SORRY FOR TYPO(S) :(
Typo(s) is my style :p
.
HUNHAN : Kids!
.
Happy Reading ^^
.
Luhan. Kim Luhan merupakan anak dari pasangan suami-istri Kim Junmyeon dan Zhang Yixing. Luhan mempunyai darah campuran Korea –dari papanya dan China –dari mamanya. Kim Junmyeon merupakan direktur di perusahaan ayahnya –sekarang menjadi miliknya, 'Kim Group'. Perusahaan yang bergerak dibidang elektronik. Luhan lahir di Korea, tetapi karena ia harus mengikuti papanya yang sedang mengurus cabang perusahaan di China, jadi Luhan tinggal di China. Beberapa tahun kemudian mereka –Luhan dan orangtuanya– memutuskan untuk kembali ke Korea.
Sudah satu minggu ini Luhan bersekolah di SM Elementary School. Luhan termasuk anak yang mudah bersosialisasi –walaupun awalnya masih malu-malu, dan sekarang Luhan sudah mempunyai teman baru yaitu Baekhyun, Kyungsoo, Sehun, Chanyeol, dan Kai. Sebelumnya, Baekhyun, Kyungsoo, Sehun, Chanyeol, dan Kai sudah bersahabat.
Pagi ini Luhan terbangun karena merasakan guncangan ditubuhnya.
"Lulu, sayang, bangun." Suara wanita mengalun lembut mengusik tidur Luhan.
"Eung. Sebental lagi Mama.." Luhan hanya menggeliat pelan kemudian menarik selimut untuk menutupi wajahnya.
Wanita yang dipanggil Luhan mama itu menghela nafas pelan. Kemudian kembali membangunkan putri semata wayangnya. "Ini sudah siang sayang. Lulu harus pergi kesekolah." Kata mama Luhan sambil menyingkap selimut yang menutupi wajah putrinya dan memperi kecupan-kecupan disetiap jengkal wajah Luhan.
Perlahan mata rusa itu terbuka dan mulai menyesuaikan cahaya.
"Gendong." Ujar Luhan manja sambil merentangkan kedua tangannya. Mama Luhan hanya geleng-geleng kepala kemudian mengangkat tubuh mungil putrinya untuk dibawa kekamar mandi. Ya.. dimandikan.
Selesai mandi Luhan dipakaikan seragam oleh Mamanya. Kemudian dengan telaten Mama Luhan-pun menyisir dan mengepang rambut Luhan.
Mereka berjalan keluar kamar dengan bergandengan tangan. Sampai pada tangga terakhir, seorang pria yang duduk di kursi meja makan menyapa Luhan.
"Pagi Princess," Sapa pria tersebut.
"Pagi Papa," Luhan menjawab sapaan pria yang dipanggil 'papa' kemudian berlari kecil mendekati papa-nya dan mencium pipi pria berwajah angelic itu.
"Jja, dimakan pancakenya." Keluarga kecil itu mulai menyantap sarapannya setelah berdoa.
"Selesai.." Mama Luhan-pun membereskan piring dan gelas yang digunakan.
"Kajja, Lulu, berangkat." Ajak Papa Luhan.
"Ma, kami belangkat, annyeong." Luhan berpamitan dengan Mamanya.
"Ne, hati-hati sayang. Ini, bekalnya jangan lupa dimakan ne," pesan Mama Luhan sambil memberikan kotak makan berwana merah muda pada Luhan.
"Ne mama. Kajja Papa." Luhan berjalan menghampiri papanya yang sudah berada diambang pintu kemudian berjalan memasuki mobil. Luhan berangkat sekolah bersama papanya yang akan berangkat ke kantor.
"Bye bye mama..." mobil merekapun berjalan menjauhi pelataran rumah mewah tersebut.
.
Sedangkan dirumah tak jauh dari rumah luhan,
Berbeda dengan keluarga Kim. Pagi ini di keluarga Oh, Sehun bangun karena terusik dengan sinar matahari yang tampa ampun menelusup masuk kekamarnya melalui celah-celah gorden kamarnya.
"Eungh," Sehun menggeliat pelan dan merenggangkan tubuhnya kemudian langsung berlari menuju kamar mandi setelah menyahut suara Mommynya yang ia yakini berada didepan pintu kamarnya.
Selesai mandi, Sehun memakai baju seragam sekolahnya lalu berjalan keluar kamar, menuruni tangga dan duduk dikursi meja makan.
