XxX Luvly-Merry-go-ROUND xXx

MATTGASM: oh yes, hi minna-san!! Bagaimana kabar anda?? Pastinya tidak seperti saya yang masih mengukum diri sendiri gara-gara itu tuh! Wahahaha! Saiah emang manusia bejat... xP

TerdakwaBerinisialA:astaga...Masih itu aja terus topiknya selama 2 bulan ini?? GANTI TOPIK KEK, DUDUD!!!

MATTGASM: BODO! SUKA-SUKA GUA! DIEM LU, (-sensor-)!!! DX

To Nyu2: sankyuu pict-nyaaa...hehe...Schneizel ganteng amat yaa? Jadi doyan deh. xD iya yak Villetta... ampir aja lupa ama itu cewek atu...hehe...tapi tetep aja, Suzaku item-keling...xP hehe..iya nih... pengen bikin Fem!Suzaku...abis, kalo fem!Lulu kan buasyi...hehe XD Lulu harus gentlemen macho dong! Kan cowo perlente, HAHAHAHAHA. Haa~ saia ngga sedih kokk... udah cape, merasa sedih buat orang yang ngga akan pernah bales ucapan maap... ==; well..LIFE GOES ON, right?? :D but it's so hard to forget.....

To KuroNezumi: iya ya? Enakan dipanggil Suzaki...apaan tuh Suzako! Emangnya Luluko! –halah- sankyuu for the review, Nezu-chan ^^;

To Charlotte d'Cuchemar: IYAAA~~K! KEREND KAND!!! UAHAHAHAH~ kok malah ketawa! Dramatis dong, kan kayak sinetron jaman sekarang...HUAHAHAHAHA~~!!!

To Vikari Fujitsuka: iyap, makanya itu kami telah mempersiapkan: KALLEN BASHING. Nyu2 senpai juga menyarankan XD fem!Suzaku! menyeramkan, sekaligus seru! :D

©Code Geass is belongs to CLAMP, Sunrise, and TBS.

X.X.X.X.X.X.X.X.X.X..X.X.X.X.X..X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X..X.X.X..X.X.X.X.X.X..X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X

"uwaaa~!!" Suzaki terkagum-kagum ketika melihat kamar yang akan dia tempati, kamar itu sangat luas sekali, ada 1 queensize bed, 1 lemari baju yang sangat besar, 1 meja belajar yang terbuat dari kayu mahoni, 2 sofa merah besar, 1 kamar mandi kecil, dan 1 dapur kecil yang lengkap dengan microwave. Suzaki merasa benar-benar sangat beruntung.

"ini kamarmu, Suzaki-chan! Semoga kau betah disini!" kata Milly yang masuk duluan kedalam kamar baru Suzaki, baru kemudian disusul oleh sang pemilik kamar yang langsung berputar-putar mengitari kamar itu.

"pasti! Pasti aku akan betah disini, kamar ini luar biasa! Lengkap banget!" entah Suzaki yang norak atau memang kamar itu luar biasa bagusnya.... gadis itu lalu duduk dipinggir tempat tidurnya yang baru, kasurnya begitu empuk sampai-sampai Suzaki terjumpal ketika duduk disana.

"he-eh! Besok Suzaki-chan bisa bersekolah bareng sama kita yaa!" ujar Shirley yang datang bersama Rivalz, dia menyuruh pemuda malang itu untuk membawa Semua koper milik Suzaki dan menaruhnya didalam lemari. xD

"ha~ iya! Aku dapat kelas yang sama dengan kalian, iya bukan??" Tanya Suzaki yang akhirnya berhasil keluar juga dari perangkap kasur empuknya. xP

"kau tidak sekelas denganku, namun dengan Shirley. Dan juga dengan...." ada senyuman ala bobcat muncul diwajah Milly, begitupun juga dengan Shirley yang tertawa cekikikan.

"kau juga sekelas dengan Lelouch-kun, Suzaki-chan~" kata Shirley yang entah mengapa girang sendiri. Milly dan Shirley kemudian tertawa seperti maniak setelah itu. Suzaki bingung melihat sikap kedua temannya yang sangat aneh ini, kenapa mereka terlihat senang sekali??

