"Gimana semuanya? Enak kan mainannya?" Tanya Indonesia dengan senyum innocentnya itu
Semuanya pada nggak jawab, pada K.O semua karena hari yang begitu panjang ditemani oleh laut, pantai, perahu, dan 'tantangan'
Yang under water diving harus ribut nyari Eliza yang menghilang ditelan langit(?), yang di pulau penyu tangannya digigit penyu (kasihan kau sekali Francis.), yang paraseling sekarang trauma sama ketinggian
Ini liburan apa kita masuk ke acara TV Cer*w*s?
"Haha, oke, nanti malam kita nonton film yuk, Kiku bawa DVD nih~" Kata Indonesia
"Film apa?" Tanya Alfred
"The Ring" Jawab Indonesia sama Kiku
Mendengar itu semua pada mikir 'WHAT DE PAK', 'CIYUS LO?!', 'NJIR ITU SEREM BANGET MAH'
"Oh ya, ini uangnya Indonesia, buat tadi kita main." Kiku meletakkan sebuah amplop tebal ke tangan Indonesia
"Ah nggak, nggak apa-apa kok" Indonesia mengembalikannya ke Japan
'KAMI TAU ELU ASLINYA MAU KAN' Pikir semuanya
"Ta-tapi 1 juta itu nggak mahal kan, lagipula kita yang main Indonesia-san"
"Sudah dibayarin Nether kok~"
'NGGAK MUNGKIN!' Pikir semuanya untuk kedua kalinya
Ah sudah, kita akhiri pertengkaran antara uang ini(?) dan langsung lanjut perjalanannya, c e ce r i ri w i wi~ *stop nak*
...
...
"Kita dimana sekarang?" Tanya Arthur
"Tanah Lot~" Jawab Indonesia
"Ini kan sore, tapi kok masih rame banget?" Tanya Lovino
"Kamu kan tau kalau siang-siang itu gimana kan?" Tanya balik oleh Indonesia
'Iya ya, kok nggak kepikiran..' Pikir Romano
"Indonesia-san, Alfred-san sama Gilbert-san ketiduran di mobil" Lapor Kiku
"Tenang saja~ selama si supir ada di situ mereka aman saja, sekarang, ayo masuk~" Indonesia mengedipkan matanya dan telah henshin menjadi pemandu turis langsung masuk dan memandu mereka
"Aku tak suka kedipan itu.." Bisik Arthur
Saat mereka jalan-jalan, mobil yang mereka pakai untuk ke sini pergi ke tempat lain, ke Besake* yang tidak jauh dari sana
...
"Tuan, anda mau teh?" Tawar si Butler ke Roderich
"Iya" Si Butler menuangkan teh ke cangkir dan memberinya ke Roderich, "Terima kasih" Ucap Roderich
"Aiyah~ rasanya enak banget aru"
Suara itu berasal dari ruang spa yang ternyata Yao lagi spa, dari pagi hingga sekarang, kalian lupa kah sama dia? Bahkan Author saja hampir lupa
"Aiyah! Jahat banget aru!" Yao protes
Oke oke, dan.. ada yang tau dimana Russia?
"Saya disini da" Russia muncul tiba-tiba dibalik Yao
"AIYAAHHH!"
Teriakan dahsyat Yao membuat Roderich menumpahkan tehnya, juga membuat Matthew menghilang lagi, efek dari negara yang sudah ada selama beribu-ribu tahun.
"Kau tak apa-apa da?" Tanya Russia yang tidak kena efek teriakan tadi
"I-iya aru" Jawab Yao sambil berpikir 'tadi aku teriaknya kekerasan ya?'
...
"Nah sekarang ini kita dimana?" Tanya Alfred saat mereka tiba di Besake
"Nggak tau nih, tapi kok banyak monyet ya?" Ucap Gilbert sambil usil sama monyet
Melihat Gilbert lagi usil, si supir langsung menghentikannya, "Tuan Gilbert, jangan mainan-"
"GUWE DICAKAR!" Teriak Gilbert yang membuat beberapa orang disana kaget
"Tenang saja! Hero akan membantumu hahahaha!" Tawa Alfred yang mengira ini hanya permainan
"Alfred." Gilbert menunjuk beberapa monyet di pohon dekat mereka yang sudah siap untuk menyerbu mereka
"..." Mereka berdua hening seketika, "LARRIIIII!"
