.

.

.

.

.

"Love, Affair and Revenge!"

Warning : genderswitch, crack pair, typo, alurnya agak kecepetan.

Main cast : Sibum, HaeHyuk / Eunhae, Kyuhyun (tanpa Sungmin yang ada di chap selanjutnya), and YeWook. Other cast in next chap.

.

.

.

Kibum keluar dari mobil sport-nya setelah tentunya seorang pelayan membukakanya pintu terlebih dahulu. Lalu dengan gaya sombongnya seperti biasa, ia hanya berlalu sambil mendenguskan wajahnya. Dengan acuh-tak-acuhnya ia membuka pintu rumahnya, melempar kunci mobilnya asal dan berjalan masuk ke kamarnya.

Hari ini Kyuhyun tidak ada, ia lebih memilih pergi bersama teman-temanya ketimbang menemani Kibum yang justru.. Entahlah, tidak punya teman kadang membuatnya bosan, hari ia sangat malas keluar rumah, kedua orang tua super sibuknya juga tidak ada. Mereka sedang berada di trip bisnis sejak beberapa minggu lalu. Dan akhirnya, Kibum hanya terjebak di kamar luas beserta peralatan peralatan canggihnya. Entahlah, ia sudah memiliki semuanya sejak kecil, jadi semuanya sudah membosankan baginya.

"Apa yang harus kulakukan hari ini? Membosankan." Rutuknya.

Untunglah, seorang penyelamat datang dan menghubunginya -Donghae, laki-laki tampan itu menelfonya tepat sekali ketika ia merasa di titik jenuh tertinggi. Tak lama setelah itu ia segera berdandan secantik mungkin, berpakaian sekeren mungkin dan memacu mobil mewahnya di jalanan kota Seoul.

XXX

"Jadi, Oppa menyuruhku datang hanya untuk menemanimu membeli kado untuk Hyukjae?" Kibum terlihat setengah kecewa sambil mengaduk minumanya. Kesal, karena ia sudah berdandan semenarik mungkin hanya untuk sekedar membeli kado untuk teman... er.. rivalnya itu. Kesal juga karena yang akan diberi kado bukanlah dirinya.

"Ya! Dan kau harus membantuku, ayolaaah dongsaeng"

Dongsaeng? Cih. Hanya sebatas itu?

"Aku sibuk hari ini, Oppa" jawabnya ketus

"aaah, aku tahu sekarang. Ngomong-ngomong, kenapa tidak cerita denganku kalau kau sudah punya pacar? Ah siapa namanya? Aku lupa, temanku tidak detail menceritakanya. Tapi.. Benar kan?"

Dasar bodoh, kau bahkan baru tahu setelah aku sudah puas memanas-manasi yeojachinggumu. Dasat tidak peka!

"Bukan urusanmu" Kibum berusahan menahan kekesalanya sambil mengunyah croissant kecil yang berada di piring putih.

"Oh ayolah Kim Kibum, masa sama Oppa-mu yang ganteng ini kamu gamau cerita? Semua orang sudah tau loh!" ledek Donghae. Smentara yang diledek malah menatapnya sinis

"Memangnya aku ini apa? Tidak cocok punya pacar, begitu?"

"Kupikir hanya aku namja yang selalu ada untukmu, ternyata tidak" gumam donghae perlahan

Iya, memang hanya oppa, tapi kau tidak pernah menganggapku lebih dari seseorang menyedihkan yang menyebalkan, iya kan?

"haha, aku bercanda Bummie, jangan cengo gitu dong." Donghae menepuk bahunya perlahan sambil tertawa memamerkan deretan gigi-gigi kelincinya

"tapi, beneran kamu pacaran sama namja itu? Siapa namanya? Cho Si.."

"Choi Siwon" potongnya cepat. "dan dia sangat keren" tambahnya lagi

"Keren? Lebih keren mana aku, atau dia? Oh ya, Kudengar dia artis ya?" Kibum mendengus sebal sambil melayangkan pada sesosok wajah Donghae yang sangat menarik saat tertawa. Sedikit kecewa, karena pada akhirnya namja itu sama sekali tidak cemburu atau apapun itu—kepadanya.

"kenapa diam? Hey aku mentraktirmu disini kan untuk mengajakmu beli kado, sudah sudah aku tidak akan menanyakanya lagi, oke? Jadi, mau nggak temenin oppa-mu ini beli kado?"