"Suzaki-san, hiraukan saja mereka. Yang penting kau senang berada disini, iya bukan??" kata Rivalz setelah selesai memasukan koper-koper Suzaki kedalam lemari.

"hai! Aku sangat senang sekali, Rivalz-kun!" ujar Suzaki. Senyuman kembali merekah diwajahnya, dan itu membuatnya sangat manis. Muka Rivalz jadi merah ketika melihat senyuman Suzaki, bahkan dia sampai mundur kebelakang karena tak kuat melihat kemanisan Suzaki.

"oh iya, Suzaki-chan, aku lupa memberitahumu..." merasa sudah cukup berbuat hal bejat (baca:ketawa nista) Milly langsung mengalihkan pandangannya kembali kepada Suzaki.

"eh? Memberitahu apa?" Tanya Suzaki dengan wajah Innocent.

X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X..X.X.X.X.X.X.X.X..X.X.X.X..X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X..X.X.X.X.X.X.

Lelouch senyam-senyum sendiri ketika dia berjalan ditaman untuk menemui adiknya yang baru saja pulang dari siaran radionya, dia merasa sangat senang telah menghabiskan waktu bersama Suzaki diatap sekolah... walaupun hanya sebentar, namun terasa seperti selamanya bagi Lelouch...

"ah, Onii-san!!" sahut Nunnally yang berada didekat taman bunga mawar. Gadis itu memutar kursi rodanya untuk melihat Lelouch berjalan menghampirinya.

"Nunnally, bagimana siaran radiomu?" dengan lembut Lelouch menepuk pundak Nunnally, setelah itu dia duduk dibangku taman yang tak jauh dari kursi roda Nunnally berada.

"hebat! Aku mendapatkan banyak surat penggemar lho, aku tak menyangka kalau penggemarku sebanyak itu! He-he...lalu, Onii-san sendiri?" Nunnally terlihat sangat senang sekali, dia sampai bergoyang kecil ketika menceritakan hari-nya kepada Lelouch.

"hmm...hari ini...aku bertemu dengan Suzaki Kururugi...." ada kebahagiaan terpancar diwajah Lelouch ketika meyebutkan nama Suzaki. Nunnally terlihat shock setelah kakaknya mengatakan nama Suzaki, dan perlahan-lahan Nunnally terlihat seperti mau berteriak senang.

"aaah!!! Suzaki-chan!! Suzaki-chan!! Apakah dia disini?? Onii-san bertemu dengannya?? Kenapa tak bilang kepadaku?? Sekarang dimana Suzaki-chan??" sahut Gadis berambut coklat muda itu, dari matanya terlihat antusiasme yang sangat tinggi. Lelouch tertawa melihat sikap adiknya yang tak sabar untuk menemui Suzaki.

"sabar, Nunnally. Aku dan Milly sedang menyiapkan pesta kecil-kecilan untuk merayakan kepindahan Suzaki ke sini, kau bisa menemuinya nanti." Lelouch menyuruh adiknya itu untuk tenang dan sabar, menyimpan Semua kegembiraanya untuk nanti.

"benarkah?? Uwaaah...senangnya!! Onii-san, Onii-san, bagaimana rupa Suzaki-chan sekarang??" Nunnally jadi semakin antusias.

"hmmm....dia tambah tinggi... rambutnya masih tetap pendek... wajahnya sangat cantik...yah...susah untuk dideskripsikan..." ketika mendeskripsikan rupa Suzaki kepada adiknya, tiba-tiba ada seseorang yang masuk melalui pintu sebelah.

"aduh, nona! Anda tak boleh sembarangan masuk...." kepala pelayan, Sayoko, berusaha untuk menghentikan seseorang yang masuk secara paksa ke taman milik Lamperouge bersaudara itu, namun sayangnya orang itu sudah masuk duluan.

Dan kalian pasti tahu siapakah dia. "Lelouch, aku mencarimu kemana-mana." Kallen Stadfelt. Dengan gayanya yang perlente, dia berjalan menghampiri Lelouch dan Nunnally, membiarkan Sayoko yang ngamuk-ngamuk sendiri karena gadis itu masuk kedalam dengan seenaknya saja.

