ERO HYUNG

-VKOOK-

by. Sleepy Gizibe

DLDR. Rate M untuk bahasa dan pembahasan

Author's POV

Siswa baru dengan gigi kelinci itu mengikuti arah kemana segerombolan teman-temannya berjalan. Siswa baru di Sina High School memiliki tradisi 'one day tour' mengelilingi ruang-ruang penting di sekolahnya. Sempat beberapa kali ia melihat Taehyung duduk sendiri hanya ditemani sketch book dan pensil.

Seperti sekarang, ia secara tak sengaja menemukan pemuda itu sedang sibuk menggambar di bawah pohon—25 meter darinya yang sedang membeli minuman di mesin penjual minum otomatis.

"Sekaleng cola mungkin bukan pilihan yang buruk."

Jungkook dikagetkan oleh kehadiran sunbei-nya, Hopie.

"Yak! Hyung-a! Kau mengagetkanku."

"Siapa yang mengajarimu untuk mengintip orang?" Hopie menjitak kepala Jungkook.

Ia mengusap pelan kepalanya,"Akkh! Sakit hyung! Siapa juga yang mengintip monyet kampung itu."

Hoseok mengangkat sudut bibirnya, lalu meneguk sebotol cola yang baru saja meluncur keluar dari mesin otomatis disebelahnya.

"Ahh segarnya, cola memang selalu mengertiku ... bukan hal yang aneh jika melihat dia menyendiri. Kau tahu kan dia seorang anti sosial."

"Bahkan perlu waktu berbulan-bulan untuk penghuni asrama agar bisa mendekati dia."

"Kenapa bisa begitu?" Salahkan hormon pertumbuhannya yang membuat dia menjadi pribadi 'selalu ingin tahu'.

"Coba kau baca manga ini, halaman 35." Hopie menyerahkan sebuah manga series pada pemuda Busan itu.

Jungkook membuka lembar per lembar manga bersampul gambar seronok itu.

'Sepertinya Tuhan sudah mentakdirkanku dekat dengan orang-orang mesum seperti mereka.' Batin Jungkook prihatin.

Sampai di halaman 35, ia melihat sepasang kekasih bergerumul di kamar mandi. Pen name mangaka tersebut adalah 'V'.

"Oh my God! Kau pikir legal membawa buku seperti ini ke sekolah hyung!" Umpatan Jungkook hanya dianggap angin lalu oleh Hopie.

"Namanya darah muda. Kau tahu? Mangaka bernama V itu adalah Taehyung. Dan seri manga halaman itu adalah karya pikiran mesum si alien." Ujar panjang Hopie. Jungkook hanya melongo mendengar penjelasan gamblang hyung-nya.

"Kau serius hyung?" Jungkook yang tak percaya langsung membaca jalan cerita manga milik Taehyung.

Ia hanya meneguk ludah karena tak percaya."Aku heran kenapa si alien bisa menghasilkan manga seromantis ini walaupun err ... sedikit membuatku panas."

Bukanya fokus pada komentar Jungkook, Hopie malah menyadari kehadiran seseorang di belakang Jungkook yang tiba-tiba. Ia hanya memasang senyum canggung dan segera berlari meninggalkan Jungkook.

"Hei hyung! Kenapa malah pergi, hei! Dasar aneh." Jungkook mengumpat melihat tingkah aneh Hoseok.

Grepp ...

Sepasang tangan memeluk pinggang Jungkook dari belakang. Hembusan nafas hangat membelai daun telinganya.

'Oh shit! Siapa orang bejat kurang ajar yang berani membuat tubuhku semakin panas.' Kata Jungkook dalam hati, ia berinisiatif untuk menengok melihat siapa orang mesum yang dengan berani menyentuh tubuhnya.

"Jika tubuhmu panas hanya dengan cerita bergambar seperti ini, aku bisa membuatmu panas hingga klimaks hanya dengan sentuhanku. Tapi sebelum itu, kau harus telanjang dulu di hadapanku."

...

...

...

Jungkook melepas paksa rengkuhan itu, ia kenal orang ini. Kim Taehyung. Matanya membulat.

"OH MY GOD! Ba-bagaimana bisa kau disini?"

"Bisa saja, kau ingin aku ke kamarmu saja bisa. Dengan senang hati."

"Sialan. Jangan berani kau menyentuhku!" Jungkook melempar manga yang tadi ia pegang, lalu beranjak pergi meninggalkan Taehyung.