"Pagi Mommy!" menyapa wanita yang berperawakan bak model dan merupakan ibunya. Huang Zitao. Wanita keturunan China sama dengan Mama Luhan –Yixing–.
Kemudian beralih menyapa pria yang duduk dikursi meja makan sambil meminum kopi paginya. "Pagi Daddy!" Kris –nama pria itu– mengalihkan pandangannya pada Sehun.
"Pagi Sehunnie!" jawab Zitao dan Kris hampir berbarengan.
"Wah, omelette..."
"Mommy memasak omelette kesukaan Sehunnie. Ayo dimakan."
Oh Sehun merupakan putra tunggal hasil pernikahan Zitao dan Kris. Zitao berasal dari China sedangkan Kris berdarah campuran Korea –ibunya– dan Cina-Canada –ayahnya–. Kris Oh adalah seorang CEO diperusahaan yang bergerak dibidang properti. Sebelumnya hanya diidang properti, tetapi sekarang juga bergerak dibidang jasa dan banyak lagi. 'Oh Corporation'.
Selesai makan, Sehun berangkat sekolah diantar Daddynya yang juga akan berangkat kekantor.
"Hati-hati.." Zitao melambaikan tangannya melihat mobil suaminya berjalan keluar gerbang rumah. Dan dibalas lambaian tangan oleh Sehun.
.
"Belajar yang rajin ne, nanti Paman Kang yang menjemputmu." Pesan Junmyeon setelah mereka sampai didepan gerbang sekolah Luhan.
"Ne papa," balas Luhan sambil mencium pipi papanya kemudian turun dari mobil dan berjalan memasuki sekolahnya.
Sesampainya dikelas, Luhan disambut oleh temannya. Baekhyun dan Kyungsoo.
"Pagi Lu," sapa Baekhyun dan Kyungsoo
"Pagi Baek, pagi Kyung." Jawab Luhan sambil tersenyum manis.
Mereka kemudian berbincang-bincang sambil menunggu bel masuk.
Selang beberapa menit, terdengar suara yeoja menyapa Sehun, Chanyeol, dan Kai.
"Pagi Hunnie, Yeollie, Kai-ya."
Yang disapa langsung melenggang pergi melewati yeoja itu tanpa menjawab sapaan yeoja tersebut.
Sudah tak asing lagi bagi murid kelas tersebut. Tiga anak perempuan mencari perhatian dari ketiga anak laki-laki tersebut –Sehun, Chanyeol, Kai–. Tapi Luhan masih heran, kenapa mereka tidak membalas sapaan ketiga perepuan itu?
"Eum, pagi Sehun, Chanyeol, Kai."
"Pagi Luhan, Baekhyun, Kyungsoo."
Akan tetapi ketika Luhan atau Baekhyun atau Kyungsoo yang menyapa, mereka akan menjawab sapaan temannya itu. Dan hal itu membuat ketiga anak perempuan tadi agak jengkel.
Tak lama kemudian terdengar suara bel tanda kelas akan dimulai.
"Selamat pagi anak-anak." Jung Seonsaengnim memasuki kelas dan menyapa murid-muridnya.
"Pagi Ssaem." Seperti biasa, murid-murid menjawab sapaan gurunya dengan semangat.
"Baik anak-anak, ayo bukunya dibuka halaman 21." Perintah Jung Ssaem. Dan murid-murid pun mulai membuka bukunya.
Setelah jam pelajaran selesai, bel istirahat berbunyi. Para murid-murid pun berjalan bergantian keluar kelas untuk mengisi perutnya di kantin.
"Kajja Lu, kita kekantin." Ajak Chanyeol.
"Ah, tunggu sebental. Aku akan membawa bekalku ke kantin." Sahut Luhan
"Kajja," Luhan menarik tangan Baekhyun dan Kyungsoo. Mereka –Luhan, Baekhyun, Kyungsoo, Chanyeol, Kai– berjalan berbarengan menuju kantin tanpa Sehun. Karena Sehun tidak terlalu suka keramaian. Kantin itu ramai 'kan?
Sehun yang sedang memandang keluar jendela dikejutkan oleh suara perempuan. Dan ketika Sehun menoleh, ia langsung memandang datar perempuan itu. Seakan tahu jika perempuan itu akan mengganggu istirahatnya, Sehun langsung bangkit berjalan keluar kelas meninggalkan perempuan yang menatapnya sekarang sebal itu.
