Desclaimer : TaoRis punya tuhan :3

Rating : T

Pair : TaoRis, HunTao . changmin, luhan.

Genre : Hurt/Comfort

PS: disini saya buat sehun nya jadi 93 line :D

No Need To Know

Chapter 3

Author POV

Hari ini seorang namja bermata panda sedang berpose dengan cool nya sambil menatap kamera dengan mata dark choco dinginnya. Ya, huang zi tao atau Edison huang sedang melakukan pemotretan untuk sebuah majalah yang sangat terkenal.

Tao beristirahat sejenak sambil duduk di kursinya. Kemudian terlihat 2 orang namja dengan tinggi diatas rata-rata datang kearah mereka -luhan dan tao-.

"Ah changmin kau sudah datang" ujar manajer tao –luhan- pada salah satu namja yang dipanggil changmin tersebut.

"ne luhan. Oh ya ini dia yang ku bilang padamu kemarin soal model pendatang baru itu." changmin sambil sedikit mendorong namja tinggi yang ada di belakangnya.

"wah. Omonganmu kemarin benar changmin-ah. Wajahnya tampan. Akan sangat cepat pasti jadi populer" luhan terkesima melihat dari atas ke bawah namja tinggi berambut pirang tersebut.

'akan ada model baru? siapa?' batin tao yang sedari tadi duduk dan tak sengaja mendengar luhan berbicara dengan seorang namja yang tadi dipanggil changmin.

"oh iya ini tao. Kau pasti sudah tau. Edison huang" ujar luhan antusias sambil sedikit menarik tangan tao untuk berdiri.

"oh ne. aku sudah tahu. Yak hunna cepat perkenalkan dirimu pada Edison" changmin –sedikit memaksa- namja tersebut untuk berdiri depan tao.

tao melihat namja di depannya. tinggi 181 cm dan rambut pirang nya.

"annyeong. Oh sehun imnida. Aku 93 line. Mohon bantuannya ne" ujar namja yang bernama sehun tersebut sambil tersenyum sedikit tetapi menawan.

"ne, Edison huang, cukup panggil aku tao. Aku juga 93 line" jawab tao singkat dan dingin.

"yak jangan berbicara sedingin itu pada sehun, aish kau ini." Gerutu luhan

"akan lebih memalukan jika aku berbicara dengan aegyo ge" jawab tao tanpa melihat luhan.

'namja yang menarik' batin sehun.

Kini pemotretan sesi ke 2. Kini tao dan model baru –sehun – sedang di make up.

Setelah selesai di make up dan memakai busana tema pemotretan, mereka berdua saling tatap.

"aku harus memanggilmu apa?" Tanya sehun ketika mereka sedang menunggu sang fotografer siap.

"terserah kau" jawab tao singkat tanpa melihat sehun.

"aah, terserah? Arraseo aku akan memanggilmu yeobo~" ujar sehun menatap tao dengan sedikit nada aegyo ketika nada 'yeobo' diucapkan.

"menggelikan. Aku tidak suka" jawab tao bosan

"noona?" Tanya sehun lagi sambil tersenyum jahil kearah tao.

"yak aku namja!" jawab tao memukul tangan sehun kesal. Sedangkan yang dipukul hanya terkikik ria.

"kalau anae bagaimana? kau memanggilku nampyeon dan aku akan memanggilmu anae!" tukas sehun kelewat semangat.

"kita belum menikah bodoh" jawab tao dingin.

"kita menikah sekarang saja kalau begitu! ayo kajja kita menikah!" ujar sehun semangat.

"bodoh! kita namja!" tao refleks meninju sehun. sedang yang ditinju hanya terus terkikik.

sehun terlihat terus berpikir.

"aaah bagaimana kalau eonni? Aah aniyo. Dongsaeng? Aaah jangan. Aah! Oppa! Oppa~ oppa~" tukas sehun lagi dengan nada dan tingkah laku aegyo nya.

Tao hanya memandang sehun dengan tatapan dinginnya.

