Terimakasih banyak kepada para viewer,readers dan periview. Berkat kalian Saya dapat melanjutkan ff khayalan ini.

.

.

.

Perhatian ! Cerita ini hanya fiksi belaka

dan semua character kepunyaan om

masashi. Mengandung Typos,OOC dan

EYD yang kurang baik. Menerima saran

dan kritikan menggunakan bahasa yang sopan .

-UNLIKE?JUST ONE CLICK ICON "BACK"-.

.

.

.

Summary:

"Hn b-baiklah, oh ia katamu kau punya lagu

baru."

"Hn,tentu"

"Aku ingin mendengarnya."

"Tunggu besok ya,pada saat pensi."

Hinata pun hanya mengangguk tanda

setuju,ia bingung harus menjawab apa lagi,

.

.

.

"Lihat ini,"

"Apa-apaan ini ? Kau wanita! Kau tidak bisa mengerjakannya sendiri. Kau bisa sakit,dimana anggotamu Hinata?"

Pria pemilik mata biru safir itu terkejut ketika melihat surat yang berisi tentang acara pensi nanti malam.

"Sudahlah Naruto,aku kan ketua dekorasi dari acara pensi ini. Jadi aku harus melaksanakan tugas ini."

"Tapi Hinata,aku..."

Belum sempat meneruskan kalimatnya,jari telunjuk mungil pemilik rambut indigo itu diletakan didepan mulut pria yang hendak melanjutkan kalimatnya.

"sssttt,sudahlah Naruto-kun. Aku bisa melakukan ini,percayalah."

Seketika bibir mungil milik wanita polos itu dibungkam oleh bibir pemilik mata biru safir.

"Emmph,"

"Emmph, gomen Hinata. Aku tidak bermaksud.."

"T-tidak apa Naruto-kun. Argatou"

"Douita Hinata-hime,jangan terlalu capek. Dan jangan lupa datang nanti malam ya,mau ku jemput?"

"T-tidak usah,aku berangkat dengan Neji-niisan saja."

"Baiklah,aku gladiresik dulu ya."

"Hn, hati-hati Naruto-kun"

Senyuman pun terukir di wajah manis wanita polos dan lambaian tangan yang membalas senyuman manis wanita cantik itu.

.

.

.

"Apa? Sudah pukul 5,bagaimana ini! Pensi 3 jam lagi hampir mulai. Dan aku belum mendekor stage bagian atas panggung,"

Pemilik rambut indigo itu kelimpungan sendiri dengan semua alat dekor dihadapannya, ia mengambil tangga dari gudang,menaruh dan mendekor seluruhnya sendirian. Dan hal yang tidak diinginkan pun terjadi,dia terjatuh dan kakinya pun terkilir. Tak ada yang membantunya,dia tetap melanjutkan. Ia merasa bertanggung jawab dengan semua ini.

.

.

.

Satu jam berlalu,seluruh dekor telah selesai. Ia pulang dengan jalan tertatih,

"B-bagaimana ini,kakiku bengkak sekali. Semoga kachan bisa mengobatinya."

5 menit diperjalanan membuatnya tersiksa,

"T-tadaima"

"Okaeri,nii-chan kakimu kenapa lebam?"

"T-tadi sedikit te-terkilir Hanabi,Touchan mana?"

"Tadi Touchan ada pertemuan dengan perusahaannya."

"Syukurlah,bisa bawa aku ke kachan?"

"Hn,"

Dengan dibopong adiknya ,ia berjalan kearah pintu kamar kachannya.

"Kachan ,tolong aku. Obati kakiku."

"Ada apa dengan kakimu Hinata.. Kau terkilir? Tapi kenapa lebam begini? Pasti kau paksakan jalan ya?"

Hanya senyuman yang keluar dari wajahnya yang sedang menahan sakit.

"Tahan sedikit,ini memang terasa sakit."

"Aaaaarrggghh,sakittt kachan."

.

.

.

Satu jam berlalu,pengobatan Hinata sudah selesai. Pengobatan sangat lama karena kakinya sudah sangat parah,ia terpaksa duduk dikursi roda.

.

.

.

'Hinata mana? Kok dia belum datang,apa dia baik-baik saja?'

"Hey,Dobe sedang apa? Bentar lagi kita tampil, fokuslah dikit."

Pemilik mata onyx itu mengingatkan kepada vocalis sekalgus gitaris itu.

"Ia, hei kalian kita ubah konsep ya."

"Hei jangan seenaknya dong,"

Pemilik dua tato dipipinya itu protes dan menolak keras dengan keputusan sang vocalis.

"Tidak,maksudku kita ubah konsep lagu. Lagu You Make My World So Colorful kita taruh di puncak acara. Bagaimana?"

