Disclmaer
Saya tidak mengakui kepemilikan Naruto, Highschool DxD, Rakudai Kishi no Eyutan, dan Anime/Manga/Light Novel lainnya karena saya hanya meminjam Char mereka yang kawai-kawai.
The Last Namikaze
Genre: Action, Adeventure, Bishoujo, Demon, Ecchi, Fantasy, Harem, Romance, Supernatural
Raiting: M
Warning:
Gaje, Abal, Typo, OOC, OC GodlikeNaru!, DevilNaru!, HaremNaru!, MultiCharAnime!
.
Summary: Naruto merupakan Iblis terakhir dengan darah Namikaze mengalir dalam tubuhnya. Dengan kemampuan yang diwariskan Ayahnya serta kemampuan yang dia dapat karena latihan extrimenya, Naruto bertekat akan menemukan mereka, pembunuh dari Ayah, dan penyebab Ibunya terbunuh.
.
Talk:
"Blablabla." Percakapan Biasa
"Blablabla." Guman/batin.
"Blablabla." Monster/Naga/Mahluk sejenisnya.
"Blablabla." Guman/Batin Monster/Naga/Mahluk sejenisnya.
[Blablabla] Sacred Gear/Sejenisnya.
[Blablabla.] Teknik/Jutsu/Sihir/atau Sejenisnya.
.
Chapter 3
.
"Mereka cukup mengesankan." Tohka menatap dua gadis yang telah menghabisi 3 Da-Tenshi sekaligus dalam satu kali serangan. "Tapi hasrat bertarung ku hilang setelah melihat kekuatan mereka. Entah kenapa aku merasa seperti mereka seseorang yang lemah." Ujar Tohka tenang, yang berdiri dipohon bersama dengan Naruto disebelahnya.
"Hahaha." Naruto tertawa canggung. "Kau jangan menyamakan mereka dengan mu, Tohka-chan. Meraka dari lahir sudah memiliki kemampuan yang luar biasa, itu yang menyebabkan dia berbeda dengan mu." Naruto yang berposisi duduk, mulai berdiri. "Sepertinya sudah waktunya." Ujar Naruto, Tohka mengangguk singkat. Mereka berdua menghilang dengan cahaya hitam yang muncul dari bawah kaki mereka.
.
"I-Issei-kun, Ku-kumohon…." Gadis dengan seurai hitam, beriris violet, menatap Issei dengan pandangan memelas.
Issei mengalihkan pandangannya kearah lain. "Bo-Boucho kumohon, lenyapkan di-dia." Pinta Issei tidak tega, karena bagaimanapun, gadis didepannya adalah cinta pertamanya, walaupun dia menjadi musuh, kenangan manis bersamanya tidak akan pernah hilang.
"Ya, Ise." Rias menciptakan Power of Destruction ditanggannya. "Atas nama keluarga Gremory, kau akan menerima hukuman mu, Raynare. Matilah kau." Rias melemparkan Power of Destruction ditangannya kearah Raynare.
Duuaarrr!
"Cukup sampai disini." Seluruh pasang mata menatap terkejut tempat ledakan dimana Rias melemparkan Power of Destruction-nya. "Rias Gremory, kau sudah selesai dengan urusan mu bukan? Sebaiknya kau pergi sekarang, biar aku yang mengurus sisanya." Asap yang mengalangi pandangan mereka menghilang, memperlihat sosok pria bersurai blonde, bersama dengan gadis bersurai coklat.
"Siapa kau?" Pandangan mata Rias mengeras menatap Naruto yang menatapnya tenang.
"Tohka-chan, kau lindungi dia." Tohka mengangguk singkat. Naruto melangkah kedepan, menatap satu persatu kumpulan Iblis didepannya. "Satu Swordsman, satu Nekomata, satu mantan Da-Tenshi-half, dan satu lagi pengguna Sacred Gear, hmm…." Naruto menyipitkan pandangannya. "Boosted Gear kah?" Ujar Naruto bingung.
Pandangan matanya semakin menajam karena merasa diabaikan. "Aku Tanya siapa kau sebenarnya, Blonde-san?" Tanya Rias marah.
Naruto tersenyum. "Kau tidak perlu tau siapa aku, Rias Gremory. Kalau kau ingin tau kau bisa bertanya pada Onii-sama mu itu. Ahh satu lagi, sudah dua hari ini aku mematai Kuoh Academy, sepertinya kau mengincar Quen ku." Senyum Naruto semakin lebar. "Seseorang yang berhasil menghabisi seluruh Iblis liar dipinggir Kota. Bukan begitu, Rias Gremory?" Tanya Naruto.
"Da-Dari mana kau tau?" Balas Rias terkejut.
"Dari mana? Bukannya tadi aku sudah mengatakannya kalau aku sudah mematai mu selama dua hari ini. Tapi sayangnya orang yang kau incar sudah menjadi Quen ku, Rias Gremory." Naruto menghilangkan senyumnya. "Sekarang pergilah." Perintah Naruto.
"Hah? Kau pikir aku akan pergi begitu saja, setelah aku menemukan orang yang ku cari." Balas Rias kesal.
"Lalu? Kau ingin bertarung?" Tidak ada jawaban dari satupun orang didepannya. Naruto mengehala nafas pelan. "Huh…. Sudah ku duga, Iblis seperti mu tidak akan mengerti hati manusia." Naruto merentangkan tangannya kedepan. "Datanglah Ser Versta." Sebuah gagang Pedang Mekanik muncul didepan Naruto. Mengarahkan gagangnya kebawah, sebuah Cahaya ungu kehitaman dengan unsur padat memebentuk sebuah Pedang. "Majulah kalian jika itu yang kalian inginkan." Ujar Naruto, dengan mengacungkan Pedangnya, pada Rias.
