I'M YESUNG © HoMin EL

.

KyuSung

HoMin

.

Chapter 3

Kyuhyun!

Kenapa dia bersama Changmin?

Aku melihat kearah Yunho yang kini sedang mengedip-ngedipkan matanya tak percaya.

"Hyu- Hyung! It- itu itu! Jaesu Hyung kan?!" Yunho terbata-bata tak percaya. Lalu kedua mata musangnya menatapku tak percaya. Aku yang melihatnya entah harus sedih atau tertawa. Sungguh wajah Yunho sangat lucu sekali saat ini. Yunho adalah satu-satunya teman yang pernah melihat Jaesu. Saat Yunho pergi ke jepang untuk masalah pekerjaanya, dia kerap sekali mendatangi kami. Yah... kami... aku dan jaesu.

Aku mengerti, pasti saat ini Yunho sungguh sangat kaget karenanya. Aku melihat lagi pada seluet dua namja di seberang lalu kuberikan senyum lemahku.

"Tadinya aku juga berfikir demikian" Ucapku tanpa melihat kearah Yunho. Dan hanya membuat Yunho makin kaget,

"APA?! jadi kau kenal dia?" Tanyanya, tak habis pikir.

"Ssshh.. .kecilkan suaramu bodoh!" aku melihat sekeliling café, Dimana kini kita berdua kini sudah menjadi perhatian.

"Jadi hyung, kau mengenalnya?" Yunho bertanya lagi, kini lebih pelan.

"Bisa di bilang begitu" kita bahkan melakukan sex. batinya

"Lalu?"

"Terimakasih pada seseorang yang meninggalkanku terkapar di parkiran kemarin" ucapku menyindir Yunho maksudku.

"Kau menyindirku hyung?" Yunho bertanya jengkel.

"Tidak, mungkin hanya kau yang terlalu sensitive" aku menggoda Yunho. Dan melebarkan senyum di bibirku.

"Hyung kau tahulah saat itu bukan maksudku meninggalkanmu, kau tahu sendiri Changmin itu sulit sekali kalau sedang marah lagi pula- ah! Menunduk Hyung!" Tiba-tiba Yunho menarik kepalaku agar menunduk lebih dalam kemeja. Sial.

"Fiuh... hyung kita hampir ketahuan" Ucap Yunho dengan senyum buayanya.

Cih!

Dan aku hanya berdecih dalam hati.

Di seberang

Kyuhyun dan Changmin tengah mengobrol santai. Membicarakan ini dan itu tentang masa lalu mereka. Tentang betapa banyak perubahan yang terjadi sejak Kyuyhun meninggalkan Korea. Sampai Kyuhyun menoleh keseberang karena terlalu penasaran, sebab dari tadi ia merasa seakan sedang di perhatikan.

"Hei… Min,apa kau kenal dua orang aneh diseberang itu?" Tanya kyuhyun , sambil menunjuk 2 orang yang sedang menunduk dalam ke meja mereka. Sehingga hanya punggung mereka yan terlihat kini.

"Cih, jangan pedulikan mereka Kyu. Mereka hanya orang-orang bodoh" jawab Changmin enteng. Nyatanya Changmin sudah menduga kalau Yunho dengan kepossesifanya akan mengintainya. Memperkosa Changmin sebelum ia berangkat ternyata belum cukup rupanya bagi seorang Jung Yunho.

"Ahh~~ jadi kau mengenal mereka? Apa salah satu dari mereka adalah kekasihmu? Siapa tadi namayanya Yun…ho?" Tanya Kyuhyun menggoda. Mendengar cerita singkat tentang Yunho dari Changmin sesaat tadi, membuatnya penasaran sekali. Siapa gerangan Yunho yang bisa menaklukan orang super sulit dan judes seperti Changmin.

"Kyu… jangan pedulikan mereka oke? Kita bicarakan yang lain saja, dan… waktu itu kenapa kau menolak memberikan alamat, nomor telepon bahkan emailmu. Kau tahu? Saat itu aku sungguh seperti kehilangan arah kyu… kau meninggalkanku begitu saja. Kau tahukan tidak ada orang yang bisa mengerti diriku kecuali kau! Dan… -" Changmin berhenti berbicara saat Kyuhyun memasang senyum manisnya pada sahabat tercintanya satu itu.

