Hope you like this fiction :)
Saat ini mereka ada di café yang sama dengan sebelumnya. Jongin masih dengan saladnya dan Sehun masih dengan cheesecake-nya. Mereka membicarakan masalah umum seperti bagaimana di sekolah, pelajarannya, mengenai tingkah lucu ibunya Jongin yang akan menangis kalau melihat Jongin muncul di televisi dan hal ringan lainnya seperti teman pada umumnya.
"Eh Jjong aku mau nanya, tapi jawab dengan serius ya?" Sehun berkata.
"Kalimatmu tadi juga pertanyaan loh." Sehun melengkungkan bibirnya ke bawah, membuat Jongin tertawa dan mencubit pipi Sehun. Sehun tidak meringis sakit layaknya gadis-gadis remaja yang sedang digoda, dia hanya melepaskan tangan Jongin dari pipinya dan menatap tajam Jongin. Setelah berhenti tertawa Jongin pun berkata, "Baiklah, bertanya saja sesukamu dan aku akan jawab semampuku." Jongin mulai terlihat serius. Membuat Sehun tersenyum puas melihatnya.
"Pertanyaan pertama, jadi kenapa kamu bohong sama Krystal kalau aku pacarmu?"
Jongin terlihat berpikir sebentar sambil mengunyah saladnya sebelum menjawab, "Kamu kan memperkenalkanku pada Baekhyun dan Kyungsoo yang satu sekolah denganmu sebagai pacarmu, apa tidak aneh jadinya kalau aku bilang sama Krystal kamu bukan pacarku padahal Krystal kan teman sekolahmu juga, nanti kamu ketahuan bohong." Sehun mengangguk mengerti.
"Pertanyaan kedua, kenapa kamu bohong tentang banyak orang aneh di tempat kerjamu? Krystal menertawaiku masalah menggandeng tangan itu asal kamu tau ya ck menyebalkan." Sehun mencibir kesal.
Jongin mengusap tengkuknya gugup, "Well, gimana jelasinnya ya?" Jongin terlihat berpikir sejenak, "Hmmm karena aku gugup…mungkin." Suaranya mengecil di kata terakhir.
Sehun mengernyit bingung, "Gugup? Di tempat kerjamu sendiri? Aku pikir itu bukan pemotretan pertamamu. Aku pikir model professional tidak akan gugup lagi." Sehun terus bergumam.
"Tidak juga. Darimana kesimpulanmu itu? Di depan kamera mungkin seorang model akan terlihat tenang dan biasa saja, tapi kamu kan tidak tahu apa yang dirasakannya sebelum pemotretan berlangsung." Jongin menjelaskan dan Sehun hanya mengangguk paham.
"Pertanyaan ketiga, kenapa kamu mengajakku pulang bersama?"
"Agar kita terlihat seperti pasangan sungguhan, kita harus total kalau berakting kan?" Sehun hanya mengangguk lagi.
"Kenapa kamu tidak jadi aktor sekaligus model saja seperti Kim Woo Bin kalau begitu? Marga kalian sudah sama ngomong-ngomong."
"Entahlah, saat menjadi trainee aku memang diajarkan berakting, tapi aku rasa akting bukan untukku." Lalu kenapa aktingmu menjadi pacarku bisa sebaik ini? Tapi Sehun menelan kembali pertanyaan itu.
"Memangnya cita-citamu jadi apa?"
"Model."
"Berarti sudah kesampaian ya? Kamu kan sudah jadi model yang hebat sekarang."
"Tidak juga. Aku ingin sekali menjadi model untuk fashion show di Paris fashion week, yaah siapa tau dari situ aku bisa berkarir di Eropa." Jongin terlihat sedang membayangkannya. Dilihat dari matanya yang berbinar sepertinya dia benar-benar menginginkannya. "Ah iya, aku mengajakmu bertemu juga sekalian ingin mengajakmu menemaniku untuk jadwal nanti."
"Jadwal apa?" Sehun bertanya heran.
"Aku diminta menjadi model fashion show untuk pakaian musim semi awal bulan nanti. Fashion show akan berbeda dari pemotretan kemarin, jadi kupikir kamu mungkin ingin melihat sisi pekerjaanku yang lain."
"Dengan menggandeng tanganmu sebelum kamu berjalan di catwalk?" Sehun sedikit menyindir Jongin.
Jongin melengkungkan bibirnya ke bawah, "Kalau tidak mau ya sudah aku kan hanya menawarkan." Jongin juga suka sulking ternyata.
Sehun terkekeh melihat tingkah Jongin, Jongin yang melihat Sehun terkekeh pun kembali tersenyum, "Kan aku yang penasaran sama dunia model, masa aku menolak kesempatan untuk tahu lebih jauh lagi hanya karena harus menggandeng tanganmu sih? Aku pasti datang, kamu tenang saja."
