Fragment's
Disclaimer : Vocaloid © Yamaha corp. & Crypton Future Media.
Summary : Sebuah kenangan yang terpecah menjadi pecahan kecil, membuat dia mencari dan mengumpulkan demi sebuah kenangan yang tidak ingin dia lupakan.
Genres: Mystery, Tragedy and Romance (sedikit).
Warning : Alur gak jelas/ kecepatan, gaje dan abal. Typos bertebaran dan hal-hal aneh lainnya.. Mudah-mudahan yang baca tidak pusing...
"bla bla bla" = Berbicara dimasa sekarang
"bla bla bla" = Berbicara di masa lalu/ flashback
'bla bla bla' = Berbicara dalam hati
KALAU SAAT MEMBACA FANFIC INI ANDA MERASA ANEH DAN BINGUNG. MAAF. KARENA FANFIC INI MEMASUKKAN SEDIKIT PUZZLE.
Maaf, mungkin 1 atau 2 chapter kedepan, cerita masih sedikit membingungkan. Saya masih mencari konsep yang (mungkin)tepat untuk menyambungkan cerita-cerita di chapter terdahulu. Maaf apabila makin lama, ceritanya makin membosankan.
Ini karena kesalahan saya, mengambil tema cerita yang berat untuk author newbie seperti saya. *bow*
.
.
Happy Reading (^o^)/
.
.
.
.
Enjoy~~~
Chapter 3: Paradox? Time loop?
!
"Hah..hah..hah..hah.." aku terbangun dengan keringat yang membasahi tubuhku dan membuat bajuku basah.
"Mimpi apa tadi" pikirku bingung dan memegang kepalaku karena sedikit pusing terbangun dengan kondisi yang tidak biasa.
"Lebih baik aku pergi joging. Terlalu tanggung untuk tidur lagi, sekarang sudah jam 5.15 pagi."
Aku pun bangkit dari tempat tidur dan membereskannya sebentar. Setelah membereskan tempat tidur, aku segera ke kamar mandi untuk mengganti bajuku yang basah karna keringat dengan kaos dalaman(singlet), mencuci muka dan menggosok gigi. Kira-kira badan sudah sedikit fresh, aku pun mengambil baju dan celana training dan secepat mungkin memakainya karna waktu sudah menunjukkan pukul 5.30.
'Mimpi tadi aneh sekali. Kenapa perempuan itu mirip sekali denganku, apa dia diriku sebelumnya' pikirku dalam hati. Aku merasa aneh akan mimpi itu. Seakan-akan mimpi itu nyata dan aku sendiri yang mengalaminya. Akupun terbangun karena perasaanku merasa kalau aku loncat untuk masuk kedalam itu dan jatuh ketempat yang tidak berdasar.
"Hm? Itu?"
Keningku berkerut karena tidak mengingat apa itu sebenarnya. Badanku sudah mulai lelah, akupun menyudahi joging pagi ini dan mencari tempat untuk beristirahat.
"Sepertinya tempat itu cukup teduh dan bersih"
Aku melangkah ketempat yang kulihat tadi sambil mengelap keringat yang sebelumnya mengalir melewati daguku dan jatuh ketanah. Setelah sampai, akupun langsung duduk diatas batu yang berbentuk seperti kursi panjang. Mungkin dari semen kali buatnya.
"Permisi, boleh aku duduk disitu?" tanya seseorang yang terdengar dari arah sebelah kiriku. Aku langsung menoleh kekiri untuk melihat.
!
!
"Hah!..hah..hah...hah.. Tadi itu apa?"
Tanyaku pada diriku sendiri. Kepalaku pusing. Penglihatanku sedikit buram. Degupan jantungku sangat cepat.
"ng..ya..ng...ja... YANG BENAR SAJA!" teriakku sekeras-kerasnya. Aku tak peduli dengan suaraku yang membangungkan keluargaku, karena itu satu-satunya cara untuk mengumpulkan kesadaranku yang belum terkumpul semua.
"Sial... apa aku sedang bermimpi didalam mimpi. Jangan-jangan ini masih didalam mimpi!"
Aku memandang sekelilingku. Tanpa sengaja aku mendapat sekidit ide saat aku tidak sengaja melihat peniti dimeja belajarku. Aku turun dari tempat tidur dan berjalan menuju meja belajarku. Aku mengambil peniti yang berada didepanku.
"Aku tau ini ide gila. Tapi, setidaknya bisa membuatku bangun dari mimpi yang terasa nyata ini". Tanpa babibu, akupun menusukkan peniti tadi kearah jari jempol tangan kiriku.
