Qtalita Feat. WonIkaKyu Present

.

.

Wonkyu As Always

.

.

Enjoy it

.

.

KYUHYUN SIDE

Kyuhyun masih duduk di depan pintu kamar Siwon, meskipun namja berdimple itu tidak ada dikamarnya, ia harus menjelaskan sesuatu, ini salahnya walau tidak sepenuhnya, karena sepasang kekasih itulah yang merencanakan hal seperti ini.

Kyuhyun, Yeoja bermata bulat itu memeluk tubuhnya sendiri, ia kedinginan, angin pantai menusuk dibalik pakaiannya, ia cukup menggigil, tapi ia bertahan.

"Apa yang kau lakukan disini?"

Kyuhyun mengangkat kepalanya, senyumnya mengembang namun sedetik kemudian senyum itu lenyap ketika ia tahu jika bukan Siwon yang berdiri di depannya, melainkan Hyukkie, sahabatnya. Mata Kyuhyun kembali memanas, kecewa.

"Masih menunggu?" Sosok lain muncul, Donghae.

Kyuhyun semakin menenggelamkan kepalanya di antara lututnya, tidak ada tangisan namun Hyukkie tahu sahabatnya itu tertekan.

"Sebaiknya kau tidur Kyunnie, aku yakin Siwon akan baik-baik saja besok"

"Kau masih bisa yakin?" Kyuhyun menatap Hyukkie dengan mata memelas, ia bangkit, menepuk celananya yang sedikit berdebu dan mengikat rambutnya, selanjutnya Kyuhyun menarik jaket Donghae yang terlampir di bahu namja itu, memakainya meski tubuh kecilnya seakan tertelan.

"Kau mau kemana?" Hyukkie menarik lengan Kyuhyun ketika yeoja itu beranjak pergi tanpa kata-kata.

"Kau bilang Siwon akan baik-baik saja besok, aku harus menghadapinya ketika ia sedang tidak baik Hyukkie-ah" Kyuhyun menjawab tanpa berbalik.

Donghae menyentuh tangan Hyukkie lembut, tersenyum penuh arti hingga genggaman tangan Hyukkie di lengan Kyuhyun melemah dan akhirnya terlepas, membebaskan Kyuhyun pergi begitu saja.

Satu hal yang mereka lupa.

Kyuhyun tidak tahu jalan.

...

SIWON SIDE

Siwon melempar batu-batu karang kecil ke arah pantai di depannya, wajahnya tertekuk, yang biasanya tampak dingin kini sudah mencapai beku. Tak ada sorot apapun disana, hanya diam melebihi patung mannequin di etalase.

Siwon mengacak rambut legamnya, mengeluarkan erangan yang entah ia tujukan pada siapa.

"Sendiri?"

Siwon berbalik, memperhatikan sosok yang menepuk bahunya, matanya menyusuri kaki hingga wajah namja paruh baya yang berdiri disampingnya. Siwon hanya terdiam.

"Ahjussi yakin kau pasti sendiri, boleh ahjussi duduk disini?"

Siwon kembali diam, bungkam tidak tahu harus berkata apa. Sang Ahjussi hanya tersenyum maklum, meletakkan tubuhnya terduduk disamping Siwon, cukup aneh bagi Siwon, seorang namja setengah abad berjalan sendiri di tengah malam? Yang benar saja, ini cukup dingin, terlalu rentan bagi usia tua, bukankah lebih bagus ahjussi itu berada dirumah bersama istri dan keluarganya.

"Ahjussi sama sepertimu, sendiri"

Siwon meneguk ludahnya sendiri, sendiri yang ahjussi itu maksud pasti jauh lebih 'sepi' dibanding Siwon alami.

"Apa ahjussi tinggal disini?" Siwon mencoba membaur dengan namja yang baru saja ia kenali itu.

"Ne, bersama orang-orang terdekatku" Sang Ahjussi menepuk lengan jaketnnya yang sedikit terkena pasir pantai, menyebarkan debu-debu kecil yang terlihat melayang. Siwon sesekali mengibaskan tangannya.

