SERUM

.

.

.

Author : Ciervo Azul

Genre : Science Fiction, Romance, Drama

Warning : Genderswitch, Switchage, Pedo, typo(s), dll.

Rate : M

Length : 2 of ?

Cast :

.:.) Sehun – 25 tahun (namja)

.:.) Xiao Lu/Wu Luhan – 12 tahun (namja-yeoja)

.:.) Kris/Wu Yifan – 29 tahun (namja)

.:.) Wu Zitao – 24 tahun (yeoja)

.:.) Park Chanyeol – 28 tahun (namja)

Other Cast :

.:.) Do Kyungsoo – 28 tahun (yeoja)

.:.) Kim Jongin/Kai – 26 tahun (namja)

.:.) Baekhyun – 12 tahun (yeoja)

Summary :

Bagi seorang Sehun bercinta dengan wanita adalah kebutuhannya, namun wanita yang ia cintai membuatnya membenci wanita di dunia ini dan yang menjadi masalah adalah ia tidak lagi ingin bercinta dengan wanita dewasa –tulen-. Apa jadinya bila seorang profesor muda menyarankan seorang anak laki-laki yang akan ia ubah sebagai perempuan menjadi pemuasnya?

.

.

.

Setelah perkenalan di depan kelas, Luhan duduk di sebuah kursi kosong pada barisan ketiga dari belakang. Seorang murid yang duduk tepat di sebelah kirinya menatapnya sembari tersenyum manis dan dibalas Luhan dengan senyum yang tak kalah manis.

"Namaku Do Baekhyun, panggil saja Baekhyun." ujarnya dengan ramah, tangan mungilnya ia bawa ke dekat Luhan dan dengan segera digenggam oleh gadis bermata rusa itu.

"Aku Luhan, senang berkenalan denganmu, Baekhyun." setelahnya suara sang guru menginterupsi dan menghentikan interaksi keduanya.

Saat bel istirahat berbunyi murid-murid di kelasnya mulai mengerubuni meja Luhan. Sebagian banyak adalah murid lelaki yang ingin mengenalnya lebih jauh dan sisanya merupakan murid perempuan yang ingin berteman dengan Luhan. Sang pemilik meja menjawab pertanyaan mereka satu persatu dengan sabar, sesekali para murid memuji Luhan karena kecantikkannya yang membuat wajah Luhan dihiasi semburat merah.

"Luhan, apa kau sudah memiliki namjachingu?" tanya seorang murid lelaki dengan penasaran. Dan dijawab dengan gelengan pelan, sontak para murid lelaki di kelas itu bersorak riang.

"Luhan tidak memiliki namjachingu tetapi Luhan milik Sehun oppa." raut wajah murid di sana seketika berubah menjadi penuh tanya.

"Milik? Apa dia tuanmu?" celetuk salah seorang murid perempuan dengan polosnya.

"Yakk! Kalian ini memang masih kecil, Luhannie belum cukup umur untuk memiliki namjachingu jadi milik itu artinya calon namjachingu. Benar 'kan, Lu?" sergah Baekhyun dengan pengetahuan yang entah ia dapat dari mana.

"Kurasa begitu." senyuman manis yang Luhan berikan setelah kalimat persetujuannya dengan Baekhyun membuat para murid lelaki memberenggut tak suka.

.

.:: Serum ::.

.

Kris menatap sepupunya dengan jengah, sudah setengah jam ia berdiri di depan pintu ruang makan namja bermarga Oh itu namun kelihatannya hal yang ada di iPad Sehun lebih menarik dari keberadaan dirinya. Sehun yang pada dasarnya jarang tersenyum sekarang malah tertawa kesenangan. Pergi kemana pangeran es yang kemarin berdebat dengan panda betinanya? Tak mau ambil pusing, Kris akhirnya mendekati Sehun dan sayup-sayup ia mendengar nama anaknya disebut.

"Jadi anakku yang membuatmu jadi aneh seperti ini?" pertanyaan Kris dari arah belakang membuat Sehun berhenti tertawa.

"Sejak kapan kau datang, ge?"

"Sejak kau tersenyum-senyum sediri lalu berdecak seperti anak kecil yang kehilangan maina–"

"Cukup! Langsung saja, apa maumu ke sini, ge?"

"Aku hanya ingin bilang sesuatu." Sehun menyerngit, diletakkannya iPad dengan logo apel yang telah digigit itu di atas meja guna memusatkan konsentrasinya pada Kris.

"Tentang apa?"

"Luhan dan tubuhnya."

"Langsung saja, ge."

"Luhan tidak bisa ham–"

"Kau sudah mengatakannya semalam, ge."

"Dengar dulu, aku belum selesai bicara." Sehun mengangguk patuh lalu menutup bibir tipisnya.

"Penelitian kami belum sepenuhnya bisa dikatakan berhasil karena, itu Luhan tidak bisa hamil. Tetapi, secara berkala kami akan menyempurnakan serum ini. Luhan akan datang secara rutin ke laboratoriumku setiap minggunya, kuharap kau bisa mengantarnya saat aku dan Tao sedang sibuk. Penelitian ini masih dirahasiakan, kalau sampai ini diketahui publik sebelum penelitian ini selesai yang aku takutkan psikis Luhan akan terganggu. Kau tahu? Opini publik saat ini sangat kritis dan bahasa yang mereka gunakan tidak bisa dibilang halus. Biar bagaimanapun Luhan masih anak-anak, itu bisa menggoyahkan mentalnya. Ini terlihat seperti transgender untuk orang luar yang tidak mengerti proses yang terjadi. Aku takut Luhan dikucilkan oleh teman-temannya bila mereka tahu." Kris menatap Sehun dengan raut wajah khawatir, biar bagaimanapun pihak yang dirugikan di sini adalah Luhan.

