CHANGKYU
DISCLAIMER :: Mereka bukan milik saya. saya hanya meminjam namanya doang. tapi cerita ini, adalah milik saya!
WARNING :: AU, Shounen-ai, TYPO (s), OOC. YANG TIDAK SUKA JANGAN BACA, YANG BACA TOLONG TINGGALKAN JEJAK ^ ^
one year later.
Changmin Propose
Ting
Pintu lift berhenti di lantai enam sebuah apartemen. Dua orang yeoja tampak keluar dari sana sambil berbincang. Sesekali terdengar suara tawa dari keduanya. Saat sedang menyusuri koridor untuk menuju apartemen mereka, tiba-tiba mereka menghentikan langkah di pintu bernomor 12 karena Bau hangus menyapa indra penciuman mereka.
"Bau apa ini?" Tanya Yeoja berambut blonde pada temannya.
"Seperti bau kue hangus." Tambah yeoja yang satunya.
Sementara di dalam apartemen bernomor 12 itu terjadi kekacauan besar. Lebih tepatnya di dapur. seorang namja bersurai coklat dengan apron putih bergambar beruang, tengah sibuk berkutat dengan peralatan dapur. Dapur itu keadaanya seperti habis terkena angin puting beliung. Kulit telur berceceran di lantai, tepung terigu bertebaran dimana-mana, mentega dan coklat terlihat mengotori apron namja manis tadi, ah sepertinya tidak hanya apronnya, tapi juga wajahnya. Sekitar 8 jam ia berkutat di dapur, bermandikan peluh dan seluruh bahan kue, tapi tak satu pun yang bisa tersaji didepan mata dengan keadaan yang enak di pandang. Sedari tadi gerutuan frustasi meluncur dari bibir mungilnya. Mungkin ia sudah lelah dengan usahanya yang tak kunjung membuahkan hasil.
"Aaw panas!"
"Kenapa rasanya pahit?"
"Kenapa warnanya abstrak begini?!"
"Oh tidak, oh tidak... gosong!"
"Ini kue atau batu?!"
Kira-kira begitulah beberapa celetukan Kyuhyun saat kue-kuenya tidak satupun yang tampak layak untuk di makan. dan akhirnya kue-kue mengerikan itu berakhir di kotak sampah bersama kue-kue gagal lainnya.
Tubuh Kyuhyun merosot jatuh ke lantai dapur. ia bersandar pada kaki counter. Benar-benar lelah. Keringat sudah memenuhi badannya. Sekarang kuenya yang ketujuh sedang berada di panggangan. Kyuhyun yakin sudah menakar semua bahan-bahannya sesuai dengan buku resep. Ia yakin hasil kali ini tidak akan mengecewakan. Kalau sampai mengecewakan, ia berjanji seumur hidup tidak akan mendekati ruangan yang di sebut dapur.
Seumur hidup baru kali ini ia berusaha sekeras ini, hanya untuk sebuah kue ulang tahun. Kyuhyun bisa saja memesan kue di toko dan mengatakan pada kekasihnya bahwa itu adalah kue buatannya. Tapi tidak, Kyuhyun ingin memberikan sesuatu yang di buat dari usahanya sendiri untuk kekasih tiangnya. Ia ingin memberikan sesuatu yang spesial untuk ulang tahun kekasihnya.
Mirror on the wall, here we are again
Through my rise and fall
You've been my only friend
You told me that they can understand the man I am, So why are—
"Yeoboseyo?"
[Chagia~ odieso?] sambut suara tenor sang kekasih di seberang telpon.
"Di rumah. Wae?" Jawab Kyuhyun.
[Aku merindukanmu.]
"Kalau begitu cepat pulang." Ujar Kyuhyun sambil melepas apronnya. Saat ini setahu Kyuhyun, Changmin tengah berada di busan mengurusi proyek perusahaannya di sana.
[Hmm.. aku dalam perjalanan kembali ke Seoul. Dan malam nanti aku akan mengajakmu makan malam, otte?!]