"tidak bisa. Aku ada janji dengan Wonnie-ku sekarang" Sambil melirik jam tanganya ia pura-pura menepuk jidatnya. "Oh yatuhan! Aku telat! Pasti Wonnie akan ngambek, oppa, aku duluan, ne?" tanpa menunggu jawaban dari Donghae ia berdiri dan berlari keluar cafe.

XXX

Kalau saja tadi ia tidak keluar rumah demi sebuah panggilan tolol itu pasti ia bisa menghabiskan sisa akhir pekan ini dengan tidur seharian, setidaknya itu lebih baik daripada ia harus menahan lagi sakit hatinya bertemu Donghae yang bahkan menertawakanya karena Siwon. Ia sampai rumah ketika langit sudah terlihat sore. Entah jam berapa, tapi yang jelas Mood-nya sudah berantakan sekali.

"Selamat Sore Nona" seorang pelayan membungkukan badan kearahnya, dengan malas ia tersenyum ke arah yeoja yang mungkin usianya hanya diatasnya beberapa tahun. Sebenarnya sih ia malas sekali bahkan untuk menengok kearah pelayan-pelayanya bahkan bisa dibilang ia tidak pernah memperhatikan mereka, tapi daripada harus menghancurkan moodnya lagi- lebih baik ia mencoba tersenyum, setidaknya perasaanya tidak akan lebih buruk.

"yaya, Sore" jawabnya Singkat

"nona.. uhmm.." perempuan itu sepertinya ingin mengatakan sesuatu, batinya.

"Ada apa?" tanyanya singkat tapi mampu membuat pelayan itu malah semakin takut, sadar atau tidak, apron di pakaian pelayanya itu sudah terlihat gemetaran.

"benarkah... kau.. maksudku nona,, berpacaran dengan Choi Siwon?" tanyanya perlahan.

"memangnya, apa urusanya denganmu?" sial, niat baiknya ingin sekedar tersenyum malah membuatnya makin kesal. Dengan acuh tak acuh ia berjalan tanpa menoleh lagi, membuat pelayan itu sepertinya—kesal juga denganya.

Rencana satu : Memacari Siwon sepertinya tidak ampuh. Ia harus mencari plan - B.

XXX

"IDENTITAS PACAR CHOI SIWON TERUNGKAP! ANAK KOLONGMERAT KOREA JAWABANYA!" "SIWON SANG AKTOR NASIONAL MEMILIKI PACAR RAHASIA?" "KK/TK JAWABAN PERTANYAAN KITA SELAMA INI! DIA PACAR CHOI SIWON!"

"Oh yang benar saja!" kibum menyentuh iPad-nya perlahan sambil membaca artikel-artikel tentang dirinya, di layar tipis itu, terdapat fotonya yang sedang duduk berdua dengan Siwon di kedai milkshake kemarin, dan beberapa foto candid saat mereka berjalan menuju mobil. Bahkan, ada juga fotonya ketika bersama dengan kedua orang tuanya.

Kibum tidak habis pikir kenapa berita begini saja bisa tersebar sangat heboh, padahal tidak ada bukti bukti resmi kalau mereka berpacaran, bukan? Dasar pers.

Ia tidak membaca satupun artikel-artikel sialan itu, melihatnya saja sudah membuatnya mual. Ia terlihat seperti nenek-nenek tua pencari sensasi, ia hanya membaca beberapa komentar dari netizen tentang dirinya, banyak yang mendukung dan mengatakan mereka pasangan serasi. Tapi banyak juga yang menghinanya—tidak terima ia memacari artis 'nasional mereka'. Dan untuk fans seperti itu, ia hanya memandangnya sebagai sampah yang perlu dibasmi.

Perlahan ia merebahkan diri di kasur. Ia yakin Hyukjae pasti sudah melihat ini, tidak dapat dibayangkan rasa marah akan mendarah daging di diri 'temanya' itu. Tapi untuk melihat itu semua, sepertinya membuat sensasi baru juga tidak apa-apa. Ia akan membayar mahal untuk apapun yang bisa membuat Hyukjae melepaskan Oppa tercintanya.

XXX

Kibum memasuki kampus dan duduk di bangku taman. Ia mendapati beberapa anak perempuan menatapnya seakan ingin memakanya bulat-bulat. Mereka melirik-lirik 'pacar baru Choi Siwon'. Tidak ada sih yang berani menyindir atau sekedar melototinya tapi tatapan-tatapan mereka jelas terlihat sangat sinis atau entahlah. Sepertinya tidak rela sekali dengan apa yang menjadi berita hangat di internet.