"Kalian jangan ada yang menahan diri, hajar dia sampai tidak bisa bernafas." Perintah Rias tegas.
"Ha'I Bouchou." Balas seluruh Peerage Rias.
Naruto mengalihkan pandangannya kebelakang. "Tohka-chan, bisakah kau mundur sedikit." Tohka mengangguk, dan melangkah mundur bersama gadis bersurai hitam yang tengah pingsan dipelukannya. Kembali menatap lawannya. "Ku harap kalian bisa memuaskan hasrat bertarung ku." Seluruh pasang mata terkejut, bahkan Tohka juga, karena Naruto menghilang dari tempatnya.
"Pertama-tama dari mu, Swordsman-kun." Naruto muncul diatas Kiba,dan mengayunkan Ser Versta dengan kuat, pada pria berwajah tampan itu.
Trank!
Kiba berhasil menahan ayunan Pedang Naruto. "Heh apa kau yakin menahan Ser Versta dengan pedang mu itu?" Tanya Naruto tersenyum mengejek.
"Tentu saja. Prinsip dasar seorang Kesatria adalah percaya pada Pedangnya." Balas Kiba disela-sela adu kekuatannya.
"Souka? Tapi ku harap kau tidak menyesal, Swordsman-kun." Ujar Naruto memperingatkan. Sedikit menekan pedangnya kebawah…. [Namikaze Ryu Kenjutsu: Juuryou.]
Trank!
….Pedang yang digemgam Kiba terbelah menjadi dua. Memutar tubuhnya, dengan cepat Naruto menendang Kiba, tepat dipipi bagian kanannya.
Bukh!
"KIBA!" Teriak seluruh Peerage Rias kawatir.
Kiba terpental hingga menbrak dinding. Rias mengalihkan pandangannya kearah lain. "Beraninya kau…." Aura hitam bercampur merah mulai keluar secara perlahan dari dalam tubuhnya.
"Ternyata benar dugaan ku, kau mempunyai kemampuan yang besar, sayangnya kau tidak bisa memanfaatkan kekuatan mu itu. Sungguh menyedihkan." Ujar Naruto tenang.
"Selama bertarung perhatikanlah lawan mu." Koneko dari belakang mengayunkan pukulannya pada Naruto, tapi….
Trank!
…..pukulan Koneko ditahan oleh Naruto menggunakan Ser Versta tanpa melihat Koneko yang berada dibelakangnya. "Nekomata-chan, sepertinya kau cukup pintar memanfaakan sebuah celah, tapi trik seperti itu tidak akan mempan pada pengguna Perfect Vision, seperti ku." Mendorong Koneko sedikit, Naruto memutar tubuhnya. "Aku tidak akan menahan diri ku…" Naruto dengan cepat mengayunkan Pedangnya. [Namikaze Ryu Kenjutsu: Setsudan.]
Craz!
Koneko terpental kebelakang dengan sebuah luka gores panjang, dari bahunya hingga pingganya tercetak. "Seharusnya serangan tadi dapat menyebabkan luka yang dalam. Huh…. Sepertinya melawan Nekomata memang sulit jika tanpa SIhir." Ujar Naruto.
"Di-dia belum menggunakan SIhir?" Batin Issei terkejut. Karena pasalnya, Kiba, dan Koneko dikalahkan dengan mudahnya tanpa Sihir. "Ka-kau be-beraninya!" Kakinya gemetar ketakutan, dan hatinya sudah menyuruhnya untuk mundur, tapi karena egonya, dia tetap melangkah kedepan.
Naruto menatap Issei. "Heh sekarang Sekiryuutei yang sedang ketakutan? Jangan buat aku tertawa bocah bodoh. Kau masih butuh seratus tahun lagi untuk dapat mengalahkan ku." Naruto menodongkan Ser Versta pada Issei. [Namikaze Ryuu Kenjutsu: …..] Naruto menghilang ditempatnya, dan muncul kembali dibelakang Issei. […..Raiko.]
Craz!
Sebuah luka gores yang panjang dan dalam tercetak ditubuh Issei, dari ujung kepala hingga selengkangannya. "Asal kau tau, Sekiryuutei, aku tadi sedikit menahan diri, jika tidak mungkin kau tidak akan pernah menjadi laki-laki lagi." Ujar Naruto meneggokan kepalanya kebelakang, tanpa membalikan badannya.
"K-kau beraninya!" Aura merah kehitaman semakin besar keluar dari dalam tubuh Rias. Pandangan mata Rias berubah menjadi tajam. "Akan ku bunuh kau." Rias menciptakan Power of Destruction ditangannya. "Matilah kau, sialan!" Rias melemparkan Power of Destruction-nya pada Naruto.
Duuaarrr!
"Kau pantas untuk mati." Ujar Rias melihat Naruto menerima serangannya tanpa menghindar sedikitpun.
"Cukup mengesankan." Asap menghilang memperlihatkan Naruto yang tidak terluka sama sekali, bahkan pakaian yang dia gunakan sama sekali tidak rusak, tapi berbeda dari yang tadi, jika tadi Naruto menerima serangannya sendiri, kini Tohka tepat berada didepan Naruto, dengan mengarahkan Narukami keatas.
"Tohka-chan!" Naruto menatap Tohka terkejut yang berada didepannya. "Bukannya sudah aku bilang kau lindungi saja gadis itu." Ujar Naruto menatap punggung Tohka.
Tohka mengalihkan pandangannya kebelakang. "Naruto-san, bisakah kau memberikan mereka pada ku? Aku sudah cukup menahan diri sejak tadi." Ujar Tohka tenang.