"Makan malam di apartemenku saja, ne!"
[Apa? Ania... aku tidak ingin keracunan masakanmu.] Changmin merinding membayangkan dia harus makan masakan Kyuhyun yang memiliki rasa abstrak. Ia tahu betul kekasihnya itu sama sekali tidak pandai memasak.
"Ck.. aku tidak akan memasak untukmu, aku akan memesan makanan di restoran." Jawab Kyuhyun malas.
[Oh, oke kalau begitu. Sampai bertemu nanti malam. Love you!]
"Love you too." Tutup Kyuhyun, mengakhiri pembicaraan mereka.
Kyuhyun menghela nafas berat. Ia memandang dengan nanar keadaan dapurnya yang sudah tidak pantas di sebut dapur. sepertinya butuh waktu satu jam untuk membersihkan semua kekacauan yang ia buat. Belum lagi, kue yang—akhirnya sesuai harapan—harus ia hias, dan juga ia harus mandi sebelum Changmin tiba di apartemennya. Tentu saja ia tidak mau Changmin melihatnya dalam keadaan berantakan seperti itu.
Tiga jam berlalu. Kyuhyun sudah menyelesaikan semua pekerjaanya. Dapurnya sudah kembali seperti semula, Kuenya yang sudah matang, kini sudah di hias dengan cantik, dan ia pun sudah terlihat rapih dan bersih. Saat ini Kyuhyun sedang sibuk menata makanan pesanannya yang baru saja tiba, ke atas meja makan. Ia juga menyediakan satu botol wine untuknya dan Changmin. Dan sekarang tinggal meletakan Kue tart di tengah meja.
Kyuhyun kembali ke dapur untuk mengambil kuenya yang masih berada di atas meja dapur. lalu berniat kembali ke ruang makan untuk meletakan hasil karyanya di meja makan. belum sempat Kue tart mendarat di meja makan. sesuatu membuat Kyuhyun terkejut bukan main.
"DOOR!"
"UWAAA!"
Bruk
Mulut Kyuhyun membulat, begitu juga dengan matanya. Ia memandang maha karyanya kini mendarat di meja makan dengan posisi terbalik menimpa makanan yang ia pesan dari restoran.
"E..eh mian baby, aku tidak lihat kau sedang memegang kue." Ujar Changmin menyesal saat melihat hasil perbuatannya.
Kyuhyun masih shock dan matanya masih terpaku pada kue tartnya yang sudah hancur.
"Kyu mian—
"Kueku..." Lirih Kyuhyun sambil tersenyum kaku.
"Kita beli lagi ne~" Ujar Changmin mencoba membujuk.
"Butuh delapan jam aku menghasilkan kue itu."
"He?" Changmin menautkan alisnya tidak mengerti.
"Enam kueku gagal dan hanya ini yang berhasil."
Changmin terkejut mendengarnya. Apa kyuhyun benar-benar yang membuat kue itu. Omo sulit dipercaya.
"K-Kyu." Lirih Changmin takut-takut. Tapi Kyuhyun masih tetap memandangi kuenya.
"Dan sekarang... kueku...kueku..." Kyuhyun menoleh ke arah Changmin dengan alis bertaut, bibir bergetar dan mata yang berkaca-kaca, "Hancur?!..hiks hiks hiks...HUAAAAA!" Changmin panik seketika, saat tangis Kyuhyun pecah.
"Kyunnie mianhe baby."
"Hiks..hiks.. kau menghancurkan kueku."
"Kyu—
"Hiks.. aku berusaha hiks sekeras ini hanya untuk hiks kue ulang tahunmu."
"Baby—
"Dan sekarang kau menghancurkan hiks kerja kerasku hiks selama delapan jam hiks...HUUUEE" Tangis Kyuhyun semakin kencang, membuat Changmin makin kelabakan. Changmin berkali-kali mencoba membujuk Kyu, tapi Kyu tidak memperdulikannya. Malah tangisannya bertambah kencang.
