Title : Who Is the Devil?
Author : DandelionLeon
Cast : Park Chanyeol , Byun Baekhyun , Xi Luhan ,Oh Sehun, Do Kyungsoo, Kim Jongin, member EXO, and other cast temukan sendiri.
Genre : School Life, Romance, Friendship, BL(boys love), Yaoi, sedikit comedy putar.
Disclaimer : Member EXO dan lainnya milik tuhan, saya hanya pemilik ide cerita ini. Jika ada kesamaan jalan cerita, itu hanyalah tipu daya semata/hah/. Gak suka? Jangan baca!
Summary : Byun Baekhyun siswa keren dan jail dan Park Chanyeol, seorang siswa culun dari keluarga kaya raya. Dia selalu menerima perlakuan buruk dari teman-temannya. Namun siapa sangka dibalik sifat culunnya itu ternyata ia adalah seorang yang …..siapa Devil sesungguhnya disini?
Warning! Typo nyebar, ejaan yang kurang disempurnakan -_- , sedikit umpatan tapi gak wow *apasih*. Dilarang membajak isi cerita! yang mau membajak sawah gak apa-apa sih *nyengir bareng kebo*..
Read more …. And you will know about this story …
Ikan luhan kejedot …. Cekidot
Seorang namja berkulit tan duduk di salah satu counter bar dengan segelas wine ditangannya. Tak lupa para yeoja yang sedari tadi berteriak histeris menatap kearahnya. Tampan dan seksi, itulah dia.
Kim Jongin, nama namja itu. Ia meneguk wine yang sedari tadi menunggu untuk di sesap. Ia menghentikan acara minumnya saat sesosok makhluk jangkung dengan kacamata, rambut lurus tersisir rapi kesamping, celana sampai ke perut, kemeja terkancing rapi sampa ke leher.
Mengapa ada orang seperti itu di club seperti ini? Fikirnya. Sosok culun itu berjalan mendekat kearahnya ,semakin dekat dan …
"Ada apa kau memanggilku kemari,Kim Jongin?" Ucap sosok culun itu dengan suara baritonenya yang khas. Kenapa ia mengenal nama Jongin? Jongin menatap sosok culun itu dengan intens. Sedetik kemudian, minuman yang sedari tadi masih berada di mulutnya itu menyembur kearah wajah si culun.
"Mwoya? K-kau? P-Park Chanyeol? Mmpph-huahahahahahaha" Jong In tertawa terpingkal-pingkal melihat sosok culun-Park Chanyeol. Hei, apa yang salah dengan Chanyeol? Oke, itu memang sudah biasa bukan? Selalu ditertawakan karena style culun. Chanyeol membungkam mulut Jongin dengan telapak tangannya yang besar itu .
"Diamlah Kim Jongin! Kau tidak berubah." Ucap Chanyeol masih dengan tangannya membekap mulut si namja tan itu.
"Hmmbbhh,…hhmmmphh~ hmmmphh" Ada yang bisa menerjemahkan bahasa Kim Jongin itu? Tentu tidak! Ia menunjuk tangan Chanyeol yang membekapnya. " Kau bicara apa bodoh? " Tanya Chanyeol dengan wajah datar. Kenapa jadi Chanyeol yang seperti orang bodoh? -_- .
"Ah, mianhae~" Tersadar akan perbuatannya, Chanyeol melepas bekapannya. Jongin menatapnya dengan berang .
"Tanganmu bau! Cih! Ah~ ada apa denganmu Yeolyeol?" Tatapan berang itu kini berubah menjadi seringai mengejek kearah Chanyeol. Chanyeol hanya mengidikkan bahunya.
"Sepertinya kau harus bertanggung jawab dulu. Baju ku basah! Dan wajahku juga,ck." Jongin mengendus menahan tawanya dan menggangguk mengerti.
"Arraseo! Kita pinjam baju Donghyun hyung saja. Okey? Dan berhentilah menatapku dengan tatapan membunuh dude!" Jongin menarik paksa tangan Chanyeol menuju salah satu ruangan berpintu kaca.