"Ta-tapi…."
"Naruto-san, aku mohon. Kau bisa menjaga gadis itu bukan?" Tohka menatap Naruto memelas.
"Huh…. Baiklah jika itu mau mu." Naruto berjalan mundur kebalakang. "Kembalilah Ser Versta." Ser Versta ditangan Naruto menghilang. Merebahkan dirinya disamping gadis Da-Tenshi yang sedang pingsan, pandangan menatap tenang Tohka. "Tohka-chan, jangan berlebihan." Ujar Naruto memperingati.
Kembali menatap Rias, dan Akeno yang berdiri bersebelahan, Tohka tersenyum. "Aku tau itu, Naruto-san." Balas Tohka.
"Jadi kau Manusia yang mengalahkan seluruh Iblis disekitar hutan?" Tanya Rias, menatap tenang Tohka yang berada didepannya.
"Maaf saja, sekarang aku bukan lagi seorang manusia, tapi aku adalah Iblis." Balas Tohka tenang.
"Sou. Aku sama sekali tidak merasakan aura Sacred Gear dari dalam tubuh mu. Jadi kau bukan pengguna Sacred Gear?" Ujar Rias tenang.
Tohka memejamkan matanya. "Tentu saja. Aku sudah terlalu kuat dengan kemampuan ku, aku tidak butuh barang yang kalian sebut Sacred Gear itu." Balas Tohka tidak kalah tenang.
"Heh? Kalau begitu bergabunglah dengan ku. Aku akan mewujudkan apapun yang kau inginkan." Ujar Rias tersenyum.
"Apapun kau yakin?" Tohka tersenyum meremhkan kearah Rias.
"Tentu saja. Jadi apa kau mau bergabung dengan ku? Tinggalkan saja King mu itu. Kau akan lebih bahagia jika bersama dengan ku." Balas Rias belum menghilangkan senyumannya.
Tohka membuka matanya. "Baiklah…."
"Binggo." Batin Rias.
"….aku menolaknya." Rias, dan Akeno menatap Tohka terkejut. "Hal yang aku inginkan sudah terwujud. Aku ingin membuat anak-anak di Panti bahagia. Membuat adik angkat ku tidak merasakan kesusahan seperti diriku, dan yang terakhir bersama dengan Naruto-san. Aku tidak tau apa yang aku rasakan ini apa, karena aku tidak pernah mengalami ini sebelumnya. Tapi aku ingin bersama dengan Naruto-san." Lanjut Tohka tenang.
"Cho-chotto, apa kau tidak memikirkannya lagi?" Tanya Rias masih menatap Tohka Terkejut
"Tidak pelu, Rias Gremory." Balas Tohka. "Dan yang dikatakan Naruto-san ternyata benar, kalau Iblis murni adalah mahluk terpicik, jika mereka belum pernah mengalami apa yang namanya hal paling memalukan." Tambah Tohka.
Rias melangkah mundur. "Cih. Kalau begini tidak ada jalan lagi….." Rias menciptakan Power of Destruction ditangannya. "…..aku akan merebutmu secara paksa." Rias melemparkan Power of Destruction pada Tohka.
Duuuaarrrr!
Rias tersenyum, Tohka sama sekali tidak menghindar, tapi…
"Apa kau tidak pernah belajar dari kesalahan, Rias Gremory?" …pandangan Rias, dan Akeno terbelak melihat Tohka sama sekali tidak terluka sedikitpun dengan kembali mengangkat Narukami keatas.. "Akan aku beri tau pada mu, Rias Gremory. Serangan berelemen petir tidak akan mempan padaku. Sekalipun itu, elemen petir dengan unsur terkuat sekalipun." Ujar Tohka.
"Ba-bagaimana mungkin?" Guman Akeno terkejut.
"Ti-tidak mungkin." Rias melangkah mundur. Melangalihkan pandangannya pada Akeno, Rias menyipitkan matanya. "Akeno serang dia." Perintah Rias tegas.
"Ha'I, Bouchou." Akeno menciptakan petir ditangannya. "Terimalah ini." Akeno melemparkan petirnya pada Tohka, tapi….
….petir yang dilemparkan Akeno berbelok kearah Narukami. "Sudah aku katakan serangan berlemen petir seperti apapun tidak akan mempan terhadap ku, karena senjata ku, Narukami dapat menghisap segala jenis Sihir apapun yang memiliki elemen petir, kecuali serangan tersebut memiliki skala yang lebih besar dari Sihir yang dapat dihisap oleh Narukami." Tohka mengarahkan Narukami kesamping. "Jika kalian ingin merasakan seperti apa serangan kalian itu, akan ku tunjukan pada kalian….." Petir berwarna merah kehitaman, dan kuning mengitari Narukami dengan lambat.
[Thunder Full Counter.] Tohka dengan cepat mengayunkan Narukami diudara kosong, tapi menciptakan sebuah sabit petir berwarna merah kehitaman, dan kuning yang mengarah pada Rias, dan Akeno.
Duuaarrrr!
Tohka menatap datar hasil ledakan. Asap menghilang memperlihatkan, Rias, dan Akeno yang tidak terluka, tapi dengan pakaian yang sudah sobek dimana-mana, karena lingkaran Sihir berlambang Gremory melindungi mereka. "Seperti yang diharapkan dari pewaris Clan Gremory yang diceritakan Naruto-san, kalau kau dapat menahan serangan tersebut." Tohka mengalihkan pandangannya pada Naruto. "Neh, Naruto-san, bolehkah aku membunuh mereka?" Tanya Tohka tenang.