"Tch! Sakit... Berarti sekarang ini bukan mimpi" pandangku kearah jari yang berdarah karena kutusuk tadi dan menahan perih karena tusukkan tadi.
"Sebaiknya aku mandi supaya pikiranku segar kembali"
"Sigh..."
Aku menghela nafas panjang sambil mengetuk-ngetuk jariku ke arah hpku.
'Dia ini ngebeli atau ngebuat roti sih' pikirku kesal.
"Lennnnnnn~"
'Itu dia'
"Maaf lama. Antriannya terlalu panjang dan orang-orang yang mengantri itu badannya besar-besar. Mana mungkin aku menang melawan badan besar seperti mereka" ujarnya kesal dan memanyunkan bibirnya yang tipis itu. Dasar, siapa suruh tadi kalah main batu-gunting-kertas.
Saat kulirik dia, dia sudah memakan roti yang dia beli tadi dengan muka yang masih kesal. Dasar.
'Kamu sudah berjuang keras' ucapku dalam hati sambil mengelus-elus kepalanya. Seketika, dia menghentikan acaranya makannya dan menoleh kearahku dengan muka yang cukup merah dan melanjutkan makannya sambil menunduk.
'Kenapa dia?'
"Lennnn~" panggilnya panjang. Kami pulang berdua sambil bergandengan tangan. Tidak.. kami tidak pacaran. Hanya saja, dia yang tadi menarikku dan mungkin lupa melepaskan tanganku. Yahh,, selama tidak merepotkan, aku tidak keberatan digandeng olehnya.
"Len, kamu mau mampir kerumahku?" tanyanya sambil memutar badannya sedikit, tubuhku sedikit ketarik olehnya.
"Boleh saja. Tapi, aku mampirnya sebentar saja. Aku mau membuat tugas Luka-sensei." Jawabku sambil mengamati kearah jam tanganku. Dia hanya berjalan dengan diam saat mendengar jawabanku tadi.
"Bagaimana kalau kita kerjakan sama-sama dirumahmu?. Sudah lama aku tidak main kesana" ucapnya semangat menggenggam kedua tanganku. Melihat wajahnya yang semangat, membuatku tidak bisa berkata 'tidak'.
"Bai-" "Ah! Kita sudah sampai. Tunggu aku disini sebentar, aku mau ganti baju" ujarnya berlari kearah rumahnya. Dasar, sepertinya dia sudah tau aku menerima ajakannya.
LololololoL
"Bye-bye, Len~" ucapnya saat pergi meninggalkan rumahku. Aku hanya membalas dengan senyuman.
"Hmm, sudah jam 8 malam. Sebaiknya aku mandi dan membereskan kamarku yang berantakan ini" ujarku dengan pikiran sedih karena mengingat kamarku yang berantakan.
Hari demi hari. Bulan dem bulan ku lewati dengan damai. Tapi, hidupku terguncang seketika saat kejadian di rumah itu. Rumah temanku, rumah orang yang kusayangi, rumah Rin.
"RINNNNNN" teriakku kencang saat melompati pembatas polisi yang membatasi jalan masuk kerumah itu.
Tanpa babibu, aku berlari ke kamar yang penuh darah.
"Bukan... ini bukan kamar Rin"
Aku segera berlari ke kamar sebelah.
"Dia...tidak ada..."
To be contiuned
Balas review chapter 2
Untuk New (Unknown) : Terima kasih dibilang keren ; v;. Sipp~ ini sudah lanjut. Semoga anda menikmati chapter 3 ini. :3
Untuk CakeDos: Maaf ceritanya membingungkan! Jujur saja, saya juga bingung dengan alur fanfic ini. Ending udah ketemu, tapi yang bikin bingung untuk cara menyambungkan saja. Yahh, menurutku sih, mulai dari chapter ini, proses penyambungan cerita sudah agak terlihat /wat
Semoga anda menikmatichapter ini ;v;~
Untuk Kiriko Alicia: Congratz~ Anda benar~ hahaha
Ck..ck..ck.. Lenka itu punya kekuatan super, makanya dia bisa melihat hutan yang bahkan authornya sendiri tidak tau bentuknya /plak
Kalau Rinto itu mah, dari sana sudah –piiip-. Orang –piiip- yang doyan baca buku. xD /kicked
Semoga anda menikmati chapter ini~ ;v;
REVIEW?
V
V
V