"Min… sejak kapan kau bicara banyak begini? Kau diberi makan apa sama si Jung Yunho itu hmm? khkekekke" cemooh kyuhyun pada Changmin, tak lupa senyum jahil yang terbentuk di bibirnya.

"Tsk! Kau masih sama kyu… masih sama menyebalkannya seperti dulu" ucap Changmin lalu meminun kopinya jengkel.

"Hei… tidak juga, aku banyak berubah tahu!" ucap Kyuhyun mulai menyeruput kopi miliknya

"Aku pikir aku gay"

Dan Changmin bersyukur dia memiliki self control yang bagus. Kalau tidak dia sudah menyemburkan kopi yang ada di dalam mulutnya.

"Uhuk uhuk uhuk!" dan tersedak pun menjadi opsi cadangan.

"Kau! Ap- uhuk uhuk " Changmin mencoba berbicara lagi namun paru-parunya yang terisi air terasa makin sesak.

"Hei hei… pelan pelan saja… tarik nafas… keluarkan… tarik nafas … keluarkan.. ta-"

Plak!

Sebuah pukulan meluncur di kepala Kyuhyun

"Aku bukan mau melahirkan bodoh!" marah Changmin saat sudah bisa mengontrol nafasnya.

"Jadi kyu... apa kau serius?" Changmin kini bertanya dengan nada serius yang tidak di buat-buat.

"Tentang aku gay?" balas Kyunhyun enteng.

"Hm"

"Entahlah... sejak bertemu seorang namja kemarin rasanya aku langsung menjadi gay. Bahkan aku tak merasa jijik saat melakukan sex dengannya dan-"

"Uhuk Uhuk Uhuk! Uhuk!" Changmin lagi lagi tersedak minumanya.

"Hei… min kau ini hobi sekali tersedak sih"

Plak!

Pukulan kedua meluncur di kepala Kyuhyun

"Kau gila!" sentak Changmin sambil berusaha mengantur nafasnya lagi.

"Ayolah min, aku sudah hidup di NY bertahun tahun. Sex itu sudah hal biasa. Asal kau tahu saja, aku kehilangan keperjakaanku saat umur 16! Kau tahu? disana wanitanya sangat menakutkan Min. bukan kau yang akan memerkosa mereka. Namun kau yang akan di perkosa mereka hahahahaha" ucap Kyuhyun dengan tawa yang menggelegar.

"Aishhh! Bukan berarti kau boleh memperkosa orang seenaknya di korea! Kau bisa di tuntut bodoh!" Ucap Changmin kesal.

"Masih suka ngomel ternyata" goda kyu.

"Dasar! ah sudahlah Kyu sebaiknya kita kerumahku saja" Ucap Changmin setelah menyesap kopi nya untuk terakhir kalinya.

"Oke… lagipula aku penasaran sekali, seperti apa sih si Jung Yunho itu" Kyuhyun tak sungkan memamerkan seringai khasnya. Dari dulu selera Changmin sangatlah High Class untuk apappun. Pakaian, makanan, tempat nongkrong dan lain-lain. Dan Kyuhyun pun tak bisa menyembunyikan rasa ingin tahunya akan orang bernama Jung Yunho tersebut, yang katanya sudah 10 tahun menempati hati sang Sahabat. Dan 10 tahun itu bukan kemarin sore. Membayangkan berapa lama 10 tahun itu bisa membuat siapa saja menjadi muak.

Changmin melirik ke seberang dan mendapati Yunho dan si brengsek Kim Yesung. Matanya bertemu dengan mata musang Yunho yang sedang tertangkap basah. Dasar bodoh. batinya kesal

.

.

.

Yesung menggigit Jemarinya khawatir, kala sadar Yunho kini membawanya mengikuti mobil yang di tumpangi Changmin dengan Kyuhyun yang kelihatannya menuju kerumah mereka. Ia mau turun saja. Mau jadi apa dia kalau nanti dia bertemu dengan Kyuhyun? Ya tuhan… ini tak boleh terjadi. Batinya mencari craa untuk lepas dari Jung Yunho.