"Hyung~ kau disini? " Teriak Jongin sambil membuka pintu itu tanpa seizin pemiliknya terlebih dahulu. Hingga muncul seorang namja tampan berkulit putih pucat dan rambut merahnya yang sangat mencolok, siapa lagi jika bukan Kim Donghyun? Sepupu dari Kim Jongin. Donghyun dengan kulit putihnya yang pucat dan Jongin dengan kulitnya yang berwarna tan. Sepupu yang jauh berbeda! Sangat!
"Ah~ Jongin-a, kau sudah tiba? Dan,hey_ s-siapa ini?" Donghyun mendekat kearah Chanyeol dengan tatapan mengintimidasi.
"Dia Chanyeol, hyung. Bagaimana? Bukankah penampilan Chanyeol itu sangat unik? Hahahaha" Tawa Jongin kembali terdengar. Donghyun membulatkan matanya tak percaya. Dan sejurus kemudian, iya juga ikut-ikutan menertawakan Chanyeol, kasihan Chanyeol.
"Mwoya? Hahaha.., apa kau kembaran Chanyeol? Atau kepalamu terbentur sesuatu saat pulang ke Korea? Hahahaha…. Lama tidak bertemu kenapa kau menjadi seperti ini? Ckckck." Donghyun tertawa seperti orang gila, begitu pula halnya dengan Jongin. Chanyeol berdecak kesal melihat dua orang dihadapannya ini.
"Ck! Sudahlah! Pinjamkan aku pakaianmu hyung dan aku akan menjelaskan semuanya, okey? "
"Hahaha…, ah~ mian~ aku terbawa suasana. Arrasseo, kajja kita pilih pakaian untukmu."
==sementara itu dilain tempat==
"Aigoo~ Sehun-a, sepertinya kita kalah dengan Jongdae. Lihatlah, berapa yeoja yang mendekatinya.
" Baekhyun menggelengkan kepalanya melihat temannya disana. Lain halnya dengan Sehun yang hanya meminum vodka dengan ekspresi datar. Merasa tidak dipedulikan, Baekhyun menendang kasar kaki Sehun, membuat pemilik kaki itu mendengus sebal .
"Aku mau susu." Ucapnya dengan wajah polos, membuat Sehun tertawa disebelahnya. Ayolah! Ini club, mana ada jual susu -_- .
Melihat temannya itu tertawa semakin membuat mood Baekhyun hancur saja. Dengan malas ia melirik kesana kemari. Berharap ada sesuatu yang dapat menyamankan matanya. Tapi apa yang dia lihat? Para anak muda yang asik bercumbu dan itu membuatnya kesal. Hingga pandangannya bertumpu pada sesosok jangkung yang sepertinya ia kenal.
Pandangan mereka bertemu. Pemuda jangkung itu menghentikan tawanya saat melihat Baekhyun yang juga menatapnya dengan wajah bengong.
"Mwoya? Bukankah dia si tiang bendera?!" Pekiknya keras. Sehun yang sedari tadi menikmati acara minumnya langsung melirik Baekhyun dengan tatapan bingung .
" Mwo? Tiang bendera? Kau gila? Mana ada tiang bendera disini Baek. Kau kira orang-orang disini ingin mengadakan upacara hari kebangsaan?" Baekhyun menggelengkan kepalanya tanpa menarik pandangannya dari pemuda jangkung tadi.
"A-aniya! Bukan tiang bendera yang itu. Maksudku si tiang-"
"Ah~ sepertinya kau mulai jatuh cinta dengan si tiang culun dan mulai berfantasi tentangnya. Hahaha, bukankah kau sangat membencinya Baek?"
Oke, itu memang benar. Baekhyun membenci si culun, tapi siapa yang tau jika keadaan itu berubah seratus delapan puluh derajat?
Namja jangkung tadi tersenyum menyeringai kearah Baekhyun. Membuat Baekhyun bergidik dan membuang mukanya kesembarang arah.
"Aku rasa kau benar Hun. Mana mungkin si culun itu itu bisa menyeringai? Bukankah ekspresinya itu selalu takut dan menyebalkan disaat yang bersamaan. Hah! Aku harus menenangkan fikiranku dulu." Baekhyun beranjak meninggalkan Sehun yang kebingungan menatapnya .
"Kau mau kemana Baek?" Tanya Sehun pada namja imut itu .
