Yey, akhirnya chapter 3 update juga ^^ yaa, bersyukur sih masih bisa luangin waktu buat nulis dan lanjutin fanfic ini :') Okedeh langsung sajaaa..
All Of Me Chapter 3
By Naravhychan
Naruto © Masashi Kishimoto
HAPPY READING
.
.
.
.
Karin POV
Aku mencari-cari rumah kediaman Uchiha. Aku baru saja sampai di Tokyo dan hendak menginap di rumah Uchiha. Aku tidak sabar lagi bertemu dengan Sasuke, yang sudah kuanggap kekasihku meskipun belum resmi. Menurutku tak ada perempuan yang sanggup menandingi kecantikan, kepintaran dan kekayaanku. Aku pantas mendapatkan Sasuke! Dan taraa.. Aku melebarkan senyumku saat tiba di depan gerbang rumah Uchiha. Lambang kipas di gerbang itu membuatku mudah menemukan rumah ini. Hadiah untuk ibu Sasuke sudah aku siapkan. Aku harus merebut hati ibunya demi kelancaran hubunganku dengan Sasuke nanti. Ahh.. Sasuke sudah menyadari kedatanganku. Wajahnya terlihat datar seperti biasa. Meski begitu aku tetap tergila-gila dengannya.
"Sudah lama menunggu?" ujar Sasuke sembari mempersilahkanku masuk dalam wilayah rumah megahnya.
"Tidak Sasuke-kun. Baru saja. " jawabku menampilkan senyum termanisku. Saat masuk diruang tamu Sasuke, aku langsung duduk dengan manis sambil menyilangkan kaki jenjangku yang mulus.
"Ahhh Karin-chan. Apa kabar?" Tanya Ibu Sasuke tiba-tiba. Spontan Aku langsung memeluknya.
"Baik Bi… " jawabku dan segera duduk kembali. Aku merogoh tas belanjaanku dan memberikan sebuah syal dan mantel mahal kepada ibu Sasuke.
"Wah.. Karin-chan cantik sekali. Pasti ini dari Paris kan?" tebak Mikoto. Aku hanya tersenyum melihat perempuan tua ini.
"Permisi Mikoto-san, Karin-san…" Tiba-tiba ada seorang gadis pink yang membawakan kami bertiga minuman. Aku tidak sengaja melihat Sasuke tersenyum kearahnya.
"Cih, siapa perempuan ini? Kenapa dia ada disini. " batinku tidak suka. Aku melihat sekilas perempuan itu. Penampilannya dari atas hingga bawah terlihat sederhana . namun wajahnya sangat mulus. Aku yakin dia sudah memakai kosmetik racikan yang murah di pasaran untuk menutupi wajah kusamnya.
"Aku sedang tidak ingin minum susu ini. Aku sedang diet." Kataku datar melihat gadis itu menata minuman di meja.
"Maaf Karin-san. Apa anda ingin minum yang lain?" Tanya perempuan bersurai pink itu.
"tidak usah" kataku dengan angkuh. "ternyata dia hanya seorang pelayan" batinku lega.
Aku melihat Sasuke hanya diam saja dan segera meneguk susu itu. Dia lagi-lagi tersenyum. Heii tersenyum? Sasuke tersenyum saat dia sudah meminum susu itu sedangkan bertemu denganku tidak! Apa-apaan ini!
…
Normal POV
Sakura tengah membuka dan membaca resep masakan yang akan dibuatnya malam ini. Ia begitu bingung.
"Apa perlu kubantu?" suara baritone Sasuke di belakang Sakura membuat Sakura kaget lagi.
"Sa..suke… Hm… aku hanya bingung menentukan apa yang akan aku masak malam ini" jawab Sakura jujur. Sasuke terlihat mengerti.
"Bagaimana kalau kepiting saus tiram?" tawar Sasuke.
"Baiklah Sasuke-sama. " jawab Sakura lalu menyunggingkan senyum terbaiknya ..
