[20-11-2012]

Chalice : *guling-guling* hallo, minna XD.

Len : *sweadropped*

Chalice : kembali lagi dengan Love or Not Love, aih~ sudah chap 3 nih XD, sebenarnya chap 2 dan 3 itu sudah selesai pas chap 1 selesai cuman dengan alasan males mempublish langsung semuanya jadi yah begitulah~

Len : *sweadropped*

Rin : umm... Len, si author kenapa? Kok sikapnya jadi aneh?

Len : namanya juga baru Ultah makanya dia agak gila...

All (except : Rin dan Len dan Miku.) : kami pergi aja deh, takut ketularan gilanya author *kabur*

Miku : aku feedback dulu ah!

Feed back :

To Sonedinda :

Chalice : benar kah selucu itu :3, wow aku bahagia jika ada yang berkata demikian #abaikanauthoryanglagigilaini .

Len : abaikan saja author yang lagi gila =.=''

Chalice : sudah update~, dan terimakasih atas reviewnya ya, Sonedinda-chan~

.

To Harada Ayumi-chan :

Chalice : kaga apa 2 bulan, si Miku butuh waktu buat ngejinakin tuh orang XD.

Kaito : memang aku hewan?

Chalice : satu kasur? Tentu saja~~~ saya pengen ngelihat mereka tiduran satu kasur *di timpuk Eskrim dan Negi*, intinya terimakasih atas Reviewnya, Harada-san~

.

To OrinariNesuchan :

Chalice : Lady and Butler o_0, sebenernya pengen saya remodel ulang jika ada waktu, soalnya saya salah mendikripsikannya dan mengatur Fic tersebut *di gampar penunggu Lady and Butler (?)*, gomenansai DX, tapi saya berterimakasih atas Reviewnya, Orinari-chan~

Sudah update~~

To kii :

Chalice : pengen lihat mereka sukanya? saya juga pengen lihat mereka saling suka X3 (nah loh authornya jadi penasaran sendiri #gaploked), intinya terimakasih atas reviewnya~, kii-san

.

To Shiinonome :

Chalice : Setuju dengan mu, Shiino-san (boleh saya panggil demikian?) XD, Gakupo moodkiller the best sepanjang masa XD, mungkin karena dia Baka kali ya?

Gakupo : *nimpuk author pakai Pedang (?) dan Terong balado*

FC & FG Gakupo : *menimpuk author pakai parang, pensil, laptop, Komputer, keyboard,dll*

Chalice : terimakasih atas pujiannya, Shiino-san~, hmm... kalau kebanyakan dialog saya juga berpikir demikian, hampir semua Fic saya kebanyakan dialog, habis saya susah mendikripsinya DX. TYPO? maaf kan saya, maklum saya Ratunya TYPO (?) *di gampar Reader* dan lagi saya payah dalam pelajaran BI *di gampar guru *

Intinya terimakasih atas REviewnya~

Sudah update~

Miku : sudah kan? dadah! *kabur*

Rin :apa kita juga ikut kabur?

Len :kaga usah, ayo kita yang bilang disclaimeer dan warningnya.

Rin : oke!

Len : Disclaimer :Vocaloid punya Chalice? Hell no! Itu mustahil! *menyilangkan tangan* sampai akhir hayat dunia (?) Vocaloid itu milik Yamaha dan crypton!

Rin : Warning : GaJe yang sudah di update sampai update ke 25 (?), Sarap, kaga nyambung, alur kecepatan, OOC, Aneh, TYPO, tulisan tidak memenuhi syarat EYD, bahasa para pembuat gado-gado (?), bahasa gaul,Lebay, dll.

Chalice : happy reading ya, minna XD

~happy Reading~


-pagi hari-

"apa kau yakin hari ini.. kita kencan?!" ucap Miku kesal.

Pakaian Miku sekarang sangat manis :3, memakai terusan biru kehijauan, rambut diikat twintail dengan ikatan bunga (?), tali terusannya berbentuk bunga, memakai sepatu hak tinggi berwarna teal.

Kaito yang melihat gaya berpakaian Miku hanya menahan tertawa.

"jangan ke,ketawa!" ucap Miku dengan blushing.

"hahahahaha! Selain negi kau ternyata maniak bunga ya! lihat satu set banyak bungannya!" ucap Kaito sambil tertawa.