"Aku mau ke toilet membasuh wajahku. Kau tunggu disini." Ucap Baekhyun dan segera berlalu menuju toilet. Berharap apa yang dilihatnya tadi hanyalah halusinasi semata.
Other side
Chanyeol tersenyum sinis menatap namja imut yang baru saja memperhatikannya sedari tadi. Sampai Jongin melambai-lambaikan tangannya dihadapan Chanyeol.
"Hey! Kenapa kau tersenyum seperti itu hah? Aku rasa otakmu benar-benar sudah miring." Jongin berdecak kesal melihat tingkah laku Chanyeol yang aneh.
" Sialan kau Kim Jongin! "
What? Park Chanyeol si culun dan suka di bully itu ternyata bisa juga berbicara kasar? Belajar dari mana dia? Dari Yongguk yang sering membullynya kah?
"Sudahlah. Sekarang chanyeol, ceritakan mengapa kau bisa menjadi seperti ini sekarang?" Ucap Donghyun mencoba melerai dua orang yang saling beradu deathglare .
"Huh…Arrayo. Kalian tau alasan aku dipindahkan ke Korea? " Tanya Chanyeol pada dua orang disana yang asik meneguk segelas wine.
"Bukankah karena kau bosan di London dan ingin menyelesaikan pendidikanmu di Korea? Kami semua tau itu ! " Jawab Jongin seadanya.
"Aniya, itu semua atas kehendak orang tuaku! Mereka muak dengan tingkahku yang sangat liar. Dan mereka sengaja memindahkanku ke Korea, cih!" Tunggu dulu, liar? Park Chanyeol? Ok , sebaiknya kita dengar dulu penjelasan dari si tampan itu.
"Lalu, bisa kau jelaskan kenapa penampilanmu jadi mirip seorang weird seperti tadi?" Tanya jongin lagi dengan berlagak seperti seorang wartawan yang mengajukan pertanyaan kepada narasumber nya -_- .
" Well, disatu sisi agar orang tuaku percaya bahwa anaknya ini sudah berubah. Disisi lain, ini sangat menyenangkan, tak ada yang mengetahui siapa dirimu yang sebenarnya, seperti seorang detektif. Hahahaha…." Tawa renyah dari Chanyeol membuat dua orang disana mendadak bingung.
"Apanya yang lucu? Kau bahagia? Walau wajahmu penuh lebam seperti itu?" Kini giliran Donghyun yang bertanya.
Chanyeol memiringkan kepalanya dan mengambil sebotol champagne. Menuangkannya ke sebuah gelas kristal dan meneguknya secara perlahan.
"Apa kalian pernah melihatku bahagia jika tertindas? Tentu saja aku akan menghabisi mereka dengan memerintahkan para bodyguard ku untuk menghabisi orang-orang sialan itu." Terang Chanyeol lagi.
Jongin meggelengkan kepalanya. " Hei dude, kenapa kau menjadi seperti pengecut sekarang? Dan kemana Chanyeol si pangeran api yang datang dari neraka itu? Kau itu kaya raya, kuat, dan aku rasa kau bisa saja membuat orang-orang itu babak belur dengan satu pukulan saja darimu?" Jongin meninju pelan bahu bidang milik Chanyeol. Chanyeol megangguk mengerti.
"Awalnya aku fikir begitu, tapi menarik juga jika membuat permainan seperti ini. Dan baiklah, aku rasa cukup penjelasannya . Aku ingin ke toilet dulu. " Dua orang disana terbengong melihat tingkah Chanyeol.
"Aku rasa dia itu sedikit tidak waras hyung ." Ucap Jongin pelan , disusul anggukan oleh Donghyun.
Chanyeol berjalan menuju toilet. Sebenarnya tujuan utamanya bukan untuk buang air atau apa. Ia mencari sosok mungil dan cerewet yang sedari tadi mengganggu fikirannya. Yang tak lain dan tak bukan adalah Byun Baekhyun. Untuk apa iya mencarinya? Kita lihat saja oke?
"Ahh, segarnya. Aigoo~ eyelinerku luntur! Andweee!" Langkah Chanyeol terhenti ketika mendengar suara yang ia kenal itu. Seringai terukir jelas dibibirnya yang ranum itu. Ia melangkah mendekati sumber suara.