"Sakuraa.. berhentilah memanggilku dengan embel-embel itu. Mulai sekarang panggil aku Sasuke saja. Sasuke-kun juga boleh." Ujar pemuda itu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Err.. Apa tidak apa-apa Sasuke-sa..ah maksudku Sasuke-kun?" Tanya Sakura menyakinkan.
"Hn." Singkat Sasuke lalu tersenyum tipis. Dan ditanggapi Sakura dengan perasaan yang sangat malu.
"Baiklah, aku ke kamar dulu. "
"Ba-baik Sasuke-kun."
Sakura kemudian meracik bumbu untuk membuat makanannya lebih enak. Hanya 24 menit waktu yang dibutukan untuk membuat makanan itu. Sakura puas dengan hasil makanannya seperti hari-hari sebelumnya. Ia kemudian menata makanan dan alat makan di meja. Sasuke yang daritadi ingin segera makan segera bergegas bergabung ke ruang makan namun nihil Sakura belum selesai menata meja.
"Sakura. Aku lapar." Ujar Sasuke manja sembari memegang perutnya yang keroncongan.
"Ne.. sabar Sasuke-kun.." ujar Sakura tersenyum. "Aku ke belakang dulu mengambil piring dan gelas." Sambungnya lagi.
"Biar kubantu Sakura." Ucap Sasuke sembari mengikuti Sakura.
Ternyata sepasang mata memperhatikan mereka berdua. Sosok itu tak lain adalah Karin yang semakin panas melihat Sasuke dan Sakura. Iapun kemudian menjadi benci dengan Sakura pink itu.
"Lihat saja pembantu! Aku akan cepat-cepat menghilangakanmu dari rumah ini. Kau tidak pantas bersanding dengan Sasuke!" ucap Karin dalam hati. Ia merogoh kantung baju tidurnya dan langsung menemukan botol kecil itu. Karin kemudian melangkah cepat menuju meja makan. Ia menuangkan cairan itu ke dalam masakan Sakura dan segera pergi disertai senyum liciknya.
….
"Sasuke, Karin.. aku pergi dulu mengantar Kaa-san. Kalian makan malam saja duluan. Aku dan Kaa-san akan pulang larut malam ini." Ucap Itachi sembari mengambil mantelnya.
"Hn.." Singkat Sasuke.
"Sasuke, Karin-chan, Kaa-san duluan yah." Ujar Mikoto lalu melangkah keluar dari pintu bersama Itachi.
.
.
.
.
Di meja makan..
"Sa..kuraaa.." panggil Sasuke yang kini tengah duduk di meja makan bersama Karin. Raut wajah Karin yang tadinya merona kini hanya menggerutu saat Sasuke memanggil nama itu.
"Ada yang bisa kubantu Sasuke-kun?" Tanya Sakura menghampiri Sasuke.
"Kau makanlah disini bersama kami." Ajak Sasuke. Sakura hanya diam dan mengangguk. Iapun duduk berseberangan dengan Sasuke sedangkan Karin disamping kiri Sasuke.
Tiba-tiba….
.
.
"Uhuuk..Uhukkk.." Sasuke tersedak. Rasanya ia ingin muntah setelah memakan makanan buatan Sakura. Sasuke segera berlari ke wastafel dan mengeluarkan semua isi perutnya.
"Sasuke.. kau tidak apa?" ucap Karin sembari menepuk-nepuk punggung Sasuke.
"Heii Sakura ambilkan air putih!" bentak Karin, Sakura juga panik dan segera mengambil air putih untuk Sasuke.
"Sasuke minumlah.." kata Sakura khawatir. Sasuke meneguk sedikit air itu dan kesadaran Sasuke semakin buram. Sakura hanya bisa menangis saat ini. Karin tak henti-hentinya memarahi Sakura . supir pribadi keluarga Uchiha bergegas membawa Sasuke ke rumah Sakit.
.
.
.
"Dasar pembantu bodoh! Kau tahu kan siapa Sasuke itu? Dia itu calon dokter! Kenapa bukan kau saja yang terbaring lemah dalam ruang itu heh! Ayo jawab! Apa yang kau berikan pada Sasuke! Katakan!" maki Karin diluar ruangan Sasuke dirawat. Sakura tak henti-hentinya menangis dan menyesal.