Naruto menggeleng kecil. "Iie. Kalau kau membunuh mereka, itu sama saja kau mengajak perang Maou Lucifer, Tohka-chan. Dia adalah adik dari Sirzechs Lucifer, Iblis Terkuat di Underworld saat ini, terlebih lagi, Sirzechs-san adalah orang baik yang mau membantu ku saat aku kesusahan dulu. Jadi tidak mungkin bukan kalau aku membalas kebaikan yang dia berikan dulu dengan kematian adiknya?" Balas Naruto tersenyum menatap Tohka.
"Huh…" Tohka menghela nafas pelan. Kembali menatap Rias, dan Akeno, pandangan mata Tohka menajam. "Karena ini permintaan King ku, aku tidak akan membunuh kalian berdua tapi aku tidak akan menahan diri ku, persiapkanlah diri kalian." Tohka memasang kuda-kuda bertarungnya.
"Na-Nani?" Rias, dan Akeno terkejut, Tohka muncul didepan mereka secara tiba-tiba. "Sudah aku katakan persiapkan diri kalian." Dengan cepat tangan Tohka melepas Narukami yang tadi dia sarungkan kembali.
Duuaarrr!
Mata saffir Naruto menatap datar kumpulan asap didepannya. Dua orang atau leih tepatnya, Rias, dan Akeno keluar dari kumpulan asap dengan cara terlempar hingga menabrak dinding bangunan. "Sebenarnya apa yang Sirzechs-san ajarkan pada Imoutou-nya, hingga melawan Tohka saja tidak mampu?" Batin Naruto bertanya-tanya, karena pasalnya, sudah sejak lama, Naruto tau kalau Rias mempunyai bakat Sihir yang sangat luar biasa, belum lagi didukung dengan Sihir Power of Destruction-nya, serta Kapasitas Sihirnya yang sangat luar biasa.
"Se-Sebenarnya siapa mereka?" Rias perlahan-lahan mulai bangkit bersama dengan Akeno disampingnya.
"A-Aku tidak tau Boucho. Ta-tapi yang jelas ji-jika kemampuan Quen-nya saja sudah dapat mengalahkan ki-kita berdua dengan mu-mudah, ba-bagaimana dengan Ki-Kingnya." Balas Akeno susah payah, karena luka yang dia terima dari serangan Tohka bukanlah luka yang bisa dianggap luka ringan.
"Kalian sungguh membosakan." Tohka kembali menyarungkan Narukami-nya. "Rias Gremory, kau sangat membuat ku kecewa, kau adalah adik dari seorang Maou Lucifer, tapi aku tidak pernah berfikir bahwa adiknya sangatlah lemah, tidak seperti Kakak-nya, yang diceritakan oleh Naruto-san." Ujar Tohka tenang.
Naruto memejamkan matanya sesaat, dan berdiri dari duduk bersilanya, dengan menggendong bridalstyle gadis Da-Tenshi yang memang berniat dia selamatkan. "Apa kau sudah puas, Tohka-chan?" Tanya Naruto yang sudah berdiri dari duduknya, dan menatap tenang, Quen-nya.
Sister yang merupakan Quen Naruto itu, mengalihkan pandangannya pada King-nya. "Tidak. Aku sama sekali tidak puas melawan mereka. Bahkan aku tidak perlu melepas Kacamata ku untuk bertarung dengan mereka." Balas Tohka, berjalan kearah Naruto. "Naruto-san, kita pulang sekarang." Pinta Tohka.
"Wakata." Naruto mengangguk singkat. Menciptakan lingkaran Sihir dibawah kakinya dan Tohka, Tohka kembali menatap Rias, dan Akeno. "Rias Gremory, jadilah lebih kuat dari dirimu yang sekarang. Pertemuan selanjutnya, akan aku pastikan kau tidak akan bergerak melawan ku, jika kau masih seperti ini." Ujar Tohka pada Rias, sebelum menghilang dengan lingkaran Sihir bersama dengan Naruto, dan gadis Da-Tenshi, yang dibawa Naruto.
"O-Onii-sama, pasti tau siapa mereka. A-aku akan menanyakannya nanti." Guman Rias susah payah.
…The Last Namikaze…
"Apakah Iblis liar disini tidak ada yang kuat?" Batin Kirin, yang menyarungkan sebuah Katana ditangannya. Membalikan badannya, Kirin berjalan santai tanpa membersihkan hasil dari pertarungannya, yang hampir menebangkan pohon-pohon disekitarnya. "Semoga saja, Tohka-Nee, dan Naruto-Nii sudah pulang." Lanjutnya santai.
.
"Ngomong-ngomong kemana Kirin-chan?" Tanya Naruto berjalan santai kearah tempat duduk, sehabis membaringkan Da-Tenshi yang dia selamatkan, dikamar yang tidak terpakai.
Dengan tenang, Tohka meletakan secangkir kopi diatas meja, tepat didepan Naruto. "Mungkin sedang membasmi Iblis liar. Mengingat kau menjanjikan sebuah hadiah padanya, pasti dia akan sangat antusias dengan hadiah itu." Balas Tohka yang ikut duduk disamping Naruto.
Tangan berkulit tannya menggambil cangkir kopi yang disediakan oleh Quennya. "Souka." Naruto meneguk sedikit isi dari cangkir kopi ditangannya. "Ahh, iya Tohka-chan, bisakah kau menjaga Da-Tenshi itu, aku ingin keluar sebentar." Naruto berdiri dari kursinya.
"Hm…" Tohka mengalihkan pandangannya pada Naruto. "Memang kau mau kemana, Naruto-san?" Tanya Tohka, menatap tenang Naruto.
