zzzzz, Kayaknya Sinsin lagi kesmbet dewa jashin ya?
Kenapa?
Abis Tumben bgt Sinsin nge-postnya cepet^^
Zzzz
Kenapa lagi?
Lagi Stlesss, Gala2 Stlesss jadi cadel...
Kok bisa??
Abisnya Jumlah Leviewnya menulun... Hiks2, Tapi ga pa pa lah, lagi pula salah Sinsin sendili nge postnya kelamaan^^ (Digiles Tlaktol)
Yawda, tetap semangat, ayo belusaha semoga di chaptel2 ke depan jumlah Leview telus meningkat^^
Summary: Setiap bunga sakura yang kita lihat selalu berwarna pink, memberikan kesan lembut, indah. Namun apa mungkin Sakura berwarna biru? Apa artinya sakura biru itu?
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
"Mengalih kan pembicaraan Sasuke?" tanya Shikamaru
"Tidak juga"
One Blue Sakura
- Chapter 2: New students–
HaKAl4 $!n
"Fiuh, akhirnya sampai juga di kelas" Hinata bernafas lega. Setelah perjuangan kerasnya tadi untuk mengejar waktu, akhirnya dia bisa sampai juga di kelas. Ia segera menyimpan tas birunya di atas meja.
"Hinata!" Sapa seorang gadis berambut merah.
"Karin? Ada apa?"
"Hey, Hinata, kamu sudah buat PR merangkum fisika bab 5 dari Kakashi-sensei belum?"
"Ano..."
"Kalau sudah aku pinjam ya! Jangan pelit2 dong Hinata, kita ini kan teman, Ayolah"
'Teman, begitu mudahkah mengatakan teman' batin Hinata.
"Jadi.......???? Gimana, boleh ya,ya, ya, ya, ya????"
"Eh, itu..., Ya sudahlah ini" Hinata mengeluarkan buku tulis denga sampul berwarna putih dari tasnya.
"Yey, makasih yagh, Hinata baik deh^^!"
Hinata hanya tersenyum terpaksa atas perbuatannya itu.
teng...teng....teng....
Terdengar bel masuk berbunyi, siswa siswi di kelas XI A segera kembali ke tempat duduknya sekali lagi. Tak Lama kemudian Masuklah Guru Kakashi, wali kelas mereka bersama dengan 5 orang pemuda mengenakan seragam yang sama dengan murid2 pria lainnya. Beberapa murid menjadi ribut dan berbisik-bisik karena 5 orang yang baru mereka lihat wajahnya hari ini, banyak siswi-siswi yang terpukau dengan ketampanan mereka terutama pada seorang Pemuda yang berdiri paling ujung dengan rambut chicken-butt dan mata onyx, serta yang tidak kalah saingan adalah seorang pemuda berambut merah dengan mata emerald.
Buk....buk...buk...
Kakashi memukul meja 3 kali, sukses membuat seluruh muridnya terdiam. "Hari ini ada murid baru yang akan belajar bersama dengan kalian di kelas ini." Kakashi memulai pembicaraan, "Mereka adalah murid pindahan dari SIS, Sunagakure International School, mohon bantuan kalian semua untuk membimbing mereka"
"Baik sensei" ujar sekelas kompak.
"Yah, Silahkan kalian perkenalkan diri"
"Nama saya Uzumaki Naruto, saya adalah pindahan dari SIS, saya sangat menyukai ramen"
"Nama saya Inuzuka Kiba, saya adalah pindahan dari SIS, saya sangat suka dengan musik"
"Nama saya Nara Shikamaru, saya adalah pindahan dari SIS, saya lebih senag bermalas-malasan dari pada kegiatan apapun"
"Saya Sabaku no Gaara, saya adalah pindahan dari SIS, saya lebih senang diam dan menghabiskan waktu sendiri"
"Uchiha Sasuke, apa yang saya suka bukanlah hal yang penting untuk kalian"
'Anak yang menarik, ia harus jadi milikku, bukan milik Ino' batin Karin lalu mendelik ke arah Ino.
'A...anak baru, sepertinya mereka terlihat sangat sombong' kata Hinata pada dirinya sendiri.
"Yah, silahkan kalian ambil tempat duduk masing-masing, mulai dari kamu Naruto, kamu duduk di belakang Hinata, siswi yang berambut panjang dengan warna biru tua, lalu Shikamaru, kamu duduk di paling pojok belakang sebelah siswi yang berambut pink, Sakura. Kiba kamu duduk di sebelah tembok di paling belakang, Gaara kamu duduk di depan Shikamaru tepat di sebelah jendela, dan Sasuke kamu duduk di antara Kiba dan Naruto, tepatnya di paling belakang" mereka duduk di tempat masing-masing setelah diberi instruksi dari Kakashi. Tidak membuang waktu lagi, Kakashi segera memulai pelajaran.
"Mari kita mulai pelajaran, jika bla...bla...bla.............."
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
"Shsss, shsss, Oi...." Naruto memanggil siswi berambut biru tua yang ada di depannya.
"A....ada a..apa" tanya Hinata gugup.
