ANGKOT.
By: Akuma
Pair : SasuHina
Punya OM MK
Warning!
Dijamin GEJE, OOC, pen muntah, pingsan.
Hahhahahah
.
.
.
Don't like, don't read.
Chapter 3
Kencan_pun berlansung, meski muka sang gadis agak mempoutkan bibirnya, tapi tidak demikian dengan sang lelaki yang dari tadi tersenyum menyeramkan menurut semua orang, yang melihatnya. Kenapa demikian tentu saja karena sang lelaki memaksanya kencan.
Flashback On
"K-kencan?" Ujar Hinata kaget dengan tampang horor mendengar berita yang dilontarkan sang lelaki di hadapanya.
"Iya." Jawab Sasuke mantap dengan wajah tanpa dosa.
Dan saat mereka tengah sibuk dengan pikiranya masing-masing, tanpa disadari berdiri sosok lelaki setegah baya (ala bilang aja keriput hehhehe) yang sedang memperhatikan keduanya.
"Hinata, siapa dia?" Tanya sang lelaki paru baya menghampiri keduanya.
Hinata mengegok horor "A-ayah." Ujarnya kaget dan panik yang terukir jelas di wajah ayunya.
Lain Hinata, lain juga Sasuke, dirinya yang sudah menyadari situasi, segera mencairkan suasana. "Perkenalkan, saya pacar Hime." Ujar Sasuke seenaknya membungkuk hormat.
Hiashi yang terkejut hanya bisa tergaga, mendengar berita menggemparkan menurutnya, 'kanapa anaknya bisa pacaran dengan mahkluk alien sepertinya?' Pikir Hiashi mencibir dalam hati.
Mata Hiashi melirik ke arah putrinya, seolah meminta penjelasan. "Hinata, apa itu benar?" Tanya Hiashi menyelidik.
Hinata yang masih sibuk dengan pikirannya, tak bisa berkata apapun, hanya bisa memandang horor lelaki remaja di sampingnya, bagaimna bisa dengan seenak jidatnya lelaki yang dikenalnya kemarin, datang kerumahnya, mengajaknya kencan, dan sekarang mengaku sebagai pacarnya, di hadapan sang ayah, hancur sudah semuanya. Pikir Hinata membuang nafas berat. Kemudian mendelik garang kearah Sasuke, sedangkan yang di tatap hanya acuh. Tanpa berniat membuka suara. Hiashi aneh melihat gerak-gerik keduanya, mberinisiatif untu kenyidang keduanya. Sekedar jaga-jaga dan waspada bila putrinya diculik lelaki alien di depannya atau terjadi sesuatu pada putrinya. Kan dia bisa nuntut pertanggung jawaban.
"Masuk." Perintahnya singkat. Melangkakah kakinya masuk kedalam rumahnya.
Sasuke yang tanggap, segera menarik tangan Hinata dan mengekor dibelakang calon mertuanya.
"Duduk." Perintah Hiashi kemudian. Dan lagi-lagi dituruti keduanya.
Hinata yang masih binggung dengan situasi hanya bisa terdiam, sehinga dia nurut-nurut aja di tarik-tarik Sasuke.
"Kau.." Tunjuk Hiashi kearah Sasuke, "Siapa? Dan dari mana kau kenal putriku?" Sambungnya mengitrogasi.
"Saya Uchiha Sasuke, dan Saya mengal Hime di dalam angkot kemarin." Jawabnya singkat menjelaskan.
'Apa angkot?' Hiashi melotot kearah Sasuke, Sasuke yang dipelototi hanya balik menatap acuh.
"Ekm.., dan sejak kapan kau berpacaran dengan putriku?' Tanyanya aneh dengan suara meninggi.
"Sejak saat ini." Jawab Sasuke cuek. Wah cari mati ini anak.
Hinata hanya bisa menunduk dalam, merutuki semua ucapan yang dilontarkan Sasuke tadi, dalam hati sih niatnya mau menjelaskan, tapi melihat tatapan sang ayah, dan mendengar nada suara sang ayah, semua kata-katanya hilang tertelan kembali.
"Saya tidak mengizinkan Hinata berpacaran." Hiashi berujar tegas dan sinis.
"Kalau begitu saya akan melamarnya besok." Potong Sasuke cepat.
Cego itulah muka Hiashi dan Hinata saat ini, 'apa-apaan lelaki kurang ajar ini, beraninya melamar putriku seenak jidatnya.' Pikir Hiashi semakin geram.