Sudah banyak yang dilakukan Changmin. Seperti menari-nari lucu di depan Kyu, merayu dan mencium bibir Kyu yang di akhiri tendangan dahsyat Kyu di kejantanan Changmin karena menciumnya dengan paksa. Namun Semua cara itu tidak berhasil membuat tangis Kyuhyun mereda. Mungkin kYuhyun benar-benar kecewa melihat hasil kerja kerasnya hancur sebelum sempat dicicip atau bahkan di banggakan pada Changmin.
Ditengah rintihan kesakitan akibat kejantanannya di tendang Kyu, Changmin merogoh sesuatu di kantong celananya. Sesuatu yang menjadi tujuan utamanya bertemu Kyuhyun. Changmin berlutut di depan Kyu yang sedang duduk di kursi meja makan, tentu saja dengan air mata yang masih senantiasa meluncur dari mata indahnya.
"Kyu, lihat ini!" Changmin menyodorkan sebuah kotak kecil berbalut kain beludru berwarna biru dongker, ke arah Kyuhyun. Lalu membuka kotak itu dan memperlihatkan isinya pada Kyuhyun.
Changmin berharap caranya berhasil. Ia tahu waktunya tidak tepat dan ini benar-benar melenceng dari rencana. Tapi ini adalah cara terakhirnya untuk membujuk Kyuhyun.
Dan binggo! Pelan-pelan tangisan Kyuhyun mereda. Dan matanya melihat benda yang di sodorkan Changmin dengan tatapan tidak percaya.
"Cin hiks Cin?!" Ucap Kyuhyun di sela isakannya.
Changmin mengangguk mantap. "Ne!" kemudian tangan Changmin yang bebas, mengenggam tangan Kyu.
"Listen to me baby! Maafkan aku karena meninggalkanmu selama empat tahun dan membuatmu menderita, maafkan aku karena terlalu sering membuatmu menangis, dan maafkan aku yang telah menghancurkan kerja kerasmu. Maafkan segala kekurangan dan keterbatasanku. Aku tidak yakin kau akan bahagia, tapi aku akan berusaha sebaik mungkin untuk tetap menjaga senyum di bibirmu. aku ingin kau selalu berada di sisiku, menjadi separuh nyawaku dan menjadi sandaran cintaku. Mari kita saling mencintai, menyayangi, menjaga dan melindungi sampai kapanpun. Dan..." Changmin tampak tidak melanjutkan kata-katanya.
"..."
"Aish aku lupa!" Gerutu Changmin di akhir karena ia tidak bisa mengingat apa yang harus di katakan selanjutnya.
"intinya adalah... WOULD YOU MARRY ME?" Tembak Changmin langsung.
Kyuhyun memandang Changmin tanpa berkedip. "Kau melamarku?" Tanya Kyuhyun masih dengan tampang tidak percayanya. Dan Changmin menjawab dengan anggukan mantap.
"Kau tidak mengerjaiku kan?"
"Anio baby~" Changmin jadi gemas sendiri. Kyuhyun masih tampak speechless.
Changmin menarik dagu Kyuhyun agar Kyu menatapnya di mata. "Kyu... bersediahkah kau menikahi tiang listrikmu ini?!" Tanya Changmin sekali lagi penuh harap. Jujur ia juga sangat gugup saat ini. Harap-harap cemas menanti jawaban Kyuhyun.
Setelah Changmin berkata seperti itu. Bibir Kyuhyun terlihat bergetar, matanya kembali berkaca-kaca menatap Changmin. Harapannya selama ini... impiannya selama ini... akhirnya terwujud.
"MINNIE!" Kyuhyun langsung menerjang tubuh Changmin dengan pelukannya.
Jdugh.
Membuat tubuh Changmin yang tidak siap menerima pelukan Kyuhyun terjerembab ke lantai dengan kepala yang sukses terantuk lantai.
"Yes i do. Aku mau menikah denganmu!" Buru Kyuhyun yang saat itu berada di atas tubuh Changmin.
