Setelah kejadian itu, tiga hari tujuh malamnya Gray mengurung diri dalam kamar. Kenapa bisa begitu? Biarkanlah ini menjadi misteri author dan ilahi. Mirip wanita patah hati, dia pun memasang status di sosmed alias medsos, tetapi isinya agak aneh dan berbeda, bukan seperti 'kamuh jahat sama akyuuu', terus pake tanda seru rombongan kereta api pas lebaran, bayangin aja gimana, sedangkan si raven menulis begini :

Gray Fullbuster

12 jam

SUMPAH RASANYA GUA MAU MATI. UNTUNG PULANG2 MASIH KECE, KAGAK JADI BANG TOYIB ATAU BANCI TAMAN LAWANG!

0 likes 20 comments

Natsu Dragneel : Woy Gray, mimpi apa dikau semalam? Lebih horror dari status jomblo ngenes lu! Bagi yang membaca kena sakit mata dadakan, dijual in**o bening, masih mulus harga nego, obat mata bukan obat gigi.

Lucy Heartfilia : Gray aku tidak mengerti maksud statusmu apa, tapi itu mengerikan ketika mendengar 'banci taman lawang'. Kamu sudah pernah ke sana, ya?!

Elfman Laki Super Laki : WOW STATUS LAKI YANG ANEH SEKALI.

Loke si Leo nan kece selangit : Gue gak butuh obat mata, tapi gue butuh kepastian Natsu Dragneel.

Jellal Fernandes : WARNING! MEMBACA STATUS INI DAPAT MENYEBABKAN ANDA MENJADI MAHO, PUSING KEPALA BARBIE, KEBINGUNGAN DAN STRES. Yang penting jangan dibayangin banci tuh kek apa, dan satu hal lagi….waktu kalian terbuang sia-sia untuk membaca status gajeboo-nya :v

Erza Scarlet : Tolong siapapun hubungi RSM alias rumah sakit maho, Loke terkontaminasi status Gray.

Pas baca kolom komentar, Gray hanya bisa menangis dalam hati. Teman-teman semua, kok, gitu banget ya sama gue?! Boro-boro dapet like, comment aja begini semua bukannya menaruh simpati. Ya maaf jika tidak bisa menaruh simpati, mungkin mereka kehabisan uang beli kuota atau pulsa. Facebook-nya ia matikan sementara, bersembunyi dibalik selimut kesayangan ditemani boneka chucky. Soalnya kalau boneka beruang sudah mainstream permirsa.

Tiba-tiba, saat matahari bersinar menyinar bumi, pagi hari pukul sembilan tepat, seseorang mengetuk pintu rumah Gray sambil membawa kotak persegi. Jenis kelaminnya wanita. Rambut bergelombang warna biru. Wajah datar mirip pantat panci penggorengan. Kita sambut Juvia Lobster! Dia langsung masuk ketika dipersilahkan (iyalah, masa setelah datang pergi begitu saja tanpa membawa kepastian). Mengunjungi Gray yang bersembunyi macam vampir lupa pake sunblock.

"Hoi Gray! Buka atau mati!" serem amat mbah, yang ada malah makin betah di ranjang

"…."

BRAKKK!

Benda persegi panjang tak berdosa itu Juvia banting keras. Menyibak selimut yang menutupi tubuh Gray, mirip emak-emak pake konde berteriak 'woy bangun, waktunya sekolah!'. Di awal dia menyangka, 'pasti nih orang galau lapis tango', ternyata setelah diselidiki lebih lanjut, Gray hanya tertidur sambil emut dot (baca : jari jempol), memeluk boneka chucky berharap agar dilindungi dari PJM, singkatan Perkumpulan Jomblo Munafik. Memang ada organisasi itu? Udah, iya-iyain aja ribet banget.

"Sampai kapan mau tidur, hah?! Cepet bangun, gara-gara kamu aku harus melewatkan browsing gambar Levi-sama. Ya ampun dia cakep banget, gak kerasa udah seratus gambar ke ambil aja, terus pas mau pasang foto profil jadi bingung yang mana. Tiap bangun pagi melihat wajahnya di handphone. Logo aplikasi juga pake wajah Levi-sama. Kyaaa, Juvia serasa menjelajahi langit ke delapan!"

