"MY DESTINY"

Summary : Sora disuruh Iruka-sensei mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Sora berniat mengikuti ekskul yang sama dengan Neji. Neji mengikuti ekskul EC ( English Club ) dan kebetulan Sora senang dengan bahasa inggris. Dan yang cukup mengejutkan pembinanya yaitu tidak lain dan tidak siapa lagi Hatake Kakashi. RnR..

Author's Note : Bingung mau nulis apa. Yang pasti ini first fanfic ku yang cukup aneh. Do not like Do not read !

Rated : T

Genre : Romance, Drama

Warning : OOC, Typo, Gaje, OC, Masih Amatir, Campuran 3 bahasa ( indo, ing, jep )

Disclaimer : Naruto is still belong Masashi Kishimoto-sensei.

Chapter 3 Approach

===9894===

Sesampainya di kantor.

" Ano, Iruka-sensei. Sensei memanggil saya ?" Tanya Sora kepada wali kelasnya yang sedari tadi sibuk sendiri.

" Ah ! Hikari-san. Kau sudah di sini rupanya. Baiklah. Berhubung kau murid baru, kau pasti belum memiliki kegiatan ekskul. Aku merekomendasikan kau beberapa ekskul di sekolah ini, setiap murid harus memiliki minimal 1. Ini selembaran tentang macam-macam ekskul di sekolah." Jawab panjang lebar Iruka sambil memberikan selembaran kepada Sora.

" Lalu, bagaimana saya ingin registrasi sensei ?" Tanya Sora kembali sambil melihat selembaran tersebut.

" Mudah saja, kau hanya mendatangi ekskul yang ingin kau ikuti atau bilang saja kepada pembinanya."

" Wakarimashita sensei. Apa ada yang lain ?"

" Tidak ada, hanya itu saja."

" Kalau begitu saya permisi." Sora keluar dari kantor dan berjalang di lorong menuju kelasnya. Dia sudah hafal tata letak sekolahnya sekarang, jadi dia tidak akan tersesat lagi.

' Hmmm… Aku ikut apa ya ? Aha ! Bagaimana ekskul yang diikuti Neji-senpai. Dengan begitu aku bisa PDKT lebih mudah. Hihi… Mana ya~ Ah ada ada ! English Club sama OSIS. Oh iya, Neji-senpai kan Ketua OSIS. Aku milih English Club saja ah. Sekarang hari Rabu, English Club jadwalnya Senin, Rabu, Jum'at. Yay~ berarti bisa ke English Club.' Sora membatin mempertimbangkan ekskul apa yang ingin dia ikuti.

Tidak terasa dia sudah sampai di kelas. Dan pelajaran terakhir pun diikuti dengan baik. Pelajaran telah usai dan bel pulang pun berbunyi. Semua murid beres-beres ingin pulang. Ada yang ingin pergi les, ekskul, dan ada yang ingin langsung pulang ke rumah atau mampir ke took buku dan main ke rumah teman.

" Sora-chan, mau pulang bareng ?" Tanya gadis bermata aquamarine sambil menepuk bahu Sora.

" Maaf. Kali ini tidak Ino, aku tadi dipanggil Iruka-sensei untuk mengikuti ekskul."

" He~ Memangnya ekskul apa yang mau kau ikuti Sora-chan ?" kali ini Tenten bertanya.

" Hmmm… Aku hanya ingin mengikuti ekskul English Club. Kalian ekskulnya apa ?" Sora Tanya balik.

" Aku Tenis lapang dan Club merangkai bunga." Ino

" Aku memanah dan ilmu astronomi." Tenten

" A-aku Club Science da-dan Club memasak." Hinata pun ikut bicara yang tadi hanya diam saja.

" Ya sudah kalau begitu, aku duluannya. Aku mau daftar jadi anggota English Club. Jaa~" Sora meninggalkan teman-temannya.

Di lorong sekolah Sora sedang mencari ruangan bertuliskan English Club. Tidak lama dan akhirnya Sora menemukannya.

' Ini dia. Come on Sora, you can do this.' Inner Sora menyemangati.

Sora membuka pintu ruangan tersebut.

" Su-sumimasen."

" Ah… Murid baru rupanya." Terdengar oleh Sora suara yang pernah mengantarnya waktu dia tersesat.

" Ada apa kau ke sini ?" suara itu perlahan mendekati Sora yang masih terbuju kaku didepan pintu.

' Kyaa ! Neji-senpai.' Batin Sora.

" A-ano… A-aku… ma-mau daftar anggota ba-baru." Ucap Sora tiba-tiba gagap dan ada rona merah di kedua pipinya.