"Boleh aku meminjam pensil? Aku lupa untuk membawa alat tulisku..."
"Bo...boleh" Hinata segera mengambil pensil dari kotak pensilnya dan memberikannya pada Naruto.
"Zzzz, Hinata..."
"A...ada apa lagi?"
"Isi pensilnya habis..."
"oh, ma....maaf"
"Ia, tidak apa-apa"
"I...ini, pakai punyaku du...dulu"
"Terima kasih" kata Naruto sambil tersenyum lebar.
"I...iya...." kata Hinata dengan wajah merona dan segera melihat kembali ke depan.
"Bodoh..." komentar Sasuke singkat.
" *sigh*" Hinata menghela nafas berat 'tampaknya ini akan jadi hari yang panjang' batinnya.
"Hey Sasuke, kau sangat berutung ya?" goda Kiba dengan nada berbisik2 pada Sasuke.
"Diam kau Kiba" sahut Sasuke dingin.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Pulang Sekolah
"Hey, Hinata Kau harus ikut kami ya besok makan-makan di restoran yang baru di buka itu."
"Eh...a...aku?" Hinata kaget dengan ajakan Karin yang tiba-tiba menghampirinya sebagian dari murid-murid kelas itu sudah pulang.
"Iya, kau harus ikut, aku ga mau tau, harus!" kata Karin sambil tersenyum lebar dan norak (menurut author) ke arah Hinata.
"Eh.." Hinata semakin bingung, dan itu sangat terungkap dari ekspresi dan cara bicaranya yang terbatah-batah.
"Ku anggap iya. Kau juga ya, sekalian agar kita bisa berteman lebih dekat, ajak teman2 mu ya..." Karin menatap Kiba dengan tatapan menggoda (huek...)
"Heh, sebentar kupikir pikir dulu....
(tolak kiba TOLAK jangan diterima itu cuma siasatnya aja buat deketin Sasu!!!! Kiba: diem ah jangan gandeng lagi mikir nih!)
... boleh deh, bagaimana menurutmu Shika?"
"Ya, boleh lah" kata Shika dengan nada malas sambil berjalan ke arah mereka, ada Gaara di belakangnya.
"Aku juga mau ikut" timpal Naruto.
"Sasuke...? Gaara...?"
"Kalau kalian ikut kami juga, bukankah begitu Sasuke?" kata Gaara dengan nada datar.
"Hn"
"Pe....permisi aku ke toilet du...dulu, setelah i...itu aku mau langsung pu..pulang" Hinata segera berlari keluar sambil membawa tasnya. Kelas sudah kosong hanya tinggal mereka bertujuh sebelu Hinata pergi.
"Ada apa dengannya?" tanya Kiba, sebelah alisnya terangkat.
"Entahlah, ia memang seperti itu kalau malu atau gugup, daripada memikirkan dia, kenalkan namaku Karin" karin membrikan tangannya pada Kiba.
"Kiba" di menerima tangan Karin.
"Naruto"
"Shikamaru"
"Kurasa sudah kusebutkan di kelas" kata Gaara datar.
"cih"' Sasuke membuang muka.
"..." Karin menaikkan sebelah alisnya
"kurasa kau tidak bisa bercermin" ucapan Sasuke begitu datar. Ia segera meninggalkan ruangan kelas itu tampa membawa tasnya.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Di toilet
"Ah, bagaimana ini, apa alasan yang harus kuberikan pada orang tuaku???" Hinata bertanya cemas pada dirinya sendiri di cermin.
"*sigh*"
Ia memutuskan untuk segera pulang.
"Padahal semua akan lebih mudah bila kau bilang tidak"
Suara dingin yang menegurnya dari orang yang sedang bersandar ke tembok sambil memejamkan matanya sangat mengagetkannya, apalagi saat ia tahu siapa pemilik suara itu.
"Sa....sasuke?"
Sasuke membuka matanya lalu menatap Hinata. Hinata mengalihkan pandangannya ke arah lantai.
"Ta...tapi..."
"terserah kau saja, ketauilah besok aku juga akan datang" lalu Sasuke melangkah meninggalkannya menuju ke kelas. Hinata hanya menatapnya menjauh, lalu ia memutuskan untuk segera pulang ketika bayangan Sasuke menghilang dibaliik tembok.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Di kelas...
Suasana kelas sudah sangat sepi, hanya tinggal seorang siswa berkuncir di sana.
"Shikamaru..." sebuah suara menegurnya.
"Yang lain sudah pulang, ambil tasmu, kita juga pulang"
"Hn"
"Hn, hanya itu yang keluar dari mulutmu, apa tak ada kata lain, maksudku tadi apa saja yang kau bicarakan dengannya?"
"Maksudmu?"
"Ah, jangan berpura-pura tidak tahu atau jangan-jangan kau memang sudah kehilangan otakmu? Tentu saja pada Hinata, kau pikir siapa lagi? tadi kau menemuinya kan?"
"Bukan Urusanmu"
"Yah, terserah kau saja, ayo pulang"
"Hn"
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Di kediaman Hyuuga
"Bu, aku pulang."kata Hinata lemas.