Alhasil, karena mereka ribut sendiri dan Gilbert usil sama monyet, mereka dikejar monyet keliling Besake
Dan begitulah, mereka menghabiskan waktu mereka 'bersenang-senang'
...
"Kalian bersenang-senang bukan?" Tanya Indonesia saat mereka berjalan keluar
"Iya" Jawab mereka dengan suara nggak semangat karena capek
"Baguslah, mungkin cukup untuk hari ini, ah mobilnya sudah datang, ayo kesana" Indonesia menunjuk ke arah mobil yang sedang berjalan ke arah mereka
Saat mereka membuka pintu,
"Ka-Kalian berdua kenapa?" Tanya Kiku saat melihat Alfred dan Gilbert penuh goresan di muka, dan tangan, tepatnya itu luka
"Tadi kita dikejar monyet.." Jawab America
"West! Kamu kenapa kok mukamu kotor semua?!" Kakak yang baik – Gilbert khawatir dengan Ludwig
"Bruder, tadi aku terpeleset.." Jawab Ludwig sambil menahan malunya
"Indonesia-san, jika aku ingat ada kotak P3K didalam mobil bukan?" Tanya Kiku
"Di bagian belakang ada." Ucap Indonesia
"Ayo kita obati mereka" Kata Kiku sambil naik ke mobil
...
"AAAAHHH! ADUH! SAKIITT!" Dan sepanjang perjalanan Alfred dan Gilbert teriak kesakitan sedangkan Ludwig? Dia hanya bisa facepalm melihat kakaknya seperti gitu
...
...
"Tadaima~"
"Selamat datang kembali tuanku." Sang Butler memberi mereka selamat datang begitu mereka datang di hotel
"Roderich mana?" Tanya Eliza
"Dia sedang tertidur, Tuan Matthew juga."
"Siapa?" Tanya mereka serempak
"Ah lupakan saja itu, ayo ikut aku" Ucap Indonesia, "Siapkan meja, kursi, dan makanan ringan."
"Baiklah tuanku." Si Butler langsung ngacir ke dapur
Indonesia berbalik ke arah mereka,"Baiklah, kalian mau mandi dulu atau mau makan dulu atau apa?" Tanya Indonesia
"Ada burger nggak?" Tanya Alfred
"Ada, di dapur sana" Indonesia nunjuk ke arah dapur yang dibelakangnya
"BURGEERR~" Alfred langsung pergi ke dapur dengan kecepatan kilat, lapar kok bisa lari secepat itu ya?
"Kita mau ke kamar dulu" Kata Romano sambil menarik Feli
"Aku juga" Kata Antonio sama Ludwig serempak dan mengikuti Italy brothers itu
"JANGAN IKUT-IKUT DASAR POTATO BASTARD, TOMATO BASTARD!" Teriak Lovino yang dapat didengar hingga lantai 3
Arthur pergi keluar untuk refreshing sebentar, Francis lagi berburu bunga entah buat apa, Gilbert dan Eliza? Tentu saja mereka lari-lari di pantai dekat hotel seperti di film India, ditemani oleh matahari terbenam, indah kan? Lebih indah dengan frying pan di tangan Eliza, iya.
"Indonesia-san, ayo kita siap-siap dulu" Ajak Kiku yang masih diam di tempat
...
...
To Be Continued
Aduh maaf ya saya telat update, sepertinya ini fanfic kayak fanfic terlantar *eh
Ya sudah deh, saya jawab dulu review readers yang masih setia menunggu update fanfic gaje ini
Nesia Suka Duren: iya nih masa saya ke sana pulang ke Surabaya malah jadi hitam semua(?) ya maafkan saya kalau anda tak mengerti, cara nulis saya aneh kali(?) ._.a
SblIndmaleslogin: wah saya malah naik yang lain juga #dipaksa aslinya(?)# oh ya, maksudnya *pura yang ada banyak monyetnya itu Besake ya? Atau bukan? Saya sampai nanya Ibu saya haha... (mana lagi saya ditanya buat apa) dan karena saya pikir review anda (atau tepatnya request kali?) menarik, jadi saya buatin
Sekian, silahkan RnR, chapter berikutnya saya coba buat lebih menantang(?)