"Kallen?" air wajah Lelouch langsung berubah ketika melihat gadis berambut merah itu berjalan menghampirinya, gadis yang benar-benar sangat terobsesi dengan dirinya. Padahal Lelouch tak mengenal dengan baik gadis ini.

"hmph..." Nunnally menghela nafas panjang, satu-satunya orang yang dia benci di Ashfords ini ialah; Kallen seorang. Dan kenapa pula gadis itu dengan seenaknya masuk kedalam tempat mereka?

"kemana kau? Tadi aku cari di OSIS nggak ada." Kallen bertolak pinggang dihadapan Lelouch dan Nunnally, membuat Lamperouge bersaudara itu memalingkan wajah karena malas melihat Kallen dan sikap sombong+perlentenya itu.

"memangnya Semua urusanku kau harus tahu? Lagi pula, mengapa kau masuk ke ruang OSIS? Kau tak memiliki wewenang disana." Lelouch hanya memperlihatkan sikap sinisnya hanya kepada beberapa orang saja, dan salah satunya ialah Kallen.

"tentu saja. Kau tadi pergi berdua dengan Suzaki Kururugi, si murid pindahan baru itu?" Kallen menampilkan muka jijik ketika mengatakan nama Suzaki, dan itu membuat Lelouch dan Nunnally merasa sangat kesal.

"Kallen-san, anda tak seharusnya berada disini. Mengapa anda tak berada di tempat-tempat yang lebih high class? Seperti...hmm... gudang? Atau tempat pembuangan akhir? Kurasa tempat itu lebih cocok untukmu" Nunnally merasa sangat menang ketika dia mengatakan hal itu. Apalagi saat dia melihat wajah kesal Kallen.

"kau-! Jaga bicaramu, dasar anak-anak." Kallen mencoba untuk membalas perkataan Nunnally, namun dia tak bisa. Apalagi kalau dia mencoba untuk melukai Nunnally. Tak sedikit orang yang akan mencari lalu membunuhnya.

"Stadtfeld, keluar dari rumahku, sekarang juga." Suruh Lelouch. Semua orang tahu, kalau Lelouch sudah mulai suruh-suruh pasti dia sudah merasa muak sekali.

"tidak! Aku tak mau! Apa hubunganmu dengan gadis jepang itu, Lelouch??" Kallen terlihat semakin kesal ketika Lelouch mencoba untuk mengusirnya.

"Stadfelt, itu bukan urusanmu. Kubilang pergi sekarang juga." Lelouch tak mau bertindak kasar kepada orang, Kecuali kepada Kallen. Karena merasa sangat terintimidasi oleh 2 orang sekaligus, akhirnya Kallen yang kalah melangkah pergi dari taman sambil bergungam sesuatu yang tak jelas.

"huh, Onii-san, kok bisa-bisanya sih ada gadis aneh yang suka banget sama Onii-san? Suzaki-chan lebih cocok bersama Onii-san daripada dia!" Nunnally melipat kedua tangannya didada, lalu dia merebahkan punggungnya kebelakang kursi rodanya.

"entahlah, aku saja tak pernah mengenal Stadtfeld...huh, ya sudahlah, jangan diurusin lagi...mendingan kita bersiap-siap untuk pesta, iya bukan?" tak mau memusingkan Kallen, Lelouch bangkit dari tempatnya duduk dan mulai mendorong kursi roda Nunnally masuk kedalam rumah.

"yay! Iya, aku tak sabar untuk melihat Suzaki-chan!" kata Nunnally dengan riang gembira. Kemudian mereka berdua masuk kedalam bersama-sama.

X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X..X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X

"e...eh!? pesta penyambutanku??"

Suzaki terkejut ketika Milly memberitahunya kalau Lelouch telah mempersiapkan pesta kecil-kecilan dirumahnya (yang which is Ashford Academy jugha ) untuk menyambut kedatangan Suzaki ke sekolah ini.