"Lalu kenapa Ahjussi berkata jika Ahjussi sendirian?" Siwon kembali bertanya yang dijawab dengusan cepat ahjussi.

"Karena egois, ya egois"

Siwon mengernyitkan dahinya tidak mengerti, ia melirik sang ahjussi, jika saja ternyata ahjussi itu hanya sebagian orang gila yang berkeliaran, tapi Siwon kembali ragu dengan pemikirannya, ahjussi itu terlalu bersih untuk ukurang orang gila.

"5 tahun lalu ahjussi sering datang ke tempat ini bersama sahabat ahjussi, sahabat yang selalu ada untuk ahjussi, berada disamping ahjussi, menopang dan selalu menolong ahjussi, hingga suatu masalah terjadi dan..kami berpisah"

Siwon tertegun, sang ahjussi mengeluarkan selembar gambar dari dalam jaket tebalnya, tampak 3 orang namja muda disana saling berangkulan dengan senyum mengembang, siwon bisa menebak sang ahjussi berada dimana, tepat ditengah dengan merangkul 2 lainnya.

"Yang selalu menjadi penyesalan untuk ahjussi adalah, kami berpisah hanya karena masalah kecil"

"..."

"Hanya karena jus tomat"

Siwon mengangkat sebelah alisnya, semudah itu? Masalah seringan itu?

"Hari itu ketika ulang tahunku, sebuah pesta kecil di kebun belakang, sangat sederhana namun kedua sahabatku sudah cukup membuatnya meriah, waktu itu Sahabat ahjussi saling berebut jus tomat, menariknya kearah berlawanan, bergantian. Hingga jus tomat itu terlempar dan mengenai baju kesayangan ahjussi"

Siwon menatap Ahjussi disampingnya, merasakan gurat-gurat penyesalan disetiap kerutan wajah tuanya. Siwon menghela nafas panjang, memberi kesempatan namja tua itu melanjutkan ceritanya.

"Ahjussi marah, sangat marah hingga mengusir mereka dari rumah, mereka pergi dengan permintaan maaf, yang sayangnya ahjussi tidak tahu jika itu adalah permintaan maaf terakhir mereka"

"Maksud Ahjussi? Mereka.." Siwon menggantung kata-katanya, kembali menatap selembar gambar yang warnanya mulai memudar.

"Mereka kecelakaan ketika diperjalanan pulang, dan tidak tertolong lagi"

Siwon mematung. Ia mengingat kejadian siang tadi, Ah tidak! Tidak mungkin hal itu akan terjadi pada dirinya, toh sahabatnya hanya Donghae saja, Hyukkie dan Kyuhyun bukanlah yang terdekat, Hah! Mengingat yeoja itu rasanya Siwon ingin kembali meledak.

"Jangan terlalu lama nak, jangan terlalu lama menyimpan rasa marahmu"

Siwon merasa bahunya kembali ditepuk, ahjussi tadi sudah berdiri.

"Ahjussi?"

"Ahjussi harus pulang, sudah saatnya kereta ahjussi berangkat"

"..."

"Ingat pesan ahjussi"

Siwon mengangguk, matanya masih mengekor kemana sosok lanjut usia itu pergi, menyeberang jalan, lalu naik ke sebuah bus yang melaju pelan.

Siwon menunduk, malam kian larut, siwon bisa melihatnya dari ombak pantai yang kini sudah menyentuh jari kakinya, Siwon melirik jam tangannya, meperhatikan dua jarum berbeda ukuran itu berputar.

Pukul 11 malam, sudah terlalu larut, Siwon memutuskan pulang, ahjussi tadi benar, kemarahannya hanya akan memperburuk keadaan.

Kali ini Siwon mengalah, ya.

...

Donghae meneguk gelas ketiga berisi kopi di depan mini bar, matanya mengekor pergerakan yeoja berambut terang didepannya yang masih saja berputar-putar mengelilingi dapur sambil menggigit ujung jarinya, identik dengan mimik gelisah. Donghae menyeduh kopi lagi untuk gelas keempatnya.