CRASSSHH…. Suara air dari keran membuat Baekhyun yang tengah memakai eyeliner menoleh kearah samping. Matanya membulat melihat seseorang disebelahnya itu. Membuat eyelinernya berantakan. Chanyeol tersenyum menatapnya.
" Kau? Bukankah si culun? Kenapa kau disini!?" Pekik Baekhyun sambil menunjuk Chanyeol dengan eyeliner yang ia pegang.
Chanyeol menyeringai dan mendekatkan wajahnya kearah Baekhyun. Baekhyun menjauhkan kepalanya, namun Chanyeol semakin mendekatkan wajahnya.
"Apa yang dia lakukan? Jangan-jangan .." Batin Baekhyun membayangkan yang Chanyeol menghapus eyeliner Baekhyun yang keluar dari garis matanya.
" Eyelinermu salah jalur nona. " JDEERRRR…. Bagai disambar petir. Baekhyun mengira Chanyeol akan menciumnya – apa? Menciumnya? Bukankah ia membenci Chanyeol?. Dan lagi, nona? Baekhyun itu namja! Oke mungkin itu hanyalah trik busuk Chanyeol untuk menggoda namja imut itu.
"M-mwo? Aku namja, bodoh! Dan kau Park Chanyeol, kenapa kau ada disini?" Tanya Baekhyun dengan nada suara meninggi. Tidak bisakah ia berbicara lembut?
"Mwo? Park Chanyeol? Siapa itu? Maaf nona, aku tak mengenalmu. Dan lagi, aku tak yakin bahwa kau itu namja." Terlalu cepat sepertinya jika Chanyeol ingin mengakui siapa dia sebenarnya. Berpura-pura menjadi orang lain bukankah menyenangkan?.
"Eh? J-jadi , kau siapa? Ani-maksudku,aku salah orang? Aku ini namja, bodoh!"
"Tentu saja nona. Benarkah kau namja? Aku butuh bukti, perlihatkan padaku."
"Tentu saja! Mwo? P-perlihatkan apa? Dasar byuntae!" Teriak Baekhyun.
DDRRTTT… DDRRRTT… getar handphone Chanyeol mengisyaratkan kedua orang itu untuk berhenti sejenak dari kegiatan saling berargument satu sama lain. Dengan santai Chanyeol mengangkat panggilan tersebut dan mengabaikan Baekhyun yang sedang naik pitam itu.
" Yebboseyo? Wae?"
'Hey dude, aku rasa kau sedang antri bersama kakek-kakek di toilet? Kenapa lama sekal?' Oceh seseorang disebrang telepon, Kim Jongin .
" Aku memang sedang bersama kakek-kakek sekarang. Ah~ arra, aku segera kesana." Piiipp- sambungan diputuskan.
Baekhyun mendelik kearah Chanyeol. Apa-apaan itu? Kakek-kakek? Jadi maksudnya Baekhyun adalah kakek-kakek? Mengingat tak ada seorang pun disini kecuali mereka berdua.
"Apa? Ada yang ingin kau bicarakan lagi nona manis? Kalau tidak aku pergi dulu." Chanyeol menyeringai puas melihat ekspresi Baekhyun saat ini. Dengan wajah memerah dan bibir yang dikerucutkan lucu. Oh, jangan lupakan matanya yang sipit bereyeliner itu membulat.
'Menyenangkan sekali anak ini' Batin Chanyeol. Chanyeol berjalan meninggalkan Baekhyun yang berteriak seperti orang yang habis di rampok.
"Yak! Kau tiang listrik sialan! Awas saja kau jika bertemu lagi!" Baekhyun mengehentakkan kakinya seperti anak kecil. Dengan kasar ,ia mengambil air dari keran dan melemparnya ke kaca di wastafel. Mulutnya berkomat-kamit seperti membaca mantra . Namun, sesaat kemudian pandangannya tertuju pada suatu benda dilantai.
Sepotong kain kecil berwarna coklat emas. 'Milik namja tadi?' Gumamnya dalam hati. Jemari lentiknya mengambil sapu tangan tersebut dari lantai.
"Apa ini? Sapu tangan? 'P.C' ? Inisial namanya kah?" Tanya Baekhyun pada dirinya sendiri. Tanpa fikir panjang, ia memasukkan sapu tangan tersebut kedalam saku celananya.