Semuanya pun setuju dan mengikuti apa kata sang vokalis.

.

.

.

"Aduh,bagaimana ini? Aku terlambat. Coba saja aku bisa berlari."

Pensi berjalan lancar, 3 buah lagu sudah dibawakan oleh band yang bervokalis Uzumaki Naruto.

"Dobe,setelah ini kita tampil untuk acara puncak Pensi. Mereka ingin lagu baru kita,"

"Tapi,kita harus menunggu pasangan duetku Teme!"

"Pakailah yang lain untuk sementara.."

"Tapi.."

"Sasuke,Naruto ! Kita sudah dipanggil,"

"Kita pakai Tenten,bagaimana?"

"Kenapa dia?"

"Dia menyukaimu Dobe,manfaatkanlah. Mungkin duetmu akan sukses!"

"Hn,baiklah.."

.

.

.

Setelah meminta tambahan waktu kepada ketua panitia mereka melakukan latihan dengan Tenten,

'Padahal,bukan maksudku berduet nyanyi tapii,,yasudahlah'

Mereka menaiki panggung, bernyanyi dengan fasihnya.

"Ini tiketku,"

"Wah kelas VIP,ayo silahkan masuk. Biar ku antar."

"Tidak usah,aku bisa sendiri."

Baru sampai di depan stage panggung gadis kursi roda itu terkejut dengan apa yang ia lihat,

"Lagu kesukaanku dinyanyikan?Tapi kenapa mereka bersama Tenten?"

Gadis yang tengah tertimpa musibah itu memutuskan untuk pulang. Hatinya terasa sakit jika terus berada diantara mereka yang sedang bersenang-senang.

"Acara belum selesai nona,"

"Aku sedikit pusing senpai,tolong titipkan kertas ini kepada vokalis band itu ya."

"Baiklah nona,"

.

.

.

"Akhirnya kita sukses,hei Dobe kau kenapa?"

"Ah tidak,aku duluan ya. Kasihan pakun sendirian dan kachan juga sendirian."

"Hn,baiklah. Hati-hati,jangan main cewe!"

"Kau ini,"

.

.

.

Kakinya yang jenjang itu diajak untuk keluar area sekolah,

'Ternyata dia tidak datang,apa dia tidak mau melihat penampilanku?'

"Hei,ini ada catatan kecil untukmu."

"Dari siapa Garra?"

"Aku tak tahu,dia memakai kursi roda."

"Kursi roda? Baiklah terimakasih."

"Oh ia jangan lupa menghubunginya,"

"Hah? Aku saja tidak tahu dia siapa, tapi akan kucoba."

.

.

.

Membutuhkan waktu satu setengah jam untuk sampai di Apartemennya,

"Tadaima,"

"Okaeri Naruto, cepat mandi dan istirahat,"

"Yosh!"

.

.

.

'Siapa yang memberikanku ini ya?'

Dia membuka catatan kecil itu dan terkejut melihat isi dari catatannya,

"To: Naruto

Selamat ya,konsermu sukses membuat semuanya senang,dan penampilanmu bersama Tenten itu luar biasa. Maaf tadi aku telat,karena kakiku sedikit bermasalah.

From : Hyuga Hinata"

.

.

.

"Bodohnya aku tidak bisa melihat dia,akan ku telfon saja."

*tuutt..tutt..tutt* "maaf nomor yang anda tuju sedang sibuk,silahkan coba lagi nanti atau tekan 1 untuk meninggalkan pesan suara."

*tett*

"Hinata,mungkin kau marah. Aku meninggalkan pesan suara ini untuk meminta maaf. Cepat sembuh dan aku akan menjengukmu besok setelah pulang sekolah, I Love You"

.

.

.

Dering ponsel Hinata pun berbunyi,gadis yang kini meneteskan air mata di kedua pipinya membuka pesan suara dari Naruto.

"Hinata,mungkin kau marah. Aku meninggalkan pesan suara ini untuk meminta maaf. Cepat sembuh dan aku akan menjengukmu besok setelah pulang sekolah, I Love You"

.

.

.

Ia tercengang dan membalas pesan suara itu,

*tuk..tuk..tuk*

Terdengar suara batu yang dilempar dari luar jendela,

"Hinata,tidak usah dibalas. Aku disini.."

"Pulanglah, sudah malam."

"Aku punya sesuatu untukmu,aku manjat ya."

"J-jangan Naruto,aku akan turun."

"Tidak usah,kau sedang sakit. Tunggu ya Hinata aku cari tambang dulu."

.

.

.

Apa yang akan diberikan oleh Naruto ke Hinata?

Tunggu di chapter selanjutnya ya, jangan lupa Review dan maaf jika ada kesalahan kata hehe Arigatou ^^