"Hanya sedikit urusan dengan Hentai-Da-Tenshi." Lingkaran Sihir muncul dibawah Naruto. "Jaa kalau begitu aku pergi dulu."Ujar Naruto, sebelum menghilang dengan lingkaran Sihirnya.
"Huh…" Tohka menghela nafas pelan. "Sebaiknya aku mengecek kondisinya." Tohka berdiri, dan pergi kekamar tempat dia membaringkan Raynare.
…The Last Namikaze…
BRAK!
"Hentai Da-Tenshi!" Naruto dengan suara yang keras menendang pintu kamar Azazel hingga lepas. "Mau sampai kapan kau pura-pura tidur? Atau mau kubakar rumah mu ini?" Ujar Naruto, menatap kesal Azazel, yang perlahan bangun dari kasurnya.
"Cih, kau mengganggu tidur ku, Kuso Gaki." Azazel menatap kesal Naruto. "Apa yang kau inginkan, malam-malam datang kerumah seorang laki-laki single? Apa kau seorang Maho-an?" Azazel menatap Naruto dengan pandangan menyipit.
"Mau ku pecahkan kepala mu yang isinya hanya ada hal-hal mesum saja, Hentai-Da-Tenshi?" Naruto menatap kesal Azazel. "Dan satu kata yang harus ku koreksi, kau bukan single, tapi tidak laku." Tambah Naruto.
"Cih, Kuso Gaki." Azazel menatap kesal Naruto. " Jadi apa yang kau inginkan sebenarnya, Tuan Namikaze-sama?" Tanya Azazel.
"Sacred Gear yang ku minta pada mu." Jawab Naruto tenang.
"Ahh itu." Azazel berdiri dari kasurnya, dan berjalan kearah laci mejanya. Membuka lacinya, Azazel melemparkan sebuah gelang yang seperti pada umumnya, hanya saja terdapat Device dibagian atasnya yang berbentuk seperti peti mati dengan warna emas, dipadukan hitam. "Ini." Azazel melemparnya pada Naruto. "Tapi aku tidak menyangka, kau berani memberikan informasi dari barang penemuan mu itu pada ku." Azazel tersenyum pada Naruto.
"Sebenarnya aku tidak mau berbagi informasi ini dengan mu, tapi apa boleh buat. Aku tidak punya tempat untuk menyelesaikan ini kalau tidak di tempat mu yang penuh dengan bau-bau mesin tua itu." Naruto menyimpan benda yang diberikan oleh Azazel. "Satu lagi, aku harap kau tidak memberikan rumus, dan informasi cara membuat ini pada siapapun, termasuk kumpulan Iblis di Kuoh Academy." Ujar Naruto meperingati.
"Heh? Kenapa memangnya?" Azazel menyeringai.
"Sirzechs-san memang baik, tapi tidak dengan Rias Gremory. Entah kenapa aku ingin membalas perlakukan dia yang dia lakukan dulu kepada ku. Dan aku ingin membuat dia bertekuk lutut dan memohon pada ku, di Peretarungan Iblis Muda nanti." Naruto membuat lingkar Sihir dibawah kakinya. "Dan seharusnya kau tau apa yang akan terjadi jika kau menganggap ancaman ku hanya main-main saja, Hentai-Da-Tenshi." Ujar Naruto menghilang dari pandangan Azazel.
Azazel tersenyum. "Tentu saja aku tau itu, Minato no Musuko." Batin Azazel.
…The Last Namikaze…
"I-I-ttai." Rias dengan rasa perih menjalar disetiap luka, membiarkan sahabat kecilnya, Sona Sitri mengobatinya. "Mereka berdua liat saja, akan aku balas mereka." Ujar Rias kesal.
"Sudah puluhan kali kau mengatakan itu, Rias." Ujar Sona. Menjauhkan dirinya dari Rias setelah selesai menempelkan perban pada lengan gadis Crimson itu, Sona menatap tenang Rias. "Jadi siapa sebenarnya yang kau lawan itu, Rias?" Tanya Sona.
"Aku tidak tau. Tapi Quen-nya sempat mengatakan namanya, kalau tidak salah Naruto. Dia mempunyai rambut blonde spike, mata biru saffir, dan sebuah Pedang aneh berwarna ungu." Jawab Rias memasang pose berfikir.
Sona memegang dagunya. "Naruto…. Rambut blonde…. Pedang ungu…" Sona memutar otak jenius, ciri-ciri itu, dia rasa sangat familiar. "Ma-Masaka…." Ekpresi Sona berubah menjadi terkejut.
"Nani? Siapa dia sebenarnya Sona?" Tanya Rias memang Sona penasaran.
"Dia Iblis yang pernah dibawa para Maou ke Underworld sekitar 10 Tahun lalu, dia pernah tinggal ditempat mu, atau ditempat ku beberapa hari setelah itu dia pergi entah kemana." Sona menyipitkan matanya. "Naruto Namikaze. Satu-satunya Iblis yang mewarisi darah dari Iblis terkuat yang pernah ada." Lanjut Sona.
"I-Iblis terkuat?" Rias terkejut. "Ma-masaka? itu mustahil Sona. Iblis terkuat adalah Onii-sama, buktinya dia yang menjadi Maou Lucifer." Ujar Rias tidak percaya.
"Iie." Sona menggeleng. "Iblis terkuat bukan lah, Sirzechs-sama. Informasi ini dirahasikan oleh para Maou. Aku juga tau ini dari Onee-sama, karena aku disuruh mencarinya. Dan saat aku bertanya memang kenapa dengan Naruto Namikaze, Onee-sama menjawab, 'Dia adalah anak dari Minato Namikaze, Iblis terkuat yang pernah ada. Aku yakin banyak Ras yang akan mengincar nyawanya, termasuk Ras kita sendiri.' Aku sempat tidak percaya, tapi setelah aku bertanya pada Okaa-sama, dan Otou-sama mereka menjawab hal yang sama." Jelas Sona panjang.