" Oh. Kalau begitu kau harus isi formulir dulu. Ayo." Neji melangkah ke dalam ruangan diikuti Sora.

Di sana Sora melihat sekitar 10 orang anggota yang sepertinya sedang mengerjakan sesuatu. Dan Neji kembali, kemudian memberikan formulir itu kepada Sora. Sora pun segera mengisinya.

" Nama mu Hikari Sora kan ?" Tanya Neji yang sempat membuat Sora terkejut dan berhenti menulis.

" Eh ? Ko tau ?" masih ada raut wajah terkejut dari Sora.

" Aku tau dari adik sepupuku. Kau dan dia teman baik kan ? Oh ya, aku Hyuuga Neji. Yoroshiku." Ucap Neji menatap Sora sambil tersenyum simpul dan sukses mendatangkan kembali rona merah di pipinya.

" Yo-yoroshiku." Sora membungkuk tidak membalas Neji, takut rona merah di pipinya terlihat.

….Hening….

" A-ano, senpai. Su-sudah selesai." Sora menyerahkan formulirnya kepada Neji.

" Ah. Arigatou."

" Se-senpai. Me-mereka sedang a-apa ?" Tanya Sora sambil menunjuk 10 orang yang sedari tadi serius berkutat dengan selembar kertas.

" Mereka sedang mengerjakan soal tentang tenses." Jawab Neji enteng.

" Bo-boleh a-aku ikut ?" pinta Sora.

" Tentu. Ngomong-ngomong kau seperti sepupuku ya ? Bicaramu terbata-bata. Haha.." Neji tertawa cukup renyah (?).

Dengan cepat Sora duduk di sebelah murid yang sedang mengerjakan soal.

' Bagaimana aku tidak bisa terbata-bata. Aku grogi ngomong sama orang yang kusuka.' Umpat Sora dalam hati.

Tidak lama setelah itu, datang sesosok pria berbadan tegap berambut silver dan masker yang setia mendampinginya. Itulah Kakashi.

" Yo, Neiji. Maaf aku telat. Tadi ada rapat guru." Ucap Kakashi dengan logat santai.

" Sensei, kau selalu telat dengan alasan yang berbagai macam." Tukas Neji sedikit kesal.

" Ahahaha… Maaf." Kakashi menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal.

'Hahhh~ itulah Kakashi-sensei.' Batin Neji.

" Hey… Mereka sedang apa ?" Tanya Kakashi sambil melihat sekitar ruangan.

" Oh mereka sedang mengerjakan soal tentang tenses. Aku yang memberikannya." Jawab Neji.

" Wah… Sepertinya aku nakal tersaingi olehmu Neji." Ucap Kakashi sambil tertawa kecil.

" Tidak benar sensei. Sensei lah yang mengajariku banyak hal. Jadi sensei masih diatasku."

" Hm." Kakashi mengangguk.

Kakashi menuju meja guru yang ada di ruangan tersebut, kemudian duduk sambil membaca buku favorite nya sedangkan Neji mengawasi para siswa yang sedang mengerjakan soal.

" Senpai, boleh aku pinjam kamus ?" Tanya Sora sambil menghampiri Neji.

" Oh tentu. Ada dibagian paling atas rak buku itu." Jawab Neji sambil menunjukkan rak buku yang tidak jauh dari meja Kakashi. Ketika Sora ingin mengambil kamus ternyata tidak sampai karena Sora badannya kurang tinggi.

' Ukh ! Coba aku lebih tinggi lagi.' Sora membatin dan masih berusaha mengambil kamus itu, tapi tiba-tiba ada tangan yang terlebih dahulu mengambilnya.

" Aku bantu ya." Suara bariton milik Kakashi membuat Sora tersentak sehingga kepala bagian belakangnya tak sengaja menyentuh dada bidang Kakashi. Kemudian Kakashi memberikan kamusnya kepada Sora.

" Thank you sensei~" Sora menyungging senyum khasnya dan kembali ke tempat duduknya.

*KAKASHI POV*

DEG ! Jantungku aneh sekali rasanya. Saat aku melihat dia tersenyum padaku. Senyuman itu bagaikan mengetuk pintu hatiku. Tapi itu tidak mungkin, masa aku menyukai muridku sendiri. Hha… Apa yang kau pikirkan Kakashi ? Dia hanya gadis berumur 16 tahun. Mana mungkin aku menyukainya. Segera aku membuang pikiranku dan aku hanya menggeleng kecil. Kemudian aku kembali duduk dan kembali membaca buku favorite ku, Icha-ica Tactics. Kubenamkan wajahku dan tidak lama kemudian terdengar suara manis memanggilku.