"Sialan, malah ceramah bu ustad tentang si Lepi Leva itu!"

"Eh Juvia. Ada perlu apa datang kemari?" niatnya sih pengen diusir jauh-jauh, tapi biarlah lumayan buat pamer di sosmed, lagi deket sama CEWEK OTAK LEVI-SAMA! Langsung, deh, dari langit jatuh batu nisan bertuliskan 'RIP Gray Fullbuster, sang pejuang mantan', hah….?

"Ehem! Bukannya Juvia peduli atau apa, ya. Tetapi ini merupakan perintah ayah, jadi, mau tidak mau harus dituruti. Kalau membantah maka action figure Levi-sama akan dibuang. Paling suka tuh pas dia pake baju renang, ihhh badannya six pack banget. Meski pendek gak kalah keren deh sama Eren Jeger-Jeger atau Mikasa Angkerman" bahasa alient planet mana ya omong-omong?

"Langsung to the point aja. Levi-sama lebih keren daripada kamu!" tolong kembalikan waktu tiga detikku yang terbuang sia-sia! Seru readers dan Gray bersamaan

"Maksudku adalah, ayah menyuruhmu datang jam dua belas siang. Ingat, tidak boleh telat atau kurang, harus pas. Dan ini hadiah untukmu" ucap Juvia menyerahkan kotak berbentuk persegi tersebut. Gray sendiri menerimanya tanpa banyak pikir, awas aja tau-tau bom kepala Levi-sama :v

"Omong-omong Juvia, terima kasih telah menjengukku sampai bolos sekolah. Padahal hari ini Rabu, lho"

"Cih, dasar gangguan telinga. Senin sampai Rabu kita libur, karena kakak kelas karyawisata ke taman air. Do you understand, baka, aho, stupid, bodoh?" gila satu paket lengkap rasa kotoran ayam, sok pake campuran Jepang sama Inggis lagi

"Iye, iye" lah, ini sok betawai

Ketika Juvia pulang ke rumah, Gray langsung membuka hadiahnya macam orang kelaperan. Meskipun agak kecewa (karena bukan makanan atau barang), melainkan sebuah action figure berserta sepucuk surat bertuliskan :

Buat kamu ngaca biar tau, Levi-sama lebih tampan

Melihat tulisan tersebut, Gray ketawa ngakak sampe guling-guling di lantai. Hah….ngaca kata lo? Mana kacanya coba?! Jadi sekarang, siapa yang baka, aho, stupid bodoh? Ya jelaslah masih gua! /ngakulagi. Juvia tidak salah, dia aja yang enggak terima dibandingin sama cowok dua dimensi.

Di perusahaan Lockser….

Sesuai perkataan (baca : perintah) Juvia, Gray datang tepat pukul 12.00, tidak kurang atau lebih satu menit. Kembali dia memasuki ruangan itu, mendapati paman berada di sana sambil meneguk segelas kopi. Lagaknya aja mirip boss, kasih perintah kagak bener. Eh, gak boleh gitu, ah! Ingat tahun baru, berubah menjadi lebih buruk, ralat maksudnya baik. Sekitar setengah jam menunggu, beliau tak kunjung berbicara atau menyapa. Ciee dasar jones, sampai menanti begitu.

"Maaf paman, tetapi Juvia menyuruh saya ke sini. Katanya ingin membicarakan sesuatu"

"Ah, kalah deh jadinya. Coba kamu diam sebentar aja, paman pasti menang. Padahal war-nya lagi seru banget" menyalahkan kesalahan diri sendiri kepada orang lain, mendadak Gray ilfeel di tempat. Kalau ditanya kenapa, ya mana saya tau, author bukan nyokap-nya

"Langsung aja, deh, paman" ucap Gray gerah melihat tingkah ayah Juvia, yang sedari tadi fokus menatap handphone saking serunya main COC. Ternyata benar, buah jatuh tak jauh dari pohonnya, ayah sama anak sama aja

"Begini, karena rencana saya gagal gara-gara kerjamu tidak benar, maka paman membuat rencana baru. Besok kamu sekolah, kan?"