Changmin yang sedang mengelus-elus belakang kepalanya, tersenyum mendengar jawaban Kyuhyun. ia mengambil kotak cincin yang jatuh di samping tubuhnya lalu mengeluarkan isinya. Changmin memakaikan cincin itu di jari manis Kyuhyun. Lalu mencium tangan Kyuhyun dan cincinya. Mareka saling bertatapan penuh cinta. Kebahagian kini menyelimuti mereka. Setelah beberapa tahun menjalani kisah yang penuh luka, akhirnya kini hanya akan ada kebahagiaan yang menghiasi hari-hari mereka.
Changmin menghapus air mata Kyuhyun lalu mencium kening kekasihnya dengan lembut, di sambut senyum senang dari Kyu. Kemudian Kyu membalik posisi mereka menjadi Changmin yang ada di atasnya. Kyu menarik kerah jaz Changmin agar wajah Changmin lebih mendekat pada wajahnya. Lalu mendaratkan ciuman di bibirnya. Changmin menyambut baik perbuatan Kyuhyun kemudian ikut melumat bibir Kyuhyun. Saling menyalurkan kebahagiaan lewat ciuman itu. Well, sepertinya mereka sudah siap menyongsong masa depan berdua. Semoga kalian bahagia, Changkyu.
.
.
Always and Forever
.
Beberapa bulan kemudian. Kediaman Keluarga Jung tampak ramai. Hilir mudik para pelayan menyiapkan pesta di rumah itu. Seorang perencana pernikahan tampak sibuk memberikan perintah kepada anak buahnya untuk mengatur pernikahan sesuai rencana kliennya.
Nyonya besar di rumah itu, yaitu Kim Jaejoong sedang sibuk menenangkan calon menantunya yang sedang uring-uringan. Apa sebenarnya yang menyebabkan sang calon pengantin uring-uringan?.
"Yaak Kyuhyun! Jangan mondar-mandir seperti setrika begitu! Kau membuat kepala eomma pusing!" Bentak Nyonya Cho Heechul, eomma dari Kyuhyun.
"Ini benar-benar tidak bisa di percaya. Besok adalah hari pernikahan kami, tapi si tiang sialan itu malah sibuk di London?!" Teriak Kyu frustasi.
"Kyu, kau harus bersabar. Changmin akan pulang sebentar lagi. Ini semua karena tiba-tiba Investor di London meminta Changmin segera datang kesana." Ujar Jaejoong lembut.
"Kau ini, kenapa semakin dekat hari pernikahanmu kau semakin sering marah-marah eoh? Lagi PMS?" Celetuk si cinderella sadis. benar-benar celetukan yang tidak pandang situasi.
Kyuhyun memandang eommanya dengan mata yang berkilat marah. "Aku ini... NAMJAAAAAAAAAAAA!" Teriak Kyuhyun menggelegar badai di seantero rumah keluarga Jung. "Aigoo.. sepertinya aku harus ke dokter THT setelah ini." Gumam Heechul saat merasa telinganya berdenging.
Kyuhyun mengatur nafasnya yang memburu, lalu menghempaskan pantatnya ke sofa. Jaejoong langsung membelai lembut kepala Kyuhyun. Ia tahu kyuhyun sedang mengalami nervous menjelang pernikahan. Ini biasa bagi seseorang yang akan melepas masa lajangnya.
"Tidak baik calon pengantin marah-marah. Dari pada memikirkan Changmin lebih baik kau istirahat. Dan persiapkan dirimu untuk besok. Calon pengantin harus tampak segar di hari pernikahannya. Lihatlah. Muncul kerutan di keningmu akibat kau selalu marah-marah." Jaejoong menunjuk-nunjuk kening Kyuhyun.
"Benarkah?" Kyuhyun ikut meraba keningnya. Jaejoong mengangguk mengiyakan.
"Sebaiknya kau istirahat. Biar kami yang mengurus semuanya di sini. You must have beauty sleep, dear."
"Ne omoni!" Kyuhyun bangkit dari duduknya lalu segera pergi keluar ruangan, menuju kamar Changmin untuk beristirahat.