"aku tidak maniak bunga kok! Aku hari ini hanya pengen memakai baju yang ada bunga-bunganya! Dan jangan ketawa , cowo es krim!" ucap Miku sambil bermuka blushing.

"ya,ya terserah" ucap kaito sambil tetap menahan tawa.

"Kubilang jangan ketawa!" Miku segera menimpuk Kaito dengan bantal negi yang dekat dengannya (?).

DUAK!

Kaito kena timpukan Bantal Negi punya Miku.

Dan wajah Kaito sekarang adalah... muka marah dan muncul urat di kepalanya.

"o-ow, kelihatannya kau marah" ucap Miku dengan muka pucet.

BUAK! DUAK! PRANG! CRANG!

Umm... bisa dibilang sekarang adalah pertengkaran dalam rumah tangga (?)

BGM : we are the champion (?).

Terlihat Kaito dan Miku sedang perang.

Miku bersembunyi di balik sofa, dan Kaito bersembunyi di balik meja yang di balik (?).

Masing-masing memegang pistol air (?).

Dan terjadilah perang ke 3 di mansion ini... *sweadropped* entah kenapa Kaito yang dingin sekarang jadi kekanakan.

.:.:.:.:.:Love or Not Love.:.:.:.:.:.

1 jam telah berakhir.

Keadaan tempat ini sekarang hancur.

Terlihat kaito dan Miku kecapean.

Hasil pertarungannya adalah seri.

"sekarang jam berapa, Kaito?" tanya Miku.

"jam 12 siang" ucap Kaito sambil melihat jam tangannya yang basah.

"bukannya jam tangan mu rusak karena kena air"

.

.

.

.

.

.

.

.

"benar juga."

"aku lihat dulu lewat hape" ucap miku dan hendak membuka hapenya.

OPA GAMGAM STYLE! HEI~ SEKSEH LADI (penulisan lagunya yang di tulis author salah)

"um? Panggilan masuk dari kaa-san?" ucap Miku dan memencet tombol hijau di hapenya.

"MIKUUUUU! KENAPA KAU TIDAK KENCAN SEKARANG?! LIHAT SUDAH JAM 3 SORE TAHUUU!" terdengar suara Lily dengan kerasnya mirip sudah di loudspeaker.

"eh? Kaa-san kenapa tahu kami belum kencan?" tanya miku bingung.

"tentu saja, kaa-san kan sudah memasang kamera pengintai dan bug di ruang tamu dan gerbang mansion, eh, malahan kalian perang pistol air di ruang tamu..."

"EH?! SEJAK KAPAN KAA-SAN MEMASANG KAMERA PENGINTAI DAN BUG?!" teriak Miku kaget.

"sejak Mansion itu dibangun, udah lah, kalian harus kencan, mau atau tidak!" ucap Lily tegas "jika kalian menolak maka... aku & Rui akan menghukum kalian berdua"

Miku yang medengarnya hanya bergindik ngeri.

Apalagi dia mengingat masa lalunya saat dihukum kaa-sannya karena dia nakal.

"o,oke, kaa-san..." ucap Miku tergagap.

Kaito yang di dekat sana yang dari tadi mendengar percakapan mereka hanya menghela nafas pasrah

Para reader pengen tahu kenapa Kaito bisa tahu?

Tentu saja tahu! Wong suara Lily udah kaya di loudspeakerkan! *di tabok lily*

"bagus" ucap Lily dan menutup panggilan.

"jadi? Kita pergi sekarang?" tanya Kaito.

"iya... aku pergi ganti baju dulu..." ucap miku pergi ke kamarnya karena bajunya basah.

Kaito juga pergi kekamarnya karena pakaiannya juga basah.

.:.:.:.:.:Love or Not Love.:.:.:.:.:.

Pakaian Miku sama kaya tadi cuman dia memakai rompi (bener kaga?) berwarna biru.

"ayo" ajak Kaito.

Tiba-tiba terdengar suara hape Kaito berbunyi.

Kaito segera mengakat panggilan di hapenya.

"Kaiiiitooo~~ kaa-saaan, lupa kasih tahu~ kalian harus berpegangan tangan selama kencan~ dan kalian ke taman bermain tanpa mobil! Jadi selama perjalanan dan kencan kalian harus berpegangan tangan! Oh ya! tiket taman bermain ada di dalam kotak surat, ingat! Kalian musti pegangan tangan dan musti berpasangan jika menaikin sesuatu! Kalau tidak menurut kaa-san akan marah!" ancam Rui.