"Maaf Karin-san. Aku sungguh-sungguh tidak menambahkan racun ke makanan itu " isak Sakura. Namun jawaban itu malah membuat Karin semakin semangat untuk memaki Sakura. Supir pribadi Uchiha dan seorang pelayan disitu hanya mematung mendengar perkataan Karin tentang Sakura.
"Karin-chan! Ada apa dengan Sasuke?" Tanya Mikoto tiba-tiba.
"Bi. Sepertinya ada yang menaruh racun di makanan Sasuke-kun. " ujar Karin iapun acting dengan menampilkan raut wajah yang teramat sedih.
"Sayang sekali Bi. Sakura pelayan yang Bibi sangat percayai…." Karin melirik Sakura yang tengah menunduk. Air matanya masih nampa disudut-sudut matanya.
"Iya! Ada apa dengan Sakura, Karin-chan?" Tanya Mikoto dengan tak sabar.
"Dia ingin membunuh Sasuke-kun! Dia sengaja menaruh racun di dalam masakannya!" tuduh Karin sambil menunjuk Sakura.
Pertama kalinya seumur hidup, Mikoto menampilkan wajah marahnya kepada Sakura.
"Bu..bukan begitu Mikoto-sama.. A..aku.."
PLAAKKK!
Mikoto menampar Sakura dengan sangat keras. Sakura hanya bisa memegang pipinya yang sudah sangat sakit dan merah.
"Sakura! Jangan pernah muncul dihadapanku lagi! Pergi kau!" bentak Mikoto dengan wajah panas. Ia tak menyangka Sakura yang sebenarnya ternyata punya rencana ingin menghabisi nyawa Sasuke.
Sakura yang tak kuasa menahan kesedihan segera berlari meninggalkan Mikoto dan Karin. Senyum licik tersembunyi di sudut bibir Karin.
.
.
Kriiiieet….
"Permisi. Keluarga Sasuke?" Tanya seorang dokter berambut nanas yang baru saja keluar dari kamar Sasuke.
"Ya Dok. Saya ibunya." Sahut Mikoto dengan tak sabar.
"Sasuke sepertinya keracunan makanan. Ia harus dirawat beberapa hari sampai kondisinya benar-benar bisa melihatnya sekarang." Ujar dokter yang dipanggil itu. Tak buang-buang waktu Karin dan Mikoto bergegas masuk ke dalam ruangan Sasuke.
Melihat sang keluarga telah masuk. Shikamaru memutuskan untuk berjalan-jalan di dekat taman tak jauh dari ruangan Sasuke namun ia melihat seseorang yang sangat ia kenal tengah duduk di taman itu.
"Sakura? Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Shikamaru. Sakura hanya menunduk.
"Banyak hal yang terjadi Shika…" Jawab Sakura. Titik-titik air mata masih membekas dipelupuk emeraldnya.
Di Taman Rumah Sakit Konoha.
"Kejam sekali keluarga Uchiha itu" Ujar Shikamaru geram. Ia benar-benar terlihat kesal saat mengetahui yang sebenarnya.
"Aku mohon Shika. Jangan ceritakan ini pada siapapun" ucap Sakura memelas.
"Sakura?" panggil seseorang dan membuat Sakura enggan menoleh.
"Ita..Itachi?" ucap Sakura kaget setelah melihat dengan jelas bahwa sosok di depannya adalah Kakak kandung Sasuke Uchiha.
"Dok, bias tinggalkan kami berdua?" Tanya Itachi pada Shikamaru. Shikamaru hanya mengangguk.
"Aku duluan Sakura-chan.." pamit Shikamaru dan meninggalkan mereka berdua. Itachi spontan menggantikan posisi Shikamaru yang tadi duduk di samping Sakura. Sakura hanya diam. Ia ingin Itachi memulai percakapan mereka.
"Sakura.. aku memercayaimu. Aku percaya bukan kau yang menaruh racun dalam makanan itu." Ucap Itachi serius.