Kibum mengeluarkan iPad bercase merah dari kantung tas-nya, dengan cueknya ia memainkan benda itu tanpa memperhatikan keadaan di sekitar. Ia tahu, semua mata tertuju padanya. Ia sendiri sama sekali tidak mengambil pusing kejadian ini. Yang terpenting bagaimana caranya bisa membuat Donghae kembali padanya.

"Wow.. Look who's here in early morning like this!" Hyukjae menghampirinya sambil menepuk bahunya. Perlahan ia menutup layar iPad dengan case-nya.

"Oh hai, ngagetin banget sih". Kibum menatap wajah yang duduk disampingnya, tetap sama saja dengan biasanya. Ia bisa melihat jelas, wow. Paha mulus Hyukjae hanya tertutupi sehelai dress mini berwarna abu-abu dan bagian dadanya yang sedikit tertutup.

"Huehehe mian"

"Whoa whoa, baju pendek banget ya?" Kibum melirik bagian dada Hyukjae.

"Loh memangnya kenapa? Kata Donghae oppa aku cantik kok kalo make baju ini"

Mendadak Kibum malas menatap sesentipun lawan bicaranya. Kalau sudah membicarakan nama itu, pasti Kibum lebih memilih diam dan pura-pura mengiyakan semua yang orang disampingnya ini ceritakan.

"Jadi, ceritakan tentang Siwon dong! Aku penasaran" rengek Hyukjae. Lalu tiba-tiba kibum tersenyum perlahan seakan-akan habis dapat lotere satu juta poundsterling.

Tapi sebelum itu, Hyukjae mengeluarkan sebungkus rokok bermerek yang biasa mereka beli. Ia lalu menyulut api ke dalamnya dan menghisapnya perlahan.

"Not to bad, dia sedang sibuk akhir-akhir ini, tapi aku benar-benar mengerti dia kok" perlahan ia bisa mendengar Hyukjae menghembuskan nafas yang penuh dengan asap rokok.

Hyukjae hanya tertawa miris. Sebenarnya mereka pacaran atau tidak sih? Tapi. Daripada pusing memikirkan laki-laki yang di klaim Kibum sebagai pacarnya, lebih baik ia memikirkan kehidupanya sendiri.

Tiba-tiba saja ia teringat, ia belum membalas sms Donghae semalam. Dengan cepat dibalasnya seadanya, ia sangat malas. Sebenarnya, ia sedikit banyak menyukai Donghae, dia baik dan seperti kharakter laki-laki menyenangkan di dalam manga. Dan ia juga tahu laki-laki itu sangat menyayanginya. Bahkan bisa dibilang tergila-gila.

Awalnya sih, ia hanya sedikit bermain dengan laki-laki itu, statusnya waktu itu hanya sekedar pengalihan belaka. Kim Junsu, nama mantan pacarnya yang kesekian dan tidak bisa ia lupakan begitu saja. Terlalu banyak yang ia lakukan untuk namja itu dan tentu sulit melupakanya. Lalu, secercah cahaya muncul. Lee Donghae.

Donghae, tidak sama sekali mengenalnya. Tidak tahu ia hanyalah seorang wanita bajingan. Mungkin semua ini akan berakhir kalau saja Donghae mendengar serentetan kabar buruk tentang dirinya. Mungkin juga mantan pacarnya yang lain akan bercerita ke Donghae tentang dirinya, dan keluarganya yang berantakan itu.

Untunglah, ia populer, cantik, dan mudah bergaul. Dan salah satu wujud nyatanya adalah Kibum. Berteman dengan yeoja disampingnya ini setidaknya membuat perempuan-perempuan yang iri setengah mati padanya diam tak berkutik. Mereka tidak mau melawan anak yang kekayaanya hampir setengah republik Korea, kan?

"Dia sibuk? Yaiyalah, drama barunya kan baru mau keluar" hyukjae menghembuskan nafas yang mengeluarkan asap putih transparan melayang di udara.

"Sepertinya begitu" jawabnya singkat. Sebenarnya ia bahkan tidak tahu yang mulia aktor masa kini Choi Siwon, itu main drama judul apa.

"Seandainya aku yang jadi pacar Siwon, dia pasti berdecak kagum kalau tahu aku hapal semua tentang dia, hehe"

Kibum tahu ucapan Hyukjae itu tidak bercanda. Dari nadanya bicara saja sudah terlihat desah-desah bersemagat dan berapi-api seakan Kibum adalah orang bodoh yang beruntung bisa pacaran dengan cowok itu.