Kaito yang mendengarnya hanya diam saja dan segera mematikan hapenya.

Miku yang mendengar ucapan Rui hanya blushing berat.

Para reader pasti bertanya lagi, kenapa Miku bisa dengar?

Soalnya disana ada speaker (?) dari Rumah Shion dan Hatsune, makanya terdengar.

"jadi... apa harus?" tanya Miku dengan blushing.

"tentu sajaaaa! Kalian harus!"terdengar suara Lily dari speaker itu dengan suara marah.

Dan mereka segera pergi untuk kencan.

'orang tua yang egois!' batin mereka sama.

.:.:.:.:.:Love or Not Love.:.:.:.:.:.

-di kediaman Mansion utama Hatsune-

Terlihat Lily yang memegang sebuah mic (?) hanya menampilkan wajah kesal.

"umm... apa kita tidak terlalu memaksa kehendak, Lily-chan?" tanya Rui dengan khawatir.

"tidak apa, ini demi mereka juga agar mereka saling suka" ucap Lily santai.

"tapi,... jika terlalu memaksa mereka bukannya suka malahan semakin membenci... mungkin habis ini kita tidak usah memaksanya, kita hanya menunggu waktu saja, bagaimana?" tanya Rui.

"baiklah, habis ini kita hanya menunggu waktu saja" ucap Lily menyetujuin.

"oh ya, Soal kamera pengintai tempat tersisa sudah di pasang? Bersama Bug?" tanya Rui.

"tentu saja, kemarin saat mereka ke sekolah, dan ini terakhir nya aku memaksa, setelah mereka pergi kencan, aku akan mengganti Kamar Miku menjadi ruang musik dan menyuruh mereka tidur bersama, nah. Setelah itu aku tinggal menunggu perkembangan perasaan mereka, dan rencana menikahin dua anak kita sukses" ucap Lily panjang lebar.

"uhm~ Lily-chan sangat jenius~" puji Rui. "bagaimana dengan Kaiko dan mikuo?"

"kalau mereka berdua, mereka sudah saling menyukai karena mereka teman sekelas, jadi ini tidak masalah" ucap Lily.

"wow, kenapa kau bisa tahu?"

"ehehehe... karena aku sudah mempunyai mata-mata yang handal" ucap Lily dengan seringai.

"oh..." Rui hanya sweadropped.

"Haku, Mizki dan Yuki. Kalian intai mereka" perintah Lily.

"oke!" jawab ke tiga gadis itu dan mereka menghilang (kaya ninja aja)

.:.:.:.:.:Love or Not Love.:.:.:.:.:.

"uuuh! Aku benci hal ini" ucap Miku sambil bermuka blushing.

"memang kau aja? Aku ju,juga..." ucap Kaito dengan sedikit rona merah di pipinya.

Mereka berdua menggemgam tangan selama perjalanan.

"uwaaah! Kue negi!" teriak Miku saat melihat kue negi di gambar menu di depan cafe

"hei, hei... kau jangan see-" sebelum menyelesaikan kata-katanya Kaito langsung di tarik Miku.

"AYO Kita makan Kue negi!" teriak Miku dan menarik Kaito masuk ke dalam kafe

"hei,hei! Kenapa aku juga ikut?!" protes Kaito.

-Kaito POV-

Geezz... kenapa aku juga harus ikut masuk ke dalam toko kue ini?!

"Kaito! Oi! Kau mau mesen apa?!" tanya Miku didalam cafe itu.

Aku dan miku sudah berada di sebuah meja.

"aku? Hmm.. aku mesen parfait, es krim coklat, es krim vanilla, es krim rasa mint dan kopi susu" ucapku.

"waaah, parfait? Fufufufu... Kaito yang dingin bisa juga makan parfait!" ucapnya sambil menahan tawa.

"kenapa ketawa, Miku!" ucapku kesal.

Oh ya, para reader pasti bingung kenapa kami memanggil dengan nama pendek bukan?

Kami dipaksa memanggil masing-masing dengan nama kami, awalnya sih ogah dan susah sekarang sih kebiasa ya.