"Errr Yun, anu- aku lupa sebenarnya aku ada janji sih hari ini dengan Kang In, bisa kau turunkan aku disini saja gak? Biar aku naik taks-"

"APA?! Enak saja… mau kabur? Tadi Changmin sudah tau kalau kita membuntutinya" potong Yunho cepat saat Yesung mencoba mengelabuhinya.

"Tapi Yun, kenapa aku harus ikut sih? Yang punya ide ngebuntutin si Wifu kan kamu!" Yesung jengkel juga sih, seenaknya saja si Yunho main seret orang pas ada kejadian enggak enak seperti ini.

"Hyung, katanya kita teman… kalau kau turun disini, yang ada cuman aku yang dimarahin sama Changminie, kau kan juga ikut, seenggaknya dia gak marah banyak-banyak sama aku. Soalnya…" Yunho menggantungkan kalimatnya dan melirik Yesung dari ekor matanya.

"Tentun saja Changmin marahnya cuman sama aku, cih! Dasar!" bukan hal baru sih… soalnya Yunho seringkali mengkambing hitamkan Yesung akan semua perbuatan yang membuat Changmin marah. Oh malangnya kau Kim Yesung mempunyai teman seperti Jung Yunho.

"Hyung Ayolah…" rengek Yunho seperti anak kecil, YA sudahlah. Bukanya dia takut dengan amarah Changmin. dia hanya takut dengan Kyuhyun. Rasanya semua tubuhnya merinding hanya membayangkan bagaimana nanti kalau ia bertemu lagi dengan pemuda yang sungguh mirip dengan Jaesu tersebut. Yesung memejamkan matanya. Sebenarnya Dia juga sangat rindu dengan sosok itu. Rasanya tak terbendung.

.

.

.

"Masuklah Kyu" ajak Changmin dan mempersilahkan Kyuhyun duduk di ruang tamu yang sangat nyaman tersebut. Rumah minimalis milik changmin- ehem Yunho – terlihat sangat mewah dan modern. Memiliki banyak sentuhan sentuhan artistik sepeerti lukisan abstars 3 dimensi yang berbentuk bola berwarna emas yang mempuyai ekor api.

"Pacarmu kolektor ya?" Tanya Kyuhyun saat changmin datang dengan sebotol Wine dan juga dua buah gelas krystal yang terlihat mahal.

"Bukan, dia hanya hobi beli barang-barang tidak berguna" tutur Changmin membuat Kyuhyun tertawa.

Khyuhyun menyesap wine yang di tuangkan oleh Changmin, dan sekilas pikiranya lari pada pemuda bernama Yesung yang ia temui kemarin. Siapa sangka ia bertemu dengan Yesung begitu cepatnya. Di dalam kamus Cho Kyuhyun tidak ada yang namanya kebetulan. Dan siapa Sangka bahwa Kyuhyun yang menghampiri Yesung di parkiran sebuah bar bukanlah suatu kebetulan sama sekali. Tidak ada yang menyangka kan?.

"Kyu!" dan suara Changmin membuyarkan lamunannya.

"Ya?" sial gara-gara pemuda Yesung itu, ia jadi tidak konsen.

"Sebentar lagi kau akan bertemu Yunho, dia ada di depan sekarang, karena sekarang kau Gay, jangan coba-coba jatuh hati padanya" ancam Chagmin enteng tapi menusuk, membuat Kyuhyun tertawa terbahak-bahak.

"Oh my god Changmin… maaf saja aku bukan orang yang suka di masuki sesuatu di lubang pantatku" ejek Khyuhyun, karena Kyuhyun tahu jelas bahwa Changmin adalah tipe bottom walau ia mempunyai bahu yang lebar serta lengan yang kekar, namun seluruh badanya sangat seksi dan semampan, belum lagi pahanya, apalagi kulitnya itu. Hi… membayangkan perwatan gila apa yang sudah di lakukan Changmin agar punya kulit yang halusnya minta ampun itu.

"Cih! -" decih Changmin hendak memprotes namun suara Yunho menggelegar masuk dalam rumah mereka.