Sehun berjalan menyusiri koridor tanpa menghiraukan suara perempuan yang berusaha mengejarnya karena tertinggal jauh. Awalnya Sehun akan ke taman sekolah, tetapi niatnya itu ia urungkan karena melihat sosok cantik bermata bak rusa sedang tertawa lepas bersama sahabat-sahabatnya. Kemudian ia berjalan memasuki kantin. Ketika sampai di pintu kantin, ia memandang datar Kai yang sedang membersihkan bibir Luhan degan tisu. Anak-anak yang lain belum menyadari kedatangannya. Tiba-tiba-
BUGH!
"Ah, maaf aku tidak segaja."
- Seorang anak lelaki yang Sehun yakini seniornya itu tak sengaja menabrak bahunya.
"Tidak apa-apa,"
Kemudian anak laki-laki itu berjalan mengendap mendekati meja yang tak jauh dari tempat Sehun berdiri. Sehun mengamati apa yang dilakukan seniornya itu.
Ah, Sehun ada ide.
Kemudian Sehun melakukan seperti apa yang dilakukan laki-laki yang tidak sengaja menabraknya tadi.
Sehun berjalan mengendap-endap menuju bangku yang diduduki teman-temannya. Setelah sampai dibelakang Luhan, ia mengarahkan tangannya pada mata Luhan. Menutupnya.
"Eh, siapa?" Luhan yang sedang memakan bekalnya pun mulai bertanya-tanya.
Sedangkan anak seisi kantin membelalakkan matanya. Tak terkecuali sahabat-sahabatnya. Mereka terkejut, kemasukkan apa Sehun? Sedang apa ia dikantin?. Tidak pernah sekalipun Sehun datang kekantin –pernah sekali itupun dengan paksaan dari sahabatnya.
"Coba tebak, aku thiapa?" tutur Sehun.
"Siapa?" Luhan mulai berpikir-pikir.
"Terjatuh. Menangith. Plethter luka. Pu-.." teka-teki yang Sehun berikan terpotong oleh jawaban Luhan.
"Sehun?"
"Benar,"
Sehun menjauhkan tangannya dari mata Luhan. Kemudian duduk disamping Luhan. Luhan tersenyum manis.
"Tidak biasanya Hun kamu kekantin. Ada apa?" tanya Baekhyun yang tak bisa menyembunyikan keheranannya.
"Eh, eum-.. itu, eum- Thehun lapar. Iya lapar. Hehee.." Sehun menjawab dengan gugup karena ia-pun tidak tahu kenapa ia kekantin, bukan kah ia tidak suka keramaian?
"Sehun lapal? Ini makan bekal Luhan aja. Aaa.." Kata Luhan sambil menyodorkan sendok makan ke mulut Sehun. Mata Luhan berkedip-kedip polos menunggu respon dari Sehun.
Sehun tersenyum kikuk, lalu membuka mulutnya dan memakan makanan yang disodrkan Luhan. Menghiraukan aura hitam yang menguar dari kedua temannya.
"Enak?"
"Eh, iya. Enak. Terimakathih,"
.
.
NEXT?.
Apa ini ?!
Aneh? Iya ku tahu :(
Kurang panjang? Ku akan berusaha memanjangkannya :D
Ada yang mau usul nama tiga perempuan tadi? Kalo bisa selain member RV ya,
Atau mau usul kelanjutannya? Kalau dilanjut.
Makasih buat semua... yang udah nge-fav-foll n Review. Maksih sarannya =D
Terakhir, Selamat Hari Raya Idul Fitri. Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir Batin =D
BIG THANKS TO ::
|dpramestidewi|LuVe94|Hunhania|Summerlight92(makasih ka sarannya :) akan ku perbaiki)|littlehunhan|OhXiSeLu|Fe261|JunaOh|Vina815|tctbcxx|GHanChan|selynLH7|yhyera|hellenfaringga|OH94|Guest|Name Tanti Juu|peaceable04|deer lulu|misslah|squidsalmon|MellaniaChrist1|HanSnowflakes99|Afa-ssi|huneeekr(ka kumenunggu ff kaka WGM HUNHAN Ver kapan dilanjut?)
Maaf bila penulisannya salah dan terimakasih sudah meluangkan waktunya untuk review ff ini.
Sayonara...