Cklek.

Pintu utama terbuka, Donghae berdiri cepat menghasilkan bunyi derak kursi dengan lantai.

"Ya Tuhan, Siwon! Akhirnya kau kembali, kau tahu kami sangat mencemaskanmu"

Siwon tersenyum samar dengan kelakuan sahabatnya itu, dan senyumnya semakin mengembang ketika melihat tubuhnya tertarik kedalam pelukan namja bertubuh mungil itu.

"Lee Donghae mianhe"

Donghae melepas pelukannya, memukul dada Siwon keras.

"Kau tahu Siwon, kalian membuat kami cemas, Ya Tuhan, kepalaku terasa sakit" kali ini Hyukkie ikut muncul dari balik ruangan dengan memijit kepalanya.

Siwon mengerutkan keningnya. 'kalian'?

"Siwon? Dont say, let me guess, kau tidak bertemu dengan Kyuhyun?" Hyukkie melempar tatapan membunuh, Siwon tidak menjawab ia melewati Donghae yang berdiri didepannya, Siwon membuka semua pintu kamar dan tidak menemukan Kyuhyun di semua tempat.

"Siwon, kau bertemu Kyuhyun bukan?" Donghae menahan lengan Siwon ketika namja itu hendak membuka pintu kamar mandi.

"Dia tidak disini, sejak sore tadi, she's going to find you" Donghae meremas lengan Siwon ketika Siwon masih bersikeras membuka pintu kamar mandi.

Cklek.

"See? Kami tidak berbohong Choi Siwon!" Hyukkie membuka keras pintu kamar mandi yang berisi kehampaan. Hati Siwon mencelos.

...

Hyukkie duduk gelisah, kegelisahan yang kedua kalinya. Donghae meneguk gelas kopi kelima nya, sementara Siwon berusaha menghubungi nomor ponsel Kyuhyun.

Miris, bahkan nada sambung pun hanya terisi operator, ponsel Kyuhyun tidak aktif. Siwon mendengus keras sebelum meja kayu di depannya terbelah menjadi dua, membuat keributan cukup keras dan membuat Donghae tersedak kopi.

"Siwon? Apa yang kau lakukan?"

Dan demi apapun Hyukkie rela melempar semua yang ada dihadapannya sekarang, jika itu bisa mengganti pemandangan dimana Siwon berlutut di depan meja kayu yang rusak dengan tangan penuh darah.

"Ya Tuhan, Donghae!" Hyukkie memegangi ujung meja tanpa sedikitpun menyentuh Siwon, matanya berkunang-kunang melihat cairan merah kental masih saja mengaliri kepalan tangan Siwon.

Derap langkah Donghae terdengar mendekat, namja itu sempat memekik sebelum menarik paksa Siwon yang masih tak bergeming dari tempatnya, Hyukkie mengikuti dengan kaki bergetar.

"LEPASKAN AKU!" Siwon memberontak, melepaskan rangkulan Donghae, namja bermarga Choi itu berjalan sempoyongan menuju toilet, mencuci kasar tangannya, lalu membalutnya asal.

"Siwon! Demi Tuhan, jangan seperti ini, tenanglah" Donghae kembali menahan lengan Siwon walaupun itu cukup sia-sia.

"She's gone! And that caused of me!" Siwon mengenakan kembali jaketnya, meringis kecil ketika lukanya tersentuh, ia tidak peduli.

Siwon sama sekali tidak peduli dengan pandangan sepasang kekasih di depannya, entah kemana perginya image tenang dan tampak tidak peduli dari diri Siwon. Yang jelas kini ia hanya ingin menemukan Kyuhyun, yeoja galak dengan mata bulat.

"Siwon!" Donghae berteriak keras, menghentikan Siwon.

Hening.

Hanya keheningan diantara ketiganya, hingga terdengar suara isakan Hyukkie.