"waaah! Sudah datang!" ucap miku senang.

Fuh... gadis yang kekanakan dan aneh.

"oi! Kaito kau kaga makan es krim mu?" tanya Miku.

"heh? Kau mau?" tanya ku.

"bukannya begitu ta,tapi..." sebelum menyelesaikan kata-katanya aku segera memasukin sebuah sendok yang berisi sedikit parfait kemulut Miku.

"ap,apa yang ka,kau lakukan!?" ucap miku dengan blushing.

Akh?! Apa yang kulakukan?! Kenapa aku?! Apa otakku sudah di kendalikan kaa-san?!

"kaga apa-apa, hanya senang menggoda mu!" ucapku ketus sambil membalikkan kepalaku ke arah berlawanan.

"kau sangat menyebalkan, Kaito!" ucapnya geram.

"bukannya dari dulu aku menyebalkan, Miku?" ucapku sambil makan es krim.

Hehehehe... aku merasa gadis ini semakin lama makin menarik.

.:.:.:.:.:Love or Not Love.:.:.:.:.:.

-Author POV -

"baiklah, sudah selesaikan makannya? Ayo pergi ke taman bermain atau kita di gantung kaa-san dan tante Lily" ucap Kaito.

'oke" ucap Miku.

Dan mereka segera masuk ke stasiun dan naik bis.

"umm... Ka,Kaito... apa kau kaga merasa ada yang melihat kita?" tanya Miku.

"maksudmu semua gadis disini pada melihat kita?" tanya Kaito.

"i,iya..." ucap miku dengan blushing.

"apa boleh buat, kita kaya pasangan saja apalagi menggemgam tangan seperti ini bisa menjadi perhatian massa (?)" ucap Kaito.

"oh..." ucap Miku.

"waaah, cowo itu keren sekali"

"apakah cewe itu pacarnya?"

"uh... mereka tidak cocok! Yang cocok dengan cowo itu aku!"

"aaah... aku pengen jadi cewe itu..."

"apakah aku bisa berkenalan dengan cowo itu ya?"

"tampan sekaliii~"

"gayanya cool banget"

"aaah~ aku ingin menjadi pacarnyaa"

Seperti itulah kesan gadis-gadis di bis itu, tapi anehnya apa gadis-gadis itu tidak nyadar Kaito itu idola yang lagi naik daun?! Aih~ mungkin gara-gara terpesona akan ketampanan Kaito hingga mereka tidak sadar~

"waaah, banyak gadis yang suka kamu lho~ Kaito Shion no baka~" ucap Miku.

"diamlah kau! Baka? Bukannya yang baka itu kamu? Nilai ulangan mu selalu jeblok, mustinya yang BAKA itu kau" ucap Kaito ketus

"aku tidak baka!" dengus Miku kesal.

"kamu baka" ucap Kaito.

"tidak! Itu kamu!"

"kamu"

"kamu!"

"kamu"

"kamu!"

Author tiba-tiba muncul di dalam bis itu dan memegang mic.

"kamu-kamyu lagi~kamu-kamu kamu lagi, kamu-kamu kamu lagi~ kamu,kamu,kamu,kamu,kamu,kamu,kamu~" nyanyi author ala coboy junior (bener kaga?)

"What the..." ucap Miku kaget ngelihat author nyanyi dengan suara mirip bebek kejepit (?).

-back to story-

Setelah mereka mengakhirin saling mengejek di dalam bis mereka segera ke taman bermain

Di taman bermain.

"oi, kaito. Bagaimana kalau kita naik..." ucapan Miku terpotong karena.

"bagaimana kalau naik Perahu-perahuan sajaaa~" tiba-tiba muncul mizki dan Yuuma.

Spontan saja Miku dan Kaito kaget walau kaito tidak menunjukan wajah kaget sih.

"YUUMA?! MIZKI?!" teriak Miku saat melihat 2 teman sekelasnya.

"yuuma? Mizki? Apa yang kalian kesini?" tanya Kaito.

"hah? Kami kesini tentunya kencan lha~ ini kan tempat umum~" ucap Mizki dan merangkul lengan Yuuma.

"kalian sejak kapan jadian? Bukannya kalian sering berantem?" tanya Yuuma.