"Aigoo... lihat dia, kenapa dia begitu menurut kepadamu?"
"Kau saja yang terlalu sadis Chullie. Dia itu anakmu. Bukan musuhmu. Kau selalu saja mengajaknya bertengkar."
Heechul menaggapi komentar Jaejoong dengan cengiran lebarnya.
.
.
Drrrttt Drrrttt Drrrttt
Getaran yang berasal dari I-phone, mengusik ketenagan tidur sang sleeping beauty alias Kyu. Membuatnya hampir melempar ponsel itu kedinding jika tidak mengingat handphone itu adalah barang couple mereka.
Sambil mengumpat tidak jelas, Kyu mengangkat telpon dari seseorang yang berhasil mengganggu tidur cantiknya.
"Wae?!" Ketus Kyuhyun setengah berteriak. Matanya masih setengah terpejam hingga tak sempat melihat call id si penelpon.
[Aigoo baby... kenapa ketus sekali?] Ucap suara sang kekasih dari seberang telpon.
"Minnie?!" Sontak Kyuhyun langsung membuka lebar matanya saat mendengar suara kekasihnya.
[Apa aku mengganggu tidurmu, baby?]
"Ne. Kau tahu aku sedang menikmati beauty sleep untuk pernikahan kita besok? Dan kau! Dimana kau sekarang? Kenapa kau masih saja sibuk menjelang hari pernikahan kita!"
[Kenapa kau jadi marah-marah begini, eoh? Bukannya di sambut dengan kata-kata mesra, malah jadi marah-marah begitu.] Suara Changmin terdengar merajuk.
"Habisnya... kau sudah beberapa hari tidak pulang."
[Siapa bilang aku tidak pulang? Aku sudah pulang. Dan sekarang aku ada di taman belakang rumah—
PIP
Belum sempat Changmin menyelesaikan kalimatnya, kYuhyun terlebih dahulu memutuskan sambungan telpon secara sepihak. Tanpa ba bi bu lagi, Kyuhyun langsung menghambur keluar kamar menuju taman belakang rumah keluarga Jung.
Dan benar saja. Kyuhyun melihat Changmin sedang berdiri di sana sambil berkacak pinggang. Kyuhyunpun segera menghampiri Changmin.
"Kau ini suka sekali menutup telponku tanpa mendengar kata-kataku lebih lanjut. Tidak sopan sekali!" omel Changmin saat Kyuhyun sudah berdiri didekatnya. Sedang Kyu hanya memasang cengirannya menanggapi omelan Changmin.
"Lalu kenapa berdiri disini tengah malam begini? Kenapa tidak langsung tidur saja? Kau pasti lelah." Kyuhyun membondong Changmin dengan berbagai pertanyaan. Changmin masih memakai jaz kerjanya, itu berarti Changmin belum masuk kekamarnya.
"Ayo kita jalan-jalan sebentar. Kajja!" Changmin menggandeng tangan Kyuhyun. Kyuhyun tidak bertanya lebih lanjut. Ia hanya membiarkan Changmin menarik tangannya dan menggiringnya berjalan.
.
.
"Hwoah... eomma benar-benar pintar memilih dekorasi pernikahan." Puji Changmin takjub dengan pemandangan didepannya.
"Awalnya aku pikir kita akan meresmikan pernikahan di gereja, dan melaksanakan resepsinya di ball room hotel. Tapi Jongie eomma memiliki ide yang lebih bagus. Apa kau suka?!" Tanya Kyuhyun. Changmin mengangguk.
"Ne. Ini lebih indah dari rencanaku." Jawab Changmin tanpa mengalihkan tatapannya dari rumah kaca yang di sulap menjadi tempat pernikahan. Di depan rumak kaca itu terdapat sungai buatan yang memisahkan rumah kaca dengan tempat mereka berdiri sekarang. Jadi jika ingin memasuki rumah kaca, mereka harus melewati jembatan yang melengkung yang menjadi penghubungnya. Pagar jembatan sengaja di hiasi dengan tumbuhan rambat untuk mempercantiknya.