Berharap bisa bertemu lagi dan mengembalikan sapu tangan itu. Tunggu dulu! Berharap? Byun Baekhyun berharap bertemu namja itu yang notabene nya adalah si culun Chanyeol? Walau dalam wujud yang berbeda. Ckckck.
Sinar mentari menyinari bumi seoul pagi itu. Baekhyun berjalan dengan langkah gontai menuju kelasnya. Wajahnya tampak lesu disertai warna gelap dibawah matanya. Sehun berjalan disebelahnya dengan wajah stoic andalannya. Walau semalam ia banyak minum, namun anak itu terlihat segar-segar saja. Lain halnya dengan Jongdae, namja pecinta bebek ini terlihat bahagia dengan senyum ceria terpatri jelas diwajahnya yang manis itu. Mendapatkan noona-noona baru eoh?.
Ketiga namja evil itu berjalan dengan ekspresi yang berbeda-beda. Pandangan siswa-siswi disekolah itu tertuju pada mereka. Memang itu semua sudah menjadi rutinitas tersendiri para siswa disana. Baekhyun, Sehun dan Jongdae termasuk siswa populer.
Jongdae melambaikan tangannya membuat siswi disana terpesona. Sedangkan Sehun? Jangan ditanya! Anak itu selalu menampakkan ekspresi dingin. Kecuali saat-saat tertentu saja. Dan Baekhyun? Ada apa dengan anak itu? Padahal biasanya ia yang paling hiperaktif diantara ketiganya.
Mereka sampai dikelas. Pandangan Baekhyun tertuju pada namja jangkung yang duduk dipojok kelas sambil menatap keluar jendela. Rambut lurusnya berwarna coklat tua itu tertiup pelan oleh angin yang masuk dari jendela yang sedikit terbuka. Tapi ada yang aneh dengan si namja itu. Bukankah rambutnya itu berwarna hitam?
'Benarkah itu si culun?' Batin Baekhyun dalam hati. Ia berjalan menuju bangku Chanyeol-namja jangkung tadi. Seringai jail terpampang jelas diwajah imutnya. Sehun yang melihat itu sedikit tertarik dan ikut mengekori Baekhyun. Lain halnya dengan Jongdae yang sudah pergi menjauh menuju kelas sebelah untuk menemui para yeoja-yeoja nya. Ia malas ikut-ikutan membully Chanyeol. Bukan apa-apa , Jongdae hanya malas jika nanti dihukum oleh si dewan siswa, Luhan. Belum lagi ceramah panjang lebar yang akan ia terima dari Suho si ketua osis. Merepotkan bukan?
Kita kembali pada dua namja evil itu. Baekhyun duduk disebelah Chanyeol dan memainkan rambut namja itu. Lamunan Chanyeol buyar dan ia terkejut melihat dua orang dihadapannya. Dalam hati ia berdecak malas melihat dua orang ini. Terutama Baekhyun yang sangat senang membuatnya menderita. Apa kesalahannya pada Baekhyun? Sepertinya tak ada. Ia hanya sekali membuat Baekhyun tenggelam dikolam renang dan membuat anak itu pingsan. Dia tidak sengaja, okey? Buktinya Baekhyun tidak mati kan?
Ia hanya tenggelam dan Chanyeol salah menarik celananya. Menampakkan boxernya yang berwarna pink bergambar hati. Oke, memalukan sekali memang. Dan sejak saat itu, Baekhyun mempunyai dendam besar terhadap Chanyeol.
"Wah… wah… Si culun punya rambut baru eoh?" Ejek Baekhyun dengan sinisnya. Chanyeol menundukkan wajah tampannya yang berbingkai kacamata tebalnya. Selamat berakting ria, Park Chanyeol..
"J-jangan sentuh rambutku, Baekhyun-a." Ucapnya bergetar disertai dengan tatapan memelasnya. Baekhyun tertawa sakartis.
"Hahaha. Beraninya kau melarangku hah! Dasar jelek! Kau tidak pantas mempunyai rambut seperti ini!" Teriak Baekhyun memecah keheningan dikelas yang masih dihuni oleh beberapa siswa. Sehun tersenyum mengejek dan menoyor kepala Chanyeol.
