Dichapter lalu:
Kuroko terdampar ditempat asing dan bertemu dengan Midorima. Tapi yang terjadi tidak lah sesuai dengan kenyataan Kuroko yang sebelumnya memang mengenal Midorima, apa kah Kuroko akan sadar didunia mana dia sekarang?
Chapter 3
Kehilangan tempat mu untuk bersandar, siapa kah yang rela?
Midorima rela melepaskan harga dirinya sebagai orang jujur hanya untuk seorang pemuda yang telah memberikan kesejukan abadi untuknya.
"Siapa mereka Midorima-kun?" Ujar Kuroko. Sebelas tentara termasuk sang kapten berkulit hitam berbaris rapi dengan senjata api tertodong pada Kuroko dan Midorima.
"Mereka pasukan pertahanan yang dikirim oleh si cabe rawit merah itu" Jawab Midorima sambil menaikkan kacamatanya.
'Mereka...' Batin Midorima geram.
"Apa maksudnya ini Aomine?" Tanya Midorima pada seseorang yang dikenalnya.
'Aomine-kun?' Kuroko tak salah dengar, sebelumnya ia tak bisa melihat jelas wajah Aomine dari topeng yang dipakainya, topeng itu menutupi mata sampai ke hidung Aomine.
"Aomine-kun, kau Aomine-kun kan? Aomine-kun sebenarnya ini dimana?" Kuroko tiba-tiba nelangsa dan menarik-narik jubah yang dikenakan Aomine, sepertinya panas matahari telah membuat kepalanya error. Midorima dan Aomine terkejut.
'Apa-apaan anak ini. Wajahnya terlihat pucat namun segar, apa dia baru saja membersihkan wajah dengan air?' Pikir bodoh Aomine.
"Oi bocah tenanglah, namaku memang Aomine dan aku datang untuk membawamu keistana" Sahut Aomine, midorima langsung mendelik.
"Apa? kenapa kau harus membawanya ? Kau bahkan tidak mengenalnya nanodayo ! " Sungut Midorima, ia tak rela Kuroko jauh darinya, apalagi sampai dibawa keistana.
"Hey hey jangan tanya padaku, tanya saja pada raja, ini perintahnya. Katanya ada kabar kalau ada penyusup didaerah kita, dan aku bertugas memimpin pencarian terhadap orang itu.. Lalu.." Aomine menatap kuroko, yang ditatap balas menatap datar.
"Bocah ini- seperti yang kau katakan aku tidak pernah mengenalnya dan aku mencurigainya, karena itu aku akan menangkapnya." Jelas Aomine, ia mengeluarkan surat perintah dari sakunya lalu memberikannya pada Midorima.
"Kau tidak bisa membawanya Aomine !" Surat yang tadi diberikan diremas Midorima kuat-kuat, Aomine menyeringai.
"Oh jadi kau ingin melindungi penyusup?" Ejek Aomine.
"Bukan begitu, tapi dia itu- di- dia itu.. Pacarku."
Semua terdiam diiringi semilir angin sore~
TBC