"Mianhe" Bisik Siwon, namun Donghae masih memegang lengannya, melarangnya untuk pergi, lebih tepatnya untuk saat ini, Donghae merasa mereka perlu berfikir lebih jernih untuk mencari jalan menemukan Kyuhyun, mereka sama-sama asing ditempat ini.

"Siwon, aku mohon" Donghae memelas, namun Siwon tidak menampakkan niat untuk berbalik dan duduk, ia masih berdiri di ambang pintu.

"..."

"Siwon.."

Hyukkie menyentuh tangan Donghae lembut, tersenyum penuh arti walaupun isakan kecil masih terdengar, sama seperti ketika sore tadi Donghae mengizinkannya melepas Kyuhyun.

"Siwon, aku mohon bawa Kyuhyun pulang, i trust you" Lirih Hyukkie menarik lembut tangan Donghae.

Siwon hanya mengangguk lalu pergi dengan berlari kecil.

Mencari Kyuhyun dimanapun.

Hingga yeoja itu berada di dekatnya lagi.

...

KYUHYUN SIDE

Yeoja berambut coklat itu memeluk perutnya yang sedari tadi berbunyi nyaring memalukan, ia menggigit bibir bawahnya lalu sesekali menelan ludahnya ketika wangi aroma makanan tercium.

Kyuhyun masih mengedarkan pandangannya disekeliling pasar malam, mencoba mencari Siwon ditempat yang ia yakini Siwon berada, pasar dimana tadi rencana bodohnya berjalan.

Kyuhyun, yeoja itu memukul kepalanya sedikit keras, merutuki kebodohannya mengikuti ide pasangan gila itu a.k.a Eunhae, jika saja ia sedikit lebih bersabar dan menunggu hingga Siwon menyadari kehadirannya, pasti kejadian ini tidak akan terjadi dan ada kemungkinan jika malam ini ia akan makan malam bersama Siwon.

"Ugh, Stupid!" Kyuhyun kembali mendumel, ia mendudukkan tubuhnya di bangku taman dekat pasar, betisnya terasa ingin meledak, nyeri.

Dan satu lagi kebodohannya, ia tidak membawa dompet, dan ponsel. Yang ia bawa hanya selembar jaket tebal milik Donghae, yang sialnya tidak berisi apa-apa di setiap sakunya.

Kyuhyun kembali memeluk perutnya, wajah pucatnya semakin terlihat pucat, perutnya terasa mengiris, perih, ia juga mulai merasa mual dan pusing.

"Apa aku akan mati? Tapi aku belum mendapatkan Siwon" Rengeknya menghadap langit.

"Jangan sekarang" Lanjutnya, pandangannya mulai mengabur, gelap, ani! Abu-abu.

"Aku mohon jangan sekarang" Lirihnya menunduk di sela lututnya yang terlipat, rambut coklatnya yang terikat berayun diterpa angin, melambai-lambai di belakang telinganya.

Tubuhnya terasa sangat lemas hingga bersandarpun tidak mampu ia lakukan.

Kyuhyun menengadah, ia harus mencari Siwon, menjelaskan semuanya, ia tidak boleh menyerah, tidak!

Bruk!

Kyuhyun terjatuh setelah ia memantapkan hatinya untuk kembali mencari Siwon, bertepatan dengan..

"Kyuhyun!"

...Siwon yang menemukannya.

...

Kyuhyun terbangun dengan kepala yang pening dan lengan kebas, Kyuhyun melirik samping atasnya, ia mengerang tidak ada peralatan infus disana, jadi lengannya?

"Ah Kyunnie kau sudah terbangun, Ya Ampun kau tahu betapa khawatirnya aku, kau darimana saja? Apa tidak terjadi sesuatu denganmu? Kau tidak diganggu orang jahat bukan?"

Hyukkie sahabatnya, langsung memberondongnya dengan seribu pertanyaan, Kyuhyun menggigit bibir bawahnya semakin pusing. Yeoja dihadapannya kurang lebih sama dengan atasannya di kantor. Cerewet.