"Maaf jika membuatmu tak suka Baekhyun. A-aku akan mengganti warna rambutku segera." Ucap Chanyeol terbata-bata. Berbanding terbalik dengan hatinya.
'Sialan kau! Apa pedulimu dengan rambutku. Jika saja aku tak seperti ini akan kupatahkan leher kalian berdua! ' Gumam Chanyeol dalam hati. Benar kata Jongin, kenapa namja itu jadi mirip seorang pengecut saja eoh?
"Bagus jika kau mengerti. Dan, hei…. kacamata baru ya? Boleh ku pinjam?" Tanpa persetujuan, Baekhyun mengambil paksa kacamata milik Chanyeol. Chanyeol yang berpura-pura itu mengerjapkan matanya, seolah ia memang rabun sungguhan .
"K-kembalikan kacamataku Baekhyun. Aku tidak bisa melihat !" Teriak Chanyeol dengan suara baritone nya itu.
"Hei, berani sekali kau membentak Baekhyun hah! Kau cari mati ya?" Sang pangeran es mulai bersuara. Ia mencengkram kerah kemeja Chanyeol. Chanyeol meringis pelan dan menggumamkan kata maaf berulang-ulang.
"Apa yang kalian lakukan hah? Lepaskan dia!" Seorang namja jangkung berambut blonde mengintrupsi kejadian itu. Ia melipat kedua tangannya dan berjalan menuju tempat Chanyeol, Baekhyun dan Sehun berada.
"Kris hyung!" Ucap Baekhyun dan Sehun bersamaan. Sehun melepaskan cengkramannya segera. Kris menatap tajam dua adik kelasnya itu.
Semua yang ada dikelas awalnya tertawa melihat pembullyan Chanyeol sontak menciut karena kedatangan Kris si kapten basket dan ahli judo itu. Dia juga seorang dewan siswa seperti Luhan. Makanya, Kris begitu disegani di sekolah. Jangan lupakan bahwa ia adalah sepupu dari Park Chanyeol. Kris adalah keponakan dari ibu Chanyeol. Namun tak banyak yang tau akan hal itu.
"Chanyeol, ikut aku! Dan Baekhyun kembalikan kacamata Chanyeol! Kau dan Sehun juga ikut aku!" Seperti anak ayam yang mengikuti induknya. Tiga anak itu berjalan mengikuti Kris menuju ruang osis.
Baekhyun dan Sehun menatap tajam kearah Chanyeol. Sesampainya diruang osis, mereka disambut oleh sang ketua osis, Kim Joonmyeon atau kerap disapa Suho. Dan Luhan si namja imut serta namja berambut ikal, Jeongmin sang sekretaris osis.
"Ada apa ini?" Tanya Suho meminta penjelasan. Luhan menatap Sehun tajam. Namun Sehun tak kalah tajam menatapnya. Jeongmin menggelengkan kepalanya.
"Apa lagi eoh? Pembullyan terhadap Park Chanyeol? Kalian tidak pernah puas rupanya?" Sindir Jeongmin sambil terkekeh. Baekhyun dan Sehun menatap kesal kearah Jeongmin. Namun, Jeongmin tak ambil pusing akan hal itu dan berlalu meninggalkan mereka semua menuju kelasnya.
"Aku rasa kalian berdua akan diproses oleh mereka. Chanyeol, ikut aku. Ada yang ingin ku bicarakan."
Baekhyun menatap aneh dua manusia yang tinggi seperti tiang bendera itu. Mereka berjalan meninggalkan ruangan osis. 'Apa yang ingin Kris katakan padanya?' Pikir Baekhyun.
"Kalian, bersiaplah untuk ditindak lanjuti." Ucap Suho dengan suara yang bijaksana(?)
Chanyeol berjalan beriringann dengan Kris menuju taman sekolah. Tak ayal tatapan siswa-siswi menatap mereka tak suka, lebih tepatnya Chanyeol.
'apa-apaan si culun itu? Berdekatan dengan Kris si populer ' …
'cih, benar-benar tak pantas!' begitulah ocehan yang Chanyeol dengar. Hatinya bergemuruh ingin menghabisi mereka semua. Namun ingat, ia sedang berpura-pura.