"jangan bertingkah lucu. Aku tidak suka. Bersikaplah dewasa!" ujar tao tanpa melihat sehun.

"arraseo oppa. Aku akan bertingkah dewasa" ujar sehun dengan nada imut yang dibuatnya –tentunya – sambil menahan tawanya.

"YAK! Jangan panggil aku dengan nama menggelikan itu sehun!" teriak tao kesal.

Sebenarnya sehun tau, tao adalah orang yang pendiam dan dingin. Ia terlalu bersikap serius dan tidak pernah tertawa sedikitpun. Sehun tau, tao sangat kesepian karena ia tidak mempunyai teman satupun selain luhan. Untuk itulah sehun berusaha menghibur tao. Meskipun sehun juga termasuk namja yang dingin, tetapi ia tidak sedingin tao. Ia masih memliki rasa humor dan humoris yang agak tinggi. Ia sangat tidak peduli dengan respon orang yang ia jahili entah itu marah sekalipun ia tidak akan peduli.

Dan sebenarnya sehun tau, kisah masa dulu seorang huang zi tao. Ditinggalkan pacarnya bernama kris dengana alasan ia seperti anak kecil, sangat tidak masuk akal. Dan tao, adalah orang yang trauma akan masa lalu.

Dan yang sehun dengar, kini tao bersekolah di sekolah yang sama dengan kris. Entah karena alasan apa, sehun ingin melindungi tao dari namja berengsek bernama kris itu. Ia tak ingin melihat tao yang sakit.

.

.

Pemotretan pun dimulai.

"baiklah tao, disini kita akan memperkenalkan model baru bernama oh sehun. Dan tema kita hari ini adalah percintaan remaja" ujar sang fotografer.

"jadi, kalian harus berpose se-romantis mungkin ne" lanjutnya.

Se-romantis? Waw sehun langsung ber smirk ria dan dengan santainya ia memeluk tao dari belakang dan mendekatkan bibirnya ke telinga tao.

Tao kaget. Baru kali ini ada yang berani memeluknya dari belakang. Refleks ia menoleh ke belakang dan melihat sehun dengan senyum dan watadosnya.

"rileks. Kau sudah professional kan?" ujar sehun berbisik di telinga tao dan dengan sedikit mendesah. Refleks itu membuat tao memejamkan matanya menahan geli karena nafas sehun berada di titik sensitifnya.

Ceklek *bunyi kamera*

Fotografer yang melihat pose keduanya seperti itu pun langsung memotret mereka.

"yap! Itu bagus sehun-ah. Kau seperti model professional. Sekarang pose yang lain ne" ujar sang fotografer.

Dan mereka –sehun dan tao – melakukan berbagai pose romantis ala orang yang tengah jatuh cinta.

Sedangkan di satu sudut, terlihat dua orang namja yang berbeda tinggi mereka sangat kontras –luhan dan changmin – menatap kedua namja yang tengah berpose dengan romantis hanya membuka mulut mereka.

"mereka cocok ne" puji luhan.

"sangat cocok" tambah changmin.

Dan mereka terus melihat kedua sejoli itu dengan terus membuka mulut mereka.

.

.

.

-skip-

Pemotretan telah berakhir 10 menit yang lalu. Kini 4 orang namja –sehun, tao, luhan, changmin – sedang duduk istirahat di kursi.

Sehun yang mulai merasa bosan karena keadaan yang hening pun langsung memeluk pinggang tao dari samping dengan sangat erat. Sontak yang dipeluk hanya bisa kaget

"yak sehun lepas! Jangan seperti anak kecil!" ujar tao terus memukul tangan sehun.

"tidak mauu. Aish oppa ja'at sama sehun" jawab sehun dengan nada aegyo dan mempout kan bibirnya.

"jangan sampai kau ku wushu sehun" jawab tao lagi dengan nada dingin.

"oppa jangan wushu in sehun~ nanti muka sehun enggak lucu lagi deh~" balas sehun dengan nada dan muka super imutnya.

Sementara tao hanya diam dan terlalu malas untuk membalas omongan sehun yang menurutnya tidak lucu.