Memangnya Siwon itu dewa? Kalau aku pacar beneranya aku harus tahu semua kegiatanya? Kesukaanya? Film-nya? Fvck off. Masa bodoh denganya. Dan yeoja disampingku bilang dia tahu segalanya? Lihat saja nanti!

.

Sementara itu, Siwon bersama beberapa temanya berjalan memasuki kantin. Banyak sekali yeoja yang menatap kearahnya saat ini. Terutama, setelah gossip-nya dan Kibum mencuat ke permukaan.

Kantin itu cukup luas dan mewah, seolah memang di desain sedekimian rupa untuk kalangan Elite sekolah. Bangunanya agak besar, di setiap pojoknya terdapa stand-stand makanan yang sangat banyak dan menggugah selera.

"Chicken breast, lagi?" Tanya Yesung heran. Seriusan deh, hanya untuk mempertahankan otot ototnya setiap hari Siwon harus memakan dada ayam. Membayangkanya saja membuatnya ingin muntah.

Siwon mengangguk sambil memotong daging perlahan, dengan gaya pangeran kerajaanya ia mengunyah potongan daging berserat kasar itu.

"Oh ya, kata Wookie-ku yang cantik ingin menanyakanmu satu hal"

"Apa?" Siwon sudah tahu jawabanya.

"Kau.. Benar pacaran dengan kakaknya Kyuhyun?" Tanya Yesung lagi

"Iya, memangnya kenapa?"

Ryeowook adalah yeoja chingu Yesung yang tercinta, mereka sudah berpacaran cukup lama dan semua orang di kampus tahu kalau 3 sekawan itu (Siwon, Yesung dan Kyu) adalah teman dekat. Jadi setiap berita tentang 2 namja tampan selain Yesung hanya bisa bersumber dari Ryeowook.

"Aku juga heran kenapa kalian bisa pacaran" celetuk Kyuhyun yang sebenarnya ingin mengatakanya sejak tadi.

"Hahaha rahasia, intinya, Bilang pada wookie dia memang pacarku, itu saja"

"Nggak masuk akal,bro"

"Kenapa nggak? Kibum itu cantik, she's one In the million" puji Siwon ketika melihat di depan kantin Kibum berjalan anggunya bersama seorang yeoja disampingnya.

"One in the million? Si Snow ice, ice princess, snow white itu? Yang jutek itu?" Nada yesung terdengar sangat meremehkan.

"Kalau nggak kenal denganya kau akan bilang begitu" kyuhyun menghela nafas, memang tidak ada yang bisa mengenal sisi baik kakak tirinya. "She's kind. Karena kau tidak mengenalnya makanya kau bilang begitu, buktinya aku? Dia menyayangiku seperti adik sendiri" kyuhyun memuji Kibum-lagi dan lagi. Memang begitulah adanya. Kakaknya itu tidak seperti yang difikirkan semua orang.

"Dia menyayangiku seperti aku ini anak kandung pasangan Tan Hanggeng dan Kim Heecul, dia selalu memperdulikanku, dia yang baik yang tidak pernah melupakanku.. Pokoknya dia segalanya"

Entah kenapa, hati dan pikiran Siwon menerawang mengingat wajah gadis yang selalu datar itu. Lalu menoleh kearah seberang kursinya, ada Kibum yang sedang mengaduk-aduk makananya, tatapanya memang sangat sombong, dagunya selalu ditegakkan. Tapi entah mengapa juga, mungkin yang dikatakan Kyuhyun barusan benar tentang Kibum. Gadis itu, tidak selamanya jahat, ia punya sisi baik yang disimpanya selama ini.

XXX

Hyukjae POV

Choi Siwon, he's my perfect man. Dan dia sedang melirik kearahku, oh bukan, tepatnya yeoja disampingku.

Dia keren, macho dan sexy. Plus fitur fitur lain yang membuatku benar-benar tergila-gila dengan senyuman jokernya itu.

Dia, seangkatan denganku-dan tentu saja Kibum-. Tapi kami, tidak mengeluti jurusan yang sama. Aku dan Kibum yang ada di kelas bisnis dan dia, bersama Kyuhyun dan Yesung, the flower boys (begitu anak kampus memanggil mereka, kumpulan cowok keren.) Masuk jurusan Fisika. Yang tentu saja tidak menarik minatku sama sekali.