"hahahaha! Yuuma-kun polos ya! ngerti kaga perumpamaan 'benci lama-lama cinta~' (emang ada?)" ucap Mizki.

Yuuma hanya mengangguk-angguk berati mengerti.

"eh..." Miku dan Kaito hanya kaget.

"jadi makanya mereka jadian~" ucap Mizki.

"tu-tunggu! Kami bukan pacaran kok! Kami di pa—" ucapan Kaito dan Miku terpotong mengingat Mizki itu sangat suka membeberkan rahasia plus lagi dia itu anggota surat kabar.

"hmm? Kalau bukan, apa donk?" tanya Mizki dengan suara menggoda.

"umm... bener deh... kami berdua jadian..." ucap Miku ragu-ragu.

"uwaaah! Bagus lah kalau begitu! Bagaimana jika kita double date?" tanya Mizki.

"benar, kelihatannya menarik bukan?" ucap Yuuma.

"benar juga... baiklah kita double date" ucap Kaito menyetujuin.

"baiklah, kita pergi ke permainan mana?" tanya Miku.

"bagaimana jika kita jangkepon dulu,yang menang pertama dia yang memilih permainan apa?" ucap Mizki menjelaskan.

Semuanya menyetujuin dan memulai jang ke pon.

"JANG KE PON!" teriak mereka.

"Yeiyy! Aku yang pertama!" teriak Miku senang.

"Bagaimana jika kita naik perahu-perahuan?!" tanya Miku dan menarik Mizki.

Kaito dan Yuuma berlari menyusul mereka.

.:.:.:.:.:Love or Not Love.:.:.:.:.:.

-di tempat perahu-perahuan-

"ayo kita naik perahu yang sama , Mizki!" teriak Miku dan menarik mizki.

"umm... aku maunya bersama Yuuma, kenapa tidak bersama Kaito saja? Kaliankan pacaran" ucap mizki.

"umm...be,benar juga..." ucap Miku menyetujuin dengan ragu.

"nah, come on!" ucap Mizki dan memaksa Miku naik perahu.

Yuuma memaksa Kaito naik perahu yang sama dengan Miku.

"ap-!" kaito hendak protes sayangnya...

Yuuma menendang perahu itu dan berjalan (?) menjauh daratan (?)

"nah, ayo kita naik perahu juga, Mizki" ajak Yuuma dan naik perahu.

"oke" Mizki menerima genggaman tangan Yuuma.

Dan mereka naik perahu.

"sekarang kita harus apa, Kaito?" tanya Miku sambil terus berdayung.

"mau gak mau kita bersantai disini sementara" ucap Kaito pasrah.

"umm... eh?! Ada angsa!" teriak Miku "Kaito, ayo berdayung dekatin angsa itu yuk!" teriak Miku lagi.

"malas..." ucap Kaito.

"ya udah kalau gak mau!" ucap miku kesal dan mengambil dayungan dari Kaito dan berdayung mendekatin angsa itu.

'geez... apa dia kaga tahu angsa itu galak? (?)' batin kaito kesal.

Dan mereka mendekati gerombolan angsa yang bersama anaknya

"Angsa~ ayo kesini~" ucap Miku dan mengulurkan tangannya ke salah satu angsa.

Angsa itu langsung menggigit tangan Miku (?).

"aduh!" pekik Miku.

"!" "kau kaga apa, Miku?!" tanya Kaito kaget.

"i,iya.." ucap miku.

"sini kulihat tangan mu" ucap Kaito dan memegang tangan miku yang terluka.

"ti,tidak usah!" Miku langsung menarik tangannya dengan paksa.

Alhasil, perahu mereka oleng (?).

Dan miku tercebur.

"miku!" teriak Kaito kaget.

"Uwaaah! Aku dikejar Angsaaa!" teriak Miku sambil berenang dengan cepat sambil di kejar Angsa.

Kaito hanya tertawa kecil.

'ah! Kenapa tadi aku khawatirkan dia tadi?!' batin Kaito kaget.

.:.:.:.:.:Love or Not Love.:.:.:.:.:.

-kemudian-

"bagaimana ini... bajuku basah..." ucap miku sedih.

"tenang saja yang basah bukan kamu kok! Kami juga~" ucap mizki.

"iya sih... tapi kalau kaliankan sengaja nyebur ke sungai" ucap Miku.

