CHAPTER 3
Sepeninggal Suho yang katanya hendak menyiapkan makan malam Tao beranjak dari tempat tidur dan berjalan mengelilingi kamar bernuansa putih tempatnya berada saat ini. Langkahnya berhenti ketika ia mencapai jendela dengan gorden putih tipis di sisi kanan kamar. Dari jendela itu Tao menyadari kalau dirinya tengah berada di tempat yang cukup tinggi, mungkin lantai delapan atau sembilan.
Jalanan di bawah dan bangunan-bangunan yang bisa dilihatnya dari jendela ini sama sekali tidak familiar, sepertinya jauh dari rumahnya bersama Kris maupun tempat kerjanya dulu.
Suara pintu terbuka membuat Tao membalikkan tubuhnya.
"Makan malamnya sudah siap," ucap Suho, kepalanya menyembul dari balik daun pintu yang juga berwarna putih sama seperti semua perabotan lain di dalam kamar ini.
Tao mengangguk dan mengikuti Suho yang telah berjalan mendahuluinya. Di depan kamar dimana Tao keluar tadi terdapat sebuah ruang keluarga yang cukup luas dengan sebuah lukisan unicorn menempel pada tembok sebelah kiri. Tembok, sofa, meja, vas beserta bunganya, karpet, serta lampu yang ada semuanya berwarna putih.
Suho terus memimpinnya menuju ke ruangan di belakang ruang keluarga, yaitu ruang makan yang lagi-lagi semuanya serba putih. Di atas meja makan telah tersaji berbagai macan makanan, mulai dari makanan Korea, Chinese food, Western food, hingga masakan timur tengah. Tao berpikir, bagaimana bisa Suho menyiapkan semuanya ini dalam waktu singkat?
.
.
.
Sementara itu di tempat lain dua orang namja tinggi tengah berbicara cukup serius. Keduanya adalah Kris dan Chanyeol. Sesuai rencana, Kris datang ke restoran milik Chanyeol, menanyakan apa dalam beberapa hari terakhir ini Tao berkunjung kesini atau tidak.
"Tidak, tidak, tidak ada panda berkunjung kesini dalam beberapa hari kebelakang," ucap Chanyeol sambil menggelengkan kepalanya.
Kris mengangguk, ia percaya pada Chanyeol. Lagipula namja happy virus itu tak punya alasan apapun untuk menyembunyikan Tao, apa untungnya?
"Sudah, lupakan saja. Cari yang lain." Kris mendengus mendengarnya.
"Teman kecilku baru pulang setelah menyelesaikan kuliahnya di China dan kami janji akan bertemu di tempat biasa nanti malam. Aku bisa mengenalkannya padamu. Tertarik?"
.
.
.
Usai makan malam namja bernama Suho itu pergi dengan alasan bekerja dan disinilah Tao sekarang. Duduk manis di sofa ruang keluarga serba putih. Semakin diamati maka ruangan ini semakin terlihat menyeramkan. Hampir tak ada warna lain selain putih. Belum lagi posisi duduk Tao yang berhadapan langsung dengan lorong sebelum pintu masuk, di kirinya terdapat beberapa pintu yang juga bercat putih, dan di sebelah kanannya ada sebuah kamar yang terlihat 'istimewa' dari pintunya dan lukisan unicorn yang sudah dilihatnya tadi.
Tak ada hal apapun yang bisa dilakukan disini, bahkan Tao baru sadar, di dalam apartemen semewah ini tidak ada TV. Mungkin karena layar TV dalam keadaan mati semuanya berwarna hitam dan belum ada yang putih jadi suho enggan membelinya.
Barulah Tao sadar kalau ia tidak membawa smartphonenya saat mencari benda itu hendak menghubungi Kris, minta dijemput. Ah, iya, pagi tadi ia hanya berencana pergi ke pasar namun malah berakhir disini entah bagaimana ceritanya.
Setelah memastikan tidak ada siapapun di dalam apartemen ini, Tao berlari kecil menuju ke pintu utama, bermaksud untuk melarikan diri.
Ceklek!
Pintu tidak terkunci.
Tao sudah tersenyum sumringah namun sedetik kemudian senyumannya pudar begitu saja karena melihat sebuah pintu lain di depan pintu yang baru saja berhasil dibukanya. Walaupun telah mengeluarkan jurus wushu andalannya tetap saja pintu berwarna hitam tersebut tak dapat terbuka. Mungkin pintu ini satu-satunya benda yang tidak berwarna putih di dalam rumah ini.
.
.
.
"Mana?" tagih Kris ketika dirinya dan Chanyeol telah berada di dalam sebuah club terhitung hampir satu jam lamanya namun seseorang yang Chanyeol janjikan belum juga terlihat batang hidungnya.
"Sebentar lagi, orangnya lagi jalan kesini," jawab Chanyeol santai sambil meletakkan gelas kosong yang isinya baru saja ia habiskan ke atas meja dihadapan mereka. "Itu orangnya!" Namja tinggi tersebut berdiri dan menunjuk ke arah pintu masuk.
"Yang mana?" Kris ikut berdiri dan mengikuti arah telunjuk Chanyeol.
"Baju merah. Dengannya kalau kau mau langsung serang saja, dia sama pervertnya denganmu," bisik Chanyeol sebelum mendorong tubuh tinggi Kris menuju ke arah namja yang dimaksudnya.