"iya...hehe..wah, wah...aku tak menyangka sang Lelouch Lamperouge akan repot-repot membuat pesta untukmu, Suzaki-chan..." perkataan Milly membuat wajah Suzaki jadi merah, karena dia tak mengharapkan ada pesta untuk merayakan kedatangannya disini...apalagi Lelouch yang membuatnya pula...

"saa~ Suzaki-chan, apa sih hubunganmu dengan Lelouch-kun??" Shirley duduk disamping Suzaki yang duduk dipinggir tempat tidur, sementara Rivalz dan Milly menarik kursi/sofa buat duduk didekat mereka berdua.

"hu...hubunganku dengan Lulu?? A...apa maksudmu??" wajah Suzaki jadi semakin merah saja...

"Lulu?? Wah! Itu nama panggilan sayangmu kepada Lelouch ya, Suzaki-chan??" Shirley sangat senang sekali menggoda Suzaki sampai wajah gadis itu benar-benar berubah menjadi merah gelap. "e...eh...bu...bukan kok! Da...dari kecil aku sudah terbiasa memanggilnya seperti itu.." kepala Suzaki perlahan-lahan menunduk, berharap bisa menyembunyikan wajah merahnya dari semua teman-temannya.

"Lelouch-kun terlihat sangat nyaman bersamamu, tak seperti biasanya, biasanya dia terlihat bosan dan hampa..." tambah Rivalz.

"iya, Lelouch-kun terlihat sangat bahagia ketika bertemu denganmu, Suzaki-chan... kau ini pacarnya yaa?" akhirnya tiba pada pertanyaan utama, mata Milly terlihat besar dan bercahaya ketika dia menyanyakan hal itu.

"pa..pacar??" muka Suzaki langsung jadi panas dengan seketika. Melihat Suzaki yang panik dan malu, Shirley, Rivalz, dan Milly tertawa tiada henti. "pa...pacar...uh, Lu...Lulu adalah sahabatku...itu saja..." Suzaki benar-benar kalah dengan Semua godaan dari teman-temannya.

"tapi dari sahabat bisa tumbuh cinta juga lho!" Shirley mengingatkan Suzaki. "contohnya, itu tuh..." gadis itu kemudian menunjuk ke arah Rivalz dan Milly. Kini Rivalz yang jadi salah tingkah, sementara Milly jadi bingung. Karena dia tak tahu apa yang dimaksudkan oleh Shirley.

"ah...aku...aku tak mengharapkan lebih dari Lulu...aku hanyalah gadis jepang...sedangkan dia, pure Brittania blood..." suara Suzaki perlahan-lahan turun, terdengar ada kesedihan di suaranya.

Shirley Nampak menyesal telah mengatakan hal itu, dia tak menyangka kalau Suzaki akan berkata seperti itu pula...maka dia langsung memeluk gadis berambut pendek itu.

"Suzaki-chan...yang namanya cinta itu, tak akan melihat siapakah orangnya...entah dia orang Jepang, maupun orang Britania... bukankah perbedaan yang membuat cinta itu sangat indah?" tak bisa dipercaya, Milly akhirnya bisa ngomong yang masuk akal juga. xP

Rivalz dan Shirley saling bertatapan, kok presiden- mereka tumben ngomongnya masuk akal banget yah? Apakah terilhami dari kisah nyata?

"Milly-san..." ujar Suzaki dengan pelan. Nampaknya kata-kata Milly benar-benar nyangkut diotaknya. "oh, jadi kau benar-benar mengakui kalau kau mencintai Lelouch-kun, iya bukan?" tiba-tiba Milly langsung menyeringai ala bobcat lagi.

"wha--- uwah! Ti...tidak kok!!" Suzaki masuk kedalam jebakan yang telah dibuat oleh Milly. Ternyata strategi Milly untuk membuat Suzaki benar-benar menyatakan perasaannya menggunakan kata-kata ampuhnya bisa membuat Suzaki ngaku...walaupun secara tak langsung.

"fufufu...ya sudahlah, lebih baik kau mengganti seragam barumu itu, Suzaki-chan...kan mau ketemu sama Lelouch-kun...bajumu musti bagus dong!" semangat Milly kembali muncul ketika dia menyadari kalau dia harus mendandani Suzaki sebelum ke pesta...