'Sial. Kenapa sentuhannya memabukkan!' Jungkook tak bisa membohongi bahwa sentuhan itu membuatnya lupa diri walaupun sesaat.

"HEI JUNGKOOKIE! JANGAN LUPA MAMPIR KE KAMARKU. SIAPA TAHU KITA KHILAF." Teriak Taehyung mengiringi kepergian targetnya.

"DALAM MIMPIMU BRENGSEK!" Jungkook berbalik dan berteriak mengumpat si alien.

.

.

.

Jungkook's POV

Pukul berapa ini? Aku melirik pada jam yang menggantung di dinding kamarku. Ah, pukul 3.00 KST. Hujan di luar membuatku ingin buang air kecil hingga terbangun dari peraduan mimpiku.

"Argghh ... aku tak tahan." Segera aku berlari keluar dari kamar menuju kamar mandi. Piyama biru ini mampu menangkal dinginnya suhu di luar.

Apa 5 menit terlalu lama untuk kencing? Kurasa tidak. Saat melewati lorong, aku melihat pintu kandang si alien terbuka.

Mau terbuka atau tertutup aku tidak peduli, tapi tapi tapi ... aku ingin tahu. Jangan salah sangka dulu, aku hanya ingin tahu bukan rindu ya. Memang siapa yang bilang rindu? Ah terserah kalian.

Aku mengintip dari celah pintu yang sedikit terbuka.

"Jam segini masih saja menggambar. Mau sok kuat dia." Aku berbisik pelan pada diriku sendiri.

"Hobi sekali menguntit orang. Kalau kangen bilang."

Sial! Tau darimana dia kalau aku mengintip.

"Siapa yang kangen, bodoh!"

"Masuk saja. Aku tidak akan memperkosamu."

Bohong dia! Aku tak percaya kata-kata busuknya. Ada udang dibalik batu. Aku takut, jangan-jangan orang ini menyimpan kondom, dildo, cambuk, rantai. Astaga pikiranku selalu kotor kalau berhubungan dengannya.

"Tenanglah. Mode mesumku sedang meredup."

Sudah kepalang basah. Kuberanikan diri masuk ke kandang alien ini. Kamarnya berantakan dengan kertas berserakan dimana-mana. Aku mengambil beberapa lembar kertas yang tergeletak di lantai.

Aku membaca alur cerita sketsa manga miliknya. Gambarnya sudah bagus, tetapi romansa kedua tokoh laki-laki di dalamnya terlalu dipaksakan. Saat berhubungan intim pun, lekuk tubuh 'bottom' terlalu terlihat seperti wanita.

"Apa kau bodoh? Lucu sekali, jika di luar ranjang si uke jadi laki-laki. Tetapi saat di ranjang si uke tiba-tiba jadi perempuan. Dia hantu berkelamin ganda?"

"Maka dari itu aku butuh bantuanmu."

"Orang ini benar-benar. Kau kan bisa minta tolong pada yang lainnya."

Alien itu memutar kursi kerjanya menghadapku. Apa dia selalu bekerja hingga larut malam? Sampai kantung matanya itu cukup untuk memasukkan koin receh.

"Dari dulu, kamasutra selalu jadi kitabku. Tapi sekarang itu sudah seperti sampah saja."

"Bodoh! Mana ada topik Gay dalam kamasutra."

Ah sial mulutku comel sekali. Ketahuan kalau aku pernah membaca kamasutra. Apa kalian belum pernah? Haha

"Aku pun sering menonton JGV (Japan Gay Video) tapi hasilnya nihil. Mungkin kalau nonton denganmu tanganku bisa bekerja."

"Yak yak yak ... bekerja apa maksudmu?" Aku menatap tajam wajah dungu itu.

"Bekerja menggambar, memang apalagi? Atau kau mau tanganku bekerja memuaskanmu?"

Monyet kampung ini kumat lagi. Kata-katanya membuatku bergidik ngeri. Seksi juga jika membayangkan aku dengannya saling bergerumul di ranjang. Astaga Jungkook! Pikiranmu laknat sekali.

"Ara ... ara ... aku akan membantumu. Tapi ada syaratnya."

Pemuda aneh itu beranjak mendatangiku dan mengguncang kedua pundak kokoh milikku.