Aku mengenalnya sejak pertama kali Ospek. Dia, hanya diam dan bersikap keren sepanjang hari, dan sukses membuat senior-senior wanita bertekuk lutut di hadapanya. Dengan senyuman mautnya itu. Yatuhaaan.

Waktu itu,dia belum menjadi artis seperti saat ini. Ia hanya seorang model dan aku tidak terlalu memperhatikanya lebih dalam, tapi yang jelas aku sudah menargetkan akan menggaetnya. Walaupun aku sudah berada di dalam hubunganku dengan senior kampus yang cukup terkenal pada masa itu.

Aku tak perduli kata kata yeoja lain yang mencelaku serakah. Aku sudah punya dan merebut sebagian laki-laki keren di kampus ini dan masih saja mengejar Siwon. Lagipula, ini hatiku, tentu saja hanya aku yang berhak memilih, kan?

Dan ternyata, temanku yang sedingin es sudah mencuri start dariku. Dia bahkan sudah memacari cowok ganteng yang sedang tersenyum mengarah ke kami. Atau bisa dibilang hanya ke teman disampingku ini.

Aku iri dengan Kibum, tentu saja. Sebenarnya aku membencinya sejak kami pertama berkenalan. Aku, tidak pernah bisa sesempurna dirinya. Ia cantik, pintar, berbakat dan memiliki keluarga yang hangat.

Sedangkan aku? Orang tuaku saja bahkan tidak perduli. Bahkan menganggapku sampah yang hanya harus dibersihkan supaya tidak meluap kemana-mana.

Semua orang di Korea sudah tahu Kibum itu siapa, orang tuanya seorang kolongmerat di dua negara sekaligus, Korea dan China. Karena ayahnya memang berkebangsaan China. Semua anak di kampus ini saja takut menatapnya dalam-dalam. Sudah kubilang kan ia punya segalanya? Ia kaya, semua orang entah sadar atau tidak, pasti memujinya. Tidak perduli omongan menusuk apapun yang ia krluarkan pasti selalu saja, mereka semua terima. Walaupun dihina-hina sedemikianpun, seluruh orang bahkan akan bertekuk lutut dihadapan klan keluarga Tan.

Ia memang sombong, sangat sombong. Bahkan tidak pernah berbicara kepada orang lain. Dunianya seolah tertutup rapat, tidak ada yang lebih mengetahui apapun tentang dirinya kecuali Kim Kyuhyun.

Dan sekarang dia berpacaran dengan Siwon? Oh demi tuhan. Bunuh saja aku sekarang.

Tidak akan kubiarkan perempuan itu merebut apa yang paling kuinginkan di dunia ini, Choi Siwon. Ia sudah memiliki semua hal di dunia ini. Dan aku hanya meminta satu, yang paling kuinginkan di dunia ini.

Laki-laki yang melambai ke arahnya - Choi Siwon.

Hyukjae POV end

.

Temui aku dibelakang kantin sekarang!

Kibum hanya melirik ke seberang mejanya. Siwon sudah berjalan keluar dari kantin sambil menenteng jacket berwarna cokelat pucat.

Perlahan ia bangkit dari meja-nya dan berjalan mengikuti arah si laki-laki itu pergi, tentu saja tanpa lupa bilang ke teman disampingnya ia akan ke toilet.

"Mau apa?" Kibum memandang Siwon dengan tatapan 'ngapain sih? Ngeribetin banget!'

"Temani aku besok" perintahnya singkat, padat dan.. Tidak jelas.

Rasanya, Kibum ingit melempar jauh-jauh namja yang berdiri sambil menyandarkan tubuhnya ke dinding itu, diamatinya dari atas sampai bawah pemilik tubuh atletis itu.

"Temani? Memangnya aku pembantumu?" Tanya Kibum sambil melembutkan suaranya. Ia takut tiba-tiba Hyukjae menyusulnya dan mendengar semuanya.

"Kau kan pacarku" bisiknya singkat. Yatuhan. Kibum benar-benar akan melemparnya ke luar angkasa.

"Pacar? Mwo? Yang benar saja. Hanya pura-pura, Choi Siwon. Pura-pura!"

"Yasudah, aku akan bilang ke temanmu itu kalau kita..."

"Oke oke! Kemana?" Potongnya cepat. Sepertinya mau tidak mau ia harus mengikuti laki-laki disebelahnya itu.

.