"Ti-tidak mungkin." Rias memasang ekpresi tidak percaya. "Aku tidak percaya ini, aku tidak percaya ada yang lebih kuat dari Onii-sama. Aku tidak percaya itu." Ujar Rias seperti orang frustasi.
"Terserah mu percaya atau tidak, Rias." Balas Sona tenang.
…The Last Namikaze…
"Tadaima!" Kirin berjalan santai, menghapiri, Naruto yang duduk dengan Tohka disampingnya.
"Oakaeri, Kirin-chan."Balas Tohka, menatap adik angkatnya, yang kini juga duduk bersama dengannya. "Bagaimana dengan Iblis liar yang kau kalahkan?" Tanya Tohka tenang.
"Mereka semua terlalu lemah. Bahkan aku tidak perlu serius untuk menghadapi mereka." Jawab Kirin santai. Mengalihkan pandangannya, Kirin menatap Naruto dengan pandangan mata berbinar-binar. "Neh, neh, Naruto-nii, hadiah, mana hadiahnya?" Pinta Kirin.
Naruto tersenyum. "Ahh tentu saja Kirin-chan." Naruto menaikan tangannya dengan posisi seperti menggemgam sesuatu. Sebuah Device berbentuk gagang pedang beserta penyangganya dengan warna putih, terlihat ditangan Naruto. "Ini." Naruto menyerahkan Device ditanggannya pada Kirin. "Ini adalah salah satu Sacred Gear yang aku rancang ditempatnya Hentai-Da-Tenshi. Sword Bringer, itulah jenisnya." Lanjut Naruto.
Kirin menatap kagum, Device yang kini berada ditanggannya. "Lalu namanya apa?" Tanya Kirin.
Naruto kembali tersenyum. "Karena itu milik mu, aku tidak berhak memberinya nama bukan?" Balas Naruto.
"Eh!" Kirin menatap Naruto terkejut. "Jadi maksud Naruto-nii, aku boleh memberinya nama?" Tanya Kirin, dan hanya mendapat anggukan singkat dari Naruto. "Jaa, kalau begitu, Byakko. Nama Sacred Gear ku adalah Byakko." Kirin berdiri, dan menggambil kuda-kuda bertarungnya. "Naruto-Nii, bagaimana cara mengaktifkannya? Aku ingin mencobanya." Ujar Kirin.
"Kau hanya perlu mengalirkan energy mu. Sacred Gear itu dirancang untuk manusia-manusia yang tidak memiliki energy Sihir. Tapi juga bisa digunakan untuk pengguna energy Sihir. Hanya saja, Sacred Gear itu akan mendapat muatan yang berlebihan jika menggunakan energy Sihir. Jadi jangan gunakan energy Sihir mu, Gunakan saja enegy pada umumnya." Jelas Naruto santai.
Kirin memiringkan kepalanya. "Energy pada umumnya?" Tanya Kirin bingung.
"Hah…." Naruto mengehala nafas pelan. "Maksud ku, kau harus memfokuskan pikiran mu pada tangan mu, maka Byakko akan meresponnya. Satu lagi, Sacred Gear itu juga tidak bisa digunakan oleh orang-orang yang arogan, memintingkan diri sendiri, dan egois. Karena Sword Bringer, memiliki system, yang hanya mampu direspon oleh pikiran-pikiran positif yang benar-benar dari dalam hati." Jawab Naruto santai.
"Jaa, kalau begitu, akan ku coba." Kirin berjalan menjauhi Naruto, dan Tohka.
"Naruto-san, ngomong-ngomong, kau tidak pernah bercerita kalau kau suka membuat benda seperti itu." Ujar Tohka, menatap Naruto, yang kini menatap Kirin dengan senyum.
"Iie, kau salah Tohka-chan. Aku membuat Sacred Gear bukan karena aku suka, atau apa, tapi karena aku tau, suatu saat aku pasti perlu Sacred Gear buatan tangan ku sendiri. Terlebih lagi, aku membuat Sword Bringer, hanya yang dimiliki Kirin. Aku memang sengaja tidak membuat banyak, karena aku tau, pasti jika aku produksi banyak, Iblis, ataupun Da-Tenshi yang memiliki pikiran picik akan mengincar mereka. Maka dari itu aku hanya membuat satu." Balas Naruto tenang.
"Memang seperti itulah dirimu, selalu memintang Ras Manusia dibandingkan yang lainnya." Balas Tohka tersenyum menatap Naruto. "Tapi apa kau hanya membuat satu jenis Sacred Gear?" Tanya Tohka.
"Iie. Aku tidak hanya menciptakan Sword Bringer, tapi Holy-Arc, dan beberapa jenis lainnya juga. Hanya saja aku tidak ingin memberikannya kepada siapaun. Semua benda yang aku ciptakan untuk manusia atau mereka orang-orang kepercayaan ku yang memiliki tujuan melindungi manusia, agar tidak ada gangguan dari para Mahluk Supernatural yang berpikiran picik." Balas Naruto tenang.
Kirin membuka matanya cepat. "Byakko, kita mulai." Ujar Kirin lantang.
Wush!
Sebuah Pedang berwarna putih yang terbuat cahaya, tapi padat, dengan warna putih, kini tercipta dipenjaga pedang Byakko. "Ka-Kakkoi." Mata Kirin berbinar-binar menatap pedang yang kini ada ditangannya. Kirin mengalihkan pandangannya pada Naruto. "Naruto-Nii, Arigatou." Ujar Kirin.