"Nah terus apa?"

"Buktikanlah kepada Juvia, bahwa cowok tiga dimensi lebih baik daripada cowok dua dimensi. Caranya terserah kamu, paman lelah butuh bahu untuk bersandar"

"Oh ya udah"

Pertemuan singkat mereka pun berakhir, dengan Gray yang merutuk kesal akibat waktu nontonnya terbuang. Lagian, katro amat jadi orang zaman sekarang, lewat SMS or calling-calling kan bisa, tapi kalau begitu, satu tahun kemudian baru dibalas oleh yang bersangkutan, dan itu artinya….paman benci Gray!

Keesokan harinya di sekolah….

Rencana pertama : mencegat Juvia di lorong sekolah dan membawakan tasnya.

"Juvia, sini aku bawain tasnya"

"Nih" tanpa ba bi bu be bo langsung dikasih, sedangkan Gray merasa gravitasi tubuhnya naik sepuluh kali lipat, padahal hari ini Kamis bukan Senin

"Eh Juvia, itu pembantu baru lo?"

"Iya gitu deh, babu baru" apaan tuh babu? Abu maksudnya? Jelaslah Gray tidak terima di begituin sama Juvia, memangnya dia sudah meninggal dan di kremasi apa?! Oke, tolong dimaklumi saja

Meski Gray berpikir ini awal yang baik, tetapi tidak dengan murid lain, karena mereka pikir Juvia mengkontraknya menjadi pembantu satu hari, tidak digaji pula. Tapi dia baik-baik saja, kata Gray 'aku rapopo', meski dalam hati berniat menggorok leher si Juvia menggunakan tangan.

Rencana kedua : membelikan Juvia makanan di kantin.

"Gray kemari. Tolong belikan aku satu nasi goreng, satu mie goreng, dua jus jeruk dan satu coca cola" pesan Juvia menyodorkan lima lembar uang seratus ribu joule. Tentu dia kaget, bukan karena jumlah uangnya melainkan perut gentong wanita bersurai gelombang itu

"Banyak bener, nanti kamu gendut lho" peringat Gray mendapat tamparan gratis. Para cowok ingatlah ini, jangan pernah mengungkit soal berat badan cewek jika tidak ingin bertambah ngenes

"DIAM KAMU! CEPAT BELIKAN JANGAN BANYAK TANYA!" wow….bau nafas naga, dan lagi-lagi Gray tepaku pada hal yang tidak penting

"Itu semua mau dimakan?"

"Kagak, mau dimasukin ke lubang hidungmu! Jelaslah dimakan, jangan banyak tanya"

Jadilah Gray kesulitan, membawakan pesanan Juvia yang banyak itu. Sementara dia sendiri hanya menontoni sang majikan makan, ibarat kucing memasang tampang memelas menunggu tulang ayam dilempar. Natsu yang melihat merasa kasihan, tetapi bukannya diberi tulang malah disuapi nasehat super M***o T***h. Saking supernya kepala botak Saitama sampe kinclong bin kinclong.

"Dasar bodoh! Kamu jangan mau dong dijadiin babu sama Juvia"

"Hah….babu apaan sih? Maksudnya abu?"

"Artinya pembantu Gray Fullbuster. Masih belum tau arti pembantu?"

"APA GUE CUMAN DIJADIIN PEMBANTU?! IDIH COEG BENER"

"Coba aku tanya, siapa yang mengajukan diri jadi pembantu?"

"Ya jelaslah itu aku. Jadi, siapa yang bodoh? Ya gue lah jelas!"

"Nah tuh tau, terus KENAPA LO MARAH-MARAH KE GUE?!"

Skenario kedua sahabat inipun berakhir, dengan Gray yang pundung di pojok kelas.

Tes renang….