Mereka sampai ditaman sekolah yang begitu asri. Beberapa pohon maple dan pohon bunga sakura menghiasi taman itu. Bunga dengan berbagai macam jenis. Kris dan Chanyeol duduk dibawah sebuah pohon yang rindang. Beralaskan rerumputan hijau.
''Kau tidak bosan selalu diperlakukan seperti itu?" Laki-laki berambut blonde itu mulai bersuara. Chanyeol tersenyum miring.
"justru aku menyukainya." Jawab Chanyeol dengan enteng.
"Aku rindu, kemana Chanyeol yang dulu ku kenal? Chanyeol yang selalu melindungiku dari anak-anak jahil yang mengerjaiku. Kau ingat? Ketika kita tinggal di Kanada? Kau begitu ditakuti? Dan ini? Kau berpura-pura menjadi anak kikuk dan culun. Ini ….bukan seperti kau."
Chanyeol mengerutkan dahinya mendengar penuturan Kris. Lantas ia kembali tersenyum, namun senyumannya kali ini terlihat getir.
"Apa kau mau aku liar seperti dulu? Ini kan hanya di sekolah, di rumah aku tak demikian Kris."
Kris memutar bola matanya kesal. Ia menepuk pelan bahu Chanyeol.
" Ayolah. Apa tujuanmu? Kau rela wajahmu membiru setiap hari? Dipandang rendah oleh teman-teman, dan si Byun itu selalu membuatmu menderita. Kau senang akan itu semua? Maksudku, aku tak ingin kau menjadi liar. Hanya saja merubah style mu seperti dulu agar teman-teman tau siapa Park Chanyeol sesungguhnya."
Chanyeol menghela nafas sebelum melanjutkan perkataannya lagi.
"Hah! Sebelumnya ketika pindah kemari. Aku hanya ingin bermain-main saja melakukan hal gila seperti ini. Dan justru karena Baekhyun membuatku semakin gila untuk berpura-pura setiap hari. Melihat wajahnya yang kesal ketika menatapku. Menurutku itu menarik ,hahahaha…."
Chanyeol tertawa membayangkan wajah Baekhyun yang merengut dihadapannya. Kris hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sepupunya ini.
"Kau menyukai anak itu? Aku rasa ada hal lain bukan?" Pandangan Chanyeol berubah sendu. Wajahnya tertunduk lesu.
"Sebenarnya, alasanku seperti ini tak hanya itu. Aku hanya bersalah pada seseorang, dan berjanji takkan membuatnya kecewa . Tetapi sepertinya aku belum bisa menjadi yang terbaik. Aku fikir dengan di bully atau semcamnya bisa membuatku merasa tak bersalah lagi padanya. Karena tingkahku ia menderita, Kris. Tetapi sepertinya iblis ditubuhku masih enggan untuk pergi." Kris mengusap punggung Chanyeol dengan lembut.
"Maksudmu, sesorang itu_"
"Seorang sahabat yang kucintai dulu ketika di London … dia…."
===To Be Continued===
UWOOOOO~ *capslock jebol* apa ini? otak author semakin eror ceman-ceman *plakk* . endingnya gaje banget ye? -_- udah tau kan siapa chanyeol? Walau belum diperjelas sih , kekeke.
Buat yang udah ngereview author bener-bener terima kasih sama kalian. Maaf, gak bisa dibalas satu-satu . semua kritik dan saran yang membangun author terima dengan lapang dada. Dan bash yang membuat author sedih akan segera dimasukkan kesini *siapain tong sampah bareng baekyeol* .
Author masih amatiran , jadi harap maklum kalo banyak typo nyebar,kkkk~ . soal cinta pertama chanyeol , author masih belum kepikiran siapa wujudnya XD . entah itu yeoja atau namja , terserah readers aja deh . awalnya author pengen buka rahasia si yeol di chapter 5 , Cuma kayaknya terlalu lama n ceritanya malah ngebosenin nantinya.
Author sengaja buat ceritanya di chapter ini sedikit lebih panjang dari sebelumnya. Btw, buat yang pengen liat acting kaido and hunhan , next chapter deh…
Wokeeeh, mian ngebacot panjangxlebarxtinggi , author pamit undur diri.
Read and Review jusseyouuuu~ *ketjup basyah* Xp