"Be..benarkah Itachi?" Tanya Sakura tak percaya. Ia menatap Itachi dengan sungguh-sungguh. Ada sebuah titik harapan disana. Itachi hanya mengangguk tersenyum.
"Sakura apa kau masih menyimpannya?" Tanya Itachi tiba-tiba.
"Ehh.. Apa maksudmu Itachi?" Sakura tak mengerti ucapan Itachi.
"Aku tak percaya perkataanmu Sakura. Gelang itu! Apa kau masih menyimpannya?" Tanya Itachi sekali lagi. Dan sukses membuat wajah Sakura tak kuasa membendung air matanya lagi.
"Kau…"
Semuanya terjadi begitu cepat
"Maafkan aku Sakura. Waktu itu aku sengaja tidak mengenalmu." Kata Itachi. Ia memeluk Sakura dengan erat. Sakura hanya bias membalas pelukan hangat dan nyaman dari Itachi. Perasaan Sakura sedikit lega dengan kehadiran seseorang yang benar-benar ada saat Sakura mengalami kesedihan.
"Sakura.. menikahlah dengan Sasuke!" pinta Itachi pada Sakura. Sakura hanya bias membelalakkan matanya.
"Itachi! Apa maksudmu! Sasuke itu majikanku! Bahkan kau juga! Aku tidak ingin Sasuke mendapat wanita rendahan sepertiku."
"Hanya kau yang bias membuat Sasuke tersenyum Sakura! Aku tidak sudi perempuan kotor seperti Karin yang menjadi Istri Sasuke! "
"Itachi..! kau egois! Apa kau tidak memikirkan sedikit perasaanku? Apa kau tidak sadar dengan ucapanmu!"
"Apa maksudmu Sakura?"
"A..aku.. aku mencintaimu Itachi."
Deg
"Sakura maafkan aku…"
"Kau tak perlu minta maaf Itachi.."
Keheningan akhirnya menyelimuti mereka. Mereka berdua terdiam.
"Aku akan segera menikah Sakura…" ahh akhirnya Itachi mengatakan itu juga.
"Ap-"
"Aku memang egois. Tapi aku merasa kau lebih cocok dan pantas untuk adikku. Sakura."
"Itachi.. mengapa harus seperti ini?" air matapun kembali mengucur dari kedua mata Sakura.
"Ini yang terbaik, Sakura… Aku serahkan Sasuke padamu. Tolong buat dia selalu bahagia Sakura. Aku akan selalu mendukung kalian. Ini demi Sasuke dan kau Sakura." Ujar Itachi. Iapun segera melonggarkan pelukannya.
"Itachi.. apa yang harus kulakukan?" batin Sakura terisak.
"Sakura.. Kaa-sandan Karin sudah pulang ke rumah. Kau bisa melihat Sasuke sekarang. aku akan bicara pada Kaa-san.
Uchiha's Room
Kriiiiieeet..
Sakura melangkahkan kakinya masuk dalam kamar inap Sasuke. Sasuke masih terlihat tak berdaya dengan jarum infuse yang melekat di pergelangan tangannya. Sakura memilih duduk dan terlihat matanya yang semakin sembab.
"Sasuke-kun.. Hiks… maafkan aku. " Ucap Sakura terisak. Ia menatap wajah Sasuke yang terlelap dengan pahatan yang sempurna. Sakura menjaga Sasuke malam itu. Sesekali dia bangun memastikan Sasuke baik-baik saja. Akhirnya malam itu Sakura terjaga dalam tidurnya. Ia tak menghiraukan sudah berapa banyak air mata yang ia tumpahkan.
Sasuke POV
Aku merasakan sekujur tubuhku sakit. Ada apa ini? Saat aku mencoba membuka mataku. Cahaya membuat mataku silau. Apakah aku sudah mati? Ah tidak! Aku tidak boleh mati! Perasaan itu akhirnya hilang saat mataku mulai mengabsen sekelilingku.