Sehun ingat sesuatu.

"luhan-ge apakah tao oppa sudah sekolah?" Tanya sehun dengan (masih) memeluk tao erat.

"kau memanggil luhan dengan sebutan 'ge' darimana?" Tanya tao intens

"darimu. Tao oppa tadi panggil luhan dengan sebutan 'ge' jadi aku ikut" jawab sehun dengan puppy eyes nya.

Luhan kaget. "oppa? Tao-ie kau dipanggilnya oppa" ujar luhan

"panggilan memuakkan" desis tao.

"aku membencimu sehun" ujar tao dingin.

"aku juga menyayangimu tao oppa~" jawab sehun dengan aegyo face.

"oh ya aku lupa. Apakah tao oppa sudah bersekolah?" Tanya sehun pada luhan.

"sudah" jawab luhan singkat.

"jinjja? Dimana? Aku juga ingin bersekolah dengan tao oppa" ujar sehun manja.

Changmin yang melihat sehun berakting aegyo hanya bersweat drop.

'kau berikan azab apa pada sehun sehingga ia dari namja dingin menjadi manja dan menggelikan ini' batin changmin.

"aku tidak mau satu sekolah dengan mu" jawab tao dingin.

"manajer hyung ayo kita ke sekolah tao hari ini! Biar besok aku bisa bersekolah dengan tao oppa" ujar sehun kelewat antusias dan semangat seolah tak memperdulikan tao berbicara apa tadi.

.

.

.

Monday, at school

"yaakk! Kalian sudah lihat belum?!" Tanya sunny antusias kepada Jessica dll.

"lihat apa?" Tanya amber.

Lalu sunny mengeluarkan majalah dengan cover depan tao dan seorang namja berambut pirang.

"ini! Lihata Edison oppa! Sekarang ada model baru yang namanya oh sehun! Dan kudengar ia akan bersekolah disini! Kyaaaaaa aku tidak menyangka ia akan sekolah disini jugaaa" ujar sunny dengan genitnya dan sangat terlihat antusias.

Sementara di tempat lain

Seorang namja dengan tinggi 188 cm dan wajah bak pangeran terdiam menatap iPad miliknya yang sedang menampilkan seorang namja bermata panda yang tak lain adalah huang zi tao, panda 'nya' yang dulu.

Kris menggeram kesal karena di foto dalam iPadnya tersebut terlihat seorang namja yang tampan sedang memeluk tao 'nya' dari belakang dan –seperti – mengecup pelan telinga tao 'nya' dan yang paling membuat kris marah adalah ketika tao nya hanya memejamkan mata seperti menikmati namja yang ada di belakangnya.

'dia tidak boleh menyentuh tao ku!' batin kris marah.

'aku harus membuat tao kembali padaku'

'tapi… aku sudah dibenci olehnya, pantaskah aku? Ah..apa yang harus aku lakukan? Aku menyesal..'

'tao-ie.. tak ada lagi kah diriku dalam hatimu eh? aku ingin mendapatkan hatimu lagi tao..' batin kris yang terus menyesal karena meninggalkan tao-nya di masa lalu.

Di halaman sekolah

Terlihat sebuah van hitam berhenti. Mobil van tersebut tidak lain adalah pemilik namja bermata panda bernama huang zi tao, seorang artis sekaligus model dunia. Keluarnya ia dari mobil, langsung para yeoja –seperti biasa – mengerumuni nya sambil meneriakkan namanya.

Tiba-tiba, sebuah van berwarna putih susu juga berhenti tepat dibelakang van milik tao. Tao yang penasaran hanya menolehkan kepalanya ke kiri dan ia bisa melihat seorang namja yang keluar dari van tersebut.

'dia lagi. Ternyata dia benar benar sekolah disini' batin tao malas.

Ya orang itu adalah oh sehun, yang –menurut tao – adalah pengganggu dan bedebah kecil dirinya.

Sehun keluar dan langsung melihat tao. Ia menghampiri tao dengan senyum menawannya yang membuat seluruh fans tao yang sedang mengerumuninya menjadi HunTao shipper (?)