"he...he??!" Suzaki benar-benar tak mengerti akan jalan pikiran temannya yang satu itu...

"oh, oh! Aku yang akan memilih baju untuk Suzaki-chan! Rivalz, keluarkan kembali koper-koper punya Suzaki-chan!" perintah Shirley yang juga ikut semangat. "he~!? Uh..ba...baiklah..." Rivalz yang sudah cape-cape nyusun koper didalam lemari dengan terpaksa mengeluarkannya kembali...

"a...apa yang mau kalian lakukan??" muka Suzaki kini berganti menjadi horror ketika Milly mencoba untuk membuka seragamnya secara paksa, sementara Shirley dan Rivalz mencari pakaian yang cocok untuk gadis itu... (kenapa Rivalz ikut2an juga?)

"seorang puteri harus tampil maksimal ketika bertemu dengan sang pangeran, Suzaki-chan. Jangan membuat pangeranmu kecewa lho!" ujar Milly sambil tersenyum menyeringai.

Tak lama kemudian, terdengar suara teriakan histeris Suzaki dari dalam...

X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X..X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.

"oke, sempurna."

Lelouch merasa sangat puas telah menata meja yang penuh dengan makanan enak dengan strawberry cheesecake cantik berada ditengah-tengah makanan enak itu. Lelouch bekerja cukup keras menata meja-meja dan beberapa kursi, sekarang tinggal menanti kedatangan Suzaki dan teman-teman yang lain.

"uwah~ Onii-san, hebat sekali! Apakah kau yang menata ini Semua?" Nunnally yang baru saja mengganti baju menjadi gaun berwarna pink cantik terkejut ketika melihat ruang tengah dari rumah mereka telah berubah menjadi aula tempat pesta. Makanan enak berderet diatas meja, perapian hangat, lantunan musik jazz pelan dari gramophone, dan kursi-kursi yang tersusun secara teratur.

Dia benar-benar niat mengerjakan Semua ini. Pikir Nunnally.

"ya..begitulah...rada jelek sih..yah, semoga saja dia menyukainya..." Lelouch merasa kurang puas akan dekorasinya. Nunnally geleng-geleng kepala ketika melihat kakaknya merasa belum puas padahal telah mendekorasi secantik itu.

"apakah kau mencoba untuk membuat Suzaki-chan terkesan, Onii-san?" Nunnally menarik tangan kakaknya dan menyuruhnya untuk duduk disofa sejenak. "hmh...begitulah...aku ingin membuatnya senang..." ucap Lelouch sambil tersenyum. Pemuda itu lalu mengambil sebotol air mineral dingin yang berada didekat meja, dan menegaknya perlahan.

Nunnally tersenyum menyeringai ala Milly, dia tahu Lelouch bukan hanya ingin membuat Suzaki terkesan...

"kau menyukai Suzaki-chan, bukan?" dan itu dia. Nunnally nampaknya memiliki jalan pikiran yang searah dengan Milly. Apa jangan-jangan Nunnally adiknya Milly yaa? xD

Lelouch langsung tersedak ketika mendengar Nunnally mengatakan hal itu, bahkan sampai bengek cukup lama. Nunnally tertawa melihat sikap konyol kakaknya kumat.

"ha-ha-ha..benerkan, Onii-san suka dia... bahkan sejak kita masih kecil! Aku sudah menduganya!" Nunnally tersenyum kemenangan, dia merasa senang sekali telah berhasil membuat kakaknya salah tingkah. Suatu hal yang jarang diperlihatkan oleh seorang Lelouch Lamperouge.

"hu...hush...Nunnally, kamu bicara apa sih..." Lelouch dengan segera mencari handuk kecil untuk mengelap mulutnya yang basah karena air mineral tumpah saat dia tersedak, sekilas mukanya Nampak merah.

"haha...tak apa, kalau Onii-san tak mau mengakuinya sekarang... tapi cepat maupun lambat, kau akan mengakuinya sendiri... hihihi..." Nunnally benar-benar senang melihat tingkah salting kakaknya.