"Changminie~ aku pulang" Ucap Yunho dengan suara yang tidak seperti biasanya. Changmin tahu jelas Yunho hanya mau Kyuhyun tahu bahwa Yunho adalah orang special bagi Changmin. Dan Cho Kyuhyun tersenyum saat melihat Changmin yang terlihat cuek saat Yunho mencium pipi Changmin. menggelikan sekali. Batinya.

Namun tiba-tiba gelas di tanganya terasa licin dan terjatuh membasahi celana jeasnya yang mahal.

"Ah!... aish!" Marahnya akan keteledornya sendiri. Ia berdiri dan mengelap pahanya dengan tissue yang ia ambil di atas meja. Lalu ia lihat pemuda berambut pirang yang kini tengah menundudukan wajahnya tersebut. Yesung-ssi. Batinya.

"Kyu, ini Yunho" Changmin memperkenalkan Yunho pada Kyuhyun. Terlalu malas mengucapkan Status Yunho . Dia sedang marah kini.

"Oh… hmm… seleramu tak begitu buruk Changmin, Yunho aku Kyuhyun " ucap Kyuhyun mengulurkan tanganya pada Yunho namun pandanganya tak teralihkan dari sosok pemuda Kim di ruangan tersebut.

Yunho diam sejanak, melihat betapa tidak sopannya si Kyuhyun tersebut, beraninya memanggil nama kecilnya begitu saja, dia yakin Kyuhyun ini seumuran changmin. bocah sialan.

"Hm… aku kekasih changmin. dan Yunho-Hyung. Kau boleh memanggilku hyung" ucap Yunho dengan Senyum bisnisnya yang kadar kepalsuanya tak terlihat. Ia menekankan kata Hyung, agar Kyuhyun tahu siapa yang lebih tua dan patut di hormati. Changmin melihat Yesung yang dari tadi menunduk. Dan ia pun mengenalkan Yesung pada Kyuhyun.

"Ini Kim Yesung dia temanku dan juga sudah ku anggap sebagai hyungku sendiri, karena aku pikir kalian sudah ke-"

"Ah~ ahh~ sudalah,tidak penting! lagipula Kyu, kau tidak perlu mengenal dia" potong changmin cepat dan menatap Tajam pada pemuda Kim yang sedari tadi hanya menundukan kepalanya tersebut. Tidak biasanya. Batin changmin.

"Aku Cho Kyuhyun…" ucap Kyuhyun tak menghiraukan Changmin. dan mengulurkan tanganya pada Yesung. Dan hanya membuat Yunho menyerngit heran. Bukankah mereka sudah saling kenal?. Pikirnya heran.

Dan tangan Yesung yang mungil mulai di angkatnya dan menjabat uluran tangan Kyuhyun yang terasa dingin.

"Kim…Yesung" ucap Yesung pelan terlalu lirih dan membuat tangan yang masih terpaut itu makin terasa dingin, dan suasana di dalam ruangan itu menjadi hening mencekam.

Changmin yang tidak tahan dengan suasana rumahnya mulai merasa geram

"Yah! yah! Apa-apan ini? kenapa suasanya menjadi seperti ini sih?!" ia berdecih kesal dan membuat Yesung melepaskan tautan tanganya dengan Kyu dengan cepat, biasanya dia akan menggoda Changmin sampai Changmin kebakaran jenggot, namun entah mengapa dengan adanya seorang Kyuhyun di ruangan tersebut membuatnya menjadi kikuk seperti anak merpati.

"Kyu ayo kita kemarku saja " Ajak Changmin sambil menggandeng tanan Kyuhyun dan hendak menyeretnya sebelum teriakan Yunho menghentikan keduanya.

"YAH!" Yunho terlihat marah dan melepas pegangan Changmin pada tangan Kyuhyun. Cemburu.

"Kau yang ikut dengan ku" dan kini Yunho menyeret Changmin dengan paksa. Dan Changmin yang memberontak bahkan tak bisa melepaskan pergelangan tanganya yang lagi-lagi di sakiti oleh Yunho.

Mereka butuh waktu berdua. Batin Yunho tak memepedulikan teriakan Changmin yang makin menggelegar. Ia Yakin munculnya Seorang Cho Kyuhyun akan membawa perubahan bagi Hyungnya yang selama 3 tahun ini terpuruk dalam lubang kesedihan.