Rumah kaca itu adalah rumah kaca milik Mrs Jung Jaejoong yang sangat menggemari bunga dan tanaman. Jadi, suaminya sengaja membangunnya untuk sang istri.
"Ayo kita masuk!" Ajak Changmin, merangkul Kyuhyun di pundak. Lalu keduanya memasuki rumah kaca itu.
Keadaan di dalam rumah kaca yang lumayan besar itu sangat indah. Kursi-kursi para undangan sudah teratur rapi di bagian kiri dan bagian kanan menghadap ke altar tempat sepasang pengantin akan mengikat janji. Di atas altar terdapat layar besar yang tergantung, untuk menayangkan photo prawedding Changkyu. Di samping kiri altar terdapat meja bulat berukuran sedang. Mungkin tempat untuk meletakan kue pernikahan. Sedangkan di samping kanannya terdapat beberapa alat musik pengiring pernikahan nanti. Dan yang paling membuat indah adalah bunga dan tanaman-tanaman yang mengelilingi tempat pernikahan itu.
Changmin mengajak Kyuhyun duduk di salah satu bangku untuk tamu undangan. Tangan Changmin yang masih merangkul bahu Kyuhyun mendorong kepala kekasihnya itu agar bersandar di dadanya. Sedangkan satu tangannya bertaut erat dengan tangan Kyuhyun.
"Ehem.. ehem... Kau Cho Kyuhyun, apakah kau menerima Jung Changmin sebagai suamimu dan berjanji akan selalu mencintainya dan selalu bersamanya baik suka maupun duka hingga maut memisahkan?" Changmin berkata dengan tegas. Seolah dia adalah sang pendeta.
"Yes, I do!" Jawab Kyuhyun sambil terkikik senang. Kemudian ia pun ikut melakukan hal yang sama. "Dan kau Jung Changmin, apakah kau menerima Cho Kyuhyun sebagai istrimu dan berjanji akan selalu mencintainya dan bersamanya baik suka maupun duka hingga maut memisahkan?"
"Of course i do!" Jawab Changmin. "You may kiss the bride." Ujar Changmin kemudian sambil memajukan bibirnya untuk mencium Kyuhyun. Namun Kyuhyun segera mendorong wajah Changmin.
"No kiss till the wedding." Tolak Kyuhyun. Membuat Changmin berdecak kesal. Melihat Changmin kesal akhirnya Kyuhyun menghadiahi satu kecupan di pipi kekasihnya itu. Keduanyapun tersenyum senang.
"Apa kau senang?" tanya Changmin. Kyuhyun kembali menyandarkan kepalanya di bahu Changmin.
"Eung... It's Just like a dream." Jawab kyuhyun.
"Aku juga merasa seperti itu. Aku jadi sedikit gugup. Aku tidak menyangka kau adalah sandaran terakhir hidupku."
"ya, aku juga."
"Semoga kita bisa selamanya seperti ini."
"Hmm... Always and forever." Ujar Kyuhyun sambil tersenyum.
Semoga harapan mereka terwujud. Amin.
.
THE WEDDING
.
Hari pernikahan pun tiba. Pagi itu tamu-tamu undangan sudah berdatangan di pesta pernikahan. Beberapa teman Changmin dan Kyuhyun tampak juga hadir disana. Begitu juga dengan relasi bisnis kedua orang tua mereka. Sebenarnya pestanya tidak juga terlalu besar. Hanya beberapa orang yang di anggap penting yang di undang. Changmin dan kedua orang tuanya, sedang sibuk menyapa tamu untuk menunggu acara di mulai.
Setelah tiba waktu yang ditetapkan akhirnya acara akan segera di mulai. Changmin sudah berdiri di altar bersama pastur. Ia tampak gagah dalam balutan tuksedo hitam. Terlihat sedikit rasa gugup di raut wajahnya, namun masih bisa di samarkan dengan senyum yang selalu menghiasi wajahnya. Matanya tertuju pada satu titik. Yaitu pintu rumah kaca. Dimana ia bisa melihat bayangan kekasihnya berdiri di baliknya. Karena pintu kaca itu buram.