Senyum Jongin tambah lebar mendengarnya, "Semoga tidak menganggu jadwal ujian akhirmu ya Sehunna." Sehun terdiam.
"Aku baru ingat sebentar lagi kita ujian, memangnya kamu tidak ujian Jongin?"
"Ujianku berbeda karena aku mengikuti program khusus." Sehun mengangguk paham.
"Besoknya ujian pun aku akan datang untuk memberimu semangat!" Sadar atau tidak pernyataan Sehun memberi sedikit kehangatan di dada Jongin. Selama ini yang melihat Jongin melakukan fashion show hanya kedua kakaknya saja, ibunya pernah diajak juga, tapi beliau malah menangis sangking bangganya, jadilah ayahnya hanya menemani ibunya menonton dia dari rumah. Teman? Sebenarnya statusnya sebagai 'model berpotensi' membuatnya susah mendapat teman yang benar-benar teman. Maksudnya, siapa sih yang tidak mau punya teman model? Sehun berbeda menurutnya, langsung memintanya pura-pura jadi pacar walaupun belum kenal. Jongin hanya merasa cocok dengan Sehun, entah itu hanya sebagai teman atau lebih.
"Tapi Jongin, apa manajer Shin tidak akan memarahimu?" Sehun bertanya.
"Kenapa dia memarahiku?"
"Kamu kan tidak boleh pacaran sampai lulus SMA, sedangkan sekarang kamu pura-pura jadi pacarku."
"Pura-pura kan? Tidak sungguhan. Lalu apa masalahnya?" Sehun menggeleng pelan. Sehun jadi berpikir, Jongin bisa saja bilang akting bukan untuknya, tapi itu tidak berarti dia tidak bagus dalam berakting kan? Hanya akting Sehun, jadi jangan jatuh terlalu jauh Sehun mengingatkan dirinya.
Karena besok Jongin ada pemotretan di suatu majalah jadi dia tidak pulang ke rumah orang tuanya. Setelah mengantar Sehun pulang, Jongin langsung kembali ke apartementnya. Dia baru mau masuk ke dalam kamarnya saat manajer Shin menegurnya, "Sehun itu cukup menarik ya?" Dia memulai. Jongin hanya diam karena dia tahu ini tidak baik, langkahnya membolos untuk pulang bersama Sehun itu salah. Dan kelihatannya manajer Shin tahu mengenai itu.
"Untungnya dia adorable. Ingatlah kamu masih harus menunggu sampai lulus SMA dulu." Jongin hanya mengangguk dan menggumamkan kata mengerti kemudian masuk ke kamarnya.
Hari ini Jongin akan menjalankan fashion show-nya. Sehun berangkat bersama Krystal karena Jongin harus berangkat bersama manajernya. Jongin harus melakukan sedikit rehearsal dan juga fitting baju yang akan di kenakannya nanti. Selain itu Jongin juga harus mendengarkan arahan dari designer tentang bagaimana kesan yang harus Jongin sampaikan tentang baju itu kepada tamu yang datang.
Sehun dan Jongin baru bisa benar-benar bertemu setelah Jongin sudah siap dengan make-up dan baju pertama yang harus dia tampilkan. Jongin sengaja berdandan lebih awal dari model yang lain agar bisa lebih lama menghabiskan waktu dengan Sehun. Karena Jongin sudah mengenakan pakaian untuk ditampilkan, jadi Sehun tidak bisa menggandeng tangan Jongin seperti biasanya. Sebagai gantinya Jongin hanya menggenggam tangan Sehun. Tangan besar Jongin terasa dingin bagi Sehun. Dia tahu Jongin gugup jadi dia hanya diam saja, Sehun kan tidak terlalu bagus untuk urusan menenangkan orang. Jadi dia tidak mau mengambil resiko membuat mood Jongin jadi jelek hanya karena dia salah bicara.
Keadaan mereka yang hanya diam sambil sesekali curi pandang satu sama lain diam-diam menarik perhatian orang yang ada disana, belum lagi tangan mereka yang bertautan. Krystal yang melihat itu jadi gerah sendiri, pasalnya dia melihat kalau manajer Shin terus memperhatikan keduanya dengan pandangan yang membunuh. Jadi Krystal mengambil inisiatif untuk menyelamatkan keduanya.
"Sehun, kurasa kita harus cepat keluar dari sini. Acaranya akan dimulai sebentar lagi, aku tidak mau tempat kita diambil oleh pers-pers nakal." Krystal memberikan sedikit pandangan pada Jongin berharap Jongin mengerti kalau manajer Shin dari tadi memperhatikan mereka berdua.
Sehun sebenarnya tidak rela, dia ingin menunggu Jongin di sini saja tapi mengingat dia tidak bisa banyak membantu disini jadi dia mengangguk dan meremas sedikit tangan Jongin seperti mengatakan jangan gugup. Jongin hanya tersenyum karenanya, setelah itu Sehun berjalan mengikuti Krystal ke bangku yang sudah disiapkan untuk undangan.