Hari ini Elfman-sensei berkata, akan diadakan tes renang gaya bebas. Gray yang masih kesal sempat ingin kabur, tetapi karena misi dari paman belum selesai, mau tidak mau dia harus membuat Juvia sadar. Sadar kalau besok hari Jumat dan besoknya lagi Sabtu. Oke balik ke cerita, beliau tidak memanggil sesuai nomor urut, melainkan atas dasar kemauan sendiri. Gray yang sedang mager alias malas gerak pun memilih giliran terakhir, biarlah pulang sore juga, asalkan si Juvia segera selesai dan meninggalkan kolam renang.

Jijik aja dipandangin pas lagi ciprat-ciprat air dari rambut /sokganteng.

"Siap, satu, dua, tiga!"

DUAKKK!

BYURRR!

Melihat Juvia disenggol murid lain, membuat Gray histeris macam ibu-ibu nonton sinetron. Terkadang terpeleset atau terjatuh, meskipun begitu dia tetap bangkit dan berlari menyongsong fajar. Ups maaf, sekarang siang bukan pagi.

"GRAYYY! EH BUKAN LUCY! NATSUU! MAKSUDNYA JUVIA!" niat nolongin orang malah salah panggil nama, Gray pun gagal menjadi pahlawan

DUAKKK!

BYUURRR!

Sekarang giliran Gray yang tercebur, tanpa sengaja menabrak seseorang masuk ke dalam kolam renang. Usai muncul ke permukaan, kedua tangannya menangkup wajah ayu Juvia, menatap intens sepasang manik dark blue yang kini membulat sempurna. Siap tampil keren like a boss, secara live di SMA Fairy Tail pukul 13.00 Waktu Magnolia Timur setempat, bahkan warna-warni light stick bertebaran di segala penjuru (dikira konser?!)

"Juvia kamu harus tau, bahwa cowok tiga dimensi jauh lebih baik dari dua dimensi. Mereka nyata, kau bisa membuat banyak kenangan, foto bersama, bermain di taman atau kencan. Cowok tiga dimensi bisa melakukan apapun bagimu, tidak hanya dilihat sebatas layar laptop atau dihayalkan. Mungkin sulit menerima ini, tetapi aku dan paman tau yang terbaik untukmu. Bertunanganlah dengan Lyon, dia pasti dapat membahagiakanmu!"

BUAKKK!

"Juvia kenapa kamu….?"

"DAFUQ GUE NATSU BUKAN JUVIA!"

Tengsin…tengsin…tengsin….!

"Mending gue nyelem di samudara pasifik aja deh"

Bersambung….

Balasan review :

Kitsune857 : Oke deh thx ya udah review. Kapan2 aku bikin lagi fic Gyrvia, hehehe.

Fic of Delusion : Kesurupan bob emang wkwkw, dan aku juga suka Gray yang nista di sini. Thx udah review.

aprianor007 : Yosh pasti dilanjut kok. Soalnya yang dipanggil Bob, coba kalo yang laen Juvia pasti udah jatuh cinta sama Gray, wkwkw. Thx udah review.

BlackHage-chan : Amin semoga Gray berhasil, meski aku yang bikin aku juga berdoa untuknya yang nista banget di sini. Jadi aku gak perlu pake bahasa puitis kah supaya lebih menunjang cerita? Oke thx udah review!

error : Dan tiba2 aku kepikiran perkataanmu, ternyata emang rasanya lebih cocok di humor dibanding drama, wkwkw. Thx ya udah review.

li : Maaf nih update-nya lama, kena penyakit bernama malas saya wkwkwkw. Udah update nih, selamat membaca. Thx juga udah review.

NazuDragneel : Karena pelajaran SBK itu untuk mengekspresikan diri, jadi kebanyakan jones begitu deh wkwkw. Yohoo salam kenal juga, semoga kita cocok! Thx ya udah review. #prayforgray #prayforgruvia

A/N : Mohon maaf untuk review ke-13, author tidak bisa membalasnya karena enggak muncul di kolom review. Tetapi saya ucapan terima kasih dan akan dibalas pada chapter selanjutnya