"Doitashimashite." Balas Naruto tersenyum.
…The Last Namikaze…
"Iie, jangan tinggalkan aku Minna. Kalawarner, Mittlelt, Dohnaseek!"
"TIIIDDAAAAKKKK!"
Raynare, gadis bersurai hitam, dengan mata violet, terbagun, dengan keringat dimana-dimana. Mimpi buruk, dimana dia melihat seluruh teman-temannya dibunuh dengan satu kali serangan membuatnya shock berat.
"Mimpi buruk kah?"
Raynare menatap asal suara dengan cepat. Dia sama sekali tidak merasakan hawa kehadiran, pria yang sedang membaca sebuah buku bersampul coklat, yang duduk tidak jauh dari tempatnya bangun dari mimpi buruknya. "Siapa kau?" Tanya Ranare dengan mata menajam.
Naruto menutup buku yang di abaca. "Seperti yang dikatakan Azazel. Kau sama sepertinya, sangat memintingkan ego mu itu ketimbang nyawa mu. Apa kau tidak tau cara berucap terimakasih?" Balas Naruto datar.
"Cih." Raynare mendecih kesal. "Aku tanya sekali lagi, siapa kau?" Tanya Raynare kesal.
"Sebelum meminta orang lain mengenalkan dirinya, bukan lebih sopan jika orang itu mengenalkan dirinya dahulu. Apa kau tidak pernah mendengar kata-kata itu, Oujou-san?" Tanya Naruto santai.
"Aku ta-" Raynare tidak melanjutkan perkataannya. Keringat perlahan membasahi wajahnya, melihat pandangan pria blonde didepannya. Pandangan mata menanjam yang sangat mengerikan, bahkan hanya dengan pandangan dari Pria didepannya, dia yakin, kalau dia bersama dengan teman-teman juga tidak akan berkutik. (Pandangan mata Yato di Noragami pas lawan Shinkinya Bishamon pas Hiyori diculik.)
"Aku tanya sekali lagi, Ojou-san. Siapa nama mu?" Tanya Naruto datar. Naruto berjalan mendekat kearah Raynare.
"Ra-Raynare." Jawabnya ketakutan.
"Souka." Naruto berhenti disamping Raynare.
Naruto mengangkat tangannya, Raynare mulai ketakutan dan menutup kedua matanya, tapi dia terkejut, bukan rasa sakit yang dia dapat, melainkan sebuah rasa yang tidak pernah dia rasakan sama sekali. Membuka matanya, dengan jelas mata violetnya, melihat Naruto tersenyum kearahnya dengan mengelus lembut puncak kepalanya yang bermahkota raven.
"Nama yang cukup menarik." Ujar Naruto. Menarik tangannya, Naruto menatap Raynare. "Mulai sekarang kau adalah bagian dari panti asuhan Wakaba. Dengan tangan ku, aku akan melindungi mu dari siapapun." Lanjut Naruto. Membalik badannya, Naruto berjalan meninggalkan Raynare.
"Matte!"
Naruto berhenti, membalik badannya kedua mata saffirnya menatap lembut gadis yang menyuruhnya berhenti. "Nanda, Raynare-chan?" Tanya Naruto lembut.
"Kau tidak merengkarnasi ku? Kau seorang Iblis murni bukan? Saat digereja, aku masih samar-samar mendengar kalau kau seorang King. Kenapa kau tidak merengkarnasi ku menjadi salah satu budak mu? Bukannya itu yang selalu diingkan setiap Iblis?" Tanya Raynare tidak mengerti.
Naruto tersenyum. "Itu tidak perlu. Kalau aku rengkarnasi diri mu sekarang, kau pasti tidak akan terima dengan keadaan mu yang sudah menjadi Iblis bukan? Maka dari itu aku tidak merengkarnasi mu. Dan kau salah akan satu hal Raynare-chan, tidak semua Iblis mengingkan seseorang yang mereka tolong menjadi budaknya, ya salah satunya adalah aku. Aku tidak akan memaksa mu menjadi salah satu Peerage ku, karena aku tidak suka akan hal seperti itu." Pandangan mata Naruto menajam. "Tapi aku memaksa mu menjadi salah satu bagian dari panti asuhan wakaba, karena dengan hal itu, aku dapat melindungi mu dari keluarga Gremory yang sedang mengincar mu, atau dari para Da-Tenshi yang sekarang yang sedang mengejar mu karena tindakan mu diluar perintah." Ekpresi Naruto kembali seperti semula. "Jaa kalau begitu, semoga kau senang berada disini, Raynare-chan." Ujar Naruto membalik badannya, dan berjalan keluar meninggalkan Raynare, yang menatapnya bingung.
"Dia Iblis yang aneh, dan juga….. bodoh." Batin Raynare sweadrop.
.
To Be Continued
.
Firdaus Minato:
Mungkin sewaktu-waktu karena waktu saya sendiri sangatlah sibuk.
Asuka Ryu:
Hahaha, untuk masalah itu kenapa tidak coba tebak sendiri saja.
Justice Dragon:
Untuk masalah Perage saya mengakui kalau itu adalah typo yang sangat banyak. Tapi untuk Ise itu bukanlah typo melainkan kesengajaan. Karena biasanya char anime sering menyingkat nama orang lain, seperti, Murasakibara saat Kurocchin, Akacchin, Momochi, atau yang lainnya. Atau juga seperti Aomine/Momoi, yang memanggil Kuroko Tetsuya, dengan sebutan Tetsu. Jadi untuk Ise saya memang sengaja ketika Rias memanggil.