"uh, kau ini....aku...aku lebih baik ganti baju dulu..." Lelouch akhirnya menemukan alasan yang tepat untuk menghindari Nunnally. Nunnally makin tertawa ketika dia melihat kakaknya melengos pergi dari hadapannya.

"saa...Onii-san, Suzaki-chan... kapankah kalian akan mengakuinya?"

X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X..X.X.X.X.X.X.X.X..X.X..X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X..X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.

"...aku benci kalian..."

Suzaki mengutuk ketiga temannya karena telah memaksanya memakai sebuah dress model babydoll+tanktop berwarna pink pastel, baju itu secara tak sengaja ditemukan oleh Shirley didalam koper, Suzaki tak tahu menaun soal baju itu, dia tak merasa memiliki baju seperti itu. Makanya dia langsung curiga pasti ini kerjaan Cecile atau Lloyd yang memasukan baju itu kedalam kopernya sebelum pergi...

"ho-ho..benci kami, Suzaki-chan...benci kami karena telah membuatmu cantik. Fu-fu-fu-fu"kata Milly dibarengi dengan tawa setan. setelah mendandani Suzaki secara paksa dan dipaksa, Milly, Shirley, dan Rivalz juga mengganti baju sekolah mereka menjadi baju semi-formal untuk pesta.

"aiiihh!! Suzaki-chan cantik banget, untung aja ada dress ini ya! Habisnya Semua baju Suzaki-chan adanya celana panjang melulu..." Shirley yang watak isengnya kumat, langsung menarik-narik tali tanktop Suzaki. Suzaki menggerutu kesal ketika Shirley menarik-narik tali tanktopnya, namun apa daya, dia telah kalah dengan SEMPURNA kepada ketiga teman-temannya.

"saa...kalian mengerikan.." Rivalz tak dapat berkomentar banyak tentang watak Shirley dan Milly yang emang dari sananya udah bejat. sekali bejat ya akan tetap jadi bejat....

Setelah berjalan cukup lama, akhirnya mereka bertiga berhenti didepan pintu kayu besar yang indah, sama seperti pintu masuk ruangan OSIS Milly. Rivalz mengetuk pintu itu perlahan-lahan, dan tak lama kemudian ada yang membuka pintu itu.

"oh, kalian Semua! Kalian Semua telah ditunggu oleh Lelouch-sama" Sayoko, langsung mempersilahkan mereka untuk masuk. Ketika mereka Semua masuk kedalam, Sayoko mencuri pandangan kearah Suzaki...kearah gadis yang belum pernah dia lihat sebelumnya.

"eh, Siapa itu ya? Apa dia yang dibicarakan oleh Nunnally-sama dan Lelouch-sama tadi? Cantik sekali gadis itu...." ungkapnya dalam hati. Kemudian Sayoko membimbing mereka menuju ruang tengah yang telah dipersiapkan dan didekor habis-habisan oleh Lelouch.

"Lulu..tinggal di Ashfords?" gungam Suzaki sembari melihat-lihat isi perabotan rumah Lelouch yang tak beda jauh dengan isi perabotan di sekolah.

"iya, sudah hampir 5 tahun lebih Lelouch-kun tinggal disini... dia dan Nunna-chan sepertinya tak mau pindah kemana-mana" Shirley menambahkan omongan Suzaki.

Suzaki jadi terdiam, rumah Lelouch terasa sangat dingin, terasa kaku... dahulu ketika Lelouch dan Nunnally masih tinggal bersamanya, suasana rumah selalu ramai, hangat, dan ceria... mengapa ketika Lelouch dan Nunnally mempunyai rumah sendiri, kondisinya menjadi dingin seperti ini?

"ah! Akhirnya datang juga!" sahutan Lelouch membuat Suzaki terkejut, dia tak sadar kalau dia dan yang lain telah sampai di ruang tengah, yang sangat indah berkat dekoran Lelouch.