" Ano… Kakashi-sensei."

" Hm ?" kutatap wajah yang tadi memanggilku dan kudapati sosok pemilik senyman itu, sungguh aku sempat terkejut tapi segera aku memasang ekspresi datar kembali.

" Ada apa ?" tambahku.

" Aku ingin bertanya, tadinya aku ingin bertanya pada Neji-senpai, tapi dia sudah keduluan oleh yang lain. Sayang sekali. Haha... Jadi aku bertanya kepada sensei saja." Jawabnya panjang lebar yang membuat aku terus menatap wajah mungilnya itu.

" Apa yang ingin kau tanyakan ?" tanyaku dan sukses membuatnya menatapku yang sedari tadi memandang si pewaris klan Hyuuga itu.

" Oh ! Ini, soal nomor 15 ini. Aku sama sekali belum mengerti sensei." Jawabnya sambil menunjukkan kertas soalnya padaku.

Kemudian aku memberi penjelasan tentang soal itu. Ketika aku sedang menjelaskan, dia membungkuk disampingku, dengan wajah seriusnya dia memperhatikan setiap kata-kataku. Secara tidak sengaja, aku mencium aroma tubuhnya. Aroma strawberi yang segar.

" Nah, begitu. Kau mengerti ?" ucapku sambil menatapnya.

" Iya, aku mengerti. Arigatou sensei~" sahutnya sambil kembali menyungging senyumnya yang khas itu.

" Ah… Sama-sama" aku balas senyum juga melihatnya.

Dengan segera dia kembali duduk di tempatnya. Tidak terasa waktu sudah menunjukkan angka 5 murid lain bergegas pulang. Dan tertinggal hanya dia saja. Aku berniat mengantarkan pulang tapi sudah keburu oleh Neji. Tsk ! Sial ! Telat selangkah. Dengusku dalam hati. Apa boleh buat dan akhirnya aku pulang sendiri.

*KAKASHI END POV*

"Hikari-san. Rumahmu tidak jauh dari sini ya ?" Tanya Neji sambil menatap gadis yang berjalan di sebelahnya itu.

" Iya." Sora mengangguk.

" Ngomong-ngomong kau tinggal bersama siapa ?"

" Aku tinggal bersama Ayah, Ibu dan Kakak."

" Oh begitu."

" A-ano senpai. Sampai sini saja ya."

" He ? Kenapa ?"

" A-aku tidak mau me-merepotkan senpai."

" Hmmm… Baiklah. Tapi kapan-kapan aku main ke rumahmu ya ? Hehe…"

" I-iya. Arigatou Neji-senpai." Sora bergegas menuju rumahnya dan meninggalkan Neji yang sedang melambaikan tangannya sambil tersenyum.

Sesampainya di rumah.

' Hahh.. Hahh.. Bisa-bisa jantungku lompat kalau dekat dengan Neji-senpai. Aduh... Aduh…' Sora membatin.

" Tadaima~"

" Okaerinasai."

" Ah~ Nii-chan, Ayah. Sudah pulang."

" Iya. Hari ini kami pulang cepat Sora-chan." Ucap Kojiro sambil tersenyum kepada anak perempuannya.

" Adikku, kau tidak seperti biasanya pulang jam segini ?" Tanya Misaki heran.

" Ahaha~ Tadi Sora ikut perkumpulan klub Misaki-nii. Jadi Sora pulang telat deh." Jawab Sora sambil tertawa polos.

" Hm ? Klub ?" sekarang Natsuki yang heran seraya keluar dari dapur menyiapkan makan malam.

" Iya. English Club, Bu. Disingkat EC. Sora disuruh ikut ekskul oleh Iruka-sensei. Terus Sora pilih EC soalnya Sora suka bahasa inggris." Jawab Sora ikut duduk di ruang makan tempat Ayah dan Kakaknya berada.

" Begitu. Lalu bagaimana kesan pertamamu di klub itu, sayang ?" Tanya Natsuki kembali sambil menaruh makanan di meja makan.

" Hmmm… Sejauh ini menyenangkan." Jawab Sora santai.

Kemudian mereka malam bersama dan berbincang-bincang. Tak lama setelah itu mereka pergi ke kamar masing-masing untuk tidur.

Sementara itu, di apartemen Kakashi. Pria berambut silver itu telah menutup buku favorite nya dan kemudian mematikan lampu untuk segera tidur. Kamarnya tidak begitu gelap karena adanya pembiasan cahaya bulan. Di buka selimutnya dan dia merebahkan tubuh atletisnya di kasur.

" Hikari Sora." Gumam Kakashi kemudian memejamkan matanya.

BERSAMBUNG…