.

.

.

Yesung dan Kyuhyn duduk di sofa merah darah di kediaman Jung Yunho. Mereka diam. Terlalu hening sampai ingin mati saja rasanya. Dan Yesung pada akhirnya mengangkat kepalanya untuk melihat sosok yang sangat mirip dengan belahan jiwanya tersebut.

"Eum… aku tidak menyangka kalau kau temanya Changmin" ucap Yesung pelan namun cukup untuk didengar oleh Kyuhyun.

"Hm… aku juga tidak menyangka, akan bertemu denganmu disini" ucap Kyuhyun dengan nada khasnya. Nada seorang laki-laki yang berat dan menenangkan. Suaranya lebih berat dari milik jaesu . pikir Yesung.

"Maaf"

"Maaf"

Mereka bersamaan berucap kata Maaf. Dan adegan itu hanya mengundang tawa renyah dari keduanya. Sedikit mencairkan Suasana.

"Aku yang harusnya minta maaf, saat itu, saat kita…" Yesung menggantungkan kalimatnya. Terlalu malu untuk mengatakan Sex.

"Yah aku tahu, aku juga minta maaf tidak seharusnya aku meninggalkanmu seperti itu" Ucap Kyuhyun dan mulai mendekati Yesung yang kini merasa berdebar-debar dengan kedekatan mereka yang tak berjarak sama sekali. Bahu ke bahu. Paha ke paha. Ini terlalalu dekat.

"Apa saat itu kau sedang merindukan mantan kekasihmu?" Kyuhyun bertanya. Terlalu dekat hingga Yesung bisa merasakan deru nafas Kyuhyun yang berbau mint di kulit pipi-nya

"Dia bukan Mantanku" Jawab Yesung. Mereka memang tidak pernah putus. Kematianlah yang memisahkan mereka.

"Lalu siapa dia? Kekasihmu? Dimana dia Sekarang? Meninggalkanmu tanpa perpisahan?" Kyuhyun menghujaninya dengan pertanyaan pertanyaan perihal Jaesu. Dan wajah Kyuhyun makin mendekat dan kini ia bahkan bisa merasakan panas bibir Kyuhyun yang ternyata tengan berada di kulit lehernya, penyesap aromanya pelan namun kuat.

"Dia sudah meninggalkanku, engh… dia sudah pergi ke surga" jawab Yesung, antara sedih harus mengenang Jaesu dan juga frustasi karena bibir kyuhyun yang menari di lehernya.

Set

Kyuhyun memegang dagu Yesung dan menariknya untuk menghadap ke wajahnya. Dan kedua mata beda warna itu bertemu. Mata Yesung yang berkelip karena air mata yang menumpuk di pelupuk matanya melihat mata Sendu Kyuhyun yang tampak… sedih?

"Yesung-ssi… aku tidak keberatan menjadi pelampiasanmu. Aku tidak keberatan kau menggunakanku… gunakanlah aku sesukamu" dan dengan kalimat itu Kyuhyun menyatukan bibir mereka pelan namun pasti. Yesung merasa getaran di dadanya. Rasanya tak karuan. Namun saat bibirnya berada dalam bibir Kyuhyun semuanya terasa benar. Sangat benar…

Jaesu-ah.. maafkan aku

.

.

.

"Hyung lepas! Ah!" Changmin mengerang kesakitan saat di banting kasar oleh Yunho ke atas kasur mereka yang empuk.

"Biarkan mereka" Ucap Yunho yang kini membuka kemejanya. Emosinya membuatnya kepanasan. Tak di pungkiri ia memang merasa cemburu saat Changmin menggandeng tangan Kyuhyun tadi. Di depan matanya. Kalau saja bukan karena Yesung, pasti ia sudah menghabisi Kyuhyun.

"Apa kau gila Yunho!" teriak Changmin sambil mengusap pergelangan tanganya yang merah.

"Kau masih belum cukup membuntutiku seharian huh?! Kini kau bahkan tak membiarkanku bersama Sahabatku!" Changmin berteriak, kedengarannya hampir menangis.

Buk!

