Chansoo – Let's not fall in Love

-Side story-

Chanyeol menekan bel dengan keraguan yang sudah melekat sejak dia ditunjuk Kang seonsaengnim untuk mengantarkan beberapa berkas kepada Kyungsoo ―mantan pemilik hatinya, mungkin- ke rumahnya. Tentu saja semua siswa di sekolahnya heran mendengar ketika Do Kyungsoo, siswa teladan tidak masuk ke sekolah, sama dengan yang dipikirkan Chanyeol. Biasanya Kyungsoo akan mengirimkan pesan singkat atau memaksakan diri untuk menghadiri kelas. Lima belas menit kemudian Chanyeol melihat seseorang yang jarang ia lihat di rumahnya.

"Kau?"

"Aku Park Chanyeol, teman sekelasnya" Ucap Chanyeol dan Insung menganggukan kepalanya.

"Kenapa kau datang kesini?" Tanya Insung menatapnya kesal, ada setitik emosi yang mengingatkannya kepada sesuatu.

"Ya?" Chanyeol menatap ayah Kyungsoo dengan keheranan.

Insung sadar dengan pertanyaan ambigu Chanyeol "Nak, sepertinya kau tidak perlu mengantarkan berkas-berkas ini. Aku lupa mengabarkannya dan Kyungsoo sendiri juga tidak mau mengatakan hal ini kepada siapapun"

"Kyungsoo meninggalkan Korea pada saat malam penerimaan siswa baru. Kuharap kau tidak menanyakan hal lain kepadaku lagi dan aku, sebagai ayahnya sudah mengurus kepindahannya tanpa diketahui oleh temannya maupun gurunya sendiri"

Chanyeol membeku mendengarnya, tidak dapat mencerna informasi yang didapatkan secara mendadak oleh orang lain bukan dari seorang Do Kyungsoo "Ke― Kenapa bisa?"

"Itu adalah keputusannya sekaligus tuntutan dari kakeknya sendiri, aku tidak dapat melakukan apapun oke? Pergilah, mungkin kepala sekolahmu besok baru mengabarkan tentang hal ini" Insung segera menutup pintu rumahnya membiarkan Chanyeol terdiam didepan rumahnya.

"Omong kosong apa ini?"

"Good morning, Kyungsoo" Gumam Kris didepan pintu apartement mewah keluarga Do. Kyungsoo menatap pria itu sekilas dan kemudian menghela napas.

"Kenapa kau datang?" Tanya Kyungsoo heran, menatap pria yang selalu mencoba membuat keributan di apartementnya setiap pagi.

"Kenapa? Tentu saja aku ingin menemui tunanganku yang manis" Balas Kris dan tersenyum tipis. Tanpa ijin dari tuan rumah, Kris memasuki rumah itu.

"Kenapa kau bertindak semanis ini?" Tanya Kyungsoo datar, menatap pria tinggi itu dengan seenaknya duduk diatas sofa yang menghadap didepan jendela, menatap ke perkotaan Hong Kong.

"Aku tidak peduli dengan apa pun dengan ulahmu, keluarlah" Lanjut Kyungsoo dan Kris menatapnya dengan tatapan remeh.

"Ayolah tunanganku, aku tidak ingin hubungan kita sedingin ini"

"Aku tidak peduli dengan pertunangan kita sebenarnya" Jawab Kyungsoo dan pria tinggi itu menghentikan percakapan dengan sedikit rasa 'humor'-nya itu.

"Jadi karena apa? Cinta pertamamu?" Tanya Kris dengan santainya dan Kyungsoo membulatkan matanya, menatapnya tidak percaya.

"Hei, apa tebakanku benar? Cinta pertamamu?" Tanyanya lagi, mencoba membuat emosi Kyungsoo meluap.

"Tidak"

"Aku tau kau berbohong Do Kyungsoo"

"Untuk apa kau mencoba mengetahui tentang kehidupan pribadi seseorang yang hanya berstatus tunanganmu ini?" Tanyanya setelah menyerah.

"Bolehkah aku menebaknya lagi?" Tanya Kris, kemudian melanjutkan "Park Chanyeol bukan? Dia cinta pertamamu kan?"

"Kau― Kris Wu" Kyungsoo benar-benar kehabisan kata, menatap pria ini dengan tatapan tidak percaya.

"Kenapa? Kau tidak tau dia adalah saudara tiriku bukan? Hahaha! Sudah kuduga pria itu tidak mengatakan apa pun kepadamu yang polos ini"

Emosi Kyungsoo segera meluap-luap "Hentikan omong kosongmu"

"Aku tidak berbohong Do Kyungsoo, Park Chanyeol, dia adalah adik tiriku sendiri, cerita singkatnya ibuku meninggalkan ayahku karena ayahnya saat aku berumur 8 tahun. Ah ya, kenapa aku mengatakan kehidupan pribadiku ke tunanganku ya"

"Jadi bagaimana kau mengetahui tentang hubungan kami?" Tanya Kyungsoo, tidak habis pikir kenapa garis takdirnya tidak berhenti mempermainkannya.

"Ibu kami menduga bahwa kau adalah kekasihnya dan dia mengabarkannya kepadaku, oh ayolah aku tidak membenci ibu, aku hanya membenci Chanyeol dan ayahnya" Jawab Kris singkat.

"Jadi apa maumu sekarang Kris?" Tanya Kyungsoo sambil menatap tajam ke pria itu.

"Apa ya? Jadilah tunanganku dan menikah denganku"

"Kau terlalu basa-basi, intinya saja" Potong Kyungsoo dan mengepalkan kedua telapak tangannya.

"Berikan aku aset perusahaanmu saat kita menikah nanti kalau tidak" Kris membisikkan sesuatu ke telinga Kyungsoo

"Nyawa cinta pertamamu lah yang akan terancam ditanganku"

Kyungsoo terkejut mendengarnya, mencoba untuk tenang didepan pria itu dan Kris tersenyum menang. Ia segera keluar dari apartement tunangannya itu dengan langkah yang pasti.

Lutut Kyungsoo melemas, dia segera terjatuh ke lantai menatap kosong ke lantai itu, menganggap itu semua adalah mimpi dan tidak mempercayai apa pun itu "Chan― Chanyeol―"

Bulir-bulir air menetes turun dari kedua pelupuk matanya, membasahi tangannya yang tidak dapat bergerak di lantai "Siapapun―"

"Tolong selamatkan aku"