THE MYSTERIOUS PHANTOM
Disclaimer:
Character by Butch Hartman exp. OC
Chapter 3
GOIN' GHOST!
Ally mengucapkan kata-kata yang sangat familiar bagi Danny selagi dia berlari mengejar Sam. Dalam sekejap, sebuah cincin besar melingkari tubuh Ally secara horizontal yang kemudian membelah menjadi dua dan dua cincin tersebut bergerak secara vertikal dengan berlawanan arah. Dari balik cincin tranformasi itu, pakaian Ally berubah menjadi hazmat seperti Danny dengan warna yang , ada tambahan rok yang dililitkan dengan sabuk warna putih. Di dadanya terdapat emblem dengan insial A yang tergabung dengan huruf P seperti milik Danny pula. Rambut hitamnya pun berubah menjadi putih dan diikat ke belakang. Matanya yang memiliki 2 iris mata yang berbeda berubah menjadi hijau.
Danny dan Tuck terkejut melihat transformasi Ally yang kemudian meluncur terbang untuk menangkap Sam.
" Gotcha!" Ally berhasil menangkap Sam.
Sam membuka matanya dan terkejut ketika melihat sesosok hantu yang hampir sama seperti Danny. Allypun segera mengembalikan Sam di samping Danny. Cowok itu segera memeluk pacarnya.
" Untunglah kau selamat, Sam." Kata Danny lega.
Ally menatap Tuck yang masih terperangkap di jala Skulker. Tak lama kemudian, seberkas ghost ray hijau muncul dari kedua matanya dan bergerak dengan cepat memotong jala tersebut. Tuckpun bebas.
" Ally, kau..."
" Ally Phantom!" Skulker menyerukan namanya sebelum Danny mampu menyelesaikan kalimatnya.
" Well, dia baru saja memanggilku." Kata Ally sambil menunjuk ke arah Skulker.
Danny memutar bola matanya. " Kau berhutang penjelasan kepada kami, Ally."
" Aku tahu. Itu bisa ditunggu,kan? "Ally menyeringai . "Sekarang, saatnya menghajar hantu!". Danny tersenyum setuju.
Danny dan Allypun meluncur terbang dan memberikan tinju kombinasi kepada Skulker. Hantu itu terpental beberapa senti. Selanjutnya, mereka berdua memberikan berbagai tendangan maupun pukulan kombinasi kepadanya. Skulker kembali berusaha membalas. Dia kembali melontarkan amunisi terakhirnya ke arah Danny dan Ally. Danny yang tidak siap tidak dapat menghindarinya. Namun, tak disangka, Ally membuat Ghost Shield yang berbeda dengan yag dibuat Danny. Ghost Shield tersebut menyerap energi rudal mini itu. Lalu, Ally menutup Ghost Shieldnya dengan sekali tepukan keras dan mengembalikan serangan Skulker dalam bentuk Ghost Ray yang keluar dari telunjuk dan jari tengah kanan Ally. Serangannya mengenai Skulker.
" Bagaimana kau bisa melakukannya?" tanya Danny.
" Latihan." Kata Ally.
Melihat Skulker sudah lemah, Danny segera mengambil Termos Fentonnya.
" Ada kata-kata terakhir Skulker?" tanya Danny.
" Ally Phantom! Kau sudah melakukan kesalahan besar tidak ikut bersamaku! Suatu saat dia akan kembali ke sini dan menangkapmu!" ancam Skulker sebelum hantu itu tersedot ke dalam Termos Fenton.
Ancaman Skulker cukup membuat Ally mematung.
" Ally!" panggil Danny.
Ally tetap diam.
" Hei, Ally!" Danny memetik jarinya di depan wajah Ally. Dia tersadar.
" Ah, ya, Danny?"
" Kau baik-baik saja?"
" Ya, tentu. Aku baik-baik saja." Kata Ally.
Heningpun kembali terjadi.
" Ally Phantom." Ally mengulurkan tangannya.
Danny tersenyum diapun menjabat tangan Ally." Danny Phantom. Senang bertemu denganmu."
" Ally, kau keren sekali!" puji Tuck.
Sam dan Tuck menghampiri mereka berdua.
" Tak kusangka kami bertemu dengan seorang Phantom la..ooff!"
Tiba-tiba Ally memeluk Sam. Membuat Danny dan Tuck ternganga.
" Umm...oke..Ally Phantom. Ini..berlebihan." kata Sam.
" Oh, hehe." Ally melepas pelukannya sambil cengengesan." Maaf." Dia kembali menjadi Ally Fenton.
" Ally Fenton, kenalkan, ini Tuck dan ini pacarku, Sam. Guys, kenalkan ini...'sepupuku', Ally Fenton."
" Hei, Ally."
Ally membalas sapaan Sam dengan tersenyum.