"hehehehe... tapi tenang saja aku ngebawa baju cadangan karena aku sudah tahu bakal basah, tenang saja aku membawa 2 baju perempuan" ucap mizki.

"ah, beruntungnya aku" ucap miku senang.

"yuuma, apa kau bawa baju ganti mu?" tanya Mizki.

"bawa kok" ucap yuuma

"memang kalian selalu bawa baju ganti ya?" tanya Kaito.

"tidak, setiap ke taman bermain kami membawa baju cadangan karena setiap main perahu-perahuan kami suka nyebur ke sungai untuk bermain air bersama~" ucap mizki senang.

'pasangan aneh... kan bisa main air bersama di kolam renang ato di laut...' batin Kaito dan Miku sama.

"ayo ganti baju~" ucap mizki dan menarik Miku,

-3 menit-

"lihat~ cakep banget kamu~" ucap Mizki senang.

"ta,tapi ini..." ucap Miku malu-malu.

Pakaian Miku sekarang adalah...

Memakai celana mini sepaha, dan memakai baju yang pusarnya kelihatan.

"kaga apa, cantik kok" ucap Mizki.

Sedangkan mizki dia memakai kimono (?).

"ayo kita keluar~" ucap Mizki dan menarik miku keluar dari kamar mandi.

.:.:.:.:.:Love or Not Love.:.:.:.:.:.

-di luar-

"kami sudah selesaaai~ kaito-kun~ YUUMA~" ucap Mizki.

"lama sekali" ucap Kaito menoleh ke mizki dan Miku.

"uwaaah, Mizki manis sekali" ucap Yuuma .

Kaito hanya blushing.

Bagaimana enggak!

Pakaian Miku itu sekseh (Bagi author sendiri)

"hei, Mizki. Apa kaga ada pakaian lain apa?" tanya Kaito.

"kaga ada, memang kenapa?" tanya mizki.

"tidak, aku kalau orang lihat aku punya pacar berdada rata seperti itu bikin aku malu" ucap Kaito ketus.

"apa maksud mu berdada rata?! Dadaku tidak rata tahu! " ucap Miku kesal.

"benar, yang paling rata itu kan , Rin Kagahime" ucap Mizki polos "jadi Miku masih mendingan" lanjutnya.

"terserah" ucap Kaito.

"nah ayo kita mulai jang ke ponnya lagi!" ucap yuuma

"Jang KE PON!" teriak Mizki,Miku dan yuuma.

"aku yang kedua, bagaimana jika naik roller coaster saja" ucap Kaito.

"kelihatannya itu ide yang bagus!" ucap Mizki dan Yuuma menyetujuin.

Sedangkan miku hanya pucat pasi.

"ak,aku tidak i,ikut ya..." ucapnya.

"tidak ada kata tidak ikut! Dan ayooo~~" ucap Mizki dan menarik Miku.

Di roller coaster terdengar teriakan ketakutan Miku (yang paling kenceng) dan tawa gila dan bahagia dari Yuuma dan Mizki (namanya juga pasangan gila *Di tabok*)

"hah,hah! Aku pikir bakal mati..." ucap Miku dengan pucat pasi.

"nah ayo jang ke Pon lagi!" ucap mizki tidak peduli keadaan mental miku.

"eh, ta,tapi...bisakah ki,kita istrirahat?" tanya miku.

"ayo mulai jang ke pon!" ucap Yuuma tidak peduli.

'aku di cuekin' batin Miku sedih.

"JANG KE PON!"

"aku! Bagaimana kita kerumah hantu saja?" tanya Yuuma.

"kelihatan menarik!" ucap Mizki senang.

"walaupun aku tidak tertarik, tapi apa boleh buat" ucap Kaito.

"tung, tunggu sebentar ak,aku" ucap miku terbata-bata sayangnya Mizki langsung menarik Miku ke rumah hantu.

Di beda tempat.

Terlihat gadis berambut putih salju dan bermata merah.

"um... sepertinya tidak ada reaksi apa-apa... ah! Aku ingat saat di perahu! Saya merasa Kaito sedikit ada panik saat Miku-chan tercebur... iya... Mizki dan Yuuma berusaha biar mereka ada perasaan... aku tahu... iya... baiklah, lily-sama" ucap Haku dan menutup telepon.

