Fanfics CT: Nikoh! Mi-kun!
by Shirayuki Misaki
Yeah! Chapter 3 sudah ada! Mari kita simak kelanjutannya!! Cerita yang satu ini memang butuh usaha yang cukup ekstrim untuk mengeluarkan seluruh ide di pikiranku.
Chapter 3: The first match: Nankatsu vs Iwabuki
Suatu pagi di SMU Nankatsu………………
"Selamat pagi, Misaki-san!" sapa Rukia saat Misaki tengah mengganti sepatunya.
"Pagi, Rukia-chan. Wah, ceria sekali............" balas Misaki sambil menatap Rukia yang memang pada hari itu dia amat gembira.
"Iya dong! Kan kemampuanku sudah diakui oleh teman satu tim. Ah, kata Sanae, sore ini ada pertandingan latihan ya?"
"Iya. Melawan Iwabuki." jawab Misaki. Rukia hanya berkata oooooooooo panjang.
"Eh, mau ke kelas bersama-sama?"
"OK deh! Misaki-san!"
--------------------------------------
Bel berbunyi pertanda istirahat makan siang. Para murid mulai memadati kantin sekolah. Di saat itu pula, anggota tim sepakbola Nankatsu saling berunding.
"Lawan kita hari ini adalah SMU Iwabuki." kata Matsuyama mengawali pembicaraan itu.
"Serahkan saja soal Iwabuki padaku! Aku kan pernah bersekolah disana, jadi aku tahu apa kelemahan mereka." jawab Kishida.
"OK, kuserahkan hal ini kepadamu, Kishida." balas Matsuyama. "Untuk penyerangan, Nitta, Kisugi dan Taki. Kita akan membentuk 'three top' di daerah penyerangan. Masalah di lini tengah, Izawa, Misaki, aku, serta Senna yang akan membereskannya. Lini belakang, Takasugi, Ishizaki, Urabe! Kiper tetap Morisaki! Untuk Kishida, biarpun di cadangan, kau harus tetap meneliti kelemahan Iwabuki. Paham?"
"Yeaaaaaaaaah!!!!!!" seru seluruh anggota tim.
"Oh iya ya, mana Misaki?" Ishizaki mulai menyadari bahwa Misaki belum datang ke kantin.
"Benar juga. Apa dia sudah tahu rencana kita?" balas Izawa.
"Belum tuh...............!" seru Rukia sampai mengagetkan Ishizaki dan Izawa.
"Hai, maaf ya. Tadi ke perpustakaan dulu buat mengembalikan buku." kata Misaki sambil meminta maaf.
"Begini..............., pssst............., psssssst............" Matsuyama mulai berbisik soal rencana tadi.
"Boleh juga tuh idenya." Misaki mengangguk setuju.
"Nah, untuk Shirayuki, beritahu manajer lain yah!"
"Iya deh, Hikaru..........."
"Kalau kita menang, kita mau ngapain?" tanya Ishizaki. Semuanya terdiam.
"Mending mandi di onsen-nya Ishizaki saja!!" seru Urabe disertai sorakan seluruh anggota tim.
--------------------------------
Sore harinya..............
"Pertandingan latihan antara SMU Nankatsu melawan SMU Iwabuki akan dimulai!!"
PRIIIIIIIIITTTTTT.................!!
SMU Nankatsu memulai kick-off. Matsuyama selaku kapten memberikan instruksi pada seluruh pemain. Misaki amat lincah saat dribble ke daerah lawan.
"Berjuanglah, Misaki-san!!" seru Rukia memberi semangat pada Misaki.
Misaki memulai aksinya. Dengan menggunakan feint andalannya, Misaki menerobos pertahanan Iwabuki. Sesampainya di kotak pinalti, Misaki mulai menembak.
"Let's go!" seru Misaki. Dan di saat itu juga.............
"GOOOOOOLLLL.............!!!!!!" seru para penonton. Ternyata tembakan tadi berhasil masuk ke gawang Iwabuki. Pemain Nankatsu segera melakukan selebrasi unik yang sering mereka lakukan.
"Kau hebat, Misaki!!" sahut Matsuyama sambil mengucek rambut Misaki.
"Matsuyama........." Misaki hanya tersenyum.
PRIIIIIIIIITTTTTT..................!!
Kick-off dimulai dari Iwabuki. Tampaknya Iwabuki menjadi shock atas gol tadi dan berniat melakukan serangan balasan. Nankatsu segera merapatkan pertahanan mereka.
"Senna! Rebut bolanya!!" perintah Matsuyama.
"Baiiiiik!!" jawab Setsuna sambil melakukan tackle pada salah satu pemain Iwabuki. Bola berhasil direbut lagi.
"Ayo kita menyerang!!!" Matsuyama memberi komando pada seluruh pemain Nankatsu. Serangan gila-gilaan ini dimulai kembali.
Di pinggir lapangan, para manajer meneriakan dukungan pada para pemain. Tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahu Rukia.
"Wah, sudah dimulai yah!" kata orang itu.
"Eh, kamu siapa?" tanya Sanae setelah menyadari ada orang lain dibelakangnya.
"Musashi-san.........." desis Rukia yang membuat para manajer terkejut.
"Kau mengenalinya, Shirayuki?" tanya Yukari.