Sedangkan di balik pintu berdiri Kyuhyun dengan sang eomma. Ia tampak meremas celana putihnya hingga sedikit terlihat kusut. Mungkin ia benar-benar gugup.
"Aaw...sakit Kyu. Jangan meremas tangan eomma seperti itu." Ringis Heechul, saat Kyuhyun tanpa sadar meremas tangannya dengan kuat.
"Mi-mianhe eomma!"
"Apa kau gugup?" Tanya Heechul.
"Tidak... maksudku... tentu saja." Kyuhyun meralat kata-katanya.
"Tenanglah, Kau tidak perlu gugup. Kebahagiaanmu sudah menantimu. Coba kau tarik nafas beberapa kali. Mungkin itu bisa sedikit membantu." Saran Heechul. Kyuhyun pun menurut. Ia menghela nafas lalu membuangnya secara teratur. Ia melakukanya beberapa kali hingga ia merasa sedikit tenang.
"Sudah lebih baik?" Tanya heechul. Kyuhyun mengangguk kecil.
"Kalau begitu, Ini saatnya." Heechul menggandeng lengan Kyuhyun. Pintu didepan mereka terbuka lebar. Memberi jalan masuk bagi mempelai menuju altar. Musik mulai mengalun saat Kyuhyun mulai berjalan. Matanya lurus kedepan memandang calon suaminya yang tampan. Kyuhyun tersenyum padanya, begitu juga dengan Changmin. Dimata Changmin Kyuhyun tampak sempurna dengan balutan tuksedo putih. Setiap langkah Kyuhyun menuju dirinya mengingatkannya pada perjalanan cinta mereka. Dimana semuanya berawal di taman kampus. dimana namja penggila game itu membuat Changmin jatuh cinta, pernyataan cinta Changmin di atas atap, Jawaban cinta Kyuhyun lewat jendela cafe, hingga kenangan yang menyedihkan dimana ia menyaksikan Kyuhyun berciuman dengan namja lain, hingga memaksa mereka berpisah selama empat tahun. Namun sekarang Changmin bersyukur, sangat bersyukur karena Tuhan mengizinkan mereka kembali bersama. Karena mereka memang tercipta untuk mencintai satu sama lain.
Heechul menyerahkan Kyuhyun pada Changmin. Dan Changmin segera menerimanya sambil membungkuk hormat pada mertuanya.
"Aku serahkan anakku yang paling evil nan manis ini padamu. Jaga dia baik-baik. Jika kau sampai menyakitinya, kupastikan kau mati di tanganku." Ancam Heechul setegah berbisik di akhir kalimatnya.
Changmin tersenyum, "Ne. Leave it to me, eomoni." Jawab Changmin yakin. Lalu ia segera membawa Kyuhyun berhadapan dengan dirinya didepan pastur. Sedangkan Heechul kembali duduk di tempatnya setelah sebelumnya sempat memeluk Kyuhyun dan mencium pipi anaknya itu.
"Hadirin sekalian, kita berkumpul di sini pada hari yang mulia, untuk menyaksikan penyatuan Jung Changmin dan Cho Kyuhyun."
Kemudian pendeta itu menghadap ke Changmin. "Jung Changmin, Apakah anda bersedia menjadikan Cho Kyuhyun sebagai seorang istri dan berjanji akan selalu setia dan melindungi, dalam suka ataupun duka, saat kaya ataupun miskin, saat sakit maupun sehat. Dan berjanji akan selalu mencintai dan saling menghargai selama kalian masih hidup?"
"Saya bersedia!" Jawab Changmin mantap. Matanya tidak pernah lepas dari sosok yang berada di depannya, yang kini tersenyum seperti dirinya.