"I'm okay Hyuk, hanya sedikit pusing"

"Tentu saja! Kau pasti belum makan sejak kemarin" Hyukkie bergegas membereskan meja nakas Kyuhyun yang nantinya akan ia letakkan beberapa makanan.

"Tunggu sebentar okay"

Kyuhyun mengangguk, yeoja manis itu membenarkan rambutnya yang semakin terlihat ikal, kusut.

"Ah, kau sebaiknya berterima kasih pada Siwon, dia yang menemukanmu semalam" Ucap Hyukkie di ambang pintu lalu menunjuk seseorang dibaliknya. Siwon.

Kyuhyun kembali menggigit bibir bawahnya sedikit lebih keras, ia bahkan belum tampil rapi dan belum menggosok gigi, bagaimana ia bisa berbicara dengan Siwon. Oh Tuhan, Kyuhyun bahkan masih memakai piyama biru nya.

"Bagaimana keadaanmu?" Tanya Siwon tanpa basa basi, namja itu duduk di sofa dekat jendela, beberapa meter dari tempat Kyuhyun berbaring, ah sekarang yeoja itu tengah duduk bersandar di ranjangnya.

"B-baik, eum, gomawo sudah menolongku semalam" Kyuhyun menyisir rambutnya dengan jari, namja di depannya diam tanpa mimik membuat Kyuhyun sedikit salah tingkah karena hanya ditatap seperti itu.

"S-siwon?"

"Lain kali jangan membuat masalah, kau merepotkan"

Deg.

Kyuhyun, yeoja berparas manis itu mengerjapkan matanya, Siwon sama sekali tidak bercanda ketika mengucapkan kata-kata itu, mata tajam namja itu tepat menusuk, tanpa perasaan sama sekali.

"Seharusnya kita sudah mengerjakan tugas yang diberikan Chullie, dengan kau yang hanya membuat masalah dua hari ini, aku tidak yakin bisa menyelesaikan semuanya"

Kyuhyun meremas selimut yang masih menyelimuti tubuh bawahnya, ia sekuat hati tidak menangis didepan namja dingin nan mempesona itu, Kyuhyun memperhatikan gerak-gerik Siwon tanpa berkedip, takut tetesan bening itu ikut meluncur bersamaan dengan kedipan matanya.

"Jadi sebaiknya kau berkemas lalu pulang, aku bisa menyelesaikannya sendiri"

Siwon bangkit, berlalu tanpa sedikitpun menoleh ke arah Kyuhyun.

Nafas Kyuhyun berpacu cepat, emosinya serasa ingin meledak,

"Sabar Kyuhyun, sabar" Ucapnya mengipasi wajahnya yang mulai memerah.

Tes

Tes

Kyuhyun menangis namun tanpa isakan, ia meredam sakit hatinya dengan menarik nafas panjang-pendek. Hyukkie yang baru saja masuk ke kamarnya terkejut dengan kondisi Kyuhyun, takut jika yeoja manis itu kenapa-kenapa.

"Kyunnie what happen'?" Hyukkie mengguncang bahu Kyuhyun yang bergetar kecil.

"jangan katakan jika ini berhubungan dengan Siwon?" Lanjutnya, Kyuhyun hanya diam, jemarinya saling mengepal gelisah.

"Sssshhh, sudah dont cry babe" Hyukkie memeluk Kyuhyun lembut, yeoja berambut nyentrik itu menyeka airmata Kyuhyun lalu tersenyum lebar.

"Kyunnie bukan yeoja cengeng, ayolah kau tidak selemah ini"

Kyuhyun mendesah. Ia menarik selimutnya terlepas, berusaha berdiri dengan bertumpu pada pinggir ranjang. Ia melangkah mendekati jendela, menatap kerumunan orang-orang di tepi pantai, matanya tertuju pada namja dengan singlet hitam disana, berdiri di tengah hamparan pasir, tengah menatap sesuatu dari view finder kameranya.

"Apa Siwon berbuat sesuatu?" Hyukkie ikut berdiri di samping Kyuhyun, mengikuti arah pandang sahabatnya.