"Lelouch-kun!! Apakah kau yang mendekorasi Semua ini??" Tanya Rivalz dengan wajah terkagum-kagum, dia tak menyangka kalau temannya yang selalu terlihat dingin dan SOK cool itu bisa punya selera yang bagus juga dalam urusan dekorasi...

"hoo...nampaknya aku sudah tak membutuhkan EO lagi untuk event-event ku selanjutnya...aku bisa menggunakan Lelouch-kun..." nampaknya Milly sudah menemukan sumber baru...

"wow! Makanannya terlihat enak-enak!!" Shirley, mulai ngga nyambung. dia malah terkagum-kagum sendiri ngeliat jejeran makanan enak yang telah Lelouch persiapkan sebelumnya.

"ah...Suza-chan..."setelah melihat kelakuan ketiga temannya yang Nampak teramat kagum dengan hasil kerjanya, Lelouch mengalihkan pandangannya kepada gadis jepang cantik yang berdiri dihadapannya. Lelouch Nampak sedikit kaget melihat Suzaki datang menggunakan dress, baru pertama kali ini dia melihat Suzaki tampil feminim, karema dahulu Suzaki paling anti pakai dress dan semacamnya. xP

"...kenapa melihatku seakan-akan aku ini maling, Lulu?" wajah Suzaki jadi merah ketika dia menyadari kalau pemuda itu menatapnya dari mata kaki hingga ujung rambutnya, ekspressi mukanya sulit ditebak, diantara kagum dan suka.

"wow...kalau begitu, berarti kau adalah maling yang telah mencuri semua pandanganku." Lelouch berjalan kesisi Suzaki, mengamati gadis itu dari dekat. Muka Suzaki menjadi tambah panas karena omongan Lelouch.

"ha...HA-HA-HA...Lulu! kau ini bisa saja!" untuk menutupi wajah malunya, Suzaki ketawa cengengesan sambil memukul tangan Lelouch. Lelouch juga ikut tertawa ketika melihat gadis itu malu.

"Suzaki-chan!!" tiba-tiba munculah Nunnally yang datang dibantu oleh Sayoko, Suzaki terdiam kaget ketika dia melihat Nunnally masuk kedalam ruangan bersama dengan Sayoko, dia benar-benar merindukan Nunnally....

"Nunnally!" Suzaki langsung berlari kearah Nunnally dan langsung memeluknya, tentunya dalam posisi bertekuk lutut. "ara-ara...Suzaki-chan, kamu makin tinggi aja....Nunacchan jadi kalah nih...." Nunnally terlihat haru dan senang ketika Suzaki langsung berlari kearahnya dan memeluknya dengan sangat erat.

"Nunnachan, aku merindukanmu...kau tak apa bukan? Bagaimana dengan kakimu? Apa kau hidup teratur??" Suzaki langsung menghujani Nunnally dengan banyak pertanyaan sembari memeluknya. Nunnally hanya tersenyum kecil dan hanya berkata...

"aku tak apa, Suzaki-chan...hayoo jangan sedih.. kamu harus ceria, Suzaki-chan. Inikan pesta penyambutanmu!" Nunnally mencoba untuk tak membuat Suzaki berlarut-larut terharu, diapun tersenyum kepada gadis itu.

Lelouch dan yang lain hanya bisa tersenyum bahagia, mereka merasa sangat senang ketika melihat pertemuan Suzaki dan Nunnally, mereka seperti melihat sahabat lama yang dipertemukan kembali. Sebenarnya sama saja dengan pertemuan pertama Suzaki dan Lelouch, namun setidaknya ini lebih elegan dan nggak pakai acara saling-tuding-celana-dalam-orange. xD

"hey-hey! Lebih baik kita mulai pesta penyambutannya!!" tiba-tiba Shirley ngajak rusuh dan merusak moment bahagia ini dengan langsung mengencangkan musik jazz yang tadinya pelan, dan mulai menari-nari sendiri... (MATTGASM: oh yeah, let's show OUR hate of GeassGirls here....oh, sweet! xD)

"uh-oh. Shirley..." Rivalz menelan ludah ketika melihat 'gelagat' aneh Shirley mulai kumat. Tiba-tiba Milly menarik tangannya Rivalz dan mengengamnya dengan erat. "lebih baik kita mengurusi tingkah gila Shirley dan memberikan mereka bertiga ruang....okay?" ujar Milly sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Rivalz. Rivalz mangap ngeliat ekspressi wajah Milly yang oh-so-kawaii itu, seketika mukanya jadi merah dan dia dibawa Milly untuk menghentikan Shirley.