Kibum melangkahkan kakinya turun dari range rover hitam milik Siwon, ia tampak sangat anggun dengan balutan gaun malam rancangan desaigner perancis yang sangat terkenal. Gaun itu berwarna hitam, sedikit pendek, dan terbuka dibagian punggungnya, bahanya juga di rancang khusus dan membuat si pemiliknnya terlihat sangat cantik malam itu, sementara stiletto-nya berkilauan keemasan, rambutnya yang panjang itu tergerai indah, sehitam malam dan bibirnya yang berlipstick merah menyala. Ia lebih mirip malaikat daripada manusia.

Sementara, laki-laki yang duduk disampingnya lalu keluar, sambil melambaikan tangan ke arah kamera, Tubuhnya terlihat seperti pangeran dengan tuxedo hitam, kemeja putih dan dasi kupu-kupu. Pakaian formal juga tidak bisa menyembunyikan wajah tampanya. Ia makin terlihat kharismatik.

Siwon, tersenyum ke arah kamera, sambil mengapit tangan yeoja disampingnya mesra. Membuat banyak wartawan berdecak kagum. Mereka sempurna, benar-benar seperti putri cantik yang menemukan pangeranya, terlihat seperti barbie dan ken.

Ketika memasuki tempat acara award yang diadakan sebuah stasiun TV itu, Kibum benar-benar menunjukkan dirinya seorang anak bangsawan. Cara berjalanya dan caranya tersenyum benar-benar mengagumkan.

Mereka duduk di sebuah lingkaran kursi VIP. Dikelilingi artis-artis lain yang Kibum sendiri tidak tahu. Tapi ia hanya bisa tersenyum ke sana-sini. Harga dirinya sangat 'mahal' untuk menyapa orang disekelilingnya. Padahal ia yakin juka ia menyapa mereka, semuanya pasti akan bersikap sangat manis dan menyambutnya.

Sepanjang acara, Kibum hanya diam. Ia tahu betul etika berada di tempat seperti ini. Sambil sesekali berbincang dengan Siwon yang duduk disebelahnya. Kalau sampai terdengar orang lain mereka bertegkar atau membuat keributan sekecil apapun, bisa dipastikan besok akan banyak sekali berita-berita di media. Jadi, daripada terus terusan memenuhi infotaiment, lebih baik sesekali ini menjaga kelakuanya itu kan?

Acara baru selesai sekitar pukul 10 malam. Tentu saja Siwon mengantarnya pulang, ia duduk disamping Siwon sambil menghadap ke arah kaca.

"Kau sudah ngantuk?" Siwon membelokkan setirnya

"Belum" jawabnya singkat. Sebenarnya sih, matanya itu sudah tidak bisa di kompromi.

"Oh ayolah Kim Kibum.. Kalau ngantuk tinggal tidur saja"

"Aku bilang kan aku tidak ngantuk!"

Siwon tersenyum jahil, ia suka sekali menggoda yeoja ini.

"Yasudah kalau begitu, oh ya terimakasih mau menemaniku hari ini"

Kibum hanya terdiam, matanya sudah terasa berat.

"Kau sangat berbeda dari yang kemarin-kemarin aku lihat, Kibum? Yak! Kau tidur? Ckck dasar" siwon menggelengkan kepalanya sambil menyandarkan kepala kibum ke bantalan jok

"Sebenarnya kau itu apa sih? Menyebalkan, ambisius atau apa? Kyuhyun bilang kau orang yang sangat baik. Apa itu benar Kibum-ah? Kamu itu misterius"

"Kamu juga terlihat err... Sangat cantik hari ini, terimakasih ya"

Siwon menatap wajah disampingnya itu sekilas dan membetulkan letak kepala Kibum yang lagi-lagi bergeser. Sedikit bersyukur yeoja cantik itu tidak mendengar ucapanya.

Padahal, disisi lain seorang yeoja sedang mati-matian menutup matanya rapat-rapat dengan pipi yang sudah memerah.

TBC

A/N

Update tergajelas seumur hidupku! -_-

Seriusan deh, bener-bener nggak ada insipirasi lagi buat FF ini tapi aku bakal coba semampuku^^*

Oh iya, buat yang nanya kenapa di chapter-chapter sebelumnya Hyukjae itu kenapa jahat, bukanya sengaja tapi emang sebenernya nanti bakal ada cerita sedih tentang dia di Chap-chap selanjutnya hehe. Emang sih di awal2 sengaja aku buat dianya jahat gimanaa gitu sama Kibum tapi nanti bakal terjawab dengan sendirinya kok, jadi buat yang gak suka sama peran Hyukjae di FF ini, jangan berhenti baca ya