"Apa aku merepotkan?" Kyuhyun bertanya balik tanpa mengalihkan pandangannya, kali Ini Siwon bergerak sedikit dari tempatnya semula, hanya berjarak beberapa meter.

"Ayolah Kyuhyun, kau hanya sedikit tegang berhadapan dengan Siwon hingga membuatmu terlihat berbeda, dan kaku. Cobalah biasa saja, seperti Kyunnie dengan keceriaannya" Hyukkie mengunyah sepotong apel segar sambil kembali memperhatikan Siwon.

"Eh, Siwon kemana? Hhh, mandilah, aku tunggu dibawah" Ujar Hyukkie, Kyuhyun hanya mengangguk.

Ketika bayangan Hyukkie sudah tidak terlihat Kyuhyun melangkah gontai ke depan cermin besar di ruangan itu, memperhatikan guratan di wajahnya, gurat tertekan dan tegang, apa Hyukkie berkata benar? Bathinnya, Kyuhyun mengikat rambutnya, memperhatikan sedikit bagian wajahnya yang perlu relaksasi.

"Aku bisa setua Chullie kalau seperti ini terus" Ucapnya.

Kyuhyun menarik handuk dan perlengkapan mandinya.

"Berendam mungkin bisa menyenangkan"

...

SIWON SIDE

Klik

Klik

Klik

Siwon kembali mengamati hasil tangkapan kameranya, tersenyum puas meski hanya segaris di bibirnya, ia benar-benar berniat untuk mengerjakan semuanya sendirian, tanpa bantuan yeoja merepotkan seperti Kyuhyun.

Ah berbicara tentang Kyuhyun, sedari tadi Siwon merasa ada yang memperhatikannya, Siwon menoleh sebentar lalu kembali berkutat dengan kameranya, mengambil gambar sebanyak mungkin, toh disini editornya juga ikut, ia bisa langsung mengerjakan semuanya sebelum berhadapan dengan singa asli a.k.a Chullie sang bos.

"Siwon!" Siwon tidak jadi mengambil gambar, ia menghela nafas jengkel, suara itu, suara yang membuat telinganya berdengung secara tiba-tiba. Siwon berbalik, matanya membulat ketika berhadapan dengan yeoja yang selama ini merepotkannya. Kyuhyun.

"Apa yang kau lakukan?" Tanya Siwon singkat.

"Tadaaaa, saatnya kita bekerja, kajja!" Kyuhyun memperlihatkan beberapa note dan alat perekam di depan Siwon, setelah itu ia menarik tangan Siwon tanpa persetujuan namja itu terlebih dahulu.

Sreett.

"Aku bisa berjalan sendiri" Siwon menarik pergelangan tangannya yang ditarik Kyuhyun, Kyuhyun hanya mempoutkan bibirnya jengkel.

"Lagipula aku bisa menyelesaikannya sendiri, kembalilah ke kamar" Siwon melewati Kyuhyun, matanya sama sekali tidak memandang wajah Kyuhyun yang merengut.

"Aiissssshhh, kau menyebalkan Siwon-ssi, kita ini Tim, kita harus bekerja sama" Kyuhyun mengikuti Siwon dengan langkah kecilnya, ia sesekali berlari agar dapat menyamakan langkahnya dengan namja berotot di depannya.

Bruk.

Siwon berhenti membuat Kyuhyun yang ada dibelakangnya menabrak punggungnya. Siwon berbalik, memperhatikan yeoja yang tengah mengusap-usap hidung mancungnya karena menabrak punggung Siwon beberapa detik lalu.

Siwon mengernyit, Kyuhyun, yeoja galak, menyebalkan didepannya hanya mengenakan celana pendek selutut, dan tank top berwarna abu-abu dipadukan dengan scarf wool tipis berwarna senada, rambut ikal panjangnya diikat menghasilkan kunciran yang membuat wajahnya tampak seperti anak-anak, poni yang biasa menutupi dahinya juga ditarik ke atas dengan pita kecil menjepitnya. Rona merah nampak di pipi Kyuhyun yang sedikit gembil. Nafas Siwon tercekat sebentar, ia tidak pernah memperhatikan Kyuhyun seintens ini sebelumnya.