"Yess! Kau sungguhan kan? Tidak berbohong kan? Apa syaratnya?" Kupandang netranya yang memancarkan rasa tak percaya sekaligus antusias dengan apa yang baru saja aku omongkan.

"Deal? Sebelum aku berubah pikiran." Aku balik menatap lurus pada manik hazelnya.

Ia memelukku sekilas."DEAL! Apa syaratnya?"

"Aku akan melepas semua pakaianku kecuali celana dalamku."

"Yak! Apa bokong seksimu itu bisulan?"

"Ani! Kau mau tidak?"

"Iya iya aku mau."

"Yasudah aku kembali dulu ke kamarku." Aku berjalan mengenyahkan diri dari hadapan alien berambut coklat karamel.

PLAKK...

"AKH!" Bangsat! Bokongku di tampar oleh tangan gatal si idiot itu. Maunya apa itu orang?

"Brengsek! Jauhkan tangan kotormu itu."

"Sorry, aku cuma ingin membuktikan bahwa bokongmu tidak bisulan."

"Musnah saja kau dari peradaban manusia, brengsek!"

Aku menghempaskan pintu kandangnya. Bibirku tertarik keatas menyunggingkan sebuah senyuman tipis. Tak tahu kenapa, tingkah alien itu membuatku sedikit senang. Walaupun hanya pelecehan yang kudapat. Tapi aku senang. Hei, bukan berarti aku murahan.

.

.

.

Author's POV

Weekend seharusnya di habiskan dengan bepergian dengan teman-teman, keluarga, ataupun bersama pacar. Tapi tidak dengan laki-laki berperawakan bongsor ini. Jika biasanya di pedesaan, dia sering menangkap kumbang musim panas. Lain lagi disini.

"KIM TAEHYUNG! KEMBALIKAN CELANA DALAMKU, BRENGSEK!"

Ya, pagi-pagi di asrama ini sudah di suguhkan aksi kejar-kejaran antara si alien dengan si kelinci percobaan. Kejadian bermula saat Jungkook lupa meninggalkan celana dalamnya di kamar mandi. Taehyung yang senang bukan kepalang karena permintaannya diterima malah dengan sengaja membuntuti Jungkook. Niat hati ingin mengintip, tetapi Jungkook lebih cepat menyadarinya. Gagal dan kena umpat sudah terlalu biasa untuknya. Tapi semua membuahkan hasil ketika ia menemukan kain pembungkus surga—julukan celana dalam dalam kamus Taehyung. Celana dalam hijau dengan inisial JK—ditulis menggunakan spidol, di bagian atasnya.

Taehyung terpojok di ruang makan. Ia terkepung diantara dinding dan Jungkook.

"Kembalikan itu cepat!" Perintah Jungkook dengan wajah ingin memakan hidup-hidup pria yang sudah mencuri benda pribadinya itu.

"Aku dulu yang menemukannya. Salahmu meninggalkan ini." Taehyung mengangkat pantsu hijau milik Jungkook.

"Kubilang aku tidak bisulan. Kau tidak percaya sampai mencuri celana dalamku?"

"Aku butuh ini! Aku akan berjanji akan segera mengembalikannya." Taehyung berlari menerobos Jungkook yang akhirnya terhuyung menabrak meja makan dibelakangnya.

"Hei kau jangan kabur! TAEHYUNG BRENGSEK, BODOH, BEJAT KEMBALI KAU!" Nihil. Tak ada jawaban dari si empu yang dipanggilnya. Ia lelah meladeni tingkah alien yang mirip cacing autis itu.

Jungkook menyerah, ia urungkan niatnya untuk mengejar laki-laki yang sudah membuatnya muak pagi ini. Meminum segelas air dingin membuatnya lumayan tenang.

.

.

.

Taehyung's POV

Hai, apa yang kalian pikirkan tentangku? Aku mesum? Benar. Aku idiot? Benar. Aku brengsek? Benar. Aku gay? Eum, aku tidak tahu, tapi jika kalian bertanya aku suka Jungkook? Ya, benar aku menyukainya—terutama bokong semoknya itu.

Aku sempat membayangkan bokong itu aku isi dengan kejantananku dan bergerak naik turun sesuai dengan ketukan 4/4 dan dengan tempo C=Do. Seksi bukan?