"Kau kenapa Hinata? Sepertinya kau tidak ada semangat?"tanya ibunya dengan nada lembut.
"tadi di sekolah temanku mengajakku untuk pergi makan besok, aku ingin menolak tapi tidak bisa" kata Hinata sambil melepas sepatunya.
"Kenapa harus bingung, kalau kau sudah bilang iya ya pergi saja, ibu tidak akan melarangmu"
"Apa ibu tidak marah?" Hinata mengambil posisi dudu di meja makan.
Ibunya tertawa kecil.
"Tentu saja tidak, untuk apa ibu marah?"
"Benarkah?"
"Ya bener dong, masa bohong? Nih makan siangmu"
"Terimakasih bu."
"Sudah tidak apa-apa, makan sana, sepertinya kalau masalah seperti ini kau harus banyak belajar dari Hanabi"
"sepertinya..."Lalu Hinata menyantap makanannya sambil bercerita tentang hari-harinya di sekolah.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Di depan restoran tempat mereka janjian.
"Hinata, kenapa kau tidak bawa baju ganti kan kau sudah tahu hari ini kita akan pergi ke luar?" tanya Karin dengan nada sedikit geram.
"Sudahlah Karin lagi pula ini kan bukan masalah besar?"
"Kalian masuk duluan, ayo ikut aku" Sasuke segera menarik tangan Hinata, lalu berlari melewati kerumunan orang banyak kemudian berhenti di sebuah toko. Hinata tak sempat menolak, sebagian besar karena ia terlalu kaget. Sasuke membuka pintu itu lalu menarik Hinata untuk masuk.
"Permisi mbak, tolong carikan atasan dan bawahan untuknya dengan uang ini lengkap dengan alas kaki dan aksesoris lainnya bila dibutuhkan" Sasuke menyerahkan 5 lembar seratus ribuan pada pelayan toko itu.
Lalu pelayan itiu mengangguk, tak lama kemudian ia sudah kembali dengan pesanan Sasuke. Ia membawakan rok 15 senti diatas lutut berwarna jeans dengan desain model yang unik, kaos polos berwarna putih dan jaket lengan panjang dengan warna dan model yang serasi dengan roknya. Untuk alas kaki pelayan toko itu memberikan sendal bermerek flyshoes dengan model yang polos berwarna putih. "Semuanya Empat ratus empat puluh lima ribu tuan" kata pelayan toko itu.
"Baik saya ambil, Hinata cepat pakai itu"
"Ta...tapi...."
"Ayo cepat"
"I...iya" Hinata hanya menurut lalu berjalan setengah berlari ke ruang ganti. Tak lama kemudian ia keluar dengan baju yang dibelikan Sasuke. Sasuke sedikit terkejut melihat penampilan Hinata, sedangkan Hinata merasa sedikit malu, tak biasanya ia memakai baju pendek.
"Kau cantik" puji Sasuke.
"Te...terimakasih" muka Hinata merona.
"Ini bajumu nona, terimakasih, lain kali datang lagi ya" kata pelayan toko itu.
"Hinata mengambil bajunya"
"Ayo cepat, kita ditunggu" Sasuke segera menarik tangan Hinata, lalu segera membawanya berlari ke arah restoran tadi."
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Di depan restoran
"Sudah sampai" kata Sasuke melepaskan tangan Hinata, ia membukakan pintu restora dan menyuruh Hinata untuk masuk.
"Te...terimakasih"
"Akhirnya mereka sampai juga" kata Kiba.
"Dasar Sasuke itu seenaknya saja, pasti Hinata kaget setengah mati"
"Itu sudah pasti Naruto, kita lihat bagaimana pilihan Sasuke" kata Shikamaru
"Pilihan?" tanya yang lain kompak.
"Menurut dugaanku tadi itu pasti dia mengajak Hinata beli baju"
"oh" kata yang lain kompak lagi
"kok bisa tau?" tiba-tiba Naruto nanya
yang lain gubrak~
-
-
-
-
-
-
-
-
"wow, Hinata, kau cantik juga" puji sakura.
"Aku sependapat denganmu Sakura" kata Ino.
"terimakasih"
"ayo duduk, kami sudah pesan makanan untukmu" tampa banyak bicara ia langsung duduk.
"tak kusangka seleranmu bagus Sasuke" kata Kiba mengejek.
"... Bukan aku yang memilih, tapi pelayan toko itu"
"Oh, pantas saja"kata Naruto tiba-tiba
"Diam kau Naruto...
Yey, akhirnya beres juga setelah melalui petempuran hebat melawan rasa malas dengan bersimbah darah dan bercucuran keringat (LEBAY!)
Soooooo, Review plissssssssssssss?????
Kenapa Review sangat dibutuhkan? Karena Sinsin sampai kapanpun tetap membutuhkan bantuan para Senpai untuk memperbaiki kesalahan2 yang Sinsin perbuat^^
Yawda, jangan lupa Review ya^^
See u On NExT ChapiE^^
-HaKAr4 $1n-
