The Snow Drop
Disclaimer
Manga/animenya : Kishimoto Masashi
Fic The Snow Drop : Mika SasuRenNa
Pair : SasuNaru, XXXNaru dan lainnya menyusul aja...
Rating : T
Genre : Romance - family- angst
Warning : Typo, Shounen-ai, alay, fic yang pendek, maaf kalau ceritanya jelek dan misalkan ada kesamaan cerita itu hanya kebetulan, aku hanya mencoba untuk mencurahkan apa yang ada di benakku...^_^
Keterangan :
Naruto in Flashback ( 5 tahun )
Kyuubi in Flashback (15 tahun)
Karin in Flashback ( 6 tahun)
"Tulisan miring" Flashback
"Tulisan tegak " masa sekarang
"..."berbicara
'...' mind
Oh ya disini masih flashback, jadi mohon maaf ya...
Part 3 :
Episode yang lalu:
Setelah kepergian Naruto, Fuuka memberitahukan rencananya pada putrinya. Rencana jahatnya untuk menyingkirkan Naruto dari keluarga itu.
Akan tetapi seorang pelayan mendengar pembicaraan tersebut dan merekam pembicaraan itu.
Flashback
Terlihat Naruto sedang mengepel lantai rumah yang bisa juga disebut istana itu. Sesekali dia meregangkan pinggangnya yang pegal karena terlalu lama membungkuk, dan kembali mengepel apabila rasa pegalnya berkurang.
Terlihat Karin sedang duduk bersantai dengan secangkir teh jasmine, dia terus mengamati semua yang dilakukan Naruto. Terlintas di otaknya ide untuk menjahili Naruto, dia berjalan kearah Naruto, dan menendang ember yang berisi air tersebut.
"Heh... adik tiri gimanasih kerjanya, airnya tumpah gitu..." Kata Karin dengan sinis.
"Ailnya tumpah kan kalena Kalin Nee-san yang tendang.."
"Heh...ngapain embernya tarok dijalanku, dan jangan panggil aku Nee-san, aku ini bukan kakakmu, panggil aku Nona."
"Mengapa aku harus memanggilmu Nona ?, kata Tou-san kita ini saudara...dan ..."
"IH...amit-amit aku punya saudara lemot kayak banci dan sakit-sakitan kayak kamu."kata Karin sambil berlalu dari Naruto.
"Tapi...Naru hanya ingin punya kakak , juga ingin punya temen belmain...kenapa tidak ada yang mau main sama Nalu, Kaa-san."kata Naruto dengan suara yang semakin pelan.
End Flashback
Entah mengapa akhir-akhir ini aku sering memimpikan atau mengingat masa kecilku yang jauh dari kata bahagia. Apa ini fase sebelum kematian yang semakin mendekat ?
Aku merapatkan jaket ketubuhku, sepertinya musim dingin semakin mendekat. Sekarang sudah bulan Oktober jadi sebentar lagi akan turun salju. Salju...salju, Kaa-san diambil dariku pada saat turun salju, tapi aku suka salju, warnanya putih, lembut dan dingin, dingin sama dengan hatiku.
"Naruto, ternyata kau di taman ?, ayo masuk udara semakin dingin itu tidak baik untuk kesehatanmu..." Kata Gaara, dokter yang menanganiku selama ini, dia segelintir kecil orang yang menyayangiku dengan tulus.
"Tunggu sebentar lagi, aku ingin melihat matahari terbenam..."
"Hum...baiklah."
Hanya kesunyian meliputi kami...dan tiupan angin sore yang membawa daun-daun kering.
"Pakailah ini !, jaketmu itu terlalu tipis untuk udara extrim ini." Katanya sambil memakaikan jaketnya ke tubuhku yang semakin mengurus ini.
"Um...terima kasih Gaara."
"Naru, ayahmu menelpon, Ia menanyakan kondisimu."
"Gaara sudahlah jangan mencoba menghiburku, aku tau seberapa tidak pedulinya dia padaku... Aku masuk duluan."
"Naruto..." kata Gaara dengan tatapan nanar dan miris padaku.
Flashback
"NARUTO, apa yang kau lakukan pada Ibumu ?, mengapa kau mendorong Ibunya. Lihat sekarang dia keguguran dan sekarang sekarat...!" Bentak Minato pada putra bungsunya.
"Na...Nalu hanya mencoba melindungi foto Kaa-san Nalu, dan dia bukan Kaa-san Nalu...! Kaa-san Nalu sudah pergi ke tempat asalnya salju...!. Kalau saja Tou-san tidak pelgi pada malam itu pasti Kaa-san masih Hidup."
Plak...
Minato menampar Naruto begitu kerasnya menyebabkan pandangan semua orang dirumah sakit terarah kesebuah ruangan dirumah sakit itu.
Setetes darah keluar dari bibir mungil Naruto.
"Kau...Kau anak sialan, mulai sekarang kau bukanlah anakku!"
"Minato !, apa yang kau lakukan pada Naruto !"Kata seorang wanita muda yang merupakan dokter di salah satu di rumah sakit itu.
"Tsunade, ambillah anak itu, dasar anak pembawa sial, karena melahirkannya lah kondisi kesehatan Kushina menurun."
"Minato kau ini ayahnya tidak boleh berkata seperti itu."
"Tsunade...bawalah anak ini, melihatnya membuatku semakin sakit..." Kata minato dengan suara yang setengah lirih.
"Tapi...Tou-san Nalu ingin sama Tou-san, jangan bilang kalau Nalu bukan anak Tou-san lagi... hanya Tou-san yang Nalu punya...Hiks...hiks..."
Minato tidak menghiraukan tangisan 'mantan' anaknya dan berlalu meninggalkan ruangan itu. Naruto mengejar Minato dan memeluk kaki 'mantan' ayahnya itu.
"Nalu...hiks...hiks mohon Tou-san jangan bilang Nalu bukan anak Tou-san lagi...hiks.."
"Lepas anak sial...lepas..."Kata Minato dan menampar Naru yang menyebabkan Naru jatuh tersungkur.
Tsunade membantu Naruto berdiri "Naruto !, Minato kau jahat sekali !"
"Nona Tsunade saya mohon mengertilah rasa sakitku yang telah kupendam sejak kehilangan Kushina.."Kata Minato dengan suara parau.
Minato mulai beranjak dari tempat itu. Melihat Minato mulai pergi Naruto mulai mengejar Minato, akan tetapi dicegah oleh Tsunade.
"Tou-san jangan tinggalkan Nalu ! jangan tinggalkan nalu...!"kata Naruto sambil mencoba mengapai Minato yang makin menjauh.
"Naruto...sudahlah jangan kejar orang itu lagi..., dia bukan lah orang yang pantar disebut ayah... sudahlah... sudahlah..." Kata Tsunade sambil mengelus punggung Naruto.
"Tou-san...hiks...hiks...Tou-san...hiks..."
End Flashback
TBC
Nantikan chap berikutnya ya...(^-^v)
Makasih untuk sahabatku telah mau membantu untuk mengedit cerita aku ini, biarpun masih terdapat kesalahan.
Aku juga mengucapkan terimakasih untuk para senpai dan Reader yang telah mau meriview cerita abal aku ini.
Dadahhhhh...