"Ah. Aku di rumah sakit rupanya." Batinku. Aku lalu mencoba bangun namun tak bias. Tubuhku masih sakit. Aku melihat sekitarku.
Sakura?
"Ia menungguku semalaman? Oh dia benar-benar gadis yang baik hati. Karin saja pasti tak akan mau. Ia lebih memilih tidur di ranjang empuk rumahku daripada tinggal disini menungguiku. "
Aku mengelus rambut pinknya dan menatap matanya yang terlelap. Aku menemukan lelehan air mata membasahi wajahnya yang indah.
"Apa dia tadi menangis?" tanyaku dalam hati.
Normal POV
"Sa..suke? kau sudah bangun?" sahut Sakura yang kini mendapati Sasuke tengah duduk di tempat tidurnya.
"Hn.. apa kau menungguiku?" Tanya Sasuke datar.
"Maaf Sasuke.. aku hanya…" belum selesai Sakura menyelesaikannya Sasuke malah memeluknya.
"Arigatou, Sakura…" Ujar Sasuke lembut. Sakura hanya bias membalas pelukannya.
….
Pagi itu sebelum berangkat ke kampus Sakura terlebih dulu membuat sarapan sederhana. Sasuke sendirilah yang memintanya. Tak butuh waktu lama untuk menghidangkannya dan menaruhnya ke dalam rantang makanan.
"Sasuke, cepatlah sembuh" batin Sakura.
.
.
.
Uchiha's Room.
"Ohayou Sasuke.. bagaimana kabarmu?" Tanya Sakura dengan ekspresi riangnya. Sasuke yang baru saja bangun terlihat ceria dengan kedatangan Sakura.
"Ohayou Sakura. Aku sudah baikan " jawab Sasuke. Sakura yang mengerti kondisi Sasuke langsung membantunya berdiri. Sasuke ingin membasuh wajah dan menggosok gigi. Wajah Sasuke semakin segar setelah butiran air itu menyejukkan kulit wajahnya yang putih. Sasuke kembali ke tempat tidurnya yang sebelumnya sudah dibersihkan Sakura. Sakura lalu membuka rantang makanannya dan membuat Sasuke semakin lapar saja. Satu sendok bubur ayam tomat itu disuapkan kepada Sasuke. Begitu lezat.
….
"Jadi kau akan segera berangkat?" Tanya Sasuke pada Sakura yang kini menggendong tasnya.
"Iya Sasuke. Aku harus cepat."
"Sakura, terima kasih…"
"Sama-sama Sasuke.."
"Sakura.."
"Ya?"
"Kau sangat cantik."
Wajah Sakura terlihat merona saat Sasuke mengatakannya cantik. Sakura hanya terkekeh dan berpamitan pada Sasuke.
.
.
.
.
Sudah dua hari Sasuke menjalani perawatan di rumah sakit terbesar di Tokyo. Sakura dengan setia menemani Sasuke meski tanpa sepengetahuan Mikoto sampai akhirnya Sasuke diperbolehkan pulang. Sakura kini berada di rumah Uchiha. Ia ingin membereskan barang-barangnya yang masih tersisa. Namun Tuhan begitu meyayangi Sakura.
"Sakura.." panggil Mikoto lembut dan sigap di respon Sakura dengan menghadap Mikoto.
"Aku tidak percaya kau berniat mencelakai Sasuke. Aku sudah mendengar semuanya dari Itachi dan aku memberikanmu kesempatan lagi.." ujar Mikoto dan menampilkan senyum terbaiknya pada Sakura. Sakura hanya membulatkan matanya seakan tak percaya.
"Arigatou Mikoto-sama.." balasnya terharu. Sakura menata kembali barang-barang pribadinya setelah Mikoto keluar dari kamar Sakura.
Sasuke kini berada dikamarnya. Ia begitu lelah. Ia terus kepikiran dengan kakaknya yang akan bertunangan minggu depan di Inggris. Sasuke tak antusias menanggapinya. Ia lalu keluar dari kamarnya dan berjalan menuju anak tangga. Ia ingin ke taman belakang rumahnya.