Fashion show-nya berjalan lancar. Jongin benar-benar mempesona saat running tadi. Yang membuat Sehun senang sebenarnya saat Jongin menggandeng model wanita untuk pakaian ke tiganya, seharusnya dia melakukan eye contact dengan model wanita itu kan? Tapi Jongin malah melakukannya dengan Sehun. Well, Sehun hanya berharap tidak banyak yang menyadarinya.
Dan sekarang Sehun sedang bersama Krystal menunggu Jongin yang harus berganti baju dulu. Jongin mengirim pesan agar Sehun menunggu di mobil saja tadi. Sehun sudah menyiapkan mawar biru untuk mengucapkan selamat atas suksesnya fashion show tadi. Lima belas menit mereka menunggu, akhirnya terlihat juga Jongin yang sepertinya terburu-buru. Sehun pun keluar dari mobil sambil membawa bunganya.
"Maaf membuatmu menunggu. Susah sekali untuk berganti baju tadi." Jongin berbicara langsung begitu berhadapan dengan Sehun." Krystal membesarkan volume radio yang sedang di dengarnya begitu Jongin berbicara. Mungkin dia iri.
"Bukan masalah. Selamat ya atas suksesnya fashion show-mu. Aku tidak bisa memberikanmu benda-benda branded seperti model-model lain, jadi yaa selamat." Sehun mengatakannya dengan pipi yang bersemu sambil menyerahkan bunganya. Di dalam mobil Krystal sudah menggigiti lengan bajunya karena gemas akan tingkah Sehun dan Jongin.
"Woaah mawar biru, akan ku cari artinya nanti. Ngomong-ngomong Sehun, terima kasih sudah datang dan mau menggenggam tanganku tadi." Jongin mendekatkan wajahnya pada Sehun yang benar-benar sudah merah sampai ke kuping dan mengecup ujung bibir Sehun. Hanya ujungnya tapi efeknya sangat besar untuk keduanya.
And I'm thinking 'bout how people fall in love in mysterious ways
Maybe just the touch of a hand
Well, me—I fall in love with you every single day
And I just wanna tell you I am
Terdengar lagu yang sedang didengarkan Krystal dari dalam mobil. Semuanya seakan berhenti. Krystal melebarkan matanya tidak menyangka Jongin akan mencium Sehun disini, well, dia tidak bisa melihat dengan jelas Jongin mencium bagian mana saja kan?
Jongin menjauhkan kembali wajahnya dan tersenyum. Itu bisa dibilang ciuman pertamanya tidak? Ujung bibirnya saja sudah sangat manis, membuat Jongin ingin merasakan lebih, tapi logikanya mengingatkan bahwa ini tempat umum dan mungkin saja banyak paparazzi yang mengincar skandal kan?
Sehun? Dia sudah sangat memerah. Rasanya ribuan kupu-kupu menggelitik perutnya, jantungnya berdegup sangat kencang sampai rasanya dia pikir bisa menembus tulang rusuknya dan melompat keluar. Itu ciuman pertamanya okay, dan dia memberikannya pada Jongin yang bahkan hanya pacar bohongannya. Sehun bahkan bingung apa yang dirasakannya sekarang, diotaknya hanya ada rasa saat bibir tebal Jongin menyentuh ujung bibir tipisnya.
"Ehem, kupikir aku sudah memperingatimu Jongin, dan bukankah kamu sudah menyetujuinya?" Yang itu manajer Shin, yang entah darimana datangnya. Jantung Sehun yang tadinya melompat-lompat serasa jatuh ke perut sangking kagetnya. Jongin dan Krystal tidak kalah kagetnya melihat manajer Shin yang tiba-tiba muncul.
"Sehun-ah, sekarang sudah lebih dari teman ya?" Manajer Shin melangkah mendekat kearah Sehun, Jongin langsung memasang badan melindungi Sehun, khawatir manajer Shin berbuat yang tidak berani dipikirkannya. "Sebaiknya kamu belajar lebih rajin lagi, kamu ingin menjadi anchor kan? Belajarlah untuk melafalkan hurus S dengan benar."
Setelahnya dia langsung melingkarkan lengannya ke leher Jongin dan menyeret Jongin menjauh dari sana. Penolakan Jongin pun tak dihiraukan olehnya. Sementara Sehun masih terdiam, bahkan dia tidak sadar saat Krystal memasukkannya ke dalam mobil. Semua ini terjadi terlalu cepat dan dia tidak menyangka kalau kebohongan kecilnya pada Baekhyun dan Kyungsoo bisa menyebabkan hancurnya mimpi seseorang yang tanpa sadar telah mewarnai hidupnya yang biasa saja.
Isn't it will remind you when Sehun and Jongin took a catwalk together with some of girl and they just have an eye contact? just both of them! Well, that's one of my favorite moment of theirs. And how do you think about the story? Is it good enough?