Aku bahkan suka dengan panggilan dari dia untukku, 'Brengsek'. Yakin, bibir itu ingin kulumat saat mengucapkan kata-kata itu. Apalagi saat dia aku tunggangi dan mendesah,"Sialan ahh! Terus hentakkan juniormu itu lebih cepat, brengsek! Akhh"

Tapi, dia sepertinya membenciku. Dia selalu menolak dan mengumpat segala macam afeksiku untuknya. Tapi lagi, sekarang aku sedang menyiapkan suatu kejutan untuknya. Dalam rangka ucapan terimakasih karena ia menyetujuiku untuk melihat tubuh putih montok itu—walau masih dengan celana dalam.

Aku mendapatinya sedang duduk di kursi makan ditemani dengan segelas air dingin yang sudah habis rupanya. Oh lihat, dia bahkan sudah membuat kuda-kuda ketika melihatku.

Setelah menjelaskan dengan sepengertian mungkin, aku akhirnya bisa merayu si bokong seksi ini. Kalian tahu? Butuh 15 menit agar ia mau menyetujuiku untuk menutup matanya dengan jari-jariku yang panjang.

Apa dipikirannya aku seperti gigolo yang haus akan lubang milik dia yang sepertinya hangat itu? Ah pikiranku kumat lagi.

Aku menuntunnya dengan hati-hati menuju halaman belakang asrama kami. Sesekali aku melirik bokongnya yang hanya berjarak 5 sentimeter dari penisku. Astaga, bokong seksi itu memanggilku untuk menyodoknya.

Sampai di halaman belakang, aku melepas pelan jari-jariku yang tadinya bertengger di kepalanya.

"TADAAA! Surprise! Aku membuat pelangi ini untukmu."

Jungkook mengerjapkan mata dan mulutnya menganga tak percaya. Ah sepertinya aku berhasil membuatnya terkagum-kagum.

"Aku mencoba berbuat romantis untukmu sebagai ucapan terimakasih untuk semalam."

Satu detik

Dua detik

Tiga detik

"Taehyung! Kau ini bodoh atau idiot? Kau bajingan mesum. Pelangi apa? INI HANYA JEJERAN KOLOR WARNA-WARNI MILIK PENGHUNI ASRAMA!"

Dia mengambil celana dalam hijaunya yang menggantung di sebelah kolor kuningku. Aku hanya terpatung melihat gerak-geriknya.

"KAU MENCURI CELANA DALAM HIJAUKU HANYA UNTUK MELENGKAPI PELANGI KOLOR INI? DEMI KOLOR JINGGA JIN HYUNG, KAU IDIOT!"

Jungkook kembali ke dalam asrama dengan raut wajah kesal. Memang aku salah? Ini yang disebut pengorbanan. Aku rela mencuri kolor seisi asrama hanya untuk dia. Romantis bukan?

-TBC-

Thanks to : tetangga jimin; vipbigbang74; Aishi Ryo; eunhaezha; anakayam00; Krasivyybaek; eto; zihan; vkook; Kira ; boobear; Deedee; MinYeolKook; Linkz account; nia; komemomark; Sapphire Amumuhoopla; Ri-chan Dandere; korissuhun; LKCTJ94; anoncikiciw; Phcxxi; fay; Aulia Rosa; Qania; kimtehaw; shinyangchoi; Spica007Bang

Terimakasih banyak buat yang review, favorite sama follow ya hehe. Kali ini bener-bener gabisa bales satu-satu,mian ne :( Oh iya aku bakal ngejawab beberapa pertanyaan dari kalian.

Apa nanti ada adegan NC Vkook?

Ini pertanyaan paling banyak =_= soal asmara sama NC itu biarlah menjadi rahasia Tuhan/? Aku pengen kisah mereka pelan-pelan tapi dibumbui sama percikan greget sesuatu wkwk NC masih aku pikirkan. Maklum belum bakat hehe

Adegan Vkook mengingatkanku sama Shiina Mashiro?

Ah iya, aku baru inget. Beberapa adegan disini aku ambil dari anime Sakurasou no pet na kanojo. Tapi dengan bahasa ku sendiri, dan adegan yang lain murni hasil imajinasi kotorku/?.

Yang terakhir buat kalian yang minta words-nya dipanjangin, ini udah ya. Kalau update soon aku selalu usahain walupun ini juga lagi sibuk. Pokoknya terimakasih buat kalian yang masih mau baca ff absurd ini hehe. Maaf juga kalau ff ini makin garing. See you next time~

Mind to review again?

-Salam Elephant Couple-