"annyeong oppa~ kkk" bisik sehun dengan nada aegyonya di samping telinga tao.

"menjauhlah dariku" desis tao dingin sambil berjalan cepat menjauhi sehun.

Sehun melihat tao yang berjalan cepat hanya bersmirk dan langsung melingkarkan tangannya di pinggang tao dengan erat. Tao refleks memukul tangan sehun.

"jauhkan tanganmu dari ku mesum" ujar tao.

"aish oppa~ aku bukan mesum~ aku oh sehun~" jawab sehun dengan watados dan aegyonya.

Melihat sehun melingkarkan tangannya di pinggang tao, sontak seluruh fans pun makin gaduh.

"lihat oppa, sepertinya fans menyukai kita kkk" bisik sehun

"diamlah atau kau besok tidak bisa melihat matahari terbit sehun" jawab tao dingin.

Mendengar kegaduhan di luar, kris tau tao sudah sampai disini. Kris pun keluar kelas dan melihat 2 orang namja yang tampak serasi. Ya dia itu huang zi tao dan satunya adalah namja yang kris lihat di iPadnya yang seenaknya mengecup telinga tao 'nya'.

Dada kiri kris semakin sakit melihat namja model baru tersebut melingkarkan tangannya di pinggang tao 'nya'.

'apakah mereka pacaran?' batin kris sambil melihat tao dengan tatapan pedih.

Melingkarkan tangannya di pinggang tao, yang dulu sering kris lakukan, kini sudah berubah menjadi tangan orang lain.

'tao-ie, aku tidak suka melihatmu dengan namja itu' geram kris.

Sebenarnya, ia akan menghajar habis-habisan model baru tersebut jika ia dan tao masih berpacaran. Tapi itu dulu kan? Sekarang kris bukan siapa-siapa tao. Ia tak berhak untuk menghajar namja model baru tersebut. Dan sekarang yang ia lakukan adalah menahan hatinya yang terasa sakit dan menatap pilu namja bermata panda tersebut.

Tao berhenti di depan pintu masuk kelasnya. Bukan karena sehun yang terus memeluk pinggangnya, tetapi karena ada seorang namja dengan bau peppermint khas nya yang tao sangat hafal berdiri di depannya.

Itu kris.

"aku mau lewat" ujar tao dingin tanpa melihat kris yang ada di depannya.

Kris pun tersadar lalu ia bergeser sedikit untuk membiarkan tao 'nya' masuk kedalam kelas.

Kris hanya bisa menatap pedih tao yang lewat tanpa menatapnya.

Ketika ia berpapasan dengan model baru tersebut, kris menatapnya dengan tatapan tajam sedangkan namja yang ditatap hanya ber smirk.

Sehun tau, itu adalah wu yi fan atau kris. Orang masalalu yang menyakiti tao.

"oh sehun imnida." Ujar sehun memperkenalkan dirinya ke kris sambil terus ber smirk.

Kris hanya terdiam menahan geram dengan namja yang bernama sehun.

Sehun lalu melepaskan tangannya dari pinggang tao dan berjalan menuju kris. Kris hanya menatap sehun geram.

"oh ya, kalau tao jadi milikku, tidak apa-apa kan? Lagian kau tidak memilik hak sedikitpun. Kekeke"

Tambah sehun dengan berbisik tepat di samping telinga kris yang shock mendengarnya.

DEG

DEG

DEG

'kalau tao jadi milikku, tidak apa-apa kan?'

.

.

.

.

TBC

Chap 3 ini sedikit panjang ya ._. ini dia yang kemarin ada yang minta terus buat kris sakit hati dan ada orang lain itu. Author pilih HunTao aja ya kkk~ xD

Ff ini author belum tau selesai di chap berapa u,u

Thanks buat semua yang udah review ya muah muah :***** (?) -_-

Oh ya, ada masukan nanti next chap nya gimana? Kkk :3

Seperti biasa, RnR JUSEYOOOOO~ *teriak pake tao eh toa*