"Ehm, baiklah, tapi jangan merepotkanku" Siwon berdehem sebentar sebelum kembali berbalik dan melangkah cepat, Kyuhyun bersorak riang mengikuti Siwon dengan setengah berlari.

Semoga hari mereka bisa lebih baik.

...

Siwon mengipasi dirinya dengan selembar peta kecil yang ia dapat dari bagian souvenir, kacamata hitam yang sedari tadi bertengger di kerah bajunya kini sudah terpasang apik di depan kedua matanya, matahari semakin menyengat, kameranya ia kalungkan sementara matanya bergerak lincah dari balik kacamata, memperhatikan Kyuhyun yang masih bersemangat kesana kemari mewawancarai beberapa turis dan penduduk lokal, Yeoja itu tampak lelah, namun sesekali ia mengacungkan kepalan tangannya ke udara berusaha menyemangati dirinya.

Siwon tersenyum, samar, Kyuhyun mengingatkannya pada seseorang, ah! Sebaiknya Siwon tidak pernah mengingat itu lagi.

Iseng, Siwon mengarahkan kameranya pada sosok Kyuhyun yang sedang berdiri di tepi pantai menikmati ombak kecil bersama anak-anak, mereka saling berkejaran ketika ombak pantai menyentuh kaki mereka.

Klik

Klik

Siwon tersenyum puas, senyum paling indah yang pernah ia tunjukkan, menampilkan dimple di kedua pipinya.

'Kyuhyun' Gumamnya.

"Siwon! Fyuh, kau tahu kita sudah menemukan beberapa bahan artikel nanti, mereka semua sangat baik, aaahhh aku benar-benar senang" Kyuhyun mendekat, menceritakan semua yang ia alami sejak tadi, Siwon segera menyembunyikan kameranya. Ia berdehem sebentar.

"Lalu?"

"Ck, ayolah Siwon kau terlalu kaku, santailah sedikit, aw aku haus" Kyuhyun berdecih sebelum ia menyentuh lehernya merasakan kekeringan di tenggorokannya.

"Ini" Siwon menyerahkan sekaleng minuman segar ke arah Kyuhyun, Kyuhyun mengerjap lucu, namun segera menerima tawaran Siwon sebelum namja itu menarik kembali tangannya.

"Ah, Gomawo.." Ucapnya, Kyuhyun meneguk sekaligus minumannya, tanpa bernafas terlebih dahulu, ia benar-benar merasa haus. Tanpa menyadari jika Siwon sedari tadi memperhatikannya.

"Sudah lega?"

Kyuhyun mematung, bukan karena pertanyaan Siwon tapi karena tangan Siwon yang merapikan rambutnya kebelakang telinga disertai senyuman, senyum tulus tanpa dibuat-buat.

"Ah, N-ne, G-gomawo"

"Kalau begitu Kajja, kita lanjutkan lagi"

Siwon segera bangkit, berjalan menjauh tanpa menunggu Kyuhyun yang masih mematung, jemarinya masih bergetar.

'Siwon? Tersenyum?' Bathinnya.

...

TBC

Eh nah lho? Ini ada apa? Setelah lama dianggurin eh pas diapelin malah TBC tiba-tiba hehehe

Gimana? Gimana? Itu Siwonnya udah bengis g? Kurang? Mau ditambah? Hahahaha

Oia, makasih banyak udah mau nunggu ff ini, walaupun updatenya ga jelas kapan *perasaan semua kata2 di ff pasti sama deh, permohonan maaf semua*

Anyway, makasih juga udah bersedia baca and review di setiap chapternya, walaupun Qai g bisa balas reviewnya satu-satu tapi Qai bacanya berulang kali lho, mengikuti keinginan teman-teman, jadi kadang plot ceritanya berubah ditengah sesuai keinginan teman-teman, makanya updatenya kadang lama hahahahaha *buka rahasia*

Maaf yaaa,

Qai