"aku akan ke rumah hantu itu dan..." gumam Haku

Haku hendak berjalan mengintai dan mendengar suara memanggilnya.

"lho, Haku? Kenapa kau disini?"

Haku menemukan sesosok lelaki berambut putih dan bermata sama denganya.

"dell? Kau sendiri?"

"aku nemenin Deruko tadi tapi dia sudah tidak butuh karena ada kakakmu tadi, Hakuo, kau sendiri?" ucap Dell.

"a,aku.. hanya ketaman bermain, bosen dirumah melulu" ucap Haku.

"kau sendiri kan?"

"i,iya"

"bagaimana jika kita bersama saja?"

"eh ta,tapi"

"sudah lah ayo kita naik roller coaster" ucap Dell dan menggemgam tangan Haku.

Haku hanya blushing.

'Yuki, Mizki, ku serah kan semuanya ke kaliaaan!' batin Haku.

Sedangkan Yuki?,

Dia sedang bersama Kiyoteru, berada di bianglala.

Akhirnya Yuki melupakan tugasnya.

Jadi... yang tersisa ya... Mizki...

.:.:.:.:.:Love or Not Love.:.:.:.:.:.

-di tempat rumah hantu-

"kami pergi dulu ya~ ciao~" ucap Mizki dan menarik Yuuma.

Kelihatannya Mizki lupa tugasnya juga...

"dadah~" ucap Yuuma dan mereka masuk ke dalam rumah hantu itu.

-1 menit kemudian-

"next" ucap penjaga rumah hantu itu.

Giliran Miku dan Kaito.

Suasana tempat itu gelap dan menyeramkan, tempatnya mirip kuburan (ya iyalah kuburan, memang mau apa? Ruang pernikahan? Atau ruang disko? Atau ruang apa lagi?).

Miku langsung ketakutan sedangkan Kaito dia mah santai-santai saja.

Tiba-tiba langsung muncul kuntilanak (sejak kapan di jepang ada kuntilanak?)

Spontan saja Miku langsung teriak.

"KYAAAAAAAAAAAA!"

Dan langsung memeluk Kaito dengan ketakutan.

"he,hei! Apa-apaan ini! Lepaskan!" ucap Kaito kesal.

"ta,takut... " ucap Miku dan tetap memeluk Kaito.

Kaito hanya menghela nafas pasrah dan mereka tetap berjalan.

"Kya!" teriak miku

"apa lagi sih?" tanya Kaito kesal.

"A,ada... yang memegang... ka,kaki ku..." ucap miku terbata-bata.

"hah?" Kaito hanya memasang wajah bingung.

Kaito dan Miku segera melihat kebawah dan menemukan.

Seorang suster ngesot (?) berlumuran darah, sedang memegang kaki Miku.

"huwaaaaaa!" miku langsung ngacir.

"oi, miku!" panggil Kaito dan hendak mengejar Miku.

Sayangnya...

Kakinya dipegang suster ngesot itu.

"ma...u kah... kau menjad...pa...ca...r..ku?" tanya suster ngesot itu dengan blushing.

Kaito hanya menampakan wajah yang mengatakan Mahluk-ini-berbicara-apa?

-di tempat Miku-

"uwaaah... aku... tersesat..." ucap miku dengan muka pucet.

Terlihat Miku melihat kanan dan kiri mencari jalan dan waspada akan serangan 'arwah yang tidak tenang' (?) itu

Tiba-tiba muncul Tukul (?) di depan Miku

"!"

"Kyaaa~~ Tukul yang ada di bukan empat mata X3 aku penggemar beratmuuu~" ucap Miku dan memeluk Tukul.

Ah salah ketik! Ulang! Ulang!

Replay, Take 333, action!

Langsung muncul tuyul, dan,Samurai pada jaman meiji.

Spontan saja Miku kaget dan ketakutan.

Baru 2 langkah Miku menyadari sesuatu.

'tunggu, samurai itu aku merasa kenal' pikir Miku dan menoleh ke arah samurai itu.

"Miku-chan, hallo~" ucap samurai itu atau bisa dibilang Gakupo si banci *di tebas*

"waaah, Gakupo-kun. Kau kenapa berpakaian ala samurai pada jaman meiji? Apalagi berdarah-darah begitu?" tanya Miku.