Hiashi menarik nafas dalam dan membuangnya berat. "Memangnya berapa umurmu?" Tanyanya mencoba sabar, gini-ginikan dia itu beribawa, masa dia mencak-mencak didepan anak ingusan.
"18 tahun." Sasuke berujar singkat.
Hilang sudah wajah stoic Hiashi, mendengar berita putrinya akan dilamar anak berumur 18 tahun. Dia hanya bisa mengeleng pusing. Memijat kepalanya yang sedikit pening.
Hembusan hafas berat kembali terdengar, "Sudah punya apa kau melamar putriku?" Tanya Hiashi mencoba menilai. Bukanya dia matre, tapi entar kalau nanti mereka menikah, terus mempunyai anak, mau dikasih makan apa nanti cucunya kelak. Masa batu kan enggak lucu.
"Punya cinta." Sasuke berujar tegas.
'Dikira anakku bisa makan cinta apa?' Lirik Hiashi sinis.
"Kau masih sekolah?" Hiashi bertanya lagi.
"Iya, SMA." Jawab Sasuke datar.
'Dasar anak SMA.' Desis Hiashi geram.
"Kalau kau melamar putriku, bagaimna dengan sekolahmu?" Tanyanya menasehati.
"Kalau begitu, izinkan saya berpacaran dengan putri anda." perintahnya meminta izin.
Hiasihi tak bisa berbuat apa-apa lagi, dari pada nanti anaknya di nikahi anak SMA, mendingan biarkan aja pacaran dulu, nantikan bisa putus. Pikirnya tersenyum berharap.
"Baiklah, tapi kau tidak boleh kurang ajar kepada putriku, dan..." Jedah cukup lama "jangan berani-beraninya menyentuhnya. Ingat itu. Kalau kau masih sayang lehermu." Acam sang mertua mengambil pedang samurai kesayangannya.
Dikira, Sasuke takut apa, lihat aja dari tampangnnya, bukanya takut, tapi malah menyeringai tidak jelas, seolah-olah di beri lampu hijau. Hahahaha dasar sasu.
Setelah Sasuke mendesak Hiashi untuk mengizinkan mereka pergi kencan. akhirnya terpenuhi sudah keinginannya untuk kecan dengan kekasih. Sasuke dan Hinata pun akhirnya pergi, Hiashi yang mulai menyadari sesuatu yang aneh. "Siapa Hime?" gunamnya bingung.
Flashback off.
"Kita mau kemana?" Ujar Hinata bertanya memecah keheningan.
Ya iyalah bertanya, orang dari tadi mereka muter-muter enggak jelas.
"Jalan-jalan." Jawab Sasuke asal.
Hinata menghembuskan nafas lelah 'Dasar, cowok nyebelin.' Geramnya flustasi.
Sasuke yang seolah bisa membaca isi hati kekasihnya, segera menoleh ke arah Hinata "kau mau pergi kemana?" Tanyanya kemudian.
Hinata mendelik tidak suka kearah Sasuke, sebenernya disini siapa yang ngajak, kenapa juga seolah-olah Hinata yang harus lebih aktif. Apa mentang-mentang Hinata yang lebih tua disini, sehingga harus dirinya yang berfikir keras. "Terserah." Jawabnya kemudian acuh dengan wajah kesal.
"Ya sudah, Kita kerumahku." Ujar Sasuke, segera menarik pergelangan tangan Hinata dengan kasar. Untuk menuju tempat parkir.
Hinata yang sadar sasuke mau membawanya ke rumhnya, segera merontah menolak keinginan sang Lelaki, Tapi tidak di gubris oleh Sasuke, yang tidak perdulih akan rontahan dari sang gadis.
TBC.
Maaf minna-san, lanjutanya lama, cz akhir-akhir ini aku sering badmood gak jelas.
Maaf juga kalau ceritanya kurang memuaskan, dan membuat kecewa.
Terima kasih yang sudah sudi membaca :
RnaNIppon, sasuhina69, Betelgeuse Bellatrix, CheftyClouds, aindri961, Salsabilla12, Marmer, denikuzumaki, ana, hinataholic, lovely sasuhina, NurmalaPrieska, nana chan, ana, n, Dan buat silent Reader.
Mohon maaf bila ada salah penulisan Nama.
Dan mohon Review dan saran atau kritik, demi kelanjutan cerita ini.
Jaa-ne~
SJ : 24-04-2016 (07.13)