Sambil memasukkan tangan ke dalam saku Sasuke berjalan menuju kursi yang telah ada. Namun langkahnya terhenti saat melihat Sakura sedang menyiram tanaman.
"Wah.. kau rajin sekali.." tegur Sasuke. Ia kemudian mendekati Sakura.
"Eh.. Sasuke-kun.. ini memang tugasku kan sebagai pelayan disini." Ujar Sakura tersenyum. Sasuke hanya mengangguk dan duduk di kursi taman itu. Sasuke Nampak asyik memperhatikan Sakura menyiram tanaman namun itu semua berakhir saat nada panggilan bordering. Merasa terganggu, Sasuke merogoh iphone-nya dan melihat nama yang tertera di layarnya. Karin no baka! Sasuke hanya mendecih. Sakura hanya heran dengan kelakuan Sasuke. Sasuke me-nonaktifkan handphonenya dan kembali memandang Sakura yang kini tengah selesai menyiram bunga. Sakura segera berlari kecil ke dalam dapur. Sasuke memandang tak mengerti namun ia menyeringai saat Sakura kembali dan membawa beberapa kue dan minuman.
"Ne, Sasuke-kun cobalah. Tadi aku belajar membuatnya." Ucap Sakura dengan tulus dan mengambil posisi disamping Sasuke. Pemuda manja itupun mengangguk dan mencomot kue manis itu. Eh tunggu kue manis? Sasuke yang baru menyadari cepat-cepat menelannya. Kerongkongannya terasa panas saat menyantap kue dengan cita rasa manis.
"Maaf Sakura. Aku tidak suka kue manis." Ujar Sasuke datar. "Tapi… aku menyukai satu hal manis." Gugam Sasuke dan menatap mata Sakura lekat-lekat.
"Eh.. boleh aku mengetahuinya Sasuke-kun?" Tanya Sakura salah tingkah.
"Tentu saja kau ! dasar permen karet yang manis!" ucap Sasuke dan mengacak-acak rambut Sakura. Sakura hanya menggembungkan pipinya dan menatap pria tampan dihadapannya.
"Sakura, pernikahan Itachi tinggal seminggu lagi. Aku ingin tampil mempesona diacara pernikahannya. Dan menjadi bintang saat resepsinya. " Sasuke senyum-senyum tidak jelas. Sakura sweatdrop.
"Ano..Sasuke-kun. Kau memang terlihat mempesona kapanpun dan dimanapun" ucap Sakura tulus.
Sasuke hanya tersenyum menanggapi Sakura. Memang kalau dipikir-pikir ia pernah masuk dalam kategori pria tertampan dan terseksi tahun 2013 di Jepang dan tahun 2014 ini ia baru saja dinobatkan sebagai direktur termuda dan model terfavorite versi majalah MEN , di Amerika Serikat. Namun Sasuke hanya mengabaikannya saja. Toh itu semua hanya permainan orang dan uang belaka. Ia hanya ingin suatu saat gadis yang betul-betul ia cintai mengatakannya dengan pelan dan tulus. Hei..Terus Karin? Ayolah dia memang mengatakan kalau Sasuke tampan tapi dengan ekspresi super-duper LEBAAAAY. Sasuke semakin tidak menyukainya.
"Hn. Memang selalu begitu. Sakura saat kau pulang kuliah besok aku akan menjemputmu." Kata Sasuke.
"Ta..tapi.."
"Tidak ada tapi-tapian Sakura-chan" jawabnya sekenanya lalu masuk ke dalam rumahnya.
Sakura hanya tersenyum melihat Sasuke. Ia kemudian teringat perkataan Itachi. Ah, dia menyimpan semua itu di dalam hatinya.
Cinta...
Satu kata, satu rasa, satu jiwa
Yang tak akan pernah habis-habisnya
Ia kekal dan abadi untuk selamanya
To Be Continued
Terima Kasih telah membaca sampai akhir
Terima kasih atas review, follow, favorite, dan ehm-silent reader :p hehehe
Akhir kata, Mind to Review? ^^