"aku kerja sambilan di rumah hantu ini, Miku-chan~" ucap Gakupo. "bersama Oliver~" lanjutnya.

"eh? Oliver ? mana si bocah kecil yang pintar itu?" tanya Miku celingak-celinguk.

"ini yang jadi tuyulnya" ucap Gakupo.

Miku menatapnya

Tatapan mata Miku seperti berkata OMG-Oliver-yang-imut-ini-jadi-botak-kinclong-bagaikan-habis-di cuci-pakai-sunlight (?)

"hei aku tidak botak! Aku pakai sesuatu biar kelihatan botak! Aslinya rambutku masih, indah dan cuantik~" ucap Oliver narsis dan lebay.

Miku hanya sweadropped.

"kau masuk kesini bareng siapa? Kan masuk rumah hantu musti berpasangan" ucap Oliver.

"umm... sama..."

"oi, Miku. Kucari kemana-mana" tiba-tiba muncul Kaito.

"eh?! Kau bersama Kaito? Orang yang paling kamu benci?!" teriak Oliver kaga percaya dan tatapannya berkata OMG-Miku-dan-Kaito-bersama-kerumah-hantu-ini?!-dunia-sudah-kiamat!

"biasa saja kali...,Oliver" ucap Kaito sweadropped melihat kelebayan Oliver.

"tapi kenapa kalian bisa bersama?" tanya Oliver.

"kau belum tahu? Miku dan Kaito itu sudah mau me-" sebelum menyelesaikan kata-katanya Gakupo langsung dihajar

BUAG! BUG! PRANG! MEOOONG (?)

Terlihat Gakupo dalam keadaan mengenaskan karena hajaran Negi dari Miku dan hajaran dari Kaito

"R.I.P ,Gakupo Kamui, dan jangan pernah hidup lagi" ucap Kaito datar.

Oliver hanya sweadropped.

"kalian sudah berpacaran?" tanya Oliver.

"itu, ti..." ucap Miku terpotong oleh...

"Benar! Mereka sudah pacaran! Amazing bukan!"...Mizki yang langsung muncul mirip jelangkung *di tabok Mizki*

Mata Oliver langsung cling-cling (?).

"Mizki! Ini berita besar untuk surat kabar nanti di sekolah!" teriak Oliver.

"benar sekali, ketua surat kabar!. Ini bakal jadi hot news!" teriak Mizki.

Miku dan Kaito hanya sweadropped dan bergindik ketakutan.

"BTW, mana Yuuma-kun?" tanya Miku pas sadar Yuuma tidak muncul

"ah... dia..." ucap Mizki menggantung.

"?"

.

.

.

.

.

.

.

.

"OMG! Aku meninggalkannya saat ditarik Sadako yang naksir sama dia ke dalam sumur!" teriak Mizki dan langsung ngacir menyelamatkan yayangnya dari ancaman sadako yang sedang jatuh cinta (?)

Kaito, Oliver, Miku, dan Gakupo hanya sweadropped.

"jadi, kita pulang sekarang?" tanya Kaito.

"tentu saja, sudah malam!" ucap Miku sambil melihat jam di hapenya.

"ayo" ajak kaito dan mereka pergi mencari jalan keluar.

Oliver dan Gakupo hanya cengo entah apa alasannya hingga mereka berdua cengo.

Kaito dan Miku segera pulang setelah menemukan jalan keluar dari Rumah hantu tersebut.

~TBC~


Chalice : *tepar*

Len & Rin : *sweadroppped*

Chalice : tidaaaak! Video vocaloid yang susah-susah ku download! Dokumen kuuu! Aaakh! Kenapa harus di format sih Laptopnya! *marah-marah sendiri*

Len : Rin...

Rin : apa ,Len?

Len : apa kau... tidak malu punya author sarap seperti dia?

Rin : tentu saja malu punya author gila seperti itu.

Len :ayo kita pindah fic ke author yang lain *ngacir*

Rin : *ngacir*

Chalice : Weeeks! Kabur semua! Oh well, intinya Review ya XD, minna! Maaf jika cerita kali ini GAJe banget

Note : maaf jika Charcaternya OOC, apalagi Kaito yang rencananya pengen ngebuat Cool dan datar, malah jadi kekanakan, maklum... saya kebiasa ngebuat Kaitonya Baka dan polos sih =3=

Mind To Review?