-AP-
Danny's Room
" Apa yang ingin kau jelaskan, Ally?" tanya Danny.
Ally mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya. Dia mengalungkan sebuah medali.
" Medali waktu? Kau datang dari masa depan?" tanya Tuck.
" Ya. Aku datang dari 25 tahun di masa yang akan datang."
" Nice.." guman Danny sirik. Mengingat bahwa hubungannya antara Clockwork dengannya berjalan tidak baik.
" Sedang apa kau ke sini?" tanya Sam.
" Sesuatu terjadi di masa depan yang juga akan berakibat di masa kini. Ghost Zone maupun dunia manusia sedang dalam bahaya. Aku ke sini atas permintaan Clockwork dan diriku sendiri." Jelas Ally. Diapun menatap Danny.
" Danny Phantom, aku minta bantuanmu untuk menyelesaikan ini."
Danny mengangkat alisnya.
" Apa yang terjadi pada diriku di masa depan?"
Ally memejamkan matanya sesaat. Kemudian, dia membukanya kembali.
" Maaf, Danny. Aku tidak dapat menceritakannya. Bila aku mengatakan apa yang terjadi di masa depan, itu akan mempengaruhi kehidupan kalian di masa yang akan datang. Termasuk aku." Ally membuang mukanya.
" Kalau begitu, di masa depan kau siapa?"
" Aku...hanyalah sidekick dari Danny Phantom. Itu saja."
Heningpun terjadi. Danny, Tuck dan Sam saling pandang. Meminta persetujuan satu sama lain.
" Baiklah, aku akan menolongmu." Putus Danny.
" Jangan lupa, hitung kami masuk." Timpal Tuck.
Ally bernapas lega.
" Terima kasih. Aku sangat menghargai kalian."
" Ngg..Aku rasa aku harus pulang. Aku masih harus mengurusi surat konfirmasi renovasi balai kota." Pamit si Walikota Muda Amity Park itu.
" Aku rasa aku juga harus pulang." Kata Sam.
" Ayo, akan kuantar kalian via udara." Kata Danny. Dia bertransformasi menjadi Danny Phantom.
" Kau mau ikut?"
" Tidak. Aku di sini saja." Ally menggelengkan kepalanya.
" Bye, Ally." Pamit Tuck.
" Terima kasih sudah menyelamatkanku tadi." Kata Sam.
" Sama-sama...Sam." balas Ally.
Dannypun merangkul pinggang Tuck dan Sam lalu, merekapun terbang. Ketika mereka bertiga sudah menjauh dari Fenton Works, Ally mengambil sesuatu dari sakunya; Ponsel Fenton terbaru di masanya.
" Hei, aku sudah menemukan mereka bertiga." Kata Ally kepada lawan bicara di ponselnya.
" Bagus, Ally. Aku harap kau bisa bekerja sama dengan mereka."
" Yeah...kuharap begitu." Kata Ally sambil tersenyum lesu.
" Bagaimana keadaannya? Apa dia sudah sadar?"
...
" Dude, aku merasa seperti menonton 'Back to The Future'" kata Tuck.
" Aku malah merasa de javu. Kau tahu, Danni Phantom." Kata Sam.
" Aku merasa ada sesuatu yang familiar dari Ally." Kata Danny.
" Misalnya apa? Wajahnya yang terlihat mirip dengan Sam?" tanya Tuck.
" Hell yeah, Tuck! Aku juga berpikir begitu." Jawab Danny.
" Hei!" Sam memelototi Danny dan Tuck. Tidak terima dirinya disamakan dengan Ally.
Danny dan Tuck tertawa geli. Mereka tiba di depan jendela kamar Tuck. Danny mendaratkan Tuck di amabang jendela kamarnya.
" Thanks, Danny. Sampai besok." Ucap Tuck sambil masuk ke dalam kamarnya.
Kini, tinggal Danny dan Sam.
" Kau yakin akan melakukan ini? Ingat pertama kali kau bertemu dengan 'sepupu ketigamu'?"
" Aku tahu, Sam. Walaupun dia masih misterius bagi kita, kelihatannya, dia tidak berpihak kepada 'Fruitloop' itu."
" Aku berharap begitu."
" Nah, sudah sampai." Danny mendaratkan Sam di kamarnya.
" Terima kasih, Danny." Sam mencium pipi Danny.
Danny tersenyum. Ini adalah momen yang membuatnya merasa sangat bahagia.
" Sampai besok, Gothic Girlku." Ucap Danny sambil menggunakan panggilan sayang-nya kepada Sam.
" Sampai besok juga, Ghost Boy." Balas Sam.
Dannypun pulang dan kembali ke kamarnya.
" Oh, Great!"
Ketika dia tiba di kamarnya, didapati Ally yang sedang tertidur di kasurnya.