Sementara, Lelouch, Nunnally, dan Suzaki kembali kepada reuni mereka.

"ayo kita hiraukan saja mereka." Kata Lelouch sambil tepuk tangan, mengisyaratkan untuk menghiraukan ketiga manusia itu.

"ehem...benar apa kata Onii-san, Suzaki-chan makin cantik aja yah. Hihihi..." Nunnally mengelus wajah halus Suzaki menggunakan kedua tangannya, wajah Suzaki jadi merah kembali. Nunnally bisa merasakan kehangatan pipi Suzaki melalui kedua telapak tangannya.

"e...eh?" Lelouch tak menyangka kalau Nunnally akan berbicara seperti itu, Lelouch langsung jadi salah tingkah sendiri...apalagi pas Suzaki menengok kearahnya dengan muka merah. "uh...Lulu..." Suzaki merasa kalau Lelouch tak akan mungkin berfikir seperti itu tentang dirinya.

"u...uh....Su...Suza-chan, akan ku ambilkan sepotong kue untukmu..." Lelouch yang merasa teramat malu, langsung melengos pergi meninggalkan Suzaku yang masih blush dengan Nunnally. Nunnally ketawa setan melihat tingkah salting Suzaki dan Lelouch...

"fufufu... nampaknya aku tahu kemana arah hubungan mereka selanjutnya..." Nunnally sedang memikirkan siasat ampuh untuk hubungan Suzaki dan Lelouch, dan tanpa dia sangka-sangka, Milly ternyata memiliki pemikiran yang sama.

"well, well, well...Suzaki Kururugi dan Lelouch Lamperouge, ada apa dengan kalian berdua? Hu-hu-hu..." pikir Milly, seringai nakal terlukis di wajahnya.

Untuk selanjutnya, mereka berdua akan membantu hubungan Suzaki dan Lelouch.

(bersambung)

X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.

(Music Mode: Luvly-merry-go-ROUND, Pipo Angels)

(Tantei Gakuen Q OP)

MATTGASM: yeah, dengerin lagu yang sama dengan judul. Heheh. xP membuat semangat jadi meningkat 180%! Apalagi ngetik panpik sambil ngeliat WP RebornLambo...WUIH....SEGER DAH MATA!! xP Apalagi ngeliat cosplayernya...WAAAWWWW....MAKIN SEGEEEERRRRR. XDDDD

TerdakwaBerinisialA: oke mari biarkan makhluk tolol yang satu itu bersama dengan Fandom KHR Reborn x Lambo yang baru dia masuki, sekarang pembaca, silahkan coblos!!

-pilihlah lajur cerita buat chapter depan-

A. next chapter, Suzaki masuk kedalam kelas baru, langsung dapet banyak penggemar. Namun Kallen langsung sok kuasa/cengin Suzachan...

B. next chapter, Suzaki bertemu dengan Schneizel, kakak 'jauh' Lelouch. Schneizel Nampak langsung jatuh hati ma Suzaki

C. next chapter, Suzaki bertemu dengan Kallen yang mencoba untuk menyakitinya, tapi tentu saja di tolong oleh Lelouch! (dan Suzaki menerapkan beberapa teknik bela diri kepada Kallen-bashing..)

TerdakwaBerinisialA: silahkan coblos, pembaca. Hasil terbanyak akan menjadi cerita next chapter. Silahkan coblos...

MATTGASM: UWAAAAAAA.. AHO USHIIII.... KAWAAAAIIIII.... NYAAAWWW.... MAU PUNYA SAPI AAAAAKKHHHHH~.... (-menggila sendiri-)

TerdakwaBerinisialA: EH BISA NGGAK SIH, NGGA JADI ORANG GILA? DISINI KAWASAN ORANG WARAS TAU!!