Loki of Evil God:
Dari satu anime tidak akan sebanyak itu yang masuk. Akan sedikit saya kasih bocoran, dari Char Naruto saja Cuma 2 yang akan harem Naruto.
Orang Jujur:
Jaa kalau begitu anda bisa membuat Fanfic dengan kualitas tinggi? Kalau bisa kenapa tidak bikin novel saja. Jujur saja kalau saya bilang saya tidak kesal maka saya membohongi diri saya sendiri. Ini fanfic tempat umum untuk orang berkreasi mengenai ide-ide mereka dengan Char/jalan cerita anime yang mereka lihat. Kalau saya sendiri jujur, saya memang tidak suka fanfic/anime dengan tokoh yang lemah duru dari awal/segala sesuatunya selalu berhungan 'Aku akan membawa perdamaian pada Dunia ini.' Kenapa tidak ada yang lebih realistis? Kalau mau membawa perdamaian ya cukup jadi Raja yang mengatur segalanya, bukankah begitu? Nah saya tidak suka cerita seperti itu, tapi saya tidak pernah menghina orang yang membuat karya tersebut. Saya tau saya benci, tapi saya masih menghargai mereka maka dari itu saya tidak pernah menghina, saya hanya memberi saran mereka, karena jika menghina, itu sama saja dengan menginjak-injak karya mereka dan harga diri mereka. Kalau anda tidak suka dengan fic saya silakan tekan tombol back, dan satu lagi jika anda hanya ingin menghina karya saya, dan author-author lainnya, lebih baik anda memakai akun fic, karena dengan itu kita bisa berdebat.
The Black Water:
Saya yakin saya tidak akan bisa membangun Harem di Dunia ini. Karena hal itu tidak akan tercapai maka saya membuat fanfic ini Harem, tentu dengan Char Anime yang saya idam-idamkan.
Damarwulan:
Kenapa tidak anda nantikan saja? Masuk/Tidak? Hal itu akan lebih menarik karena anda akan menebak-nebaknya bukan?
Kizami Namikaze:
Untuk siapa aja yang akan masuk tebak aja dengan sendirinya, karena di Arc pertama ini, Naruto hanya mencari Peerage saja kok, ya walaupun tidak lengkap.
Untuk para review yang tidak bisa balas, Gomenasai, tapi saya sangat berterimakasih kepada Review yang mau mendukung saya. Dan untuk flamer, saya harap anda tidak akan melakukan hal yang sama kepada Author lainnya. Jika dia masih bisa mengontrol emosi seperti saya mungkin tidak apa? Bagaimana dengan orang yang cepat marah? Saya tidak bisa membayangkan. Mungkin anda bisa tenang, karena tidak mungkin dia menemukannya? Tapi bagaimana kalau dia bisa melacaknya? Ingat teknologi sekarang sudah canggih, bukan hal mustahil menumukan orang hanya dengan dimana dia melakukan Review/Pesan Status atau lainnya. Maka dari itu jagalah etika mu dan mulut mu. Mulut mu adalah harimau mu. Itulah pesan dari saya.
Dan karena saya sudah menjanjikan profile Naruto maka dari itu:
Nama: Naruto Namikaze
Race: Devil-half Human
Age: 20 Tahun
Affliations: Naruto Peerage, Namikaze Clan (Former), Panti Asuhan Wakaba
Equipment: Orge Lux: Ser Versta
Power&Ability:
- Demonic Power
- Master Kenjutsu
- Namikaze Ryu Kenjutsu (Swordsman Style Namikaze/Teknik Pedang Gaya Namikaze): Teknik Berpedang Namikaze yang diwariskan secara turun menurun, karena pada dasarnya, Clan Namikaze, adalah Clan Iblis….. nanti akan ada penjelasan tersendiri untuk Namikaze Ryu Kenjutsu.
- Magic Ser Versta: ? (Kalian tebak aja sendiri seperti apa kekuatan sesungguhnya dari Ser Versta.)
- Balance Breaker: ?
Oke hanya itu aja yang akan saya beri tau sisanya tebak sendiri. Untuk kemampuan Tohka akan saya seberi profile tentang kekuatan yang dia gunakan saat melawan Akeno dan Rias, yang tidak saya berikan di Chapter 1.
- Narukami mampu menghisap kemampuan yang berlemen. Seperti yang sudah saya jelaskan, Narukami adalah Magic Sword, maka mempunyai wadah tersendiri untuk menampung energy Sihir, dan Narukami berawal dari Naga, itu bukan hal yang mustahil menghisap energy yang berlemen sama, seperti di Fairy Tail. Hanya saja disini saya sedikit membatasi yang mampu di hisap Narukami, salah yang tidak bisa dihisap adalah Demonic Power milik Sirzechs.
- Thunder Full Counter: Ini hampir sama dengan serangan Full Counter meliodas, hanya saja, Tohka hanya mampu mengembalikan Sihir bertipe petir saja. Seperti yang sudah saya beri tau, Narukami mempunyai wadah tersendiri, tapi energy Sihir yang dihisap terbatas, maka dari itu harus cepat digunakan kembali. Dan enegy Sihir yang dihisap itu tidak akan tercampur aduk. Contoh seperti Demonic Power miik Rias, dan Holy Thunder milik Akeno, jika terhisap Narukami, maka kedua Sihir tidak akan tercampur, dan saat di Thunder Full Coundter, maka akan menimbulkan dua petir milik mereka, atau Demonic Power yang dilapisi Holy Thunder atau mungkin sebaliknya.
Cukup sekian untuk chapter dan pejelasan kali ini. Gomen kalau update lama, karena kesibukan dunia nyata. Mohon reviewnya.
.