"Ah, aku lupa.........., perkenalkan ini pelatih sepakbola yang sering melatihku. Namanya Musashi Urahara." kata Rukia sambil memperkenalkan wanita yang terlihat masih berusia 17 tahun.
"Salam kenal, aku Musashi Urahara. Panggil saja aku Musashi."
"Namaku Sanae Nakazawa, ini Kumi Sugimoto, ini Yukari Nishimoto, dan yang sebelah sini adalah Yoshiko Fujisawa. Kami adalah manajer tim Nankatsu." jawab Sanae sambil memperkenalkan Yukari dan kawan-kawan.
"Kok Musashi-san bisa ada disini? Bukankah seharusnya ada di Seoul?" tanya Rukia.
"Ehm gimana yah? Sekolahku lagi libur sih masalahnya.............." jawab Musashi enteng disertai senyuman simpel.
"Sekolah di Seoul? Di Korea Selatan itu?" tanya Sanae dkk disertai anggukan mantap dari Musashi.
"Iya. Aku teman sekelasnya Midori Ozora disana."
"Wah, bagaimana kabar Midori?" Yoshiko mulai kegirangan.
"Dia baik-baik saja. Katanya dia menitipkan salam buat seluruh anggota tim Nankatsu dan pada kalian. Oh ya, ada salam spesial untuk Taro Misaki." papar Musashi panjang lebar.
Back to soccer match, Nankatsu benar-benar menguasai pertandingan. Namun peluit tanda berakhirnya babak pertama sudah berbunyi. Ini saatnya para pemain beristirahat.
"Ini handuknya, Matsuyama." kata Yoshiko sambil memberikan handuk pada Matsuyama. Manajer lainnya juga melakukan hal yang sama pada pemain lain.
"Ini air kelapa muda, khasiatnya dapat menggantikan cairan tubuh yang hilang. Diminum yah, Misaki-san." Rukia memberikan sebotol minuman pada Misaki.
"Terima kasih, Rukia-chan.., ternyata kamu tahu banyak ya soal minuman yang baik untuk aktivitas seperti ini." kata Misaki sambil meraih handuk dari tangan Rukia.
"Ah, tidak juga. Aku diajari oleh Musashi-san kok."
Saat Misaki mulai menebak, tiba-tiba Musashi muncul dekat Rukia.
"Hai, salam kenal!!!" sapa Musashi.
"Kau..........?"
"Aku ini yang tadi dibicarakan oleh Shirayuki. Namaku Musashi Urahara, kini aku bersekolah di Seoul dan aku adalah teman sekelas Midori Ozora!!" Musashi kembali melakukan intro pada Misaki dan seluruh anggota tim lainnya.
"Mi-midori!?" Misaki mulai terkejut. "bagaimana kabarnya?"
"Baik-baik saja kok. Bahkan dia menitip salam untukmu dan seluruh anggota tim."
Saat Musashi berkata begitu, muka Misaki menjadi memerah. Ishizaki dan Matsuyama yang melihat kejadian tadi langsung menggoda Misaki.
"Aaaaaaaaahh, Mi-kun kangen nih sama kembarannya Tsubasa........." goda Ishizaki dan Matsuyama. Mereka berdua mulai tertawa terbahak-bahak.
"Kalian ini.............?!" Misaki mulai kesal dengan kejahilan Ishizaki dan Matsuyama. Mereka berdua bukannya takut, tapi justru lebih mengerjai Misaki. Di saat yang bersamaan, babak kedua akan dimulai.
"Nah tetap pada formasi sekarang!!"
-------------------------------
Di babak kedua, Nankatsu tetap memegang kendali permainan. Iwabuki sudah kewalahan menghadapi 'kegilaan' yang dilakukan Nankatsu. Dengan gol terakhir yang dilakukan oleh Matsuyama, peluit tanda babak kedua berakhir telah dibunyikan. Nankatsu menang 7-0 dari Iwabuki.
"Yeah! Kita menang!" seru para pemain berselebrasi, begitu pula para manajer.
"Nah, Shirayuki! Aku pulang dulu yah!" kata Musashi sambil bergegas pulang.
"Musashi-san!! Mau pulang kemana?" tanya Rukia.
"Pulang ke rumah dong! Ya sudah, sampai nanti ya!!" balas Musashi sambil berlari pulang.
"Hey tunggu! Aku ingin tahu alamat rumahmu!!" teriak Rukia sekali lagi.
"Sudahlah, Rukia-chan. Mungkin ada keperluan yang mendesak." kata Misaki sambil menenangkan Rukia.
"Benar juga..........."
"Sesuai deklarasi yang dibuat Urabe, kita mandi bareng di onsen-nya Ishizaki yuk!!" seru Izawa disertai sorakan heboh para pemain.
"Nah, sehabis dari onsen, kita pulang bersama ya!" ajak Misaki.
"Boleh, kebetulan arah jalan pulang kita sama kan?" Rukia menyetujui saran Misaki. Misaki hanya tersenyum manis
Chapter 3 –owari-
Nah, bagaimana kelanjutannya? Simak Chapter 4: Sebuah Curahan Hati Misaki!! Disinilah Misaki akan mengungkapkan 'sesuatu yang berbeda' dari biasanya!! Terima kasih sudah membaca!!