"Dan anda, Cho Kyuhyun. Apakah anda bersedia menjadikan Jung Changmin sebagai seorang suami dan berjanji akan selalu setia dan melindungi, dalam suka ataupun duka, saat kaya ataupun miskin, saat sakit maupun sehat. Dan berjanji akan selalu mencintai dan saling menghargai selama kalian masih hidup?"
"Saya Bersedia!" Ujar Kyuhyun yakin.
"And now i pronounce you, as husband and wife. You may kiss." Ujar sang pendeta.
Changmin dan Kyuhyun saling tersenyum bahagia. "I love You always." Ucap Changmin memandang lekat mata Kyuhyun.
"I love you forever." Jawab Kyuhyun tersenyum bahagia.
Kemudian mereka saling mendekatkan wajah berniat untuk segera berciuman. Namun tinggal beberapa centi untuk kedua bibir mereka bertemu tiba-tiba...
"Haaatchim..." Changmin dengan tidak elitnya bersin di depan wajah Kyuhyun. Dan sukses merusak momen romantis tersebut.
Melihat wajah Kyuhyun yang shock, Changmin menggigit lidahnya dan berkata. "Sory!" dengan membentuk v dengan jarinya.
Tingkah Changmin tersebut membuat para hadirin yang tadinya tertegu menjadi tertawa. Sedangkan Yunho dan Jaejoong selaku orang tua Changmin, hanya geleng-geleng melihat tingkah jahil sang anak. Changmin yang melihat Kyuhyun cemberut kemudian menarik wajahnya, lalu segera meraup bibir Cherry Kyuhyun. Mereka berciuman di depan semua orang yang hadir di pesta itu. Semua orang yang menjadi saksi bersatunya kedua insan tersebut dalam iktan yang tak terbantahkan. Sekarang Cho Kyuhyun resmi menjadi seorang Jung Kyuhyun.
"Boo jangan menangis." Ucap Yunho sambil merangkul istrinya yang tampak mengusap kedua matanya dengan tisue.
"Aku hanya bahagia Yunnie, akhirnya anak kita yang nakal itu mempunyai kehidupan sendiri sekarang. Aku tak pernah sadar Changmin dewasa dengan cepat. Rasanya baru kemarin aku menimangnya dalam pelukanku." Lirih Jaejoong. Yunho hanya tersenyum mendengarnya. Lalu mengusap-usap punggung istri cantiknya.
Sedangkan di sisi Hangeng dan Heechul.
"Chulie kau menangis?" Tanya Hangeng sedikit kaget melihat istrinya meneteskan air mata.
"Ne Hanie. Dua makhluk evil itu akhirnya bersatu. Satu evil saja sudah membuatku pusing, dan sekarang di tambah satu lagi." Ujar Heechul dengan nada lebay.
Hangeng memutar kedua bola matanya malas. Istrinya benar-benar ajaib. Tapi sebenarnya ia tahu bukan itu sebenarnya maksud Heechul. Ia menangis karena merasa terharu dan sedikit merasa kesepian karena anak satu-satunya kini menikah.
Kembali ke adegan kissing Changkyu yang masih berlangsung. Changmin tampak memberikan beberapa lumatan terakhir di bibir Kyuhyun sebelum melepaskannya. Riuh tepuk tangan dari para undangan menyambut kedua pasangan ini. Pasangan yang tampak serasi satu sama lain. Changmin merangkul Kyuhyun di pinggang. Keduanya tersenyum ke arah para undangan. Senyum bahagia jelas terukir di raut wajah keduanya. Senyum yang mengiring mereka ke kehidupan baru. Sebagai sepasang suami istri, yang akan bersama selamanya hingga maut memisahkan mereka.
.
.
.
.
Fin!
.
.
Akhirnya aku bisa nulis lagi setelah dua minggu lebih mendekam di rs. entah kenapa saya pengen banget buat sequelnya. Yah walaupun endnya pasaran dan gak menarik buanget.
Hmm... semoga ini sedikit menghibur.
Ok, last word... khamsahamnida ^ ^
Bye Bye!
mind to give me review?