"Akan aku urus semuanya dan kupastikan Luhan aman di sisiku."

"Baiklah, jangan terlalu sering melakukannya. Luhan masih sekolah dan ada beberapa kursus yang akan ia ikuti."

"Kursus? Kita tidak pernah membicarakan tentang hal ini." Sehun menatap tajam sepupunya.

"Hahh... Zitao yang menginginkannya, kau tahu 'kan ia sangat ingin memiliki anak perempuan."

"Ck... Panda itu, ya sudahlah. Ingat jangan terlalu banyak. Aku takut tubuhnya terlalu nikmat untuk dibiarkan di malam hari."

"Dasar ahjussi mesum." gumam Kris sembari berdecih.

"Apa katamu, ge?" dengan gerakan cepat Kris meninggalkan ruang makan itu sembari mengulum senyum.

Sehun yang enggan mengejar sepupu dengan tinggi berlebihnya itu, ia hanya menatap datar kepergian Kris. Tangan besarnya ia bawa memasuki saku celananya dan dikeluar bersama ponsel miliknya. Setelah mendapatkan nomor yang ia mau ia segera memanggil kontak tersebut.

"Kim ahjussi, aku minta data lengkap tentang Xiao Lu. Paling lambat malam ini email-mu sudah harus kuterima." mendengar balasan patuh dari penerima panggilan di seberang sana membuat Sehun langsung mengakhiri panggilannya. Sehun kembali menyibukkan diri dengan iPad-nya sampai ponsel pintarnya bergetar. Sehun mencoba tidak menghiraukannya namun sepertinya sang penelepon tidak menyerah, setelah bosan merasakan getaran di saku celananya akhirnya Sehun menjawab panggilan itu tanpa melihat id sang penelepon.

"Akhirnya kau mengangkatnya juga, sayang." Sehun memutar matanya dengan malas. Ia sangat mengenal suara ini, suara yang ia hindari sejak ia menjadi kekasih Kyungsoo.

"Aku sibuk." baru saja ia akan memutuskan hubungan telepon namun kalah cepat dengan sang wanita bermarga Jung.

"Aku bisa melaporkanmu pada pihak berwajib atas perbuatanmu pada jalang kecilmu itu." ancamnya dengan suara menggoda yang dibuat-buat.

"Laporkan saja, kau tidak akan mendapat apapun." tanpa menunggu lagi sambungan tak penting itu –menurut Sehun– berakhir.

...

Zitao mengendarai mobilnya dengan cepat saking tidak ingin terlambat menjemput putrinya. Ia tak sabar untuk menawarkan berbagai macam kursus yang sering dibicarakan teman-temannya yang sudah memiliki anak perempuan. Membayangkan Luhan akan mengikuti kelas ballet, masak dan musik membuatnya tersenyum-senyum sendiri. Tak terasa mobil hitamnya sudah memasuki area parkir SM School. Beberapa orang tua murid dan guru memandangnya dengan pandangan takjub, pasalnya selera berpakaian Zitao memang tidak bisa dikatakan biasa berbanding terbalik dengan saat ia datang mengantar Luhan tadi, tak ada mata yang memandangnya seperti sekarang karena kelas telah dimulai. Wanita berdarah china itu melangkahkan kaki jenjangnya ke arah kelas sang anak namun terhenti saat melihat sang anak bercengkrama dengan seorang anak kecil dan ibunya.

"Eomma, ini Luhannie. Dia teman baru Baekkie." ujar sang anak sembari tersenyum. Sepasang mata rusa itu bertubrukan dengan mata bulat wanita di depannya. Ada rasa senang saat melihat wanita ini. Kyungsoo mensejajarkan tubuhnya dengan kedua anak perempuan di hadapannya. Senyum hangatnya mengembang saat melihat mata Luhan.

"Hai, Luhannie. Senang berkenalan denganmu, panggil saja aku imo."

"Baik, imo. Senang berkenalan denganmu juga, imo." Luhan membalas senyuman itu dengan senyuman manisnya.

"Eomma, minggu depan ada study tour ke Jeju. Eomma harus ikut, ya." minggu depan adalah hari pernikahannya dengan Jongin, tak mungkin ia pergi.

"Eom–"

"Minggu depan eomma-mu akan menikah, Bakkie sayang. Tidak mungkin dia menemanimu."

"Zitao imo!"

"Eomma!"

"Zitao..."

"Aku yang akan menjaga mereka Kyung, tenang saja." Zitao menatap Kyungsoo dengan pandangan menenangkannya. Kyungsoo bukan orang yang bisa bersikap acuh seperti Sehun, biar bagaimanapun Kyungsoo pernah berbagi kasih dengan sepupu ipar wanita di depannya ini dan itu membuatnya tak enak hati.

.

.

.

TBC

A/N :

Yang mau liat balasan review liat silakan cek my stories yang judulnya Balasan Review. Tapi khusus Serum gua mulainya dari chap ini. Nanti liat aja per-chap judulnya apa, contoh : Serum Chap 3. Salnya semua review nanti gua gabung. Besok publish kayaknya. Thanks guys.

Review juseyo~

.::. Serum .::.

Tangerang, 28/05/16

00:39 W.I.B.