.
.
.
Tao sudah merasa kelaparan tapi Suho belum juga kembali sejak ia pergi semalam, sebenarnya sejak beberapa jam yang lalu namja panda itu sudah berniat untuk membuat makanannya sendiri, namun tidak ada bahan makanan sama sekali di dalam lemari es. Jadilah Tao hanya bisa berjalan kesana kemari sambil menunggu kepulangan sang tuan rumah.
Ceklek!
Saat mendengar suara pintu terbuka Tao sudah bahagia setengah mati, namun senyuman di bibirnya memudar ketika ia mendapati pintu yang terbuka bukanlah pintu utama seperti yang diduganya melainkan sebuah pintu berwarna putih di sisi kiri ruang keluarga.
Seorang namja berpipi chubby keluar dari dalamnya diikuti oleh seorang namja lain. Kedua tinggi badan mereka hampir sama pendeknya.
"Nuguya?"
.
.
.
TBC
.
.
Ya, yang ini juga pendek tapi lumayan cepet kan updatenya?
.
.
Balasan review untuk chap 1 & 2
.
peachpetals: yang ini udah lebih panjang kan? ^^ . Lho, emang Tao nya mau diambil Junmyeon?
chikari: Taonya itu... nanti juga dijelasin kok, kira-kira kenapa?
LVenge: Tao hapenya ketinggalan, hehehe... Kris sama Tao cinta kok, itu pasti. Iya, sekarang udah nggak tersakiti Tao nya, kan dia udah nggak di rumahnya Kris,,,
krisTaoPanda01: Emang Suho mukanya pervert ya? hehehe...
celindazifan: ini sudah diupdate. Makasih ^^
princess wuzi : ya begitulah Kris...
annisakkamjong : iya, ini dilanjut ^^
anis. : sudah di next ^^
Xyln: iya, ini sudah lebih panjang dikit, hehehe... KRisnya cinta kok sama Tao, TaoRis kan saling mencintai. Kai cuma sebagai camilan(?) aja kok.
junghyema: iya, udah diupdate cepat ^^ Tao nya hamil atau nggak ntar diceritain di chapter chapter depannya. Sehun? Sehun atau S S yang lainnya ya? Hehehe...
yukitamura91 : sabar, sabar... Calm down ya... ^^
Kirei Thelittlethieves : iya, sudah dilanjut ^^
Fa : Makasih ^^
: iya, sudah lanjuttt
luphbepz : Makhluk halus? Waktu baca 'makhluk halus' bayanganku pipi halus nan mulus nya Suho di MVnya MAMA lho, hehehe... Tao aneh ya? Anehnya gimana? Bukannya Tao emagn agresif ya? Oh ya, makasih ya diingetin soal 'kamu' 'kau' itu, soalnya saya juga lupa.
Panpan894 : sudah...
huangzifanfan : iya, Tao sabar biarin aja...hehehe..
BabyWolf Jonginnie'Kim : iya, ini udah lebih cepet & sedikit lebih panjang, hehehe.. Tao bukan hantu kok, dia murni manusia. Bikin bingung ya ceritanya?
Aiko Michishige : iya, ini udah agak panjang
laxytao : iya, tenang aja..
Panda Item : iya, ini udah lumayan kilat, hehehe...
asdfghjkristao: gomawo ^^
GalaxyPanda69 : eum, nanti diceritain di chap depan kok ^^
IsabellaWu: Yifannya jangan digampar, ntar gantengnya ilang, hehehe... Lanjut terus kok. Gomawo ^^
: Gomawo ^^
Kim Eun Seob : nnti diceritain di chapter-chapter berikutnya kok ^^
ayp : Tao nya baru ngilang beneran di chap 2 kok, di chap 1 itu masih Tao yang asli. Yang merhatiin mereka berdua itu... ayo tebak siapa?
sfa : iya, ini udah dipanjangin
ShinJiWoo920202 : ayo tebak siapa... hehehe... iya, ini sudah dilanjut...
Baby Tao Lovers : iya, didoain aja ya Krisnya ^^ Gomawo..
NagiNaginee : iyaa, makasih... ^^
BabyZi : Hehe, makasih semangatnya ^^
Guest : bukan, bukan, Tao nya belum mati kok...
uknow69 : ya begitulah Kris... Taonya hamil atau nggak ntar diceritain di chapter chapter selanjutnya..
panpan: sabar, sabar... Kris cuma belum sadar aja kok, dia khilaf, dimaafin ya..
yeojakim2 : sabar,sabar, ntar kan nyesel sendiri Krisnya.
baby panda93 : Iya, ini udah dilanjut, gomawo ^^
BabyPandaHuang: Heum... Kira-kira gimana? Taonya hamil nggak? hehehe...
u-know i-know : iya, udah dilanjut ini
Aria F : Hehehe, ini udah dipanjangin dikit.. Kok Tao hamil lagi? Emang Tao sebelumnya pernah hamil ya?
icegreentealatte : Lho kok pedo? Iya, ini udah di next. Gomawo ^^
.
.
.
.
Thank you very much buat yang udah review, follow, add to favorite. Dapat email notifikasi review, follower, sama story favorite itu selalu bikin aku semangat buat nulis lanjutannya ^^
