dengan seulas senyum yang mengembang. Ia membaringkan tubuhnya menghadap langit biru dan menutup matanya. Kedua tangannya yang melipat di belakang kepalanya pun ia jadikan sebagai bantalan. Berbaring disini sebentar sepertinya tak masalah, setelah itu ia akan kembali ke halaman depan sekolah.
"Sangat menyenangkan? Hm, aku pikir juga begitu." Seorang namja bertubuh tinggi duduk di samping Sungmin yang masih memejamkan matanya. "Ya, begitulah." timpal Sungmin seadanya, masih belum mendapatkan kesadaran penuh.
Satu…
Dua…
Tig-
'Deg!'
Sungmin membuka matanya cepat, dengan kedua matanya yang sukses melebar ia pun mengalihkan pandangannya pada seseorang yang berada di sampingnya.
"Kyu-Kyuhyun sunbae?" Ucap Sungmin tergagap. Ia pun bangkit dan merubah posisinya menjadi terduduk.
Oh sial! Ia terangkap basah!
"Jangan panggil sunbae, panggil saja Kyu. Sebenarnya umur kita sama." Ucap Kyuhyun sembari tersenyum dan menatap ke langit, hari ini pagi yang sangat cerah. Sungmin mengerjapkan matanya tak percaya. Namja ini… kenapa begitu ramah? Berbeda dengan pemikiran awalnya yang mengira Kyuhyun akan memarahinya karena menemukannya sedang bermalas-malasan di halaman belakang sekolah.
Sungmin sekilas menatap Kyuhyun. "Be-benarkah? Tapi, kenapa kau sekarang menjadi murid di tahun ketiga?" Tanya Sungmin binggung. "Oh, itu…" Kyuhyun sedikit terdiam.
"Itu karena aku cerdas dan aku loncat kelas" Ucap Kyuhyun tersenyum simpul. Begitu terlihat hangat dan menyenangkan saat Sungmin melihatnya.
'Oh, God! Aku baru menyadari betapa tampannya namja di sampingku ini…' Batin Sungmin sembari menatap dalam Kyuhyun yang masih setia memandang langit.
"Lee Sungmin?" Tanya Kyuhyun dengan sebelumnya membaca name tag di seragam Sungmin. "iy-iya, Kyu?" Jawab Sungmin gugup karena kini kedua mata kelincinya mendapat tatapan langsung Kyuhyun. Sadar atau pun tidak, Kyuhyun kini semakin mendekatkan wajahnya ke arah Sungmin.
Dag…
Dig…
Dug…
Hingga namja berparas aegyeo itu dapat merasakan deru nafas Kyuhyun yang lembut.
'Astaga… Apa yang akan ia lakukan?' Sungmin kembali bergelut dengan innernya. Secara refleks namja yang terkenal dengan kepandaian ber-aegyo itu menutup kedua matanya secara perlahan.
Ujung bibir namja berkulit putih pucat itu sedikit terangkat saat melihat reaksi Sungmin. "Aku ingin..." Ucap Kyuhyun dengan nada yang sangat rendah tepat di telinga kirinya, sangat terdengar sexy bagi Sungmin.
"I-iya?"
'Deg!'
"Kau.."
'Deg'
"Untuk.."
'Deg!'
"KEMBALI KE LAPANGAN SEKARANG, PEMALAS!"
'Jgerrrrr!'
"Kyaaaa!" Sungmin segera menutup kupingnya dan berlari meninggalkan Kyuhyun yang terkikik geli melihat tingkah Sungmin. Wajah Sungmin memerah padam menahan malu. Sial, ternyata Kyuhyun hanya berniat untuk mengerjainya!
"Hahaha, benar-benar menggemaskan." Gumam Kyuhyun sembari memperhatikan Sungmin yang kini tengah berlari secepat kilat menjauh darinya.
Ah, ini memalukan!
.
.
TBC
.
.
[A/N]
terimakasih sudah mereview dan masih setia mengikuti cerita fanfic saya yang satu ini CAN :3
BIG THANKS to: Annathan Kim |choi Ryeosomnia | aoora | Phylindan | syarimd | SparKSomniA0321 | AiiuRyeong9 | Greycells Lya | Yuzuki Chaeri | Cho hyuka | Jerthankim | Cho | | Lyn | jongwookie | Yewookito | Tabiwook | devi. | fieeloving13 | Gui-Xian | Nameryeryeo | Yewook unieq | YuniNJ | ichigo song | sycarp | SSungMine | R'Rin4869 | ririn chubby | RianaClouds | LQ | Evil Roommate | Han Rae Soo | nanissaa | Historia Rain | Guest | onechel
Review please~ ;)