Yunho menindihi tubuh Changmin. dan mengunci kedua tangan Changmin di samping kepalanya. Membuat Changmin meronta kesakitan.

"Biarkan mereka berdua" ucap Yunho sebelum melumat bibir sintal Changmin dengan sangat kasar.

"Emmngh..ah!" changmin memaksa melapas ciuman mereka walau harus menggigit bibir Yunho sampai berdarah

"Aku tidak mau temanku dekat-dekat dengan Yesung! Nanti orang genit itu akan menggoda khyuhyun! YA TUHAN! Ini tidak boleh terjadi! Akh!" Changmin yang panik kini memekik karena Yunho mencengkeram rambutnya kasar. Menekanya pada kasur.

"Temanmu mu Kyuhyun sangat mirip dengan Jaesu hyung, mantan pacar Yesung hyung yang meninggal 3 tahun lalu. berhentilah bersikap kekanakan. Bayangkan kalau kau kehilangan aku untuk selamanya… Apa kau yakin masih ingin hidup didunia ini. apa sekarang kau bisa merasakan bagaimana sakitnya Yesung hyung selama 3 tahun ini.. sayang?" bahkan ucapan Sayang terdengar marah dari bibir Yunho.

Changmin melelehkan air matanya namun saat mendengar nama itu. Otak Changmin yang jenius mulai mencerna sesuatu.

"Hyu- Hyung... tunggu- apa tadi kau bilang? Mantan si Yesung bernama Jaesu? Dan kalau tidak salah.. bukankah Yesung dulu tinggal di jepang kan? Iya kan?" Changmin mulai memasang wajah tak percaya. Yang membuat Yunho kebingungan.

"Dan kau bilang… mantan Yesung sangat mirip dengan Kyuhyun?... ya tuhan.. hyung kau tidak bercanda kan?!" Changmin kini mulai benar-benar panik, dan ingatanya pun lari pada 11 tahuna yang lalu. dimana hari-hari SMPnya yang damai sebelum bertemu seorang Jung Yunho.

Flashback

"Min… sepertinya aku akan pindah, tapi aku gak tahu kapan tepatnya" ucap kyuhyun yang duduk di samping Changmin. sambil memainkan bola basketnya

"Apaan sih? gak usah becanda deh kyu…" changmin merasa risih dengan ucapan kyuhyun yang seakan memang benar-benar akan terjadi.

"Aku serius… Jaesu hyung sudah di bawa umma ke jepang, dan mungkin appaku akan membawaku jauh juga dari seoul" Kyuhyun anak yang tegar. bahkan ia tak menunjukan rasa sedih sama sekali.

"Kenapa kau tidak ikut dengan uma dan kakakmu saja" jepang dan korea dekat. changmin bisa mengunjunginya kapan saja.

"Kau tidak mengerti min… karena orang tuamu tidak bercerai" dan kata-kata kyuhyun sukses membungkam Changmin,

"... jangan pergi kyu" Changmin memohon lirih

"Entahlah.. kan masih belum pasti? Hahah ayo main lagi"

Flasback end

"Tidak mungkin…" Changmin berdesis…

.

.

.

Kyuhyun Mencium pemuda Yesung itu dengan sangat beringas. Tangan menjelajahi setiap lekuk tubuh Yesung yang terbalut kain bermerk mahal. Matanya kini terbuka dan menatap mata yesung yang sedang tertutup rapat. menikmati setiap sentuhanya

Jaesu hyung… maafkan aku, namun aku tak kuasa menahan rasa ingin memilikinya. Kuharap kau tak memendam dendam padaku. Di atas sana.

Maafkan aku Hyung…

Tak seorangpun tahu bahwa Kyuhyun adalah orang yang ambisius…

Dia akan mendapatkan apa saja yang ia inginkan.

TBC

Maafkan author yang updatenya seabad sekali ya mina-san~~~!

/di timpukin batu/ T^T miannnn~~ saya akan berusaha update lebih cepat mulai sekarang.

Silahkan berikan komentar anda… agar saya punya isnpirasi buat nerusin nih fanfic XDDDD soalnya feel Yesung saya perlahan mulai memudar ini sahdasjdsahds / di lempar ke laut/

Oke kalau begitu

byeee

EL